WorksheetsTeori Perilaku Konsumen
Total questions: 10
Worksheet time: 55secs
Dalam suatu pendekatan kardinal ada beberapa asumsi utama, yaitu sebagai berikut, kecuali :
Daya guna yang hanya dilihat dari sudut subjektif menyebabkan tidak ada satu alat ukur yang pas, tepat dan juga sesuai.
Nilai guna atau daya dapat diukur melalui parameter satuan harga atau biasa disebut dengan utilitas.
Konsumen tentu nantinya akan mengalami penurunan utilitas
Nilai guna (daya) dari uang tersebut tetap (konstan)
Seorang konsumen akan secara terus menerus akan memenuhi kebutuhannya sampai mereka mencapai titik intensitas yang sama, merupakan pengertian dari :
Marginal Utility
Utility
Hukum Gossen II
Additive
Dalam menentukan preferensi individu digunakan beberapa asumsi, antara
lain, kecuali :
Asumsi perbandingan
Marginal Utility
Asumsi transivitas
Lebih banyak lebih baik
Nilai guna yang besarnya tidak perlu diketahui oleh seorang konsumen, disebut dengan :
Indifference Curve
Budget Line
Utility
Marginal Utility
Pendekatan Kardinal adalah :
Kepuasan seorang konsumen akan menurun apabila secara terus menerus kebutuhan mereka dipenuhi.
Seorang konsumen akan selalu melakukan pemilihan kombinasi barang yang akan mereka konsumsi
Nilai guna merupakan daya guna yang bisa dapat diukur melalui satuan uang (utilitas)
Kurva yang dapat menggambarkan suatu kombinasi dari beberapa barang yang sama-sama disukai konsumen.
Beberapa ciri dari Indefferent Curve adalah sebagai berikut.
Semua Benar
Terlihat lebih tinggi kedudukannya
Memiliki kemiringan yang negatif
Suatu kurva indefferent akan cembung ke arah titik asal
Indefferent Curve (kurva indifferent) pertama kali digagaskan oleh seorang ekonom yang lahir di Italia, yaitu :
Edgeworth
Vilfredo Pareto
Francis
Semua Salah
Indifference Curve adalah
Nilai guna yang besarnya tidak perlu diketahui oleh seorang konsumen.
Pendekatan tersebut menunjukkan tingkat kepuasan konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang ataupun jasa
Pengukuran indeks prestasi dan disamping itu juga dapat digunakan dalam pengukuran yang sifatnya kualitatatif
Menggambarkan suatu kombinasi dari beberapa barang yang sama-sama disukai konsumen.
Adapun Teori Perilaku Kepuasan Konsumen melalui Pendekatan Ordinal ini memiliki kelemahan yaitu :
Suatu kurva indefferent tidak akan pernah berpotongan antara satu dengan lainnya.
Kepuasan seorang konsumen dari mengkonsumsi suatu barang ataupun jasa hanya dapat diukur dengan satuan kepuasan.
Barang normal, lebih banyak barang berarti lebih bermanfaat, meskipun tambahan manfaat semakin kecil.
Konsumen dapat menunjukkan jumlah
pembeliannya (jumlah yang diminta) pada berbagai tingkat harga yang berlaku di
pasar.
Suatu pendekatan kardinal dapat menyusun suatu formulasi fungsi permintaan dengan baik. Pendekatan ini mempunyai beberapa kelemahan yang muncul, antara lain:
Konsumen disini bersifat rasional
Total utility dapat bersifat melengkapi (additive)
Konsumen hanya mempunyai jumlah pendapatan yang tetap
Mempunyai suatu konsep constan marginal utility of money
