WorksheetsQUIZ 29 OKTOBER 2021
Total questions: 11
Worksheet time: 4mins
Bagaimana klaim pemberian obat Hemapo pada pasien HD?
Pasien HD diminta dating ke poli di luar jadwal HD dan ditagihkan episode terpisah dari HD
Obat hemapo diberikan bersamaan dengan episode HD
Obat hemapo diberikan di FKTP
Obat Hemapo yang tidak sesuai retriksi formularium nasional boleh ditarik iur biaya
Pasien A mengalami KLL dan terdapat diagnosa pneumothorax, hemothorax, dan fraktur tulang iga multiple tertutup. Pengkodean Diagnosa yang tepat adalah
S27.0 Traumatic pneumothorax, S27.1 Traumatic haemothorax, S22.4 Multiple fractures of ribs
J93.9 Pneumothorax, unspecified, J94.2 Haemothorax, S22.4 Multiple fractures of ribs (closed)
J94.2 Haemothorax, S22.4 Multiple fractures of ribs (closed)
S27.2 Traumatic haemopneumothorax, S22.40 Multiple fractures of ribs, (closed)
Klaim Ny B yang telah melahirkan bayi hidup ditagihkan dengan kode diagnosa O47.1 False labour at or after 37 completed weeks of gestation, O80.0 Spontaneous vertex delivery, O34.2 Maternal care due to uterine scar from previous surgery, dan Z37.0 Single live birth, seharusnya ditagihkan dengan kode
O47.1 False labour at or after 37 completed weeks of gestation, O80.0 Spontaneous vertex delivery, O75.7 Vaginal delivery following previous caesarean section, dan Z37.0 Single live birth
O34.2 Maternal care due to uterine scar from previous surgery, O80.0 Spontaneous vertex delivery, dan Z37.0 Single live birth
O75.7 Vaginal delivery following previous caesarean section, O80.0 Spontaneous vertex delivery, dan Z37.0 Single live birth
O80.0 Spontaneous vertex delivery dan O75.7 Vaginal delivery following previous caesarean section
Dari hasil utilization review RS X didapatkan 90% tagihan RJTL poli mata terdapat kode prosedur 95.02 Comprehensive eye examination, maka Langkah yang harus dilakukan verifikator adalah
Melakukan verifikasi paska klaim untuk kode prosedur 95.02 enam bulan lagi karena masih sibuk
Apabila ternyata yang dikode prosedur 95.02 adalah Tindakan slit lamp maka hal tersebut sudah sesuai
Apabila ternyata yang dikode prosedur 95.02 adalah
Tindakan slit lamp maka hal tersebut tidak sesuai
Apabila pada resume terdapat tindakan ophthalmoscopy maka tidak perlu dikoding tersendiri
Setelah implementasi PMK 26 Tahun 2021, perlu diwaspadai tren peningkatan diagnosa bayi sakit di bawah ini
Asfiksia
Hipoglikemia
Hipotermia
Semua benar
Persalinan anak kembar dengan prosedur persalinan normal, maka dikoding dengan kode diagnosa
O30.0 (Twin Pregnancy), O80.0 Spontaneous vertex delivery, Z37.2 Twins, both liveborn
O30.0 (Twin Pregnancy), O80.0 Spontaneous vertex delivery, Z37.0 Single live birth
O30.0 (Twin Pregnancy), O84.0 Multiple delivery, all spontaneous, Z37.2 Twins, both liveborn
O30.0 (Twin Pregnancy), O84.0 Multiple delivery, all spontaneous, Z37.0 Single live birth
Pasien X ditagihkan dengan diagnosa pada resume medis tertulis tumor colli dan dilakukan biopsi. RS menagihkan dengan kode prosedur 40.11 Biopsy of lymphatic structure. Apa Langkah yang dilakukan verifikator?
Melayakkan klaim tersebut karena tumor colli adalah area getah bening
Melayakkan klaim tersebut karena kode biops isudah benar
Memending klaim tersebut karena diperlukan konfirmasi benarkah tumor colli tersebut yang dibiopsi adalah kelenjar getah bening
Memending klaim tersebut karena RS harus langsung mengkode prosedur 83.21 Biopsy of soft tissue
Pasien J Ditagihkan sebagai klaim covid MRS sejak 03 Oktober 2021, pada resume medis tertulis PCR tanggal 03 Oktober 2021 hasil (+) dan tidak melampirkan eviden hasil laboratoriumnya. Pasien J adalah pasien bergejala sedang. Terhadap kasus tersebut maka verifikator:
Melakukan aksi dispute, karena hasil lab tidak dilampirkan
Melakukan aksi pending, karena hasil lab tidak dilampirkan
Melakukan aksi sesuai, karena sudah cukup apabila dituliskan hasil bacaannyapada resume medis
Melakukan aksi sesuai, karena biaya klaim konfirmasi dan suspek biayanya sama
Ketentuan TOP UP transfusi plasma konvalesens pada covid, kecuali
diberikan untuk pasien konfirmasi berdasarkan asesmen klinis DPJP
tarif top up mengikuti besara tarif plasma konvalesens yang ditetapkan oleh PMI
untuk sekuen layanan mulai 1 Oktober 2021 besaran tarif top up paling tinggi ditentukan yaitu Rp2.250.000,- (dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah)/kantong
memenuhi terdapat kriteria klinis khusus yang telah ditetapkan dalam KMK 5673/2021
Untuk sekuen setelah 1 Oktober 2021, pasien datang hari senin untuk dilakukan thorak foto dan darah lengkap dan didiagnosa sebagai SUSPEK, selasa esok harinya datang kembali untuk konsultasi ke DPJP, apakah pelayanan hari senin dan hari selasa dapat dijamin COVID-19?
pelayanan COVID-19 rawat jalan Pasien suspek dengan atau tanpa komorbid/penyakit penyerta harus melampirkan bukti pemeriksaan laboratorium darah rutin dan x-ray foto thorax dan/atau radiologi lainnya.
Pelayanannya dibayar sebagai satu kesatuan
Tidak wajib melampirkan hasil PCR
Semua Benar
Pasien covid 19 dengan komorbid Heart Failure sempat dirawat di ICU lalu setelah hasil PCR negatif dialihkan ke ruang rawat non isolasi dan ditagihkan sebagai klaim JKN dengan diagnosa I50.0 Congestive heart failure dan A41.9 Sepsis, unspecified. Dalam melakukan verifikasi klaim JKN, verifikator perlu memperhatikan:
Hasil pemeriksaan echocardiography sebelumnya untuk diagnose heart failure
Kondisi sepsis apakah masih pada saat alih jaminan
Kondisi komorbid apakah masih memerlukan tata laksana
Semua Benar
