wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ulangan Harian Kelas X MM (Cerita Hikayat)

Total questions: 15

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.


Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….

a)

Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.

b)

Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.

c)

Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.

d)

Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.

e)

Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang

2.

Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)


Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah ....

a)

Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura.

b)

Persahabatan antara burang dan kura-kura.

c)

Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura.

d)

Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan

e)

Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung.

3.

Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"


Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah....

a)

Kemudian

b)

Maka

c)

Selanjutnya

d)

Lalu

e)

Setelah itu

4.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian


Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu....

a)

Kemustahilan

b)

Istana sentris

c)

Bahasa

d)

Anonim

e)

Kesaktian

5.

Bahasa yang digunakan dalam sebuah karya sastra hikayat adalah....

a)

Inggris

b)

Sansekerta

c)

Melayu

d)

Sunda

e)

Jawa

6.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.


Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah ….

a)

Basmillah jika melihat kejahatan.

b)

Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan.

c)

Jangan berburuk sangka kepada orang lain.

d)

Jangan menyombongkan diri.

e)

Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan.

7.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.


Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata....

a)

Diam dan Tuan

b)

Hamba dan Buraksa

c)

Raja dan Tamasya

d)

Daripadanya dan Merebut

e)

Raja dan Indera

8.

Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.


Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ….

a)

Sosial

b)

Budaya

c)

Moral

d)

Agama

e)

Kesusilaan

9.

Hikayat Abdulah

Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus. Maka, beribu-ribu tikus tanah itu sepanjang jalan serta dengan besar-besarnya hampir bagai kucing adanya. Maka jikalau kita berjalan pada malam, dilanggarkannya, beberapa banyak orang jatuh, demikianlah besarnya. Maka pada suatu malam di rumah tempat kutinggal itu ada dipelihara beberapa kucing. Maka pada setengah malam kedengaran kucing mengiau-ngiau. Keluarlah kawanku dengan membawa damar, hendak pergi melihat apakah sebabnya kucing itu. Maka serta dilihatnya ada enam tujuh ekor tikus berkerumun menggigit kucing itu. Ada yang menggigit pipinya sehingga tiadalah boleh bergerak lagi kucing itu melainkan mengiau-ngiau saja.


Isi yang diungkapkan dalam penggalan hikayat tersebut adalah ….

a)

Di pulau Singapura terdapat banyak tikus.

b)

Di pulau Singapura kucing dan tikus saling bermusuhan.

c)

Kucing selalu dipermainkan tikus-tikus.

d)

Di pulau Singapura kucing selalu mengalahkan tikus.

e)

Semua jawaban salah

10.

Sebutan atau julukan untuk orang yang tidak mengungkapkan identitas dirinya disebut ....

a)

Kemustahilan

b)

Kesaktian

c)

Anonim

d)

Istana Sentris

e)

Alur Berbingkai

11.

Sebutan dari tidak logis atau tidak bisa dinalar yang termasuk ke dalam ciri-ciri cerita hikayat adalah ....

a)

Anonim

b)

Istana Sentris

c)

Alur Berbingkai

d)

Kemustahilan

e)

Kesaktian

12.

Berikut ini adalah ciri-ciri hikayat, kecuali ....

a)

Logis

b)

Anonim

c)

Kemustahilan

d)

Khayal

e)

Istana Sentris

13.

Karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut ....

a)

Fabel

b)

Dongeng

c)

Hikayat

d)

Fiksi

e)

Karya Ilmiah

14.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.


Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu ....

a)

Kemustahilan

b)

Anonim

c)

Istana Sentris

d)

Kesaktian

e)

Alur Berbingkai

15.

(1) Bersifat imajinasi

(2) Mengisahkan tentang kerajaan

(3) Nama penciptanya tidak diketahui

(4) Bersifat menyindir

(5) Bersifat menghibur


Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat.....

a)

(1), (2), (3)

b)

(1), (3), (5)

c)

(2), (4), (5)

d)

(1), (4), (5)

e)

(1), (3), (4)