NEW
Font size
WorksheetsMENELAAH STRUKTUR DAN KEBAHASAAN CERPEN
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar; pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.
Bagian struktur teks cerpen di atas adalah …
Orientasi
Komplikasi
Koda
Abstraksi
Deru burung besi itu kian nyaring begitu melewati tempatnya berjongkok. Ia menghentikan gerakan tangannya. Menggiring burung itu lenyap dari mata lamurnya. Lalu, tangannya kembali menggumuli cucian pakaian yang tak kunjung habis itu. Beberapa detik sekali, tangan keriputnya berhenti, lalu ia menampari pipi dan kaki.
Kalimat terakhir dalam kutipan cerpen di atas menyatakan kebahasaan teks cerpen yaitu ...
kalimat langsung
kalimat tidak langsung
Kalimat definisi
Kalimat deskripsi
Mungkin hujan dan guruh yang terus ribut telah membela kami. Mungkin mood-nya sedang baik. Mungkin dia tidak keberatan lantai kantornya basah oleh kami. Mungkin dia kasihan melihat kami kedinginan dan datang tergopoh-gopoh. Yang jelas dia memaafkan keterlambatan kami kali ini. Alhamdulillah.
Majas yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ....
klimaks
asosiasi
metafora
personifikasi
Air mukɑ sukri kembɑli murɑm, seperti ɑwɑn mendung yɑng bergerɑk-gerɑk cepɑt menutupi bulɑn purnɑmɑ.
Seperti remaja lain di kampung saya, saya kebingungan dengan banyak hal. Satu hal yang pasti, kita harus lebih dekat bersahabat dengan alam agar alam juga bersahabat dengan kita. Pohon memang keramat, harus dihargai, dihormati, dijaga, dipelihara. Tanpa pohon bencana akan lebih sering terjadi menimpa kita. Mbah Jayasakti mestinya berubah menjadi kesadaran ilmu. Kakek benar, banyak orang Cuma merasa pintar padahal sebetulnya tidak.
Kalimat diatas mengandung majas ......
Hiperbola
Repetisi
Simile
Litotes
Seperti remaja lain di kampung saya, saya kebingungan dengan banyak hal. Satu hal yang pasti, kita harus lebih dekat bersahabat dengan alam agar alam juga bersahabat dengan kita. Pohon memang keramat, harus dihargai, dihormati, dijaga, dipelihara. Tanpa pohon bencana akan lebih sering terjadi menimpa kita. Mbah Jayasakti mestinya berubah menjadi kesadaran ilmu. Kakek benar, banyak orang Cuma merasa pintar padahal sebetulnya tidak.
Konflik pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
Remaja di suatu desa yang sedang kebingungan
Terjadi bencana di suatu desa karena sudah tidak bersahabat dengan pohon
Kehadiran Mbah Jayasakti yang keramat
Kakek mampu mengalahkan Mbha Jayasakti
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
Tubuhnya digerogoti penyakit
Buruknya pelayanan rumah sakit
Susahnya menjadi orang miskin
Banyak bangsal yang kosong
Deru burung besi itu kian nyaring begitu melewati tempatnya berjongkok. Ia menghentikan gerakan tangannya. Menggiring burung itu lenyap dari mata lamurnya. Lalu, tangannya kembali menggumuli cucian pakaian yang tak kunjung habis itu. Beberapa detik sekali, tangan keriputnya berhenti, lalu ia menampari pipi dan kaki.
Makna ungkapan burung besi dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
burung mainan anak
burung tiruan dari besi
pesawat terbang
pesawat mainan anak-anak
. . . .“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.
Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian….
. Orientasi
Resolusi
Komplikasi
Koda
Struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen terdapat dalam ...
Orientasi
Resolusi
Koda
Komplikasi
Struktur yang berisi munculnya masalah atau konflik adalah ....
Orientasi
Resolusi
Komplikasi
Koda
Pada teks cerpen, pembaca dapat mengetahu karakter atau watak pelaku cerita dalam ...
Komplikasi
Orientasi
Koda
Resolusi
Nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks cerpen terdapat dalam struktur ...
Orientasi
Resolusi
Koda
Komplikasi
Bacalah teks berikut ini!
. . . .
“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”
“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”
Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”
“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.
Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian ....
Orientasi
Resolusi
Komplikasi
Koda
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Ya, kediaman keluarga Sastro Suwiryo yang menempati lahan seluas 200 meter persegi di Desa Kasongan pinggiran Yogyakarta itu bisa dibilang tenang dan tentram sebelumnya. Malam itu sudah hampir setengah jam isak tangis terdengar mengalahkan lagu malam yang dinyanyikan oleh angin dan lambaian pohon kelapa belakang rumah. Rembulan purnama yang tengah asyik menemani orang-orang yang sedang tidur dengan nyenyak juga tidak disapa oleh isak tangis itu.
“ Bapak, bangun, Pak.”
“ Ada apa, Bu? Malam-malam begini kok bangun? Kok kelihatannya ada yang serius.”
Dikutip dari: Agung Webe, “Arjuna Tidak Mencari Cinta” dalam Arjuna Tidak Mencari Cinta, Bekasi, Soul Journey, 2016.
Kalimat bercetak miring dalam kutipan cerpen tersebut mengandung majas ....
Metafora
Personifikasi
Asosiasi
Hiperbola
1) Sedangkan Maura sudah mulai berburu menjelajahi toko-toko bermerk untuk membeli pashmina dengan motif yang disukai maminya. Hanya aku yang tak mempersiapkan apa-apa untuk Biyungku.
2) “Kok Biyung, sih?” Tanya Maura dengan mimik lucu. “ Kenapa gak panggil mama, mami, atau ibu lah yang paling umum?” Ujarnya lagi. Aku hanya tersenyum.
3) “Orang Jawa zaman dulu memang kebanyakan memanggil ibu mereka dengan sebutan ‘Biyung’ sama saja, kok,
artinya dengan mami, mother, mom, dan yang lainnya,” jelasku sambil tersenyum. Terlihat lirikan mata Yesha dengan senyuman yang membiasakan ejekan. Aku tak peduli.
4) Biyungku memang tak sebanding dengan mami dan mom-nya Maura dan Yesha yang memiliki gelar sarjana bahkan hingga Phd. Biyungku hanya seorang penjual tempe mendoan. Tapi sehari saja ia libur berjualan, seluruh desa akan merasa kehilangan pada racikan bumbu tempenya yang tiada duanya.
Kutipan teks di atas yang menonjolkan bagian struktur komplikasi adalah ....
Paragraf Pertama
Paragraf Kedua
Paragraf Ketiga
Paragraf keempat
Karena terlalu banyak variasi, mobil Pian tidak sempat sampai di pecenongan. Agaknya pecenongan juga sudah sepi. Di samping itu, Pian sendiri sudah lupa mau ke mana. Setelah putar-putar nabrak sana nabrak sini, entah berapa korban yang jatuh, mobilnya mulai batuk-batuk. Periksa punya periksa rupanya bensinnya mulai habis.
Kalimat yang digarisbawahi merupakan majas ....
Metafora
Personifikasi
Simile
Hiperbola
Menjelang malam, terdengar ketukan di pintu. Ayah lalu masuk sambil menenteng bungkusan yang sangat besar. Wajah ayah berseri-seri. Tetapi aku justru sembunyi dibalik bantal. Aku tak berani memandang wajah ayah yang berbinar-binar itu.
Kalimat yang bergaris bawah menggunakan majas ...
Metafora
Simile
Prrsonifikasi
Metafora
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
. . . .
“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”
“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”
Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”
“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.
Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian…..
Komplikasi
Resolusi
Orientasi
Reorientasi
Setelah aku tidur bersama nenek selama tiga hari, senyum nenek semakin lebar dan beliau mengurcapkan, "Terima kasih cucuku, kamu telah memberikan hadiah teristimewa di akhir hidupku." Dan disuruh semua anaknya berkumpul. Setelah semua berkumpul, nenek menutup mata untuk selama-lamanya. Nenek tetap tersenyum meskipun nadinya tidak lagi berdenyut.
Sumber: Nasihat Terindah, karya lrwan Ahmad Rozaki
Kutipan cerpen tersebut merupakan bagian struktur . . .
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Reorientasi
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan.
"Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik.
3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
(1)Kutipan teks cerpen tersebut merupakan struktur teks cerpen bagian ....
orientasi
komplikasi
solusi
resolusi
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan.
"Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik.
3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Latar yang terdapat dalam kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
di sekolah, siang hari, suasana gelisah
di sekolah, malam hari, suasana panik
di rumah, malam hari, suasana panik
di rumah, sore hari, suasana gelisah
Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!
Es di gelas itu sudah mencair, membaur dengan kopi yang kupesan lebih dari satu jam lalu. Seiring dengan membaurnya kedua cairan itu, aku masih saja menatap ke luar jendela, kala hujan masih saja turun membasahi bumi. Mendinginkan udara malam yang tak berbintang itu.
Latar waktu, suasana, dan tempat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
Malam hari, hujan, dan restoran.
Malam hari, sendu, dan kedai kopi.
Sore hari, hujan, dan kedai kopi.
Petang hari, sepi, dan kedai kopi.
Penggalan cerpen di bawah ini!
“Tak bisa kurang sedikit?” “Tentu saja bisa, Mister. Dalam perdagangan, seperti Tuan maklum, harga bisa damai. Apalagi Mister pencinta benda seni!” Tammy tak mendengarkan lebih lanjut, dengan tangkas ia bangkit kemudian ke belakang. Dia menulis sepucuk surat untukTuan Wahyono, ahli keramik sebelah rumah. Dia suruh pelayannya cepat mengantarkan surat itu. “Aku minta bantuan Tuan Wahyono untuk menilai harga teko ini. Dia adalah ahli keramik. Rumahnya di sebelah itu,” ujar Tammy setelah kembali duduk di dekat tamunya.
Amanat yang paling menonjol dan penggalan cerpen tersebut adalah . . . .
Dalam berdagang tidak boleh memberikan harga mati.
Sebaliknya serahkanlah suatu urusan kepada orang yang ahli.
Kita harus menjalin hubungan baikdengan tetangga yang mempunyai keahlian.
Menjadi pesuruh harus taat dan cekatan dalam bekerja.
“Apa-apaan sih, posternya kan jadi sobek!!!” “Maaf, Rin! aku benar-benar gak sengaja!” Rinta sama sekali tidak menggubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, maaf ya. aku . . . .” “Aah! Udah! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya tidak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.
Kutipan cerita tersebut merupakan bagian….
resolusi
evaluasi
komplikasi
orientasi
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
orang pertama pelaku utama
orang ketiga pelaku sampingan
orang ketiga pelaku utama
orang pertama dan ketiga
Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar, pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.
Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Ternyata benar, di setiap musibah ada hikmah yang diambil. Kita ikhlas dan bersabar menghadapinya. Aku bisa belajar banyak hal, banyak pengalaman yang yang aku dapat darisana. Sekarang, walaupun fisikku tidak sempurna, aku bisa menjalani hidup seperti biasa. Akubekerja di sebuah laundry.
Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Senja memerah. Langit sajikan semburat jingga yang berkobar di batas horison. Sesaat lagi malam akan menebarkan keremangan yang membaur bersama nafas kesunyian. Perlahan,alam mulai melepaskan diri dari jeratan hari. Seakan jemu menimbun lelah, bumi mulaimeredupkan kehidupan. Aroma sepi mulai menyebar ke setiap celah udara.
Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Aku, putra sulung di keluargaku. Sebagai seorang anak, aku ingin selalu bersama keduaorangtuaku. Mereka yang menjaga dan mendidikku sehingga aku menjadi anak yang berbudibaik. .... Namun, keadaan berubah ketika aku duduk di kelas VIII. Prahara rumah tangga yangmembuat kedua orangtua kami harus bercerai. Aku tidak dapat lagi merasakan hangatnyakeluarga. Rumah yang dulu bagiku adalah sebuah surga dan kini berubah jadi tempat gelapyang membosankan. Tak ada lagi kedamaian yang aku rasa. Tak ada lagi ayah yang duluselalu mengajariku banyak hal tentang hidup dan mengajariku menjadi pribadi yang tangguh.
Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Dari cerita di atas kita dapat belajar bahwa manusia itu selalu sok jago, mau sok menguasaikehidupan, mau sok pintar. Tapi di balik itu, lihat saja banyak orang terbirit-birit kembali kehidup alamiah. Atau paling tidak sering memuji-muji kehidupan masa lalu.
Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Waktu bangun pagi-pagi Noerdin merasa badannya kurang enak. Sehari itu ia tidak bekerjadan panasnya amat tinggi. Malamnya makin bertambah juga panasnya, dan ia pun sudahigau-igauan. Lain tidak yang disebutnya ialah Rukmini juga. Besoknya adalah demamnya agakturun sedikit, tetapi bukan main rindunya hendak bertemu Rukmini. Dengan tidak malu lagidisuruhnya jemput Rukmini hari itu juga.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga pelaku utama
Orang pertama dan orang ketiga
Bacalah penggalan cerpen berikut!
Aku belum mau beranjak pulang, taburan bunga rampai kuyup diterpa air hujan yang mengguyur seluruh jiwa raga kami. Aku belum yakin akan kesiapan diriku sampai di rumah nanti, menyaksikan seluruh keseharianku bersama putri kecilku yang masih menari-nari di pandanganku.
…
Kalimat bercetak tebal di atas mengandung majas…
Ironi.
Hiperbola
Simile
Personifikasi
Di bawah ini yang merupakan contoh penggunaan pertanyaan retoris dalam cerpen adalah…
Kemana kamu akan pergi?
Apakah kamu tega membiarkan anakmu terlantar?
Dimana dia akan mencarimu?
Mengapa dia mengambil uangmu?
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
(1) Setelah aku tidur bersama nenek selama tiga hari, senyum nenek semakin lebar dan beliau mengucapkan, "Terima kasih cucuku, kamu telah memberikan hadiah teristimewa di akhir hidupku." (2) Dan disuruh semua anaknya berkumpul. (3) Setelah semua berkumpul, nenek menutup mata untuk selama-lamanya. (4) Nenek tetap tersenyum meskipun nadinya tidak lagi berdenyut.
Sumber: Nasihat Terindah, karya lrwan Ahmad Rozaki
Kalimat berbentuk dialog pada kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor
(1)
(2)
(3)
(4)
Rembulan purnama yang tengah asyik menemani orang-orang yang sedang tidur dengan nyenyak juga tidak disapa oleh isak tangis itu.
Kalimat dalam kutipan cerpen tersebut mengandung majas...
metafora
personifikasi
ironi
simile
Bacalah penggalan cerita berikut!
Ruang pameran itu tidak begitu penuh dikunjungi orang. Berulang kali Pri melayangkan pandangannya ke sudut sana. Pokoknya, gadis itu punya pesona tersendiri, punya daya tarik sendiri, punya magnet yang bisa mengajak mata untuk selalu menatapnya.
Aspek bahasa yang ditonjolkan dari penggalan cerita di atas adalah..
penggunaan majas
penggunaan kata benda khusus
penggunaan uraian deskriptif
penggunaan dialog
Kalimat di bawah ini yang menggunakan majas simile adalah...
Dia memiliki hati batu.
Burung pipit terbang bagaikan batu yang lepas dari ketapel.
Awan tertatih-tatih melintasi langit
Kerikil di jalan tampak pucat pasi.
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
(1) Setelah aku tidur bersama nenek selama tiga hari, senyum nenek semakin lebar dan beliau mengurcapkan, "Terima kasih cucuku, kamu telah memberikan hadiah teristimewa di akhir hidupku." (2) Dan disuruh semua anaknya berkumpul. (3) Setelah semua berkumpul, nenek menutup mata untuk selama-lamanya. (4) Nenek tetap tersenyum meskipun nadinya tidak lagi berdenyut.
Sumber: Nasihat Terindah, karya lrwan Ahmad Rozaki
Kalimat langsung pada kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
1
2
3
4
