wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

cerpen

Total questions: 200

Worksheet time: 2hrs 51mins

Name
Class
Date
1.

... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

ceroboh, malas, kaya

d)

cermat, pelit, perhitungan

2.

Jon dan Con anak kembar. Jon kepala regu dan aku wakilnya. Kami bersepuluh sedang memandang daerah patroli “Tiger Brigade” dengan saksama dari puncak bukit “panic”, pos kami terdepan. Con berjongkok di samping kakaknya yang sedang meneropong kampung-kampung di bawah kami dari semak-semak. Jon melambai dan aku mendekat. “Aku akan turun ke kampung di bawah itu.”


Latar tempat yang terdapat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….

a)

daerah patroli

b)

puncak bukit

c)

kampung

d)

semak-semak

3.

Bacalah kutipan cerpen berikut!


Sebuah mobil colt berplat nomor merah berhenti persis di depan kedai kasur Alin. Murni berdebar-debar, kalau-kalau orang yang turun dari mobil itu utusan hotel yang memesan tiga puluh kasur single itu.


Kata tercetak tebal tersebut mengandung makna....

a)

bangunan tempat memproduksi barang

b)

bangunan tempat berjualan

c)

bangunan tempat menitipkan barang

d)

bangunan tempat menumpuk barang

4.

Bacalah kutipan cerpen berikut ini!

(1) Setelah aku tidur bersama nenek selama tiga hari, senyum nenek semakin lebar dan beliau mengurcapkan, "Terima kasih cucuku, kamu telah memberikan hadiah teristimewa di akhir hidupku." (2) Dan disuruh semua anaknya berkumpul. (3) Setelah semua berkumpul, nenek menutup mata untuk selama-lamanya. (4) Nenek tetap tersenyum meskipun nadinya tidak lagi berdenyut.

Sumber: Nasihat Terindah, karya lrwan Ahmad Rozaki


Kalimat langsung pada kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor .. ..

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

5.

Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedongnya itu.


Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …

a)

pemberani

b)

baik

c)

sombong

d)

egois

6.

“Selanjutnya, masalah pengobatan dana perawatan, biar nanti seluruh guru di sini memikirkan,” tegas Bu Eli. Pak Bon bersikeras tidak mau dibawa ke rumah sakit. Pak Bon memang seorang berpendirian kuat. Meskipun bukan orang kaya, ia tidak mau dibantu begitu saja. Semua guru yang mengunjunginya, hanya menggelengkan kepala, kagum akan keteguhan Pak Bon.


Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Pak Bon adalah…

a)

Diceritakan pengarang

b)

Diceritakan tokoh lain

c)

Tindakan tokoh

d)

Dialog antartokoh

7.

Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.


Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

Banyak bangsal yang kosong

b)

Susahnya menjadi orang miskin

c)

Tubuhnya digerogoti penyakit

d)

Buruknya pelayanan rumah sakit

8.

Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.


Makna kata langut dan kemelut dalam kutipan cerpen tersebut menyimbolkan ….

a)

Kesedihan dan penyesalan

b)

Kehilangan dan kesedihan

c)

Kehampaan dan kesendirian

d)

Kesedihan dan penderitaan

9.

“Rumah kita kemasukan pencuri,” sahut Bu Shinta. Dia merasa sulit bernafas tatkala melihat isi lemari berantakan. Uang dan perhiasannya telah lenyap. Juga televisi dan beberapa perlengkapan elektronik yang ada di ruang tengah.

Bu Shinta terduduk lemas tatkala melihat catatan-catatan kecil di atas bantal, “Sekarang kalian tau siapa pengirim karcis itu.”


Tema cerita yang pas untuk cerita di atas adalah ...

a)

Pencurian

b)

Kesedihan

c)

Kekhawatiran

d)

Kelalaian

10.

“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”


Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….


a)

sombong

b)

rendah hati

c)

penakut

d)

jujur

11.

Ketika burung-burung telah pulang ke sarangnya, ayah menerima kabar dari seseorang bahwa teman ayah tewas tertembus timah panas. Hal ini amat memalukan sebab ada sepotong suratnya yang berbunyi, “Aku sudah malu padamu, Tuhan, karena aku tidak menjalankan hidupku sebagai manusia yang wajar dan baik seperti yang Engkau firmankan.” Tatkala mentari telah mengintip bumi, ayah bermaksud ikut menggali kubur untuk membenamkan mayat temannya ke dalam bumi ini.


Latar waktu dan suasana kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

malam hari yang hening, menegangkan

b)

pagi dan siang hari, memalukan

c)

siang dan sore hari, mencemaskan

d)

malam dan pagi hari, mengenaskan

12.

Matahari baru saja beberapa derajat condong ke arah barat. Terik panas menyengat Kota Palopo. Matahari bagaikan sejengkal di atas penggunungan Latimojong.

Latar waktu cerita di atas adalah?

a)

pagi

b)

siang

c)

malem

d)

sore

13.

"Sebenarnya sangat banyak kejadian seperti itu yang terjadi kepadaku, sangat sering. Terkadang aku bingung dengan orang-orang yang tak peduli untuk menutup aurat mereka. Sungguh, sebenarnya apa arti jilbab bagi mereka?"

(Kutipan Cerpen "Apa Arti Jilbab Bagimu" karya Lamia N S)


Nilai yang terkandung dalam cerita di atas adalah?

a)

nilai sosial

b)

nilai agama

c)

nilai budaya

d)

nilai moral

14.

"Iyaa, kita mau. Asalkan kamu mau janji akan nerusin tari jaipong ini. Kan asik kalo kita bisa ngewakilin Indonesia ke berbagai negara"


Nilai yang terkandung dalam cerita di atas adalah?

a)

nilai moral

b)

nilai budaya

c)

nilai sosial

d)

nilai agama

15.

Cerpen ini mengisahkan hasrat ‘saya’, seorang anak muda, untuk berhijrah ke kota dihalang oleh bondanya yang bimbang anaknya itu akan terpengaruh oleh ________________ di bandar.

a)

kehidupan positif

b)

kehidupan negatif

c)

budaya-budaya negatif

d)

kehidupan positif

16.

Menurut bondanya lagi, warga kota sudah hilang nilai-nilai tradisi seperti cinta akan ___________.

a)

kehidupan, pendidikan dan ekonomi

b)

agama, pendidkan dan bangsa

c)

agama, bahasa dan budaya

d)

agama, bahasa dan bangsa

17.

‘saya’ menyerahkan buku-buku tersebut pada kawannya itu yang pada pengamatan ‘saya, Munsyi’ merupakan seorang yang sangat ___________bangsa dan budayanya.

a)

menyayangi

b)

membenci

c)

mencintai

d)

menyukai

18.

Munsyi tinggal di tanah ____________ di sebuah perkampungan tradisi di pinggir bandar. Di bandar, ‘saya’ melihat kaum mudanya telah hilang identiti dan jati diri.

a)

Tanah Melayu

b)

Melayu rizab

c)

tanah simpanan

d)

rizab Melayu

19.

Suatu hari, ‘saya’ mendapat khabar bahawa perkampungan Munsyi akan dibangunkan dengan pelbagai ____________.

a)

bangunan mewah dan pusat beli-belah

b)

bangunan mewah dan banglo

c)

bangunan mewah dan hotel

d)

bangunan dan hotel

20.

‘Saya’ sedih melihat buku-buku lama yang telah ‘saya’ bawa, musnah apabila ____________ Munsyi dirobohkan namun Munsyi tidak kelihatan di mana-mana.

a)

bilik

b)

syarikat

c)

pondok

d)

rumah

21.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….

a)

orang pertama sebagai tokoh utama

b)

orang pertama sebagai tokoh sampingan

c)

orang pertama dan ketiga

d)

orang ketiga serba tahu

e)

orang ketiga terbatas

22.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Jenis alur dalam kutipan cerpen di atas adalah …

a)

alur maju

b)

Alur sorot Balik

c)

Alur Ganda

d)

alur Linier

e)

Alur Ganda dan Maju

23.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Watak tokoh aku yang penakut, dalam kutipan cerpen di atas disampaikan melalui ….

a)

Dialog Antar Tokoh

b)

Komentar Tokoh

c)

Tindakan Tokoh

d)

Pikiran Tokoh

e)

Penjelasan Pengarah

24.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Permasalahan yang diangkat dalam penggalan cerpen di atas adalah ….

a)

ketakutan tokoh aku menyaksikan korban kecelakaan di rumah sakit

b)

ketakutan tokoh aku disuntik obat bius

c)

tokoh aku sedang menahan sakit perut

d)

korban kecelakaan di rumah sakit

e)

kekuatiran tokoh ketika diperiksa dokter di rumah sakit

25.

Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal

"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"


Hal yang menarik dari kutipan cerpen di atas adalah ….

a)

Para penumpang mendengarkan lagu

b)

tokoh aku yang masih menyukai gending Jawa dan selalu membawa kasetnya

c)

tokoh lain yang berteriak meminta tukar lagu

d)

. para tokoh mempermasalahkan lagu-lagu yang didengarkan

e)

. para tokoh menyukai musik

26.

Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal

"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"


Nilai budaya yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah

a)

mencintai lagu pop

b)

naik kendaraan sambil mendengarkan musik

c)

mendengarkan musik bersama-sama

d)

mencintai lagu daerah

e)

mencintai lagu-lagu

27.

Cermati paragraf paragraf berikut untuk menjawab soal


Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya. ”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita.


Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya, si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu tahukan si Mbok buta huruf.


Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya, Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk membantu si Mbok.


Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.


. Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Dengarkan nasihat yang baik dari orang-orang di sekitar kita, termasuk orang tua kita.

b)

Janganlah terlalu mengatur kehidupan dan perekonomian anak yang sudah berkeluarga

c)

Siapa pun tetap akan berdosa apabila melawan kepada suami, apalagi kepada orang tua.

d)

Seorang suami harus membiayai keluarga, setia terhadap istri, dan adil terhadap istrinya.

e)

Orang tua hendaklah mengarahkan sesuatu yang baik kepada anaknya, bukan yang buruk

28.

Cermati paragraf paragraf berikut untuk menjawab soal


Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya. ”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita.


Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya, si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu tahukan si Mbok buta huruf.


Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya, Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk membantu si Mbok.


Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.


Cara pendeskripsian watak si Mbok seorang yang tidak berdaya adalah ….

a)

A. secara langsung

b)

B. dialog antartokoh

c)

pikiran-pikiran tokoh

d)

D. tanggapan tokoh lain

e)

E. lingkungan di sekitar tokoh

29.

Cermati paragraf paragraf berikut untuk menjawab soal


Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya. ”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita.


Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya, si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu tahukan si Mbok buta huruf.


Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya, Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk membantu si Mbok.


Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.


Apa yang membuat Martini sedih terhadap suaminya?

a)

A. Martini merasa marah, kecewa, terhadap sikap suaminya.

b)

B. Rasa dendam Martini terhadap suaminya yang beristri lagi.

c)

C. Rasa jengkel Martini terhadap suaminya yang tidak pulang.

d)

D. Kemarahan suami Martini yang tidak terkendalikan.

e)

E. Perasaan sangat malu Matini atas tingkah laku suaminya.

30.

Cermati kutipan teks cerpen Berikut!

Tetapi, dari Lebaran ke Lebaran semakin banyak saja orang-orang yang datang ke tukang jahit itu. Cerita tentang jarum dan benang ajaib itu mungkin membuat banyak orang penasaran. Tapi barang kali pula karena dari Lebaran ke Lebaran memang semakin banyak orang yang kian tenggelam dalam kekecewaan. Mereka ingin menjahitkan kekecewaan mereka kepada tukang jahit itu. Mereka antre agar bisa menikmati kebahagiaan Lebaran. Dikutip dari: Agus Noor, “Tukang Jahit”dalam Cinta di Atas Perahu Cadik Cerpen Kompas Pilihan 2007

Kutipan teks tersebut merupakan struktur teks bagian ….

a)

A. abstrak

b)

B. orientasi

c)

C. komplikasi

d)

D. konflik

e)

E. resolusi

31.

Unsur pembangun cerpen dari dalam, antara lain sebagai berikut, kecuali ....

a)

tema

b)

amanat

c)

penokohan

d)

nilai kehidupan

32.

Struktur yang mengarah pada klimaks yang mulai mendapatkan pemecahan sehingga mulai tampak penyelesaian disebut ....

a)

komplikasi

b)

orientasi

c)

evaluasi

d)

koda

33.

... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

ceroboh, malas, kaya

d)

cermat, pelit, perhitungan

34.

Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.

(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")


Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....

a)

halte depan sekolah

b)

terminal

c)

depan rumah

d)

di halte dekat rumah

35.

Ia sendiri tersenyum basah, mengenakan toga dan memegang ijazah kelulusan. Rambutnya telah dipotong pendek. Alangkah syahdunya subuh itu datang sementara suara sember masih saja terdengar dari tape recorder yang disetel penjual roti bakar.

(Resta Gunawan, "Dini Hari di Sudut Kampus")


Nilai yang menonjol dari kutipan teks tersebut adalah ....

a)

pendidikan

b)

budaya

c)

agama

d)

sosial

36.

Wanita dua puluh limaan, memakai gaun sutera hitam berkerah rendah, tas tangan merah, sepatu hak tinggi warna senada, jam tangan bermerek, serta memakai kacamata hitam turun dari kursi belakang. Lalu berjalan, diikuti pria tinggi besar yang memayunginya, menghampiri Sobri. Wanita itu membuka kacamatanya. Matanya merah, sembab. Kantung bawah matanya menghitam, cembung. Kontras sekali dengan kulit wajahnya yang putih bersih.

(Shofi Al Khansa, "Sampah Bertuah")


Gambaran tokoh wanita dideskripsikan melalui hal berikut, kecuali ....

a)

umur

b)

pakaian

c)

gerak geriknya

d)

perawakannya

37.

Cermati kutipan novel berikut dengan saksama!

.......

” Bangsat siapa kau”, Haji Basuni membentak dengan geramnya.Ia hendak mencengkeram aku.Setengah takut aku mundur dan menjawab.”Aku teman Umi dan Latifah.”Dan tiba-tiba benciku timbul terhadap haji itu.

” Tapi, aku larang kau dekati mereka, mengerti anak miskin?” Betapa tersinggungku mendengar kata-kata terakhir dari haji itu.Tapi aku tak berani dan tak bisa berbuat apa-apa selain kecut dan mendongkol.Sesudah haji itu meninggalkan aku dan baru saja aku melangkah, dari rumah Umi terdengar suara gaduh diiringi tangis perempuan, dan itu suara Umi.Ia melolong-lolong dalam sela bentak dan rotan.

Umi Kalsum, Jamil Suherman

Konflik yang terdapat pada kutipan novel tersebut adalah aku…

a)

Melarang anaknya berhubungan dengan laki-laki

b)

Dilarang berhubungan dengan anak Haji Basuni

c)

Geram dan tersinggung dengan ucapan Haji Basuni

d)

Meninggalkan rumah dengan marah-marah

e)

Mendengar Umi dihajar bapaknya

38.

Ia sendiri tersenyum basah, mengenakan toga dan memegang ijazah kelulusan. Rambutnya telah dipotong pendek. Alangkah syahdunya subuh itu datang sementara suara sember masih saja terdengar dari tape recorder yang disetel penjual roti bakar.

(Resta Gunawan, "Dini Hari di Sudut Kampus")

Nilai yang menonjol dari kutipan teks tersebut adalah ....

a)

pendidikan

b)

budaya

c)

agama

d)

sosial

39.

Pengarang menempatkan dirinya sebagai "aku" di dalam cerita. Maka, pengarang menggunakan sudut padang ....

a)

orang pertama

b)

orang kedua

c)

orang ketiga

d)

orang keempat

40.

Perbaikan dari cuplikan cerpen di atas adalah ....

a)

Namun, tekadku masih membara. Aku tak ingin kembali lagi, aku harus tetap meneruskan perjalananku, apa pun tak bisa menghentikanku.

b)

Namun, tekadku masih membara. aku tak ingin kembali lagi. Aku harus tetap meneruskan perjalananku, apa pun tak bisa menghentikanku.

c)

Namun, tekadku masih membara. Aku tak ingin kembali lagi, aku harus tetap meneruskan perjalananku, apa pun tak bisa menghentikanku.

d)

Namun, tekadku masih membara. Aku tak ingin kembali lagi. Aku harus tetap meneruskan perjalananku. Apa pun tak bisa menghentikanku.

41.

Makna bagian terakhir dalam kutipan cerpen di atas adalah .....

a)

Penolakan tokoh aku karena anak dari seorang ayah itu banyak bicara.

b)

Penolakan tokoh aku karena membayangkan anak dari seorang ayah yang rakus

c)

Tokoh aku membayangkan bahwa anak dari seorang ayah itu seperti tong kosong nyaring bunyinya.

d)

Tokoh aku menolak karena ayahnya rakus.

42.

Kalimat yang menunjukkan bahwa tokoh utama (Darko) seorang yang ikhlas dalam bekerja adalah ....

a)

Dia akan berhenti ketika seseorang memanggilnya.

b)

Melayani pelanggannya dengan tulus dan sama rata, tanpa pernah memandang suatu apa pun.

c)

Serta yang membuat kami semakin hormat, tidak pernah sekali pun mematok harga.

d)

Dengan biaya murah, bahkan terkadang hanya dengan mengganti sepiring nasi dan teh panas.

43.

Hal yang membuat Darko dekat dengan orang-orang kampung adalah ....

a)

Darko bersikap ramah dan suka menceritakan kisah lucu.

b)

Melayani pelanggannya dengan tulus dan sama rata, tanpa pernah memandang suatu apa pun.

c)

Darko tidak pernah sekali pun dia mematok harga.

d)

Darko berasal dari kampung yang jauh di kaku gunung.

44.

Berikut ini yang bukan merupakan karakter tokoh utama Darko adalah ....

a)

ramah

b)

ikhlas

c)

supel

d)

murah senyum

45.

Latar dalam cuplikan cerpen di atas adalah ....

a)

kamar

b)

rumah

c)

ruang kelas

d)

ruang aula

46.

Insiden yang terjadi dalam kutipan cerpen di atas adalah ....

a)

Ketdakpahaman seorang teman terhadap pelajaran yang diberikan guru.

b)

Ketidakpahaman tokoh aku terhadap pelajaran yang diberikan guru.

c)

Seorang teman bertanya pelajaran terhadap tokoh aku.

d)

Caci maki seorang teman kepada tokoh aku karena jawaban tidak tahu tokoh aku.

47.

Makna bagian terakhir dalam kutipan cerpen di atas adalah .....

a)

Penolakan tokoh aku karena anak dari seorang ayah itu banyak bicara.

b)

Penolakan tokoh aku karena membayangkan anak dari seorang ayah yang rakus

c)

Tokoh aku membayangkan bahwa anak dari seorang ayah itu seperti tong kosong nyaring bunyinya.

d)

Tokoh aku menolak karena ayahnya rakus.

48.

Kutipan cerpen di atas menggambarkan latar tempat di ....

a)

Cililitan

b)

Bus Indah Murni

c)

terminal

d)

jala tol

49.

Pembuka cerpen di atas berkisah tentang ....

a)

penokohan

b)

konflik

c)

tema

d)

setting/latar

50.

Kutipan 1

“ Cepat ke sini!”

“ Aku tidak mau!”

“ Kamu jangan nekat, ini sedang hujan lebat. Kamu akan sakit jika terus menerus jalan di tengah hujan tengah malam begini.”

Aku tak memedulikan ucapannya.

Kakiku terus melangkah tanpa tahu ujung langkah akan berhenti dimana. Hatiku terlanjur hancur.


Kutipan 2


Sebelum subuh Salena sudah bersiap. Dagangan sayurnya sudah lengkap di atas gerobak seperti pasar tradisional mini. Setengah jam kemudian, datang pelanggan pertamanya sebelum ia berkeliling. Bu Minah selalu menjadi pelanggan setianya sebelum ia berangkat dengan gerobak sayurnya. Salena baru kembali ke rumah menjelang magrib.


Perbedaan penyajian pola pengembangan kedua teks cerpen tersebut adalah....

a)

Kutipan 1 diawali dengan latar cerita, kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh

b)

Kutipan 1 diawali dengan aksi tokoh, sedangkan kutipan 2 diawali dengan masalah yang harus diselesaikan

c)

Kutipan 1 diawali dengan garis besar cerita, sedangkan kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh

d)

Kutipan diawali dengan aksi tokoh, sedangkan kutipan 2 diawali dengan garis besar tokoh

51.

... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

ceroboh, malas, kaya

d)

cermat, pelit, perhitungan

52.

Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.

(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")


Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....

a)

halte depan sekolah

b)

terminal

c)

depan rumah

d)

di halte dekat rumah

53.

Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.

(M. Zuhri, "Kandang Merpati")


Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....

a)

tokoh

b)

latar waktu

c)

latar tempat

d)

penokohan

54.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.

Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(3)

c)

(4)

d)

(5)

55.

Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang.Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”


Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

Setiap orang pasti memiliki rencana.

b)

Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

c)

Hidup itu ada kalanya tidak menentu.

d)

Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.

56.

Jon dan Con anak kembar. Jon kepala regu dan aku wakilnya. Kami bersepuluh sedang memandang daerah patroli “Tiger Brigade” dengan saksama dari puncak bukit “panic”, pos kami terdepan. Con berjongkok di samping kakaknya yang sedang meneropong kampung-kampung di bawah kami dari semak-semak. Jon melambai dan aku mendekat. “Aku akan turun ke kampung di bawah itu.”


Latar tempat yang terdapat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….

a)

daerah patroli

b)

puncak bukit

c)

kampung

d)

semak-semak

57.

Anak laki-laki itu merasa kasihan setiap kali menyaksikan si lelaki tua itu pulang dari laut setiap hari dengan perahu kosong. Ia pun selalu datang untuk menolong-nya membawakan gulungan tali atau kait besar dan kait kecil, serta layar yang sudah tergulung di tiang perahu. Layar itu bertambal karung gandum dan kalau tergulung di tiang tampak seperti panji-panji.


Pengarang menggambarkan watak tokoh anak laki-laki dalam kutipan cerital tersebut melalui ….

a)

pelukisan perilaku tokoh

b)

paparan langsung oleh pengarang

c)

pelukisan tempat tinggal tokoh

d)

pelukisan bentuk fisik tokoh

58.

Sebuah cerita dibangun dari dua unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah ...

a)

Unsur yang membentuk cerpen dari latar belakang pengarang

b)

Unsur yang membentuk cerpen dari dalam dan luar

c)

Unsur yang membentuk cerpen dari dalam

d)

Unsur yang membentuk cerpen dari luar

59.

Pagi ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

Kutipan cerpen diatas menggunakan sudut pandang ...

a)

Orang ketiga diluar jalan cerita

b)

Orang ketiga serba tau

c)

Orang pertama pelaku sampingan

d)

Orang pertama pelaku utama

60.

Perhatikan kutipan cerpen berikut.

Kita sebagai pendidik tidak boleh memandang masalah secara hitam putih pak, Dyah itu telah banyak menanggung beban hidup, sudah selayaknya kita ikut mendamping dan membantunya, bukan malah menambah bebannya.

Amanat yang terkandung dalam cerpen di atas adalah ...

a)

Sebagai manusia harus saling tolong menolong

b)

Seorang pendidik harus bisa membantu siswanya dalam mengatasi masalah hidup

c)

Guru harus bersikap profesional dalam mendidik muridnya

d)

Guru harus memiliki sikap kasih sayang dalam mendidik

61.

Pagi ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

Latar waktu kutipan cerpen adalah ...

a)

Pagi hari

b)

Siang hari

c)

Sore hari

d)

Malam hari

62.

Keberadaan atau posisi pengarang dalam cerita disebut

a)

tema

b)

alur

c)

penokohan

d)

sudut pandang

63.

Bagian akhir atau penutup dari sebuah teks eksplanasi disebut .....

a)

reorientasi

b)

koda

c)

orientasi

d)

konklusi

e)

interpretasi

64.

Definisi cerpen menurut KBBI adalah ....

a)

Kisah cerita yang jumlah katanya lebih dari 10.000kata dan memberikan berbagai konflik di dalamnya sehingga membuat akhir cerita dramatis.

b)

Kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pada suatu ketika).

c)

Bentuk karya sastra berupa hikayat yang menggambarkan suatu tokoh serta lingkungannya, juga disisipi berbagai permasalahan yang menimpa para tokoh tersebut serta bagaimana solusi yang dilakukan tokoh untuk memecahkan permasalahan itu.

d)

Bentuk karya sastra berupa nonfiksi dan diambil dari berbagai kisah nyata atau pengalaman seseorang. Penceritaan dilakukan secara utuh dan menjadi satu kesatuan cerita yang runtun.

e)

Bentuk karya sastra yang mebceritakan kahidupan sehari - hari dan dihiasi dengan kata - kata denotasi serta semua mengandungg gaya bahasa atau majas di dalamnya.

65.

Ciri - Ciri Cerpen secara umum adalah ....

a)

Isi cerpen bersifat nonfiksi

b)

Dapat habis dibaca sekali duduk

c)

Jumlah kata cerpen lebih dari 10.000

d)

Penokohannya sangat rumit dipahami

66.

Contoh kalimat penggambaran masa lampau adalah ....

a)

Saya dan teman teman saya sedang pergi ke pusat perbelanjaan ternama di jakarta kemudian di tengah jalan bertemu dengan bapak presiden Joko Widodo bersama dengan keluarganya.

b)

Rina dan Rita menjadi anak yang pemurung sejak kejadian tadi pagi sebelum menuju ke sekolah.

c)

Ayah sudah berjanji akan membelikanku sepeda bila aku masuk rangking 10 besar pada semester ini.

d)

Pada keemasan Kerajaan Sriwijaya di abad ke 12, kepulauan Maluku termasuk dalam wilayah kekuasaan kerajaan itu.

e)

Keluarga pak ilham selama seminggu ini mengadakan pembersihan rumah dengan cara bergotong royong bersama keluarga besarnya.

67.

Kata ganti orang merupakan salah satu jenis kata ganti yang paling sering digunakan. Kata ganti orang ini disebut juga dengan ....

a)

Kata Numeralia

b)

Kata Adjektiva

c)

Kata Predikat

d)

Konjungsi Temporal

e)

Pronomina Persona

68.

Bagian dimana berbagai konflik mulai muncul. Konflik dapat berupa masalah, pertentangan atau kesukaran-kesukaran bagi tokoh utama mulai diperlihatkan. Bagian ini menjelaskan bagaimana sebab-akibat konflik yang terjadi disebut ....

a)

Abstraksi

b)

Orientasi

c)

Komplikasi

d)

Evaluasi

e)

Resolusi

69.

Bagian ini berisi penjelasan maupun penilaian akhir cerita mengenai sikap ataupun berbagai nasib yang dialami oleh tokoh setelah mengalami peristiwa puncak sebelumnya. Bagian ini adalah akhir dari konflik atau penyelesaiannya secara utuh. Pada bagian ini juga sering dilakukan pernyataan terhadap kondisi akhir yang dialami oleh tokoh protagonis (tokoh utama).

Struktur tersebut terletak di bagian ....

a)

Abstraksi

b)

Orientasi

c)

Komplikasi

d)

Evaluasi

e)

Resolusi

70.

Unsur pembentuk yang ada di dalam cerpen itu sendiri disebut unsur ....

a)

Intrinsik

b)

Ekstrinsik

c)

Gramatikal

d)

Setting

e)

Figuratif

71.

Pokok pikiran yang mendasari jalannya cerita pendek disebut ....

a)

Koda

b)

Tema

c)

Alur

d)

Tokoh

e)

Latar

72.

Dalam cerpen ada 3 jenis penokohan yaitu ....

a)

Antagonis, Protagonis, dan Tirtagonis

b)

Protagonis, Tirtagonis, dan Antragonis

c)

Tritagonis, Antaginis, Protagonis

d)

Protagonis, Antagonis, dan Tritagonis

e)

Tirtagonis, Antragonis, dan Protagonis

73.

Gadis itu dikenal dengan nama Jocelyn Samanta. Ia adalah gadis yang dikenal pandai berbaur dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Dengan kemampuan tersebut, tak mengherankan bila ia memiliki banyak sekali teman. Dia juga sangat pintar dan murah hati.

Dari contoh kalimat tersebut, penggambaran dalam tokoh Jocelyn bersifat .....

a)

Antagonis

b)

Protagonis

c)

Tritagonis

d)

Ambisius

e)

Humoris

74.

Cara pandang penulis menceritakan isi atau kejadian dalam sebuah cerpen disebut ....

a)

Latar atau Setting

b)

Alur

c)

Sudut Pandang

d)

Amanat

e)

Penokohan

75.

Majas ini sering digunakan dalam bentuk kata-kata kiasan untuk melengkapi unsur gaya bahasa dalam cerpen yaitu....

a)

Personifikasi

b)

Hiperbola

c)

Metafora

d)

Ironi

e)

Litotes

76.

Contoh majas litotes adalah....

a)

Saya hanyalah orang biasa yang tidak pantas menerima penghargaan ini.

b)

Tutur bahasanya sangat sopan, seperti orang yang tidak pernah mengecap dunia pendidikan.

c)

Perlu usaha keras untuk menjadi anak emas di kelas, yaitu dengan rajin belajar.

d)

Gelombang pantai bermain-main ke tepi

e)

Ayahnya bekerja mati-matian memeras keringat untuk membiayai sekolah anak-anaknya.

77.

Dari sebuah cerpen dapat berupa latar belakang yang ada di dalam masyarakat, misalnya keadaan sosial, budaya, politik, ideologi dan ekonomi masyarakat atau bahkan legenda yang ada di dalam masyarakat itu sendiri disebut ....

a)

Struktur Cerpen

b)

Ciri Cerpen

c)

Kaidah Kebahasaan Cerpen

d)

Unsur Intrinsik Cerpen

e)

Unsur Ektrinsik Cerpen

78.

Bacalah kutipan cerpen berikut!


Sebuah mobil colt berplat nomor merah berhenti persis di depan kedai kasur Onggo. Ratih ( Istri Onggo pemilik kedai ), berdebar-debar, kalau-kalau orang yang turun dari mobil itu utusan hotel yang memesan tiga puluh kasur single itu. Ia berusaha tersenyum dan menyembunyikan giginya yang terlalu menonjol ke depan. Orang berpakaian pegawai itu juga tersenyum membalas.

"Maaf, Bu. Saya pegawai ketertiban Balaikota. Apakah racun api Ibu masih baik? Boleh saya periksa?"


Kata tercetak tebal tersebut mengandung makna....

a)

bangunan tempat memproduksi barang

b)

bangunan tempat berjualan alat dapur

c)

bangunan tempat menitipkan barang

d)

bangunan tempat menumpuk barang

e)

bangunan tempat persinggahan barang

79.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.(5)Biar ini adanya.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ....

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)

80.

Ku tak mungkin jatuh cinta kan? Tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku sejak itu, termasuk yang itu ... yang dua kali kau sampaikan padaku. Sampai kapan pun kau merayuku, aku tak akan pernah lagi percaya padamu. Kebohongan-kebohonganmu telah merusak cintaku.


Bukti bahwa watak tokoh kamu pembohong dapat diketahui melalui ….

a)

Tingkah laku tokoh kamu

b)

Tingkah laku tokoh aku

c)

Dialog tokoh aku

d)

Dialog tokoh kamu

e)

Semuanya benar

81.

Bacalah kutipan cerpen berikut!


Ya, kediaman keluarga Sastro Suwiryo yang menempati lahan seluas 200 meter persegi di Desa Kasongan pinggiran Yogyakarta itu bisa dibilang tenang dan tentram sebelumnya. Malam itu sudah hampir setengah jam isak tangis terdengar mengalahkan lagu malam yang dinyanyikan oleh angin dan lambaian pohon kelapa belakang rumah. Rembulan purnama yang tengah asyik menemani orang-orang yang sedang tidur dengan nyenyak juga tidak disapa oleh isak tangis itu.

“ Bapak, bangun, Pak.”

“ Ada apa, Bu? Malam-malam begini kok bangun? Kok kelihatannya ada yang serius.”


Dikutip dari: Agung Webe, “Arjuna Tidak Mencari Cinta” dalam Arjuna Tidak Mencari Cinta, Bekasi, Soul Journey, 2016.


Kalimat bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut mengandung majas . . . .

a)

Metonimia

b)

Metafora

c)

Hiperbola

d)

Personifikasi

e)

Litotes

82.

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama

Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Apa Ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sana itu?" Ia menjawab, "Silakan masuk, Nyonya! Kalau Anda ibunya Eric, sungguh Anda tak punya hati!”. Ia membuka pintu tempat tinggalnya. (1)

"Tolong katakan, di mana ia sekarang? Saya janji menyayanginya dan tidak akan meninggalkannya lagi!” (2)

Aku berlari memeluk tubuhnya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di kolong jembatan,” jawabnya dengan suara terbata-bata. (3)

”Eric... maafkan Ibu, Nak!” Aku sungguh menyesal, mengapa anakku Eric, dulu kutinggalkan. (4)

Semua telah terjadi hanya penyesalan yang ada saat ini.(5)

Bukti latar tempat pada kutipan cerita tersebut ditandai nomor ...

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)

83.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.

”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”


Kata "matahari yang mulai tenggelam" tersebut mengandung makna....

a)

hari hampir siang

b)

hari hampir senja

c)

hari hampir malam

d)

hari hampir subuh

e)

semua benar

84.

Jenis sudut pandang di mana penulis sama sekali tak terlibat dalam ceritanya. Dia hanyalah berperan sebagai orang yang benar-benar menceritakan isi dari ceritanya. Dalam sudut pandang ini, si penulis mencoba mengisahkan kehidupan satu tokoh secara fokus tanpa menceritakan tokoh-tokoh lainnya. Jenis tersebut disebut sudut pandang....

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang ketiga sebagai pengamat

c)

orang pertama pelaku sampingan

d)

orang ketiga serba tahu

85.

Jenis sudut pandang di mana penulis masih melibatkan diri dalam sebuah cerita yang dibuatnya. Hanya saja, si penulis tak berperan sebagai tokoh utamanya. Jenis tersebut disebut sudut pandang....

a)

orang ketiga sebagai pengamat

b)

orang ketiga serba tahu

c)

orang pertama pelaku utama

d)

orang pertama pelaku sampingan

86.

Rapi sekali seragammu yang tak pernah disetrika itu, terlihat seperti kertas yang diremas-remas.


Kalimat tersebut mengandung majas....

a)

metafora

b)

ironi

c)

personifikasi

d)

simile

87.

Ibunya bekerja membanting tulang demi menghidupi kesepuluh anaknya.


Kalimat tersebut mengandung majas....

a)

personifikasi

b)

simile

c)

ironi

d)

metafora

88.

Di dalam ruangan yang menyeramkan itu, dinding-dindingnya menatapku tajam.


Kalimat tersebut mengandung majas....

a)

personifikasi

b)

ironi

c)

metafora

d)

simile

89.

Majas yang mengandung perbandingan secara tidak langsung disebut dengan majas....

a)

simile

b)

hiperbola

c)

metafora

d)

ironi

90.

“Rumah kita kemasukan pencuri,” sahut Bu Shinta. Dia merasa sulit bernafas tatkala melihat isi lemari berantakan. Uang dan perhiasannya telah lenyap. Juga televisi dan beberapa perlengkapan elektronik yang ada di ruang tengah.

Bu Shinta terduduk lemas tatkala melihat catatan-catatan kecil di atas bantal, “Sekarang kalian tau siapa pengirim karcis itu.”


Tema cerita yang pas untuk cerita di atas adalah ...

a)

Pencurian

b)

Kesedihan

c)

Kekhawatiran

d)

Kelalaian

91.

Ibu terkulai di kursi seperti orang mati. Pintu, jendela, televisi, telepon, perabotan, buku, cangkir teh, dan lain-lain masih seperti dulu tetapi waktu telah berlalu sepuluh tahun. Tinggal Ibu kini di ruang keluarga itu, masih terkulai seperti sepuluh tahun yang lalu. Rambut, wajah, dan busananya bagai menunjuk keberadaan waktu.


Latar tempat dalam cerpen tersebut adalah ...

a)

Ruang tamu

b)

ruang keluarga

c)

kamar

d)

tempat tidur

92.

Puncak konflik dalam cerita disebut (a)  

93.
Kalimat Suara ombak yang memecah pantai termasuk diksi yang mewakii pengindraan
a)
visual
b)
auditoris
c)
penciuman
d)
rasa
e)
peraba
94.
Kalimat Ada kepak burung-burung, lambaian pohon nyiur dalam kekelaman termasuk diksi yang mewakii pengindraan
a)
visual
b)
auditoris
c)
penciuman
d)
rasa
e)
peraba
95.
Gambaran senja pada cerpen Jawaban Alina bagian I menggambarkan suasana
a)
Pantai saat senja
b)
Saat senja di gunung kapur
c)
Perjalanan menjelang senja
d)
Di teras rumah saat senja
e)
Kerisauan sseeorang saat usia tua
96.
Angin kembali bertiup. Daun-daun jati beterbangan dan beberapa di antaranya jatuh ke permukaan sungai. Kalimat tersebut menggunakan penginderaan
a)
Penglihatan dan pendengaran
b)
Perasa dan penglihatan
c)
Perasa dan penciuman
d)
Penglihatan dan perasa
e)
Penglihatan dan penciuman
97.

... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

ceroboh, malas, kaya

d)

cermat, pelit, perhitungan

98.

Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.

(M. Zuhri, "Kandang Merpati")


Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....

a)

tokoh

b)

latar waktu

c)

latar tempat

d)

penokohan

99.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.

Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(3)

c)

(4)

d)

(5)

100.

Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang.Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”


Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

Setiap orang pasti memiliki rencana.

b)

Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

c)

Hidup itu ada kalanya tidak menentu.

d)

Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.

101.

“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”


Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….


a)

sombong

b)

rendah hati

c)

penakut

d)

jujur

102.

Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”


Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

penakut

b)

pemalu

c)

pembohong

d)

pendiam

103.

Ketika burung-burung telah pulang ke sarangnya, ayah menerima kabar dari seseorang bahwa teman ayah tewas tertembus timah panas. Hal ini amat memalukan sebab ada sepotong suratnya yang berbunyi, “Aku sudah malu padamu, Tuhan, karena aku tidak menjalankan hidupku sebagai manusia yang wajar dan baik seperti yang Engkau firmankan.” Tatkala mentari telah mengintip bumi, ayah bermaksud ikut menggali kubur untuk membenamkan mayat temannya ke dalam bumi ini.


Latar waktu dan suasana kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

malam hari yang hening, menegangkan

b)

pagi dan siang hari, memalukan

c)

siang dan sore hari, mencemaskan

d)

malam dan pagi hari, mengenaskan

104.

Waktu itu, aku memang banyak mengeluarkan uang untuk hobiku mengoleksi bonsai. Sebentar-sebentar membeli pohon bonsai baru. Harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Marta kecewa melihat tabungan kami habis. Ia pikir aku lebih cinta pohon daripada istri.


Hal yang menonjol dari kutipan cerita tersebut adalah ….

a)

alur

b)

latar

c)

perwatakan

d)

tema

105.

Bacalah cuplikan cerita berikut!

Baik Adit maupun Alwi mulai menyadari bahwa keduanya amat terkejut. Impian masing-masing telah buyar: Teko yang bisa menangis dan selamat tinggal kemelaratan!

Kedatangan Tuan Wahyono membangunkan mereka dengan kata kata yang sedemikian datar dan dingin sehingga Alwi merasa beku seketika.

Pertanyaan yang berkaitan dengan nilai kehidupan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Bagaimana karakter Tuan Wahyono?

b)

Siapa saja tokoh dalam cuplikan cerpen di atas?

c)

Nilai budaya manakah yang ditunjukkan oleh sikap Alwi?

d)

Tergolong ke dalam jenis alur apakah konflik yang ada pada cuplikan itu?

e)

Percayakah Anda dengan peristiwa yang diceritakan di dalam cuplikan itu?

106.

Bacalah cuplikan cerita berikut!

Baik Adit maupun Alwi mulai menyadari bahwa keduanya amat terkejut. Impian masing-masing telah buyar: Teko yang bisa menangis dan selamat tinggal kemelaratan!

Kedatangan Tuan Wahyono membangunkan mereka dengan kata kata yang sedemikian datar dan dingin sehingga Alwi merasa beku seketika.

Unsur instrinsik yang tampak dalam kutipan cerpen di atas adalah....

a)

tema

b)

amanat

c)

latar

d)

penokohan

e)

plot

107.

"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!"

"Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu? Aku bukan kangmasmu! bentak kakek-kakek itu lagi.

"Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh.

Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa wajib dingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya. Bersalah Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. Lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?"

"Mengapa?"

"Pantas kau panggil mbah?"

"Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarang kentara sekali merasa sedih!

Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?"

"Jangan bersenda gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!"

Konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah….

a)

kecemasan tokoh kakek akan ketuaan usianya

b)

ketidakcocokan penggunaan kata sapaan dengan realitas

c)

panggilan yang disampaikan kepada kakek dengan kata mbah dan mas

d)

kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas

tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda

e)

kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas

tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda

108.

Bacalah cuplikan cerita berikut

"Ya, mau bayar berapa saja, Mas," ucapnya. di tikungan terakhir menuju kampungku.

"Lebih enak jalan kaki," jawabku terengah-engah. Aku merasa menang

Aneh, dia seperti tak hendak menghentikan becaknya. Mungkin dia sedang menguji mentalku, atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat, apakah dia terus membuntuti aku atau tidak, sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya.

Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan Ah, biarin.

Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampong la turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak. Sambil berjalan aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada Ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan kemudian berkata, "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak.

Nilai-nilai kehidupan yang tersirat dalam penggalan cerpen di atas adalah....

a)

kita harus memilih-milih tukang becak

b)

kita harus memahami keadaan tukang becak

c)

kita harus pandai menawar ongkos becak

d)

jangan memberi hati kepada tukang becak

e)

sebaiknya tukang becak harus tahu diri

109.

Aneh, dia seperti tak hendak menghentikan becaknya. Mungkin dia sedang menguji mentalku, atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat, apakah dia terus membuntuti aku atau tidak, sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya.

Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan Ah, biarin.

Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampong la turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak. Sambil berjalan aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada Ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan kemudian berkata, "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak.

Tokoh aku berwatak….....

a)

individualis

b)

angkuh

c)

mandiri

d)

percaya diri

e)

egois

110.

Aku masuk ke kantor dan bersalaman dengan seorang laki-laki yang tersenyum-senyum, bernama Pak Bleoncher. Pakaiannya lebih rapi ketimbang pakaianku. Selanjutnya, ia membuka-buka tumpukan kertas, seperti menata kere serambi.

Aku yakin Anda akan puas dengannya," katanya. "Dia telah kami pilih sesuai dengan persyaratan komputer. Tidak ada yang melebihi dari seratus sepuluh orang yang memenuhi syarat di Amerika. Kami memilah tidak berdasarkan suku, agama, etnis, ataupun latar belakang regional."

Nilai-nilai kehidupan yang terkandung pada penggalan cerita terjamahan di atas adalah….

a)

ketaatan

b)

keramah-tamahan

c)

kedisiplinan

d)

ketekunan

e)

kesetiaan

111.

Bacalah cuplikan cerita berikut!

Melihat Kardi kepayahan, lelaki di geladak itu, Salim, dengan tangkas meloncat ke arah Kardi dan mengambil alih keranjang-keranjang yang dibawanya. Setumpuk keranjang yang kokoh itu memang terasa berat karena basah. Sampai di dinding perahu tubuh Kardi sudah hampir lunglai. Salim melemparkan tumpukan keranjang itu ke geladak lalu dengan kedua tangannya yang kekar dia mengangkat tubuhnya dan meloncat ke geladak. Kardi sudah tidak kuat mengangkat tubuhnya sendiri

kembali membantunya, menarik tangan Kardi sampai berhasil naik ke geladak

Pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan cuplikan cerpen tersebut adalah...

a)

waktu ketika melaut bersama sahabat

b)

kehidupan di laut lepas

c)

fungsi keranjang bagi seorang nelayan

d)

suka duka menjadi seorang nelayan

e)

pershabatan dua anak manusia

112.

Teks Cerita 1

"Kamu siswa pintar, ya?" Ejek Indah, ketua kelas. Begitu juga teman-teman yang lain mengejek Dita sebagai penyontek yang ulung. "Aku tidak menyontek, sungguh, aku mengerjakan sendiri!" Sanggah Dita sambil menekan rasa takut.


Teks Cerita 2

Asri telah berusaha sedapat-dapatnya supaya Saniah suka akan pergaulan hidup di rumah itu. Akan tetapi, terlalu susah! Watak Saniah hampir tidak dapat diubah lagi. Oleh karena itu, sering terjadi perselisihan di antara kedua orang itu. Saniah terus marah dan berang jika Asri mencela ini dan itu.


perbedaan karakter tokoh pada kedua cerita tersebut adalah...

a)

Indah bersifat sombong, sedangakan Saniah pemarah.

b)

Indah bersifat peduli, sedangakan Saniah pemarah.

c)

Indah bersifat pemarah, sedangakan Saniah rajin.

d)

Indah bersifat rajin, sedangakan Saniah penakut.

113.

Bacalah kutipan teks cerpen berikut!


"Kok kamu bisa-bisanya, sih betah ngobrol lama dengan anak itu?" Dea bertanya dengan nada serius yang ganjil.

Adit sempat mengerutkan dahi beberapa saat sebelum balik bertanya, "Memangnya Rangga kenapa?"

Dea menghela napas panjang, "Kamu tahu, Rangga itu...penyendiri. Susah sekali mendekatinya. Dia itu seperti hidup di dunianya sendiri dan tidak peduli dengan orang-orang sekitar."

"Maksudmu introvert?"

"Yah, semacamnya."


(Dikutip dari cerpen "Persahabatan Terakhir" karya Haqi K.)


Watak tokoh Rangga dalam kutipan cerpen tersebut digambarkan melalui...

a)

dialog antartokoh

b)

tingkah laku tokoh

c)

penceritaan tokoh lain

d)

penceritaan oleh pengarang

114.

Cermati kutipan cerpen berikut.


(1) Ibu tidak menikmati hasil perjuangan ketika pasukan Belanda mundur dari Banten dan Indonesia merdeka sepenuhnya. (2) Padahal, selama ini, Ibu sudah menjadi tulang punggung keluarga. (3) Beliau selalu membanting tulang tanpa pernah mengeluh. (4) Terima kasih kami tidak akan pernah cukup untuknya.


Bukti bahwa watak tokoh ibu seorang pekerja keras terdapat pada kalimat bernomor...

a)

keempat

b)

ketiga

c)

kedua

d)

kesatu

115.

Cermatilah kutipan teks cerpen berikut.


Kaya menatap kaca dalam-dalam. Di cermin, wajahnya menatapnya dengan garang. diperhatikan tiap-tiap sudut wajahnya. Dia membenci wajahnya yang bulat, hidungnya yang besar, bibirnya yang tebal, dan semuanya. Dia benci saat teman-teman menertawakan dirinya. Dia juga benci karena tidak berani membalas mereka. Tanpa disadari, air mata membasahi pipinya.


Tokoh kaya dalam kutipan cerpen tersebut berwatak...

a)

penyabar

b)

rendah diri

c)

rendah hati

d)

tulus

116.

“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.


Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …

a)

A. nisa dan Handoko tidak jadi menikah.

b)

B. Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.

c)

C. Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.

d)

D. Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia.

117.

2.Penyebab konflik pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

A. Status Handoko yang sudah mempunyai istri.

b)

B. Mama yang menginginkan menantu orang kaya.

c)

C. Handoko yang belum mempunyai pekerjaan tetap.

d)

D. Mama yang mempersalahkan masa lalu Handoko.

118.

Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.

“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios.Kami memulai berbisnis pakaian.Tidak kusangka usaha itu menghasilkan yang gemilang.


3.Amanat yang tidak sesuai dengan penggalan cerpen di

atas adalah …

a)

A. Tekunlah dalam setiap pekerjaan, niscaya menuai hasilnya

b)

B. Uang bukanlah penentu keberhasilan seseorang

c)

C. Bekerjasamalah dengan baik dan jujur dalam melakukan

sebuah pekerjaan

d)

D. Berdoa adalah penentu kesuksesan seseorang

119.

Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.


4.Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

A. Tubuhnya digerogoti penyakit

b)

B. Buruknya pelayanan rumah sakit

c)

C. Susahnya menjadi orang miskin

d)

D. Banyak bangsal yang kosong

120.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.


5.Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam

penggalan tersebut adalah …

a)

A. orang pertama pelaku utama

b)

B. orang ketiga pelaku sampingan

c)

C. orang ketiga pelaku utama

d)

D. orang pertama dan ketiga

121.

6.Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar; pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.

Bagian struktur teks cerpen di atas adalah ....

a)

A. Orientasi

b)

B. Komplikasi

c)

C. Koda

d)

D. Abstraks

122.

7.Bedah semacam ini melawan arus karena butuh peralatan yang lebih canggih dan mahal, namun harus dilakukan dalam operasi skala besar


Kalimat di atas adalah kalimap kompleks (majemuk). Salah satu cirri kalimat majemuk berdasar kalimat di atas adalah

a)

A.Bermacam-macam jenis katanya

b)

B. Ada pronominanya

c)

C. Ada pronominanya

d)

D. Predikatnya lebih dari satu

123.

8.Struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen terdapat dalam ...

a)

A. Abstrak

b)

b. Orientasi

c)

c. Komplikasi

d)

d. Deskripsi umum

124.

9.Struktur teks cerpen adalah

a)

a. Orientasi - insiden - interpretasi

b)

b. Orientasi - komplikasi - resolusi - koda

c)

c. Abstrak - orientasi - komplikasi - evaluasi - resolusi - koda

d)

d. Abstrak - orientasi - komplikasi - resolusi - interpretasi

125.

10.Ringkasan atau inti cerita pada cerpen terletak pada ...

a)

a. Abstrak

b)

b. Orientasi

c)

c. Deskripsi umum

d)

d. Evaluasi

126.

11.Nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks cerpen terdapat dalam struktur ...

a)

A. Abstrak

b)

B. Resolusi

c)

c. Koda

d)

D. Evaluasi

127.

1) Kalau ada pertandingan dini hari, aku dan Ayah bahu-membahu untuk membangunkan. 2) Kami berdua beranak batanggang, atau tidak tidur sampai dini hari, duduk terpaku di depan TV Grundig 14 inci yang berkerai kayu tripleks, ditemani bergal-gelas kopi.

3) Di Stadion Ullevi Gothenburg, tim berambut pirang ini meledakkan gawang Belanda hanya dalam 5 menit pertama melalui tandukan Larsen: 1 – 0. 4) Aku mengepalkan tangan tinggi-tinggi di udara, “Yes!” teriakku. 5) Aku lirik Ayah, beliau menggeleng-geleng sambil mendeham.


12.Bukti latar tempat dalam kutipan novel tersebut

ditunjukkan kalimat ….

a)

A. 1)

b)

B. 2)

c)

C. 3)

d)

D. 4)

e)

E. 5)

128.

13.Bacalah penggalan cerpen berikut!


Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.


Latar tempat pada cerita di atas adalah...

a)

a. di bawah pohon rindang.

b)

b. di perkampungan.

c)

c. di hutan rimba.

d)

d. di jalan pedasaan

e)

e. di rumah singgah

129.

14.Perhatiakan kutipan cerpen berikut!


“kita sebagai pendidik tidak boleh memandang masalah secara hitam-putih pak, diah itu telah banyak menanggung beban hidup, sudah selayaknya kita ikut mendampingi dan membantunya, bukan malah menambah bebannya.


Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen di atasa adalah…..

a)

a.sebagai manusia harus saling tolong-menolong

b)

b. seorang pendidik harus bisa membantu siswanya dalam

mengatasi permasalahan hidup

c)

c. Guru harus bersikap professional dalam mendidik muridnya

d)

d. guru harus memiliki sikap kasih sayang dalam mendidik

e)

e. sayang dalam mendidik

130.

Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.


15. Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …

a)

a. pemberani

b)

b. baik

c)

c. egois

d)

d. sombong

e)

e. baik hati

131.

Keteladanan tokoh yang dapat dicontoh dari cerita tersebut adalah ....

a)

Ibu Samosir mau hidup sederhana bersama seorang petani.

b)

Sang ayah memenuhi janjinya untuk menjaga rahasia istrinya.

c)

Ibu Samosir menurut saat dinasihati oleh sang petani.

d)

Samosir patuh terhadap perintah ibu untuk mengantar makanan.

132.

Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...

a)

a. Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca

b)

b. Berbagai kerumitan bermunculan

c)

c. Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi

d)

d. konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian

133.

Bacalah kutipan cerita berikut!

“Kenapa kamu kesal? Kenapa harus marah?” tanya Ratih. “Mendoakan orang yang sakit kan bagus.”


“Bukan cuma bagus, tapi harus. Masalahnya, apakah yang mereka ucapkan itu benar-benar mereka jalani? Apa pernah kegiatan berdoa untuk kesembuhan bu Siska itu benar-benar mereka lakukan, entah itu di rumah, di masjid, di gereja, di wihara atau di mana pun mereka berada? Atau mereka sekadar mengetikkan kata-kata di keyboard smartphone dan memencet tombol send untuk menyenang-nyenangkan bu Siska? Aku yakin yang mereka lakukan basa-basi belaka!!!”


“Jangan suka curiga….”


“Mereka sendiri yang bicara.”

(Basa-Basi, Jujur Prananto)


Watak tokoh Aku dalam kutipan cerita tersebut digambarkan penulis melalui ….

a)

perbuatan tokoh

b)

cakapan/dialog tokoh

c)

penamaan tokoh

d)

pandangan/dialog tokoh tertentu terhadap tokoh lain

e)

penamaan tokoh

134.

Cermatilah kutipan cerpen berikut!

Karyamin melangkah pelan dan sangat hati-hati. Beban yang menekan pundaknya adalah pikulan yang digantungi dua keranjang batu kali. Jalan tanah yang sedang didakinya sudah licin dibasahi air yang menetes dari tubuh Karyamin dan kawan-kawan, yang pulang balik mengangkat batu dari sungai ke pangkalan material di atas sana. Karyamin sudah berpengalaman agar setiap perjalanannya selamat. Yakni berjalan menanjak sambil menjaga agar titik berat beban dan badannya tetap berada pada telapak kaki kiri atau kanannya. Pemindahan titik berat dari kaki kiri ke kaki kanannya pun harus dilakukan dengan baik. Karyamin harus memperhitungkan tarikan napas serta ayunan tangan demi keseimbangan yang sempurna.

Senyuman Karyamin, Ahmad Tohari

Amanat yang terkandung pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

Tukang batu harus memperhitungkan tarikan napas serta ayunan tangan demi keseim-bangan yang sempurna.

b)

Pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanmu agar kamu merasa tidak terbebani.

c)

Manusia harus senantiasa bersemangat, pantang menyerah, dan belajar dari pengalaman hidup sehingga tidak mengalami kegagalan yang sama.

d)

Tukang batu harus selalu ikhlas, bekerja keras, dan tahan uji.

135.

Hari-hari telah berlalu dan aku hanya menikmati libur sekolahku di rumah saja. Meskipun aku sebenarnya juga ingin pergi ke luar rumah bersama teman-teman. Tapi ibu melarangku pergi ke luar, dan hanya menyuruhku membantu melakukan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih rumah. Kalaupun aku keluar hanya saat ke pasar dan itu pun juga ditemani oleh ibu.

Namun aku tetap melakukan pekerjaan yang produktif seperti belajar untuk menyambut ujian nasional yang akan berlangsung beberapa bulan lagi. Sebenarnya aku juga merasa suntuk berada di rumah terus. Terkadang aku ingin menolak permintaan ibu saat menyuruhku, tapi aku cuma bisa terima dan melakukannya.

Amanat yang terdapat pada penggalan cerpen di atas adalah ...

a)

Mengajarkan sikap mandiri dan memanfaatkan liburan dengan produktif.

b)

Waktu liburan digunakan untuk jalan-jalan.

c)

Waktu liburan adalah waktu untuk bersantai.

d)

Waktu liburan adalah waktu untuk berkumpul bersama teman-teman.

136.

Berikut ini contoh majas personifikasi adalah ....

a)

Kota Jakarta sangatlah indah dengan sampah-sampahnya.

b)

Suaramu merdu seperti kaset kusut.

c)

Penanak nasi itu mengeluarkan suara mendesis menandakan nasi telah matang. 

d)

Aku akan selalu menyayangi,mencintai,dan selalu bersama ibu dan ayahku

137.

Bacalah kalimat-kalimat di bawah ini :

1. Adik kurang pandai dalam pelajaran matematika. 

2.Kartini memiliki darah biru.

 3. Cahaya matahari yang malu malu memasuki kamarnya

 4. Selama kelas berlangsung saya sudah izin buang air sebanyak tiga kali.

5. Aku selalu dijadikan kambing hitam atas apa yang dilakukan adikku.

Kalimat kalimat di atas yang menunjukan majas metafora adalah nomor ....

a)

1 dan 2

b)

3 dan 5

c)

1 dan 4

d)

2 dan 5

138.

Bacalah kalimat-kalimat di bawah ini!

1. Bangunan ini sangat luas, hingga aku tidak bisa masuk.

2. Anak Anda sedikit ketinggalan dalam belajar. 

3.Jika malas berusaha dan bekerja, kamu bisa menjadi tuna wisma. 

4. Taman ini sangat indah dengan sampahnya yang berserakan.

5. Aku akan selalu menyayangi,mencintai,dan selalu bersama ibu dan ayahku.

Majas Ironi terdapat pada kalimat nomor ....

a)

1 dan 2

b)

3 dan 4

c)

2 dan 5

d)

1 dan 4

139.

"Bu, kesalahanku terhadap Ayah dan Ibu terlalu besar. kini ayah sudah tidak bisa kuminta ampunan. Dan ibu belum mengatakan bahwa ibu telah memaafkan kesalahanku. Bu, katakan dulu Ibu telah memberi ampun kepadaku."

Kudengar Ibu melepas desah lirih dan panjang. Tanganya yang lembut membelai rambutku.

"Ya, Yuning, Ya Kau memang telah berlaku kurang hormat kepada ayahmu , almarhum. Bersyukurlah karena kau mempunyai ayah yang berlapang dada. Dengar, Yuning, Ayahmu pergi dengan hati damai. Aku telah mendengar sendiri dia telah memaafkanmu."

Watak tokoh dalam kutipan cerpen tersebut dapat diketahui dari ....

a)

Ucapan tokoh Ayah.

b)

Ucapan tokoh Ibu

c)

Ucapan tokoh Yuning

d)

Ucapan tokoh Ibu dan Ayah

140.

“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.


Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Resolusi

d)

Koda

141.

Ternyata benar, di setiap musibah ada hikmah yang diambil. Kita ikhlas dan bersabar menghadapinya. Aku bisa belajar banyak hal, banyak pengalaman yang yang aku dapat darisana. Sekarang, walaupun fisikku tidak sempurna, aku bisa menjalani hidup seperti biasa. Akubekerja di sebuah laundry.


Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Resolusi

d)

Koda

142.

Bacalah teks berikut!

Hari ini aku bangun pagi terlambat. Ku lihat jam telah menunjukan pukul 7. Tanpa pikir panjang aku langsung berganti pakaian dan langsung menuju sekolahku. Di perjalanan sekolah, aku memacu kendaraanku dengan sangat kencang. Namun, tiba-tiba dari arah berlawanan ada seorang pejalan kaki yang melintas.tanpa sempat menghindar lagi, aku pun menumbur dirinya.

Alur dalam penggalan teks tersebut adalah alur ….

a)

maju

b)

mundur

c)

campuran

d)

tidak urut

e)

flasback

143.

. Mula-mula Mas Hari memberi tahu paman bahwa dia berkehendak memperbaiki kubur ibunya. Dalam jawabannya, paman meminta Mas Hari menangguhkan niatnya sampai paman memperoleh kepastian bahwa hal itu tidak dilarang agama. Ingatlah, agama Islam selalu mencegah perbuatan syirik, antara lain, pemujaan terhadap kubur, demikian tulis paman.

(Kubur, S. N. Ratmana)


Kutipan cerita di atas mengandung nilai...

a)

budaya

b)

religi

c)

sosial

d)

estetika

e)

moral

144.

“Salahkah menurut pendapatmu jika menyembah Tuhan di dunia?” tanya Haji Saleh.

“Tidak, kesalahan engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka. Karena itu, kau taat bersembahyang, tetapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu.”

(“Robohnya Surau Kami” oleh A. A. Navis)

Nilai keagamaan yang dibahas dalam penggalan cerpen di atas adalah...

a)

Kurang mementingkan urusan duniawi.

b)

Rajin beribadah karena ketakutan masuk neraka.

c)

Rajin beribadah, tetapi melupakan kehidupan anak-istri.

d)

Terlalu mementingkan urusan akhirat dengan rajin beribadah.

e)

Meningglkan saudara-saudara sendiri dan anak-istri.

145.

Perhatikan teks cerita berikut !

Ketika Korep dan Carmi memasuki padang sampah, bau busuk belum begitu terasa. Sinar matahari masih terhambat pepohonan di sisi timur sehingga padang sampah belum terpampang. Nanti menjelang tengah hari, padang sampah akan menguap memenuhi udara. Sopir Dalim sering mengingatkan Carmi dan Korep, jangan suka berlama-lama berada di tengah padang. “Sudah banyak pemulung meninggal karena sakit, paru-parunya membusuk,” katanya.

(Tawa Gadis Padang Sampah, Ahmad Tohari)


Unsur intrinsik yang terdapat pada penggalan cerpen tersebut adalah...

a)

Tema dan amanat

b)

Alur dan amanat

c)

Latar dan alur

d)

Alur dan gaya bahasa

e)

Tema dan perwatakan

146.

Perhatikan teks cerita berikut !

Ketika Korep dan Carmi memasuki padang sampah, bau busuk belum begitu terasa. Sinar matahari masih terhambat pepohonan di sisi timur sehingga padang sampah belum terpampang. Nanti menjelang tengah hari, padang sampah akan menguap memenuhi udara. Sopir Dalim sering mengingatkan Carmi dan Korep, jangan suka berlama-lama berada di tengah padang. “Sudah banyak pemulung meninggal karena sakit, paru-parunya membusuk,” katanya.

(Tawa Gadis Padang Sampah, Ahmad Tohari)

Amanat yang dapat dipetik dalam cerpen di atas adalah...

a)

Keinginan yang tidak sejalan dengan kemampuan.

b)

Kita harus menerima kekurangan dan kelebihan orang lain.

c)

Antarsesama harus saling mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan.

d)

Jangan terlalu berharap pada sesuatu.

e)

Gantungkanlah cita-citamu setinggi mungkin.

147.

Perhatikan kutipan berikut!

Makanan alami lele terdiri dari plankton, berbagai udang kecil, siput, cacing, jentik nyamuk, bahkan sisa sayur-mayur. Jika ele dibudidayakan di kolam, sisa-sisa masakan di dapur, dadak halus dapat ditambahkan sebagai makanan tambahan. Oleh karena itu, lele disebut pula sebagai omnivore atau pemakan segala.

Konjungsi antarkalimat dalam kutipan tersebut adalah ….

a)

maka

b)

bahkan

c)

sebagai

d)

oleh karena itu

e)

terdiri dari

148.

Bacalah teks eksplanasi berikut!

(1) Dengan tenaga yang besar dalam gelombang air tersebut, sangat wajar jika bangunan di daratan bisa tersapu dengan mudah. (2) Gelombang tsunami ini merambat dengan kecepatan yang tak terbayangkan. (3) gelombang tersebut bisa mencapai 500 sampai 1.000 kilometer per jam di lautan. (4) Pada saat mencapai bibir pantai, kecepatannya berkurang menjadi 50 sampai 30 kilometer. (5) Meskipun berkurang pesat, kecepatan tersebut sudah bisa menyebabkan kerusakan yang parah.

Kalimat yeng merupakan pendapat dinyatakan pada nomor ….

a)

(1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(4) dan (5)

e)

(1) dan (5)

149.

Bacalah teks eksplanasi berikut!

(1) Dengan tenaga yang besar dalam gelombang air tersebut, sangat wajar jika bangunan di daratan bisa tersapu dengan mudah. (2) Gelombang tsunami ini merambat dengan kecepatan yang tak terbayangkan. (3) gelombang tersebut bisa mencapai 500 sampai 1.000 kilometer per jam di lautan. (4) Pada saat mencapai bibir pantai, kecepatannya berkurang menjadi 50 sampai 30 kilometer. (5) Meskipun berkurang pesat, kecepatan tersebut sudah bisa menyebabkan kerusakan yang parah.

Kalimat pada teks eksplanasi tersebut yang mempunyai unsur kausalitas (sebab-akibat) adalah nomor ..

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)

150.

Pengarang menempatkan dirinya sebagai "aku" di dalam cerita. Maka, pengarang menggunakan sudut padang ....

a)

orang pertama

b)

orang kedua

c)

orang ketiga

d)

orang keempat

151.

Sebuah cerita dibangun dari dua unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah ...

a)

Unsur yang membentuk cerpen dari latar belakang pengarang

b)

Unsur yang membentuk cerpen dari dalam dan luar

c)

Unsur yang membentuk cerpen dari dalam

d)

Unsur yang membentuk cerpen dari luar

152.

Tanah di pekuburan umum itu masih basah ketika para pelayat sudah pulang. Sementara aku masih duduk sambil sesekali menyeka air mata. Ibu yang selama ini paling aku hormati dan sayangi tadi malam telah menghadap Sang Pencipta.


Latar suasana yang tergambar pada kutipan cerita tersebut adalah ….

a)

haru

b)

kecewa

c)

sedih

d)

khawatir

e)

marah

153.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.


Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(3)

c)

(4)

d)

(5)

154.

Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang.Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”


Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

Setiap orang pasti memiliki rencana.

b)

Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

c)

Hidup itu ada kalanya tidak menentu.

d)

Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.

155.

... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

ceroboh, malas, kaya

d)

cermat, pelit, perhitungan

156.

Wanita dua puluh limaan, memakai gaun sutera hitam berkerah rendah, tas tangan merah, sepatu hak tinggi warna senada, jam tangan bermerek, serta memakai kacamata hitam turun dari kursi belakang. Lalu berjalan, diikuti pria tinggi besar yang memayunginya, menghampiri Sobri. Wanita itu membuka kacamatanya. Matanya merah, sembab. Kantung bawah matanya menghitam, cembung. Kontras sekali dengan kulit wajahnya yang putih bersih.

(Shofi Al Khansa, "Sampah Bertuah")


Gambaran tokoh wanita dideskripsikan melalui hal berikut, kecuali ....

a)

umur

b)

pakaian

c)

gerak geriknya

d)

perawakannya

157.

Kutipan 1

“ Cepat ke sini!”

“ Aku tidak mau!”

“ Kamu jangan nekat, ini sedang hujan lebat. Kamu akan sakit jika terus menerus jalan di tengah hujan tengah malam begini.”

Aku tak memedulikan ucapannya.

Kakiku terus melangkah tanpa tahu ujung langkah akan berhenti dimana. Hatiku terlanjur hancur.


Kutipan 2


Sebelum subuh Salena sudah bersiap. Dagangan sayurnya sudah lengkap di atas gerobak seperti pasar tradisional mini. Setengah jam kemudian, datang pelanggan pertamanya sebelum ia berkeliling. Bu Minah selalu menjadi pelanggan setianya sebelum ia berangkat dengan gerobak sayurnya. Salena baru kembali ke rumah menjelang magrib.


Perbedaan penyajian pola pengembangan kedua teks cerpen tersebut adalah....

a)

Kutipan 1 diawali dengan latar cerita, kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh

b)

Kutipan 1 diawali dengan aksi tokoh, sedangkan kutipan 2 diawali dengan masalah yang harus diselesaikan

c)

Kutipan 1 diawali dengan garis besar cerita, sedangkan kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh

d)

Kutipan diawali dengan aksi tokoh, sedangkan kutipan 2 diawali dengan garis besar tokoh

158.

Pagi ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

Kutipan cerpen diatas menggunakan sudut pandang ...

a)

Orang ketiga diluar jalan cerita

b)

Orang ketiga serba tau

c)

Orang pertama pelaku sampingan

d)

Orang pertama pelaku utama

159.

Jenis sudut pandang di mana si penulis sengaja melibatkan diri dalam cerita yang dibuatnya sendiri, dan si penulis pun berperan sebagai pelaku dalam ceritanya disebut dengan sudut pandang....

a)

orang pertama pelaku sampingan

b)

orang ketiga serba tahu

c)

orang pertama pelaku utama

d)

orang ketiga sebagai pengamat

160.

Jenis sudut pandang di mana penulis sama sekali tak terlibat dalam ceritanya. Dia hanyalah berperan sebagai orang yang benar-benar menceritakan isi dari ceritanya. Dalam sudut pandang ini, si penulis mencoba mengisahkan kehidupan satu tokoh secara fokus tanpa menceritakan tokoh-tokoh lainnya. Jenis tersebut disebut sudut pandang....

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang ketiga sebagai pengamat

c)

orang pertama pelaku sampingan

d)

orang ketiga serba tahu

161.

Bagian dalam teks cerita pendek di mana masalah mencapai titik puncaknya disebut dengan....

a)

rangkaian peristiwa

b)

orientasi

c)

komplikasi

d)

resolusi

162.

Rapi sekali seragammu yang tak pernah disetrika itu, terlihat seperti kertas yang diremas-remas.


Kalimat tersebut mengandung majas....

a)

metafora

b)

ironi

c)

personifikasi

d)

simile

163.

(1) Khalil Gibran dilahirkan dalam lingkungan sebuah keluarga miskin pada 6 Desember 1883 di Bisharri, sebuah kota kecil di Libanon Utara yang terletak di kaki gunung yang dianggap suci, Pegunungan Cedar (Jabal al-arr). (2) Keluarga Gibran adalah penganut agama kristen Maronit, suatu mazhab yang bernaung dalam lingkungan gereja katolik Roma. (3) Ayahnya seorang yang gagah dan tegar, tetapi pencandu arak dan judi sehingga membuat keluarganya hidup dalam kesempitan. (4) Ibunya, Kamila Rahmi, anak seorang pendeta gereja Maronit, Istifan Rahmi. (5) Dari suaminya terdahulu, Ibu Gibran memperoleh satu anak, yaitu Boutros, sementara dari ayah Gibran ia memperoleh tiga anak, yaitu Gibran, Mariana, dan Sultana.

Penggalan Biografi di atas termasuk bagian …

a)

Urutan peristiwa kehidupan tokoh

b)

Pandangan penulis

c)

Reorientasi

d)

Orientasi

164.

(1) Khalil Gibran dilahirkan dalam lingkungan sebuah keluarga miskin pada 6 Desember 1883 di Bisharri, sebuah kota kecil di Libanon Utara yang terletak di kaki gunung yang dianggap suci, Pegunungan Cedar (Jabal al-arr). (2) Keluarga Gibran adalah penganut agama kristen Maronit, suatu mazhab yang bernaung dalam lingkungan gereja katolik Roma. (3) Ayahnya seorang yang gagah dan tegar, tetapi pencandu arak dan judi sehingga membuat keluarganya hidup dalam kesempitan. (4) Ibunya, Kamila Rahmi, anak seorang pendeta gereja Maronit, Istifan Rahmi. (5) Dari suaminya terdahulu, Ibu Gibran memperoleh satu anak, yaitu Boutros, sementara dari ayah Gibran ia memperoleh tiga anak, yaitu Gibran, Mariana, dan Sultana.


Berdasarkan teks di atas, Biodata Gibran yang tidak tercantum adalah…

a)

Identitas Orang tua

b)

Tempat lahir

c)

Pendidikan

d)

Ekonomi

165.

(1) Khalil Gibran dilahirkan dalam lingkungan sebuah keluarga miskin pada 6 Desember 1883 di Bisharri, sebuah kota kecil di Libanon Utara yang terletak di kaki gunung yang dianggap suci, Pegunungan Cedar (Jabal al-arr). (2) Keluarga Gibran adalah penganut agama kristen Maronit, suatu mazhab yang bernaung dalam lingkungan gereja katolik Roma. (3) Ayahnya seorang yang gagah dan tegar, tetapi pencandu arak dan judi sehingga membuat keluarganya hidup dalam kesempitan. (4) Ibunya, Kamila Rahmi, anak seorang pendeta gereja Maronit, Istifan Rahmi. (5) Dari suaminya terdahulu, Ibu Gibran memperoleh satu anak, yaitu Boutros, sementara dari ayah Gibran ia memperoleh tiga anak, yaitu Gibran, Mariana, dan Sultana.


Kalimat yang terdapat pronomina (kata ganti) adalah kalimat …

a)

3,4,5

b)

1,2,3

c)

2,3,4

d)

2,4,5

166.

Khalil Gibran adalah salah satu tokoh dunia dalam bidang …

a)

Teknologi

b)

Sastra

c)

Politik

d)

Kesehatan

167.

Berdasarkan data sejarah, R.A. Kartini ikut dengan suaminya ke Rembang setelah menikah. ………………, api cita-citanya tidak padam. Beruntung Kartini memiliki suami yang mendukung cita-citanya. Berkat kegigihan serta dukungan sang suami, Kartini mendirikan Sekolah Wanita di berbagai daerah. Seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon, dan sebagainya. Sekolah Wanita itu dikenal dengan nama Sekolah Kartini. http://www.dbiografi.com/2013/12/biografi-ra-kartini-pelopor-emansipasi-wanita-indonesia.


Konjungsi yang tepat untuk bagian yang rumpang di atas adalah …

a)

Meskipun itu

b)

Selanjutnya

c)

Oleh karena itu

d)

Walaupun begitu

168.

Kartini pernah merasakan bangku sekolah hingga tamat pendidikan dasar. Karakternya yang haus akan ilmu pengetahuan membuatnya ingin terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. ………………., ayahnya tidak memberikan izin Kartini melanjutkan sekolah


Konjungsi yang tepat untuk bagian yang rumpang di atas adalah …

a)

Sayangnya

b)

Bahkan

c)

Karena

d)

Kalau

169.

Hubungan antar unsur intrinsic dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

Latar sosial berkaitan dengan konflik

b)

Tema berkaitan dengan latar suasana

c)

Tema berkaitan dengan watak tokoh

d)

Latar tempat berkaitan dengan konflik

170.

Pengarang sebagai orang yang berada di luar cerita dan tidak terlibat dalam cerita, dengan menggunakan pelaku utama ia/dia. Kedudukan pengarang dalam cerita tersebut sebagai....

a)

tokoh protagonist

b)

tokoh figuran

c)

tokoh utama

d)

pengamat

171.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!


Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.


Makna kata langut dan kemelut dalam kutipan cerpen tersebut menyimbolkan ….

a)

Kehampaan dan kesepian

b)

Kesedihan dan penyesalan

c)

Kesedihan dan penderitaan

d)

Kehampaan dan kesendirian

172.

Sarana pengekspresian watak, baik secara fisik maupun psikis dalam teks cerpen terdapat dalam ....

a)

Komplikasi

b)

Orientasi

c)

Latar

d)

Abstrak

173.

Unsur pembangun cerpen dari dalam, antara lain sebagai berikut, kecuali ....

a)

amanat

b)

nilai kehidupan

c)

penokohan

d)

alur

174.

Nilai yang berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku manusia disebut nilai ....

a)

budaya

b)

agama

c)

pendidikan

d)

moral

175.

Hari ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.


Latar waktu kutipan cerpen adalah ....

a)

siang hari

b)

malam hari

c)

pagi hari

d)

sore hari

176.

“Mereka bersaudara, saudara kandung. Mereka hanya dua bersaudara. Ibu watilah yang membiayai kuliah Rian selama ini hingga dia dapat mencapai gelar Ph.D. itu. Ibu Upik mengorbankan masa mudanya hanya untuk kepentingan adiknya yang hanya seorang itu. Ia bekerja membanting tulang menggantikan fungsi kedua orang tuanya untuk menyelesaikan pendidikan adiknya yang sangat disayangi-nya itu. Selama itu pula Ibu Upik menjauhi pria dan bertahan bagai karang menghadapi segala godaan. Rian tahu itu. Ia kini ingin berbuat apa saja untuk membahagiakan kakaknya. Ia melihat kakaknya sebagai ibu, bukan sebagai kakak.”

a)

hiperbola dan metafora

b)

hiperbola dan perumpamaan

c)

perumpamaan dan personifikasi

d)

metafora dan personifikasi

177.

Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Irfan ingin sekali memberi hadiah untuk Rommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Rommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Irfan sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.

”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Rommy temanku?” gumam Irfan seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Rommy.”

Amanat yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Pikir dulu sebelum bertindak, sesal kemudian tidak berguna.

b)

Kita harus menghormati ibu yang telah melahirkan.

c)

Kita harus menyesuaikan diri di mana pun berada.

d)

Tidak ada kata terlambat untuk memaafkan.

178.

Berikut merupakan perwatakan Ayah kecuali

a)

Ayah seorang yang mudah menginsafi kesalahan diri

b)

Ayah seorang yang pilih kasih terhadap kucing-kucing peliharaannya

c)

Ayah seorang yang garang

179.

"Mata ayah mulai berkaca" tergolong dalam gaya bahasa

a)

hiperbola

b)

simile

c)

Repetisi

d)

peribahasa

180.

Ayat manakah yang menunjukkan penggunaan gaya bahasa simile?

a)

Bulunya yang berwarna kelabu menjadikannya tampak menarik seperti kucing Siam

b)

...mata ayah mulai berkaca

c)

...sikap pilih kasihnya terhadap Oren sehingga Oren tidak pulang ke rumah

181.

Berikut merupakan pengajaran yang terdapat dalam cerpen Oren kecuali

a)

Kita hendaklah menyayangi haiwan seperti kucing agar haiwan ini dapat hidup dengan sempurna.

b)

Kita hendaklah prihatin dengan kehendak anak-anak supaya mereka berasa gembira.

c)

Kita haruslah menjaga kebersihan alam sekitar.

182.

Apakah perbezaan antara Oren dengan Kelabu?

a)

seekor kucing

b)

dipelihara oleh Ayah

c)

sikap

183.

Bacalah kutipan teks berikut

Nerissa meraih kuas yang tergeletak di lantai, tapi ia tidak langsung melukis. Ia ragu-ragu untuk memulainya. Ia belum pernah melukis manusia sebelumnya. Ia selalu menggambar pemandangan dan hewan saja.


Cuplikan tersebut bertema tentang ....

a)

keraguan Nerissa ketika akan melukis

b)

gambar pemandangan dan hewan karya Nerissa

c)

kebiasaan Nerissa dalam melukis

d)

kuas milik Nerissa

184.

Bacalah kutipan teks berikut

Sebelum duduk di bawah tugu, sebagai orang kota sejati, aku beberkan sapu tanganku ke rumput supaya pantalon tropikal yang kupakai tidak kotor. Kemudian, aku memandang pada makam sambil menyalakan sigaret lagi. Di sekitar tempat rindang itu matahari memanas terik.


Latar waktu dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

malam

b)

pagi

c)

siang

d)

sore

185.

Bobi suka sekali membaca majalah. Dia tidak mau diganggu. Setiap hari ia selalu mencoba untuk menulis pada secarik kertas. Di ruang belajarnya terdapat tumpukan kertas yang berisi tulisan. Ternyata yang ditulis sebuah cerpen


Watak Bobi pada cuplikan cerita tersebut adalah ....

a)

sombong, tidak mau bergaul, keras kepala

b)

acuh tak acuh, egois, idealis

c)

pendiam, malas bekerja, kepala batu

d)

rajin, suka membaca, berkemauan keras

186.

Ternyata waktu begitu singkat. Besok keluargaku akan menjemputku kembali ke Jakarta. Pagi-pagi sekali sebuah mobil kijang warna metalik sudah berdiri di pinggir pantai. Dari sana ayah, ibu, dan adikku melambaikan tangan. Paman bergegas mengambil kapal tempel dan menjemputnya. “Baru beberapa hari di sini kamu sudah jadi gemuk. Makan ikan terus ya?” ledek Ayah. Aku tersipu.


Komentar yang sesuai dengan cuplikan itu adalah ....

a)

Cuplikan itu menghadirkan konflik yang cukup kuat.

b)

Gambaran tentang perilaku tokoh aku di dalam cuplikan itu cukup jelas.

c)

Alur cerita itu cukup rumit sehingga agak sulit dipahami pembacanya.

d)

Latar di dalam cuplikan itu meliputi latar tempat dan waktu saja.

187.

“Sudahlah, jangan sedih. Kau kan sudah puas bermain. Kau pun bisa membawa beberapa tangkai bunga yang kau sukai untuk oleh-oleh teman-temanmu.” Bujuk ibu menenangkanku


Cuplikan cerpen di atas bertema persahabatan. Kata-kata yang menjelaskan tema itu adalah ....

a)

“Sudahlah, jangan sedih

b)

Kau kan sudah puas bermain

c)

Kau pun bisa membawa beberapa tangkai bunga yang kau sukai untuk oleh-oleh teman-temanmu.

d)

Bujuk ibu menenangkanku

188.

Hari pertama menjadi murid baru setelah pindah sekolah begitu menegangkan. Aku melangkahkan kakiku dengan berat hati. Kikuk dengan segala hal baru membayangi pikiranku. Ah, tiba-tiba aku begitu rindu dengan suasana kelas, teman-teman, dan guru-guru di sekolah lama. Bagaimana jika aku tidak memiliki teman, bagaimana jika teman sebangku tidak ramah, bagaimana jika guru-gurunya tidak bersahabat, bagaimana jika ini dan itu?


Cuplikan cerpen di atas merupakan bagian dari ....

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

189.

Hari pertama menjadi murid baru setelah pindah sekolah begitu menegangkan. Aku melangkahkan kakiku dengan berat hati. Kikuk dengan segala hal baru membayangi pikiranku. Ah, tiba-tiba aku begitu rindu dengan suasana kelas, teman-teman, dan guru-guru di sekolah lama. Bagaimana jika aku tidak memiliki teman, bagaimana jika teman sebangku tidak ramah, bagaimana jika guru-gurunya tidak bersahabat, bagaimana jika ini dan itu?


Sudut pandang pengarang yang digunkan pada kutipan tersebut adalah

a)

orang pertama tokoh utama

b)

orang pertama tokoh sampingan

c)

orang ketiga serba tahu

d)

orang ketiga pengamat

190.

Suatu ketika, Darma dan Zainal sepakat ingin melihat pesawat terbang dari dekat. Sebetulnya mereka juga mengajak anak-anak lain tetapi mereka tidak mau. Kedua anak itu pun pergi tanpa pamit kepada kedua orang tua mereka. Mereka melangkah terus menyusuri kampung-kampung. Akhirnya, di depan mata mereka tampak terhampar sebagian kecil dari landasan pesawat udara.

Di kejauhan tampak juga tulisan Polonia, Betapa gembira hati Darma dan Zainal.


Bagian tersebut termasuk komplikasi karena ....

a)

Mengenalkan nama-nama tokoh

b)

Tokoh-tokohnya sedang menyelesaikan suatu masalah

c)

Mengantarkan tokoh-tokohnya pada suatu masalah

d)

Diselesaikannya masalah dengan jelas oleh para tokoh

191.

"Sama sekali tidak," sahut saya. "Menurut kami, disamping menaruhkan takdir di tangan Tuhan, si penderita tetap mesti berjuang untuk mendapatkan kesehatannya kembali. Dan seperti Tuan katakan, dengan kekuatan yang kami peroleh dari sumber Ketuhanan itu, kami memang percaya bisa sembuh kembali sebab dokter yang paling pandai dan obat yang paling manjur tidak akan ada artinya, bila jiwa lemah diseret penyakit


Nilai dari kutipan cerpen yang dapat digunakan pada masa sekarang adalah...

a)

selalu bersyukur dan ikhlas menjalani kehidupan sehari-hari

b)

selalu berusaha dan memasrahkan diri terhadap takdir Tuhan

c)

selalu percaya dan mengharap kebaikan Tuhan Yang Maha Esa

d)

selalu optimis dan yakin menghadapi berbagai masalah

192.

Paman dan Bibi menyuguhi kami ikan bakar yang sangat harum dan gurihbrasanya. Aku sudah berkali-kali menyantap makanan itu sehingga aku hapal betul kelezatannya.

“Apa yang paling menarik bagimu di sini?” tanya Ayah.

“Menyambut dan mengantar matahari pulang,” jawabku pendek.

“Memang di Jakarta tidak ada matahari? tanya Paman.


Ciri kebahasaan yang tampak dominan pada cuplikan itu adalah ....

a)

penggunaan keterangan waktu

b)

penggunaan kutipan langsung

c)

adanya konjungsi penyebaban

d)

kata kerja mental yang dominan

193.

(1) “Aku memiliki beberapa benda peninggalan nenek moyangku. (2) Salah satunya adalah buku harian milikmu. Jadi, kau adalah nenek moyangku. (3) Menurut buku harianmu, kau memiliki taman bunga yang indah. (4) Oleh karena itu, aku ingin sekali kemari. (5) Di masa yang akan datang nanti, kami tidak punya lagi kebun bunga seperti ini, “ kata Zephytra sedih.


Kalimat yang menggunakan kata ganti orang kedua ditandai dengan kalimat ....

a)

(1), (2)

b)

(2), (3)

c)

(3), (4)

d)

(4), (5)

194.

1) Hari jam satu malam. 2) Cuaca gulita dan murung. 3) Hujan terus turun selembut embun, namun cukup membasahkan. 4) Hati-hati Kasim memimpin anak buahnya menuruni tebing yang curam dan licin. 5) Ia sendiri berjalan sangat hati-hati, Ia menggendong seorang bayi pada panggulnya sebelah kiri


Penggunaan majas terdapat pada kalimat nomor....

a)

1), dan 2)

b)

2) dan 3)

c)

3) dan 4)

d)

4) dan 5)

195.

1) Hari jam satu malam. 2) Cuaca gulita dan murung. 3) Hujan terus turun selembut embun, namun cukup membasahkan. 4) Hati-hati Kasim memimpin anak buahnya menuruni tebing yang curam dan licin. 5) Ia sendiri berjalan sangat hati-hati, Ia menggendong seorang bayi pada panggulnya sebelah kiri


Penggunaan majas terdapat pada kalimat nomor....

a)

1), dan 2)

b)

2) dan 3)

c)

3) dan 4)

d)

4) dan 5)

196.

1. Arya lalu berjalan menuju ruang belajar.

2. Perlahan-lahan dibukanya pintu ruangan itu.

3. Besok Ibu akan memberi ulangan matematika.

4. Di ruang itulah biasanya Ibu mempersiapkan soal-soal

ulangan.


Susunan kalimat yang benar agar menjadi cerita yang baik adalah ....

a)

(1) - (3) - (4) - (2)

b)

(1) - (4) - (2) - (3)

c)

(3) - (1) - (2) - (4)

d)

(3) - (4) - (1) - (2)

197.

Brek! Via mengempaskan tubuhnya di tempat tidur. Air matanya meleleh membasahi bantal. Hati Via betul-betul terluka mendengar omongan Bi Inah


Kalimat yang sesuai untuk melanjutkan kutipan cerita tersebut adalah

a)

Mengapa Ia harus mendengar omangan itu saat hari ulang tahunnya, yang seharusnya ia bahagia

b)

Masih terngiang-ngiang di telinga Via, saat Bi Inah mengucapkan selamat ulang tahun padanya

c)

Bi Inah selalu menghiburnya saat ia merasa sedih

d)

Via memang kurang suka dengan Bi Inah, tapi entah mengapa Ibu selalu membelanya

198.

" Ini Bim. Pak RT pan nyuruh kite-kite ngumpul di rumahnya sekarang. Tolong ya, ngider-ngider sampein informasi ini ke orang-orang."

"Lo, sekarang kan hari kerja, Pak. Banyak yang belum pulang. Kenapa gak ntar malm aja?"

Pak Somat menatap Bima, keningnya berkerut. "Oh, iye, ye. Ya udeh, Aye sampein ke Pak RT. Kok dia bisa kagak kepikiran ye?


Kosa kata yang digunakan dalam kutipan cerpen tersebut adalah...

a)

menggunakan bahasa sehari-hari

b)

menggunakan bahasa formal

c)

menggunakan bahasa dialek

d)

menggunakan bahasa baku

199.

“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”


Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….


a)

sombong

b)

rendah hati

c)

penakut

d)

jujur

200.

Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang.Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”


Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

Setiap orang pasti memiliki rencana.

b)

Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

c)

Hidup itu ada kalanya tidak menentu.

d)

Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.