wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kredensial PK II

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Seorang laki-laki usia 43 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian didapat data batuk berdahak berwarna kekuningan, ronchi positif pada kedua la[ang paru. Tekanan darah 130/80 mmHg, frekuensi nadi 100 x/mnt, frekuensi napas 27 x/i, suhu 38 °C. Ph 7,35, PCO2 46 mmHg, PO2 80mmHg, HCO3 20 mEq/dL

Apakah masalah keperawatan yang tepat pada pasien diatas?

a)

Hipertermia

b)

Kelemahan

c)

Gangguan pola napas

d)

Gangguan pertukaran gas

2.

Seorang wanita berusia 40 tahun sudah selama 3 hari dirawat ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian menunjukkan terdapat ronkhi basah di bagian basal paru, sulit mengeluarkan dahak dan tidak bisa berbicara karena suaranya serak. Tekanan darah 130/80 mmHg, frekuensi napas 30 x/mnt. Saat ini pasien sudah mendapatkan terapi oksigen 3 lpm.

Apa intervensi yang harus dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Pemberian oksigen dengan masker 6 lpm

b)

Posisikan semifowler

c)

Kolaborasi pemberian bronkodilator

d)

Lakukan fisioterapi dada

3.

Seorang pasien laki-laki berusia 74 tahun dirawat dengan keluhan batuk dan sesak napas. Hasil pengkajian: suara napas wheezing, TD: 140/90 mmHg, frekuensi nadi: 94 x/menit, frekuensi napas 26 x/menit, Saturasi O2 94%. Pasien dilakukan mobilisasi.

Apakah evaluasi setelah dilakukan tindakan tersebut?

a)

Menanyakan respon verbal

b)

Mengukur tekadan darah

c)

Mengkaji suara napas

d)

Mengukur saturasi

4.

Seorang laki-laki usia 64 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas dan kedua kaki bengkak. Sesak dirasakan memberat saat pasien beraktivitas. Hasil pengkajian didapatkan : Pasien terlihat pucat dan siasonis, lemah dan tidak berdaya. TD: 170/100 mmHg, frekuensi nadi: 100 x/menit, dan lemah, frekuensi napas 24x/menit dan dangkal, suhu: 37°, foto toraks menunjukkan CTR ; 65%

Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Intoleransi aktivitas

b)

Gangguan perfusi jaringan

c)

Penurunan curah jantung

d)

Pola napas tidak efektif

5.

Pasien laki-laki usia 80 tahun dirawat di ruang paru dengan diagnosa CHF grade IV. Pasien menyatakan telah siap meninggal dan lebih berbahagia bisa bertemu Tuhannya dan menolak untuk dilakukan tindakan apapun. Kondisi pasien makin menurun kesadaran sopor koma dan mengalami henti jantung.

Perawat tetap melakukan tindakan RJP

Manakah prinsip etik yang dilanggar perawat pada kasus tersebut?

a)

Justice

b)

Fidelity

c)

Otonomi

d)

Benificience

6.

Seorang perempuan berusia 48 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan lemas. Hasil pengkajian mual dan sesak napas, edema tungkai +3 dan shifting dullnrss pada abdomen, tekanan darah 100/60 mmHg, frekuensi nadi 110 x/menit, suhu 37°C. Kalium 7,3 mEq/dL, Albumin 1,5 gr/Dl

Apakah intervensi prioritas pada pasien tersebut?

a)

Memberikan posisi nyaman buat pasien

b)

Monitoring intake dan output cairan

c)

Monitoring tanda-tanda vital

d)

Memberikan terapi diet

7.

Seorang perempuan berusia 55 tahun di ruang penyakit dalam dengan diare. Hasil pengkajian : pasien mengeluh lemas, BAB sudah 10x, konsistensi encer, terdapat lender, TD 90/50 mmHg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 24x/menit, suhu 38,3°C, keseimbangan cairan minus 600 cc/24 jam.Pasien mendapat infuse NaCl 30 tetes per menit.

Apakah evaluasi pada pasien tersebut?

a)

Diare hilang

b)

Frekuensi BAB berkurang

c)

Toleransi terhadap aktivitas

d)

Kebutuhan cairan terpenuhi

8.

Seorang laki-laki berusia 65 tahun dirawat diruang neurologi dengan penurunan kesadaran. Hasil pengkajian saat diberi rangsang nyeri kedua lengan tampak fleksi abnormal, pasien membuka mata dan suara menggumam, pupil anisokor kanan, refleks cahaya lambat, TD 160/90 mmHg, frekuensi nadi 92x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 36,8°C

Berapakah nilai GCS pada kasus tersebut?

a)

5

b)

6

c)

7

d)

9

9.

Seorang perempuan berusia 75 tahun dirawat di ruang neurologi dengan diagnosa medis stroke haemorhagie. Hasil pengkajian stupor dengan GCS 9, kesan hemiparese dextra. TD 190/100mmHg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 26x/menit dan suhu 37°C. CT scan menunjukkan adanya gambaran hiperden pada daerah frontotemporal kanan.

Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Perfusi jaringan serebral efektif

b)

Hambatan mobilitas fisik

c)

Pola napas tidak efektif

d)

Risiko cedera

10.

Seorang laki-laki berusia 60 tahun dirawat di ruang neurologi dengan diagnosis meningitis. Hasil pengkajian didapatkan data extremitas dextra tidak dapat digerakkan secara aktif, kulit disekitar area penonjolan tulang tampak kemerahan. Pasien tampak lemas, TD 150/90 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 38,7°C.

Apakah intervensi keperawatan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Memberi kompres hangat

b)

Memasang kasur decubitus

c)

Mobilisasi tiap 2 jam

d)

Melakukan massage

11.

Seorang laki laki berusia 60 tahun datang ke poli bedah dengan keluhan nyeri dan kaku pada persendian kaki. Hasil pengkajian skala nyeri 2 bertambah saat pagi, lemas, kesulitan saat bergerak dan nyeri bertambah saat digerakkan pada ekstremitas atas, pasien juga mengeluh penyakitnya tidak sembuh-sembuh, tanda herberden’s (+) dan bouchard node (+). Pasien tidak mempunyai riwayat penyakit asam urat.

Apakah masalah utama pada pasien tersebut?

a)

Kerusakan mobilitas fisik

b)

Risiko tinggi cedera

c)

Kelemahan

d)

Cemas

12.

Seorang perempuan berusia 25 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhan demam tinggi. Hasil pengkajian ditemukan mukosa bibir kering, ptekie (+), badan terasa lemas, gusi berdarah. Hb 17,2 g/dl, Ht 51%, trombosit 44.000/mm3, leukosit 3800/mm3, urin 200 cc/8 jam. Dalam mendapat terapi cairan infus RL 2500 ml/hari.

Berapakah jumlah tetesan infus permenit pada pasien tersebut?

a)

14 tts/mnt

b)

21 tts/mnt

c)

28 tts/mnt

d)

35 tts/mnt

13.

Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan diare kronis sejak sebulan yang lalu. Pasien mempunyai riwayat HIV, mengalami penurunan berat badan 18 kg dalam 4 bulan terakhir. Hasil pengkajian: turgor kulit tidak elastis, membran mukosa kering, dan konsentrasi menurun.

Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien tersebut?

a)

Gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh

b)

Kekurangan volume cairan tubuh

c)

Gangguan integritas kulit

d)

Gangguan proses pikir

14.

Seorang perempuan berusia 60 tahun dirawat di ruang bedah pasca operasi katarak. Pasien direncanakan untuk pulang dan perawat menjelaskan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pasien.

Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Tidak menutup mata saat mandi

b)

Tidak boleh diberikan tetes mata

c)

Tidak boleh membaca majalah

d)

Tidak menggosok mata

15.

Seorang laki-laki berusia 70 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan pendengaran pada telinga kiri sejak 6 bulan yang lalu, sering pusing seperti berputar. Perawat sedang melakukan pemeriksaan dengan membandingkan konduksi getaran garputala melalui tulang mastoid pasien dengan perawat.

Apakah jenis pemeriksaan pada kasus tersebut?

a)

Tympanometri

b)

Schwabach

c)

Audiometri

d)

Weber

16.

Seorang laki-laki usia 43 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak nafas. Hasil pengkajian di dapat data batuk berdahak berwarna kekuningan, ronchi positif pada kedua lapang paru. TD: 130/80 mmHg, HR: 100x/i, RR: 27x/i, T: 38C. PH: 7,35, PCO2, 46 mmHg, PO2 80mmHg, HCO3 20mEq/dL.

Apakah masalah keperawatan yang tepat pada pasien di

atas?

a)

Hipertermi

b)

Kelemahan

c)

Gangguan pola napas

d)

Gangguan pertukaran gas

17.

Seorang pasien laki-laki berusia 74 tahun dirawat dengan keluhan batuk dan sesak napas. Hasil pengkajian suara napas wheezing, TD: 140/90mmHg, HR: 94x/i, RR: 26x/i, saturasi O2 94%. Passien dilakukan nebulisasi.

Apakah evaluasi setelah dilakukan tindakan tersebut?

a)

Menanyakan respon verbal

b)

Mengukur tekanan darah

c)

Mengkaji suara napas

d)

Mengukur saturasi

18.

Seorang laki-laki usia 64 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhan sesak napas dan kedua kaki bengkak. Sesak dirasakan memberat saat pasien beraktivitas. Hasil pengkajian didapatkan, pasien terlihat pucat dan sianosis, lemah dan tidak berdaya. TD: 170/100mmHg, HR: 100x/i, RR: 24x/i dan dangkal, T: 37C, foto toraks menunjukkan CTR : 65%.

Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Intoleransi aktivitas

b)

Pola napas tidak efektif

c)

Gangguan perfusi jaringan

d)

Penurunan curah jantung

19.

Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan mual muntah. Hasil pengkajian passien mengatakan nyeri ulu hati, terlihat warna sklera dan kulit kuning. Hasil pemeriksaan ditemukan adanya pembesaran hati dan nyeri tekan pada area hati. Pasien didiagnosis hepatitis.

Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Pemeriksaan feses

b)

Pemeriksaan urinalisa

c)

Pemeriksaan biopsi hati

d)

Pemeriksaan laboratorium SGPT, SGPT

20.

Seorang laki-laki berusia 48 tahun dirawat diruang penyakit dalam dengan keluhan lemas. Hasil pengkajian mual dan sesak napas, edema tungkai 3 dan shifting dullness pada abdomen, tekanan darah 100/60mmHg, HR: 110x/i, T: 37C. Kalium 7,3 mEq/dl, Albumin 1,5 gr/ dL .

Apakah intervensi prioritas pada pasien tersebut?

a)

Memberikan posisi nyaman buat pasien

b)

Monitoring intake dan output cairan

c)

Monitoring tanda-tanda vital

d)

Memberikan terapi diet

21.

Perawat baru saja memberikan ibuprofen (Proris) pada seorang anak dengan suhu 38,8 C. Apa tindakan lain yang harus perawat lakukan ?

a)

Membatasi cairan dalam 8 jam

b)

Menyeka anak dengan air dingin

c)

Merencanakan pemberian asam salisilat (aspirin) dalam 4 jam

d)

Melepas pakaian tebal dan selimut untuk anak

22.

Seorang anak mengalami kekurangan cairan. Data apakah yang ditemukan perawat saat pengkajian dan memutuskan bahwa kondisi anak menglami peningkatan serta kekurangan cairan teratasi ?

a)

Anak tidak mengeluarkan air mata

b)

Berat jenis urine 1.030

c)

Pengeluaran urine kurang dari 1 mL/kg/jam

d)

Capillary refill time (CRT) kurang dari 2 detik

23.

Perawat IGD diberitahu bahwa banyak korban selamat dari kecelakaan pesawat akan dikirim ke MTMH. Korban mengalami hipotermi karena pesawat jatuh ke danau. Apa tindakan awal yang harus dilakukan perawat ?

a)

Memanggil perawat supervisor untuk mengaktifkan prosedur respons bencana

b)

Menambah suplai air steril dan normal saline di ruang triage

c)

Memanggil ICU untuk mengirim perawat ke ruang gawat darurat

d)

Memanggil departemen laundry dan meminta agar disediakan banyak selimut hangat di ruang gawat darurat

24.

Pada saat kapan saja dilakukan komunikasi verbal dengan metode SBAR antara/antar PPA (Profesional Pemberi Asuhan) di RS. Murni Teguh :

a)

Pelaporan perubahan situasi/ kondisi pasien

b)

Handover transfer pasien antar unit perawatan

c)

Pelaporan hasil pemeriksaan penunjang/ nilai kritis pemeriksaan

d)

Semua jawaban di atas benar

25.

Melakukan analisis terhadap masalah/keluhan pasien dan melaporkan kondisi pasien terkini adalah bagian dari metode SBAR yang mana:

a)

Situation

b)

Analisa

c)

Anamnese

d)

Assessment

26.

Komunikasi SBAR dilaksanakan sebagai alat komunikasi serah terima pasien intra RS. Alasan pasien pindah ruangan adalah bagian dari:

a)

Situation

b)

Background

c)

Assessment

d)

Recommendation

27.

Apa yang dimaksud dengan takikardi?

a)

Denyut jantung kurang dari 100 x/menit

b)

Denyut jantung lebih dari 100 x/menit

c)

Denyut jantung kurang dari 80 x/menit

d)

Denyut jantung lebih dari 80 x/menit

28.

Di bawah ini yang termasuk dalam bagian review persisten pada pengkajian awal rawat inap di MTHIS Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital

a)

Kenyamanan, Barthel Index, Proteksi

b)

Nutrisi, Eliminasi, Seksual/Repoduksi

c)

Kebutuhan komunikasi/pendidikan dan pengajaran

d)

Semua benar

29.

Mengapa kebersihan diri (Personal Hygiene) pasien diperlukan untuk persiapan pasien operasi?

a)

Sesuai prosedur rumah sakit

b)

Sesuai protocol kesehatan

c)

Sesuai permintan dokter spesialis yang menangani

d)

Karena tubuh yang kotor dapat merukapan sumber kuman dan mengakibatkan infeksi pada darerah yang dioperasi

30.

Saat pelaporan nilai kritis kepada DPJP tidak dianjurkan melalui aplikasi Whatsapp, namun boleh digunakan jika?

a)

Keadaan mendesak

b)

Jika diminta oleh DPJP seperti agar dapat dilakukan ekspertise gambaran hasil EKG, Film Radiologi, Laboratorium dan hasil penunjang lain

c)

Perawat ridak berani menghubungi DPJP via telepon

d)

Jika sudah malam hari

31.

Berapa lama maksimal waktu yang dibutuhkan oleh DPJP untuk melakukan verifikasi pelaporan nilai kritis berupa tanda tangan pada catatan perkembangan terintegrasi?

a)

Hingga DPJP visite ke ruangan

b)

1 x 24 jam

c)

Hingga pasien PBJ atau meninggal

d)

Secepat mungkin

32.

Dokter menganjurkan dosis pasien A adalah sebanyak 400 mg. Berapa ml yang anda berikan, jika sediaan obat 1 gr= 1000 mg. (Pelarutnya dengan water steril 10 ml)

a)

4 ml

b)

3 ml

c)

5 ml

d)

2 ml

33.

Dibutuhkan dopamine 8 mcg/kg/menit. BB 60 kg, sediaan 1 amp= 50 mg dalam 5 ml. Dilarutkan dengan NaCl 0,9 % menjadi 50 ml. Hitunglah berapa ml/jam yang didapat pasien

a)

18.8 ml/jam

b)

28.8 ml/jam

c)

58.8 ml/jam

d)

38.8 ml/jam

34.

Tn. A menjalani tindakan pembedahan dan harus mendapat anastesi umum .Setelah tindakan pembedahan pasien di rawat di ruang rawat dalam keadaan masih belum sadar, oleh dokter pasien disarankan menggunakan alat bantu ventilator. Apakah yang menyebabkan pasien harus menggunakan alat bantu ventilator?

a)

Karena pasien belum sadar

b)

Setiap pasien post operasi harus menggunakan alat ventilator

c)

Anastesi dapat mengakibatkan distress pernafasan

d)

Untuk mengurangi kelelahan pasien setelah operasi

35.

Tn. D telah mengalami henti nafas dan henti jantung.oleh penolong pasien tersebut dilakukan tindakan RJP setelah beberapa saat pasien kembali bernafas spontan dan sadarkan diri.Apakah tindakan yang harus dilakukan penolong setelah pasien kembali sadar?

a)

Menunggu pertolongan datang

b)

Melakukan tindakan recovering posisi

c)

Tetap berikan bantuan nafas

d)

Meninggalkan korban karna sudah sadar

36.

Seorang bayi berusia dua bulan mengalami henti nafas, perawat yang ada di tempat itu segera melakukan tindakan bantuan nafas. Keadaan bayi semakin memburuk dan perawat pun melanjutkan tindakannya dengan memberi tindakan resusitasi jantung paru. Tindakan RJP pada bayi dan anak pada dasarnya sama, hanyasaja diperlukan modifikasi beberapa tindakan pada bayi untuk memeriksa denyut nadi penolong harus menekan arteri?

a)

Arteri femoralis

b)

Arteri carotis

c)

Arteri temporalis

d)

Arteri brakhialis

37.

Perawat day care sedang mengobservasi seorang anak berusia 2 tahun dan mencurigai adanya strabismus. Hasil observasi mana yang mengindikasikan kondisi tersebut ?

a)

Anak mengalami gangguan pendengaran

b)

Anak selalu memiringkan kepala untuk melihat

c)

Anak tidak memberikan respons saat diajak berbicara

d)

Anak selalu menggerakkan kepala untuk mendengar

38.

Perawat sedang merawat klien remaja yang sakit terminal. Saat merawat klien ini, perawat seharusnya melaksanakan intervensi yang mana ?

a)

Patuhi keinginan klien setiap saat

b)

Dorong klien untuk tergantung pada staf rumah sakit

c)

Tolak untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kematian

d)

Dorong klien untuk mempertahankan kontrol diri yang maksimal

39.

Klien mengalami defisit neurologis yang melibatkan sistem limbik. Manakah temuan pengkajian yang spesifik pada tipe defisit ini ?

a)

Disorientasi pada orang, tempat, dan waktu

b)

Afek datar, dengan periode labilitas emosional

c)

Tidak dapat mengingat apa yang dimakan saat sarapan hari ini

d)

Tidak mampu melakukan penambahan dan pengurangan; tidak tahu siapa presiden Indonesia

40.

Apa yang dimaksud dengan keselamatan pasien?

a)

Sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman yang meliputi tindakan asesmen risiko, identifikasi & pengelolaan risiko pasien, pelaporan & analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan implementasi solusi

b)

Sistem yang menjamin pasien selamat dari insiden keselamatan pasien

c)

Implementasi tindakan rumah sakit untuk menjaga pasien selamat

d)

Tindakan identifikasi dan pengelolaan risiko untuk menjamin pasien selamat

41.

Saat kepala ruangan sedang memeriksa troli obat, didapai obat di dalam syringe tanpa ada identitas nama obat, nama pasien dan jam pelarutan obat. Hal ini termasuk insiden?

a)

Kondisi Potensi Cedera (KPC)

b)

Kejadian Tidak Cedera (KTC)

c)

Kejadian Nyaris Cedera (KNC)

d)

Kejadian Tidak Diharapkan (KTD)

42.

Mengapa perlu dilakukan pemilihan program indikator mutu prioritas :

a)

Keterbatasan dana

b)

Keterbatasan SDM

c)

Pemenuhan standar akreditasi saja

d)

Tidak semua proses dapat diukur dan diperbaiki dalam waktu bersamaan disebabkan Staf dan Sumber Daya terbatas

43.

Sebuah proses untuk mengidentifikasi faktor dasar atau penyebab yang mendasari terjadinya peristiwa sentinel merupakan pengertian dari ?

a)

Pelaporan Insiden

b)

Grading Risiko

c)

Investigasi Sederhana

d)

Analisa Akar Masalah (RCA)

44.

Pasien terjatuh ke lantai saat hendak dipindahkan dari brankart prosedur ke tempat tidur. Hal ini menyebabkan pasien mengalami mengalami luka robek di bagian pelipis. Kejadian pasien jatuh sudah terjadi 7 kali dalam setahun. Diketahui hasil Grading Risiko termasuk dalam Level Tinggi (Kuning). Grading Kuning memiliki arti

a)

Segera dilakukan investigasi sederhana paling lama 1 minggu

b)

Segera dilakukan investigasi sederhana paling lama 2 minggu

c)

Segera dilakukan investigasi sederhana paling lama 3 minggu

d)

Investigasi paling lama dilakukan 45 hari, memerlukan tindakan segera dan membutuhkan tindakan Top Manajemen

45.

Peletakan tabung oksigen besar tanpa diberi rantai pengaman termasuk pada jenis insiden ?

a)

Kondisi Potensial Cedera (KPC)

b)

Kejadian Nyaris Cedera (KNC)

c)

Kejadian Tidak Cedera (KTC)

d)

Kejadian Tidak Diharapkan (KTD)

46.

Pasien terjatuh ke lantai saat hendak dipindahkan dari brankart prosedur ke tempat tidur. Hal ini menyebabkan pasien mengalami luka robek di bagian pelipis dan pasien ditunda pulang. Skor dampak yang dialami pasien adalah

a)

1 (Tidak Signifikan)

b)

2 (Minor)

c)

3 (Moderat)

d)

4 (Mayor)

47.

Di bawah ini yang termasuk dalam bagian review persisten pada pengkajian awal rawat inap di MTHIS Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital

a)

Kenyamanan, Barthel Index, Proteksi

b)

Nutrisi, Eliminasi, Seksual/Repoduksi

c)

Kebutuhan komunikasi/pendidikan dan pengajaran

d)

Semua benar

48.

Di bawan ini yang termasuk penunjang medis untuk persiapan operasi adalah?

a)

EKG, persetujuan tindakan/anastesi, form sedasi/anastesi

b)

Pemeriksaan laboratorim, radiologi dan EKG

c)

Pemeriksaan laboratorium dan radilogi, form visit

d)

Persetujuan tindakan operasi dan anastesi, form edukasi

49.

Yang termasuk jenis jenis anastesi di bawah ini, kecuali?

a)

Anastesi Khusus

b)

Anastesi Regional (Epidural dan Spinal)

c)

Anastesi Lokal

d)

Anastesi Umum

50.

Pengkajian risiko jatuh untuk pasien dewasa dengan menggunakan Morse Fall Scale, risiko jatuh tinggi yaitu dengan scale ?

a)

< 25

b)

25 – 45

c)

30 - 46

d)

> 45