NEW
Font size
WorksheetsEKSTRAKSI DAN STANDARISASI
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
ekstraksi merupakan proses
penyaringan zat- zat berkhasiat atau zat-zat aktif dari bagian tumbuhan obat, hewan atau mineral
Penyerapan zat- zat berkhasiat atau zat-zat aktif dari bagian tumbuhan obat, hewan atau mineral
Penyarian zat- zat berkhasiat atau zat-zat aktif dari bagian tumbuhan obat, hewan atau mineral
pelepasan zat- zat berkhasiat atau zat-zat aktif dari bagian tumbuhan obat, hewan atau mineral
berikut adalah contoh metode maserasi dingin..
maserasi dan Infudasi
infudasi dan soxletasi
perkolasi dan soxhletasi
maserasi dan reflux
berikut metode maserasi panas
infudasi dan maserasi
maserasi dan soxhletasi
soxhletasi dan perkolasi
reflux dan infudasi
suhu yang digunakan untuk proses infudasi adalah..
91°C
90°C
70°C
37°C
Proses Ekstraksi tahapan kedua adalah
pembasahan
pembuatan serbuk
penyarian
pemekatan
klasifikasi serbuk berdasarkan derajat halus, untuk serbuk Kasar ditandai dengan no serbuk.... dan no pengayak...
40 dan 80
60 dan 100
8 dan 60
20 dan 60
nomor pengayak (Mesh) menunjukkan jumlah lubang tiap..... dihitung searah panjang kawat
2,65 cm
2, 54 cm
2, 55 cm
2, 66 cm
proses kimia yang terjadi saat perendaman serbuk dan solvent adalah
osmosis dan difusi
kovalen dan hidrolisis
polar dan non polar
titik didih tinggi dan derjat halus
contoh pelarut polar adalah
n-Hexan
etanol
eter
kloroform
contoh pelarut non polar adalah....
n-hexan
etanol
butanol
metanol
Tujuan Standarisasi simplisia adalah...
memperoleh bahan baku atau produk kosmetik yang bermutu aman dan bermanfaat
memperoleh bahan baku atau produk kefarmasian yang bermutu aman dan bermanfaat
memperoleh bahan dasar atau produk kefarmasian yang bermutu aman dan bermanfaat
memperoleh simplisia aman dan bermanfaat
parameter spesifik merupakan serangkaian uji
organoleptik dan kadar air
makroskopik dan identitas simplisia
organoleptik dan laboratorik
bobot air dan kadar abu
parameter non spesifik adalah serangkaian pengujian...
organoleptik
identitas simplisia
uji laboratorik
makroskopik
Tahap 2 pada tahapan standarisasi simplisia menuju fitofarmaka adalah...
uji kandungan senyawa aktif larut
uji kandungan senyawa aktif tidak larut
uji sitotoksitas
uji cemaran mikroba
faktor biologi yang mempengaruhi mutu ekstrak..
jenis senyawa aktif
lokasi asal
metode ekstraksi
pelarut yang digunakan
faktor kimi yang mempengaruhi mutu ekstrak...
kandungan logam berat
periode panen
lokasi asal
identitas jenis
Ordo Casuarinales merupakan turunan dari subclass..
sympetalae
dialypetalae
apetalae
morace
ekstrak terkualifikasi tipe B merupakan..
ekstrak yang distandarisasi berdasarkan kandungan yang memberikan aktivitas terapeuntik
ekstrak yang distandarisasi berdasarkan ketidak tauan terhadap senyawa induk
ekstrak yang distandarisasi berdasarkan penanda mutu
ekstrak yang distandarisasi berdasarkan zat aktif tunggal
konsep menyusun parameter standar umum simplisia adalah...
kebenaran jenis, kestabilan dan kemurnian
kebenaran jenis, kestabilan dan kontaminan
aktivitas farmakologis, kestabilan dan kemurnian
efek terapeuntik, kestabilan dan kemurnian
parameter non spesifik mencakup pengujian
kadar air dan cemaran mikroba
kadar abu dan organoleptik
sisa pelarut dan warna ekstrak
cemaran logam dan jenis pelarut
