wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Cerpen

Total questions: 15

Worksheet time: 17mins

Name
Class
Date
1.

[....]

Tanah di pekuburan umum itu masih basah ketika para pentakziah sudah pulang. Sementara Ogal masih duduk sambil sesekali menyeka air matanya. Teriknya sang surya mengantarkan kepergian Ibu. Ibu yang selama ini paling dia hormati dan cintai, kamarin telah meninggal dunia, menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Burung-burung camar terbang rendah dan sesekali mencelupkan paruhnya di air laut. Bu Tutik dan suaminya masih berdiri di belakang sambil menunggu Ogal. Kedua orang tua asuh itu sangat setia kepada Ogal.

“Rasanya saya sudah tidak punya siapa-siapa lagi, Bu,” tiba-tiba Ogal berkata dengan suara agak berat. Bu Tutik memegang lengan Ogal sambil mengelus rambutnya.

“Jangan berkata begitu, anakku. Kami akan menjadi orang tuamu sampai kapanpun.”

[....]


Latar waktu cerita pada kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

pagi hari

b)

siang hari

c)

sore hari

d)

malam hari

2.

[....]

Malam terasa berat, tetapi sinar bulan cukup untuk meremangkan ruangan. Perempuan dalam cermin itu diam, meski tahun – tahun yang tertoreh di wajahnya, ditubuhnya bertutur. Aku tidak mengenalinya. Wajah itu bukan wajahku. Mata itu bukan mataku. Tubuh itu terlalu kering untukku. Ia sembab dan biru. Mungkin lelah. Atau putus asa,. Tetapi, jelas ia marah.

[....]


Makna kata meremangkan pada kalimat pertama kutipan cerpen tersebut adalah...

a)

agak gelap

b)

menyeramkan

c)

membuat redup

d)

membuat terang

3.

Yang mencintaimu tidak hanya satu orang, yang memperhatikanmu juga tidak satu orang, yang perlu kamu juga tidak hanya satu orang, ada keluargamu, teman-tamanmu, orang di sekitarmu yang perlu kehadiranmu dalam hidup mereka, jangan jadikan satu orang sebagai alasan untukmu berhenti berharap hidupmu harus tetap berjalan.


Nilai moral pada teks cerita tersebut adalah ...

a)

Selalu optimis menghadapi permasalahan

b)

Selesaikan tugas dengan tanggung jawab

c)

Usaha yang sungguh-sungguh pasti ada hasilnya

d)

Bersyukur atas karunia Tuhan

4.

“Siapa namamu, Nak!” tanya petugas jaga.


Alasan ketidaktepatan penggunaan tanda baca pada kalimat tersebut adalah ….

a)

tanda koma (,) digunakan sebelum kata sapaan.

b)

tanda titik (.) digunakan untuk mengakhiri kalimat.

c)

tanda kutip ganda (“…”) dipakai untuk petikan langsung.

d)

tanda seru (!) tersebut digunakan untuk mengakhiri kalimat tanya.

5.

(1) “Ma, perutku sakit sekali. Sebelah sini, Ma”. Aku menunjuk bagian lambung. (2) Mama tampak lebih khawatir lagi karena takut terjadi apa-apa padaku. Mama lalu mengajakku ke dokter. (3) Tapi, Ma, hari ini, kan aku ada ulangan bahasa Indonesia jam pertama. (4) “Nanti, ulangan susulan saja. Kalau tidak diobati sekarang, nanti makin parah. (5) Kalau kamu masuk rumah sakit saat ulangan umum minggu depan, bagaimana?” bujuk Mama.


Kalimat yang membuktikan tokoh mama penyayang ditunjukkan nomor ....

a)

3

b)

4

c)

2

d)

5

6.

Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. "Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena yang ingin bicarakan, yaitu masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan."

"Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan Bapak untuk menghukum Diah itu karena kebencian Bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat prihatin terhadap Diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya."


Kedudukan tokoh pak usman dan Larasati dalam kutipan cerpen tersebut, yaitu..

a)

antagonis dan penengah

b)

protagonis dan penengah

c)

protagonis dan protagonis

d)

antagonis dan protagonis

7.

Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

ceroboh, malas, kaya

c)

rajin, pemarah, teliti

d)

cermat, pelit, perhitungan

8.

Pengarang biasanya menyelipkan suatu pesan yang disampaikan melalui cerita yang ditulisnya yang disebut ....

a)

latar

b)

amanat

c)

sudut pandang

d)

alur

9.

Ia sendiri tersenyum basah, mengenakan toga dan memegang ijazah kelulusan. Rambutnya telah dipotong pendek. Alangkah syahdunya subuh itu datang sementara suara sember masih saja terdengar dari tape recorder yang disetel penjual roti bakar.

(Resta Gunawan, "Dini Hari di Sudut Kampus")


Nilai yang menonjol dari kutipan teks tersebut adalah ....

a)

sosial

b)

pendidikan

c)

budaya

d)

agama

10.

Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.

(M. Zuhri, "Kandang Merpati")


Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....

a)

tokoh

b)

latar waktu

c)

latar tempat

d)

penokohan

11.

Wanita dua puluh limaan, memakai gaun sutera hitam berkerah rendah, tas tangan merah, sepatu hak tinggi warna senada, jam tangan bermerek, serta memakai kacamata hitam turun dari kursi belakang. Lalu berjalan, diikuti pria tinggi besar yang memayunginya, menghampiri Sobri. Wanita itu membuka kacamatanya. Matanya merah, sembab. Kantung bawah matanya menghitam, cembung. Kontras sekali dengan kulit wajahnya yang putih bersih.

(Shofi Al Khansa, "Sampah Bertuah")


Gambaran tokoh wanita dideskripsikan melalui hal berikut, kecuali ....

a)

umur

b)

pakaian

c)

gerak-gerik

d)

perawakkan

12.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.


Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(5)

b)

(4)

c)

(3)

d)

(2)

13.

Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang. Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”


Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

Setiap orang pasti memiliki rencana.

b)

Hidup itu ada kalanya tidak menentu.

c)

Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya

d)

Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

14.

Sebuah cerita dibangun dari dua unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah ...

a)

Unsur yang membentuk cerpen dari latar belakang pengarang

b)

Unsur yang membentuk cerpen dari dalam

c)

Unsur yang membentuk cerpen dari dalam dan luar

d)

Unsur yang membentuk cerpen dari luar

15.

Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”


Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

pembohong

b)

penakut

c)

pendiam

d)

pemalu