Font size
WorksheetsUlangan Teks Hikayat ( Kelas X )
Total questions: 15
Worksheet time: 1hrs 11mins
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ....
kekacauan penduduk akibat hasutan
ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
kekejaman raja terhadap rakyatnya
keadilan seorang raja kepada rakyatnya
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Suatu hari, tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur Puteri Kuning. Sang raja heran melihatnya. "Tanaman apakah ini? Batangnya bagaikan jubah puteri, daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning. Baiklah, kuberi nama ia Kemuning.!" kata raja dengan senang. Sejak itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. Bahkan, bunga-bunga kemuning bisa digunakan untuk mengharumkan rambut. Batangnya dipakai untuk membuat kotak-kotak yang indah, sedangkan kulit kayunya dibuat orang menjadi bedak. Setelah mati pun, Puteri Kuning masih memberikan kebaikan.
Nilai-nilai yang disampaikan teks hikayat tersebut adalah ....
Nilai Religius
Nilai moral
Nilai Budaya
Nilai Estetika
Nilai Edukasi
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata orang tua itu, “Daripada mula awalnya.” Kemudian maka dikatakannya, siapa mentuanya laki-laki dan perempuan dan di mana tempat duduknya. Maka Masyhudulhakk dengan sekalian orang banyak itu pun tahulah akan salah Bedawi itu dan kebenaran orang tua itu. Maka hendaklah disakiti oleh Masyhudulhakk akan Bedawi itu. Maka Bedawi itu pun mengakulah salahnya. Demikian juga perempuan celaka itu. Lalu didera oleh Masyhudulhakk akan Bedawi itu serta dengan perempuan celaka itu seratus kali. Kemudian maka disuruhnya tobat Bedawi itu, jangan lagi ia berbuat pekerjaan demikian itu.Maka bertambah-tambah masyhurlah arif bijaksana Masyhudulhakk itu.
Isi penggalan teks hikayat tersebut adalah ….
Masyhudulhakk telah berbohong kepada orang tua itu kemudian mengakui kesalahnnya dengan meminta maaf dan bertobat. Masyarakat pun memaafkan Masyhudulhakk.
Masyhudulhakk telah membantu orang tua itu menyeberangi sungai.
Masyhudulhakk telah membohongi masyarakat dengan menuduh Bedawi bersalah dan menghukum Bedawi. Padahal Bedawi adalah orang yang bijak dan jujur yang selalu membantu dan menyelamatkan banyak orang.
Masyhudulhakk adalah orang bijak yang menyelesaikan permasalahan orang tua itu dan Bedawi yang telah curang. Berkat kebijaksanaan Masyhudulhakk kebohongan Bedawi terbongkar sehingga Bedawi harus menerima hukuman dan bertobat.
Masyhudulhakk sangat banyak jasanya terhadap Bedawi. Bedawi ditolong oleh Masyhudulhakk dari kejahatan orang tua itu yang mencoba menipu Bedawi. Untunglah Bedawi bertemu Masyhudulhakk dan diselamatkan olehnya.
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”
Watak permaisuri dalam kutipan tersebut adalah …
takut pada suami
keras hati
taat beribadah
suka berkhayal
tinggi hati
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”
Amanat yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah …
Janganlah memuja dewa-dewa.
Bersabarlah dalam menghadapi musibah.
Bersikaplah saling menghormati antara suami isteri.
Hindarilah perbuatan yang tidak terpuji.
Berdoa dan berusahalah jika menginginkan sesuatu.
Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!
Tiba-tiba nasi itu berkumpul dan mengejar Kendi,periuk besar itu meenyerkup kepala Kendi dan nasi -- nasi itu menggigit tubuh kendi. Kendi menjerit meminta tolong.Di tempat yang berbeda nampak Buyung begitu kekenyangan. Dia hanya mampu memakan seekor ayam panggang saja Sembilan ekor ayam lagi terbiar di tempat pemanggang dan tiba-tiba terdengar ayam itu berbicara
Ayam-ayam : "kenapa kamu tidak mau habiskan kami?"
Buyung : " Aku sudah kenyang makan seekor pun aku sudah mual."
Majas yang digunakan pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
metafora
simile
hiperbola
personifikasi
sarkasme
Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!
Awang : " Janganlah kamu berdua tamak dan serakah,aku pun juga lapar tetapi, jika ada nasi sepiring itu sudah cukup untukku.
(Kendi dan Buyung tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Awang)
Kendi : ( Dengan nada mengejek)" Apa? Dengan nasi sepiring katamu?mana boleh! Perut kita ini sangatlah lapar !"
Buyung : (Mengangguk tanda setuju dengan ucapan Kendi )
Amanat yang sesuai dengan cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
hendaknya mendengarkan nasihat teman untuk kebaikan
sebaiknya tidak terlalu cerewet kepada teman
hendaknya tolong-menolong dalam kesulitan
seharusnya teman yang mencemooh ditinggalkan saja
janganlah mendengarkan nasihat teman
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri Antah Berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki. Demikian seterusnya.
Nilai-nilai yang paling dominan yang terdapat pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .
nilai religius
nilai moral
nilai estetika
nilai edukasi
nilai budaya
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Ketika isterinya mengandung tiga bulan, ia menginginkan makan mangga yang ada di taman raja. Si Miskin menyatakan keberatannya untuk menuruti keinginan isterinya itu, tetapi istri itu makin menjadi-jadi menangisnya. Maka berkatalah si Miskin, “Diamlah. Tuan jangan menangis. Biar Kakanda pergi mencari buah mempelam itu. Jikalau dapat, Kakanda berikan kepada tuan.”Si Miskin pergi ke pasar, pulangnya membawa mempelam dan makanan-makanan yang lain. Setelah ditolak oleh isterinya, dengan hati yang sebal dan penuh ketakutan, pergilah si Miskin menghadap raja memohon mempelam. Setelah diperolehnya setangkai mangga, pulanglah ia segera. Isterinya menyambut dengan tertawa-tawa dan terus dimakannya mangga itu. Setelah genap bulannya kandungan itu, lahirlah anaknya yang pertama laki-laki bernama Marakarmah (anak di dalam kesukaran) dan diasuhnya dengan penuh kasih sayang. Ketika menggali tanah untuk keperluan membuat teratak sebagai tempat tinggal, didapatnya sebuah tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis untuk berbelanja sampai kepada anak cucunya. Dengan takdir Allah terdirilah di situ sebuah kerajaan yang komplet perlengkapannya.
Karakteristik yang dominan pada pengglan teks hikayat tersebut adalah …
kekinian
istana sentris
pralogis
statis
dinamis
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Setelah beberapa tahun lamanya, kedua putra mahkota itu tumbuh menjadi pemuda yang gagah. Mereka dibesarkan layaknya pangeran. Semua keperluannya dilayani oleh para pengasuh. Jika bepergian, mereka selalu mendapat pengawalan dan pelindungan dari hulubalang. Kedua pangeran mendapat pendidikan, seperti anakanak pada umumnya. Namun, sebagai pangeran yang kelak akan menggantikan ayahnya, yakni Raja Indera Bungsu, kedua putra mahkota itu mendapat pendidikan tambahan. Lalu, raja mengutus patih untuk mencari guru yang baik. Mereka dididik ilmu perang, ilmu pemerintahan, ilmu bermain senjata, dan ilmu bermain kuda. Banyak ilmu yang diperoleh mereka. Kedua putra mahkota belajar ilmu berperang dan pemerintahan, di samping tentang ilmu agama.
Karakteristik yang dominan pada pengglan teks hikayat tersebut adalah …
istana sentris
pralogis
dinamis
statis
kekinian
Jawaban lebih dari satu!
Cermati cuplikan cerpen berikut!
“Maafkan Ibu jika selama ini keras padamu Diah! Kau benar ... Ibu memang
picik! Itu karena Ibu tak ingin kau terluka. Ibu tak ingin kau kecewa. Itu sebabnya Ibu
tak pernah memujimu. Kau harus punya hati sekeras baja untuk menapaki hidup. Ibu
ingin anak bungsu Ibu menjadi sosok yang berbeda seperti rembulan merah jambu,
bukan kuning keemasan seperti yang kita lihat.”
Pada cuplikan cerpen tersebut terdapat majas ... .
metafora
simile
personifikasi
hiperbola
sarkasme
Jawaban lebih dari satu!
Bacalah cuplikan teks cerpen berikut dengan saksama!
Ibu menunjuk purnama yang benderang. Aku mengikuti telunjuknya. Batinku
terasa lebih segar.
Rembulan merah jambu ... itukah yang diinginkan Ibu, menjadi seseorang.
Menjadi orang dalam arti yang sebenarnya. Punya karakter dan prinsip yang berbeda.
Siap mengarungi kerasnya hidup? Itukah maksud Ibu dari sikap kerasnya selama ini?
Hatiku berbunga-bunga. Semua kehampaan, kebencian, dan kekesalanku pada
wanita tua itu tiba-tiba terbang ke awan. Aku tak lagi membencinya! Ternyata aku
cukup punya arti di mata Ibu. Aku rembulan di mata Ibu. Aku rembulan di hatinya!
Latar dan majas yang dapat dianalisis pada cuplikan teks cerpen tersebut adalah ... .
pagi hari
malam hari
senja hari
metafora
simile
Jawaban lebih dari satu!
Bacalah cuplikan teks cerpen berikut dengan saksama!
Cukup! Aku tak bisa menahan kesabaranku lebih lama. Darahku seperti
mendidih mendengar kalimat-kalimat Ibu. Kalau saja Ibu cukup mengenalku, kalau
saja Ibu punya sedikit kepercayaan pada anaknya sendiri? Ibu cuma percaya pada
dirinya sendiri. Seakan semua orang akam mengalami nasib buruk.
Saat ditinggal Bapak! Ya, Bapak memang meninggalkan kami. Janjinya
bahwa lelaki itu akan kembali dari kota dengan membawa perubahan pada nasib
kami, cuma omong kosong. Di sana Bapak justru menikah lagi. Dan Ibu yang
menganggap dirinya sempurna sebagai wanita, merasa sakit hati. Setelah itu semua
yang berbau pembaruan dan kemajuan dimusuhinya habis-habisan. Termasuk niatku
ke kota untuk mencari ilmu.
Majas dan alur yang dapat dianalisis pada cuplikan tersebut adalah ... .
maju
mundur
metafora
hiperbola
sarkasme
Jawaban lebih dari satu!
Bacalah cuplikan teks cerpen berikut dengan saksama!
“Ibuku sakit Li! Apa yang harus kulakukan?” tanyaku akhirnya tanpa daya.
Laili tersenyum. Tangannya kembali menggenggam jemariku.
“Itu aja kok, bingung! Barangkali dia kangen padamu. Tengoklah Ibu, Di! Eh,
kapan terakhir kali kalian bertemu?”
Teman baikku itu seperti teringat saat-saat libur kuliah yang tak pernah
kumanfaatkan untuk pulang kampung, sebaliknya malah berkunjung ke tempatnya
atau menghabiskan waktu di kos, merentang hari.
“Aku tak pernah pulang, Laili. Sudah lima tahun!”
Jawabanku membuat Laili tersedak. Pantas saja gadis itu kaget. Lima tahun
bukan waktu yang singkat.
“Kamu haru pulang secepatnya, Di! Biar aku yang memesankan tiket kereta.
Jangan lupa bawa oleh-oleh untuk Ibumu. Hm ... apa ya, kesukaan beliau?”
Tiba-tiba Laili dilanda kesibukan luar biasa.
Nilai sosial dan amanat yang dapat dianalisis dari cuplikan teks cerpen tersebut adalah ... .
teman sejati selalu memahami
pertemanan tidak berlebihan
tunjukkanlah sikap ingin membantu untuk teman baikmu
sebaiknya tidak mencampuri urusan teman
hendaknya bertanya bila ingin mengunjungi orang tua
Bacalah penggalan teks hikayat berikut dengan saksama!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam penggalan teks hikayat tersebut adalah ….
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
