wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ulangan Teks Hikayat ( Kelas X )

Total questions: 15

Worksheet time: 1hrs 11mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu

 Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ....

a)

kekacauan penduduk akibat hasutan

b)

ketidakpedulian raja kepada rakyatnya

c)

kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya

d)

kekejaman raja terhadap rakyatnya

e)

keadilan seorang raja kepada rakyatnya

2.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Suatu hari, tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur Puteri Kuning. Sang raja heran melihatnya. "Tanaman apakah ini? Batangnya bagaikan jubah puteri, daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning. Baiklah, kuberi nama ia Kemuning.!" kata raja dengan senang. Sejak itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. Bahkan, bunga-bunga kemuning bisa digunakan untuk mengharumkan rambut. Batangnya dipakai untuk membuat kotak-kotak yang indah, sedangkan kulit kayunya dibuat orang menjadi bedak. Setelah mati pun, Puteri Kuning masih memberikan kebaikan.

Nilai-nilai yang disampaikan teks hikayat tersebut adalah ....

a)

Nilai Religius

b)

Nilai moral

c)

Nilai Budaya

d)

Nilai Estetika

e)

Nilai Edukasi

3.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Maka kata orang tua itu, “Daripada mula awalnya.” Kemudian maka dikatakannya, siapa mentuanya laki-laki dan perempuan dan di mana tempat duduknya. Maka Masyhudulhakk dengan sekalian orang banyak itu pun tahulah akan salah Bedawi itu dan kebenaran orang tua itu. Maka hendaklah disakiti oleh Masyhudulhakk akan Bedawi itu. Maka Bedawi itu pun mengakulah salahnya. Demikian juga perempuan celaka itu. Lalu didera oleh Masyhudulhakk akan Bedawi itu serta dengan perempuan celaka itu seratus kali. Kemudian maka disuruhnya tobat Bedawi itu, jangan lagi ia berbuat pekerjaan demikian itu.Maka bertambah-tambah masyhurlah arif bijaksana Masyhudulhakk itu.

Isi penggalan teks hikayat tersebut adalah ….

a)

Masyhudulhakk telah berbohong kepada orang tua itu kemudian mengakui kesalahnnya dengan meminta maaf dan bertobat. Masyarakat pun memaafkan Masyhudulhakk.

b)

Masyhudulhakk telah membantu orang tua itu menyeberangi sungai.

c)

Masyhudulhakk telah membohongi masyarakat dengan menuduh Bedawi bersalah dan menghukum Bedawi. Padahal Bedawi adalah orang yang bijak dan jujur yang selalu membantu dan menyelamatkan banyak orang.

d)

Masyhudulhakk adalah orang bijak yang menyelesaikan permasalahan orang tua itu dan Bedawi yang telah curang. Berkat kebijaksanaan Masyhudulhakk kebohongan Bedawi terbongkar sehingga Bedawi harus menerima hukuman dan bertobat.

e)

Masyhudulhakk sangat banyak jasanya terhadap Bedawi. Bedawi ditolong oleh Masyhudulhakk dari kejahatan orang tua itu yang mencoba menipu Bedawi. Untunglah Bedawi bertemu Masyhudulhakk dan diselamatkan olehnya.

4.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”

 Watak permaisuri  dalam kutipan tersebut adalah …

a)

takut pada suami

b)

keras hati

c)

taat beribadah

           

        

 

d)

suka berkhayal

e)

tinggi hati

5.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputera laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri: “Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata: “Sungguh seperti kata Tuan; Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putera dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita kedua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali kekayangan kita.” Maka kata Permaisuri : “Kakang Aji, marilah kita menuju pada segala Dewa-dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.”

Amanat yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah …

 

a)

Janganlah memuja dewa-dewa.

   

  

  

   

b)

Bersabarlah dalam menghadapi musibah.

c)

Bersikaplah saling menghormati antara suami isteri.

d)

Hindarilah perbuatan yang tidak terpuji.

e)

Berdoa dan berusahalah jika menginginkan sesuatu.

6.

Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!

Tiba-tiba nasi itu berkumpul dan mengejar Kendi,periuk besar itu meenyerkup kepala Kendi dan nasi -- nasi itu menggigit tubuh kendi. Kendi menjerit meminta tolong.Di tempat yang berbeda nampak Buyung begitu kekenyangan. Dia hanya mampu memakan seekor ayam panggang saja Sembilan ekor ayam lagi terbiar di tempat pemanggang dan tiba-tiba terdengar ayam itu berbicara

 

Ayam-ayam :  "kenapa kamu tidak mau habiskan  kami?"

 

Buyung : " Aku sudah kenyang makan seekor pun aku sudah mual."

Majas yang digunakan pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .

a)

metafora

b)

simile

c)

hiperbola

d)

personifikasi

e)

sarkasme

7.

Bacalah cuplikan teks hikayat berikut dengan saksama!

Awang : " Janganlah kamu berdua tamak dan serakah,aku pun  juga lapar tetapi, jika ada nasi sepiring itu sudah cukup untukku.

 

(Kendi dan Buyung tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata Awang)

 

Kendi : ( Dengan nada mengejek)" Apa? Dengan  nasi sepiring katamu?mana boleh! Perut kita ini sangatlah lapar !"

 

Buyung : (Mengangguk tanda setuju  dengan ucapan Kendi )

Amanat yang sesuai dengan cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .

a)

hendaknya mendengarkan nasihat teman untuk kebaikan

b)

sebaiknya tidak terlalu cerewet kepada teman

c)

hendaknya tolong-menolong dalam kesulitan

d)

seharusnya teman yang mencemooh ditinggalkan saja

e)

janganlah mendengarkan nasihat teman

8.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

 

Si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri Antah Berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari rezeki. Demikian seterusnya.

Nilai-nilai yang paling dominan yang terdapat pada cuplikan teks hikayat tersebut adalah ... .

a)

nilai religius

b)

nilai moral

c)

nilai estetika

d)

nilai edukasi

e)

nilai budaya

9.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Ketika isterinya mengandung tiga bulan, ia menginginkan makan mangga yang ada di taman raja. Si Miskin menyatakan keberatannya untuk menuruti keinginan isterinya itu, tetapi istri itu makin menjadi-jadi menangisnya. Maka berkatalah si Miskin, “Diamlah. Tuan jangan menangis. Biar Kakanda pergi mencari buah mempelam itu. Jikalau dapat, Kakanda berikan kepada tuan.”Si Miskin pergi ke pasar, pulangnya membawa mempelam dan makanan-makanan yang lain. Setelah ditolak oleh isterinya, dengan hati yang sebal dan penuh ketakutan, pergilah si Miskin menghadap raja memohon mempelam. Setelah diperolehnya setangkai mangga, pulanglah ia segera. Isterinya menyambut dengan tertawa-tawa dan terus dimakannya mangga itu. Setelah genap bulannya kandungan itu, lahirlah anaknya yang pertama laki-laki bernama Marakarmah (anak di dalam kesukaran) dan diasuhnya dengan penuh kasih sayang. Ketika menggali tanah untuk keperluan membuat teratak sebagai tempat tinggal, didapatnya sebuah tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis untuk berbelanja sampai kepada anak cucunya. Dengan takdir Allah terdirilah di situ sebuah kerajaan yang komplet perlengkapannya.

Karakteristik yang dominan pada pengglan teks hikayat tersebut adalah …

a)

kekinian

b)

istana sentris

c)

pralogis

d)

statis

e)

dinamis

10.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Setelah beberapa tahun lamanya, kedua putra mahkota itu tumbuh menjadi pemuda yang gagah. Mereka dibesarkan layaknya pangeran. Semua keperluannya dilayani oleh para pengasuh. Jika bepergian, mereka selalu mendapat pengawalan dan pelindungan dari hulubalang. Kedua pangeran mendapat pendidikan, seperti anakanak pada umumnya. Namun, sebagai pangeran yang kelak akan menggantikan ayahnya, yakni Raja Indera Bungsu, kedua putra mahkota itu mendapat pendidikan tambahan. Lalu, raja mengutus patih untuk mencari guru yang baik. Mereka dididik ilmu perang, ilmu pemerintahan, ilmu bermain senjata, dan ilmu bermain kuda. Banyak ilmu yang diperoleh mereka. Kedua putra mahkota belajar ilmu berperang dan pemerintahan, di samping tentang ilmu agama.

Karakteristik yang dominan pada pengglan teks hikayat tersebut adalah … 

 

a)

istana sentris

b)

pralogis

c)

dinamis

d)

statis

e)

kekinian

11.

Jawaban lebih dari satu!

Cermati cuplikan cerpen berikut!

“Maafkan Ibu jika selama ini keras padamu Diah! Kau benar ... Ibu memang

picik! Itu karena Ibu tak ingin kau terluka. Ibu tak ingin kau kecewa. Itu sebabnya Ibu

tak pernah memujimu. Kau harus punya hati sekeras baja untuk menapaki hidup. Ibu

ingin anak bungsu Ibu menjadi sosok yang berbeda seperti rembulan merah jambu,

bukan kuning keemasan seperti yang kita lihat.”

Pada cuplikan cerpen tersebut terdapat majas ... .

a)

metafora

b)

simile

c)

personifikasi

d)

hiperbola

e)

sarkasme

12.

Jawaban lebih dari satu!

Bacalah cuplikan teks cerpen berikut dengan saksama!

Ibu menunjuk purnama yang benderang. Aku mengikuti telunjuknya. Batinku

terasa lebih segar.

Rembulan merah jambu ... itukah yang diinginkan Ibu, menjadi seseorang.

Menjadi orang dalam arti yang sebenarnya. Punya karakter dan prinsip yang berbeda.

Siap mengarungi kerasnya hidup? Itukah maksud Ibu dari sikap kerasnya selama ini?

Hatiku berbunga-bunga. Semua kehampaan, kebencian, dan kekesalanku pada

wanita tua itu tiba-tiba terbang ke awan. Aku tak lagi membencinya! Ternyata aku

cukup punya arti di mata Ibu. Aku rembulan di mata Ibu. Aku rembulan di hatinya!

Latar dan majas yang dapat dianalisis pada cuplikan teks cerpen tersebut adalah ... .

a)

pagi hari

b)

malam hari

c)

senja hari

d)

metafora

e)

simile

13.

Jawaban lebih dari satu!

Bacalah cuplikan teks cerpen berikut dengan saksama!

Cukup! Aku tak bisa menahan kesabaranku lebih lama. Darahku seperti

mendidih mendengar kalimat-kalimat Ibu. Kalau saja Ibu cukup mengenalku, kalau

saja Ibu punya sedikit kepercayaan pada anaknya sendiri? Ibu cuma percaya pada

dirinya sendiri. Seakan semua orang akam mengalami nasib buruk.

Saat ditinggal Bapak! Ya, Bapak memang meninggalkan kami. Janjinya

bahwa lelaki itu akan kembali dari kota dengan membawa perubahan pada nasib

kami, cuma omong kosong. Di sana Bapak justru menikah lagi. Dan Ibu yang

menganggap dirinya sempurna sebagai wanita, merasa sakit hati. Setelah itu semua

yang berbau pembaruan dan kemajuan dimusuhinya habis-habisan. Termasuk niatku

ke kota untuk mencari ilmu.

Majas dan alur yang dapat dianalisis pada cuplikan tersebut adalah ... .

a)

maju

b)

mundur

c)

metafora

d)

hiperbola

e)

sarkasme

14.

Jawaban lebih dari satu!

Bacalah cuplikan teks cerpen berikut dengan saksama!

“Ibuku sakit Li! Apa yang harus kulakukan?” tanyaku akhirnya tanpa daya.

Laili tersenyum. Tangannya kembali menggenggam jemariku.

“Itu aja kok, bingung! Barangkali dia kangen padamu. Tengoklah Ibu, Di! Eh,

kapan terakhir kali kalian bertemu?”

Teman baikku itu seperti teringat saat-saat libur kuliah yang tak pernah

kumanfaatkan untuk pulang kampung, sebaliknya malah berkunjung ke tempatnya

atau menghabiskan waktu di kos, merentang hari.

“Aku tak pernah pulang, Laili. Sudah lima tahun!”

Jawabanku membuat Laili tersedak. Pantas saja gadis itu kaget. Lima tahun

bukan waktu yang singkat.

“Kamu haru pulang secepatnya, Di! Biar aku yang memesankan tiket kereta.

Jangan lupa bawa oleh-oleh untuk Ibumu. Hm ... apa ya, kesukaan beliau?”

Tiba-tiba Laili dilanda kesibukan luar biasa.

Nilai sosial dan amanat yang dapat dianalisis dari cuplikan teks cerpen tersebut adalah ... .

a)

teman sejati selalu memahami

b)

pertemanan tidak berlebihan

c)

tunjukkanlah sikap ingin membantu untuk teman baikmu

d)

sebaiknya tidak mencampuri urusan teman

e)

hendaknya bertanya bila ingin mengunjungi orang tua

15.

Bacalah penggalan teks hikayat berikut  dengan saksama!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba daripadanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Amanat yang tersirat dalam penggalan teks hikayat tersebut adalah ….

a)

Basmilah jika melihat kejahatan

 

b)

Jangan menyombongkan diri

c)

Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan

d)

Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan

e)

Bersyukurlah jika mendapat pertolongan