Font size
WorksheetsSoal Audit Intern 2
Total questions: 100
Worksheet time: 59mins
yang merupakan langkah/ tahapan pelaksanaan penugasan assurance secara umum adalah sebagai berikut
Peahaman auditi – pengujian dan pengumpulan bukti – pengembangan temuan dan rekomendasi
Pengujian dan pengumpulan bukti – evaluasi bukti dan pengambilan kesimpulan – pengembangan temuan dan rekomendasi
Pengujian dan pengumpulan bukti – evaluasi bukti dan pengambilan kesimpulan – penyusunan laporan
Pengalokasian sumber daya – evaluasi bukti – pengembangan temuan
Pengembangan temuan – rekomendasi – pengujian bukti
Hal yang tidak harus diperhatikan oleh auditor saat memberikan rekomendasi adalah
Rekomendasi harus dapat dilaksanakan
Jika terdapat beberapa alternative rekomendasi dengan biaya terkait harus diusulkan
Biaya yang akan terjadi dalam pengimplementasian rekomendasi harus tidak lebih besar dari manfaat yang akan diperoleh
Mengarah pada tindakan nyata
Tidak ada jawaban yang benar
Auditor harus memiliki sikap pandang yang terbuka. Maksud dari pernyataan tersebut adalah
Auditor mempertimbangkan semua sanggahan auditi
Auditor harus menerima begitu saja semua sanggahan auditi
Auditor harus menerima sanggahan auditi yang disertai bukti yang dapat diyakini
Auditi dan auditor tidak boleh berdiskusi terkait masalah yang ditemukan
Urutan yang benar dari kegiatan di bawah ini terkait pelaporan penugasan assurance adalah
1. Distribusi laporan
2. Penyampaian simpulan sementara
3. Penyusunan laporan
4. Monitoring tindak lanjut
Distribusi laporan
2, 1, 3, 4
Penyusunan laporan
2, 3, 4, 1
Tujuan komunikasi hasil penugasan secara lisan sebelum komunikasi tertulis yang resmi diterbitkan adalah
Memastikan kepada auditi atas hasil penugasan yang tidak bisa disanggah
Evaluasi bukti dan pengambilan kesimpulan
Pengembangan temuan dan rekomendasi
Untuk memperoleh kesepakatan mengenai hasil audit
Pernyataan yang tidak sesuai dengan penyampaian hasil penugasan (communication) adalah
Pada umumnya komunikasi dilakukan dalam bentuk tatap muka
Communication adalah bagian yang tidak terpisah dari penugasan assurance
Internal auditor secara teratur berkomunikasi dengan personil kunci
Komunikasi dilakukan dengan pihak ketiga untuk meminta pendapat
Salah satu fungsi komunikasi selama proses penugasan adalah
Membantu memastikan keakuratan fakta yang ditemukan
Memperoleh informasi tentang alokasi sumber daya
Untuk menyusun rencana pengujian bukti
Untuk menilai pemahaman auditi
Banyak risiko yang muncul diakibatkan apabila pembicaraan tidak dilakukan secara bertahap, kecuali
Keseragaman pendapat mengenai masalah yang akan dibicarakan auditi
Bukti yang dapat menggugurkan temuan ditemukan setelah pembicaraan final
Perubahan materi laporan yang tidak diketahui oleh auditi
Citra yang kurang baik terhadap auditor
Dalam penyusunan pelaporan assurance, tugas pengendali teknis adalah
Menyusun konsep laporan
Memberikan terkait perubahan penting dalam temuan
Melakukan reviu konsep laporan untuk keselurahan aspek
Melakukan tindak lanjut atas temuan
Syarat kualitas komunikasi yang baik dalam laporan hasil penugasan adalah
Akurat, objektif, jelas, ringkas, kostruktif, lengkap, dan tepat waktu
Akurat, objektif, jelas, konsisten, kostruktif, rapi, dan tepat waktu
Akurat, objektif, jelas, konsisten, periodik, rapi, dan tepat waktu
Akurat, objektif, jelas, ringkas, kostruktif, rapi, dan tepat waktu
Laporan hasil penugasan harus akurat karena satu kesalahan akan mengakibatkan
Penggambaran yang benar tentang lingkup audit
Keraguan atas keandalan seluruh laporan
Sebagian laporan tidak dipercaya
Sebagian laporan tetap dipercaya keandalannya
Salah satu cara meyakinkan bahwa laporan telah memenuhi standar pelaporan adalah pengendalian mutu dengan menggunakan proses referensi. Pernyataan di bawah ini yang tidak sesuai dengan proses referensi adalah
Pengujian fakta, angka, dan tanggal telah dilaporkan dengan benar
Temuan telah didukung dengan dokumentasi audit
Simpulan dan rekomendasi secara logis didasarkan pada data pendukung
Proses yang dilakukan oleh auditor yang terlibat dalam proses audit
Laporan hasil penugasan harus adil dan berimbang yang menyajikan penilaian seluruh fakta dan kejadian yang relevan adalah penjabaran dari kualitas komunikasi yang dari yaitu aspek
Akurat
Objektif
Jelas
konstruktif
berikut adalah pernyataan yang tidak sesuai dengan kualitas komunikasi laporan hasil penugasan terkait syarat penyajian laporan secara jelas adalah
laporan harus mudah dibaca dan dipahami
ditulis dengan bahasa yang jelas dan sesederhana mungkin
istilah teknis digunakan dengan syarat harus didefinisikan dengan jelas
penggunaan bahasa teknis dan akronim
Rani adalah seorang ketua tim yang menyusun konsep laporan hasil penugasan dengan bahasa yang bertele-tele dan pengulangan yang tidak perlu. Sehingga laporam tersebut menjadi sangat panjang dan terlalu rinci, bahkan akhirnya membingungkan pembaca laporan. Dalam hal ini, komunikasi Rani tidak sesuai dengan kriteria komunikasi yaitu
Objektif
Jelas
Ringkas
Lengkap
Laporan hasil penugasan yang konstruktif adalah
Laporan harus bermanfaat bagi auditi serta membawa ke arah perbaikan
Laporan dapat digunakan untuk membuat laporan akhir penugasan
Laporan yang dikelompokkan berdasarkan bab
Laporan yang disusun dalam bentuk surat
Pernyataan di bawah ini yang tidak sesuai dengan syarat laporan yang lengkap adalah
Pembaca memperoleh pemahaman yang benar dari laporan
Berisi seluruh informasi penting dan sesuai yang mendukung rekomendasi dan temuan
Laporan hasil penugasan sangat detail dan panjang
Memasukkan informasi mengenai latar belakang permasalahan yang memadai
Suatu laporan harus bermanfaat secara maksimal, laporan yang terlambat disampaikan nilainya akan menjadi kurang bernilai bagi pengguna. Pernyataan tersebut sesuai dengan kriteria kualitas informasi yaitu
Tepat waktu
Lengkap
Konstruktif
Akurat
Laporan hasil audit dapat disusun dalam 2 bentuk, yaitu
Bab dan surat
Vertikal dan horizontal
Poin dan paragraf
Tulisan dan grafik
Kewajiban pimpinan auditi untuk melaksanakan tindak lanjut diatur dalam PP no. 60 Tahun 2008 pasal
42
43
44
45
Hal yang harus diperhatikan oleh auditor di setiap pelaksanaan audit ulangan atas suatu auditi adalah
Tindak lanjut dari rekomendasi laporan audit terdahulu
Jawaban atas tujuan audit
Kesulitan yang dihadapi entitas
Pengguna laporan hasil audit
Agar pelaksanaan tindak lanjut berjalan efektif maka perlu dilakukan
Auditor ikut serta dalam pelaksanaan tindak lanjut
Pelaporan perkembangan kemajuan tindak lanjut dari auditi secara periodik
Manajemen melakukan pengujian terhadap rekomendasi auditor
Tindak lanjut yang belum tuntas, sebaiknya diambil alih pelaksanaannya oleh auditor
Dalam pemantauan tindak lanjut hal yang harus diperhatikan adalah
Latar belakang tim pemantau
Tingkatan manajemen yang telah melaporkan pelaksanaan tindak lanjut pada pimpinan
Jumlah tim audit yang terlibat
Bukti terkait tindak lanjut dipisahkan antara yang telah tuntas dan belum tuntas
Kegiatan konsultansi dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yaitu
Advisory, training, monitoring
Audit, training, advisory
Training, fasilitative, advisory
Fasilitative, training, evaluasi
Advisory adalah salah satu bentuk konsultansi seperti
Memberikan bukti atas penyimpangan
Memberi saran selama proses pengembangan kebijakan dan prosedur
Pelatihan manajemen risisko dan pengendalian intern
Memfasilitasi penilaian mandiri terhadap pengendalian dan manajemen
Salah satu contoh kegiatan konsultansi dalam bentuk pelatihan adalah post mortem analysis yaitu
Mencarikan pelajaran yang dapat diambil dari suatu kegiatan setelah kegiatan tersebut diselesaikan
Mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dari organisasi yang serupa
Merancang kembali pengendalian dan prosedur untuk suatu area yang berubah secara signifikan
Diskusi tentang proses bisnis dan pengendalian
Jasa assurance dan konsultasi kadang digabung dalam satu penugasan yang dikenal dengan istilah
Consolidated approach
Blended engagement
Blended approach
Consolidated engagement
Keterbatasan sumber daya menjadikan fungsi auditor internal tidak dapat menerima permintaan manajemen untuk melaksanakan penugasan konsultansi sehingga perlu dilakukan pemilihan penugasan secara selektif. Pemilihan ini didasarkan pada hal berikut, kecuali
Penugasan diusulkan selama proses penilaian risiko tahunan
Penugasan spesifik yang diminta oleh manajemen
Kondisi atau perubahan-perubahan yang mengharuskan fungsi auditor internal memberi perhatian
Fleksibilitas waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaian tugas
Pada tahapan perencanaan penugasan konsultasi terdapat langkah yang pada praktiknya mungkin tidak diperlukan yaitu
Pemahaman risiko dan dan evaluasi pengendalian yang terkait
Evaluasi desain pengendalian
Penyusunan rencana penugasan
Pengalokasian sumber daya
Penugasan assurance dan konsultasi memiliki perbedaan adalah penugasan pelaksanaan assurance yang tidak ada pada pelaksanaan konsultansi adalah
Pengumpulan bukti
evaluasi bukti
Merumuskan saran/rekomendasi perbaikan
Pengujian bukti dan pengembangan temuan
Perbedaan kegiatan perencanaan dalam bidang advisory dan kegiatan perencanaan di bidang assurance adalah
Advisory dilakukan setelah rencana audit internal difinalkan, perencanaan lebih sensitif terhadap waktu dan perlu diselesaikan dalam waktu yang sangat mendesak
Setiap tahapan perencanaan cocok diterapkan pada penugasan konsultansi
Jangka waktu penugasan fleksibel
Umpan balik tidak sensitif terhadap waktu
Hal berikut yang tidak sesuai dengan langkah penentuan sasaran dan ruang lingkup penugasan konsultansi adalah
Dimulai ketika penugasan diidentifikasikan dan dijadwalkan
Perolehan kesepakatan tentang sasaran penugasan di awal penugasan
Sasaran mungkin tidak terdefinisi secara tetap
Sasaran tidak dapat diubah
Persetujuan sasaran dan ruang lingkup penugasan harus mendapat persetujuan dari manajemen pemberi tugas (pelanggan) diatur dalam
Standar IIA 2201 C1
Standar IIA 2201 C2
PP no. 60 tahun 2008 pasal 43
PP no. 60 tahun 2008 pasal 42
Dalam pelaksanaan penugasan konsultansi penting untuk memastikan bahwa saran yang diberikan memenuhi kriteria
Mencapai sasaran yang ditetapkan dalam penugasan, dapat dimengerti oleh klien, dan dapat dilaksanakan
sesuai dengan keinginan pimpinan
tergantung pada keputusan auditor
dapat dikonfirmasi dengan pendapat pihak eksternal
hal yang membedakan bentuk komunikasi penugasan assurance dan konsultansi adalah
bentuk komunikasi penugasan konsultansi harus formal
konsultansi memiliki format komunikasi yang telah ditentukan
tidak didasarkan pada bentuk komunikasi yang diekspektasikan klien
konsultansi dapat melakukan komunikasi dalam bentuk informal
Melaksanakan pemantauan dan tindak lanjut dalam konsultansi berbeda dengan pemantauan dalam assurance dalam hal
Hasil perbaikan yang dilakukan
Perlu atau tidaknya dilakukan tindak lanjut
Besarnya implikasi tindak lanjut
Jumlah perubahan yang dihasilkan
Auditor internal yang melaksanakan tugas konsultansi diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut, kecuali
Mampu memproses dan merespon informasi secara cepat
Mampu belajar dan beradaptasi secara cepat di tengah lingkungan yang dinamik
Mampu berpikir analitis dalam menyelesaikan masalah-masalah yang tidak terstruktur
Mampu melaksanakan tugas tanpa pengalaman tugas umum dan keahlian spesifik
Metode yang dilakukan dengan mengikutsertakan auditor internal di dalam proses yang ingin diperbaiki adalah
On the job training
Focus group discussion
Assesment
Best practices
Berlaku sebagai liaison dalam isu-isu pengendalian antara manajemen dengan auditor esktern, rekanan, dan kontraktor termasuk kelompok penugasan konsultansi yaitu
Assurance
Advisory
Pelatihan
Fasilitatif
Reviu rancangan pengendalian dan pemberian masukan untuk perbaikan adalah bentuk penugasan
Assurance
Advisory
Pelatihan
Fasilitatif
Memberi saran pemecahan masalah pada proyek-proyek yang berisiko tinggi seperti proyek pengembangan sistem informasi adalah jenis penugasan
Assurance
Advisory
Pelatihan
Fasilitatif
Benchmark terhadap best practices terhadap unit yang serupa adalah penugasan jenis
Assurance
Advisory
Pelatihan
Fasilitatif
Pendekatan yang digunakan dalam melakukan blended engagement adalah
Consolidated approach
Risk approach
Control approach
Management approach
Berikut ini yang bukan merupakan prosedur yang dilaksanakan dalam penugasan konsultasi adalah
Pemahaman isu-isu manajemen yang berkaitan dengan area yang sedang di reviu
Memahami lingkungan penugasan dan proses bisnis yang relevan
Perolehan informasi
Melakukan prosedur analitis
Mereviu berbagai dokumen, termasuk struktur organisasi, bagan arus proses, dan prosedur standar (SOP)
Berikut ini merupakan beberapa prosedur yang dilaksanakan dalam penugasan konsultasi, antara lain
Pemahaman isu-isu manajemen yang berkaitan dengan area yang sedang di reviu
Pengumpulan teknik audit berbantuan computer
Pemahaman pengendalian dan penetapan pengendalian yang perlu ditingkatkan
Evaluasi efisiensi pengendalian yang ada
Semua benar
Berikut merupakan langkah-langkah komunikasi :
1. Melaksanakan komunikasi yang interim dan komunikasi awal penugasan
2. Melakukan pembahasan saran dengan manajemen
3. Membangun komunikasi akhir hasil penugasan
4. Mendistribusikan komunikasi akhir hasil penugasan
5. Menentukan sifat dan bentuk komunikasi dengan pemberi tugas
6. Melaksanakan pemantauan dan tindak lanjut (jika diperlukan)
Urutkan langkah-langkah komunikasi yang benar
I,II,III,IV,VI,V
II,III,I,VI,IV,V
V,II,III,I,IV,VI
V,II,I,III,IV,VI
V,III,II,I,IV,VI
Formal atau tidaknya bentuk komunikasi, selain tergantung dari jenis jasa yang diberikan (konsultasi atau assurance) juga tergantung pada kesepakatan antara auditor dengan klien tentang materi apa yang akan disampaikan. Termasuk langkah komunikasi yang mana
Menentukan sifat dan bentuk komunikasi dengan pemberi tugas
Melakukan pembahasan saran dengan manajemen
Melaksanakan komunikasi yang interim dan komunikasi awal penugasan
Membangun komunikasi akhir hasil penugasan
Mendistribusikan komunikasi akhir hasil penugasan
Komunikasi dalam penugasan konsultasi dapat berbagai bentuk tergantung dari sifat penugasan dan ekspektasi klien, komunikasi dapat lebih informal jika dibandingkan dengan penugasan assurance misalnya cukup dengan
Presentasi
Memorandum
Semua benar
Semua salah
Penugasan konsultasi sangat sensitif terhadap waktu, hal ini mengakibatkan perlunya melakukan komunikasi segera dan sesering mungkin. Termasuk langkah komunikasi yang mana
Menentukan sifat dan bentuk komunikasi dengan pemberi tugas
Melakukan pembahasan saran dengan manajemen
Melaksanakan komunikasi yang interim dan komunikasi awal penugasan
Membangun komunikasi akhir hasil penugasan
Mendistribusikan komunikasi akhir hasil penugasan
Adanya perubahan paradigm menuntut auditor selain memberikan jasa assurance juga memberikan jasa konsultasi untuk memberikan nilai tambah dari hasil kerjanya. Nilai hasil kerja auditor internal akan bertambah jika
Sanggup mendorong pencapaian tujuan organisasi
Memudahkan peningkatan di bidang operasional
Mengurangi risiko
B dan C benar
A, B, dan C benar
Secara khusus, auditor internal yang melaksanakan kegiatan konsultasi diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut, kecuali
Memiliki keahlian memfasilitasi dan kolaborasi
Memiliki pengalaman tugas secara umum maupun keahlian spesifik
Mampu membangun hubungan baik dengan cepat dan memiliki keahlian interpersonal yang kuat
Mampu berpikir analitis dalam menyelesaikan masalah-masalah yang tidak terstruktur
Mampu belajar dan beradaptasi dengan cepat di tengah lingkungan yang statis
Perbedaan karakteristik pemrosesan secara manual dan pemrosesan komputer antara lain
Jejak transaksi manual berupa kertas dengan paraf atau tanda tangan dan tanda thick mark, sedangkan jejak pemrosesan komputer tidak tampak dalam bentuk kertas
Pemrosesan komputer menempatkan transaksi sejenis pada instruksi pemrosesan yang beda, sedangkan pemrosesan secara manual sama
Jejak transaksi manual berupa electronic invoice, sedangkan jejak pemrosesan komputer dalam bentuk yang dapat di baca computer
Semua Benar
Semua Salah
Berikut ini merupakan salah satu sistem informasi yang sudah diterapkan oleh pemerntah pusat antara lain
SAI
SIPKD
SIMKADA
SISKUDES
SIMDA
Aplikasi terpadu yang dipergunakan sebagai alat bantu pemerintah daerah yang digunakan untuk meningkatkan efektifitas implementasi dari berbagai regulasi bidang pengelolaan keuangan daerah disebut
SAI
SIPKD
SIMKADA
SISKUDES
SIMDA
Program aplikasi computer yang terintegrasi dan dapat membantu proses administrasi pemerintah daerah dari tingkat provinsi/kabupaten/kota sampai tingkat kecamatan/kelurahan disebut
SAI
SIPKD
SIMKADA
SISKUDES
SIMDA
Terdapat beberapa alasan mengapa auditor internal harus memberikan perhatian lebih pada pemanfaatan teknologi informasi organisasi antara lain, kecuali
Adanya risiko kehilangan dan kebocoran data
Kesalahan pengambilan keputusan
Penyalahgunaan computer
Kerugian kesalahan proses
Rendahnya nilai investasi TI
Software serbaguna yang dapat melakukan berbagai tugas auditor seperti pemilihan sampel, pencocokan, perhitungan ulang, dan pelaporan disebut :
Audit Command Language (ACL)
Interactive Data Extraction and Analysis (IDEA)
Computer Assisted Audit Technique (CAAT)
Generalized Audit Software (GAS)
Specialized Audit Software (SIS)
Aplikasi yang dapat membantu auditor dalam mencari transaksi sesuai kriteria yang ditentukan dari ribuan transaksi yang ada dengan menentukan jumlah populasi, mendapat data anggaran, data realisasi tahun ini dan tahun sebelumnya, serta membantu melakukan trend analisis disebut
Audit Command Language (ACL)
Interactive Data Extraction and Analysis (IDEA)
Generalized Audit Software (GAS)
Specialized Audit Software (SIS)
A dan B benar
Pada tahap pelaksanaan penugasan, aplikasi audit dapat membantu auditor dalam hal berikut, kecuali :
Melakukan pengujian dan kontrol hubungan
Menguji kontrol total
Menguji kontrol sebagian
Mengelompokan biaya dan pendapatan perbulan, perlokasi, dan persumber anggaran
Memilih sampel statistic
Pendekatan yang dapat digunakan auditor dalam melaksanakan audit, antara lain :
Audit sekitar komputer (auditing around computer)
Audit melalui komputer (auditing through computer)
Audit dengan komputer (auditing with computer)
B dan C benar
A, B, dan C benar
Pengujian hanya dilakukan sebatas pada masukan dan keluaran komputer saja, sedangkan penilaian pemrosesan sistem informasi diabaikan. Pendekatan yang dilakukan menggunakan pendekatan
Audit sekitar komputer (auditing around computer)
Audit melalui komputer (auditing through computer)
Audit dengan komputer (auditing with computer)
Audit tanpa komputer (auditing non computer)
Audit manual
Pemanfaatan computer sebagai alat untuk melakukan dokumentasi, perhitungan, perbandingan, dan sebagainya merupakan bentuk awal pendekatan
Audit sekitar komputer (auditing around computer)
Audit melalui komputer (auditing through computer)
Audit dengan komputer (auditing with computer)
Audit tanpa komputer (auditing non computer)
Audit manual
Perangkat lunak yang dirancang secara khusus sesuai kebutuhan auditor untuk situasi audit tertentu disebut
Audit Command Language (ACL)
Interactive Data Extraction and Analysis (IDEA)
Computer Assisted Audit Technique (CAAT)
Generalized Audit Software (GAS)
Specialized Audit Software (SIS)
Audit pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang telah menggunakan Sistem Informasi Akuntansi PDAM (SIA-PDAM). Dalam hal ini auditor dapat melakukan berbagai prosedur audit dengan bantuan teknologi informasi. Dibawah ini prosedur yang tidak perlu dilakukan antara lain :
Membandingkan saldo-saldo dalam laporan keuangan dengan buku besar dan transaksi pendukungnya
Pengujian tagihan kepada pelanggan berdasarkan golongan kelompok pelanggan, tarif, dan pemakaian air
Merinci biaya
Merinci jumlah pelanggan sesuai kelompoknya
Pengujian kebenaran penggnaan air
Pengiriman dan penerimaan berita antara dua orang atau lebih dengan cara yang tepat sehingga dipahami apa yang dimaksudkan disebut sebagai
Keterangan
Penjelasan
Komunikasi
Penugasan
Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam pelaksanaan audit agar berjalan efektif dan efisien dalam hal berikut, kecuali
Memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam pengujian audit
Mengendalikan dan menoordinasikan kegiatan-kegiatan tim audit
Meningkatkan mutu audit dan memperbaiki citra auditor
Proses audit dalam jangka waktu yang lama
Menurut Stephen P. Robbins, proses komunikasi meliputi 7 bagian yaitu
1. Penerima (komunikan)
2. Pesan
3. Pengkodean (encoding)
4. Pendekodean (decoding)
5. Sumber Komunikasi
6. Umpan balik
7. Saluran
Urutan yangbenar dari bagian diatas adalah
5, 6, 2, 7, 4, 1, 3
5, 1, 2, 7, 4, 3, 6
5, 3, 2, 7, 6, 1, 4
5, 3, 2, 7, 4, 1, 6
Klasifikasi komunikasi menurut cara komunikasi adalah
Intrapersonal, interpersonel, komunikasi massa
Komunikasi lisan dan tulisan
Komunikasi verbal dan non verbal
Komunikasi langsung dan tidak langsung
Klasifikasi komunikasi menurut kode yang digunakan adalah
Intrapersonal, interpersonel, komunikasi massa
Komunikasi lisan dan tulisan
Komunikasi verbal dan non verbal
Komunikasi langsung dan tidak langsung
Klasifikasi komunikasi menurut pihak yang terlibat adalah
Intrapersonal, interpersonel, komunikasi massa
Komunikasi lisan dan tulisan
Komunikasi verbal dan non verbal
Komunikasi langsung dan tidak langsung
Contoh komunikasi non verbal adalah
Kata-kata
Kalimat
Percakapan
foto
bentuk komunikasi audit ada tujuh. Bentuk komunikasi yang tidak dapat digunakan dalam rangka memperoleh bukti yang cukup dan valid adalah
wawancara dan kuesioner
presentasi dan briefing
konfirmasi dan rapat
laporan hasil audit
apabila wawancara dijadikan satu-satunya alat pengumpul data atau metode utama dalam serangkaian metode pengumpul data lainnya, maka metode wawancara berfungsi sebagai
metode primer
metode psikologi
metode pelengkap
kriteria
hal yang harus diperhatikan dalam melakukan wawancara adalah sikap pewawancara. Sikap yang tidak boleh dilakukan auditor selama wawancara adalah bersikap sebagai berikut, kecuali
sebagi polisi yang menginterogasi seorang tertuduh
sebagai mahaguru yang sedang memberikan ceramah
menimbulkan suasana penuh keakraban dan tidak kaku
kurang menghargai atau berulang-ulang memberikan celaan terhadap jawaban yang kurang disenangi
faktor penting yang perlu diperhatikan dalam konumikasi adalah hambatan. Hambatan pada komunikator dan komunikan disebabkan oleh
tiap profesi memilikiistilah teknis yang berbeda
perbedaan individu, peran, kedudukan organisasional, dan budaya
saluran komunikasi yang umumnya bersifat teknis
suasana psikologis yang terjadi saat komunikasi
berikut adalah persiapan yang dilakukan agar seseorang dapat mengendalikan dirinya dengan baik saat melakukan komunikasi, terutama komunikasi lisan, kecuali
memeriksa keyakiinan tentang komunikasi
mencetak laporan hasil audit
membangun konsep diri yang posiitif
melepaskan ketegangan dan kecemasan
komunikator harus mampu mengekspresikan diri secara efektif. Pada dasarnya ekspresi diri tidak akan efektif tanpa
Kejujuran
Ketulusan
Keterbukaan
spontanitas
jika diri, pengendalian bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan penampilan telah siap untuk membangun komunikasi dengan
membangun keakraban dengan orang lain
komunikasi langsung dengan lawan bicara
membangun konsep diri
melepaskan ketegangan
komunikasi yang bertujuan agar komunikan dapat memahami pesan yang disampaikan oleh komunikator dan komunikan memberikan umpan balik yang sesuai dengan pesan disebut
komunikasi psikologis
komunikasi efektif
komunikasi persuasif
komunikasi empatik
terdapat dua hal yang harus diperhatikan agar komunikasi menjadi efektif, yaitu
mencari solusi dan menganalisa komunikasi
menjaga ritme dan nada suara
keselarasan elemen komunikasi dengan pesan dan minimalisasi hambatan komunikasi
menciptakan dan membangun komunikasi
jenis komunikasi yang dapa dijadikan sebagai sarana untuk menghapus salah persepsi auditi atas tujuan audit adalah
komunikasi psikologis
komunikasi efektif
komunikasi persuasif
komunikasi empatik
komunikasi yang bertujuan untuk membuat komunikan memberikan umpan balik sesuai dengan keinginan komunikator adalah
komunikasi psikologis
komunikasi efektif
komunikasi persuasif
komunikasi empatik
berikut adalah contoh komunikasi efektif ketika auditor meminta data anggaran auditan adalah
auditan tidak mengerti dan tidak memberikan data tersebut
auditan mengerti permintaan auditor tetapi menolak memberikan data tersebut
auditan memberikan data lain kepada auditor
auditan meminta penjelasan tambahan dari auditor
auditor meminta kerja sama dari auditan berupa penyediaan data secara lengkap. Jika auditor melakukan komunikasi empatik maka sikap auditan seharusnya adalah
mengerti permintaan auditor dan menunda memberikan data
memahami permintaan auditor dan memberikan data secara lengkap agar auditor tidak mengalami kesulitan dalam penyelesaian tugas
menolak memberikan data kepad auditor
memberikan sebagian data kepada auditor
Komunikasi selama pelaksanaan audit terjadi antara lain berikut ini, kecuali
Auditor dengan rekan-rekan intern timnya
Auditor dengan pihak auditan
Auditor dengan pihak stakeholder
Instansi auditor dengan masyarakat
Instansi auditor dengan pihak-pihak luar
Berikut adalah contoh-contoh aturan perilaku antar-auditor yang perlu diperhatikan dalam tim audit, kecuali
Membantu rekan anggota tim untuk menyelesaikan tugasnya
Memiliki rasa kebersamaan
Memiliki rasa kekeluargaan
Menggalang kerjasama yang sehat
Menjaga penampilan sesuai dengan tugasnya sebagai auditor
Berikut ini komunikasi yang terjadi pada tahap Perencanaan Audit yaitu :
Pengarahan oleh pengendali mutu tentang bagaimana melakukan audit yang baik dan cara menjalin hubungan yang sehat dan harmonis dengan pihak auditan dan pihak ketiga yang relevan
Pemberian motivasi oleh pengendali teknis agar tiap anggota tim dapat bekerja secara maksimal dan kompak
Penyamaan persepsi antara pengendali teknis, ketua tim, dan anggota tim tentang tujuan, ruang lingkup, dan metodologi audit yang dilakukan, serta proses bisnis/operasi auditan
Saling mempercayai, menghargai, dan dapat bekerja sama dengan auditan sesuai dengan tujuan audit
Penyusunan program audit atau program kerja oleh ketua tim dibantu para anggota tim yang menjadi sarana pembagian tugas dan pengendalian pelaksanaan audit
Yang bukan merupakan tujuan komunikasi selama pelaksanaan audit antara lain, kecuali
Melaksanakan program audit sebagaimana mestinya
Mengidentifikasi permasalahan yang dijumpai dalam audit
Mengatasi masalah yang dijumpai dalam audit
Semua salah
Semua benar
Komunikasi intern tim yang dilakukan pada tahap penyiapan konsep laporan hasil audit bertujuan antara lain
Untuk mencapai kata sepakat mengenai seluruh temuan audit final
Untuk memperoleh tanggapan dan persetujuan final dari pengendali teknis bahwa seluruh temuan audit objektif dan/atau rekomendasi yang diberikan layak dan dapat dilaksanakan
Untuk memastikan bahwa kertas kerja audit telah disusun secara memadai dan substansi kertas kerja auditnya cukup sebagai bahan untuk menyusun laporan hasil audit
Semua salah
Semua benar
Kesepakatan yang terjadi pada tahap pelaporan antara lain adalah
Kesepakatan tim atas hasil-hasil audit
Penyusunan laporan hasil audit
Reviu kertas kerja dan laporan oleh pengendali teknis dan pengendali mutu
Semua benar
Semua salah
Agar terwujudnya komunikasi yang baik dengan auditan, setiap auditor perlu memperhatikan aturan perilaku dalam berinteraksi dengan pihak auditan yang meliputi hal-hal berikut ini, kecuali
Pengarahan oleh pengendali mutu tentang bagaimana melakukan audit yang baik dan cara menjalin hubungan yang sehat dan harmonis dengan pihak auditan
Menjaga penampilan sesuai dengan tugasnya sebagai auditor
Menjalin interaksi yang sehat dengan auditan
Menciptakan iklim kerja yang sehat dengan auditan
Menggalang kerjasama yang sehat dengan auditan
Berikut merupakan contoh auditor menjaga penampilan sesuai dengan tugasnya adalah
Berkomunikasi secara persuasif
Berpakaian rapi, sederhana, dan sopan sesuai dengan kelaziman
Gaya bicaya yang wajar, tidak berbelit-belit, dan menguasai pokok permasalahan
A dan B benar
B dan C benar
Berikut merupakan contoh auditor menjalin interaksi yang sehat dengan auditan adalah
Berkomunikasi secara persuasif
Memperlakukan pihak auditan sebagai subjek, bukan objek
Memahami kesibukan auditan dengan tetap menjaga kelancaran dan ketepatam pelaksanaan audit
Semua benar
Semua salah
Yang tidak termasuk kegiatan menciptakan iklim kerja yang sehat dengan auditan adalah
Menjaga independensinya terhadap auditan dengan cara menolak melaksanakan penugasan audit terhadap auditan yang memiliki hubungan pribadi atau kekeluargaan, keuangan, dan hubungan lainnya dengan dirinya
Tidak mencari informasi dari pihak yang tidak kompeten tentang masalah dan/atau orang yang diaudit
Tidak memanfaatkan auditan sebagai sumber untuk memperoleh keuntungan pribadi
Mencari informasi atau data dengan tidak berbelit-belit atau mengada-ada
Menumbuhkan dan membina sikap positif
Yang tidak termasuk kegiatan menggalang kerjasama yang sehat dengan auditan adalah
Tidak mencari informasi dari pihak yang tidak kompeten tentang masalah dan/atau orang yang diaudit
Tidak membicarakan hal-hal negatif pihak auditan kepada pihak yang tidak berkepentingan
Tidak memanfaatkan auditan sebagai sumber untuk memperoleh keuntungan pribadi
Saling mempercayai, menghargai, dan dapat bekerja sama dengan auditan sesuai dengan tujuan audit
Tidak memberikan perintah yang sifatanya pribadi kepada auditan
Komunikasi yang dimaksudkan untuk memperoleh kesamaan persepsi mengenai mekanisme pelaksanaan audit dan memperoleh kesediaan auditan untuk bekerjasama selama pelaksanaan audit merupakan komunikasi antara audit dengan auditan pada tahap
Perencanaan audit
Pelaksanaan audit
Pengevaluasian audit
Pelaporan audit
Pertanggungjawaban audit
Hal-hal yang harus diperhatikan oleh auditor agar dapat menimbulkan kesan positif agar keengganan auditan untuk bekerja sama dapat dikurangi, antara lain kecuali
Datang ketempat pertemuan tepat waktu
Menjaga penampilan dengan sebaik-baiknya
Komunikasi dengan auditan sedini mungkin
Pembicaraan perlu diawali dengan perkenalan dan pembicaraan hal-hal umum yang menarik agar tercipta suasana yang akrab dan santai
Tim audit harus menghindari pembicaraan yang dapat mempersulit atau menyinggung perasaan pihak auditan
Permintaan data secara tertulis kepada auditan minimal memuat tentang
Tanggal permintaan
Data yang diminta
Petugas yang bertanggungjawab memenuhi permintaan
Batas waktu pemenuhan permintaan
Semua benar
Dalam menyusun laporan, hasil yang diberikan auditor harus memperoleh tanggapan pejabat auditan yang bertanggung jawab, mengenai
Kesimpulan auditor
Rekomendssi auditor
Fakta yang diperoleh auditor
Perbaikan yang direncanakan
Semua benar
Rekomendasi adalah usulan rencana perbaikan yang diberikan oleh auditor internal untuk menutup gap yang terjadi antara kondisi dan kriteria. Rekomendasi diharuskan jelas, dalam hal
Batas waktu pelaksanaan rekomendasi
Proyeksi anggaran untuk melaksanakan rekomendasi
Konsekuensi yang akan timbul apabila tindak lanjut atau rekomendasi tidak dilakukan
Pihak yang melaksanakan rekomendasi
Semua jawaban benar
