WorksheetsCerita Rakyat
Total questions: 28
Worksheet time: 33mins
Contoh bentuk prosa/cerita lama
komik
pantun
fabel
cerpen
drama
Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah ....
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
a. Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.
b. Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.
c. Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.
d. Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.
e. Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata arkais yang berwarna merah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna ....
a. diusir
b. diminta
c. diperintah
d. diizinkan
e. diharapkan
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah ....
a. kemudian
b. lalu
c. maka
d. setelah itu
e. selanjutnya
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah ....
a. metafora
b. alegori
c. antonomasia
e. personifikasi
d. simile
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….
a. Hikayat Pelanduk Jenaka
b. Hikayat Gunung Indrakila
c. Hikayat Si Pendusta
d. Hikayat Orang Dahulu Kata
e. Hikayat Seekor Binatang
Bahasa yang digunakan hikayat adalah ....
a. bahasa Jawa
b. bahasa Melayu
c. bahasa Sulawesi
d. bahasa Banjarmasin
e. bahasa Indonesia
Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri ....
a. cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya
b. kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya
c. kesaktian dan keunggulan ceritanya
d. kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya
e. emustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya
Cerita hikayat tidak diketahui jelas nama pencerita dan pengarangnya disebut ....
a. arkais
b. pralogis
c. anonim
d. dominan
e. didaktik
Berikut merupakan contoh kata Arkais, kecuali ....
a. syahdan ...
b. sahibul hikayat ...
c. sebermula ...
d. alkisah ...
e. katanya ...
Maksud dari Hikayat bersifat istanasentris adalah ....
a. menggambarkan proses terbentuknya istana
b. memberikan gambaran istana secara detail
c. ceritanya berkisar kehidupan istana
d. ceritanya ditulis oleh keluarga istana
e. ceritanya tersebar di kalangan istana saja
Mukanya merah laksana kepiting rebus.
Kalimat tersebut menggunakan majas. ...
a. antonomasia
b. metafora
c. simile
d. hiperbola
e. personifikasi
Bersih sekali tempat ini, sampai–sampai bisa jadi sarang tikus merupakan contoh dari majas ....
a. majas ironi
b. majas hiperbola
c. majas personifikasi
d. majas litotes
e. majas metafora
Ungkapan yang berhubungan dengan masa lalu, berciri kuno, tua, seperti syahdan, hatta, alkisah, dan sebermula merupakan ungkapan dari ....
a. arkais
b. konotasi
c. denotasi
d. tautologi
e. konjungsi
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat tersebut adalah nilai ....
a. moral
b. sosial
c. agama
d. budaya
e. pendidikan
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu.Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat pada penggalan teks tersebut adalah ....
a. kemustahilan
b. istanasentris
c. kesaktian
d. anonim
e. bahasa
Karya sastra lama yang berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan seputar kerajaan disebut....
dongeng
hikayat
fabel
cerpen
novel
(1) bersifat imajinasi
(2) mengisahkana tentang kehidupan sehari-hari
(3) Nama penciptanya tidak diketahui
(4) bersifat menyindir
(5) bersifat menghibur
Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat?
(1); (3);(5)
(2); (4); (5)
(1);(2),(3)
(1),(2),(4)
(1),(4),(5)
Bacalah penggalan hikayat berikut!
"Janganlah adinda bertanya jua" jawab baginda dengan sedihnya. Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata-mata."
"Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekalipun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya, Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga tertolajk olehnya."(hikayat Kalilah dan Dimnah) Nilai moral yang tertuang dalam penggalan cerita di atas tampak pada perbuatan....
menghormati orang lain
mendahulukan kepentingan umum
menolong orang yang sedang menderita
menegur orang dengan bahasa yang sopan
membantu orang yang sedang bersedih hati
Berikut ini merupakan kata-kata kliseyang tidak digunakan dalam cerita sastra Melayu Klasik....
maka inilah suatu bidal Melayu
patikk, tuan, hamba
kata si emmpunya cerita
pertama-tama
hatta, tatkala
Bacalah penggalan hikayat "Indra Bangsawan" berikut!
Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya ke dua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu....
nilai moral
nilai budaya
nilai agama
nilai pendidikan
nilai sosial
Kata Hikayat berasal dari Bahasa Arab yang berarti ....
Bercerita
Berbicara
Menulis
mengarang
menggambarkan
Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama !
Kutipan hikayat (1)
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Kutipan cerpen (2)
“Memang ngapain sih Mas, ke Madura segala? Lama lagi!”
“Diajak survei sama salah satu profesor dan kontraktor, untuk perencanaan bangunan besar di sana, Dik Manis! Sekalian penelitian skripsi Mas….”
Ah, soal bangunan dan penelitian skripsi. Lalu kenapa Mas Gagah bisa berubah jadi aneh gara-gara hal tersebut? Pikirku waktu itu.
“Mas ketemu kiai hebat di Madura,” cerita Mas Gagah antusias.
“Namanya Kiai Ghufron! Subhanallah, orangnya sangat bersahaja, santri-santrinya luar biasa! Di sana Mas memakai waktu luang Mas untuk mengaji pada beliau. Dan tiba-tiba dunia jadi lebih benderang!” tambahnya penuh semangat. “Nanti kapan-kapan kita ke sana ya, Git.
Pernyatan berikut yang sesuai dengan penggalan hikayat dan cerpen tersebut adalah….
Kedua kutipan di atas menggunakan konjungsi di awal kalimat.
Kedua kutipan di atas tidak menggunakan konjungsi di awal kalimat.
Kedua kutipan di atas menggunakan konjungsi di awal dan akhir kalimat.
Kutipan(1), menggunakan konjungsi di awal kalimat sedangkan kutipan (2) tidak menggunakan konjungsi di awal kalimat.
Kutipan (1) menggunakan konjungsi di akhir kalimat sedangkan kutipan (2) menggunakan konjungsi di awal dan akhir kalimat.
Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama !
Kutipan cerpen
Entah darimana asalnya, tiada seorang warga pun yang tahu. Tiba- tiba saja datang ke kampung kami dengan pakaian tampak lusuh. Kami sempat menganggap dia adalah pengemis yang diutus kitab suci. Dia bertubuh jangkung tetapi terkesan membungkuk, barangkali karena usia. Peci melingkar di kepala. Jenggot lebat mengitari wajah. Tanpa mengenakan kacamata, membuat matanya yang hampa terlihat lebih suram, dia menawarkan pijatan dari rumah ke rumah. Kami melihat mata yang bagai selalu ingin memejam, hanya selapis putih yang terlihat. Kami pun penasaran ingin merasakan pijatannya. Maklum, tak ada tukang pijat di kampung kami, apalagi yang keliling. Biasanya kami saling pijat-memijat dengan istri di rumah masing-masing, itu pun hanya sekadarnya. Kami harus menuju ke dukun pijat di kampung sebelah bila ingin merasakan pijatan yang sungguh-sungguh atau mengurut tangan kaki kami yang terkilir.
Kutipan hikayat
Maka Si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, Si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu. (Hikayat Si Miskin)
Majas yang digunakan pada kedua kutipan tersebut adalah…
Alegori
Simile
Hiperbola
Pleonasme
Antonomasia
Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama !
Kutipan cerpen
Entah darimana asalnya, tiada seorang warga pun yang tahu. Tiba- tiba saja datang ke kampung kami dengan pakaian tampak lusuh. Kami sempat menganggap dia adalah pengemis yang diutus kitab suci. Dia bertubuh jangkung tetapi terkesan membungkuk, barangkali karena usia. Peci melingkar di kepala. Jenggot lebat mengitari wajah. Tanpa mengenakan kacamata, membuat matanya yang hampa terlihat lebih suram, dia menawarkan pijatan dari rumah ke rumah. Kami melihat mata yang bagai selalu ingin memejam, hanya selapis putih yang terlihat. Kami pun penasaran ingin merasakan pijatannya. Maklum, tak ada tukang pijat di kampung kami, apalagi yang keliling. Biasanya kami saling pijat-memijat dengan istri di rumah masing-masing, itu pun hanya sekadarnya. Kami harus menuju ke dukun pijat di kampung sebelah bila ingin merasakan pijatan yang sungguh-sungguh atau mengurut tangan kaki kami yang terkilir.
Kutipan hikayat
Maka Si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, Si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu. (Hikayat Si Miskin)
Pendeskripsian tokoh pada kedua kutipan di atas menunjukkan kalau tokoh tersebut adalah seseorang yang berasal dari….
Kaum bangsawan
Orang kebanyakan
Kerabat kerajaan
Kaum terpelajar
Orang miskin
Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama !
Kutipan cerpen
Entah darimana asalnya, tiada seorang warga pun yang tahu. Tiba- tiba saja datang ke kampung kami dengan pakaian tampak lusuh. Kami sempat menganggap dia adalah pengemis yang diutus kitab suci. Dia bertubuh jangkung tetapi terkesan membungkuk, barangkali karena usia. Peci melingkar di kepala. Jenggot lebat mengitari wajah. Tanpa mengenakan kacamata, membuat matanya yang hampa terlihat lebih suram, dia menawarkan pijatan dari rumah ke rumah. Kami melihat mata yang bagai selalu ingin memejam, hanya selapis putih yang terlihat. Kami pun penasaran ingin merasakan pijatannya. Maklum, tak ada tukang pijat di kampung kami, apalagi yang keliling. Biasanya kami saling pijat-memijat dengan istri di rumah masing-masing, itu pun hanya sekadarnya. Kami harus menuju ke dukun pijat di kampung sebelah bila ingin merasakan pijatan yang sungguh-sungguh atau mengurut tangan kaki kami yang terkilir.
Kutipan hikayat
Maka Si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, Si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu. (Hikayat Si Miskin)
Nilai yang mendominasi pada kedua kutipan tersebut adalah nilai….
Pendidikan
Sosial
Agama
Budaya
Estetika
Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama !
Kutipan cerpen
Jam dinding rumahku menunjukkan pukul 19.00 WIB. Setelah shalat berjamaah, kami sekeluarga pun makan malam bersama. Ada ayah, ibu dan aku. Memang benar aku adalah anak tunggal. Sebelum kami menghabiskan makan malam, ibu berkata jika ibu akan menginap di rumah nenek selama 2 hari untuk merawat nenek yang sedang sakit.
(Perasan seorang Ibu)
Kutipan hikayat
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat.
(Hikayat Indera Sri Bangsawan)
Nilai budaya yang ada pada kedua penggalan tersebut adalah….
Makan bersama dan membayar upeti
Sholat berjamaah dan membayar upeti
Menengok orang tua dan membayar upeti
Sholat bersama dan mengadakan sayembara
Makan bersama dan menyembuhkan penyakit
Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama!
Kutipan cerpen
Jam dinding rumahku menunjukkan pukul 19.00 WIB. Setelah shalat berjamaah, kami sekeluarga pun makan malam bersama. Ada ayah, ibu dan aku. Memang benar aku adalah anak tunggal. Sebelum kami menghabiskan makan malam, ibu berkata jika ibu akan menginap di rumah nenek selama 2 hari untuk merawat nenek yang sedang sakit. (Perasan seorang Ibu)
Kutipan Hikayat
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat embunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat.
(Hikayat Indera Bangsawan)
Pada kutipan hikayat dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasanya adalah….
Menggunakan banyak majas
Menggunakan kata penghubung di awal kalimat
Menggunakan bahasa yang digunakan sehari-hari
Menggunakan kata-kata arkais di setiap kalimat.
Menggunakan kata penghubung di awal kalimat dan kata arkais.
