Font size
WorksheetsUlangan Cerpen
Total questions: 25
Worksheet time: 41mins
Nilai sosial
Nilai moral
Nilai agama
Nilai pendidikan
Nilai budaya
. Mula-mula Mas Hari memberi tahu paman bahwa dia berkehendak memperbaiki kubur ibunya. Dalam jawabannya, paman meminta Mas Hari menangguhkan niatnya sampai paman memperoleh kepastian bahwa hal itu tidak dilarang agama. Ingatlah, agama Islam selalu mencegah perbuatan syirik, antara lain, pemujaan terhadap kubur, demikian tulis paman.
(Kubur, S. N. Ratmana)
Kutipan cerita di atas mengandung nilai...
budaya
religi
sosial
estetika
moral
“Salahkah menurut pendapatmu jika menyembah Tuhan di dunia?” tanya Haji Saleh.
“Tidak, kesalahan engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka. Karena itu, kau taat bersembahyang, tetapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu.”
(“Robohnya Surau Kami” oleh A. A. Navis)
Nilai keagamaan yang dibahas dalam penggalan cerpen di atas adalah...
Kurang mementingkan urusan duniawi.
Rajin beribadah karena ketakutan masuk neraka.
Rajin beribadah, tetapi melupakan kehidupan anak-istri.
Terlalu mementingkan urusan akhirat dengan rajin beribadah.
Meningglkan saudara-saudara sendiri dan anak-istri.
Perhatikan teks cerita berikut !
Ketika Korep dan Carmi memasuki padang sampah, bau busuk belum begitu terasa. Sinar matahari masih terhambat pepohonan di sisi timur sehingga padang sampah belum terpampang. Nanti menjelang tengah hari, padang sampah akan menguap memenuhi udara. Sopir Dalim sering mengingatkan Carmi dan Korep, jangan suka berlama-lama berada di tengah padang. “Sudah banyak pemulung meninggal karena sakit, paru-parunya membusuk,” katanya.
(Tawa Gadis Padang Sampah, Ahmad Tohari)
Unsur intrinsik yang terdapat pada penggalan cerpen tersebut adalah...
Tema dan amanat
Alur dan amanat
Latar dan alur
Alur dan gaya bahasa
Tema dan perwatakan
Perhatikan teks cerita berikut !
Ketika Korep dan Carmi memasuki padang sampah, bau busuk belum begitu terasa. Sinar matahari masih terhambat pepohonan di sisi timur sehingga padang sampah belum terpampang. Nanti menjelang tengah hari, padang sampah akan menguap memenuhi udara. Sopir Dalim sering mengingatkan Carmi dan Korep, jangan suka berlama-lama berada di tengah padang. “Sudah banyak pemulung meninggal karena sakit, paru-parunya membusuk,” katanya.
(Tawa Gadis Padang Sampah, Ahmad Tohari)
Amanat yang dapat dipetik dalam cerpen di atas adalah...
Keinginan yang tidak sejalan dengan kemampuan.
Kita harus menerima kekurangan dan kelebihan orang lain.
Antarsesama harus saling mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan.
Jangan terlalu berharap pada sesuatu.
Gantungkanlah cita-citamu setinggi mungkin.
Pengarang menempatkan dirinya sebagai "aku" di dalam cerita. Maka, pengarang menggunakan sudut padang ....
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
orang keempat
Kutipan 1
“ Cepat ke sini!”
“ Aku tidak mau!”
“ Kamu jangan nekat, ini sedang hujan lebat. Kamu akan sakit jika terus menerus jalan di tengah hujan tengah malam begini.”
Aku tak memedulikan ucapannya.
Kakiku terus melangkah tanpa tahu ujung langkah akan berhenti dimana. Hatiku terlanjur hancur.
Kutipan 2
Sebelum subuh Salena sudah bersiap. Dagangan sayurnya sudah lengkap di atas gerobak seperti pasar tradisional mini. Setengah jam kemudian, datang pelanggan pertamanya sebelum ia berkeliling. Bu Minah selalu menjadi pelanggan setianya sebelum ia berangkat dengan gerobak sayurnya. Salena baru kembali ke rumah menjelang magrib.
Perbedaan penyajian pola pengembangan kedua teks cerpen tersebut adalah....
Kutipan 1 diawali dengan latar cerita, kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh
Kutipan 1 diawali dengan aksi tokoh, sedangkan kutipan 2 diawali dengan masalah yang harus diselesaikan
Kutipan 1 diawali dengan garis besar cerita, sedangkan kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh
Kutipan diawali dengan aksi tokoh, sedangkan kutipan 2 diawali dengan garis besar tokoh
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
orang pertama sebagai tokoh utama
orang pertama sebagai tokoh sampingan
orang pertama dan ketiga
orang ketiga serba tahu
orang ketiga terbatas
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Permasalahan yang diangkat dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
ketakutan tokoh aku menyaksikan korban kecelakaan di rumah sakit
ketakutan tokoh aku disuntik obat bius
tokoh aku sedang menahan sakit perut
korban kecelakaan di rumah sakit
kekuatiran tokoh ketika diperiksa dokter di rumah sakit
Bacalah cuplikan cerita berikut!
Baik Adit maupun Alwi mulai menyadari bahwa keduanya amat terkejut. Impian masing-masing telah buyar: Teko yang bisa menangis dan selamat tinggal kemelaratan!
Kedatangan Tuan Wahyono membangunkan mereka dengan kata kata yang sedemikian datar dan dingin sehingga Alwi merasa beku seketika.
Unsur instrinsik yang tampak dalam kutipan cerpen di atas adalah....
tema
amanat
latar
penokohan
plot
Ia sendiri tersenyum basah, mengenakan toga dan memegang ijazah kelulusan. Rambutnya telah dipotong pendek. Alangkah syahdunya subuh itu datang sementara suara sember masih saja terdengar dari tape recorder yang disetel penjual roti bakar.
(Resta Gunawan, "Dini Hari di Sudut Kampus")
Nilai yang menonjol dari kutipan teks tersebut adalah ....
pendidikan
budaya
agama
sosial
ekonomi
Aku masuk ke kantor dan bersalaman dengan seorang laki-laki yang tersenyum-senyum, bernama Pak Bleoncher. Pakaiannya lebih rapi ketimbang pakaianku. Selanjutnya, ia membuka-buka tumpukan kertas, seperti menata kere serambi.
Aku yakin Anda akan puas dengannya," katanya. "Dia telah kami pilih sesuai dengan persyaratan komputer. Tidak ada yang melebihi dari seratus sepuluh orang yang memenuhi syarat di Amerika. Kami memilah tidak berdasarkan suku, agama, etnis, ataupun latar belakang regional."
Nilai-nilai kehidupan yang terkandung pada penggalan cerita terjamahan di atas adalah….
ketaatan
keramah-tamahan
kedisiplinan
ketekunan
kesetiaan
Bacalah kutipan cerita berikut!
Kenari merasa malu dan kurang percaya diri kalau berkumpul dengan teman-temannya. Tubuhnya kecil dan mengeluarkan bau tak sedap. Teman-temannya sering meledek dan menggodanya. Kenari ingin penampilannya berubah. Dia ingin buktikan kepada teman-temannya bahwa ia bisa tampil bersih dan tidak kalah besar. Kenari pun bangun pagi dan rajin membersihkan diri. Ia tidak malas lagi mencari makan. Berkat ejekan teman-temannya, dirinya membuang jauh-jauh sifat malasnya.
Nilai moral pada kutipan cerita tersebut adalah ….
dalam pergaulan harus memusnahkan sikap berkuasa
dengan teman harus saling menggoda dan meledek
berusahalah menjadi lebih baik agar percaya diri
kurang percaya diri hal biasa dalam pergaulan
ingin tampil beda dari biasanya
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
“Apa kau bilang? Jodoh? Aku tak rela kau berjodoh dengan Azrial. Akan saya carikan kau jodoh yang lebih bermartabat!”
“Apa dia salah kalau ayahnya hanya juru masak?”
“Jatuh martabat kita kalau laki-laki itu jadi suamimu. Paham kau?”
“Derajat keluarga Azrial memang seumpama lurah yang tak berbatu, seperti sawah tak berpematang, tak ada yang bisa diandalkan.” Tetapi, tidak patut rasanya, Mangkudun memandang Azrial dengan sebelah mata. Maka dengan berat hati Azrial melupakan Renggogeni. Ia hengkang dari kampung, pergi membawa luka hati.
Nilai budaya yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ...
Orang tua mencarikan jodoh untuk pasangan anaknya yang sesuai.
Seorang kekasih meninggalkan pasangannya karena miskin.
Keturunan harus dipertimbangkan untuk mencari pasangan agar sepadan.
Laki-laki harus berhasil dalam hidupnya sebelum mencari pasangan.
Orang tua berhak menolak jodoh yang dipilih anaknya.
Bacalah teks berikut!
“Hanafi, mudah-mudahan Tuhan mengampuni dosamu. Sebagai ibu yang engkau durhakai dengan lillaahitaala sudah rela mengampuni akan dikau.” Hanafi tergeletak tertawa seolah mencemooh pula,” Hai ibu, mengucap ibu dengan tulusnya barangkali ibu akan mendapatkan ilham, lalu dapat berkata dengan benar. Pada hematku ibulah juga yang banyak bersalah atas diriku.”
Keterkaitan nilai moral teks tersebut sesuai dengan kehidupan sehari-hari adalah ....
anak baik dan sopan santun
anak durhaka yang tidak perlu dicontoh
ibu yang durhaka
anak buruk hati
anak yang pamer
Cermatilah kutipan cerpen berikut !
Lebaran. Tanah boleh basah. Udara boleh lembap. Angin menyelusup di sela-sela daun gugur. Awan kelabu. Matahari sembunyi di baliknya. Hujan tiba-tiba rajin membasahi bumi. Kota menjadi basah. Terus-menerus basah. Juga jalan-jalan dan halaman rumah. Orang-orang bergegas menghindarinya. Genteng-genteng coklat di perumahan yang tumbuh merapat, berubah warna menjadi lebih tua dari biasanya.
(Tamu yang Datang Menjelang Lebaran, oleh Rahmat H. Cahyono)
Nilai yang terkandung pada kutipan cerpen tersebut adalah ....
sosial
agama
pendidikan
budaya
estetika
Bacalah kutipan cerpen berikut!
“Selanjutnya, masalah pengobatan dana perawatan, biar nanti seluruh guru di sini memikirkan,” tegas Bu Hye Kyo. Pak Jimin bersikeras tidak mau dibawa ke rumah sakit. Pak Jimin memang seorang berpendirian kuat. Meskipun bukan orang kaya, ia tidak mau dibantu begitu saja. Semua guru yang mengunjunginya, hanya menggelengkan kepala, kagum akan keteguhan Pak Jimin.
Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Pak Jimin adalah ….
Dialog antartokoh
Diceritakan tokoh lain
Diceritakan pengarang
Pelukisan tindakan
Malam itu sudah hampir setengah jam isak tangis terdengar mengalahkan lagu malam yang dinyanyikan oleh angin dan lambaian pohon kelapa belakang rumah. Rembulan purnama yang tengah asyik menemani orang-orang yang sedang tidur dengan nyenyak juga tidak disapa oleh isak tangis itu.
“ Bapak, bangun, Pak.”
“ Ada apa, Bu? Malam-malam begini kok bangun? Kok kelihatannya ada yang serius.”
Dikutip dari: Agung Webe, “Arjuna Tidak Mencari Cinta” dalam Arjuna Tidak Mencari Cinta, Bekasi, Soul Journey, 2016.
Kalimat bercetak miring dalam kutipan cerpen tersebut mengandung majas ....
Metafora
Personifikasi
Metonimia
Hiperbola
Bacalah penggalan teks cerpen di bawah ini!
Alam termasuk siswa yang paling rajin di antara teman-temannya. Ia pun tidak merasa sombong walaupun berkali-kali dia mendapat juara bela diri. Sifatnya itulah yang menyebabkan ia banyak disenangi teman-temannya.
Unsur intrinsic atau unsur pembangun teks cerpen yang dominan pada teks di atas adalah….
Penokohan
Tema
Alur
Latar
Amanat
Di bawah ini kalimat yang menggunakan kalimat bermakna lampau adalah…
Setelah Yuni pergi. Ibu dan Ayahnya menemui kakaknya di kamar.
Mula-mula Yuni marah pada orang tuanya, namun akhirnya ia pun menyadari bahwa ia salah.
Karena orang tuanya tidak menyukainya, ia pun dilarang bertemu denganya.
Namun ia tetap bersih keras ingin menemuinya.
Beberapa tahun yang lalu Yuni bertemu dengan kekasih lamanya yang ia tinggalkan.
Cermati paragraf paragraf berikut untuk menjawab soal
Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya. ”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita.
Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya, si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu tahukan si Mbok buta huruf.
Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya, Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk membantu si Mbok.
Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.
Cara pendeskripsian watak si Mbok seorang yang tidak berdaya adalah ….
secara langsung
dialog antartokoh
pikiran-pikiran tokoh
tanggapan tokoh lain
lingkungan di sekitar tokoh
Di dalam ruangan yang menyeramkan itu, dinding-dindingnya menatapku tajam.
Kalimat tersebut mengandung majas....
personifikasi
ironi
metafora
simile
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini!
1. Menentukan perwatakan
2. Menentukan sudut pandang
3. Menyajikan peristiwa yang ditentukan dalam alur
4. Menentukan latar
5. Menentukan tema
Susunan yang tepat langkah menyusun teks cerpen adalah ...
5)-1)-2)-4)-3)
5)-2)-1)-4)-3)
1)-2)-3)-4)-5)
5)-3)-1)-4)-2)
Untuk meredam kemarahan Ibu, sang keponakan membujuk-bujuknya dan menjanjikan akan menaikhajikan Ibu. Menganggap bahwa ongkos naik haji sangat mahal dan sepadan dengan hak waris atas tanah warisan itu, Ibu menyetujuinya. Tetapi, kenyataannya, sampai 40 tahun kemudian, sampai Ibu sudah renta, anak Pakde itu tak pernah memenuhi janjinya.
“Kok tega-teganya ya, itu Sarmonah membohongi Ibu. Padahal, selama sekolah dulu dia ikut Ibu,” gerutu Ibu suatu hari. (Sayap-Sayap Ibu, Ahmadun Yosi Herfanda)
Bukti bahwa watak tokoh Sarmonah pembohong dapat diketahui melalui...
Tingkah laku tokoh pakde
Ekspresi tokoh ibu
Dialog tokoh ibu
Narasi cerita
