Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL PAS GANJIL BAHASA INDONESIA KELAS VIII 2021-2022

Total questions: 42

Worksheet time: 2hrs 35mins

Name
Class
Date
1.

Alami Cuaca Ekstrem, Banjir Bandang Berpotensi Terjang Jakarta, Ini Panduan Menghadapi Banjir dari BPBD


Saat ini beberapa daerah di Indonesia tengah mengalami cuaca ekstrem.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah memperingati beberapa daerah yang rawan diterjang banjir.

Peringatan ini diberikan mengingat musim hujan kali ini akan mencapai puncaknya hingga bulan Februari.

Daerah-daerah itu adalah Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Tentunya Ibu Kota Indonesia, yaitu DKI Jakarta juga masuk ke dalam daftar daerah yang rawan mengalami banjir.

Sedangkan untuk cuaca ekstrem ini dikabarkan akan berlangsung mulai 28 Januari 2021 - 2 Februari 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga sudah mengingatkan untuk siaga menghadapi banjir bandang.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Sabdo Kurniato selaku Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta hari ini, Kamis (28/1/2021).

Berikut ini adalah cara kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sesuai dengan anjuran BPBD DKI Jakarta:


Pernyataan yang sesuai dengan isi berita adalah... .

a)

Peringatan BMKG untuk antipasi musim hujan kali ini hingga bula Februari.

b)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan siaga menghadapi banjir.

c)

Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana BPDB DKI Jakarta hari ini Kamis ( 29/ 1/2020.

d)

Kesiapsiagaan menghadapi bencana sesuai dengananjuran Kepala Daerah.

2.

Alami Cuaca Ekstrem, Banjir Bandang Berpotensi Terjang Jakarta, Ini Panduan Menghadapi Banjir dari BPBD


Saat ini beberapa daerah di Indonesia tengah mengalami cuaca ekstrem.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah memperingati beberapa daerah yang rawan diterjang banjir.

Peringatan ini diberikan mengingat musim hujan kali ini akan mencapai puncaknya hingga bulan Februari.

Daerah-daerah itu adalah Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Tentunya Ibu Kota Indonesia, yaitu DKI Jakarta juga masuk ke dalam daftar daerah yang rawan mengalami banjir.

Sedangkan untuk cuaca ekstrem ini dikabarkan akan berlangsung mulai 28 Januari 2021 - 2 Februari 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga sudah mengingatkan untuk siaga menghadapi banjir bandang.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Sabdo Kurniato selaku Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta hari ini, Kamis (28/1/2021).

Berikut ini adalah cara kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sesuai dengan anjuran BPBD DKI Jakarta:


Teks berita di atas dimulai dengan unsur berita... .

a)

Apa

b)

Siapa

c)

Mengapa

d)

Bagaimana

3.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Sabdo Kurniato selaku Kepala Pelaksana BPBDBDKI Jakarta hari ini, Kamis (28/1/2021).

Berikut ini adalah cara kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sesuai dengan anjuran BPBD DKI Jakarta:


Cuplikan berita di atas termasuk ke dalam bagian... .

a)

Orientasi

b)

Ekor berita

c)

Peristiwa

d)

Sumber berita

4.

Saat ini beberapa daerah di Indonesia tengah mengalami cuaca ekstrem.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah memperingati beberapa daerah yang rawan diterjang banjir.

Peringatan ini diberikan mengingat musim hujan kali ini akan mencapai puncaknya hingga bulan Februari.


Gagasan utama /ide pokok paragraf di atas adalah... .

a)

Peringatan musim hujan

b)

Daerah rawan banjir

c)

Cuaca ekstrim

d)

Peringatan BKMG

5.

Alami Cuaca Ekstrem, Banjir Bandang Berpotensi Terjang Jakarta, Ini Panduan Menghadapi Banjir dari BPBD


Saat ini beberapa daerah di Indonesia tengah mengalami cuaca ekstrem.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah memperingati beberapa daerah yang rawan diterjang banjir.

Peringatan ini diberikan mengingat musim hujan kali ini akan mencapai puncaknya hingga bulan Februari.

Daerah-daerah itu adalah Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Tentunya Ibu Kota Indonesia, yaitu DKI Jakarta juga masuk ke dalam daftar daerah yang rawan mengalami banjir.

Sedangkan untuk cuaca ekstrem ini dikabarkan akan berlangsung mulai 28 Januari 2021 - 2 Februari 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga sudah mengingatkan untuk siaga menghadapi banjir bandang.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Sabdo Kurniato selaku Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta hari ini, Kamis (28/1/2021).

Berikut ini adalah cara kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sesuai dengan anjuran BPBD DKI Jakarta:


Kesimpulan teks berita tersebut adalah... .

a)

Daerah-daerah yang rawan banjir tetap siaga sebelum datangnya hujan.

b)

BMKG selalu mengingatkan daerah-daerah rawan banjir

c)

Puncak musim hujan tanggal 28 Januari hingga Februari

d)

Kesiapsiagaan musim hijan sesuai anjuran kepala BPBD DKI Jakarta

6.

Penggunaan konjungsi/kata penghubung temporer adalah... .( bisa memilih jawaban lebih dari satu)

a)

Sejak

b)

Sebab

c)

Akhirnya

d)

Walaupun

7.

Daerah-daerah yang mengalami cuaca ekstrim adalah Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua. Cuaca ekstrim ini dikabarkan akan berlangsung mulai 28 Januari 2021 - 2 Februari 2021.


Kedua kalimat di atas menggunakan unsur berita... .

a)

Mengapa

b)

Siapa

c)

Di mana

d)

Kapan

8.

Ciri-ciri teks berita adalah ....

a)

Aktual bersifat baru/terkini

b)

Faktual bersifat nyata

c)

Objektif tanpa rekayasa

d)

Menggunakan unsur 5 w 1h

9.

Alami Cuaca Ekstrem, Banjir Bandang Berpotensi Terjang Jakarta, Ini Panduan Menghadapi Banjir dari BPBD


Saat ini beberapa daerah di Indonesia tengah mengalami cuaca ekstrem.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah memperingati beberapa daerah yang rawan diterjang banjir.

Peringatan ini diberikan mengingat musim hujan kali ini akan mencapai puncaknya hingga bulan Februari.

Daerah-daerah itu adalah Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Tentunya Ibu Kota Indonesia, yaitu DKI Jakarta juga masuk ke dalam daftar daerah yang rawan mengalami banjir.

Sedangkan untuk cuaca ekstrem ini dikabarkan akan berlangsung mulai 28 Januari 2021 - 2 Februari 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga sudah mengingatkan untuk siaga menghadapi banjir bandang.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Sabdo Kurniato selaku Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta hari ini, Kamis (28/1/2021).

Berikut ini adalah cara kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sesuai dengan anjuran BPBD DKI Jakarta:


Daerah yang paling rawan diterjan banjir berdasarkan teks di atas adalah... .

a)

Sumatra

b)

Maluku

c)

Manado

10.

Alami Cuaca Ekstrem, Banjir Bandang Berpotensi Terjang Jakarta, Ini Panduan Menghadapi Banjir dari BPBD


Saat ini beberapa daerah di Indonesia tengah mengalami cuaca ekstrem.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah memperingati beberapa daerah yang rawan diterjang banjir.

Peringatan ini diberikan mengingat musim hujan kali ini akan mencapai puncaknya hingga bulan Februari.

Daerah-daerah itu adalah Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Tentunya Ibu Kota Indonesia, yaitu DKI Jakarta juga masuk ke dalam daftar daerah yang rawan mengalami banjir.

Sedangkan untuk cuaca ekstrem ini dikabarkan akan berlangsung mulai 28 Januari 2021 - 2 Februari 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga sudah mengingatkan untuk siaga menghadapi banjir bandang.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Sabdo Kurniato selaku Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta hari ini, Kamis (28/1/2021).

Berikut ini adalah cara kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sesuai dengan anjuran BPBD DKI Jakarta:


Waktu cuaca ekstrim dikabarkan

a)

20 Januari samapi 28 Februari

b)

28 Februari sampai 28 Februari

c)

28 Januari samapi 2 Februari

11.

Alami Cuaca Ekstrem, Banjir Bandang Berpotensi Terjang Jakarta, Ini Panduan Menghadapi Banjir dari BPBD


Saat ini beberapa daerah di Indonesia tengah mengalami cuaca ekstrem.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah memperingati beberapa daerah yang rawan diterjang banjir.

Peringatan ini diberikan mengingat musim hujan kali ini akan mencapai puncaknya hingga bulan Februari.

Daerah-daerah itu adalah Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Tentunya Ibu Kota Indonesia, yaitu DKI Jakarta juga masuk ke dalam daftar daerah yang rawan mengalami banjir.

Sedangkan untuk cuaca ekstrem ini dikabarkan akan berlangsung mulai 28 Januari 2021 - 2 Februari 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga sudah mengingatkan untuk siaga menghadapi banjir bandang.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Sabdo Kurniato selaku Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta hari ini, Kamis (28/1/2021).

Berikut ini adalah cara kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sesuai dengan anjuran BPBD DKI Jakarta:


Jelaskan mengapa BMKG mengingatkan daerah-daerah rawan banjir?

4 lines
12.

Alami Cuaca Ekstrem, Banjir Bandang Berpotensi Terjang Jakarta, Ini Panduan Menghadapi Banjir dari BPBD


Saat ini beberapa daerah di Indonesia tengah mengalami cuaca ekstrem.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah memperingati beberapa daerah yang rawan diterjang banjir.

Peringatan ini diberikan mengingat musim hujan kali ini akan mencapai puncaknya hingga bulan Februari.

Daerah-daerah itu adalah Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Tentunya Ibu Kota Indonesia, yaitu DKI Jakarta juga masuk ke dalam daftar daerah yang rawan mengalami banjir.

Sedangkan untuk cuaca ekstrem ini dikabarkan akan berlangsung mulai 28 Januari 2021 - 2 Februari 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga sudah mengingatkan untuk siaga menghadapi banjir bandang.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Sabdo Kurniato selaku Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta hari ini, Kamis (28/1/2021).

Berikut ini adalah cara kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sesuai dengan anjuran BPBD DKI Jakarta:


Jelaskan apa yang dilakukan oleh Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta ?

4 lines
13.

Alami Cuaca Ekstrem, Banjir Bandang Berpotensi Terjang Jakarta, Ini Panduan Menghadapi Banjir dari BPBD


Saat ini beberapa daerah di Indonesia tengah mengalami cuaca ekstrem.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah memperingati beberapa daerah yang rawan diterjang banjir.

Peringatan ini diberikan mengingat musim hujan kali ini akan mencapai puncaknya hingga bulan Februari.

Daerah-daerah itu adalah Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Tentunya Ibu Kota Indonesia, yaitu DKI Jakarta juga masuk ke dalam daftar daerah yang rawan mengalami banjir.

Sedangkan untuk cuaca ekstrem ini dikabarkan akan berlangsung mulai 28 Januari 2021 - 2 Februari 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga sudah mengingatkan untuk siaga menghadapi banjir bandang.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Sabdo Kurniato selaku Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta hari ini, Kamis (28/1/2021).

Berikut ini adalah cara kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sesuai dengan anjuran BPBD DKI Jakarta:


Beberapa daerah di Indonesia telah mengalami cuaca ekstrim, informasi ini diingatkan oleh Kepala Daerah DKI.

a)

Benar

b)

Salah

14.

Alami Cuaca Ekstrem, Banjir Bandang Berpotensi Terjang Jakarta, Ini Panduan Menghadapi Banjir dari BPBD


Saat ini beberapa daerah di Indonesia tengah mengalami cuaca ekstrem.

Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sudah memperingati beberapa daerah yang rawan diterjang banjir.

Peringatan ini diberikan mengingat musim hujan kali ini akan mencapai puncaknya hingga bulan Februari.

Daerah-daerah itu adalah Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Tentunya Ibu Kota Indonesia, yaitu DKI Jakarta juga masuk ke dalam daftar daerah yang rawan mengalami banjir.

Sedangkan untuk cuaca ekstrem ini dikabarkan akan berlangsung mulai 28 Januari 2021 - 2 Februari 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga sudah mengingatkan untuk siaga menghadapi banjir bandang.

Hal ini disampaikan oleh Bapak Sabdo Kurniato selaku Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta hari ini, Kamis (28/1/2021).

Berikut ini adalah cara kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sesuai dengan anjuran BPBD DKI Jakarta:


Daftar daerah yang mengalami rawan banjir termasuk DKI Jakarta

a)

Benar

b)

Salah

15.

Perhatikan gambar tersebut!


Maksud slogan dari gambar tersebut adalah... .

a)

Kita harus ke sekolah untuk belajar,agar mendapat ilmu pengatahuan

b)

Tugas siswa ke sekolah untuk belajar,memperoleh ilmu setelah kembali ke rumah

c)

Pergi ke sekolah untuk menambah ilmu, dengan cara belajar bersama

d)

Kami pergi ke sekolah untuk belajar agar menambah ilmu pengatahuan

16.

Unsur-unsur yang terdapat pada slogan di samping adalah... .

a)

Gerak

b)

Gambar

c)

Sumber

d)

Kata-kata

17.

Unsur-unsur dalam poster adalah... .

a)

Suara

b)

Gerak

c)

Gambar

d)

Bunyi

18.

Maksud poster di samping adalah... .

a)

Buanglah sampah pada tempat yang disediakan

b)

Buang sampah sesuai aturannya ditetapkan

c)

Buang sampah sesuai jenis sampahnya.

d)

Buang sampah sesuai pebagiannya

19.

Poster di samping ditujukan kepada... .

a)

Warga yang ada di sekolah

b)

Setiap orang yang memiliki sampah

c)

Masyarakat di lingkungan sekitar

d)

Tetangga rumah di lingkungan kita

20.

Maksud slogan di samping adalah... . (bisa memilih jawaban lebih dari satu)

a)

Kebersihan sebagian dari iman

b)

Kebersihan perlu dijaga agar sehat

c)

Orang yang beriman hidup selalu bersih

d)

Kebersihan harus dijaga bagi orang yang beriman

21.

Kaidah kebahasaan dalam slogan di samping adalah... .

a)

Bahasa menarik, mencolok

b)

Menggunakan kalimat pendek

c)

Mudah diingat dan berupa kata-kata persuasif

d)

Menggunakan kata-kata sebab dan akibat

22.

Jelaskan perbedaan unsur-unsur iklan,slogan,poster!

4 lines
23.

Jelaskan di mana saja iklan tersebut ditemukan?

4 lines
24.

Berdasarkan pola penyajian iklan di samping disebut iklan media cetak

a)

Benar

b)

Salah

25.

Berdasarkan gambar di atas jenis iklan tersebut adalah iklan baris

a)

Benar

b)

Salah

26.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.


Kutipan teks di atas merupakan bagian struktur... .

a)

Tesis

b)

Argumen

c)

Penegasan ulang

d)

Kesimpulan

27.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat


Kutipan teks di atas mengandung kalimat... .

a)

Fakta

b)

.Argumen

c)

Penegasan ulang

d)

Kesimpulan

28.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa


Kutipan teks di atas merupakan struktur teks ... .

a)

Tesis

b)

Argumentasi

c)

Penegasan ulang

d)

Pendapat

29.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah

sembarangan merupakan penyebab

dari rusaknya jalan dan banjir.


Pola pengembangan teks Eksposisi di atas adalah... .

a)

Pola umum

b)

Pola khusus

c)

Pola ilustrasi

d)

Pola perbandingan

30.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Sampah-sampah itu bergabung dari beberapa tempat ;

memacetkan saluran-saluran air meluap dan banjir.


Pola pengembangan teks Eksposisi di atas adalah... .

a)

Pola ilustrasi

b)

Pola umum

c)

Pola khusus

d)

Pola perbandingan

31.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Ciri-ciri teks di atas adalah... .(bisa memilih jawaban lebih dari satu)

a)

Menjelaskan informasi-informasi pengatahuan

b)

Bersifat objektif dan netral

c)

Penjelasan disertai data-data yang akurat

d)

Menggunakan kata-kata opini atau persuasif

32.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Kaidah kebahasaan dalam teks Eksposisi yang menunjukan hubungan kausalitas adalah... . .(bisa memilih jawaban lebih dari satu)

a)

Menduga

b)

Akibatnya

c)

Karena

d)

Sebab

33.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Kata kerja mental yang terdapat pada teks di atas adalah... . (bisa memilih jawaban lebih dari satu)

a)

Diharapkan

b)

Sebaiknya

c)

Menduga

d)

Berpendapat

34.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Kata kerja persuasif yang terdapat pada teks di atas adalah... .(bisa memilih jawaban lebih dari satu)

a)

Hendaklah

b)

Perlu

c)

Demikian

d)

Sebaiknya

35.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Kalimat yang mengandung makna konotasi adalah... ..(bisa memilih jawaban lebih dari satu)

a)

Kebakaran hutan masih terus terjadi; penebangan liar semakin menaingkat

b)

Daerah yang dijadikan tempat demonstrasi itu kini seolah-olah menjadi lautan manusia.

c)

Kondisi demikian mengakibatkan marajalela penebangan liar

d)

Matanya tiba-tiba menjadi liar begitu melihat ibu-ibu yang mengenakan banyak perhiasan.

36.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Jelaskan bagaiamana pendapat Anda, tentang orang-orang membuang sampah sembarangan di kota ini !

4 lines
37.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Semua orang sudah tahu penyebab banjir di Jakarta,penyebabnya antara lain membuang sampah sembarangan,penebangan hutan berlebihan.


Berdasarkan letak gagasan utama pada awal paragraf dinamakan jenis paragraf... .

a)

Induktif

b)

Deduktif

c)

Campuran

38.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Masyarakat memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan. Ditambah lagi penebangan hutan secara berlebihan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.


Berdasarkan letak gagasan utama pada akhir paragraf,dinamakan jenis paragraf... .

a)

Campuran

b)

Induktif

c)

Deduktif

39.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan oleh beberapa hal.Hal-hal tersebut ,seperti membuang sampah sembarangan , penebangan hutan secara berlebihan,.Semua itu merupakan penyebab banjir yang sudah umum dan diketahui oleh semua orang.


Berdasarkan letak gagasan utama di awal dan di akhir, paragraf tersebut dinamakan ... .

a)

Campuran

b)

Deduktif

c)

Induktif

40.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Dari tahun ke tahun orang membuang sampah sembrangan di sungai terus meningkat.


Kalimat tersebut merupakan suatu argumen atau pendapat

a)

Benar

b)

Salah

41.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Mantan Mentri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pujiastuti mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak.

a)

Benar

b)

Salah

42.

Membuang Sampah di Sungai Membahayakan Lingkungan Sekitar


Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kegiatan membuang sampah sembarangan, misalnya ke sungai, seolah-olah sudah menjadi hal yang lazim. Padahal, bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Makin banyak juga orang-orang yang membuang sampah sembarangan di kota. Hal itu mengakibatkan aliran beberapa sungai terhalang oleh sampah-sampah tersebut sehingga ketika hujan terjadi dengan intensitas yang terus-menerus, sungai akan meluap dan menimbulkan bencana banjir.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

ya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Dari tahun ke tahun jumlah orang yang membuang sampah sembarangan di sungai terus meningkat, ini merupakan kesimpulan dari banyak pengamat.

Bahkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia. Dengan perincian sampah plastik yang dibuang ke laut bisa mencapai sembilan ton beratnya per tahun.

Manusia masih belum juga kapok dengan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir karena tingkah laku manusia itu sendiri. Misalnya banjir yang pernah terjadi di Jakata Selatan, yang disebabkan banyaknya sampah menyumbat saluran pembuangan air.

Padahal, korban karena bencana banjir tentu tidak sedikit. Tidak hanya korban luka-luka, yang meninggal dunia karena banjir juga sudah banyak.

Akan tetapi, hal-hal tersebut masih belum cukup untuk memberi kesadaran kepada orang-orang yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Seharusnya setelah mengetahui dampak yang terjadi karena ulah sendiri, orang-orang sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi supaya tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Jika tidak ada sampah di sungai, air sungai tidak akan tersumbat dan banjir bisa diminimalisasi, meskipun hujan deras terus menerpa.


Alangkah baiknya membuang samapah pada tempat yang disediakan agar tidak terjadi penymbatan saluran, mengakibatkan banjir.Kalimat tersebut merupakan saran.

a)

Benar

b)

Salah