Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

tekniks tata busana

Total questions: 51

Worksheet time: 26mins

Name
Class
Date
1.

jika dianalisa, jenis bahan yang digunakan adalah tipis tembus terang berdasarkan jenis bahan tersebut untuk mendapatkan hasil pewarnaan yang menonjol sesuai efek bahan, maka berdasarkan anlisa teknik penyelesaian adalah menggunakan

a)

cat air

b)

pensil warna

c)

eyeshadow

d)

krayon

e)

pensil bila

2.

apa bila dalam indikator esensial tertulis : merancang teknik membuat desain busana pesta untuk remaja wanita, maka butiran instrumen yang dibuat oleh guru adalah : bagaimana merancang teknik membuat desain busana pesta untuk wanita remaja ? butir tes tersebut untuk mengukur kemampuan peserta didik pada aspek

a)

kognitif, kemampuan proses berfikir menerapkan

b)

kognitif, kemampuan proses berfikir mensintetis

c)

kognitif, kemampuan proses menganalisis

d)

kognitif, kemampuan proses mengevaluasi

e)

kognitif, kemampuan proses berfikir memahami

3.

bahan tekstil dari serat protein diantaranya sutera. wool banyak digunakan untuk membuat jas, kerena serat wool memiliki sifat

a)

mudah kusut

b)

mudah rapuh

c)

tahan panas

d)

menyerap air

e)

elastisitas rendah

4.

Belahan pada bagian bawah rok, ada 2 macam yaitu belahan tumpang dan belahan biasa. Keduanya dapat diselesaikan dengan menggunakan vuring. Penyelesaian belahan tumpang adalah

a)

Bagian kiri dan kanan kampuh tidak usah ditambah

b)

Kampuh bagian kiri ditambah 5 cm dari TB, bagian kanan pas tengah belakang

c)

Bagian kiri ditambah 5 cm dari TB, bagian kanan ditambahkan 5 cm pada bagian vurin

d)

Kampuh bagian kanan ditambah 5 cm dari TB, bagian kiri pas tengah belakang

e)

Kampuh bagian kiri dan kanan ditambah 5 cm dari TB.

5.

Berbagai sikap tubuh digunakan untuk menggambarkan detail busana.


Sikap tubuh dengan rangka balok di atas dapat menampilkan detail pada

Berbagai sikap tubuh digunakan untuk menggambarkan detail busana.

a)

segala arah

b)

Depan

c)

samping kanan

d)

Belakang

e)

samping kiri

6.

Berikut ini disaji urutan pelaksanaan pembelajaran menjahit busana secara industry sesuai dengan prosedur kerja industry yang benar, urutan pelaksanaannya adalah sebagai berikut: guru memberikan penjelasan cara menyiapkan hasil pemotongan setiap komponen pola, memberikan penjelasan cara membendel, memberikan penjelasan pengelompokkan komponen, memberikan penjelasan cara melakukan penomeran sesuai urutan. Urutan kegiatan pembelajaran yang dijelaskan guru untuk penguasaan kompetensi tentang

a)

metode pengikatan dan pemberian keterangan

b)

metode penjahitan secara industri

c)

metode pengendalian mutu bahan

d)

metode pemotongan bahan

e)

metode penggelaran bahan

7.

7.

Blazer dengan desain overslag menggunakan kerah setengah tegak dengan beberapa lipatan pada bagian depan. Pemasangan vuring yang tepat agar tidak mengganggu bentuk lipatan adalah

a)

Vuring badan belakang terdapat pengembangan 2 cm, badan depan 1/2 bagian pola bahan utama

b)

Vuring badan depan dan belakang sama dengan pola bahan utama

c)

Vuring badan belakang terdapat pengembangan 2 cm, badan depan sama dengan pola bahan utama

d)

Vuring badan belakang terdapat pengembangan 2 cm, badan depan tidak menggunakan vuring

e)

Vuring badan belakang sama dengan pola bahan utama,, badan depan sama dengan pola bahan utama

8.

Blus dengan kerah kemeja berhiaskan draperi pada badan depan. Prosedur pembuatan drapery pada bagian depan pada blus tersebut adalah

a)

Menyiapkan kain arah serat memanjang, meratakan pada bagian bahu, membuat drapery pada bagian tengah muka, merapikan kain pada kerung lengan, menyemat kain pada bagian sisi.

b)

Menyiapkan kain serong, meratakan pada bagian bahu, membuat drapery bahu tertinggi, merapikan kain pada kerung lengan, menyemat kain pada bagian

sisi.

c)

Menyiapkan kain serong, meratakan pada bagian bahu,

membuat drapery bahu tertinggi, membuat lipit pada bahu, merapikan kain pada kerung lengan,

menyemat kain pada bagian sisi.

d)

Menyiapkan kain arah serat memanjang, meratakan pada bagian bahu, membuat drapery pada bagian tengah muka, membuat lipit, merapikan kain pada kerung lengan, menyemat kain pada bagian sisi.

e)

Menyiapkan kain serong, meratakan pada bagian bahu, membuat drapery pada bagian tengah muka, merapikan kain pada kerung lengan, menyemat kain pada bagian sisi

9.

Body line pada garis leher depan dan belakang dibatasi oleh

a)

Garis bahu

b)

Pangkal leher terkecil

c)

Garis tengah belakang

d)

pangkal leher terbesar

e)

garis tengah muka

10.

Bundling dilakukan setelah cutting selesai. Langkah kerja bundling adalah

a)

Menyiapkan alat dan bahan , menyatukan kumpulan gulungan kain, mengikat potongan2 kain, mengambil potongn kain dari piece nomor memberikan nomor

b)

Menyiapkan alat dan bahan , mengambil potongn kain dari piece nomor, mengikat potongan potongan kain, menyatukan kumpulan gulungan kain, , memberikan nomor

c)

Menyiapkan alat dan bahan, mengambil potongn kain dari piece nomor, menyatukan kumpulan gulungan kain, kain, memberikan nomor, mengikat potongan potongan kain

d)

Menyiapkan alat dan bahan , mengambil potongn kain dari piece nomor, , mengikat potongan potongan kain, memberikan nomor, menyatukan kumpulan gulungan kain

e)

Menyiapkan alat dan bahan , mengambil potongn kain dari piece nomor, menyatukan kumpulan gulungan kain, mengikat potongan potongan kain, memberikan nomor

11.

Bustier banyak digunakan untuk pakaian pesta yang fit pada badan. Untuk membuat pola bustier menggunakan pola dasar system

a)

charmant

b)

msyneke

c)

dress making

d)

bunka

e)

so"en

12.

Dalam belajar kompetensi serat dan penggolongan serat tekstil,guru meyakini setiap peserta didik telah memiliki persepsi dan pemahaman tentang konsep serat tekstil. Sebelum program pembelajaran dilakukan, guru memberikan test awal dengan tujuan untuk mengetahui sejauhmana pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran yang akan diberikan. Berdasarkan hasil analisis awal,dipergunakan guru untuk menyusun materi baru


yang siap untuk mengajar.Berdasarkan analisis saudara, pendekatan mengajar yang dilakukan guru tersebut menerapkan teori belajar

a)

behavioristik

b)

humanistik

c)

konveregensi

d)

kognitif

e)

konstruktivistik

13.

Dalam kompetensi dasar pembuatan busana custom made berbunyi: Membuat pola dasar secara draping hanya dengan membaca jobsheet, maka rumusan kompetensi yang dibuat oleh guru adalah untuk membekali kompetensi

a)

kemampuan pada tingkat manipulasi

b)

kemampuan pada tingkat naturalisasi

c)

kemampuan pada tingkat imitasi

d)

kemampuan pada tingkat artikulasi

e)

kemampuan pada tingkat presisi

14.

Dalam pembelajaran pembuatan busana custom-made, saat mengajarkan menjahit dress pesta guru menggunakan media jobsheet, namun sebagian peserta didik masih banyak yang bertanya karena kurang jelas. Kemudianuntuk mengurangi ketidakjelasan dalam belajar mengajar, guru menggunakan media pembelajaran video interaktif. Bila guru akan memanfaatkan pembelajaran tersebut sebagai penelitian tindakan kelas, maka penulisan rumusan masalah yang tepat adalah

a)

apakah media video interaktif dapat mengurangi kesalahan menjahit dress pesta pada pembelajaran pembuatan busana custom-made?

b)

apakah hasil menjahit dress pesta pada pembelajaran pembuatan busana custom-made dapat meningkat dengan media video interaktif?

c)

bagaimana hasil menjahit dress pesta pada pembelajaran pembuatan busana custom- made dengan menerapkan media video interaktif?

d)

apakah media video interaktif dapat meningkatkan hasil menjahit dress pesta pada pembelajaran pembuatan busana custom-made?

e)

apakah peserta didik dapat menjahit dress pestapada pembelajaran pembuatan busana custom-made dengan menerapkan media video interaktif?

15.

Desain blus dengan garis leher bulat dan variasi lengan tulip. perencanaan menjahit blus tersebut

a)

Menjahit sisi dan bahu menjahit leher dengan kumai serong, menjahit lengan, menjahit kelim

b)

Menjahit sisi dan bahu, menjahit leher dengan rompok, menjahit lengan

c)

Menjahit bahu, menjahit leher dengan depun, menjahit lengan

d)

Menjahit sisi dan bahu, menjahit leher dengan depun, menjahit lengan, menjahit kelim*

e)

Menjahit bahu, menjahit leher dengan rompok, menjahit lengan

16.

Desain busana di bawah ini mengikuti bentuk tubuh, dan dapat membentuk draperi dengan mudah maka pemilihan bahan/kain utama yang tepat adalah

a)

bahan/kain tenun dengan silang polos

b)

bahan/kain tenun dengan silang satin

c)

bahan/kain tenun dengan silang kepar

d)

bahan/kain tenun dengan silang anyaman

e)

bahan/kain tenun dengan silang anyaman

17.

Desain busana kerja memiliki garis prinses dan kerah. Pecah pola desain tersebut adalah

a)

Pecah pola garis prinses dari kerung lengan, pecah pola badan belakang, pecah pola kerah rebah, pecah pola lengan

b)

Pecah pola garis prinses dari kerung lengan, pecah pola kerah rebah, pecah pola badan belakang, , pecah pola lengan.

c)

Pecah pola garis prinses dari bahu terendah lengan, pecah pola badan belakang, membuat kerah rebah, pecah pola lengan

d)

Pecah pola garis prinses dari kerung lengan, pecah pola badan belakang, pecah pola kerah shiller, pecah pola lengan

e)

Pecah pola garis prinses dari kerung lengan, pecah pola badan belakang, pecah pola kerah setali, pecah pola lengan

18.

Desain busana pengantin memiliki lengan berbentuk balon. Teknik menjahit lengan balon adalah

a)

Bagian bawah lengan dikerut, kemudian diselesaikan dengan dirompok, bagian kerung lengan dikerut, menjahit bagian sisi lengan, kemudian dipasangkan pada pada kerung lengan

b)

Bagian bawah lengan dikerut, kemudian diselesaikan dengan dirompok, bagian kepala lengan dikerut, menjahit bagian sisi lengan, kemudian dipasangkan pada pada kerung lengan

c)

Menjahit bagian sisi lengan Bagian bawah lengan dikerut, kemudian diselesaikan

dengan dirompok, bagian lingkar lengan dikerut, kemudian dipasangkan pada pada kerung lengan

d)

Menjahit bagian sisi lengan, bagian bawah lengan dikerut, kemudian diselesaikan dengan dirompok, bagian kepala lengan dikerut, kemudian dipasangkan pada pada

kerung lengan badan

e)

Bagian bawah lengan dikerut, kemudian diselesaikan dengan dirompok, bagian puncak lengan dikerut, menjahit bagian sisi, kemudian dipasangkan pada pada kerung lengan

19.

Desain busana pesta di bawah ini menimbulkan kesan maskulin, simple dan elegan. Jenis kerah pada desain tersebut adalah

a)

kerah setengah tegak

b)

kerah setali

c)

kerah out of shoulder

d)

kerah rebah

e)

kerah pallerin

20.

Desain busana pesta di bawah ini menunjukkan kesan tinggi pada model. Untuk membuat desain busana pesta di bawah ini menjadi lebih menarik, maka digunakan proporsi tubuh

a)

8 kali tinggi kepala

b)

8 ½ kali tinggi kepala

c)

9 kali tinggi kepala

d)

10 kali tinggi kepala

e)

9 ½ kali tinggi kepala

21.

Desain busana pesta ini terdiri dari tiga bagian. Bahan yang cocok untuk desain tersebut

a)

Busana bagian luar berbahan tule, busana bagian dalam kain sifon, rok dalam kain satin

b)

Busana bagian luar berbahan lace, busana bagian dalam kain sifon, rok bagian dalam kain katun

c)

Busana bagian luar berbahan organdi, busana bagian dalam kain satin, rok bagian dalam kain katun

d)

Busana bagian luar berbahan sifon, busana bagian dalam kain tule, rok dalam kain satin

e)

Busana bagian luar berbahan tule, busana bagian dalam kain satin, rok bagian dalam kain katun

22.

Desain busana pesta memiliki langsaian maksimal, terdiri dari beberapa lipatan pada bagian pinggang dan dada.Teknik membuat pola gaun tersebut adalah

a)

Membuat pola busana langsung di atas kain

b)

Busana dibuat secara konstruksi, dibuat bagian dada terlebih dahulu, kemudian bagian rok

c)

Busana dibuat secara draping, dikerjakan bagian dada terlebih dahulu, kemudian bagian rok

d)

Busana dibuat secara kombinasi, bagian dada dibuat secara konstruksi, bagian bawah dibuat secara draping

e)

Busana dibuat secara kombinasi, bagian dada dibuat secara draping, bagian rok dibuat secara konstruksi

23.

Diharapkan pada pembelajaran kompetensi busana custom-made peserta didik mampu menjahit gaun pesta anak, maka untuk menguasai kompetensi tersebut guru merancang materi pembelajarannya yaitupeserta didik dapat menyebutkan macam-macamteknik jahit untuk pembuatan busana pesta anak, konsep teknik jahit busana pesta, ciri-ciri busana pesta anak, dan bagaimana cara mengerjakannya.Berdasarkan penguasaan kompetensi tersebut, guru dalam melaksanakan pembelajarannya menggunakan pendekatan

a)

fakta, konsep, prosedur

b)

konsep, prinsip, prosedur

c)

konsep, prosedur, prinsip

d)

fakta, prinsip, prosedur

e)

prosedur, fakta, konsep

24.

Disiapkan seorang model untuk diukur. Bagian bagian tubuh model diberi tanda menggunakan peterban. Garis badan digunakan acuan untuk mengukur

a)

Lingkar badan dan panjang muka

b)

Lingkar badan dan lebar dada

c)

Lingkar badan dan tinggi dada

d)

Lingkar badan dan ukuran uji

25.

Dress abu abu di bawah ini terdiri dari bagian atas badan yang fit dan rok bersusun serong. Peletakan pola diatas kain dilakukan dengan cara

a)

Semua pola diletakkan searah dan dengan arah serat memanjang

b)

Pola bagian badan dileakkan arah serat memanjang, pola rok susun dengan garis serong diletakkan dengan arah serong, polar ok susun dengan arah memanjang, diletakkan searah pakan

c)

Pola bagian badan dileakkan arah serat memanjang, pola rok susun dengan garis serong diletakkan dengan arah serong, polar ok susun dengan arah memanjang,

diletakkan searah lungsin

d)

Semua pola diletakkan bolak balik dan dengan arah serat memanjang

e)

Pola bagian badan dileakkan arah serat memanjang, polar ok susun diletakkan dengan arah serong

26.

Gaun pesta dibawah ini jika dipakai mengikuti bentuk badan model, dan melangsai dengan baik. Bahan yang cocok untuk gaun tersebut adalah

a)

Satin, oragandi dan lace

b)

Satin, organdi dan brokat

c)

Satin dan brokat perancis

d)

Satin dan lace

e)

Satin dan brokat jepang

27.

Guru dalam menyajikan pembelajarannyameminta peserta didik untuk bekerja sama dengan teman, untuk belajar pembuatan pola busana pesta secara draping. Mereka belajar secara kelompok kecil yang heterogen dan masing-masing anggota diberi tugas mempelajari materi pola busana pesta yang berbeda. Anggota dari tim yang berbeda dengan penugasan materi yang sama, membentuk kelompok baru untuk mendiskusikan materi yang ditugaskan. Setelah itu setiap anggota kembali ke kelompok asal, untuk menjelaskan kepada kelompoknya tentang materi yang mereka kuasai dan dilanjutkan dengan presentasi setiap tim dan memperoleh pembahasan dari guru. Proses pembelajaran yang dilakukan guru menggunakan pendekatan model pembelajaran

a)

Jigsaw

b)

cooperatives script

c)

direct instruction

d)

contextual teaching and learning

e)

STAD

28.

Guru merasa pembelajaranpraktek membuat busana kerja wanita yang dilakukannya belum efektif,hal tersebut ditunjukkan sebagian besar peserta didik bermalas-malasan dan asyik bermain gadget sendiri ketika mengikuti pembelajaran.Hal tersebut ditunjukkan 60% peserta didik yang baru mencapai kompeten. Guru ingin memperbaiki motivasi belajar peserta didik agar kompetensi menjahit busana kerja wanita juga meningkat, dengan menggunakan modul berbasis media video. Menurut saudara, judul rancangan penelitian yang tepat dituangkan dalam jrumusan penelitian tindakan kelas adalah

a)

peningkatan hasil belajar kompetensi pembuatan busana kerja wanita dengan peggunaan modul pembelajaran berbasis media video

b)

pencapaian kompetensi menjahit busana kerja wanita dengan menggunakan modul pembelajaran berbasis media video

c)

implementasi modul pembelajaran berbasis media video untuk peningkatan hasil belajar kompetensi pembuatan busana kerja wanita

d)

peningkatan motivasi belajar dengan peggunaan modul pembelajaran berbasis media video

e)

implementasi modul pembelajaran berbasis media video untuk peningkatan motivasi belajar dalam meningkatkan hasil belajar kompetensi pembuatan busana kerja wanita

29.

Hasil jahitan pada sisi gaun terdapat bagian yang berkerut, penyebabnya dan cara mengatasi masalah tersebut adalah

a)

pengatur mur, perlu pengatur mur tegangan benang yang tepat

b)

Pemilihan jarum, nomor jarum disesuaikan dengan bahan gaun

c)

pemasang jarum, perlu posisi pemasangan jarum pada tempat yang tepat

d)

meletakkan kain, perlu proses menarik kain kearah belakang mesin jahit

e)

gigi mesin, perlu pengaturan mekanisme dan knop gigi penyuap

30.

Hasil kinerja pembuatan fragmen pemasangan kerah kemeja, ditemukan 60% siswa hasil prakteknya belum memenuhi kriteria standar kompeten yang ditetapkan yaitu skor 70. Dari hasil pengamatan kesulitan belajar pembuatan fragmen disebabkan penerapan ujung kerah dengan board bagian belahan penutup muka tidak sesuai/tepat. Dalam rangka untuk memperbaiki kesulitan belajar peserta didik, guru akan melakukan perbaikan pada beberapa bagian materi pembelajaran yang dianggap sulit. Berdasarkan proses perbaikan tersebut, guru melakukan bantuan untuk perbaikan hasil belajar pada

a)

kualitas media instruksional

b)

kegiatan evaluasi

c)

kegiatan instruksional

d)

kualitas fisik bahan instruksional

e)

isi dari produk instruksional

31.

Hasil penilaian Reny dari tingkat keberanannya memperoleh skor 45 dari skor maksimum 50 yang ditetapkan oleh guru. Jika skor Rita diberi nilai 100. Berapakah nilai Nining yang memperoleh skor 43. Kriteria keberhasilan belajar dikatakan kompeten apabila mencapai 80. Bagaimana posisi hasil yang dicapai Nining dan interpretasi pencapaian kompetensi hasil belajar

a)

berada pada skor 95,6 dengan interpretasi sudah kompeten

b)

berada pada skor 95,4 dengan interpretasi hampir kompeten

c)

berada pada skor 95,2 dengan interpretasi belum kompeten

d)

berada pada skor 95,5 dengan interpretasi sudah kompeten

e)

berada pada skor 95,3 dengan interpretasi belum kompeten

32.

Hasil tes pembuatan saku vest serong pada bagian depan jas menurut guru kurang memuaskan. Berdasarkan analisis hasil ditemukan sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan sehingga kedudukan saku tidak bagus terlihat pada bagian serong terlihat mulur. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, untuk mengurang kesulitan yang dialami peserta didik, maka rancangan program dalam pembelajaran selanjutnya adalah

a)

melakukan remidi pada proses membuat saku vest serong dengan cara bahan utama perlu diberi penguat menggunakan vliselin

b)

mengulang materi proses membuat saku vest serong dengan cara bahan utama perlu diberi penguat menggunakan tricot

c)

mengulang materi proses membuat saku vest serong dengan cara bahan utama perlu diberi penguat menggunakan perekat

d)

melakukan remidi pada proses membuat saku vest serong dengan cara bahan utama perlu diberi penguat menggunakan bahan vuring

e)

mengadakan tes pada proses membuat saku vest serong dengan cara bahan utama perlu diberi penguat menggunakan kain keras

33.

Kain berasal dari serat tekstl yang berasal dari tumbuhan, hewan dan serat buatan. Serat tekstil yang apabila dibakar menhasilkan sisa pembakaran yang menggupal dan keras adalah

a)

Kapas

b)

wool

c)

serat buatan

d)

nilon

e)

poliester

34.

Kain tenun Sabu memiliki garis garis desain tenun yang menarik. Untuk memberikan ilustrasi pada hasil jadi busana dengan menggunakan bahan tersebut, desain sajian yang cocok adalah

a)

Presentation drawing

b)

Fashion Illustration

c)

Production sketching

d)

Three dimantiton drawing

e)

Design sketching

35.

Kompetensi dasar yang akan diajarkan dalam mata pelajaran pembuatan busana custom- made berbunyi: mengidentifikasi jaket (jenis,teknik penyelesaian/Pembuatan,karakteristik/ciri jenis bahan).Agar kompetensi tersebut tercapai, maka guru dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi pembelajaran pada rancangan pembelajaran hendaknya mencerminkan

a)

kemampuan menjelaskan prinsip-prinsip mengidentifikasi jaket berdasarkanjenis,teknik penyelesaian/Pembuatan,karakteristik/ciri jenis bahan

b)

kemampuan mendeskripsikan cara mengidentifikasi jaket berdasarkanjenis,teknik penyelesaian/Pembuatan,karakteristik/ciri jenis bahan

c)

kemampuan menjabarkan lebih rinci cara mengidentifikasi jaket berdasarkanjenis,teknik penyelesaian/Pembuatan,karakteristik/ciri jenis bahan

d)

kemampuan mempresentasikan jaket berdasarkan jenis,teknik penyelesaian/Pembuatan,karakteristik/ciri jenis bahan

e)

kemampuan menganalisis jaket berdasarkan jenis,teknik penyelesaian/Pembuatan,karakteristik/ciri jenis bahan

36.

Kompetensi yang diharapkan dalam pembelajaran teknologi menjahit busana adalah, Agar siswa mampu membedakan karakteristik dan penggunaan masing-masing kerah yang benar, maka melaksanakan penilaian otentik untuk mengukur pengalaman kemampuan kompestensi tersebut peserta didik diminta untuk

a)

mensintesis karakteristik dan penggunaan masing-masing kerah

b)

memahami karakteristik dan penggunaan masing-masing kerah

c)

mengimplementasikan karakteristik dan penggunaan masing-masing kerah

d)

menganalisis karakteristik dan penggunaan masing-masing kerah

e)

mengkreasikarakteristik dan penggunaan masing-masing kerah

37.

Kualitas terbaik dalam spreading dapat dicapai dengan menggunakan face/one/way, Nap/one/way., karena pada proses spreading tersebut

a)

Kain dilipat tanpa ada potongan pada bagian ujung kain, dengan arah memanjang

b)

Setiap lapis kain yang digelar menghadap ke atas, sehingga terlihat perrmukaan kain keseluruhan

c)

Kain dilipat tanpa ada potongan pada bagian ujung kain, dengan arah melebar

d)

Menggunakan prinsip open or closed sehingga hasilnya memiliki bagian yang berpasang pasangan

e)

Setiap lapis kain yang digelar menghadap ke bawah, sehingga terlihat ppermukaan tidak mudah rusak

38.

Mengurangi kelelahan punggung, leher dan lengan serta meminimalkan cedera, pada saat menjahit, maka sikap kerja harus

a)

memberi tekanan pada bahu dan mengarah lurus ke meja mesin

b)

mengurangi tekanan pada leher mengarah lurus ke meja mesin

c)

memberi tekanan pada punggung dan mengarah lurus ke meja mesin

d)

mengurangi tekanan pada lengan dan mengarah lurus ke meja mesin

e)

posisi badan tegak dan badan mengarah lurus ke meja mesin

39.

Order sheet memuat tentang

a)

times study

b)

kualitas order

c)

kuantiti order

d)

proses kerja

e)

kualitas produksi

40.

Pada pembelajaran pembuatan pola busana pesta remaja, sajian pembelajaran yang dilakukan guru, lebih melibatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, mereka diminta untuk menganalisis dan memecahkan cara merubah pola busana pesta remaja sesuai dengan desain yang diberikan, secara sistematik melalui proses identifikasi, membuat hipotesa, mengumpulkan data, menganalisis data dan mengambil kesimpulan melalui langkah-langkah tersebut, sehingga peserta didik dapat menemukan sendiri cara merubah pola busana pesta remaja yang benar, skenario mengajar yang dilakukanguru menerapkan pendekatan metode pembelajaran

a)

pengalaman lapangan

b)

inquiry

c)

resitasi

d)

pemecahan masalah

e)

proyek

41.

Pada pembuatan kemeja ditemukan standar mutu kerah kemeja tidak sejalur atau tidak cocok, hal ini disebabkan oleh kesalahan gosok sebelum proses fuse karena

a)

penyimpanan pola tidak tepat

b)

kesalahan pada saat membuat kerah

c)

kotak yang sudah disesuaikan dari

d)

penempatan kain keras yang salah

e)

posisi interlining tidak disesuaikan design stripe

42.

Pada saat mengajarkan materi tentang pemilihan jenis-jenis bahan tekstil yang terbaru, guru menggunakan media video tentang contoh-contoh bahan tekstil yang diaplikasikan pada desain busana yang dikenakan oleh seorang peragawati. Strategi pembelajaran yang dilakukan guru ini untuk memberikan wawasan kepada peserta didik agar peserta didik dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Berdasarkan hasil analisis saudara tentang kegiatan pembelajaran bahan tekstil yang dilakukan oleh guru, merupakan penerapan prinsip belajar

a)

keaktifan siswa

b)

motivasi siswa

c)

keterlibatan siswa

d)

perhatian siswa

e)

balikan dan penguatan siswa

43.

Pembuatan lubang kancing kemeja di garmen industri dilakukan dengan

a)

Mesin portable

b)

Tangan dan sepatu lubang kancing

c)

Mesin lubang kancing

d)

Sepatu lubang kancing kecil

e)

Manual dengan tangan

44.

Penataan layout marker dengan system CAD diperlukan pola siap pakai yaitu

a)

Pola tanpa kampuh

b)

Terdapat kampuh kecuali belahan

c)

Sebagian pola terdapat kampuh

d)

Terdapat kapuh dan tanda letak kancing

e)

Pola sudah diberi kampuh

45.

Penguasaha konveksi merencanakan untuk membuat 100 potong kemeja. Kain yang diperlukan 125 m, @ Rp.40.000-. 100 benang, @ Rp.2000,- ongkos jahit kemeja @ Rp. 5000,-. Biaya overhead 10% dari total biaya. Direncanakan keuntungannya adalah 25%. Pengusaha menjual kemeja perpotong

a)

Rp 79.000,-

b)

Rp. 78.400,-

c)

Rp. 80.000,-

d)

Rp. 78.375,-

e)

Rp. 78.500,-

46.

Penyeterikaan dan pengepresan dalam suatu usaha pakaian jadi merupakan faktor penting karena hasil pengepresan yang rapi dan benar sesuai urutan dapat meningkatkan kualitas busana yang dihasilkan. Urutan kerja dalam penyetrikaan atau pengepresan pada kemeja lengan pendek adalah

a)

bagian badan, garis bahu kelengan, bagian kerah

b)

bagian kerah, garis bahu kelengan, bagian badan

c)

bagian lengan, bagian badan, bagian kerah

d)

bagian kerah, bagian badan, garis bahu ke lengan

e)

bagian lengan, bagian kerah, bagian badan

47.

Perencanaan produksi blus berkaitan dengan jumlah karyawan. Dalam proses perencanaan tersebut yang harus ditentukan oleh perusahaan adalah

a)

Tata letak fasilitas

b)

Sistem produksi garmen

c)

Simbol proses kerja

d)

Time study

e)

Jumlah produksi dan jumlah karyawan

48.

Perhatikan bentuk kerah pada desain busana kerja di bawah ini. Teknik menjahit kerah tersebut menggunakan

a)

Depun

b)

Vuring dan depun

c)

Facing

d)

Kain serong

e)

Vuring

49.

Perhatikan desain busana di bawah ini.Prosedur menjahit busana pesta tersebut adalah

a)

Menjahit bustier, menjahit draperi kanan, menjahit draperi kiri, menjahit badan atas dengan bustier, menjahit rok dengan bustier

b)

Menjahit baustier, menjahit draperi kanan, menyambung bustier dengan rok, menjahit badan atas dengan bustier, menjahit drapery kiri

c)

Menjahit bustier dengan rok, menjahit badan atas dengan bustier, menjahit draperi kanan , drapery kiri

d)

Menjahit badan atas, Bustier, rok, menyambung badan atas dengan bustier, menyambung rok dengan bustier, draperi sisi kiri, draperi sisi kanan.

e)

Menjahit bustier dengan rok, menjahit draperi kanan, menjahit drapery kiri, menjahit bustier dengan badan atas

50.

Perhatikan desain busana kerja di bawah ini.

Analisis desain busana kerja tersebut adalah

a)

Desain asimetris, lengan licin, kerah shiller asimetris

b)

Desain asimetris, lengan licin, kerah rever asimetris

c)

Desain asimetris, lengan licin kerah setengah tegak asimetris

d)

Desain asimetris, lengan licin, kerah setali

e)

Desain asimetris, lengan licin, kerah setengah tegak simetris

51.

Perhatikan desain di bawah ini, Center of interest pada busana kerja terletak pada bagian belakang.

a)

Menjahit potongan pada badan belakang, menjahit pas punggung, menjahit pas pinggang

b)

Menjahit bagian atas potongan pada pas punggung, menjahit bagian bawah potongan pada pas punggng, menjahit sisi sisi potongan

c)

Menjahit potongan potongan di atas bahan, menjahit pas punggung, menjahit pas pinggang

d)

Menyambung potongan potongan , menyambung pas punggung, menjahit pas pinggang.

e)

Menyambung potongan potongan , menyambung pas punggung, menjahit pas pinggang.