Worksheetssoal akm
Total questions: 10
Worksheet time: 18mins
1. Ramin tak kunjung pulang
Ramin nyaris menjerit, tangannya tertumbuk dahan hanyut saat buru-buru sembunyi di dalam pelukan akar, untung ia segera melihat dahan itu. Hampir ia mengira mulut buaya yang siap menelan lengannya.
Teringat lagi ia pada Aco, sejak semusim lalu ia ikut Dadan karena hasil cengkehnya tak bagus, sementara tengkulaknya minta selalu dibayar. Aco tertangkap petugas saat adu mulut di warung nasi lemak lantaran ia mengumpat pada preman yang menutupi jalan.
Hari itu memang perpaduan nasib sial jatuh di hadapan Aco. Umpatannya didengar preman, adu mulut terjadi, dan petugas sedang lewat. Apes. Aco lalu dibawa petugas, digiring bagai ternak ke tengah lapangan, dipukuli dengan bengis saat mencoba kabur, ditanyai macam-macam, didenda hingga ia tak sanggup bayar, diambil hasil kerjanya satu musim, dideportasi, pulang ke rumah dengan tangan hampa, ditunggu tengkulak pula. Bah! Hilang sudah satu kebun cengkeh dirundung sial.
Gara-gara Aco juga petugas kini memburu Ramin dan Dadan. Ternyata Dadan memang sudah dicari-cari petugas karena beberapa kali memasukkan tenaga kerja tanpa izin. Ramin memang tak berpikir panjang saat berangkat kerja dengan Dadan, yang penting ia bisa membawa pulang uang untuk menikahkan anaknya, buat pengobatan sakit gula ayahnya, dan sisanya bisa ia belikan mesin cuci yang saban hari diminta istrinya.
Ramin tak mau nasib nahas Aco terjadi pada dirinya. Wajah sumringah anak gadisnya sudah terbayang girang menyambutnya dengan ransel penuh uang.
Bunyi langkah mendekat, pelan, Ramin membeku, sekuat-kuatnya menahan napas. Baginya lebih baik tak bernapas daripada tertangkap petugas-petugas berwajah garang itu. Bisik-bisik makin kencang. Ramin memutar otak. Kalau mereka melihat rumput-rumput rebah itu, atau kalau ada satu dua orang cukup jitu tebakannya, mungkin mereka bisa yakin kalau pelarian yang mereka kejar bersembunyi di antara akar pohon.
(Karya: Lina PW, Kompas, 8 Desember 2019)
Mengapa Ramin dikejar-kejar oleh petugas?
Ramin adalah teman Aco
Ramin tak membayar denda
Ramin menjadi tenaga kerja ilegal
Ramin mencuri di perkebunan teh
Teman-teman Ramin membuat kesalahan besar
2. Ramin tak kunjung pulang
Ramin nyaris menjerit, tangannya tertumbuk dahan hanyut saat buru-buru sembunyi di dalam pelukan akar, untung ia segera melihat dahan itu. Hampir ia mengira mulut buaya yang siap menelan lengannya.
Teringat lagi ia pada Aco, sejak semusim lalu ia ikut Dadan karena hasil cengkehnya tak bagus, sementara tengkulaknya minta selalu dibayar. Aco tertangkap petugas saat adu mulut di warung nasi lemak lantaran ia mengumpat pada preman yang menutupi jalan.
Hari itu memang perpaduan nasib sial jatuh di hadapan Aco. Umpatannya didengar preman, adu mulut terjadi, dan petugas sedang lewat. Apes. Aco lalu dibawa petugas, digiring bagai ternak ke tengah lapangan, dipukuli dengan bengis saat mencoba kabur, ditanyai macam-macam, didenda hingga ia tak sanggup bayar, diambil hasil kerjanya satu musim, dideportasi, pulang ke rumah dengan tangan hampa, ditunggu tengkulak pula. Bah! Hilang sudah satu kebun cengkeh dirundung sial.
Gara-gara Aco juga petugas kini memburu Ramin dan Dadan. Ternyata Dadan memang sudah dicari-cari petugas karena beberapa kali memasukkan tenaga kerja tanpa izin. Ramin memang tak berpikir panjang saat berangkat kerja dengan Dadan, yang penting ia bisa membawa pulang uang untuk menikahkan anaknya, buat pengobatan sakit gula ayahnya, dan sisanya bisa ia belikan mesin cuci yang saban hari diminta istrinya.
Ramin tak mau nasib nahas Aco terjadi pada dirinya. Wajah sumringah anak gadisnya sudah terbayang girang menyambutnya dengan ransel penuh uang.
Bunyi langkah mendekat, pelan, Ramin membeku, sekuat-kuatnya menahan napas. Baginya lebih baik tak bernapas daripada tertangkap petugas-petugas berwajah garang itu. Bisik-bisik makin kencang. Ramin memutar otak. Kalau mereka melihat rumput-rumput rebah itu, atau kalau ada satu dua orang cukup jitu tebakannya, mungkin mereka bisa yakin kalau pelarian yang mereka kejar bersembunyi di antara akar pohon.
(Karya: Lina PW, Kompas, 8 Desember 2019)
Pada paragraph terakhir, apa perasaan yang digambarkan oleh penulis tentang tokoh Ramin?
Jawaban bisa lebih dari satu.
Ketakutan
Ragu-ragu
Khawatir
Marah
3. Konteks dalam sebuah soal AKM memenuhi salah satu kriteria berikut, kecuali...
Personal
Inspiratif
Sosial Budaya
Saintifik
4. Soal-soal AKM didesain dengan konteks yang beragam dengan elaborasi tabel, grafik, ilustrasi terutama untuk jenis stimulus multiple items dengan informasi kontekstual yang informatif.
Stimulus AKM memiliki unsur sebagai berikut, kecuali...
Edukatif
Imajinatif
Menarik
Inspiratif
Keterbaruan
5. Yang bukan merupakan bentuk soal AKM adalah...
Pilihan Ganda
Pilihan Ganda Kompleks
Literasi dan Numerasi
Menjodohkan
6. Indonesia Darurat Air?
Ketersediaan sumber air di alam jumlahnya relatif tetap. Yang menjadi masalah adalah waktu ketersediaan yang berubah dan kualitasnya, karena air sebenarnya hanya mengalami proses perubahan bentuk dan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Proses tersebut dinamakan siklus hidrologi.
Diatas adalah grafik kebutuhan dan kapasitas produksi air di Jakarta pada tahun 2010 hingga 2025 (prediksi).
Pada tahun 2025, diprediksikan total kapasitas produksi air hanya dapat memenuhi … dari total kebutuhan air baku penduduk DKI Jakarta.
38%
43%
45%
46%
62%
7. Perhatikan ilustrasi dan puisi diatas!
Pada bulan Desember, tepatnya saat perayaan Hari Ibu, Albert ingin mengikuti lomba membaca puisi antarkelas yang bertemakan tentang keistimewaan seorang Ibu. Albert mencari puisi tersebut di perpustakaan. Albert menemukan buku kumpulan puisi karya Emha Ainun Najib. Setelah membacanya, ia jadi merasa menyukai puisi-puisi karya Emha Ainun Najib karena pemilihan kata yang sangat indah. Selain itu, ia juga menemukan sebuah puisi tentang ibu yang membuat Albert merasa bahwa puisi tersebut cocok dia bacakan pada saat lomba baca puisi. Berikut puisi yang ditemukan oleh Albert.
Apa alasan yang sesuai jika Albert memilih puisi “Bunda Air Mata” sebagai puisi yang ingin dibacakan pada saat lomba baca puisi?
Puisi tersebut berkaitan dengan peristiwa yang sedang dialami oleh Albert dengan ibunya.
Isi dari puisi tersebut menggambarkan sikap khusus dari seorang ibu yang perlu diketahui.
Albert sudah tertarik sejak lama dengan karya-karya dari Emha Ainun Najib.
Tema yang terdapat dalam puisi tersebut menggambarkan kehidupan seorang ibu.
Kata-kata dalam puisi Emha Ainun Najib sangatlah indah sehingga sesuai dengan syarat lomba baca puisi.
8. Pak Andi adalah seorang yang sangat menjaga asupan kalori dalam tubuhnya, agar di umur beliau yang sudah menjelang usia senja beliau masih bisa terus menjaga kesehatannya. Saat ini pak Andi berusia 50 tahun dengan tinggi badan 174 cm. Berapakah jumlah kebutuhan kalori harian pak Andi saat ini?
(a)
9. COVID 19 DKI Jakarta
Diagram di atas menunjukkan Data Pemantauan wabah karena Corona virus disease 19 (Covid 19) di DKI Jakarta. Data berdasarkan kelompok umur yang berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pantauan (PDP) per tanggal 22 Maret 2020, pukul 6.27 WIB.
Berdasarkan diagram tersebut, kelompok laki-laki usia berapakah yang diduga mudah terinfeksi Covid 19?
kurang dari 19 tahun
20-29 tahun
30-39 tahun
59-66 tahun
lebih dari 80 tahun
10. Assesmen Kompetensi Minimun mengukur ...
jawaban bisa lebih dari satu.
literasi membaca dan numerisasi sebagai hasil belajar kognitif.
sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) sebagai hasil belajar non-kognitif.
kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.
Kompetensi guru dan kepala sekolah
