Font size
S
M
L
XL
WorksheetsCh 11 hub audit internal dan external
Total questions: 15
Worksheet time: 13mins
Name
Class
Date
1.
Pentingnya dan manfaat koordinasi, bagi audit internal :
a)
Pelatihan untuk auditor internal ditingkatkan melalui suatu pertukaran teknik-teknik audit, prosedur, ide-ide, dan informasi yang baru dan berbeda.<br />
b)
Bidang-bidang untuk kerja audit iternal lebih lanjut dan prosedur-prosedur untuk memenuhi pekerjaan yang diidentifikasikan tersebut.<br />
c)
Auditor internal mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang independensi, standar audit, dan tujuan audit, serta terpacu untuk menjadi lebih profesional.<br />
d)
Penilaian audit eksternal tentang efektivitas fungsi audit internal dapat bermanfaat.<br />
e)
Hubungan dengan klien menjadi lebih baik karena adanya rasa keterlibatan melalui upaya kerja sama dan koordinasi.<br />
2.
Pentingnya dan manfaat koordinasi, bagi audit External :
a)
Pelatihan untuk auditor internal ditingkatkan melalui suatu pertukaran teknik-teknik audit, prosedur, ide-ide, dan informasi yang baru dan berbeda.<br />
b)
Auditor eksternal menerima pelatihan yang bermanfaat dari bekerja sama dan pengelolaan suatu tim audit yang meliputi auditor internal.<br />
c)
Auditor eksternal diperbolehkan untuk berkonsentrasi pada bidang-bidang yang lebih penting untuk merotasi penekanan audit.<br />
d)
Auditor eksternal mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang operasi kliennya pada bidang-bidang tertentu di dalam organisasi melalui pengalaman auditor internal pada bidang-bidang tersebut.<br />
e)
Hubungan dengan klien menjadi lebih baik karena adanya rasa keterlibatan melalui upaya kerja sama dan koordinasi.<br />
3.
Bantuan yang dapat diberikan auditor internal kepada auditor eksternal
a)
Pelatihan untuk auditor internal ditingkatkan melalui suatu pertukaran teknik-teknik audit, prosedur, ide-ide, dan informasi yang baru dan berbeda.<br />
b)
Auditor eksternal menerima pelatihan yang bermanfaat dari bekerja sama dan pengelolaan suatu tim audit yang meliputi auditor internal.<br />
c)
Memahami rancangan kontrol internal dan menentukan apakah kontrol tersebut efektif.<br />
d)
Pengurangan penentuan risiko apabila auditor internal melaksanakan prosedur yang relevan.<br />
e)
Pengurangan kerja pengujian substantif apabila auditor internal telah melaksanakan pekerjaan serupa secara intern.<br />
4.
Pemahaman Fungsi Audit Internal, persyaratan SAS No. 65:<br />
a)
Status organisasi dalam entitas.<br />
b)
Penerapan standar profesional.<br />
c)
Rencana audit.<br />
d)
Akses pada catatan, pembatasan lingkup.<br />
e)
Pengurangan kerja pengujian substantif apabila auditor internal telah melaksanakan pekerjaan serupa secara intern.<br />
5.
Penilaian kompetensi dan objektivitas, persyaratan SAS No. 65:<br />
a)
Tingkat pendidikan dan pengalaman profesi; serta<br />Sertifikasi profesi dan pendidikan yang berkelanjutan.<br />
b)
Kebijakan, program, dan prosedur audit; serta<br />Praktik yang berhubungan dengan penunjukan auditor internal.<br />
c)
Pengawasan dan penelaahan aktivitas audit internal.<br />
d)
Kualitas dokumentasi kertas kerja, laporan, dan rekomendasi.<br />
e)
Evaluasi kinerja auditor internal menurut persyaratan SAS No. 65<br />
6.
Dalam audit internal, outsourcing muncul dengan pola-pola berikut :<br />
a)
Perusahaan outsourcing mengambil alih keseluruhan fungsi audit internal<br />
b)
Perusahaan outsourcing menyelesaikan seluruh fungsi audit internal<br />
c)
Organisasi menugaskan staf dari kantor akuntan eksternal untuk melaksanakan audit internal pada suatu basis penugasan tertentu<br />
d)
Status organisasi dalam entitas.<br />
e)
Penerapan standar profesional.<br />
7.
Manfaat outsourcing bagi organisasi klien :
a)
Suatu prespektif industry dan Hilangnya kebutuhan untuk mengorganisasi dan mengelola sutu operasi non produktif<br />
b)
Tersedianya para ahli dengan beragam ketrampilan<br />
c)
Cakupan global tanpa perlu melakukan perjalanan dan masalah audit internasional<br />
d)
Akses ke perkembangan-perkembangan terkini<br />
e)
Kemampuan untuk mengubah staf berbiaya tetap dengan staf berbiaya variable dan untuk mengakomodasi persyaratan-persyaratan yang berfluktuasi<br />
8.
Kerugian outsourcing bagi organisasi klien
a)
Staf audit bukanlah karyawan yang loyal serta<br />Staf audit dimotivasi dengan aspek-aspek operasi auditor eksternal<br />
b)
Auditor eksternal dapat menarik personel audit internal untuk pekerjaan lain denagn proritas yang lebih tinggi<br />
c)
Staf audit tidak fleksibel untuk mengakomodasi situasi darurat <br />
d)
Potensi pergantian staf audit eksternal dan berlanjutanya kurva pembelajaran untuk auditor-auditor baru<br />
e)
Kurang mengenal organisasi<br />
9.
Jenis-jenis informasi yang diperlukan untuk mengembangkan suatu system komunikasi efektif
a)
Penyelesaian tugas-tugas utama - informasi tentang kertas kerja, laporan, kelemahan control internal, rekomendasi untuk manajemen puncak dan surat manajemen<br />
b)
Pendeteksian kebutuhan-kebutuhan audit – auditor internal membagi informasi dengan auditor eksternal walaupun jika informasi tersebutt sensitive<br />
c)
Pertukaran ide-ide – suatu prosedur untuk saling tukar pikiran secara rutin tentang operasi organisasi<br />
d)
Potensi pergantian staf audit eksternal dan berlanjutanya kurva pembelajaran untuk auditor-auditor baru<br />
e)
Kurang mengenal organisasi<br />
10.
Tujuan Akta Komite Audit<br />
a)
Membantu dewan komisaris dalam memenuhi tanggung jawab pengawasannya atas proses pelaporan keuangan
b)
merupakan sistem kontrol internal
c)
merupakan bagian proses audit
d)
proses perusahaan dalam mengawasi kepatuhan terhadap undang-undang.
e)
Kurang mengenal organisasi<br />
11.
Wewenang Komite Audit
a)
Menunjuk, membayar, dan mengawasi pekerjaan dari KAP<br />
b)
Meneyelesaikan perselisihan yang terjadi antara manajemen dan auditor<br />
c)
Memberi persetujuan untuk seluruh jasa audit dan non audit<br />
d)
Menyewa penasihat hukum, akuntan, untuk memberikan saran pada komite dan memberikan saran kepada komite.<br />
e)
Melakukan pertemuan dengan pejabat perusahaan, audit eksternal, atau penasihat diluar perusahaan<br />
12.
Tanggung Jawab Komite Audit :
a)
Laporan Keuangan<br />
b)
Kontrol Internal<br />
c)
Audit Internal
d)
<br />Audit Eksternal<br />
e)
Meneyelesaikan perselisihan yang terjadi antara manajemen dan auditor<br />
13.
Hubungan Pelaporan dan Pengawasan dari Komite Audit
a)
Hubungan pelaporan<br /> Pembebasan tanggung jawab secara efektif dari audit internal dalam masalah yang berkaitan dengan pelaporan keuangan, penyelenggaraan perusahaan dan kontrol perusahaan akan membutuhkan sebuah hubungan pelaporan dengan komite audit dari dewan<br />
b)
Hubungan Pengawasan<br /> Komite audit hendaknya melakukan peran pengawasan yang aktif sehubungan dengan aktivias audit internal. Fungsi pengewasan hendaknya tidak sampai hanya kepada sebuah ketentuan bahwa auditor melakukan penelaahan atas catatan keuangan dan akuntansi, laporan, dan sistem saja.<br />
c)
Hubungan Internasional
d)
Hubungan antar departemen
e)
Hubungan Manajemen dengan External Auditor
14.
Langkah Interface Komite Audit yang Lebih Efektif
a)
Memberikan agenda rapat dengan lengkap kepada para anggota komite dan pihak yang akan mereka temui jauh hari sebelum raoat dilaksanakan<br />
b)
Memastikan bahwa rapat akan dilakukan secara informatif dan terus-terang.<br />Memastikan bahwa seluruh laporan keuangan dan dokumen SEC didistribusikan kepada para anggota komite.<br />
c)
Melakukan usaha terus menerus untuk memperkenalka para anggota komite dengan operasi organisasi dan urusan yang secara signifikan mempengaruhi pelaporan keuangan.<br />
d)
Mendapatkan informasi yang objektif dari auditor eksternal dan internal.<br />
e)
Menyediakan sumber daya yang memadai agar fungsi dapat berjalan dengan efektif.<br />
15.
Hubungan Internal Audit dengan Komite Audit
a)
Meminta komite setiap tahunnya menelaah dan menyetujui akta audit internal.<br />
b)
Memasukan kedalam akta komite audit, dan penyetujuan usulan untuk outsourcing setiap aktivitas audit internal.<br />
c)
Melakukan penelaah bersama-sama atas garis besar pelaporan fungsional dan administratif dengan komite audit untuk memastikan bahwa stuktur organisasi yang berlaku memungkinkan adanya kebebasan yg memadai.<br />
d)
Membantu komite audit mengevaluasi kecukupan karyawan dan anggaran serta lingkup dan hasil dari aktivitas audit internal<br />
e)
Menyediakan sumber daya yang memadai agar fungsi dapat berjalan dengan efektif.<br />
Reset
