wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) KEPERAWATAN KRITIS TA. 2021/2022

Total questions: 40

Worksheet time: 1hrs 7mins

Name
Class
Date
1.

1.       Seorang perempuan berusia 60 tahun dirawat di Ruangan ICU dengan diagnosisIntracerebral hematoma post craniotomy rawatatan hari ke-4. Hasil pengkajian diperoleh: frekuensi napas 20x/menit dengan bantuan ventilator mode SIMV, demam suhu 38,5oC dengan nilai leukosit 25.000/mm3, hasil rontgen terbaru menunjukkan infiltrat pada kedua paru. sebelum pasien menjalani operasi gejala tersebut belum terlihat. Apakah kemungkinan diagnosis lain yang muncul pada kasus?

a)

a.       Acute respiratory distress syndrome (ARDS)

b)

b.      Ventilator associated pneumonia (VAP)

c)

c.       Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

d)

d. Respiratory failure (gagal nafas)

e)

e.       Status Aamatikus

2.

2.       Seorang laki - laki berusia 55 tahun dirawat di Ruangan ICU dengan diagnosis ensepalopati hepatikum dan  Acute respiratory distress syndrome (ARDS). Saat ini pasien menggunakan ventilator mode pressure control (PC). Hasil pengkajian: Mean arterial pressure (MAP) 80mmHg, frekuensi nadi 112 x/menit, frekuensi nafas yang di set pada ventilator 15x/menit, suhu 37,8oC, ETT paten, kesadaran soporokoma (dibawah pengaruh obat/DPO Fentanil dan profopol). Apakah masalah utama pada kasus tersebut?

a)

a.       Ganguan perfusi jaringan cerebral

b)

b.       Bersihan jalan nafas tidak efektif

c)

c.       Gangguan ventilasi spontan

d)

d. Penurunan curah jantung

e)

e.       Hipertermi

3.

3.       Seorang laki – laki, 35 tahun dirawat di ICU hari ke -1 karena mengalami sesak nafas akibat spasme bronkus. Hasil pengkajian: frekuensi nafas 25x/menit dengan batuan ventilator mode CPAP, terlihat menggunakan otot bantu nafas, batuk berdahak warna keputihan, nafas cuping hidung (-), frekuensi nadi 110x/menit, SPO2 92%, leukositosis dengan leukosit 18.000/mm3, hasil rontgen tidak menunjukkan konsolidasi. pasien mendapatkan pengobatan salbutamol dan ipatpropium bromida via nebulasi. Apakah kemungkinan diagnosis medis / penyakit pada kasus?

a)

a. Acute respiratory distress syndrome (ARDS)

b)

b.  Ventilator associated pneumonia (VAP)      

c)

c.       Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

d)

d.       Respiratory failure (gagal nafas)

e)

e.       Status Aamatikus

4.

4.       Seorang perempuan, 45 tahun dirawat di ICU hari ke -3 karena mengalami sesak nafas akibat spasme bronkus. Hasil pengkajian: frekuensi nafas 27x/menit, terlihat menggunakan otot bantu nafas, sering batuk berdahak warna keputihan, nafas cuping hidung (-), frekuensi nadi 110x/menit, SPO2 92%, leukositosis dengan leukosit 18.000/mm3, hasil rontgen tidak menunjukkan konsolidasi. pasien mendapatkan pengobatan salbutamol dan ipatpropium bromida via nebulasi dan oksigen 8 liter via NRM. Apakah kemungkinan masalah keperawatan pada kasus diatas?

a)

a.       Resiko infeksi

b)

b.      Gangguan pola nafas

c)

c.       Gangguan pertukaran gas

d)

d.      Gangguan ventilasi spontan

e)

e.      Bersihan jalan nafas tidak efektif

5.

5.       seorang laki – laki berusia 50 tahun dirawat di ruangan HCU dengan keluhan sesak nafas. pasien riwayat merokok 2 bungkus/hari. hasil pengkajian: frekuensi nafas 25x/menit, terlihat menggunakan otot bantu nafas, batuk berdahak kekuningan (-), nafas cuping hidung (-), frekuensi nadi 112x/menit, SPO2 90%, leukositosis dengan leukosit 13.000/mm3. Hasil rontgen menunjukkan kesan bronkitis dan empisema. pasien direncanakan menjalani tes spirometri. Apakah kemungkinan diagnosis medis / penyakit pada kasus?

a)

a.       Acute respiratory distress syndrome (ARDS)

b)

b.      Ventilator associated pneumonia (VAP)

c)

c.       Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

d)

d.      Respiratory failure (gagal nafas)

e)

e.      Status Aamatikus

6.

6.       Seorang laki – laki berusia 46 tahun dirawat di ruangan intensif jantung dengan hipertensi emergensi. Pasien riwayat hipertensi sudah 5 tahun namun jarang berobat rutin.  Hasil pengkajian saat masuk rumah sakit dipeoleh TD 200/120mmHg, frekuensi nadi 110x/menit, fekuensi nafas 20x/menit, suhu tubuh 37,0 oC, kreatinin  serum 2 mg/dl, ureum 70 mg/dl, gula darah sewaktu 150 mg/dl, hasil EKG menunjukkan sinus takikardia. Apakah tatalaksana yang tepat untuk pada kasus tersebut?

a)

a.       Edukasi diit rendah garam

b)

b.      Kolaborasi pelaksanaan hemodialisa

c)

c.       Kolaborasi pemberian agen hipoglikemia

d)

d.      Kolaborasi pemberian Nicardipin dan betabloker

e)

e.      Memperiapkan pasien untuk pemeriksaan ekokardiografi

7.

7.       Seorang laki – laki, 47 tahun dirawat diruangan intensif jantung karena mengalami takikardia. Pasien didignosis krisis tiroid akibat hipertiroidisme. Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat untuk menegakkan diagnosis penyakit tersebut?

a)

a.       Ekokardigrafi

b)

b.      Ekokardiografi

c)

c.       serum troponin I / T

d)

d.      Stress test / treadmil

e)

e.      Serum T3/T4 dan TSH

8.

8.       Seorang laki – laki, 50 tahun dirawat diruangan intensif jantung karena mengalami takikardia. Pasien didignosis krisis tiroid akibat hipertiroidisme. Hasil pengkajian TD 170/110mmHg, frekuensi nadi 120x/menit, fekuensi nafas 220x/menit, suhu tubuh 37,8 oC, kreatinin  serum 1 mg/dl, ureum 20 mg/dl, gula darah sewaktu 140 mg/dl.  Apakah salah satu bentuk  intervensi utama pada kasus terseput?

a)

a.       Terapi antihipetensi dan penghambat hormon tiroid

b)

b.      Terapi anipiretik untuk hipertermia

c)

c.       Persiapan operasi tiroidektomi

d)

d.      pemberian agen hipoglikemia

e)

e.      Pemantauan EKG setiap shift

9.

9.       seorang laki – laki, 55 tahun dirawat di HCU dengan stroke hemoragik post kraniotomi hari ke-10. Saat ini pasien didiagnosis mengalami hospital asociated pneumonia. Apakah jenis pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk menegakkan diganosis baru tersebut?

a)

a.       Rontgen paru dan kultur sputum

b)

b.      Pemerikaan batang tahan asam (BTA)

c)

c.       pemeriksaan analsisa gas darah

d)

d.      pemeriksaan spirometri

e)

e.      CT – Scan kepala

10.

10.       Seorang perempuan, 45 tahun dirawat di Ruangan ICU dengan diagnosis stroke iskemik dan  Acute respiratory distress syndrome (ARDS). Saat ini pasien menggunakan ventilator mode SIMV. Hasil pengkajian: Mean arterial pressure (MAP) 90mmHg, frekuensi nadi 102 x/menit, frekuensi nafas aktual 20x/menit dengan frekuensi nafas yang di set pada ventilator 15x/menit, suhu 38,0oC, ETT paten, kesadaran somnolen dengan GCS 13. Pasien mendapatkan obat neuroprotektor, obat  golongan proton pump inhibitor, nebulasi dengan bronkodilator dan antibiotik golongan sefalosporin.  Apakah intervensi utama pada kasus tersebut?

a)

a.       Nebulasi dengan bronkodilator

b)

b.      Kolaborasi pemberian obat neuroprotektor

c)

c.       Kolaborasi penggunaan ventilator mode SIMV

d)

d.      Kolaborasi pemberian antibiotik golongan sefalosporin

e)

e.      Kolaborasi pemberian obat  golongan proton pump inhibitor

11.

11.   Seorang laki – laki, 60 tahun dirawat di ICU hari ke-2 dengan diagnosis medis Ketoasisdosis diabetikum (KAD). Manakah keteranagan dibawah ini yang membedakan diagnosis pasien saat ini dengan Hipergelikemik, hiperosmolar nonketotik (HHS)?

a)

a.       Terjadinya ketosis pada KAD

b)

b.      HHS membutuhkan resusitasi cairan awal

c)

c.       Kadargula darah sewaktu pada HHS lebih tinggi

d)

d.      HHS lebih menunjukkan tanda – tanda dehidrasi

e)

e.      KAD menunjukkan analisa gas darah yang normal

12.

12.   Seorang perempuan, 55 tahun dirawat di ICU hari ke-1 dengan diagnosis medis Ketoasisdosis diabetikum (KAD). Hasil pemeriksaan penunjang menunjukkan  terdapatnya keton pada tubuh pasien akibat pemecahan asam lemak menjadi glukosa (glukoneogenesis). Apakah jenis pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada kasus?

a)

a.       Pemeriksaan urinalisis

b)

b.      Pemeriksaan kimia darah

c)

c.       Pemeriksaan kultur darah

d)

d.      Pemeriksaan darah lengkap

e)

e.      Periksaan faktor pembekuan darah

13.

13.   Seorang perempuan, 23 tahun baru dirawat di ICU dengan diagnosis medis ketoasisdosis diabetik. Pasien menderita DM Tipe I sejak usia 13 tahun. Hasil  pemeriksaan TD 150/90 mmHg, frekuansi napas 30x/menit,   frekuensi nadi 112x/menit,  Suhu 38,6 0C , kesadaran apatis dengan GCS 14, saat ini pasien menggunakan ventilator mode CPAP Pemeriksaan laboratorium: GDS 672 mg/dl, HT 45 %, leukosit 14,87x103/uL, albumin 2,77 g/dL, ureum 35,2 mg/dL, kreatinin 1,36 mg/dL, AGDA menunjukkan asidosis metabolik.  Apakah diagnosis keperawatan utama pada kasus tersebut?

a)

a.       Gangguan perfusi jaringan cerebral

b)

b.      Gangguan ventilasi spontan

c)

c.       Gangguan pertukaran gas

d)

d. Ketidaksabilan gula darah

e)

e.      Risiko infeksi

14.

14.   Seorang laki – laki, 50 tahun baru akan dipinahkan dari IGD kei HCU dengan diagnosis medis ketoasisdosis diabetik. Pasien menderita DM Tipe II tidak terkontrol. Hasil  pemeriksaan TD 160/90 mmHg, frekuansi napas 29x/menit,  frekuensi nadi 105x/menit,  Suhu 38,0 oC, akral dingin, CRT 3 detik,  kesadaran apatis dengan GCS 14. Pemeriksaan laboratorium: GDS 520 mg/dl, HT 50 %, leukosit 16,87x103/uL, ureum 30,2 mg/dL, kreatinin 1,02 mg/dL, AGDA menunjukkan asidosis metabolik.  Apakah intervensi utama pada kasus tersebut?

a)

a.       Kolaborasi resusitasi cairan dan titrasi insulin

b)

b.      Pemberian terapi bikarbonat

c)

c.       Pemberian oksigen via NRM

d)

d.      Pemberian antipiretik

e)

e.      Pemberian anibiotik

15.

15.   Seorang laki – laki berusia 56 tahun dibawa akan dipindahkan dari IGD ke ruangan HCU. Pasien datang dengan penurunan kesadaran dan riwayat diabetes tipe 2 tidak terkontrol. Hasil pemeriksaan kesadaran somnolen dengan GCS 13, akral hangat, TD 170/90 mmHg, frekuansi napas 30x/menit,  frekuensi nadi 110x/menit,  Suhu 36,0 oC, gula darah sewaktu 27 mg/dL. Apakah intervensi yang tepat pada kasus diatas?

a)

a.       Pemberian insulin subkutan

b)

b.      Pemberian sirup gula / teh manis

c)

c.       Pemberian cairan infus ringer laktat

d)

d.      Pemberian cairan Dektrose 40% intravena

e)

e.      Pembatasan aktifitas untuk menurunakan metabolisme tubuh

16.

16.   Seorang laki – laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD karena tubuhnya terpapar bubuk kimia berbahan dasar alkali kuat. Kedua lengan bawah tampak melepuh (kemerahan). Terdapat sisa serbuk kimia pada pakaian kerja korban. Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan perawat?

a)

a.       Mengeloskan saleb antiseptik

b)

b.      Mengirigasi luka korban sengan air keran

c)

c.       Melakukan stop, drop dan roll pada korban

d)

d.      Melepaskan semua aksesoris yang menyimpan panas dari tubuh korban

e)

e.      Meyikat bubuk kimia dari pakaian dan tubuh korban serta membuka pakaian korban

17.

17.   Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke IGD dengan setelah lengan kanan tersiram air panas. Tampak bula pada area luka bakar pada lengan kanan.  Derajat berapakah luka bakar pasien sesuai kasus?

a)

a.       Superficial

b)

b.      Full-thickness

c)

c.       Extreme burn

d)

d.      Deep partial-thickness

e)

e.      Superficial partial thickness

18.

18.   Seorang laki – laki berusia 32 tahun dibawa ke IGD karena karena tersiram air panas dari mesin boiler yang bocor dipabrik tempat dia bekerja. Kulit tampak melepuh dan beberapa area terdapat bula diseluruh dada depan dan perut, seluruh lengan atas dan bawah bagian dalam  tangan kanan dan kiri ditambah luka bakar di paha depan kanan dan kiri (total keduanya sekitar 6%). Berapakah persetase total luas luka bakar (% TBSA) berdasarkan rule of nine.

a)

a.       24%

b)

b.      26%

c)

c.       33%

d)

d.      28,5%

e)

e.      37,5%

19.

19.   Seorang laki – laki berusia 35 tahun tersengat listrik saat memperiki gardu listrik. Pasien dibawa ke IGD dan diperkirakan luas luka bakar pasien  40%. Berat badan korban ±70 kg. Berapakah total cairan ringer laktat yang akan diberikan untuk resusitasi cairan dalam 8 jam pertama?

a)

a.       11,2 Liter

b)

b.      5,6 Liter

c)

c.       2,8 Liter

d)

d.      3,5 Liter

e)

e.      7 Liter

20.

20.   Seorang laki – laki berusia 35 tahun dengan diagnosis combustio (luka bakar) 40% saat ini sedang menjalani resusitasi cairan (16 jam kedua) di ruangan ICU. Apakah kriteria utama keberhasilan resusitasi cairan yang harus diperhatian perawat?

a)

a.       GCS

b. 

b)

     b. Urin output

c)

c.       Gambaran EKG

d)

d.      Elektrolit serum

e)

e.      Tekanan Darah

21.

21.   Seorang perempuan berusia 20 tahun dibawa ke IGD karena tidak sadarkan diri setelah tekurung diruangan yang terbakar. Namun masyarakat  segera menyelamatkan korban. Tampak abu jelaga di sekitar hidung korban. Celana korban tampak terbakar. Setelah pakaian dilepaskan terdapat luka ± 10% (pada kedua betis kanan dan kiri). Apakah kemungkinan masalah keperawatan prioritas?

a)

a.       Ketidakefektifan bersihan jalan nafas

b)

b.      Pola Pernapasan Tidak Efektif

c)

c.       Gangguan Integritas kulit

d)

d.      Defisit Volume Cairan

e)

e.      Nyeri Akut

22.

22.   Seorang perempuan berusia 50 tahun mengalami luka bakar. Baju pasien terbakar karena kompor meleduk. Tampak luka bakar pada kulit dada dan punggung belang serta lengan (50% TBSA). Pasien mengunakan ventilator. Setelah 48 jam dirawat di ICU Pasien mengalami penurunan asturasi O2 karena rongga dada suli mengembang karena jaringan parut. Apakah tindakan kolaborasi yang tepat untuk meningkatkan status oksigenasi pasien?

a)

a.       Skin graff

b)

b.      Fasiotomy

c)

c.       Escharotomy

d)

d.      Pemasangan ETT

e)

e.      Debridement luka

23.

23.   Seorang laki – laki mengalami luka dengan bakar 60%. Selang NGT tampak cairan merah kehitaman akibat stress ulcer pada lambung. Pasien direncanakan untuk dirawat di ICU. Bagaimanakah cara pemberian nutrisi yang tepat pada pasien?

a)

a.       Pasien diberi nutrisi peroral

b)

b.      Pemberian nutrisi via NGT

c)

c.       Pasien mendapatkan nutrisi via NGT dan parenteral

d)

d.      NGT dialirkan dan kolaborasi dalam pemeberian nutrisi parenteral

e)

e.      Pasien dipuasakan (nothing per oral) tidak mendapatkan nutrisi apapun

24.

24.   Seorang laki – laki berusia 20 tahun dibawa ke IGD karena kulit melepuh diperkirakan reaksi alergi setelah minum obat antibiotik golongan sepalosporin. Seluruh dada depan dan perut melepuh, seluruh lengan bagian atas (luar dan dalam) juga melepuh. Berdasarkan luas lepuhan kulit (% TBSA) pada kasus menggunakan rule of nine, apakah kemungkinan masalah hipersensitivitas yang dialami pasien?

a)

a.       Luka bakar superficial

b)

b.      Steven Jhonson syndrome (SJS)

c)

c.       Toxic epidermal necrolisis (TEN)

d)

d.      SJS – TEN overlapping (tumpang tindih)

e)

e.      Luka bakar superficial partial thickness

25.

25.   Seorang perempuan berusia 40 tahun dipindahkan ke ICU karena menderita Steven Jhonson syndrome. Sebelumnya di uang rawat biasa pasien mengeluhkan keluar darah segar dari tenggorokan setelah batuk dan pasien menegaluh sesak nafas. Saat ini RR pasien 32 x/menit dan kesadaran somnolen, tampak ekspresi nyeri pasien, luka lepuh pada dada pasien. Apakah tindakan yang dilakukan untuk mengatasi masalah utama pasien?

a)

a.       Kolaborasi tindakan mengurangi nyeri dengan morfin

b)

b.      Kolaborasi dalam pemberian imonuglobulin intravena

c)

c.       Melakukan perawatan luka dengan non adesive dressing

d)

d.      Kolaborasi dalam memberikan cairan NaCL 0,9% ditambah KCL

e)

e.      Manajemen airway dan berkolaborasi dalam pemasangan ETT/ TC dan dukungan nafas via ventilasi mekanik

26.

26.   Seorang laki – laki berusia 20 tahun dibawa ke rumah sakit karena menderita kelemahan pada kedua tungkai. 2 minggu sebelumnya pasien menderita demam, batuk dan flu. Saat  ini pasien tidak dapat mengangkat kepalanya karena lemah. Hasil pengkajian fisik RR 7x/mnt dan dangkal, pasien mengeluh lemas, kesadaran composmentis. Pasien dipindahkan ke ICU untuk medapatkan bantuan ventilator. Apakah masalah keperawatan utama yang palling sesuai pada pasien?

a)

a.       Intoleransi aktivitas

b)

b.      Pola nafas tidak efektif

c)

c.       Kerusakan mobilitas fisik

d)

d.      Gangguan pertukaran gas

e)

e.      Gangguan ventilasi spontan

27.

27.   Seorang perempuan berusia 25 tahun didiagnosis mengalami Guillain Barre syndrome. 3 minggu yang lalu pasien demam, saat ini pasien mengeluh lemah pada kedua tungkai dan terasa kebas serta nyeri, kesulitan buang air kecil, perut kembung, dan mengeluh kesulitan bernafas. Pasien akan dipindahkan dari ruangan perawatan ke ICU. Apakah tanda dan gejala yang penting pasien untuk masuk ICU?

a)

a.       Nyeri

b)

b.      Paralisis

c)

a.       Parestesia

d)

d.      Retensi urin

e)

e.      Gangguan otot pernafasan

28.

28.   Seorang laki - laki berusia 15 tahun didiagnosis mengalami Guillain Barre syndrome. Keluhan 2 minggu yang lalu demam, saat ini pasien mengalami kelehmahan kedua tungkai dan tangan, perut kembung, retensi urin. Pasien sudah 3 hari dirawat di ICU. Selama perawatan saat ini tidak ada ditemukan gejala tambahan lainnya. berdasarkan kasus, apakah tahapan gejala yang dialami pasien?

a)

a.       Akut

b)

b.      Plateu

c)

c.       Kronis

d)

d.      Sub akut

e)

e.      Recovery

29.

29.   Seorang perempuan berusia 25 tahun didiagnosis mengalami Guillain Barre syndrome. 3 minggu yang lalu pasien demam, saat ini pasien mengeluh lemah pada kedua tungkai dan terasa kebas serta nyeri, kesulitan buang air kecil, perut kembung, dan mengeluh kesulitan bernafas. Apakah terapi yang paling penting diberikan saat ini untuk menunjang kehidupan pasien?

a)

a.       Ventilasi Mekanis

b)

b.      Plasma exchange

c)

c.       Analgesik narkotik

d)

d.      Haparin (antikoagulan)

e)

e.      Imunoglobulin intravena (IVIg)

30.

30.    Seorang laki – laki berusia 30 tahun menderita kelemahan pada kedua tungkai hingga kedua tangan pasien, kesulitan berbicara dan menelan, retensi urin serta perut kembung, pasien juga mengeluhkan palpitasi dan perasaan lemas. Pasien didiagnosis mengalami Guillain Barre syndrome (GBS). Berdasarkan kasus tersebut, apakah pemantuan yang paling penting dilakukan perawat?

a)

a.       Nadi, tekanan darah dan aritmia (ritme jantung)

b)

b.      Kualitas dan kuantitas kesadaran pasien

c)

c.       Kemampuan berkemih dan BAB

d)

d.      Derajat kekuatan otot

e)

e.     Refleks tendon dalam

31.

31.   Seorang laki – laki berusia 30 tahun didiagnosis mengalami Guillain Barre syndrome. Pasien mengeluhkan lemah semua alat gerak dan kesulian bernafas, dan pasien juga mengeluh kebas serta nyeri pada alat gerak. Apakah tindakan keperawatan mandiri yang dapat dilakukan perawat untuk menghindarkan pasien dari dampak kondisi immobilitas?

a)

a.       Terapi plasma exchange

b)

b.      Terapi imunoglobulin intravena

c)

c.       Mengajarkan teknik relaksasi dan distraksi nyeri

d)

d.      Pemasangan kateter urin dan selang nasogastrik

e)

e.      Pemberian matras anti dekubitus dan melakuan range of motion (ROM)

32.

32.   Seorang perempuan berusia 46 tahun didignosa mengalami penyakit ginjal kronik tahap 5. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus. Pasien rutin menjalani hemodialisis 2 kali seminggu. Saat ini pasien demam, sesak nafas 25 kali/menit nafas dangkal, batuk tidak berdahak. Auskultasi dada terdengar ronkhi dan wheezing pada kedua paru (tanda kongesti paru), AGDA menunjukkan hiperkapnia, bibir dan kulit pucat, CRT 2 detik, akral teraba hangat. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?

a)

a.       Pola nafas tidak efektif

b)

b.      Peningkatan suhu tubuh

c)

c.       Gangguan pertukaran gas

d)

d.      Gangguan bersihan jalan nafas

e)

e.      Ketidak efektifan perpusi jaringan perifer

33.

33.   Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di ICU dengan CKD overload. Riwayat hemodialisis 2 kali seminggu rutin. Sebelumnya pasien sesak nafas 30 x/menit dan batuk tidak berdahak, auskultasi paru ronkhi dan wheezing bilateral. Saat ini terpasang NRM 8 liter per menit. Tekanan darah 160 kali/menit dengan obat hipertensi oral, N 120 x/menit, suhu 37,5 oC.  Ureum 120 mg/dL, kreatinin 4,2 mg/dL. Apakah tindakan yang dilakukan untuk mengoptimalkan oksigenasi pada kasus tersebut?

a)

      

a.       Pemberian diuretik dan posisi semi fowler

b)

b.      Hemodialisa untuk sesi tambahan

c)

c.       Pemberian terapi oksigen

d)

d.      Pemberian antihipertensi

e)

e.      Meningkatkan istirahat

34.

34.   Seorang perempuan usia 51 tahun dirawat di RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 hari sebelum masuk RS. hasil pemeriksaan: TD 70/50mmHg, frekuensi nadi 112x/menit, frekuensi napas 20x/menit (setting ventilator 10x/menit), suhu tubuh 38,70C, napas cepat dan dangkal, akral teraba dingin, CRT > 3 detik. Pasien diketahui riwayat CKD. Apakah masalah keperawatan utama pasien diatas?

a)

a.       Hipertermi

b)

b.      Pola napas tidak efektif

c)

c.       Penurunan curah jantung

d)

d.      Penurunan perfusi jaringan perifer

e)

e.      Penurunan perfusi jaringan serebral

35.

35.   Seorang perempuan usia 51 tahun dirawat di RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 hari sebelum masuk RS. TD 70/50 mmHg, frekuensi nadi 112x/menit, frekuensi napas 20x/menit (setting ventilator 10x/menit), suhu tubuh 38,70C, napas cepat dan dangkal, akral teraba dingin, CRT > 3 detik. Pasien diketahui riwayat CKD. Berapakah nilai MAP pasien diatas?

a)

a.       53 mmHg

b)

b.      57 mmHg

c)

c.       60 mmHg

d)

d.      63 mmHg

e)

e.      66 mmHg

36.

36.   Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat dengan CKD. Hasil pengkajian nampak udemfacialis,   udem   ekstremitas,   JVP   5+4   cmH2O,   nampak   pucat   dan   lelah.     Lab:   HB: 7.8 mg/dl, ureum74 mg/dL, creatinin 2,45 mg/dL, albumin 2,20 g/dL. Keluarga mengatakan awalnya pasien hanya mengeluh kaki kanan bengkak namun saat di RS pasien diharuskan untuk cuci darah. pasien riwayat HT dan DM sejak 10 tahun lalu. Hasil TTV :TD=180/90 mmHg, N=112x/menit, S=36⁰C, P=20x/menit.

a)

a.       Kelemahan

b)

b.      Kekurangan nutrisi

c)

c.       Kerusakan mobilitas fisik

d)

d.      Kelebihan volume cairan dan elektrolit

e)

e.       Kekurangan volume cairan dan elektroit

37.

37.   Seorang laki-laki 49 tahun dirawat di UGD Riwayat DM sudah 4 tahun mengeluh lemah, edema tungkai +4, dan shifting dulnes pada abdomen, mual, TD 130/90 mmHg, nadi 120 kali/menit, nafas 26 kali/menit, suhu 37 C, Hasil laboraturium menunjukan ureum 74 mg/dL, creatinin 2,45 mg/dL, Albumin 2,25 g/dl, Hb 8,9 g/dl. Apakah intervensi utama yang dapat dilakukan pada kasus tersebut ?

a)

a.       Monitor Intake dan Output cairan

b)

b.       Memberikan posisi semi fowler

c)

d.       Kolaborasi tranfusi darah PRC

d)

e.       Meberikan terapi cairan

38.

38.   Seorang pasien perempuan (51 tahun), mengeluh demam tinggi yang dirasakan terus menerus sepanjang hari sejak 5 hari yang lalu disertai keringat dingin pada malam hari. Pasien sulit buang air buang air kecil (BAK) dan hasil pengukuran TD 160/100 mmHg.. Apakah masalah yang tepat ditunjukkan oleh pasien tersebut?

a)

a.       Retensi Na dan H2O 

b)

b.       Peningkatan K+

c)

c.        Gangguan aktivasi vitamin D

d)

d.       Peningkatan Ureum

e)

e.       Gangguan metabolisme asam basa

39.

39.   Seorang pasien perempuan (51 tahun) dirawat di rumah sakit dengan gagal ginjal kronis. Hasil pengkajian: Pasien terpasang ventilator dengan mode SIMV dengan fraksi O2 90%. TD: 80/60 mmHg, nadi: 112x/menit, pernafasan: 36x/menit, suhu: 38,7 °C. Hb 8,5 gr/dl, leukosit: 20.050 /mm3, GDS: 230 mg/dl, Ureum: 324 mg/dl, Kreatinin 5,2 mg/dl dan asidosis metabolik. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus?

a)

a.       Infeksi

b)

b.       Penurunan curah jantung

c)

c.        Resiko syok hipovolemik

d)

d. Gangguan ventilasi spontan      

e)

e.       Gangguan metabolisme asam basa

40.

40   Seorang laki-laki, 46 tahun didignosa mengalami penyakit ginjal kronik tahap 5. Saat ini pasien dirawat di ICU hari ke-1. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus. Pasien rutin menjalani hemodialisis 2 kali seminggu. Saat ini pasien demam dengan suhu 38,9 oC, , frekuensi nafas 16kali/menit dengan bantuan ventilator mode pressure control (PC), TD 70/50mmHg dengan bantuan ionotropik positif, frekuensi nadi 112x/menit, kesadaran dibawah pengaruh obat narkotik sedatif, hasil pemeriksaan laktat serum 4 mg/dL, D-dimer meningkat, leukosit serum 25.000/mm3, bibir dan kulit pucat, CRT 3 detik, akral teraba dingin dan EKG sinus takikardia. Apakah komplikasi  yang telah terjadi pada kasus tersebut?

a)

a.       Penurunan kesadaran

b)

b.      Aritmia jantung

c)

c.       Gagal nafas

d)

d.      Syok sepsis

e)

e.      Hipotensi