NEW
Font size
WorksheetsUnsur Pembangun Cerpen
Total questions: 5
Worksheet time: 5mins
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!
Aku tergeletak di tempat tidur. Perlahan-lahan mulai menarik napas dan menghembuskannya. Hal ini membuatku sedikit tenang, ku lirik jam dinding kamarku pukul 17.28, aku bingung harus berbuat apa, rasanya ingin berteriak sekeras-kerasnya untuk menghilangkan rasa gundah di hati. Suntuk itu yang kini ku rasakan aku ingin keluar rumah dan bermain tetapi tak punya teman rumahku jauh dari pemukiman warga, dekat hutan. Aku mulai mengambil buku tebal di sebelahku kemudian meletakkannya kembali. Aku bosan membaca buku itu berulang-ulang.
Sumber: cerpenmu.com
Dalam kutipan teks cerpen tersebut terdapat unsur pembangun cerpen yaitu ....
Tokoh : Aku
Latar Tempat : hutan
Latar Waktu : 17.28
Latar Suasana : bingung, bosan, gundah
Tokoh : teman
Latar Tempat : Tempat Tidur
Latar Waktu : 17.28
Latar Suasana : bingung
Tokoh : Aku
Latar Tempat : Tempat Tidur
Latar Waktu : 17.28
Latar Suasana : bingung, bosan, gundah
Tokoh : teman
Latar Tempat : hutan
Latar Waktu : 17.28
Latar Suasana : bingung, bosan, gundah
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!
(1) Rumah kayu bercat putih itu kini kembali terhuni. (2) Tak ada riuh kebahagian di sana, yang ada hanya semburat kesunyian menghiasi rongga ruangan. (3) Lelaki tua itu duduk terdiam di balik jendela rumahnya. (4)Diterangi cahaya redup lampu neon, matanya menatap tajam selembar foto gadis kecil berambut keriting, mengenakan kaos kuning dan rok biru. (5) Air matanya melompat-lompat keluar membasahi pipinya yang berkerut termakan usia. (6) Kenangan episode kelam hidupnya terus berputar di pikirannya, seakan tak mau hilang, dan menenggelamkannya perlahan.
Sumber: cerpenmu.com
Penggunaan majas personifikasi dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Rumah kayu bercat putih itu kini kembali terhuni.
Tak ada riuh kebahagian di sana, yang ada hanya semburat kesunyian menghiasi rongga ruangan.
Lelaki tua itu duduk terdiam di balik jendela rumahnya.
Diterangi cahaya redup lampu neon, matanya menatap tajam selembar foto gadis kecil berambut keriting, mengenakan kaos kuning dan rok biru.
Air matanya melompat-lompat keluar membasahi pipinya yang berkerut termakan usia.
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!
“Risa aku mencintaimu, Tifa tidak berhak membuatmu putus denganku. Sahabat baik tidak mungkin seperti itu, dia tidak pantas untuk menjadi al..” “Cukup Niko! Ini keputusanku.” Alasanku memilih putus dengan Niko agar semuanya kembali seperti semula, agar Tifa mau menjadi sahabatku lagi, sebuah alasan yang bodoh. Setelah aku mengatakan pada Tifa kalau kami sudah putus, dia tidak peduli dan masih mengabaikanku walau kata mereka Tifa sudah punya pacar. Hal itu membuatku sangat menyesal memilih putus dengan Niko, aku ingin kembali tapi aku malu untuk mengatakannya.
Sumber: cerpenmu.com
Konflik yang dialami Risa dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Salah membuat putusan berpisah dengan kekasihnya demi sahabatnya yang ternyata tidak peduli padanya.
Menyesal memilih putus dengan kekasihnya, ingin kembali tapi ia malu untuk mengatakannya.
Memilih putus dengan kekasihnya agar Tifa mau menjadi sahabatnya lagi adalah sebuah alasan yang bodoh.
Salah memilih Tifa sebagai sahabat sejatinya karena ternyata ia cuek kepadanya karena ia sudah punya pacar.
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!
Meisya membelai rambut putri semata wayangnya itu sebelum pergi.
“Noura, kamu di rumah jangan nakal, ya!”
“Ibu mau ke mana?”
“Ibu ada urusan! Ibu berjanji hanya keluar sebentar!”
“Tapi, PR matematika dari Ibu Merta belum rampung. Noura tak bisa mengerjakan tanpa bantuan Ibu.”
“Itu urusan gampang! Ibu besok akan menelepon gurumu! Segalanya bisa diatur. Jadi kau tidak usah khawatir ….”
Noura termangu bingung ketika ibunya pergi tidak seperti biasanya dan dari dalam rumah ia hanya mendengar suara mobil menderu, sebelum akhirnya tak terdengar apa pun, kecuali suara televisi di ruang tengah itu. Ia lebih tidak tahu, dan bingung ketika ibunya berkata PR matematika itu urusan gampang dan besok bisa diatur.Padahal, besok pagi sekali, pada jam pelajaran pertama, ia harus sudah menyerahkan pekerjaan rumah itu. Siang tadi, sebelum pelajaran berakhir, ia ingat Ibu Merta hampir memarahinya. Jika Ibu Merta tidak ingat siapa ayah Noura, pasti sudah memarahinya.
“Hari ini ibu akan minta kalian mengerjakan tugas matematika, tapi lain dari yang lain,” ujar Ibu Merta saat membuka pelajaran.
Sumber: cerpenmu.com
Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Seorang ibu harus membantu anaknya mengerjakan PR
Jangan mengangap mudah semua urusan dan bisa diatur
Seorang ibu tidak boleh membiarkan anaknya hidup dalam ketakutanMemilih putus dengan kekasihnya agar Tifa mau menjadi sahabatnya lagi adalah sebuah alasan yang bodoh.
Seorang ibu harus memberitahu urusan yang dikerjakan kepada anaknya
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama!
Ketika maghrib tiba, dan orang-orang melakukan sembahyang, si nenek masih saja memunguti dedaunan.
”Siapa dia?” bisik salah seorang jemaah kepada temannya, ketika mereka meninggalkan masjid. Tentu saja tak ada jawaban, selain ”entah”.
”Nek, istirahatlah… ini sudah malam.”
”Kalau bapak mau pulang, silakan saja… biarkan saya di sini dan melakukan ini semua.”
”Nek, mengapa nenek menyiksa diri seperti ini?”
”Tidak. Saya tidak menyiksa diri. Ini… mungkin bahkan belum cukup untuk sebuah ampunan,” ucapnya sambil menghapus air matanya.
Haji Brahim terdiam. Mencoba mereka-reka apa yang telah diperbuat si nenek di masa lalu Sumber: Cerpen Salawat Dedaunan
Watak tokoh nenek dan cara penggambaran tokoh yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
keras kepala ingin bertobat; analitik
pura-pura ingin bertobat; analitik
tidak tahu ingin bertobat; dramatic
sungguh-sungguh ingin bertobat; dramatik
