WorksheetsSOAL UAS Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan ITEKES BALI
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Contoh pangan yang dapat diterapkan menggunakan kemasan edible adalah di bawah ini kecuali
Suhie
Apel
Tomat
Jus
Permen
Lapisan tipis yang dibuat dari bahan yang dapat dimakan, dibentuk untuk melapisi produk pangan yang berfungsi pelindung dan dapat mempanjang masa simpan adalah
Edible coating
Canning
Case Hardening
Flash Drying
Manifesting
Pengemasan memegang peranan yang sangat penting didalam pengawetan dan penyimpanan, hal ini dikarenakan pengemasan, kecuali
Dapat mencegah atau mengurangi kerusakan bahan
Menambah keindahan bahan yang dikemas
Menambah nilai ekonomis
Meningkatkan kualitas bahan yang dikemas
Meningkatkan kapasitas produksi
Jenis bahan pengemas sekunder adalah di bawah ini, kecuali
Kayu
Plastik
Kaleng
Edible coating
Bambu
Pendugaan umur simpan dengan cara menyimpan produk pangan pada lingkungan yang menyebabkannya cepat rusak, baik pada kondisi suhu atau kelembaban ruang penyimpanan yang lebih tinggi disebut dengan
Accelerated Shelf-life Testing
Accentuations Shelf-life Testing
Accessoreized Shelf-life Testing
Acceptations Shelf-life Testing
Accessibleness Shelf-life Testing
Rentang waktu dari proses produksi, distribusi hingga konsumsi dimana produk masih dalam keadaan layak sesuai dengan mutu yang dijanjikan disebut dengan
Umur pajang
Umur simpan
Tanggal kadaluarasa
Tanggal produksi
Tanggal baik digunakan sebelum
Tujuan penulisan umur simpan pada produk pangan bagi konsumen adalah
Mempermudah first in first out
Meningkatkan nilai jual
Memberikan jaminanan mutu
Memudahkan pemasaran
Meyakinkan distributor dalam penjualan
Tanggal dimana makanan memiliki ketahanan minimal (best before atau baik sebelum) untuk mempertahankan sifat spesifiknya ketika disimpan dengan benar adalah pengertian dari
Expired date
Best before date
Use by date
Expired day
Max day
Sistem penanggalan yang dilihat dari sudut pandang kemunculan mikrobiologi seperti bakteri dan jamur pada makanan pada kemasan adalah pengertian dari
Expired date
Best before date
Use by date
Expired day
Max day
Use by date biasanya digunakan untuk produk seperti
Mie instan
Minuman jus
Minuman kaleng
Saus tomat
Daging
Selain penggunakan expired date, sebagai konsumen, kita dapat mengetahui bahwa dodol sudah tidak layak dikonsumsi bila
Berubah warna
Tidak berbau
Berbuih
Mengeluarkan gas
Muncul hifa pada permukaan
Sumber informasi yang tepat untuk mencari tahu tentang kemasan yang diperbolehkan dalam eskpor adalah di bawah ini, kecuali
Importir
Backwarder
ITC Market Access Map
Kantor bea cukai
Situs pemerintah negara tujuan
Kemasan plastik yang biasanya digunakan untuk reheat pada microwave adalah
High Density Polyethylene
Polypropylene
Polystyrene
Polyesters
Polyvinyl
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi produk pangan dalam kemasan dari kemungkinan perpindahan air yaitu di bawah ini, kecuali
Mengontrol hidratasi
Mengendalikan suhu
Meninaktifkan enzim
Mengatur atmosfer penyimpanan
Menghindari penyimpanan di tempat lembab
Produk pangan yang wajib mencantumkan label nutrisi yaitu produk produk di bawah ini, kecuali
Semua produk pangan di bawah pengawasan BPOM
Produk olahan daging di supermarket
Produk berkemasan
Makanan di restoran
Produk kaleng di minimarket
Desain kemasan yang menampilkan produk yang siap jual memperhatikan aspek berikut, kecuali
Kelompok usia
Sasaran produk yang dijual
Pengukuran dimensi
Kemampuan kemasan mengubah rencana pembeli
Kelompok gender
Metode pelapisan edible film yang dipakai pada produk makanan yang memerlukan beberapa penggunaan dari pelapisan material atau pelapisan yang sama pada permukaan yang tidak rata adalah dengan metode
Penyemprotan
Pencetakan
Perendaman
Pengkuasan
Semua benar
Pembagian kemasan plastik terbagi menjadi
6 jenis
7 jenis
8 jenis
9 jenis
10 jenis
Kemasan aktif yang biasa dipergunakan dalam sistem cold chain adalah
Pencatat temperatur
Biodegradable
Edible
Indikator kimiawi
RFID
Kemasan yang dapat menyimpan informasi dan hanya dapat diakses olah pihak tertentu disebut dengan
Pencatat temperatur
Biodegradable
Edible
Indikator kimiawi
RFID
RFID adalah singkatan dari
Radio Frequency Identification
Radio Fabliaux Identification
Radio Facadism Identification
Radio Factor Identification
Radio Fabricator Identification
Kemasan yang dapat mengikuti perubahan kualitas produk yang berbahan dasar gelatin atau pati disebut dengan
Pencatat temperatur
Biodegradable
Edible
Indikator kimiawi
RFID
Kemasan yang dapat bekerja seperti kertas lakmus yang menempel pada produk yang dapat menjadi indikator perubahan kualitas disebut dengan kemasan
Pencatat temperatur
Biodegradable
Edible
Indikator kimiawi
RFID
Yang termasuk dalam kategori kemasan aktif adalah di bawah ini, kecuali
Pencatat temperatur
Biodegradable
Edible
Indikator kimiawi
RFID
Kemasan yang tidak dibuang namun dapat digunakan unttuk kepentingan konsumen disebut dengan kemasan
Hybrid
Multi trip
Semi disposable
Disposable
Plastik
Kemasan yang dapat digunakan berulang kali disebut dengan kemasan
Hybrid
Multi Trip
Semi disposable
Disposable
Plastik
Kemasan sekali pakai disebut dengan nama kemasan
Hybrid
Multi trip
Semi disposable
Disposable
Plastik
Kemasan yang bahannya mudah dilenturkan disebut dengan kemasan
Hybrid
Kaku
Kayu
Fleksibel
Plastisin
Perubahan yang terjadi akibat migrasi zat-zat kimia dari bahan kemas secara fisik yaitu
Korosi
Flavor
Bau
Tekstur
Warna
Edible coating termasuk dalam kemasan
Primer
Sekunder
Tersier
Kuartener
Semua benar
Kemasan yang biasanya digunakan untuk kebutuhan transportasi disebut dengan kemasan
primer dan sekunder
Sekunder dan Tersier
Tersier dan Kuartener
Kuartener dan Primer
Sekunder dan Kuartener
Bahan kemas yang langsung membungkus kemasan disebut kemasan
Primer
Sekunder
Tersier
Kuartener
Semua benar
Pembuatan edible film, diantara digunakan untuk produk di bawah ini, kecuali
Kapsul obat
Pelapis coklat
Pembungkus permen
Pembuatan gelas
Pelapis sushie
Kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan-kemasan lainnya disebut dengan
Kemasan tersier
Kemasan Primer
Kemasan sekunder
Kemasan Luar
Kemasan Kuartener
Pemudaran warna akibat sinar ultra violet terutama terjadi pada jenis makanan
Sayuran
Buah
Susu
Mentega
Saus tomat
Apabila desain suatu kemasan tidak terkoordinasi dengan baik, maka dapat mengakibatkan
Tidak dapat diingat oleh konsumen
Kemasan tidak seimbang
Informasi tidak jelas
Mutu desain yang rendah
Semua benar
riteria pemilihan kemasan dilihat dari aspek pemasaran adalah
Melindungi produk dari kerusakan
Melindungi produk dari penurunan kualitas
Memudahkan distribusi
Memudahkan transportasi
Memberikan ciri khas produk
Pendugaan umur simpan menggunakan kemasan akan dipengaruhi oleh
Permebialitas kemasan
Harga kemasan
Fungsi kemasan
Sejarah kemasan
Tujuan Kemasan
Produk di bawah ini yang lebih memerlukan kemasan agar lebih awet adalah
Tepung
Bubuk susu
Daging segar
Keripik
Madu
Interaksi antara bahan pangan dan kemasan adalah di bawah ini, kecuali secara
Permeasi
Substansi
Migrasi
Adsorpsi
Absorpsi
Dasar hukum yang mengatur tentang kemasan pangan adalah
UU No. 7 Tahun 1997
UU No. 8 Tahun 2000
Peraturan pemerintah No. 28 Tahun 2004
BPOM RI. No. HK 00.05.55.6497
BPOM RI. No. HK 03.1.23.07.11.6646
Migrasi bahan kimia pada kemasan kedalam produk pangan dapat terjadi apabila bahan pengemas yang digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya. Jumlah bahan kimia yang bermigrasi dari pengemas kedalam produk pangan dipengaruhi oleh kecuali
Struktur polimer bahan pengemas
Waktu kontak bahan pengemas dengan produk
Jenis konsumen
Suhu
Konsentrasi bahan tambahan dalam proses pembuatan kemasan
Peraturan internasional terkait kemasan produk pangan yang diatur FDA mensyaratkan informasi yang harus diberikan produsen terkait bahan pengemas adalah, kecuali
Kondisi pemakaian
Jenis kemasan dan bahan aditif yang digunakan
Analisis biaya produksi kemasan
Komposisi bahan pengemas
Cara analisis bahan penyusun kemasan
Pada produk keripik kentang, diperlukan kombinasi pengemas dan gas pengisi yang dapat menghambat penurunan mutu produk. Gas pengisi yang dapat digunakan adalah
Oksigen
Karbon dioksida
Nitrogen
Hidrogen
Ozon
Kemasan yang secara sempurna tahan terhadap gas, udara, & uap air disebut
Kemasan fleksible
Kemasan disposable
Kemasan hermetis
Kemasan primer
Kemasan tersier
Penggunaan lapisan aluminium foil pada kemasan tetrapack berfungsi sebagai
lapisan perekat
Pemberi stabilitas
Sebagai lapisan pelindung dari paparan oksigen dan cahaya
Sebagai lapisan pelindung mikroorganisme vegetatif dan spora
Sealing
Bila dilihat dari perspektif logistik, faktor apakah yang harus diperhatikan dalam memilih wadah pengemas
Wadah pengemas mampu merepresentasikan brand (merk)
Wadah dapat menjamin keersihan, higienitas, dan kesegaran produk
Efisiensi proses handling produk dalam transportasi, distribusi, dan pergudangan
Keamanan dan keselamatan konsumen
Meningkatkan daya tarik konsumen
Perlindungan produk dengan karbonasi dapat dilakukan dengan penggunaan jenis kemasan
Kemasan berbahan polivinil klorida
Menggunakan bahan pliofilm dengan kemasan transparan
Menggunakan bahan kedap CO2 dengan disertai headspace
Kemasan tanpa headspace dengan penambahan gas pengisi
Kemasan menggunakan aluminium foil
Produk potato chips atau makanan ringan dengan pengolahan menggunakan metode penggorengan perlu mendapatkan perlakuan khusus seperti menggunakan kemasan aluminium foil dan penambahan gas pengisi berupa gas nitrogen. Hal ini disebabkan karena
Produk sensitif karbon dioksida
Produk mudah menyerap unpleasant aroma disekitarnya
Produk sensitif oksigen sehingga mudah tengik dan menjaga kerenyahan
Tekanan pada produk dapat meningkat sehingga beresiko mengalami kebocoran
Produk mudah terkontaminasi mikroba patogen
Contoh produk yang sensitif terhadap sinar matahari dan memerlukan kemasan dengan perlindungan terhadap paparan cahaya intens adalah
Roti
Biskuit
Bir
Rempah bubuk
Gula
