wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Refleksi Materi Drama

Total questions: 10

Worksheet time: 14mins

Name
Class
Date
1.

perhatikan pernyataan berikut ini

karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan mempunyai maksud untuk menampilkan sebuah pertunjukan yang diperankan oleh aktor.

pernyataan di atas merupakan pengertian dari...

a)

Cerpen

b)

Cerita rakyat

c)

Drama

d)

Legenda

2.

Perhatikan dialog berikut ini!

Inu : “Tenang, Jati. Tidak ada apa-apa!

Jati : “Enak saja! Senang ya dapat membuat orang lain menangis.

Inu : “Jati, apakah setiap tangis itu duka?

Jati : “Tetapi, dia jelas tampak menderita!

Inu : “Tampak menderita tidak sama dengan nyata-nyata menderita, kan?

Suasana yang tergambar dalam cuplikan drama tersebut adalah…

a)

kekhawatiran

b)

ketakutan

c)

kesedihan

d)

kegembiraan

3.

Perhatikan dialog berikut ini !

Satilawati : Pengecut! Sedikit diserang kritik orang, engkau hendak melarikan diri. Untuk menjaga nama supaya jangan merosot. Aku sudah maklum.

Ishak : (Sambil menunjuk ke luar) Pergi daripadaku. Engkau boleh memusuhi aku. Untuk cita-cita aku bersedia mengorbankan segalanya juga cintaku.

Watak tokoh Ishak dalam penggalan drama di atas adalah....

a)

pembual

b)

pemarah

c)

sombong

d)

pemberani

4.

Perhatikan dialog berikut ini !

Dahlan: Kamis malam Jumat. Jumat apa?

Rosana : Malam Jumat Kliwon, Pak! Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon?

Dahlan : Ya, beutl! Ibumu waktu mau meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda.....nasihat-nasihat berharga. Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan. Tetapi....juga ada kelemahannya.

Rosana : Kelamahan? Memang manusia tidak ada yang sempurna

Dahlan : Ya, jangan sampai menurun pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan?

Rosana : Bukankah pada diri Bapak juga ada kelemahannya?

Dahlan : Apa? Bapak rasa tidak ada! (Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)

Rosana : Maaf, Pak.. ibu bertambah sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat barang-barang rumah dilelang. Habis terjual!

Dahlan : Ya...., itu akibat perbuatan ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman pahit, miskin, tidak terulang lagi!

Pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah....

a)

sifat serakah dan suka berjudi membuat orang hancur

b)

nasib manusia ditentukan oleh Tuhan

c)

sifat buruk menurun pada anak

d)

anak harus patuh pada orang tua

5.

Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!


Brilian : Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan!!! (mendorong Dimi masuk)

Dimi : Ka …ka ... kami tidak bawa hp (gugup).

Brilian : Periksa kantongnya!!

Timmy : Siap, bos. (memeriksa kantong)

Markus: Ada gak? Ini tempat apa? (matanya melotot)

Timmy : Ruang menyimpan perkakas bekas (sambil meraba kantong si anak). Ini bos, hpnya (mengeluarkan hp N.95).

Markus : Tanyakan nomor hp orang tuanya! Hubungi untuk minta tebusan!

Timmy : Siap, bos!


Latar kutipan tersebut adalah ...

a)

sekolah

b)

rumah

c)

gudang

d)

kantor polisi

6.

Perhatikan kutipan dialog berikut:


Salma : “Baiklah, maafkan aku, karena tidak berani jujur dan telah membuat kalian bingung.”

Naira : “Sudahlah, Sal, yang penting kamu tidak mengulanginya.”


Unsur drama yang paling dominan dalam kutipan tersebut adalah...

a)

latar dan alur

b)

amanat dan latar

c)

tema dan tokoh

d)

tokoh dan watak

7.

Perhatikan teks drama berikut!

Elis : (Datang dari ruang dalam) “Ya ... Pak. Ada apa, Pak?

Kakek : “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum

di rumah?”

Elis : “Main ... Pak. Tadi bawa motor.”

Kakek : “Aduh, Elis. Bagaimana Anda membesarkan anak?

Akan jadi apa cucuku kelak?”

Elis : “Sudahlah ... Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik

motor.”

Kakek : “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih

SMP, belum berhak punya SIM.”

Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti

kita dulu.”

Kakek : “Aduh ... Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah."


Tokoh Utama dalam penggalan drama tersebut adalah ....

a)

Ari dan Adi

b)

Elis dan Kakek

c)

Kakek, Adi, dan Ari

d)

Kakek, Ari, Adi, dan Elis

8.

Perhatikan penggalan kutipan drama berikut ini!

Harsono : (marah) Kau tidak melihat? Taruh di mana matamu?

Pekerja : Maaf Tuan , saya tidak melihat Tuan .

Berdasarkan penggalan di atas, watak Harsono adalah ......

a)

Tidak berperasaan

b)

Tidak peduli

c)

Pemaaf

d)

Pemarah

9.

Bacalah kutipan drama berikut!

(1) Ayah : Kau sepertinya tidak suka melihat ayah di sini, Dam?

(2) Adam : Ya, aku tidak suka. Kecuali Ayah bilang pada Zut dan Qon, bahwa cerita-cerita itu bohong!

(3) Ayah : (Menggeleng) Aku tidak bohong!

(4) Adam : Kalau begitu Ayah tahu resikonya. Ayah harus pergi dari sini!

(5) Tania : Dam! (Tania berseru kencang, sambil menangis) Jangan lakukan, aku mohon jangan lakukan itu. Itu Ayah kau! Yang menggendong kau saat bayi. Itu Ayah, Dam!

(6) Ayah : Baik...Baiklah. (Ayah berdiri, matanya redup)

(7) Tania : Jangan pergi! (berlari menahan lengan Ayah). Aku mohon, Ayah jangan pergi!

(8) Ayah : Tidak ke mana-mana bukan? (tertawa kecil) Kau dan anak-anak bebas mengunjungiku kapan saja di sini (menunjuk kuburan yang di nisannya tertulis namanya).

(9) Tania : Apa? Ayah Meninggal di sini?


Bukti latar tempat ditunjukkan dengan nomor ....

a)

(1) dan (2)

b)

(3) dan (4)

c)

(5) dan (6)

d)

(8) dan (9)

10.

perhatikan penggalan drama berikut ini !

Waktu itu sudah hampir jam satu. Sekolahsudah usai. Bahwa Yanti belum pulang itulah yang menyebabkan Asdiarti terkejut.

Asdiarti : Kau masih ada di sini, Yanti. Belum pulang?

Yanti : (Tidak menjawab. Ia hanya menggeleng dan terus melanjutkan membaca.)

Penggalan drama tersebut memuat latar....

a)

tempat

b)

waktu

c)

suasana

d)

tempa, waktu, suasana