wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Teks Fabel

Total questions: 20

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Penulisan kalimat langsung yang benar kutipan fabel adalah....

a)

“Anjing, kenapa kau menangis,” tanya si Kupu.

b)

"Anjing, kenapa kamu menangis?" tanya si Kupu.

c)

“Anjing, kenapa kau menangis” tanya si Kupu.

d)

"Anjing, kenapa kamu menangis?" tanya si Kupu."

2.

Perhatikan kutipan fabel berikut!

Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia menemukan makanan dan udara. Setelah cukup lama terbang, dari jarak Dodo melihat udara dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan mengecewakan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. siapa namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Kutipan cerita fabel di atas merupakan struktur fabel bagian….

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Resolusi

d)

Koda

3.

Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak memiliki teman teman karena takut tertusuk duri tajam yang ada di tubuh. "Maaf Landi, kami ingin bermain dengan Anda, tapi durimu sangat tajam," kata Cici dan teman-temannya. tinggalah Landi sendiri.

Berdasarkan struktur teks fabel, kutipan fabel tersebut adalah ...

a)

Perkenalan

b)

Komplikasi

c)

Klimaks

d)

Penyelesaian

4.

Bacalah kutipan teks berikut!

Paman Belalang

“Hore!” Teriakan para serangga ketika melihat kodok-kodok itu pergi. Sambil menari-nari mereka mengangkat tubuh Paman Belalang dan melemparkan-lemparannya ke udara. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Sejak itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. Ia menyadari dirinya masih berguna walaupun telah kehilangan kehilangan. Setiap malam ia pun bergabung dengan para serangga lainnya untuk berpesta. Paman Belalang selalu bermain gitar dan bernyanyi. Para serangga pun sangat disukai. Begitu juga dengan Lodi dan Roro yang sekarang menjadi sahabat paman. Mereka selalu ikut berpetualang dengan Paman Belalang dan perahunya.

Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian ...

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Klimaks

d)

Resolusi

5.

Meskipun kedua burung itu bersahabat, mereka memilliki tabiat yang sangat berbeda. Merak selalu terlihat rapi, sedangkan gagak tampak begitu jorok.

Makna kata tabiat pada kutipan fabel tersebut adalah

a)

Tingkah laku

b)

Cara makan

c)

Cara berjalan

d)

Cara berbusana

6.

Bacalah dengan saksama penggalan teks cerita fabel berikut!

Ikan yang cemas dahulu dan bertindak sebelum nelayan datang dan ikan yang tertindak ketika nelayan datang berhasil selamat. Tetapi ikan yang mempercayakan hanya pada keberuntungan dan tidak berbuat apa-apa semuanya mati. Begitu juga pada kehidupan.

Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian ….

a)

Resolusi

b)

Koda

c)

Komplikasi

d)

Orientasi

7.

Perhatikan kutipan fabel berikut!

Walaupun Sang Kura-kura dan Elang jarang bertemu karena Sang Kura-kura lebih lama waktu di semak-semak sedangkan Sang Elang lebih banyak terbang, namun, tidak menahan Sang Elang untuk selalu mengunjungi teman-teman kecilnya yang baik hati, Sang Kura-kura.

Kata sandang dalam teks fabel tersebut adalah ....

a)

Sang

b)

Si

c)

Kura-kura

d)

Elang

8.

Perhatikan kutipan fabel berikut!

Setelah itu, Raja Kera ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Carinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak pikir panjangnya penderitaannya di sebelahnya, kemudian ia bertumpu pada batang kayu.

Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ....

a)

Tidak ada akar anggota badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinnya

b)

Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang supaya selamat

c)

Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun

d)

Seorang pemimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya sehingga berhasil

9.

Pada zaman dahulu, ada sebuah gunung yang sangat tinggi. Para penduduk setempat menamakannya Gunung Tikus. Orang-orang menceritakan cerita yang aneh tentang penamaan gunung ini.

Tidak intrinsik yang tidak tampak pada cuplikan dongeng di atas adalah ....

a)

Penokohan

b)

Tema

c)

Latar belakang

d)

Amanat

10.

(1) Setelah lama menyusun, kancil merasa lapar dan menemukan kebun ketimun di seberang sungai. (2) Buaya marah karena merasa ditipu oleh kancil. (3) Kancil mengelabuhi buaya untuk sampai ke seberang sungai. (4) Kancil jalan-jalan di pinggir hutan untuk mencari dan mencari udara segar.

Urutan peristiwa yang sesuai adalah ....

a)

4-2-3-1

b)

4-1-3-2

c)

4-1-2-3

d)

4-3-2-1

11.

keesokan harinya Monyet harus belanja lagi. Toko itu terlihat begitu ramai. Semua buah pisang terjual habis. “Kali ini saya tidak bisa memberimu pisang, besok saja ya ? Doakan dagangan saya laku,” Ucap Kelinci. Lalu Monyet kemudian melemparnya. Dia tidak mau pulang ke rumah. Monyet merasa semua orang mencuri pisangnya.

Penyebab konflik dalam kutipan tersebut adalah ....

a)

Uang belanja di toko keesokan harinya

b)

Semua pisang terjual habis

c)

Kelinci tidak memberi Monyet pisang

d)

Monyet yang berbelanja di toko kancil

12.

Mari kita bersama-sama menjaga hutan ini agar tidak rusak ucap Harimau.

Penulisan kalimat langsung yang tepat berdasarkan kalimat di atas adalah ....

a)

Mari kita bersama-sama menjaga hutan ini agar tidak rusak ucap Harimau.”

b)

Mari kita bersama-sama menjaga hutan ini agar tidak rusak “ucap Harimau.”

c)

“Mari kita bersama-sama menjaga hutan ini agar tidak rusak”! ucap Harimau.

d)

“Mari kita bersama-sama menjaga hutan ini agar tidak rusak!” ucap Harimau.

13.

Alkisah pada suatu hari yang cerah di hutan, ada seekor beruang dicoba. Ia menjelajahi hutan untuk mencari madu, tapi sayang ia tidak menemukan satu-satunya sarang lebah sama sekali. Ia pun akhirnya pergi ke sungai mencari ikan. Di sana, ia menemukan banyak ikan yang sedang berenang.

Fabel di atas menggunakan sudut pandang (cara penceritaan) ….

a)

Orang pertama

b)

Orang pertama dan kedua

c)

Orang kedua

d)

Orang ketiga

14.

Secara bersamaan, dua ekor kambing jantan dari arah berlawanan dengan menyeberangi sebuah titian. Titian tersebut hanya cukup untuk dilewati seekor binatang. Ketika keduanya bertemu di tengah, tak ada yang mau mundur atau rela mengalah. Mereka menyarangkan tanduk satu sama lain, sampai kemudian mereka jatuh ke tengah arus sungai dan tenggelam.

Amanat yang terkandung dalam teks fabel tersebut adalah ....

a)

Kita harus bekerja sama dengan orang lain

b)

Jangan egois dan tanpa kehendak sendiri

c)

Kita harus saling membantu sesama

d)

Hormati setiap orang yang berada dihadapan kita

15.

Cermati kalimat berikut!

Pada suatu hari ketika kedua sahabat itu sedang mencari makan, tiba-tiba seekor serigala datang menyerang keduanya.

Antonim kata datang adalah ....

a)

Tiba

b)

Berangkat

c)

Pergi

d)

Sampai

16.

Berikut ini yang merupakan kalimat seru adalah ....

a)

Namun tiba-tiba…

b)

Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

c)

Ia sangat menyesal.

d)

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

17.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.

Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.

Perbaikan atas kesalahan penggunaan kata depan di pada kutipan fabel tersebut adalah ....

a)

dihutan, di saat, di ajak

b)

di hutan, di tubuhnya, disaat

c)

di hutan, di tubuhnya, di saat

d)

dihutan, disaat, di ajak

18.

Semua binatang-binatang yang beradadi hutan rimba itu sangat terkejut sekali ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk .

Perbaikan yang tepat terhadap kalimat tidak efektif tersebut adalah ....

a)

Semua binatang-binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.

b)

Semua binatang-binatang yang berada di hutan rimba itu terkejut sekali ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.

c)

Semua binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut sekali ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.

d)

Semua binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.

19.

Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah ....

a)

“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”

b)

“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”

c)

“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.

d)

“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”

20.

Bukti kutipan cerita bahwa Buaya mempunyai watak bodoh adalah ....

a)

“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.

b)

“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Aws kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,”

c)

“Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentukseperti jembatan"

d)

“Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.”