NEW
Font size
WorksheetsTRY OUT UKMPPD 2022
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Laki-laki, 24 tahun datang ke IGD RS setelah KLL sejak 2 jam yang lalu. Pasien saat ini mengeluhkan kedua kakinya sulit untuk digerakkan. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan neurologis : composmentis, paraparesis, hilangnya sensasi nyeri dan suhu pada kedua tungkai, akan tetapi untuk proprioseptif dan getas dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Brown Sequard Syndrome
Anterior cord syndrome
Posterior cord syndrome
Central cord syndrome
Cauda equina syndrome
Laki-laki, 18 tahun, datang ke IGD RS setelah berkelahi terkena pukulan di area leher. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan neurologis = tetraparesis (kelemahan ekstermitas superior lebih berat), hilangnya sensasi proprioseptif dan getar normal terganggu, sementara untuk nyeri dan suhu dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini?
Complete spinal transection
Brown sequard syndrome
Anterior cord syndrome
Posterior cord syndrome
Central cord syndrome
Perempuan 35 tahun, datang dengan keluhan kaki kirinya tidak bisa digerakkan setelah terserempet sepeda motor. Pasien merasakan kebas pada kaki kanan dan terasa berat pada kaki kirinya. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan neurologi = monoplegi ekstremitas inferior sinistra, penurunan fungsi eksteroseptif kontralateral, penurunan fungsi propriospetif ipsilateral. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Brown sequard syndrome
Anterior cord syndrome
Posterior cord syndrome
Central cord syndrome
cauda equine syndrome
1Ny C, 57 tahun diantar oleh keluarganya ke UGD RS dengan keluhan kelemahan setengah badan sebelah kiri yang dialami sejak 2jam lalu secara tiba-tiba. Keluhan disertai dengan bicara pelo (+), riwayat HT, DM (+). Pemeriksaan Fisik: hemiparesa sinistra, palsy N VII. XII dekstra tipe sentral. Setelah diberikan terapi yang sesuai, keluhan membaik 10 jam kemudian. Apakah diagnosis pasien tersebut?
TIA
RIND
Stroke non hemoragic
Stroke hemoragic
Stroke mimic
1Laki-laki, 60 tahun dibawa ke UGD dengan kelemahan tubuh kanan sejak 30menit lalu secara tiba• tiba. Sebelumnya pasien sedang duduk menonton TV Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E4MxV6, TD 180/100 mmHg,N: 90x/i, P:24x/i, T:36,5. Kesan lateralisasi ke kanan, kaku kuduk (-). Pemeriksaan penunjang awal yang digunakan sebagai penegakan diagnosis pasien tersebut adalah ...
DW MRI
CT scan kepala tanpa kontras
Lumbal pungsi
CT scan kepala dengan kontras
MRI kepala tanpa kontras
Perempuan umur 56 tahun diantar keluarganya ke poliklinik saraf. Pasien mengeluh lemah separuh badan dan mudah mengalami keluhan pusing berputar sejak 2 minggu yang lalu. Mual muntah (-). TD : 110/70 mmHg, N:80x/i, P:20x/i, T:36,5. Pasien dapat berbicara menceritakan keluhannya tapi tidak mengerti isi pembicaraan jika ditanya. Pasien juga tidak mampu mengulang kata yang diperintahkan. Menurut keluhan pasien diatas, area berapakah diotak yang mengalami kerusakan?
area broadmann 44-45
Area broadmann 41-42
Area broadmann 17-18
Area Broadmann 22
Area Broadmann 4 - 6
Perempuan 45 tahun datang dengan keluhan lemah badan satu sisi. Pasien mempunyai riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang lalu dan tidak rutin kontrol. Saat datang di UGD, GCS 4x6 Tensi 170/100 Nadi 88x/menit regular RR 20x/m Tax 37°C. Pemeriksaan Neurologis ditemukan Hemiparese Dextra, parese nervus cranialis vii dan xii dextra. Pasien dapat menjawab pertanyaan. Pasien dapat mengulang perkataan pemeriksa .. Ketika berbicara dengan pasien, pasien tidak dapat mengerti isi pembicaraan dengan pemeriksa. Apa nama kelainan ini?
Afasia anomik
Afasia motoric
Afasia transkortikalis motoric
Afasia transkortikalis sensorik
Afasia konduksi
Laki-laki 47 tahun, datang ke IGD dengan kelemahan satu sisi tubuh. Pasien tidak mengeluhkan nyeri kepala (-) dan muntah (-). Menurut keluarga pasien, pasien memiliki riwayat DM dan HT sejak 5 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 15, TD 150 I 90 mmHg, Nadi 98x/m, RR 24x/m, Tax 37°C. Reflek Biceps meningkat. Motorik didapatkan hemiparese dextra, parese nervus VII dextra UMN. Berapa skor Siriraj dari pasien terse but?
+6
-6
0
+5
-5
1Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala. Nyeri hilang timbul muncul berkala beberapa bulan dalam setahun. Keluhan muncul 1-2 kali per hari. Nyeri dirasakan di sisi kanan khususnya belakang bola mata hingga menimbulkan mata kemerahan, berair dan hidung tersumbat. Sebelumnya pasien tidak mengeluh batuk atau pilek. Terapi abortif yang paling tepat untuk pasien ini adalah ...
Paracetamol
Oksigen
Verapamil
Ergotamin
Prednison
Perempuan, 58 tahun, datang ke UGD dengan keluhan nyeri pada rahang kanan menjalar hingga depan telinga kanan sejak 1 bulan yang lalu. Nyeri dirasakan seperti tersengat listrik terutama saat mengunyah makanan. Apakah pilihan terapi yang tepat untuk pasien tersebut?
Asam Mefenamat 200 mg
Gabapentin 75 mg
Diazepam 2 mg
Karbamazepin 200 mg
Propanolol 15 mg
Pasien laki-laki usia 39 tahun datang dengan keluhan sering jatuh karena merasa kedua kakinya tidak begitu menapak. Keluhan terjadi setelah pasien jatuh dari atap. Kejadian terjadi sejak 1 jam yang lalu. Setelah jatuh pasien masih sadar. Tidak ada keluhan kelemahan pad a kedua kaki pasien. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, pemeriksaan fisik tidak didapatkan paresis pada ekstremitas, ketika dilakukan tes sensibiltas ternyata terdapat gangguan perabaan sedangkan nyeri dan suhu dalam batas normal. Pemeriksaan penunjang menunjukkan adanya lesi pada medulla spinalis setinggi L4-5. Apa tatalaksana yang anda sarankan untuk kasus di atas ...
Methylprednisolone 30 mg/kg IV bolus 15 menit, didiamkan selama 45 menit
Methylprednisolone 30 mg/kg IV bolus 15 menit, didiamkan selama 45 menit, lanjut 23 jam berikutnya Methylprednisolone 5,4 mg/kg/jam
Methylprednisolone 30 mg/kg IV bolus 15 menit, didiamkan selama 45 menit, lanjut 47 jam berikutnya Methylprednisolone 5,4 mg/kg/jam
Methylprednisolone 30 mg/kg IV bolus 15 menit, didiamkan selama 45 menit, lanjut 71 jam berikutnya Methylprednisolone 5,4 mg/kg/jam
Tidak memberikan Methylprednisolone, berikan analgetik saja
1. Pasien laki-laki usia 25 tahun datang diantar keluarganya ke IGD dengan keluhan kejang. Kejang sudah berulang sebanyak 5 kali. Kejang hanya terjadi pada sisi tubuh sebelah kanan saja dan saat serangan pasien masih bisa diajak komunikasi lalu setelah itu pasien bisa malanjutkan aktivitas seperti biasa. lama tiap serangan 2-3 menit. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD: 110/80 mm Hg, N: 88 x/m, S: 36,9 °C, RR: 18 x/m, pemeriksaan fisik dan neurologis dalam batas normal. Apa terapi rumatan yang sesuai untuk pasien di atas ...
Diazepam
Fenitoin
Carbamazepine
Asam valproat
1. Pasien laki-laki usia 14 tahun datang ke poli saraf diantar ibunya dengan keluhan sering bengong. lbu pasien mengeluhkan biasanya pasien tampak bengong disertai mulut yang mengecap-ngecap dan berlangsung sekitar 5-10 men it. Pasien pernah mengatakan sesaat sebelum serangan pasien melihat kilatan cahaya. Setelah keluhan tersebut terjadi biasanya pasien merasa sedikit mual. lbunya juga mengeluhkan kalau prestasi belajarnya menurun selama ada keluhan tersebut. Riwayat dulu pasien pernah diterapi kejang hingga tuntas tetapi sekarang kambuh lagi. Pemeriksaan tanda vital dan fisik dalam batas normal. Apa diagnosis yang paling mungkin untuk kasus di atas ...
Epilepsi partial simpleks
Epilepsi partial kompleks
Epilepsi general sekunder
Epilepsi tonik
Epilepsi grand mal
1. Seorang anak usia 15 tahun datang ke poli saraf diantar ibunya karena seringjatuh saat bermain dengan temannya. Pasien mengatakan biasanya keluhannya terjadi tiba-tiba dan pasien tidak sadar. Terkadang teman pasien juga mengatakan bahwa pasien sering saat belajar seperti tertunduk tiba-tiba dan ketika dipanggil pasien tidak menjawab namun setelah beberapa detik pasien sadar dan melanjutkan aktivitas seperti biasa. Prestasi belajar pasien biasa-biasa saja. Keluhan ini bisa terjadi beberapa kali dalam sehari. Pada pemeriksaan vital dan neurologis dalam batas normal. Apa terapi yang tepat untuk kasus di atas ...
Asam valproat
Carbamazepine
Ethosuximide
Diazepam
Fenitoin
Bayi usia 2 hari diketahui saat kelahiran gerakannnya tidak begitu aktif dan memiliki benjolan yang terdapat dipunggungnya. lbu pasien memiliki riwayat epilepsi dan rutin mengkonsumsi obat antiepilepsi saat hamil dan tidak rutin ANC. Pada pemeriksaan vital dalam batas normal, pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan setinggi L4-5 dan terlihat ada massa di dalamnya. Gerakan bayi tersebut juga tampak kurang aktif. Obat apakah yang paling sering menyebabkan keluhan pada bayi di atas ...
Asam valproat
Fenitoin
Carbamazepine
Ethosuximide
Diazepam
Laki-laki, 39 tahun, dibawa ke UGD RS karena kejang berulang dengan durasi sekitar 2-5 men it per kejang. Saat kejang didapatkan mata mendelik ke atas, keempat ekstrimitas kaku dan mulut mengeluarkan busa. Pasien pernah kejang sebelumnya, namun tidak pernah berobat rutin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran menu run, TD 130/80 mm Hg N 110 x/menit RR 24 x/menitTax 36,9, pada pemeriksaan neurologis dalam batas normal. Dalam observasi selama 3 jam, pasien telah diberikan diazepam IV hingga fenitoin IV, namun kesadaran masih menurun dan masih terdapat episode kejang berulang. Diagnosis untuk kasus pasien adalah .
Early status epilepticus
Established status epilepticus
Refractory status epilepticus
Super refractory status epilepticus
Status epilepticus non convulsivus
Laki-laki, 58 tahun, ditemukan tergeletak di lantai kamarnya tidak sadar, dengan celana tampak basah seperti mengompol. Pasien tidak respon saat dipanggil ataupun dicubit oleh keluarganya. Terdapat riwayat HT dan DM dalam pengobatan. Setiba di UGD, pasien masih tampak penurunan kesadaran. TD 130/80 mmHg, N 105 x/menit, RR 22 x/menit, Tax 36,8C, BSA 223 mg/di. Pemeriksaan neurologis kesan normal, tidak terdapat aktivitas motorik selama observasi di UGD. CT scan kepala tidak ditemukan kelainan. Kemudian dilakukan perekaman aktivitas listrik otak dan ditemukan gelombang kejang. Diagnosis pasien tersebut adalah
Susp ensefalitis
Tod paralysis
Non convulsive status epilepticus
Convulsive status epilepticus
Metabolic encephalopathy
1. Laki-laki, 38 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kejang berulang. Pasien juga dikeluhkan kesulitan makan sejak 3 hari yang lalu karena kesulitan membuka mulut. Dua minggu yang lalu pasien tertusuk paku saat sedang berkebun dan hanya dibersihkan di rumah. Pemeriksaan fisik TD 110/70 mm Hg, nadi llOx, RR 36x/ menit, temp 39. Dari pemeriksaan didapatkan trismus ++ kejang rangsang +, kejang spontan +. Diagnosa yang paling tepat untuk kasus tersebut adalah .
Tetanus grade 1
Tetanus grade 2
Tetanus grade 3
Tetanus grade 4
Laki-laki 45 tahun dibawa ke RS karena kakinya tergores kaca saat membersihkan kebun. Dari pemeriksaan didapatkan Iuka terbuka sepanjang 4 cm, perdarahan aktif (-), dasar dan sekitar Iuka bersih. Dari anamnesa diketahui pasien tidak mengetahui riwayat vaksin tetanus sebelumnya. Perawat melakukan rawat Iuka pada pasien. Tatalaksana berikutnya yang tepat adalah .
Observasi saja
Diberikan TD saja
Diberikan TD dan HTIG
Diberikan HTIG saja
Tidak perlu pemberian TD maupun HTIG
Perempuan 48 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kejang dan tidak dapat membuka mulut sempurna sejak 3 hari lalu. Dua minggu yang lalu pasien tertusuk paku saat sedang membersihkan rumah. Pemeriksaan fisik TD 130/70 mmHg, nadi 116x/menit, RR 32 x/menit, temp 38,9 C. Dari pemeriksaan didapatkan trismus ++ kejang rangsang +, kejang spontan +. Tatalaksana yang tepat untuk pasien adalah .
HTIG selama 3 hari + Diazepam + Metronidazole + TT
ATS selama 7 hari + Diazepam + Metronidazole + TT
ATS single dose+ Diazepam + Metronidazole + TI
HTIG single dose+ Diazepam + Metronidazole + TT
ATS selama 3 hari + HTIG single dose+ Diazepam + Metronidazole + TI
laki-laki usia 7 tahun datang ke UGD RS diantar oleh ayahnya dengan keluhan digigit kucing tetangganya kemarin malam. Kucingnya dikatakan sedang sakit dan menggigit pasien yang melintas di depannya, lalu tadi pagi diinfokan bahwa kucing terse but ditemukan mati. Kucingnya dikatakan tidak pernah divaksin sebelumnya. Pada pemeriksaan ditemukan Iuka gigitan kucing pada betis kiri ukuran 0,3x0,5 cm sebanyak 2 buah, perdarahan aktif (-). Tatalaksana yang tepat untuk kasus tersebut adalah .
Rawat Iuka dan pemberian antibiotik
Rawat Iuka dan injeksi VAR
Rawat Iuka, injeksi VAR dan SAR
Rawat Iuka dan injeksi SAR
Rawat Iuka, injeksi HTIG
Perempuan 48 tahun datang ke UGD diantar oleh keluarganya karena terdapat perubahan sikap beberapa hari terakhir. Menu rut keluarga, sebelumnya pasien mengeluh nyeri, panas, dan kebas pada betis kirinya. Kemudian sejak kemarin pasien mulai tampak cemas utamanya jika mendengar suara hujan dan marah-marah jika ada yang membuka tirai jendelanya saat siang hari. Pasien disertai dengan produksi air liur yang tampak berlebih. Riwayat sebelumnya pasien sempat digigit anjing liar di betis kiri saat sedang ke pasar, namun saat ini Iuka dikatakan sudah sembuh. Termasuk pada stadium apakah pasien tersebut ....
Stadium prodromal
Stadium sensoris
Stadium eksitasi
Stadium paralisis
Stadium terminal
Perempuan usia 32 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan wajah merot ke kanan. Keluhan terjadi sejak 2 hari yang lalu. Tidak ada keluhan lemah pada anggota gerak. Pasien juga mengeluhkan bahwa mata sering berair dan sulit untuk ditutup. Saat makan juga makanan sering keluar dari sudut bibir kiri. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, pemeriksaan fisik didapatkan kerutan dahi (-) sisi sinistra, ketika disuruh menutup mata pasien tidak menutup matanya dengan sempurna meskipun sudah berusaha semaksimalnya, bersiul (-), wajah tampak tidak simetris saat keadaan istirahat. Berdasarkan skala House-Brackmann, termasuk skala berapa kasus di atas ...
Skala II
Skala III
Skala IV
Skala V
Skala VI
laki-laki usia 55 tahun, datang dengan keluhan nyeri punggung bawah sejak 1 tahun yang lalu, semakin memberat terutama saat mengangkat beban. Nyeri menjalar sampai tungkai bawah kiri hingga ujung jari kaki. Pada hasil pemeriksaan fisik terasa kebas pada daerah lutut bagian lateral, punggung kaki dan berakhir pada jari jempol sebelah kiri, dan pasien kesulitan mengangkat telapak kaki. Di mana letak lesi pada kasus tersebut ...
Th ll-12
Th12-Ll
L4-5
L5-Sl
S2-3
Laki, 40 tahun datang dengan keluhan nyeri menjalar dari leher ke bahu, lengan hingga jemari tangan. Keluhan muncul terutama saat pasien mengekstensikan leher dan nyeri dirasakan menjalar dari leher sampai dengan jari telunjuk dan jari tengah pasien. Spurling test +.penurunan sensibilitas digiti II-Ill.Segment radix medulla spinalis berapakah yang mungkin mengalami gangguan?
C5-7
C5-6
C6-8
C7-Tl
C8-T2
Perempuan, 65 tahun mengeluh nyeri yang dirasakan menjalar dari leher sampai ujung jari tangan sebelah kanan. Keluhan lebih terasa saat pasien kelelahan. Pasien sehari-hari bekerja mengangkat barang di pasaryang bertumpu pada kepalanya. Tes spurling kanan (+), Tes Lhermitte (+), Tes Naffziger (+). Pembuluh darah apa yang dievaluasi pada tes Naffziger pada pasien tersebut sehingga dapat dijadikan acuhan dalam menegakkan diagnosis?
A. Karotis lnterna
V. Subklavia
V. cava superior
V. jugularis
A. carotis externa
Laki-laki, 40 tahun datang dengan keluhan nyeri dan kaku pada punggung bawah yang tidak hilang• hilang sejak 4 bu Ian, pasien sudah membeli obat-obatan anti nyeri di warung, namun keluhan tetap dirasakan hilang timbul. Keluhan terutama saat bangun pagi dan duduk lama. Tidak ada riwayat batuk lama. Foto lateral vertebra menunjukkan bamboo spine. Kemungkinan diagnosis pada pasien adalah .....
Rheumatoid arthritis
Spondilitis TB
SLE
Ankylosing spondylitis
Spondylolisthesis
Perempuan 30 tahun dibawa ke UGD setelah jatuh dari pohon. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pada lengan kanan: posisi lengan atas adduksi internal rotasi, lengan bawah ekstensi pronasi, reflex genggam tangan +. Diagnosis yang paling mungkin:
Paralisis erb ec. cedera plexus brachialis superior
Paralisis erb ec. cedera plexus brachialis inferior
Paralisis klumpke ec. cedera plexus brachialis superior
Paralisis klumpke ec. cedera plexus brachialis inferior
Paralisis total ec. cedera plexus brachialis superior et inferior
Seorang anak usia 15 tahun dibawa ke IGD setelah jatuh dari pohon pinang. Pasien mengeluhkan tangan kirinya sulit untuk digerakkan dan juga merasa kebas pada jari-jari tangan. Pada pemeriksaan fisik ekstremitas atas sinistra ditemukan lengan atas dalam batas normal, lengan bawah flexi ringan, pergelangan tangan dorsoflexi,jari 4 dan 5 tidak bisa ekstensi sepenuhnya. Apa diagnosis kasus di atas
Erb-Duchenne Palsy
Klumpke-Dejerine Palsy
Cerebral Palsy
Bell's Palsy
Saturday Night Palsy
Laki-laki, 50 tahun post terjatuh 3 jam yang lalu. Pasien jatuh dengan posisi Iutut kanan sebelah luar membentur tanah. Tungkai bawah sulit untuk digerakkan. Didapatkan dari pemeriksaan dorsoflexi -, plantar flexi +, hipestesia regio anterior dan lateral cruris dextra. Dilakukan foto cruris D AP lateral didapatkan fraktur caput fibulla D. Manakah diagnosa yang paling tepat pada kondisi di bawah ini?
Tarsal tunnel syndrome
Morton metatarsalgia
Guyon tunnel syndrome
Peroneal nerve palsy
Tibial nerve palsy
Laki-laki, 40 tahun datang dengan keluhan kaki terasa sakit di jempol kaki dan sebagian telapak setelah terkena tendang temannya saat bermain sepak bola. Pemeriksaan Tinnel Test(+) di maleolus medialis. Nervus apa yang kemungkinan mengalami cedera pada kasus tersebut?
Nervus femoralis
Nervus tibialis posterior
Nervus peroneus komunis
Nervus Fibularis komunis
Nervus Fibularis profunda
Perempuan 38 tahun datang dengan keluhan nyeri pada tangan kanan. Nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk. Selain itu juga didapatkan kebas di jari manis dan kelingking. Keluhan biasanya dirasakan saat sore hari. Pada pemeriksaan fisik tanda-tanda vital dalam batas normal. Apakah diagnosis dan pemeriksaan tambahan yang tepat pada pasien tersebut ...
Saturday night palsy, Wrist drop
Carpal tunnel syndrome, Tinel sign(+)
Guyon canal syndrome, Froment test(+)
Tarsal tunnel syndrome, Thompson test(+)
Cubital tunnel syndrome, Phalen test(+)
Perempuan 30 tahun, datang ke klinik dengan keluhan kesemutan di tangannya. Dari pemeriksaan fisik, didapatkan bahwa pasien kesulitan untuk mengekstensikan pergelangan tangan dan juga kehilangan sensoris pada bagian punggung tangannya. Pasien memiliki riwayat fraktur humerus. Saraf yang terlibat dalam kasus ini adalah ...
N. Ulnaris
N. Radialis
N. Medianus
N. Fasialis
N. Peroneus
Laki-laki 35 tahun datang mengeluhkan adanya kelemahan di kedua tangan dan kaki. Kelemahan dimulai dari kaki baru kemudian ke tangan, dimulai dari ujung jari dan telapak. Terdapat rasa kehilangan sensasi sentuhan seperti menggunakan kaos kaki dan sarung tangan. Sebelumnya pasien mengaku ada riwayat sakit batuk pilek sekitar 1-2 minggu sebelumnya, dari hasil pemeriksaan didapatkan pasien kelemahan dari tungkai hingga extremitas atas, reflex fisiologis menurun, tidak ditemukan refleks patologis. Gejala apa yang khas pada kasus ini?
Kelemahan extremitas
Adanya lSPA sebelumnya
Refleks fisiologis yang menurun
Pola Gloves and stocking
Kelemahan yang ascending
Seorang laki-laki berusia 60 tahun dating dengan keluhan tangan gemetar sejak 1 tahun yang lalu. Pasien mengeluh sulit berjalan lurus dan sering terjatuh sendiri. Dari pemeriksaan didapatkan tekanan darah 140/80mmhg nadi 90x/menit suhu 37oC. Masked face+ Rolling tremor+ rigiditas +. Dimanakah kelainan yang terdapat pada pasien.
Hipofisis
Frontotemporal
Serebellum
Serebellum
Subtansia nigra
Perempuan 65 tahun datang mengeluh jari tangan tremorsejak 6 bu Ian yang lalu. Pasien sudah berobat, dikatakan keluhan disebabkan karena penuaan dan diberi vitamin. Riwayat hipertensi, diabetes mellitus, dan stroke disangkal. Pemeriksaan fisik tampak tubuh condong ke depan, tremor pada ujung jari dan bibir, gerakan halus dan lam bat, serta terdapat cogwheel phenomenon. Terkait gangguan neurotransmitter apakah yang menyebabkan kondisi di atas?
Adrenalin
Noradrenalin
Asetilkolin
GABA
Dopamin
Laki-laki 65 tahun dibawa kel uarganya karena jika berjala n sepeta k-petak serta wajah yang "datar" tanpa ekspresi. Pada pemeriksaan didapatkan rigiditas roda pedati. 3 bulan yang lalu, pasien dibawa ke rumah sakit dan didiagnosis stroke. Tremor pada ekstremitas makin berkurang dibandingkan sebelumnya. Pasien tidak dapat beraktivitas tanpa bantuan orang lain. Apakah diagnosis yang tepat untuk pasien ini?
Parkinson grade I
Parkinson grade II
Parkinson grade III
Parkinson grade IV
Parkinson grade V
Laki-laki, 86 tahun, dibawa ke Poliklinik RS oleh keluarganya karena sering salah mengenali keluarganya. Anaknya mengatakan pasien sering memanggil "istriku" ke cucu perempuannya. Pasien juga tampak murung, sering lupa mandi dan sering lapar meminta makan padahal baru saja makan. Keluhan ini muncul sejak 2 tahun terakhir dan semakin memburuk. Riwayat hipertensi tidak terkontrol 10 tahun. Pemeriksaan fisik TD 160/100 mmHg, N 80x/menit, R 20x/menit, T 36,6 C. Pemeriksaan neurologi tidak ditemukan refleks patologis, kelemahan motorik maupun gangguan sensorik. Hasil uji MMSE 13. Diagnosis yang paling mungkin?
Demensia Vaskular
Demensia Alzheimer
Demensia Frontotemporal
Demensia Lewy Body
Delirium
perempuan 28tahun datang ke dokter diantar suaminya dengan keluhan sering terjatuh saat berjalan. Pasien sering jatuh ke arah kiri, mual(-) muntah(-). Pasien juga mengeluhkan pusing berputar. Telinga berdenging (-), penurunan pendengaran (-). Pada pemeriksaan fisik didapatkan nistagmus (+) dan romberg test (+). Apa diagnosis yang mungkin ?
Tumor parietal
Tumor mesencephalon
Tumor temporal
Tumor cerebellum
Tumor frontal
Perempuan, 45 tahun, datang ke IGD karena nyeri dan kaku leher sejak 4 hari SMRS. Pasien mengeluh demam 1 minggu tidak membaik dengan antibiotik. Pasien pernah dirawat dengan keluhan yang sama 2 kali dalam 1 tahun terakhir. PF: GCS 465, TD 130/80 mm Hg, N 88x/menit, R 22x/menit, T 38,7 C. Pemeriksaan neurologi didapatkan Babinski (-), Kernig (+). Pewarnaan cairan serebrospinal dengan tinta India didapatkan gambaran telur mata sapi. Apa mikroorganisme penyebab yang paling sesuai pada kasus ini?
Streptococcus pneumonia
Haemophilus influenzae
Cryptococcus neoformans
Mycobacterium tuberculosa
Cytomegalovirus
