Font size
WorksheetsTEMA 6 IPS. INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN DAN PENGARUHNYA
Total questions: 12
Worksheet time: 9mins
Bacalah paragraf berikut!
Manusia dengan Lingkungan Alam
Semua makhluk hidup yang ada di bumi, melakukan hubungan dengan sesama makhluk hidup maupun dengan lingkungannya. Lingkungan alam terdiri atas benda mati dan makhluk hidup. Lingkungan alam merupakan sumber penghidupan bagi makhluk hidup, karena alam menyediakan semua kebutuhan makhluk hidup.
Benda mati dan makhluk hidup saling memengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Bahkan, antarkeduanya saling berkaitan. Salah satu bentuk hubungan antara benda mati dan makhluk hidup adalah jenis tanah, suhu, dan curah hujan di suatu tempat dapat memengaruhi jenis tanaman yang tumbuh dan hewan yang berkembang di daerah tersebut.
Makhluk hidup juga dapat memengaruhi benda mati. Contohnya daerah yang banyak tumbuhannya akan menyebabkan daerah tersebut menjadi lebih sejuk. Daerah yang masih banyak tumbuhannya cenderung memiliki air tanah yang baik dan berlimpah. Hal ini terjadi karena, tanaman membantu tanah untuk menahan air dan menyimpannya di dalam tanah dengan baik.
Apa yang dimaksud dengan lingkungan alam?
Lingkungan alam merupakan sumber penghidupan bagi makhluk hidup, karena alam menyediakan semua kebutuhan makhluk hidup.
Makhluk hidup juga dapat memengaruhi benda mati.
Daerah yang masih banyak tumbuhan.
Hubungan antara manusia dengan lingkungan alam.
Bacalah paragraf berikut!
Manusia dengan Lingkungan Alam
Semua makhluk hidup yang ada di bumi, melakukan hubungan dengan sesama makhluk hidup maupun dengan lingkungannya. Lingkungan alam terdiri atas benda mati dan makhluk hidup. Lingkungan alam merupakan sumber penghidupan bagi makhluk hidup, karena alam menyediakan semua kebutuhan makhluk hidup.
Benda mati dan makhluk hidup saling memengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Bahkan, antarkeduanya saling berkaitan. Salah satu bentuk hubungan antara benda mati dan makhluk hidup adalah jenis tanah, suhu, dan curah hujan di suatu tempat dapat memengaruhi jenis tanaman yang tumbuh dan hewan yang berkembang di daerah tersebut.
Makhluk hidup juga dapat memengaruhi benda mati. Contohnya daerah yang banyak tumbuhannya akan menyebabkan daerah tersebut menjadi lebih sejuk. Daerah yang masih banyak tumbuhannya cenderung memiliki air tanah yang baik dan berlimpah. Hal ini terjadi karena, tanaman membantu tanah untuk menahan air dan menyimpannya di dalam tanah dengan baik.
Contoh bentuk interaksi dalam lingkungan dimana makhluk hidup memengaruhi benda mati adalah....
daerah yang banyak tumbuhannya akan terasa lebih sejuk.
tanah yang subur menyebabkan sayuran dapat tumbuh subur.
suhu pegunungan yang sejuk menyebabkan wortel tumbuh subur.
curah hujan yang lebat menyebabkan banjir.
Bacalah paragraf berikut!
Manusia dengan Lingkungan Alam
Hubungan antara manusia dan lingkungan alam dapat dikelompokkan
menjadi dua. Pertama hubungan yang membuat manusia harus
dapat menyesuaikan diri dengan alam. Kedua adalah hubungan yang
membuat manusia dapat memanfaatkan alam sekitarnya. Salah satu
cara manusia untuk menyesuaikan diri dengan alam, adalah dengan
mempelajari peristiwa alam yang ada di lingkungannya. Para petani harus
menyesuaikan waktu tanam dengan musim hujan agar tanamannya
dapat tumbuh dengan baik. Para nelayan memilih waktu untuk berlayar
menyesuaikan dengan keadaan cuaca agar terhindar dari bencana dan
memperoleh tangkapan ikan yang banyak.
Manusia juga harus dapat memanfaatkan alam untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya dengan menggunakan iImu pengetahuan dan
teknologi. Contohnya, untuk menanggulangi akibat kemarau panjang yang
menyebabkan menurunnya hasil pertanian, manusia mencoba membuat
hujan buatan. Pembuatan hujan buatan ini, tentu dengan menggunakan
pengetahuan dan teknologi.
Manusia harus menyesuaikan diri dengan alam, contohnya adalah....
nelayan memilih waktu untuk berlayar dengan suhu yang panas
petani menyesuaikan waktu tanam dengan musim hujan
sopir angkutan memilih membawa angkutan saat musim hujan
pilot memilih waktu terbang pada siang hari
Bacalah paragraf berikut!
Pengaruh Negatif Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alamnya
Manusia tidak dapat hidup tanpa mengandalkan lingkungan alamnya. Dari alam manusia memperoleh banyak manfaat untuk memenuhi kebutuhannya. Pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, merupakan bentuk-bentuk interaksi manusia dengan lingkungan alamnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia memelihara alam sedemikian rupa, agar dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan manusia dan mahluk hidup lainnya.
Tetapi, tidak semua interaksi manusia dengan alam berdampak baik bagi alam. Perilaku masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan misalnya, dapat merusak lingkungan alam di sekitarnya. Membuang sampah di sungai dan di laut, dapat merusak makhluk hidup lain yang ada di dalamnya. Tidak hanya itu, kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya dapat membahayakan manusia sendiri.
Interaksi manusia dengan lingkungan yang kurang baik, juga dapat menyebabkan beberapa bencana yang merugikan manusia dan lingkungannya. Contohnya, terjadi banjir karena saluran air yang terganggu oleh sampah dari kegiatan manusia merupakan salah satu contohnya. Demikian juga dengan bencana tanah longsor, disebabkan karena manusia sering menebang pohon di tanah yang landai. Kebakaran hutan karena kecerobohan manusia pun, menyebabkan kerusakan dan kerugian yang sangat besar.
Pilihlah tiga jawaban!
Berikut adalah contoh akibat interaksi manusia dengan lingkungan alam yang kurang baik yaitu.....
banjir
tanah longsor
kebakaran hutan
tanaman tumbuh subur
Bacalah paragraf berikut!
Kehidupan Nelayan Pemburu Paus
Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu desa nelayan tradisional yang menjadikan laut sebagai ladang kehidupan mereka. Laut adalah ibu yang memberikan kehidupan sejak zaman nenek moyang mereka. Dari hasil laut, masyarakat di desa ini telah berhasil mengirimkan anak-anak mereka untuk bersekolah dan pada akhirnya bekerja.
Masyarakat nelayan di desa Lamalera, memiliki tradisi berburu paus yang telah diturunkan bertahun-tahun oleh nenek moyang mereka. Tidak sembarang paus yang mereka buru, hanya paus yang sudah tua saja yang mereka buru. Jika mereka menemukan paus muda, masyarakat nelayan di desa ini akan mengembalikannya ke laut lepas. Mereka pun bersepakat secara adat bahwa dalam setahun, tidak boleh lebih dari 15 paus yang mereka buru. Dengan demikian, mereka tetap menjaga agar paus tidak punah.
Untuk berburu paus, para nelayan melakukan pemantauan dari bibir pantai dan dari atas bukit. Ada beberapa orang yang senantiasa berada di bukit itu untuk memantau, sambil melakukan kegiatan lainnya seperti memperbaiki jala, menganyam atap perahu dari daun lontar, memasak, atau membaca buku. Jika mereka melihat paus, mereka akan berteriak “baleo” yang berarti paus. Teriakan itu, membuat para nelayan yang berada di bibir pantai segera bersiap melaut. Mereka akan mengirimkan sebuah perahu untuk mengamati jenis dan umur paus. Jika mereka melihat paus itu layak ditangkap, mereka akan akan memanggil perahu-perahu lain untuk mendekat.
Nelayan pemburu paus yang memiliki teriakan khas berupa kata “Baleo” yaitu berasal dari masyarakat wilayah.…
Bali
Desa Lamalera
Pantai Malo
Nusa Tenggara Barat
Bacalah paragraf berikut!
Kehidupan Nelayan Pemburu Paus
Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu desa nelayan tradisional yang menjadikan laut sebagai ladang kehidupan mereka. Laut adalah ibu yang memberikan kehidupan sejak zaman nenek moyang mereka. Dari hasil laut, masyarakat di desa ini telah berhasil mengirimkan anak-anak mereka untuk bersekolah dan pada akhirnya bekerja.
Masyarakat nelayan di desa Lamalera, memiliki tradisi berburu paus yang telah diturunkan bertahun-tahun oleh nenek moyang mereka. Tidak sembarang paus yang mereka buru, hanya paus yang sudah tua saja yang mereka buru. Jika mereka menemukan paus muda, masyarakat nelayan di desa ini akan mengembalikannya ke laut lepas. Mereka pun bersepakat secara adat bahwa dalam setahun, tidak boleh lebih dari 15 paus yang mereka buru. Dengan demikian, mereka tetap menjaga agar paus tidak punah.
Untuk berburu paus, para nelayan melakukan pemantauan dari bibir pantai dan dari atas bukit. Ada beberapa orang yang senantiasa berada di bukit itu untuk memantau, sambil melakukan kegiatan lainnya seperti memperbaiki jala, menganyam atap perahu dari daun lontar, memasak, atau membaca buku. Jika mereka melihat paus, mereka akan berteriak “baleo” yang berarti paus. Teriakan itu, membuat para nelayan yang berada di bibir pantai segera bersiap melaut. Mereka akan mengirimkan sebuah perahu untuk mengamati jenis dan umur paus. Jika mereka melihat paus itu layak ditangkap, mereka akan akan memanggil perahu-perahu lain untuk mendekat.
Pilihlah tiga jawaban
Kegiatan para nelayan dalam melakukan pemantauan dari bibir pantai dan dari atas bukit adalah....
memperbaiki jala
menganyam atap perahu dari daun lontar
membaca buku
mengadakan makan besar
Bacalah paragraf berikut!
Festival Mane’e, Tradisi Nelayan di Pantai Malo
Festival Mane’e, merupakan tradisi adat untuk penangkapan ikan. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Pantai Malo, Kokorotan, Sulawesi Utara. Ritual ini biasa disebut dengan ritual menangkap ikan dengan doa-doa dalam bahasa adat kuno. Mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar nelayan mendapatkan tangkapan yang banyak, dan mendapatkan perlindungan agar terhindar dari bahaya.
Penangkapan ikan dimulai dengan berkumpulnya para pemuka adat bersama perwakilan pemerintah setempat. Mereka bermusyawarah untuk menentukan tanggal yang tepat untuk melakukan ritual mane’e. Selanjutnya, para pemuka adat ini akan memanjatkan doa-doa dalam bahasa adat kuno. Sementara, masyarakat lainnya mengumpulkan tali dan janur (daun kelapa yang masih muda) untuk dibuat jarring yang disebut dengan sammy.
Tibalah hari yang ditentukan untuk melaksanakan ritual mane’e. Para pemuka adat dan pemerintah setempat, membawa sammy ke Pantai Malo. Beramai-ramai mereka menariknya sepanjang mungkin ke arah laut hingga membentuk sebuah kolam. Ketika ikan-ikan telah banyak terperangkap ke dalam sammy, masyarakatpun mulai menangkapnya. Hasil tangkapan ikan ini akan disantap bersama dalam pesta rakyat yang digelar saat itu. Ada hal yang menarik sepanjang ritual hingga pesta rakyat ini, yaitu masyarakat dilarang mengenakan pakaian berwarna merah sebagai pantangan.
Ritual seperti ini masih dilaksanakan hingga kini. Masyarakat meyakini ritual ini sebagai ucapan syukur dan permohonan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kegiatan ini mengandung nilai-nilai kebersamaan antar anggota masyarakat dan kepedulian untuk memelihara laut sebagai sumber kehidupan masyarakat. Nilai-nilai kerja sama, persatuan dan kesatuan pun, sangat bisa dirasakan sepanjang persiapan hingga dilaksanakannya ritual ini.
Festival Mane’e berasal dari daerah….
Bali
Aceh
Sulawesi Utara
Sulawesi Barat
Bacalah paragraf berikut!
Festival Mane’e, Tradisi Nelayan di Pantai Malo
Festival Mane’e, merupakan tradisi adat untuk penangkapan ikan. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Pantai Malo, Kokorotan, Sulawesi Utara. Ritual ini biasa disebut dengan ritual menangkap ikan dengan doa-doa dalam bahasa adat kuno. Mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar nelayan mendapatkan tangkapan yang banyak, dan mendapatkan perlindungan agar terhindar dari bahaya.
Penangkapan ikan dimulai dengan berkumpulnya para pemuka adat bersama perwakilan pemerintah setempat. Mereka bermusyawarah untuk menentukan tanggal yang tepat untuk melakukan ritual mane’e. Selanjutnya, para pemuka adat ini akan memanjatkan doa-doa dalam bahasa adat kuno. Sementara, masyarakat lainnya mengumpulkan tali dan janur (daun kelapa yang masih muda) untuk dibuat jarring yang disebut dengan sammy.
Tibalah hari yang ditentukan untuk melaksanakan ritual mane’e. Para pemuka adat dan pemerintah setempat, membawa sammy ke Pantai Malo. Beramai-ramai mereka menariknya sepanjang mungkin ke arah laut hingga membentuk sebuah kolam. Ketika ikan-ikan telah banyak terperangkap ke dalam sammy, masyarakatpun mulai menangkapnya. Hasil tangkapan ikan ini akan disantap bersama dalam pesta rakyat yang digelar saat itu. Ada hal yang menarik sepanjang ritual hingga pesta rakyat ini, yaitu masyarakat dilarang mengenakan pakaian berwarna merah sebagai pantangan.
Ritual seperti ini masih dilaksanakan hingga kini. Masyarakat meyakini ritual ini sebagai ucapan syukur dan permohonan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kegiatan ini mengandung nilai-nilai kebersamaan antar anggota masyarakat dan kepedulian untuk memelihara laut sebagai sumber kehidupan masyarakat. Nilai-nilai kerja sama, persatuan dan kesatuan pun, sangat bisa dirasakan sepanjang persiapan hingga dilaksanakannya ritual ini.
Apa tujuan dilaksanakannya Festival Mane'e tersebut?
agar nelayan mendapat tangkapan yang banyak dan mendapatkan perlindungan agar terhindar dari bahaya
berkumpulnya para pemuka adat
bermusyawarah untuk menentukan tanggal yang tepat
masyarakat dilarang menggunakan pakaian merah
Bacalah paragraf berikut!
Festival Mane’e, Tradisi Nelayan di Pantai Malo
Festival Mane’e, merupakan tradisi adat untuk penangkapan ikan. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Pantai Malo, Kokorotan, Sulawesi Utara. Ritual ini biasa disebut dengan ritual menangkap ikan dengan doa-doa dalam bahasa adat kuno. Mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar nelayan mendapatkan tangkapan yang banyak, dan mendapatkan perlindungan agar terhindar dari bahaya.
Penangkapan ikan dimulai dengan berkumpulnya para pemuka adat bersama perwakilan pemerintah setempat. Mereka bermusyawarah untuk menentukan tanggal yang tepat untuk melakukan ritual mane’e. Selanjutnya, para pemuka adat ini akan memanjatkan doa-doa dalam bahasa adat kuno. Sementara, masyarakat lainnya mengumpulkan tali dan janur (daun kelapa yang masih muda) untuk dibuat jarring yang disebut dengan sammy.
Tibalah hari yang ditentukan untuk melaksanakan ritual mane’e. Para pemuka adat dan pemerintah setempat, membawa sammy ke Pantai Malo. Beramai-ramai mereka menariknya sepanjang mungkin ke arah laut hingga membentuk sebuah kolam. Ketika ikan-ikan telah banyak terperangkap ke dalam sammy, masyarakatpun mulai menangkapnya. Hasil tangkapan ikan ini akan disantap bersama dalam pesta rakyat yang digelar saat itu. Ada hal yang menarik sepanjang ritual hingga pesta rakyat ini, yaitu masyarakat dilarang mengenakan pakaian berwarna merah sebagai pantangan.
Ritual seperti ini masih dilaksanakan hingga kini. Masyarakat meyakini ritual ini sebagai ucapan syukur dan permohonan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kegiatan ini mengandung nilai-nilai kebersamaan antar anggota masyarakat dan kepedulian untuk memelihara laut sebagai sumber kehidupan masyarakat. Nilai-nilai kerja sama, persatuan dan kesatuan pun, sangat bisa dirasakan sepanjang persiapan hingga dilaksanakannya ritual ini.
Hal yang menarik sepanjang ritual hingga pesta rakyat ini adalah....
mengandung nilai-nilai kebersamaan antar anggota masyarakat
masyarakat dilarang mengenakan pakaian berwarna merah sebagai pantangan
masyarakat mengumpulkan tali dan janur
sebagai ucapan rasa syukur dan permohonan
Bacalah paragraf berikut!
Kehidupan Nelayan Indonesia
Para nelayan dan pedagang ikan bertemu di sebuah tempat pelelangan ikan di salah satu tempat di Banda Aceh, Provinsi Nangroe Aceh Darusalam. Tempat pelelangan ikan merupakan tempat bertemunya para pembeli ikan dan para nelayan yang telah menangkap ikan.
Para pembeli di pelelangan ikan, biasanya adalah para pedagang. Mereka akan menjual kembali hasil tangkapan para nelayan ini, kepada para konsumennya. Tempat pelelangan ikan ramai setiap hari pada musim tangkap ikan.
Akan tetapi, jika gelombang laut sedang besar dan cuaca buruk, tempat ini menjadi sepi. Para nelayan tidak dapat melaut, sehingga mereka tidak punya hasil tangkapan yang bisa dijual.
Begitulah kehidupan para nelayan. Para nelayan juga harus memelihara laut tempat mereka mencari ikan. Mereka tidak menggunakan zat berbahaya seperti racun dan bom ikan yang akan memusnahkan isi laut. Mereka menggunakan peralatan sederhana, seperti jala ikan biasa dan menggunakan perahu nelayan tradisional.
Ketika perahu mereka telah penuh dengan muatan ikan, mereka akan kembali ke pantai untuk menjual tangkapan mereka. Mereka harus memastikan laut mereka tidak tercemar oleh zat-zat berbahaya yang dapat mengancam kehidupan biota laut dan kehidupan mereka sendiri.
Kehidupan para nelayan pun diwarnai dengan serangkaian kegiatan yang telah diturunkan dari nenek moyang mereka. Beberapa kegiatan seperti Perayaan Petik Laut dilakukan untuk memberikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Acara ini pun dimaksudkan agar mereka terlindung dari bahaya dan laut menghasilkan banyak ikan untuk ditangkap.
Tempat bertemunya para nelayan dan pedagang ikan adalah....
pasar sayur
pelelangan barang
pelelangan ikan
pasar buah
Bacalah paragraf berikut!
Permasalahan Sosial di Sekitar Kita
Berikut ini adalah jenis-jenis permasalahan sosial
yang terjadi di lingkungan masyarakat.
a. Sampah
Salah satu kebiasaan tak terpuji adalah membuang sampah
sembarangan. Misalnya, siswa membuang bungkus permen dan makanan
di ruang kelas, di halaman sekolah atau di selokan dekat sekolah.
Warga masyarakat membuang sampah dapur di parit, di saluran air
atau di sungai. Sampah pasar, sampah toko, dan sampah kantor, banyak
berserakan sampai ke jalan raya, karena tak tertampung di bak sampah.
Hal ini terjadi, karena banyak orang tidak bertanggung jawab menjaga
lingkungan mereka dengan membuang sampah sembarangan. Sampah
yang bertebaran di sekolah mengurangi keindahan sekolah karena tidak
sedap dipandang dan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Hal ini
mengurangi kenyamanan para siswa yang belajar di sekolah. Sampah
yang berserakan di jalan raya, mengakibatkan jalan tampak sempit.
Jalan menjadi kotor dan licin. Arus lalu lintas kendaraan menjadi tidak
lancar, dan membahayakan para pengguna jalan. Hal ini memengaruhi
kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan tersebut.
b. Kali atau Sungai yang Kotor
Kali atau sungai kadang-kadang dijadikan tempat pembuangan
sampah bagi warga masyarakat. Pabrik-pabrik atau industri-industri,
juga banyak yang membuang limbah ke kali tanpa diolah terlebih dulu.
Sementara itu, ada juga orang-orang yang mendirikan bangunan
di bantaran kali. Semua ini membuat kali menjadi kotor dan daya
tampungnya berkurang. Akibatnya, pada musim penghujan air kali
meluap. Menggenangi daerah sekitar, sawah-sawah dan permukiman
penduduk. Menurunnya kualitas lingkungan sekitar dan banjir yang
diakibatkannya membuat masyarakat merasa tidak nyaman.
Subtema 3: Pengaruh Kalor terhadap Kehidupan 169
c. Bangunan Liar
Bangunan liar sering kita jumpai berada di atas saluran air, di trotoar,
di taman-taman kota dan di kolong-kolong jalan layang. Pada umumnya
bangunan liar berupa bangunan sementara yang didirikan di tempat yang
tidak seharusnya. Hal ini akan menyebabkan masalah kesehatan dan
kebersihan lingkungan yang menimbukan ketidaknyamanan masyarakat
pada umumnya.
d. Kemacetan Lalu Lintas
Kemacetan lalu lintas sering terjadi pada saat jam berangkat sekolah
atau jam berangkat kerja. Salah satu penyebab kemacetan lalu lintas
antara lain banyak pengguna jalan yang tidak melakukan kewajibannya
untuk menaati aturan lalu lintas. Hal tersebut dapat menimbulkan
ketidakamanan dan ketidaknyamanan para pengguna jalan dan
masyarakat sekitarnya.
Masalah sosial yang ada di masyarakat yang dapat menyebabkan menimbulkan bibit penyakit dan bau tidak sedap di lingkungan ialah....
bangunan liar
membuang sampah sembarangan
gempa bumi
kemacetan lalu lintas
Bacalah paragraf berikut!
Permasalahan Sosial di Sekitar Kita
Berikut ini adalah jenis-jenis permasalahan sosial
yang terjadi di lingkungan masyarakat.
a. Sampah
Salah satu kebiasaan tak terpuji adalah membuang sampah
sembarangan. Misalnya, siswa membuang bungkus permen dan makanan
di ruang kelas, di halaman sekolah atau di selokan dekat sekolah.
Warga masyarakat membuang sampah dapur di parit, di saluran air
atau di sungai. Sampah pasar, sampah toko, dan sampah kantor, banyak
berserakan sampai ke jalan raya, karena tak tertampung di bak sampah.
Hal ini terjadi, karena banyak orang tidak bertanggung jawab menjaga
lingkungan mereka dengan membuang sampah sembarangan. Sampah
yang bertebaran di sekolah mengurangi keindahan sekolah karena tidak
sedap dipandang dan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Hal ini
mengurangi kenyamanan para siswa yang belajar di sekolah. Sampah
yang berserakan di jalan raya, mengakibatkan jalan tampak sempit.
Jalan menjadi kotor dan licin. Arus lalu lintas kendaraan menjadi tidak
lancar, dan membahayakan para pengguna jalan. Hal ini memengaruhi
kenyamanan dan keamanan para pengguna jalan tersebut.
b. Kali atau Sungai yang Kotor
Kali atau sungai kadang-kadang dijadikan tempat pembuangan
sampah bagi warga masyarakat. Pabrik-pabrik atau industri-industri,
juga banyak yang membuang limbah ke kali tanpa diolah terlebih dulu.
Sementara itu, ada juga orang-orang yang mendirikan bangunan
di bantaran kali. Semua ini membuat kali menjadi kotor dan daya
tampungnya berkurang. Akibatnya, pada musim penghujan air kali
meluap. Menggenangi daerah sekitar, sawah-sawah dan permukiman
penduduk. Menurunnya kualitas lingkungan sekitar dan banjir yang
diakibatkannya membuat masyarakat merasa tidak nyaman.
Subtema 3: Pengaruh Kalor terhadap Kehidupan 169
c. Bangunan Liar
Bangunan liar sering kita jumpai berada di atas saluran air, di trotoar,
di taman-taman kota dan di kolong-kolong jalan layang. Pada umumnya
bangunan liar berupa bangunan sementara yang didirikan di tempat yang
tidak seharusnya. Hal ini akan menyebabkan masalah kesehatan dan
kebersihan lingkungan yang menimbukan ketidaknyamanan masyarakat
pada umumnya.
d. Kemacetan Lalu Lintas
Kemacetan lalu lintas sering terjadi pada saat jam berangkat sekolah
atau jam berangkat kerja. Salah satu penyebab kemacetan lalu lintas
antara lain banyak pengguna jalan yang tidak melakukan kewajibannya
untuk menaati aturan lalu lintas. Hal tersebut dapat menimbulkan
ketidakamanan dan ketidaknyamanan para pengguna jalan dan
masyarakat sekitarnya.
Pilihlah tiga jawaban!
Kemacetan lalu lintas sering terjadi pada saat jam berangkat sekolah atau jam berangkat kerja. Penyebab kemacetan lalu lintas adalah....
banyak pengguna jalan yang tidak menaati peraturan lalu lintas.
ada faktor kerusakan jalan dan persimpangan jalan.
kendaraan yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan.
sebagian besar masyarakan beralih ke angkutan umum.
