WorksheetsPeribahasa
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Tina anak yang pintar. Dia selalu mendapatkan nilai yang tinggi di semua mata pelajaran. Namun, hal itu tidak membuatnya menjadi anak yang sombong. Dia mau membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan dalam belajar. Oleh karena itu, dia disukai teman-temannya.
Peribahasa yang sesuai untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Tong kosong nyaring bunyinya.
Bagai ilmu padi, makin berisi makin merunduk.
Air beriak tanda tak dalam.
Air tenang menghanyutkan.
Bagai katak dalam tempurung.
Peribahasa tersebut artinya adalah ....
Orang yang wawasannya sedikit pandangannya pun akan sempit
Orang lemah tak berdaya melawan orang yang berkuasa
Besar pengeluaran daripada pendapatan
Bersama sama dalam suka ataupun duka, dalam senang ataupun susah
Sungguh kasihan aku kepada Dipo, betapa besar beban yang harus ditanggungnya. Kedua orang tuanya meninggalkannya bersama kedua adiknya yang masih kecil. Entah ke mana kedua orang tuanya. Pergi begitu saja tanpa memedulikan anak-anaknya. Dipo seperti .... Bingung dengan keadaan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Kalimat bermajas untuk melengkapi kutipan di atas adalah ...
membutuhkan seseorang yang bisa menerangi.
tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana.
sering marah dengan setiap orang yang ia temui.
anak ayam kehilangan induknya.
Santosa murid kelas VI. Ia selalu ingin membeli aneka mainan di sekolahnya. Karena uangnya tidak cukup, ia sering meminjam uang kepada teman- temannya. Padahal setiap hari ia diberi saku Rp 5.000,00 oleh ayahnya, sedangkan harga mainan yang ia beli seharga Rp 9.000,00. Sikap Santosa bagaikan ….
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Bagai menegakkan benang basah.
Bagai burung di dalam sangkar.
Besar pasak daripada tiang.
Bagai mendapat durian runtuh.
Oh, ternyata kau ini seperti .... karena berbuat baik tetapi ada maunya.
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi kalimat rumpang tersebut adalah ...
mencari jarum di tumpukan jerami
udang di balik batu
menggunting dalam lipatan
melempar batu sembunyi tangan
Iwan anak yang kurang disukai teman-temannya sekelas. Iwan selalu menyombongkan akan kemampuannya bermain bola basket. Pada saat pertandingan antarkelas, ketua kelas memasang Iwan dalam tim basket kelasnya. Ternyata Iwan membawa bola pun tak bisa.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut adalah .....
besar pasak daripada tiang
air tenang menghanyutkan
air beriak tanda tak dalam
bagai air di daun talas
Di kelasku ada anak kembar, wajahnya sangat mirip. Hanya teman-teman tertentu saja yang bisa membedakan di antara keduanya. Gurupun sering tertukar dalam memanggil nama mereka.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
bagai anjing dan kucing
air beriak tanda tak dalam
bagai air dan minyak
bagai pinang dibelah dua
..., ia melupakan orang yang pernah membantunya sukses. Peribahasa yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah....
Bagai air di daun talas
Bagai kacang lupa kulitnya
Bagai makan buah simalakama
Bagai ayam kehilangan induknya
"Kita dibela mati-matian, dulu. kalau tidak ada bapaknya, mana bisa kita seperti sekarang. kok, giliran kita punya tugas, malah berbuat begitu. Memancing dalam air keruh itu namanya."
Makna peribahasa memancing dalam air keruh dalam kutipan novel tersebut adalah.......
orang yang banyak bicara biasanya kurang berilmu
orang pendiam yang memiliki banyak pengetahuan
mencari keuntungan dalam keadaan yang kacau
berbuat kurang baik, tetapi berpura-pura tidak tahu
Dia memang…., ketika melihat nenek-nenek mau menyeberang, walau jauh pasti dibantunya
Peribahasa yang sesuai untuk ilustrasi di atas adalah ….
cepat kaki ringan tangan
bertepuk sebelah tangan
berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
berjalan peliharakan kaki, berkata peliharakan lidah
Rima ingin sekali menjadi juara kelas. Akan tetapi, usahanya tidak sebesar keinginannya. Rima malas belajar, dia lebih senang bermain dengan teman-temannya. Tidaklah mungkin jika dia malas belajar, dia berhasil menjadi juara kelas. Akhirnya, dia pun gagal menjadi juara kelas.
Peribahasa yang sesuai untuk ilustrasi di atas adalah ….
Besar pasak daripada tiang.
Sedia payung sebelum hujan.
Seperti lampu kekurangan minyak.
Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.
Rudi termasuk siswa yang pendiam. Meski begitu, Rudi selalu mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru saat pembelajaran di kelas berlangsung. Ia pun selalu mampu mengerjakan soal-soal ujian dengan baik sehingga memperoleh nilai yang tinggi. Rudi bagaikan …..
air tenang menghanyutkan
besar pasak dari pada tiang
sambil menyelam minum air
sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui
Felix adalah siswa kelas 6. Sebentar lagi dia akan menghadapi UN. Semenjak semester pertama, dia bertekad untuk belajar dengan tekun. Sekarang dia selalu belajar dengan sungguh-sungguh. Sesulit apa pun soal Matematika, dia terus mencoba hingga menemukan jawabannya. Kadang-kadang dia tidur larut malam untuk menyelesaikan PRnya. Usahanya tak sia-sia, akhirnya Felix lulus dengan nilai yang memuaskan.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bagai katak dalam tempurung.
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Ibuku adalah ibu rumah tangga. Kadang, dia harus mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Pagi tadi, ibu menggoreng ikan untuk sarapan kami. Sambil menunggu ikannya matang, ibu menyiapkan baju yang akan di pakai ayah juga merapikan kamar.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bagai anak kehilangan induknya.
Berat sama dilikul, ringan sama dijinjing.
Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.
Diana adalah anak satu-satunya di keluarga Pak Dulah. Orang tuanya sangat menyayangi Diana. Karena terlalu sayang, Diana tidak bisa pergi bermain atau pun belajar ke luar rumah. Orang tuanya terlalu khawatir kepada Diana. Diana hanya bisa berdiam di kamarnya sambil melihat teman-temannya bermain dari jendela. Diana bagaikan ....
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi keadaan Diana adalah ....
punguk merindukan bulan.
bermain api basah, bermain api hangus.
burung dalam sangkar.
kerbau dicocok hidungnya.
Arin bagaikan … karena tidak sengaja merobek buku cerita yang dititipkan oleh Tiara.
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ….
Duri dalam daging
Bumi dengan langit
Pagar makan tanaman
Air susu dibalas dengan air tuba
Pendirian Anggi selalu berubah. Jika hari ini dia mengatakan mau ikut ekstrakurikuler tari, esoknya dia mengatakan tidak jadi ikut ekstrakurikuler tari. Sifat Anggi [...] membuat teman-temannya tidak suka terhadapnya.
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi kalimat rumpang tersebut adalah ...
Bagai air di daun talas
Lempar batu sembunyi tangan.
air tenang menghanyutkan
Kalah jadi abu menang jadi arang.
Lusi dan Dewi bersahabat. Setiap hari mereka selalu bersama. Sebagai seorang sahabat maka Dewi selalu berbagi apapun yang ia punya dengan Lusi. Di depan Dewi, Lusi selalu berbuat baik. Tetapi di belakang Dewi, Lusi sering menceritakan keburukan Dewi. Ternyata Lusi hanyalah berpura-pura agar dapat menyaingi Dewi.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
bagai makan buah simalakama
lempar batu sembunyi tangan
bagai musuh dalam selimut
tong kosong nyaring bunyinya
Suatu saat, Feri tidak sengaja memecahkan kaca jendela kelas Ketika bermain bola. Ia berpura-pura tidak tahu saat ibu guru bertanya siapa yang memecahkan kaca jendela tersebut. Ia bahkan menuduh Feri bagai …. Perbuatan tersebut tidak terpuji dan tidak boleh ditiru.
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ...
melempar batu sembunyi tangan
menggunting dalam lipatan
menegakkan benang basah
pungguk merindukan bulan
Doni dan Rudi merantau ke Jakarta. Mereka tinggal serumah. Suka dan duka mereka selalu bersama. Ketika ada rejeki mereka selalu berbagi. Namun ketika ada kesulitan mereka juga saling membantu.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Duduk sama rendah berdiri sama tinggi
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui
Bagai pinang dibelah dua
Bagus anak yang banyak bicara. Ada saja tingkah laku yang membuat teman-temannya jengkel. Bagus sering merasa menjadi anak yang paling hebat, pintar, berani, kaya, dan jenius. Setiap guru bertanya ia langsung menjawab dengan suara yang keras. Padahal jawabannya salah. Bagus selalu ingin menang sendiri dalam pergaulan dan suka memaksa kehendaknya. Teman-tema Bagus sudah hapal dengan segala tingkah lakunya. Bagus bagaikan …..
Bergantung di ujung rambutan
Tong kosong nyaring bunyinya
Katak dalam tempurung
Cempedak berbuah Nangka
Rina yang selalu dirundung malang. Ayah dan ibunya sudah lama meninggal akibat kecelakaan. Ia hidup menumpang di rumah bibinya. Untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, Bibi Rina berjualan gorengan berkeliling desa setiap hari. Tetapi, sekarang bibinya terserang sakit jantung dan tidak bisa berjualan lagi. Kondisi Rina seperti ….
Peribahasa yang tepat untuk deskripsi keadaan Rina adalah .....
Tiada rotan akar pun jadi
Bergantung pada akar lapuk
Bagai telur di ujung tanduk
Bagai pungguk merindukan bulan
Wahyu anak yang nakal di kelasku. Suatu hari Wahyu berbuat ulah, ia menempelkan tulisan di punggung temannya yang duduk di depannya, ketika ditanya guru ia tidak mau mengaku bahkan ia menunjuk Anto yang melakukannya.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
besar pasak daripada tiang
bagai musuh dalam selimut
tong kosong nyaring bunyinya
lempar batu sembunyi tangan
Anjas, anak yang suka mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang lain. Bahkan hal yang sepele pun sering dibesar-besarkan. Kelemahan dan kesalahan orang seolah-olah menjadi objek yang menarik baginya, sedangkan kelemahan dan kesalahan dirinya ditutup-tutupi.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Anjas adalah …
Lempar batu sembunyi tangan.
Kalah jadi abu menang jadi arang.
Kuman di seberang lautan tampak gajah di pelupuk mata tak tampak.
Memercik air didulang terpecik muka sendiri.
Aminah anak pemulung, tetapi ia pandai. Ketika ada tugas maupun akan ulangan, teman-teman selalu mendekatinya. Mereka meminta bantuan kepada Aminah jika menemui kesulitan dalam pelajaran. Aminah selalu membantunya dengan senang hati. Sayangnya, apabila kepentingan mereka sudah terpenuhi, Aminah ditinggalkan begitu saja.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Air beriak tanda tak dalam
Habis manis sepah dibuang
Ada udang di balik batu
Air tenang menghanyutkan
