Font size
WorksheetsKuis Variasi Kalimat di Novel
Total questions: 25
Worksheet time: 2hrs 7mins
“Apapun yang kamu katakan terhadapku, kutak peduli. Walau kau caci maki, kau kutuki, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Math dan Arcy hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”
Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...
Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.
Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anak-anaknya
Tuhan melarang perkawinan beda agama.
Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.
Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.
Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!
Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….
Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....
kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota
anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya
orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain
ayah menentukan kehidupan anaknya dan haranaknyaus dituruti oleh anaknya
orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.
Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.
Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Konflik yang tersirat pada penggalan novel tersebut lebih didasarkan pada masalah….
Sosial
Budaya
Kejiwaan
Politik
Lingkungan
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
Watak tokoh “aku” dideskripsikan dengan cara
pelukisan bentuk fisik tokoh
penggambaran lingkungan sekitar tokoh
pengungkapan jalan pikiran tokoh
dialog antartokoh
Tanggapan tokoh lain
“Selesaikan pelajaranmu dulu, Manen. Zaman sekarang, seorang wanita sebaiknya dapat berdiri sendiri, apalagi kalau ia dapat membangun masyarakat.”
amanat yang paling telat untuk penggalan novel diatas adalah...
Wanita sebaiknya dapat mandiri
Wanita harus bermasyarakat
Pendidikan suami istri harus seimbang
Wanita tidak boleh kalah oleh pria
Cita-cita jangan sampai gagal
Perhatikanlah kutipan berikut!
Di antara para Ibu Ratu yang terpukul hatinya, hanya ibu ratu Rajapatni Biksuni Gayatri yang bisa berpikir sangat tenang.
Makna kata kias yang digunakan penulis untuk membangkitkan imajinasi pembaca dalam teks novel sejarah di atas adalah ….
sangat kecewa
sangat muram
sangat berduka
sangat sedh
sangat menderita
Kalimat berita disebut juga sebagai....
Kalimat Deklaratif
Kalimat Interogatif
Kalimat Imperatif
Kalimat Interjektif
Kalimat Inversi
Berikut yang merupakan kalimat nomina berpredikat kata benda
Ibunya seorang guru SD.
Tepung terigu berguna untuk berbagai macam olahan makanan
Industri tekstil sangat menguntungkan.
Rupiah kini melemah di tengah pandemi.
Direktur Perusahaan ke Jakarta.
Bacalah kalimat berikut ini dengan teliti!
Apakah buku ini milik Andi?
Kalimat minor yang tepat untuk menjawab pertanyaan di atas adalah ... .
Ya, benar.
Buku itu memang punya Andi.
Buku itu punya saya, bukan Andi.
Iya, itu memang buku Andi.
Ya, Anda benar.
Bacalah kalimat berikut ini dengan teliti!
Apakah buku ini milik Andi?
Berdasarkan tujuannya, kalimat di atas merupakan kalimat ... .
imperatif
interogatif
deklaratif
berita
inneraktif
Bacalah kalimat berikut ini dengan teliti!
Apakah buku ini milik Andi?
Kalimat mayor yang tepat untuk menjawab pertanyaan di atas adalah ... .
Ya, benar.
Buku itu memang punya Andi.
Ya, kenapa?
Bukan, milikku.
Ya, demikian.
Bacalah kalimat berikut ini dengan teliti!
Selanjutnya, siapkan semua bahan yang diperlukan untuk membuat keranjang bunga.
Berdasarkan tujuannya, kalimat di atas merupakan kalimat ... .
imperatif
interogatif
deklaratif
berita
inneraktif
Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila.Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah ...
Gunda
Sedih
Tegang
Khusyuk
bahagia
Bacalah kutipan novel “Sunset Bersama Rosie” di bawah ini!
(1) Perahu terombang-ambing pelan (2) Jasmine memperbaiki posisi snorkel (3) Tegar meneriakkan agar tidak jauh-jauh (4) Jasmine mengacungkan tangannya (5) Dari sini terlihat betul betapa senangnya Jasmine.
4. Kalimat yang menunjukkan latar tempat terdapat dalam nomor ...
1
2
3
4
5
Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
sombong
religius
tabah
bijaksana
rendah hati
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ….
Orang pertama pelaku dan ketiga
Orang ketiga pelaku sampingan
Orang ketiga pelaku utama
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga serbatahu
Berikut ini merupakan kalimat pasif adalah
Oksigen diperlukan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Jeruk mengandung vitamin C.
Batik menjadi primadona di kalangan turis.
Warga Indonesia mencintai produk dalam negeri.
Kepala Sekolah memberikan pulsa gratis untuk siswa.
Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.
Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah...
Egois
Ceroboh
Lemah
Penyabar
Peragu
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini. Akan pelengah-lengah pikiran dan akan membeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topi dari pandan seperti pada malam itu. Akan tetapi, perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….
kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu
kebingungan tokoh menghadapi sesuatu
kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu
nostalgia tokoh di masa lampaunya
penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri
Bacalah penggalan novel berikut dengan saksama!
Akan tetapi tibalah satu bencana. Ketika suatu malam Badri bertandang lagi, Lena tidak membiarkannya masuk. Malah berkata seperti hendak mengusirnya.
"Jangan kemari lagi."
Terpana Badri mendengar ucapan gadis itu. Lebih terpana lagi dia ketika Lena menyebut nama Rosni seorang gadis yang sering juga dibawanya keluar malam untuk menonton film.
"Aku tidak serius dengan dia," kata Badri menangkis.
"Enak benar jadi laki-laki. Begitu sering membawa seorang gadis keluar malam, tapi kalau ditanya oleh gadis yang lain, lalu dibilang aku tidak serius dengan dia, " umpat Lena dengan tengiknya. Lalu sebelum Badri memberi alasan, pintu ditutup dan dikuncinya dari dalam. Tinggallah Badri terperangah di anak tangga.
Jodoh, A.A, Navis
Konflik yang tergambar dalam penggalan novel tersebut adalah ... .
Badri tidak boleh bertandang lagi ke rumah Lena.
Kemarahan Lena kepada Badri.
Badri sering membawa Rosni me nonton film.
Badri sering keluar malam dengan teman-temannya.
Badri egois dan selalu memberi alasan bohong.
“Jimbron adalah seorang yang membuat kami takjub dengan tiga macam keheranan. Pertama, kami heran karena kalau mengaji, ia selalu diantar seorang pendeta. Sebetulnya beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang Katolik, tapi kami memanggilnya Pendeta Geovany. Rupanya setelah sebatang kara seperti Arai ia menjadi anak asuh sang pendeta. Namun, pendeta berdarah Itali itu tak sedikit pun bermaksud mengonversi keyakinan Jimbron. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid” (SP, 61)
Pandangan pengarang dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata tersebut adalah ...
Sangat setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh Jimron pengarang memberikan gambaran kehidupan religius walaupun hidup berbeda agama dan pengarang juga memberikan gambaran cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.
Tidak setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh pendeta pengarang memberikan gambaran kehidupan yang religius walaupun hidup berbeda agama.
Pengarang menghadirkan tokoh Jimbron dalam novel Sang Pemimpi mencerminkan tokoh yang taat beragama dengan mengaji setiap harinya, walaupun dia hidup di lingkungan agama yang berbeda, yaitu agama Katolik. Kemudian pengarang juga menghadirkan cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.
Pengarang memunculkan tokoh pendeta dalam novel tersebut guna menunjukkan religiuitas tokoh.
Pengarang menciptakan tokoh Jimron dan pendeta agar novel Sang Pemimpi menarik untuk dibaca.
Cermati kutipan novel berikut!
“Ingin makan apa, Las? Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina?” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini.
Lasi tetap membeku.
“Las, kamu ingin makan apa?”
“Anu. Terserah. Saya ikut saja.”
“Aku lebih senang kamu ada permintaan.”
“Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.”
“Atau ayam kalasan di Arya Duta?”
“Terserah saja.”
“Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura?”
“Apa itu?”
“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.”
Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah….
sebuah rumah makan
dalam mobil
rumah makan Jepang
rumah makan Arya Duta
Jalan Cikini
Cermati kutipan novel berikut!
Seorang gadis gemuk yang duduk paling belakang menggerakkan kepalanya. Namanya Sally. Semua temannya memutar kepala untuk melihatnya. Dia menunduk karena didengarnya bisik-bisik, ”Oh, si raksasa itu.” Wajah Sally terasa merah dan panas. Ia ingin menangis. Semua kawannya menjuluki dia si gemuk, si raksasa, bola, ah .... Ia baru mengangkat wajahnya ketika anak-anak sudah tidak memandangnya lagi, kini mereka memandangnya dengan takut.
Sally memandang Nona Lily yang ramping manis itu. Ia ingin menjadi Nona Lily. Selalu jadi pusat perhatian anak-anak. Kalau dia itu Nona Lily, tak seorang pun anak yang akan mengejeknya.
”Rupanya kalian sudah tahu siapa dia. Sally Harifa. Seorang anak yang akan selalu saya ingat. Lihat dia, patuh, cerdas, pendiam.... Tidak seperti kalian. Ribut, ribut, pikiran ke mana-mana.”
Sampai jam pelajaran selesai, Nona Lily terus memuji Sally. Ia ingin mencambuk anak-anak lain agar terdorong untuk serius dan pandai seperti Sally. Anak-anak diam, mereka serba salah. Iri, sebenarnya mereka pun mengagumi kecerdasan Sally. (Jendela Kecil, Souzan Kresida).
Amanat kutipan novel tersebut adalah ...
Hargailah semua teman sekelas, karena mereka bisa diajak bekerja sama.
Hormatilah guru yang telah memberi bekal ilmu kepada para siswa.
Pujilah semua orang yang telah berprestasi dengan baik.
Berbahagialah orang-orang yang telah diberi kelebihan daripada yang lain.
Hargailah setiap orang karena kepandaiaannya, bukan karena keadaan fisiknya.
Berikut ini mana saja kalimat yang termasuk ke dalam jenis kalimat majemuk bertingkat...
Nia sedang belajar ketika hujan turun
Dilla izin tidak masuk sekolah
Tias dan Bian memasang dekorasi ulang tahun di halaman rumah
Tesa mendapat ranking 1 di kelas
Ayah pergi bekerja
Amanda menatap sosok Iqbal lagi, kemudian memandang sahabatnya.
kalimat tersebut merupakan kalimat .....
majemuk bertingkat
majemuk setara
majemuk campuran
tunggal
versi
