NEW
Font size
WorksheetsMateri PM Putaran 2 Part 1
Total questions: 10
Worksheet time: 9mins
Semut dan Belalang
Musim panas yang cerah dan hangat membuat Belalang menari, menyanyi, dan bermain dengan biola kesayangannya hampir tiap hari. la tidak ingin bekerja atau mempersiapkan perbekalan untuk menghadapi musim dingin.Tidak terlintas di pikiran Belalang bahwa hari-hari yang indah pada musim panas ini akan segera berakhir, berganti menjadi musim dingin, di mana hujan akan sering turun dan udara terasa sangat dingin.
Saat Belalang sedang bermain biola, dia melihat Semut yang terlihat sangat lelah lewat di depan rumahnya. Belalang yang riang ini ingin berbagi kebahagiaan kepada Semut. Karena itu, dia mengundang Semut untuk bersenang-senang bersama di rumahnya.
Semut pun menolak permintaan belalang dengan halus, "Maaf, saya masih harus bekerja keras agar saat musim dingin nanti saya memiliki cadangan makanan dan tempat tinggal yang lebih hangat."
Belalang menanggapi penolakan yang dilakukan Semut, "Berhentilah memikirkan terlalu banyak hal. Mari, kita bernyanyi dan menari bersama saja agar perasaanmu lebih baik. Ayolah, kita harus menikmati hidup kita!"
Setelah mendengar kata-kata tersebut, si Semut tetap bijaksana dan tidak mengindahkan ajakan si Belalang. la pun pamit pulang.
Siapa sangka musim panas berakhir lebih cepat daripada biasanya. Belalang yang sehari-harinya selalu bergembira, kini panik bukan main. Ia tidak punya tempat tinggal yang layak. Persediaan makanannya juga sudah habis.
Dengan cemas, si Belalang menuju rumah Semut. Dia memohon kepada Semut agar makanan diberikan dan dibolehkan tinggal di rumah Semut.
Mendengar permohonan itu, Semut menjawab, "Maaf, saya tidak bisa membantu karena rumah saya terlalu sempit untuk kamu dan jumlah persediaan makanan yang ada hanya cukup untuk saya sekeluarga.
Belalang akhirnya pergi dengan rasa penyesalan dan kesedihan. Dalam hatinya dia berkata, "Andai saja aku mengikuti kebiasaan Semut untuk bekerja keras, pasti sekarang aku sudah kenyang dan bisa tidur nyenyak di rumah."
Pernyataan yang sesuai dengan isi fabel tersebut adalah ....
diperlukan ketekunan untuk mendapatkan sesuatu
sifat sombong diperlukan sekali-sekali
menyesal di akhir tidak ada gunanya
sahabat sangat diperlukan
Setelah mendengar kata-kata tersebut, si Semut tetap bijaksana dan tidak mengindahkan ajakan si Belalang. la pun pamit pulang.
kata bijaksana sama artinya dengan kata ....
arif
bahagia
baik hati
senang hati
Musim panas yang cerah dan hangat membuat Belalang menari, menyanyi, dan bermain dengan biola kesayangannya hampir tiap hari. la tidak ingin bekerja atau mempersiapkan perbekalan untuk menghadapi musim dingin.Tidak terlintas di pikiran Belalang bahwa hari-hari yang indah pada musim panas ini akan segera berakhir, berganti menjadi musim dingin, di mana hujan akan sering turun dan udara terasa sangat dingin.
Saat Belalang sedang bermain biola, dia melihat Semut yang terlihat sangat lelah lewat di depan rumahnya. Belalang yang riang ini ingin berbagi kebahagiaan kepada Semut. Karena itu, dia mengundang Semut untuk bersenang-senang bersama di rumahnya.
Semut pun menolak permintaan belalang dengan halus, "Maaf, saya masih harus bekerja keras agar saat musim dingin nanti saya memiliki cadangan makanan dan tempat tinggal yang lebih hangat."
Belalang menanggapi penolakan yang dilakukan Semut, "Berhentilah memikirkan terlalu banyak hal. Mari, kita bernyanyi dan menari bersama saja agar perasaanmu lebih baik. Ayolah, kita harus menikmati hidup kita!"
Setelah mendengar kata-kata tersebut, si Semut tetap bijaksana dan tidak mengindahkan ajakan si Belalang. la pun pamit pulang.
Siapa sangka musim panas berakhir lebih cepat daripada biasanya. Belalang yang sehari-harinya selalu bergembira, kini panik bukan main. Ia tidak punya tempat tinggal yang layak. Persediaan makanannya juga sudah habis.
Dengan cemas, si Belalang menuju rumah Semut. Dia memohon kepada Semut agar makanan diberikan dan dibolehkan tinggal di rumah Semut.
Mendengar permohonan itu, Semut menjawab, "Maaf, saya tidak bisa membantu karena rumah saya terlalu sempit untuk kamu dan jumlah persediaan makanan yang ada hanya cukup untuk saya sekeluarga.
Belalang akhirnya pergi dengan rasa penyesalan dan kesedihan. Dalam hatinya dia berkata, "Andai saja aku mengikuti kebiasaan Semut untuk bekerja keras, pasti sekarang aku sudah kenyang dan bisa tidur nyenyak di rumah."
Salah satu latar cerita dalam fabel tersebut adalah ....
gunung
gudang
rumah
dapur
Susunlah kutipan cerpen menjadi urutan yang benar!
(1) Tudung saji diberati dengan ulekan agar tikus tidak bisa menerobos masuk untuk menggasak makanan sisa.
(2) Strategi kami adalah semua tempat makanan ditutup rapat-rapat sehingga tikus tidak akan bisa menerobos.
(3) Tempat sampah ditutupi pengki penadah sampah sambil diberati batu.
(4) Gelas bekas saya minum malam hari harus ditutup rapat.
(5) Sejak saat itu, istri saya sangat ketat menjaga kebersihan.
(6) Semua piring di rak dibungkus kain, juga tempat sendok.
Urutan cerita yang tepat adalah ....
(6-4-2-5-3-1)
(4-2-6-1-3-5)
(2-4-5-3-6-1)
(5-6-1-4-3-2)
(1) Tudung saji diberati dengan ulekan agar tikus tidak bisa menerobos masuk untuk menggasak makanan sisa.
(2) Strategi kami adalah semua tempat makanan ditutup rapat-rapat sehingga tikus tidak akan bisa menerobos.
(3) Tempat sampah ditutupi pengki penadah sampah sambil diberati batu.
(4) Gelas bekas saya minum malam hari harus ditutup rapat.
(5) Sejak saat itu, istri saya sangat ketat menjaga kebersihan.
(6) Semua piring di rak dibungkus kain, juga tempat sendok.
Latar (setting) dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
dapur
kamar mandi
tempat sampah
ruang keluarga
Bacalah cuplikan teks drama berikut!
Adit: "Aku tidak tenang melihat ibu berbaring begitu. Tapi beliau bersikeras tak mau dibawa ke rumah sakit.
Gina: "Kita tunggu saja sebentar lagi. Jika dalam satu jam masih begitu, kita bujuk ibu untuk dibawa ke rumah sakit."
Adit: "Ya, kamu benar. [....]"
Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian yang rumpang dalam teks drama tersebut adalah ....
"Ayo, kita pergi dulu sebentar."
"Semoga keadaan ibu tidak serius."
"Sebaiknya kita tunggu sampai besok
pagi saja."
"Ibu sebaiknya cepat pulih seperti semula, ya."
Pahami dialog drama berikut ini!
Yoga: "Kamu sudah dengar berita tentang Roni?"
Dani: "Belum. Memang ada apa dengan Roni?"
Yoga: "Kemarin dia jatuh dari pohon mangga, kakinya keseleo dan sekarang sedang dipijat."
Polo: "Itulah akibatnya kalau mengambil mangga orang...."
Watak tokoh Polo pada kutipan drama tersebut adalah ....
pencuriga
perhatian
masa bodoh
pemarah
Pahami cuplikan puisi berikut ini!
Kujejakkan langkah
...........................................
Menjauh darimu
Menuju sinar terang
Kata-kata berima yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ....
Jejak-jejak langkah
Bunga-bunga indah
Setapak demi Setapak
Menyusuri ranting-ranting pohon
Pahami kalimat-kalimat iklan berikut!
(a) Diskon hingga 70%! Kunjungi toko kami.
(b) Dibutuhkan segera, guru privat untuk mengajar siswa SMP.
(c) Kami menyediakan alat-alat sekolah. Hubungi kami di WA 08126885.
(d) Melayani pesanan cendera mata pesta ulang tahun.
Kalimat yang merupakan iklan layanan jasa ditandai oleh abjad ....
(b)
(c)
(d)
(a)
Teks 1
Tamannya tidak besar, tetapi cukup asri. Pertama masuk, bunga sakura berjajar di kanan dan kiri. Tiga meter kemudian jalan mulai bercabang. Di sebelah kanan terdapat kolam kecil. Ikan koi berwarna-warni berenang-renang, sedangkan di sebelah kiri ada tanaman kumis kucing. Lurus dari tanaman tersebut, ada mawar yang berjajar rapi di sebelah pohon mangga.
Teks 2
Harimau sedang asyik becermin di sungai sambil membasuh mukanya. "Hmm, gagah juga aku ini, tubuhku kuat berotot dan warna lorengku sangat indah," kata Harimau dalam hati. Kesombongan Harimau membuatnya suka memerintah dan berbuat semena-mena pada binatang lain yang lebih kecil dan lemah.
Perbedaan pola penyajian kedua teks tersebut adalah ....
Teks 1: penggambaran lokasi
Teks 2: penggambaran ruang
Teks 1: penggambaran tempat
Teks 2: penggambaran waktu
Teks 1: penggambaran sebab-akibat
Teks 2: penggambaran fisik
Teks 1: penggambaran tempat
Teks 2: penggambaran fisik
