WorksheetsLATIHAN SOAL BIN 7 PUISI RAKYAT
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Yang bukan merupakanciri-ciri pantun adalah ….
Setiap baris terdiri atas empat bait
. Bersajak a-b-a-b
Baris pertama dan kedua berupa sampiran
Baris ketiga dan keempat sebagai isi
Sari kelapa buah nira Nira diolah untuk sedekah Gembira hati tiada terkira Ibu datang bawa hadiah Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran ….
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Nira diolah untuk sedekah Gembiara hati tiada tara
Sari kelapa buah nira Nira diolah untuk sedekah
Faras sangat gembira,sepeda yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan.Sepeda itu,
hadiah dari Ibu karena ia mendapat peringkat di kelas.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
Kota Jambi kota beradat Tempat tinggal sanak saudara Mari kita belajar giat Supaya kelak tidak sengsara
Raja buah si raja pisang Sedap disantap di kala senja Riang hati bukan kepalang Sepeda impian di depan mata
Buah duku buah durian Dibeli ibu di pasar kenari Senang hati dapat undian Seperti mimpi siang hari
Ke Selat beli ikan selar Beli juga tempoyak durian Jika kita rajin belajar Prestasi tinggi mudah diraih
Perhatikan teks pantun berikut !
Ayo kita belanja ke pasar Selasa 1)untuk membeli ikan dan beras 2)Ayo kita belajar bersama-sama 3)menghadapi ulangan kenaikan kelas 4)Struktur isi teks pantun tersebut terdapat pada nomor ....
1) dan 2)
1) dan 3)
. 2) dan 3)
3) dan 4)
Perhatikan kedua teks pantun berikut!
Teks Pantun 1 Teks Pantun 2
Limau purut lebat di pangkal, Penghasil batik di Yogyakarta
sayang selasih condong uratnya. Kalaulah Brebes penghasil beras Angin ribut dapat ditangkal, Berusaha terus mengejar cita hati yang kasih apa obatnya. Sambil berdoa dan kerja keras
Teks Pantun 1 berupa pantun perpisahan. Teks Pantun 2 berupa pantun nasihat.
Teks Pantun 1 berupa pantun nasihat. Teks Pantun 2 berupa pantun adat.
Teks Pantun 1 berupa pantun percintaan. Teks Pantun 2 berupa pantun adat
Teks Pantun 1 berupa pantun agama Teks Pantun 2 berupa pantun nasihat.
Pahamilah isi syair berikut ini!
Hai mudakenalidirimu
Ialah bahtera tamsil hidupmu
Tiadalah berapa usang hidupmu
Ke alam abadi jua kekal hidupmu
Amanat yang terkandung dalam syair di atas adalah…
Sebelum mati kita harus bisa berkarya, minimal bisa membuat sebuah perahu.
Orang yang pekerjaannya menaiki bahtera bisa kekal hidup di akhirat.
Hidup insan ibarat manusia, tidak abadi. Yang kekal nanti di akhirat.
Mumpung masih muda dan belum mati. Ada baiknya bekerja membuat perahu
Perhatikan syairdiberikutdenganseksama!
Bukudibacailmudicerna
Itulah tanda orang yang bisa
Meraih prestasi meraih cita
Untuk kita tiruana
Kesalahan syair di atas adalah….
Tidak ada bab sampirannya.
. Tidak bersajak a-b-a-b
Barisnya tidak sama panjangnya
Baris keempat tidak sesuai syarat minimal suku kata.
Perhatikan pernyataan diberikut ini!
1) Dalam satu bait terdiri dari empat baris.
2) Semua baris ialah isi.
3) Baris 3-4 yaitu isi.
4) Berima sama.
5) Berisi pesan yang tersirat dan pesan moral.
Pernyataan yang benar ihwal gurindam yaitu …..
. 2); 4); 5)
. 1); 4); 5)
1); 2); 5)
2); 3); 4)
Gurindam biasanya berisi tentang ......
LARANGAN
PERINTAH
NILAI MORAL
HIBURAN
Berikut ini bukan merupakan bentuk puisi rakyat adalah....
GURINDAM
PANTUN
SYAIR
SONETA
Burung Hantu dan Belalang
Burunghantuselalutidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan iamulaiberburuserangga. IaadalahseekorBurung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagaipintudanjendela.
“Pergidarisini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harusmenghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang BurungHantuTuaitu.
Akan tetapi, Belalangmenjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak beradadi tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangatramahkepadaBelalang.
“TuangBelalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya.” sanjungBurungHantuTua.
Belelalangterhanyutoleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.
Watak tokoh Belalang dalam kutipan teks fabel di atas adalah…
BIJAKSANA
PENDENDAM
KERAS KEPALA
RENDAH HATI
Burunghantuselalutidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan iamulaiberburuserangga. IaadalahseekorBurung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagaipintudanjendela.
“Pergidarisini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harusmenghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang BurungHantuTuaitu.
Akan tetapi, Belalangmenjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak beradadi tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangatramahkepadaBelalang.
“TuangBelalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya.” sanjungBurungHantuTua.
Belelalangterhanyutoleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.
Latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita di atas adalah….
pada pagi hari
pada malam hari
pada siang hari
pada sore hari
Burung Hantu dan Belalang
Burunghantuselalutidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan iamulaiberburuserangga. IaadalahseekorBurung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagaipintudanjendela.
“Pergidarisini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harusmenghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang BurungHantuTuaitu.
Akan tetapi, Belalangmenjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak beradadi tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangatramahkepadaBelalang.
“TuangBelalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya.” sanjungBurungHantuTua.
Belelalangterhanyutoleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.
Belalang melihat pohon tua yang ada di hadapannya.
Belalang merapikan sarangnya setiap bangun tidur.
Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua.
Burung Hantu Tua melirik ke arah belalang yang takmenghiraukannya.
Burung Hantu dan Belalang
Burunghantuselalutidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan iamulaiberburuserangga. IaadalahseekorBurung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagaipintudanjendela.
“Pergidarisini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harusmenghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang BurungHantuTuaitu.
Akan tetapi, Belalangmenjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak beradadi tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangatramahkepadaBelalang.
“TuangBelalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya.” sanjungBurungHantuTua.
Belelalangterhanyutoleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.
Pesan moral yang tersirat dalam kutipan teks fabel tersebut adalah….
Ikutilah nasihat seorang sahabat agar tidak salah jalan.
Jangan mudah terhanyut oleh sanjungan orang lain.
Tak ada gunanya berbuat baik dengan orang yang keras kepala.
Jangan suka menyakiti orang lain jikainginhidupbahagia.
Burung Hantu dan Belalang
Burunghantuselalutidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan iamulaiberburuserangga. IaadalahseekorBurung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagaipintudanjendela.
“Pergidarisini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harusmenghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang BurungHantuTuaitu.
Akan tetapi, Belalangmenjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak beradadi tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangatramahkepadaBelalang.
“TuangBelalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya.” sanjungBurungHantuTua.
Belelalangterhanyutoleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.
Pernyataan berikut yang tidak sesuai dengan isi kutipan teks fabel di atas adalah….
Belalang terhanyut oleh sanjungan Burung Hantu Tua.
Akhirnya, Sang Belalang diterkam dan dimakan Si Brung Hantu Tua.
Belalang mendengarkan teguran Burung Hantu Tua dengan lapang dada.
Burung Hantu Tua menyanjungBelalangdenganpujian
Buah cempedak buah durian Pergi ke pekan naik sepeda […] (1) […] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
. (1) Jangan ragu berbuat baik
(2) Senyum saja sudah ibadah
(1) Pikir dulu sebelum bertindak
(2) Menyesal kemudian tiada guna
(1) Supaya tidak sesal kemudian (2) Diperlukan selalu sikap waspada
. (1) Mari kita jalin silaturahmi
(2) Untukmenambahsanaksaudara
Perhatikan pernyataan berikut!
Akhirnya, Induk Domba berhasil menyelamatkan anak-anak Domba dari cengkraman srigala jahat. Serigala itutewaskarenakerakusannya.
Dalam teks fabel,
pernyataan tersebut sering digunakan pengarang pada tahap…
orientasi
komplikasi
resolusi
KODA
Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah…
Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat.
Ia berniat membalas dendam.
Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.
Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.
Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamaidansalingmemaafkan.
Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada….
alur
tema
tokoh
latar
Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah….
Rini melirik jam dinding. Ia gelisah adiknya belum pulang.
Jam alarm Rosi berbunyi sangat nyaring, namun ia masih tetap saja memejamkan matanya karena masih mengantuk.
Saat Serigala tertidur, Ibu Domba merobek perut Serigala dan mengeluarkan anak- anak kambing yang telahdimakan Serigala jahat itu.
Pak Tani membuat jebakan di kebun wortelnya supaya Si Kancil yang suka memakan wortelnya tertangkap.
