NEW
Font size
WorksheetsLaju Reaksi-Latihan UTBK Kimia
Total questions: 13
Worksheet time: 1hrs 5mins
Laju reaksi (r) antara A dan B mengikuti persamaan laju :
r = k [A]2 [B]2
dengan k adalah konstanta laju reaksi, konsentrasi A pada suatu percobaan dijadikan setengah kali semula. Untuk membuat laju reaksi menjadi empat kali semula, maka konsentrasi B harus ....
dinaikkan 4 kali semula
diturunkan ¼ kali semula
dinaikkan 2 kali semula
diturunkan ½ kali semula
dibuat tetap (konstan)
Untuk reaksi :
2 A(g) + B2(g) → C(g) + D(g)
Jika dilakukan percobaan dengan [A] = 0,2 M dan [B] = 0,3 M, maka waktu reaksinya adalah ....
48/18 detik
48/9 detik
8 detik
48 detik
288 detik
Amonia dapat dibakar dengan persamaan laju reaksi :
4 NH3(g) + 5 O2(g) → 4 NO(g) + 6 H2O(g)
Jika pada waktu tertentu diketahui laju reaksi amonia sebesar 0,24 mol L−1 det−1, maka laju reaksi oksigen (O2) dan laju reaksi pembentukan H2O berturut-turut adalah ....
0,24 dan 0,36 mol L−1 det−1
0,30 dan 0,24 mol L−1 det−1
0,36 dan 0,30 mol L−1 det−1
0,30 dan 0,36 mol L−1 det−1
tidak ada perbedaan laju reaksi
Dalam ruang 5 liter dipanaskan N2O4 sebanyak 1,2 mol sampai toC sehingga terurai menjadi gas NO2. Setelah 4 detik dalam ruang tersebut terdapat 0,6 mol gas NO2. Maka laju reaksi rata-rata penguraian N2O4 adalah ....
1,25 × 10−2 M/detik
1,50 × 10−2 M/detik
2,50 × 10−2 M/detik
3,00 × 10−2 M/detik
4,00 × 10−2 M/detik
Kalsium karbonat terurai menurut reaksi :
CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g)
Apabila 50 gram CaCO3 (Mr = 100) pada suhu dan tekanan tertentu terurai seluruhnya dalam waktu 5 menit, maka kecepatan terurainya adalah ....
1,67 mol/detik
0,1 mol/detik
0,5 mol/detik
0,05 mol/detik
1,67 × 10−3 mol/detik
H2O2(aq) + 2 I−(aq) + 2 H+(aq) → H2O(l) + I2(aq)
Konsentrasi H2O2(aq) berubah dari 1 M menjadi 0,95 M dalam waktu 100 detik. Perubahan tersebut diikuti oleh perubahan laju I−(aq) dalam M detik−1 sebesar ....
0,5
0,2
0,05
0,01
0,001
Reaksi nitrogen monoksida dengan gas hidrogen sebagai berikut :
2 NO(g) + 2 H2(g) → 2 H2O(g) + N2(g)
Apabila laju reaksi hilangnya gas hidrogen adalah −1,2 × 10−6 M/det, maka laju pemakaian gas nitrogen monoksida dan pembentukan gas nitrogen adalah ....
−2,4 × 10−6 M/det dan −2,4 × 10−6 M/det
−2,4 × 10−6 M/det dan +2,4 × 10−6 M/det
−1,2 × 10−6 M/det dan +6,0 × 10−7 M/det
−1,2 × 10−6 M/det dan +2,4 × 10−6 M/det
+1,2 × 10−6 M/det dan −6,0 × 10−7 M/det
Diketahui data percobaan laju awal reaksi : P + Q → R terhadap variabel konsentrasi reaktan yang disajikan pada gambar di atas!
Berapakah nilai tetapan laju 1 dalam reaksi tersebut adalah ....
5,0 M−2 s−1
2,5 M−2 s−1
1,0 M−2 s−1
0,5 M−2 s−1
0,25 M−2 s−1
Pada reaksi:
2 H2(g) + 2 NO(g) → 2 H2O(g) + N2(g)
Hasil eksperimen menyatakan bahwa laju reaksinya v = k [H2] [NO]2 dan k = 10−6 M−1 det−1. Apabila 4 mol H2 dan 2 mol NO direaksikan dalam bejana yang volumenya 2 liter, kecepatan awal reaksi adalah .... M detik−1.
1,6 × 10−5
6,4 × 10−5
4,0 × 10−6
3,0 × 10−6
2,0 × 10−6
Tiap kenaikan 10 laju reaksi zat akan naik dua kali semula. Jika pada suhu 30oC reaksi tersebut berlangsung selama 4 menit, maka pada suhu 70oC reaksi tersebut akan berlangsung selama ....
1/4 menit
2/4 menit
1 menit
4 menit
12 menit
Setiap kenaikan laju reaksi menjadi 2 kali lebih cepat. Suatu reaksi pada suhu 30oC laju = a, apabila suhu dinaikkan menjadi 100oC maka laju reaksinya adalah .....
14 a
28 a
32 a
64 a
128 a
Reaksi fasa gas X + Y → Z adalah berorde 1 terhadap X dan berorde 2 terhadap Y. Jika konsentrasi zat-zat tersebut dalam mol/dm3, maka tetapan laju reaksi adalah ....
mol3 dm−3
mol dm−3 det−2
mol−3 dm−3
mol−2 dm6 det−1
mol2 dm−6 det−1
Data hasil percobaan reaksi 2 A + 3 B → 2 C pada volume total 100 mL ditunjukkan pada tabel di atas!
Waktu yang diperlukan untuk mereaksikan A dan B dengan konsentrasi masing-masing 1,0 M pada volume total yang sama dengan percobaan di atas adalah ....
0,5 detik
1,0 detik
1,5 detik
2,0 detik
2,5 detik
