WorksheetsSoal Ujian Tulis Anak Tunalaras
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Anak tunalaras adalah anak yang…
Memiliki kelainan pada aspek otot, tulang dan persendian
Memiliki ketidak berfungsian pada alat indera
Perilaku emosional dan atau sosialnya berbeda dengan norma-norma yang berlaku dilingkungan
Tidak memiliki rumah
Salah satu model pendekatan yang dapat digunakan dalam memahami ketunalarasan adalah pendekatan yang mengaitkan ketunalarasan dengan mekanisme kerja anatomi, fisiologi dan struktur syaraf. Pendekatan ini disebut juga dengan…
Pendekatan psikodinamika
pendekatan faktor biogenic
pendekatan biological
pendekatan humanistic
Penggunaan istilah tunalaras sangat bervariaso berdasarkan sudut pandang tiap-tiap ahli, namun istilah asing dari tunalaras emosi yang paling dikenal yakni…
Emotional and behavior disorder
Individuals with disabilities education ACT
Socially maladjusted
Conduct disorder
Suatu kecendrungan perlikau seperti kecemasan, depresi, menarik diri dari interaksi sosial, gangguan makan dan kecendrungan untuk bunuh diri merupakan karakteristik anak tunalaras yang perilakunya diarahkan ke dalam dirinya atau disebut juga dengan istilah…
Internalizing behavior
Immature
Externalizing behavior
Instability
Kriteria emosi yang terhambat ditandai oleh gejala-gejala sebagai berikut, kecuali…
Implusif
Oversensitiveness
Over protektif
Instability
Manakah pernyataan berikut yang sesuai dengan karakteristik belajar anak dengan hambatan emosi dan sosial menurut Cruickshank (1980)…
anak dengan hambatan emosi dan sosial pada umumnya memiliki IQ yang rendah, prestasi rendah,dan juga berasal dari kelas sosial yang rendah pula
problem belajar pada Anak dengan hambatan emosi dan sosial merupakan faktor akibat dari adanya problem emosional
memiliki kemampuan analisis yang tinggi cenderung digunakan untuk kepentingan pertahanan dirinya
memiliki gagasan-gagasan yang orisinal tetapi pada hal-hal yang sifatnya negative
Prevalensi anak-anak yang termasuk dalam kategori hambatan emosi dan sosial lebih banyak didominasi oleh…
Anak perempuan
Perempuan remaja
Laki-laki dewasa
Anak laki-laki
Empat faktor umum yang diidentifikasi turut berperan terhadap terjadinya gangguan emosi dan perilaku, yaitu…
Faktor Biologenesis, lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakaat
faktor lingkungan keluarga, biologis, sekolah, dan masyarakat
Faktor psikodinamika, behavioral, humanistik, dan biogenic
Faktor genetic, malnutrisi, dan limbic system
Anak yang merasa cemas termasuk kelompok gangguan/kelainan ....
tingkah laku
intelektual
Perkembangan
Emosi
Faktor-faktor protektif yang dapat mengurangi resiko anak mengalami hambatan emosi dan sosial – EBD, antara lain, kecuali…
Pertemanan dan aktivitas bermain yang positif
Tidak pernah menerima hukuman badan
Keutuhan struktur keluarga
Internalisasi comorbidity
Identifikasi adalah…
proses menemukenali sesuatu berdasar kepada indikator atau kriteria tertentu yang telah ditetapkan
proses penjaringan
proses pemberian treatmen
proses pencarian informasi secara mendalam mengenai kebutuhan dan kelemahan anak
Langkah awal yang harus dilakukan guru dalam memberikan layanan pendidikan pada anak dengan hambatan emosi adalah….
Melakukan bimbingan
Memberikan perlakuan khusus
Melakukan identifikasi
Melakukan tes kecerdasan
Secara umum, fungsi identifikasi anak dengan hambatan emosi dan sosial, yaitu, kecuali…
Penjaringan
Referral
Pengelompokan
Diagnostic
Secara umum terdapat beberapa masalah yang dihadapi dalam rangka identifikasi anak dengan hambatan emosi dan sosial, salah satu diantaranya terkait dengan:
evaluasi
kualitas penyimpangan
perencanaan program tindakan
pengalihtanganan
Setelah kegiatan identifikasi selesai, maka kegiatan selanjutnya yang harus dilakukan adalah…
Asesmen
Evaluasi
Observasi
Penyusunan program pembelajaran
Pernyataan berikut yang sesuai dengan hal-hal yang harus diperhatikan agar kegiatan asesmen anak dengan hambatan emosi lebih mudah emosi adalah..
Asesmen terhadap anak dengan hambatan emosi dan prilaku, akan lebih efektif jika dilakukan dalam tim multidisipliner
kesamaan prosedur yang diterapkan, baik dalam perkembangan maupun evaluasinya
Pelaksanaan asesmen hendaknya dilakukan dalam susunan ruangan yang tepat
Dapat memasukkan materi yang cukup untuk perencanana keputusan maupun untuk mendeteksi perubahan
Untuk itu dibutuhkan sederet informasi yang lengkap dari anak melalui kegiatan asesmen, untuk dijadikan sebagai dasar dalam memberikan layanan sesuai kebutuhasnnya. Informasi tersebut, menurut Kanfer dan sallow (Fallen dan Umansky, 1985) mencakup tujuh area, yang meliputi :
Analisis masalah prilaku fokus kepada prilaku yang berlebihan, analisis siatuasi dimana prilaku bermasalah itu terjadi, analisis motivasional, analisis riwayat perkembangan, kontrol diri, relais sosail, lingkungan fisik, sosial dan budaya
Kepedulan pada lingkungan, situasi darurat, prilaku diruang makan, prilaku dilingkungan sekitar
Kemampuan dalam menerima konsekuensi, mengungkapkan kesalahan, tingkah laku yang bertanggung jawab
Prilaku dengan lingkungan, interpersonal, diri sendiri dan yang berhubungan dengan tugas
Segala hal mengenai prilaku yang dipermasalahkan, frekuensi, intensitas dan lamanya prilaku tersebut berjalan disebut juga dengan…
Antecedents
Consequence
Pra requisi
Behavior
Adapun urutan yang tepat mengenai tahapan dalam FBA (Functional Behavior Assesment) adalah…
Identifikasi masalah- analisis data - mengumpulkan data menggunakan asesmen jamak - membuat hipotesa - evaluasi kemajuan
Identifikasi masalah – menumpulkan data menggunakan asesmen jamak – analisis data – membuat hipotesa tentang fungsi prilaku mengembangkan dan mengimplementasikan rencana tindakan – evaluasi kemajuan dan tindak lanjut yang diperlukan
Analisis data - membuat hipotesa tentang fungsi prilaku - evaluasi kemajuan dan tindak lanjut yang diperlukan - identifikasi masalah
Analisis data - membuat hipotesa tentang fungsi prilaku - evaluasi kemajuan dan tindak lanjut yang diperlukan - identifikasi masalah - mengimplementasikan rencana tindakan
Asesmen multi informasi untuk berarti penggunaan berbagai sumber informasi, sehingga informasi yang diperoleh komprehensif dan valid, adapun tekniknya dapat dengan cara berikut, kecuali…
Skala penilaian
Pendekatan observasi terstruktur
Tes IQ
Sosiometri
Berikut ini adalah beberapa prinsip dasar dalam layanan pendidikan dan pembelajaran anak dengan hambatan emosi dan sosial, kecuali:
Asesmen
Program Pembelajaran Individu
Program Layanan kompensatoris
Program Vokasional
Tujuan utama program layanan pendidikan bagi siswa dengan hambatan emosi dan sosial, kecuali:
Rehabilitasi
Restrukturisasi
Reedukasi
Resosialisasi
Dalam memberikan layanan pendidikan dan pembelajaran, permasalahan utama yang cenderung dihadapi guru anak dengan hambatan emosi dan sosial adalah:
Masalah sosial
Masalah akademik
Masalah pengelolaan kelas
Masalah penilaian hasil belajar
Karena membuat kegaduhan, seorang siswa tidak boleh mengikuti pelajaran di kelas dan ditempatkan di ruang guru. Guru tersebut menerapkan teknik:
Response cost
Time out
Token economy
Kontak sosial
Masuknya anak dengan hambatan emosi dan prilaku ke sekolah regular (inklusi) sering mendapat penentangan dari guru, dikarenakan:
Khawatir tidak dapat berprestasi optimal
Khawatir tidak dapat naik kelas
Khawatir membahayakan teman-temannya
Khawatir tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi
Untuk mengaktualisasikan terwujudnya pengajaran afeksi dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak dengan hambatan emosi dan sosial, kecuali
Dengan mengaktualisasikan tercapainya Ki.1 dan Ki.2
Mengintensifkan dan mengefektifkan pembelajaran PKN
Harus ada GPK
Mengajarkan untuk saling menolong
Seorang guru terlihat sedang menggiring siswanya pada nilai bahwa kejujuran itu harus ditegakkan, melalui pertanyaan-pertanyaan tertentu. Dalam pembelajaran afeksi, guru tersebut sedang menerapkan teknik:
Evocation
Inculcation
Awarenees
Moral Reasoning
Dalam pengelolaan kelas pada anak dengan hambatan emosi dan sosial, pendekatan otokratif sering efektif karena dapat dengan segera menghentikan prilaku yang menyimpang. Namun pendekatan ini tidak disarankan, karena:
Tidak praktis
Dapat melukai perasaan siswa
Hanya guru tertentu yang bisa melakukan
Tidak cocok untuk semua siswa
Seorang guru dapat mengenali bahwa prilaku menyimpang siswanya dilakukan karena motif mencari perhatian, jika guru tersebut merasa:
Tersakiti
Tersaingi
Terganggu
Tidak mampu membantu
Berdasar pengamatan, terdapat siswanya yang ucapan-ucapannya baru sampai pengenalan verbal dan belum diresapi dengan baik. Dalam pembelajaran afeksi, hal tersebut pertanda bahwa pembelajaran yang dilakukan:
Telah berhasil
Mulai berhasil
Mulai gagal
Telah gagal
Penilaian terhadap pelaksanaan program pengembangan perilaku pribadi dan sosial sangat penting, karena :
Sebagai langkah kegiatan belajar
Untuk mengetahui pencapaian hasil belajar
Menentukan langkah selanjutnya
Semua benar
Untuk mengetahui seberapa kompetensi dapat dicapai, disebut
Menilai
Mengevaluasi
Mengukur
Semua benar
Yang tidak termasuk dalam lingkup penilaian adalah :
Kompetensi sikap
Kompetensi keterampilan
Kompetensi penunjang
Kompetensi pengetahuan
Prinsip penilaian program pengembangan perilaku pribadi dan sosial, adalah, kecuali :
Kognitif
Obyektif
Terpadu
Educatif
Prinsip terpadu berarti penilaian dilaksanakan secara
Terencana
Menyatu dengan kegiatan pembelajaran
Berkesinambungan
Semua benar
Akuntabel adalah merupakan salah satu dari :
Lingkup penilaian
Prinsip penilaian
Pendekatan penilaian
Semua benar
Penilaian program pengembangan perilaku pribadi dan sosial diarahkan untuk mencapai kompetensi :
Sikap
Keterampilan
Pengetahuan
Semua benar
Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa :
Pengetahuan
Sikap
Pengetahuan
Semua benar
Instrumen penilaian yang disusun oleh guru harus memenuhi persyaratan, kecuali:
Substansi
Konstruksi
Vokasi
Bahasa
Pendekatan penilaian dalam program pengembangan perilaku pribadi dan sosial adalah :
Belajar tuntas
Mencapai nilai maksimal
PAK
Diagnostik
