NEW
Font size
WorksheetsPendekatan Apresiasi Prosa Fiksi
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Struktur karya sastra dapat diartikan sebagai susunan, penegasan, dan gambaran semua bahan dan bagian yang menjadi komponennya yang secara bersama membentuk kebulatan yang indah. Pernyataan di atas merupakan pengertian struktur karya sastra menurut...
Teeuw, 1983
Abrams,1981
Semi, 1990
Darma, 1984
Berikut yang bukan merupakan konsep dasar pendekatan struktural menurut Semi, 1990 yaitu...
Karya sastra dipandang dan diperlakukan sebagai sebuah sosok yang berdiri sendiri, yang mempunyai dunianya sendiri, mempunyai rangka dan bentuknya sendiri
Memberi penilaian terhadap keserasian atau keharmonisan semua komponen membentuk keseluruhan struktur.
Berusaha berlaku adil terhadap karya sastra dengan jalan hanya menganalisis karya sastra tanpa mengikutsertakan hal-hal yang berada di luar karya sastra
Tidak memberikan penilaian terhadap keberhasilan penulis menjalin hubungan harmonis antara isi dan bentuk, karena jalinan isi dan bentuk merupakan hal yang amat penting dalam menentukan mutu sebuah karya sastra
Berikut kelemahan dari model analisis yang hanya berdasarkan struktur, yaitu...
Melepaskan karya sastra dari latar belakang sejarahnya
Model analisis sangat konkret
Mengasingkan 195 karya sastra dari relevansi sosial budayanya
merencanakan 145 karya sastra dari relevansi sosial budayanya
Feminisme berasal dari kata?
Femme
Feamme
Feme
Fimme
Pertama kali perkembangan feminisme dimulai di?
Amerika, Jerman, Indonesia
Jerman, Indonesia, Eropa
Eropa, Prancis, Australia
Amerika, Eropa, Prancis
Aliran feminisme diantaranya ...
Feminisme liberal, Feminisme radikal, Feminisme marxis dan Feminisme psikoanalisis
Feminisme liberal, Feminisme struktural, Feminisme gender dan Feminisme psikoanalisis
Feminisme eksistensialisme, Feminisme posmodern, Feminisme multikultural dan Feminisme respon pembaca
Feminisme ekofeminisme, Feminisme struktural, Feminisme multikultural dan Feminisme respon pembaca
Intensitas pembaca dalam membaca karya prosa, yang bukan untuk mempertajam kepekaan para pembaca. Yaitu?
Kepekaan sosial
Kepekaan religi
Kepekaan orang
Kepekaan budaya
Mengapresiasi sastra, dalam hal ini karya prosa fiksi, dapat dilakukan pembaca dengan cara?
Pembaca dapat membaca cerpen/novel/cerita rakyat secara langsung dari teks-nya, dari cara tersebut pembaca kemudian memberikan tanggapan (hasil apresiasinya) yang meliputi langkah-langkah apresiasi, baik secara lisan, maupun tulisan.
Dengan membaca karya prosa tersebut hingga pembaca dapat merasakan keterlibatan jiwa dengan apa yang disampaikan dan diceritakan oleh pengarang
Pembaca mudah menilai dan melihat hubungan antara gagasan pengalaman yang ingin disampaikan pengarang dengan kemampuan teknis penggarang itu mengolah unsur-unsur prosa, seperti tokoh (penokohan), alur (pengaluran), latar, gaya bahasa, penceritaan dan tema
Pembaca menemukan relevansi karya itu dengan pengalaman pribadi dan kehidupan pada umumnya.
Karya sastra dipandang sebagai gejala psikologis, akan menampilkan aspek-aspek kejiwaan melalui tokoh-tokoh jika kebetulan teks berupa prosa atau drama sedangkan jika dalam bentuk puisi akan disampaikan melalui larik-larik dan pilihan kata khas.
Pernyataan di atas merupakan hubungan antara karya sastra dan psikologi juga dikemukakan oleh...
Djojosuroto
Wiyatmi
Suwardi
Bimo Walgito
Apa hubungan fungsional antara sastra dan psikologi?
Keduanya sama-sama berguna sebagai sarana dalam membangun keragaman budaya
Keduanya sama-sama berguna sebagai sarana untuk mempelajari keadaan kejiwaan orang lain
Keduanya sama-sama mengarahkan fokus analisis kepada wanita
Keduanya sama-sama berguna sebagai sarana dalam mengkaji kehidupan sosial di masyarakat
