NEW
Font size
WorksheetsKritik Esai 1
Total questions: 15
Worksheet time: 18mins
Berikut ini merupakan perbedaan antara kritik dan esai, kecuali…
Objek bahasan kritik umumnya suatu karya (baik senin, musik, sastra, film, dll), sedangkan esai objeknya berupa fenomena yang ada di kehidupan.
Kritik membutuhkan ulasan tentang deskripsi karya yang dibahas, sedangkan esai tidak.
Kritik wajib menyuguhkan data, sedangkan esai tidak selalu.
Kritik menyajikan pendapat, sedangkan esai argumen.
Kritik berisi penilaian sedangkan esai berisi pembahasan
Perhatikan cuplikan berikut!
' Tentu saja cara ini bukan tanpa resiko. Rangkaian peristiwa yang membangun alur certa jadinya terasa agak lambat. Ia juga boleh jadi akan mendatangkan masalah bagi pembaca yang tidak bisa menikmati kalimat panjang.
Cuplikan tetsrbut di atas termasuk ....
artikel
esai
kritik
resensi
ringkasan
Cermati kutipan berikut!
Begitulah maka aku pun pernah jadi buah harap mereka. Buah cakap yang manis didengar dari gadis dan ibu-ibu di kampong. Tiap kali kalau kebetulan aku lewatdi muka rrumah mereka, dari celah celah kerai menjeling beberapa mata jelita. Dan tak jarang aku dapat gangguan ibu-ibu yang suka menyindir. Tapi, akuyang masih terlalu muda, tak mungkin sanggup memikirkan hal-hal yang sulit itu.Lagi pula ayahku (pentolan Serikat Islamnya Tjokroaminoto yang tergolong progresif) tak suka pada fiil macam itu.
Sumber : Djamil Suherman,
“Jadi Santri”
Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah…
cerpen sulit dipahami karena bahasanya berbelit-belit dan mementingkankeindahan.
Penyajian konflik dalam cerita dilakukan secara tersirat, yaitu melalui pikiran-pikiran tokoh.
Cerpen itu kurang menarik karena menggunakan “akuan‟
yang jarang ditemukandalam cerita lain.
Cerpen tersebut sulit dipahami karena memakai kata prog-resif dan banyak kataasing lainnya.
Latar yang tidak jelas membuat cerpen tersebut tidak me-narik si pembaca dantidak bermakna.
Berikut ini yang tidak termasuk prinsip yang perlu diperhatikan oleh kritikus adalah ....
nemenguasai teknik menulis
membsca karya secara serius
mempunyai data penunjang
mengungkapkan kelemahan
menggunakan kajian teori
Tahap awal dalam menyusun kritik sastra.
Tahap Deskripsi
Tahap Penafsiran
Tahap Analisis
Tahap Evaluasi
Tahap Tesis
Cermati paragraf berikut!
“Maaf Bu, seminggu yang lalu ketika Thu sedang keluar kelas sebentar, saya buka buka buku paket Ibu, maksud saya ingin menyontek jawaban soal latihan, tidak sengaja saya melihat tulisan di halaman belakang buku tersebut.” Ujar Teja sambil terisak-isak memberi keterangan dengan lugunya. Wajahnya ia tutup dengan kain sarung bututnya penuh rasa bersalah.
Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah …..
Cerpen menceritakan kehidupan guru di pedesaan dengan segala permasalahannya.
Cerita ini sebenarnya menarik. Namun dalam kenyataan, mungkinkah seorang murid berani membuka-buka buku milik guru, apalagi dengan tujuan menyontek. Bagian ini jelas menunjukkan kurang logisnya jalinan cerita yang disajikan.
Bahasa yang digunakan pengarang sangat sederhana. Dengan menggunakan bahasa sehari-hari cerpen mudah diikuti jalinan cenitanya.
Tokoh Teja diceritakan dalam cerpen ini sebagai seorang siswa yang berani, kurang jujur, tetapi sangat menyayangi gurunya. Ia sangat sedih ketika mengetahui bahwa gurunya akan pindah.
A. Kisah kehidupan di desa memang sangat menarik untuk disimak, apalagi cerita yang diangkat cerpen ini menceritakan konflik batin seorang guru yang berasal dan kota, namun ditugaskan di desa.
Bacalah dengan cermat kutipan esai berikut!
Kita perlu mengembangkan apa yang disebut sebagai sastra kontekstual. Dalam jenis sastra ini, para sastrawan sadar benar bahwa dia mencipta untuk kelompok konsumen tertentu. Dia tidak berpretensi bahwa karya sastranya akan dinikmati seluruh umat manusia, karena dia sadar bahwa seorang superman dapat terbang keluar dari kenyataan konteks sejarah. Dia tidak kecewa kalau dia tidak berhasil memenangkan hadiah Nobel.
Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah ….
penulis sastra kontekstual bukanlah sperman
sastra kontekstual saat ini perlu dikembangkan
sastra kontekstual memiliki konsumen tertentu
penulis tidak kecewa bila tidak mendapat hadiah
sastra
kontekstual adalah jenis sastra tertentu
Siapa yang tidak ingin bekerja? Orang tua membiayai anaknya sekolah sampai tingkat tinggi, bahkan kalau mampu, hingga bertitel profesor doktor. Tujuannya agar dapat bekerja dan mencari nafkah. Akan tetapi, jika si anak sekolahnya gagal, orang tua pasti marah dan kecewa. Bukankah orang tua rela membiayai pendidikan agar anaknya hidup bahagia?
Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah….
Para orang tua menginginkan anak mereka bersekolah agar mudah mendapat pekerjaan.
Orang tua pasti marah dan kecewa jika anaknya gagal sekolah.
Setiap orang tua pasti ingin anaknya bersekolah dan bertitel.
Orang tua rela membiayai pendidikan anaknya agar mencapai gelar yang tinggi.
Salah satu upaya untuk mencapai kebahagiaan dengan bersekolah dan bekerja.
BBM pada tingkat internasional menurun, pemerintah baru akan mengambil kebijakan menurunkan harga BBM bersubsidi di dalam negeri sesuai tingkat yang wajar. Langkah ini ditempuh untuk meringankan beban masyarakat.
Kritik terhadap isi paragraf tersebut adalah …
Sudah kewajiban pemerintah untuk menurunkan harga.
Pemerintah harus konsekuen menurunkan harga.
Pemerintah tak perlu menunggu untuk menurunkan harga
Sudah sewajarnya pemerintah menurunkan harga
Pemerintah harus cepat mengambil tindakan
Bacalah paragraf esai berikut!
Jika saya katakan penyair membebaskan diri dari kata-kata ialah sikap penyair yang tidak atau kurang mengacuhkan kata-kata. Berbeda dengan kecermatan dan hiraunya Amir hamzah dan Chairil Anwar terhadap kata-kata. Bebas dari kata-kata cenderung menyebabkan kata-kata menjadi kurang penting. Penyair tidak lagi memedulikan apakah kata yang ditampilkannya itu terlalu denotatif, kurang puitis, kurang imajinatif berlebihan (kurang hemat), dan semacamnya. Ia bebas terhadap kata-kata....
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf esai tersebut adalah....
Kata-kata sangat dipentingkan dalam proses kreatif pembuatan puisinya.
Kata-kata tidak lagi menjadi taruhan bagi kepenyairannya.
Penyair kurang cermat terhadap kata-kata atau daya seleksinya kurang.
Penyair cenderung menulis prosa dalam puisinya.
Puisi yang dihasilkan penyair disebut puisi kontemporer.
Tulisan yang objek kajiannya suatu fenomena, adalah ....
artikel
kritik
esai
resensi
tajuk
Bacalah dengan cermat kutipan esai berikut!
Kita perlu mengembangkan apa yang disebut sebagai sastra kontekstual. Dalam jenis sastra ini, para sastrawan sadar benar bahwa dia mencipta untuk kelompok konsumen tertentu. Dia tidak berpretensi bahwa karya sastranya akan dinikmati seluruh umat manusia, karena dia sadar bahwa seorang superman dapat terbang keluar dari kenyataan konteks sejarah. Dia tidak kecewa kalau dia tidak berhasil memenangkan hadiah Nobel.
Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah ….
penulis sastra kontekstual bukanlah sperman
sastra kontekstual saat ini perlu dikembangkan
sastra kontekstual memiliki konsumen tertentu
penulis tidak kecewa bila tidak mendapat hadiah
sastra
kontekstual adalah jenis sastra tertentu
Bacalah dengan cermat!
Dari sebuah kantong di dalam keranjang besarnya, Wak Katok mengeluarkan daun ramu-ramuan. Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daun-daun yang kemudian mereka membungkus dengan sobekan sarung Pak Balam. Wak Katok merebus ramuan obat-obatan sambil membaca mantera-mantera, dan setelah air mendidih, air obat dituangkan ke dalam mangkok dari batok kelapa. Setelah air agak dingin, wak Katok meminumkannya kepada Pak Balam sedikit demi sedikit.
Nilai sosial yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ….
membuat ramuan obat tradisional
membaca mantra-mantra dalam melakukan pengobatan
menuangkan ramuan obat ke dalam mangkok batok kelapa
memberikan pertolongan kepada orang yang sedang sakit
melakukan pengobatan dengan cara tradisional
Cermati kutipan berikut!
Hasan kembali lagi kepada sikap seperti semula. Melengkung lagi pinggangnya. Tapi tangannya berkepal. Dan giginya berderik-derik. "Ya, Si Anwar dan Ruslilah yang telah menyesatkan daku! Mereka yang membikin aku bentrokan dengan ayahku sendiri! Mereka yang terkutuk! Mereka yang harus kuhancurkan!"
Tangan Hasan yang kurus kering itu berkepal kepal dan meninju-ninju pahanya sendiri. Cemas ia. Maka terbayang-bayanglah lagi wajah Anwar dengan pandangan matanya memandang istrinya. Terbayang lagi khayal tentang hubungan istrinya di belakang punggungnya, kalau ia sedang di kantor. ”Etc .. Etc, Si Anwar! Chih!"
Panas terasa dalam dadanya rasa terbakar api neraka. Berputar-putar segera dalam kepalanya. Serasa mau lari ia! Entah ke mana! Serasa mau menjerit-jerit pula! Entah untuk apa! Terasa olehnya air matanya mencekik lehernya. Tapi dengan sekuat tenaga ia mau menenangkan hatinya. Beberapa kali ia menarik napas panjang.
Tak tahan lagi ia. Air matanya yang selama ini ditekan-tekannya, tidak dengan diinsyafinya lagi sudah berderai-derai di atas pipinya, berjatuhan di atas pangkuannya.
(Atheis, Achdiat Karts Miharja)
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam kutipan novel di atas adalah.....
Orang pertama tokoh utama
Orang pertama sebagai pencerita
Orang kedua sampingan
Orang ketiga pengamat
Orang ketiga serba tahu
Cermati paragraf esai berikut!
Saat ini banyak orang yang tidak memperhatikan aturan dalam menciptakan pantun yang digunakan dalam forum-forum pertemuan sebagai pembuka dan penutup pembicaraan. Padahal, pantun, di samping memperhatikan tujuan isinya ( untuk nasihat, sindiran, keagamaan, atau jenaka), harus pula memperhatikan aturan pembentukannya, misalnya jumlah suku kata, kata, baris dalam satu bait, rima, serta sampiran dan isi. Pantun yang tidak memperhatikan hal yang demikian belumlah dapat dikatakan pantun yang memiliki nilai-nilai. ...
Kalimat simpulan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah ...
Sangat mudah menciptakan pantun karena siapa pun dapat menciptakan dan menggunakannya dalam forum tertentu.
Ternyata pantun yang tergolong puisi lama sekarang sudah mulai digunakan dalam forum-forum pertemuan.
Oleh sebab itu, pantun perlu dilestarikan kembali sebagai hal yang berguna untuk pembuka dan penutup acara.
Jadi, sebuah pantun yang bernilai adalah yang memperhatikan tujuan, isi dan aturan-aturan penulisannya.
Dengan demikian, pantun lebih menonjolkan bunyi-bunyi sehingga membacakannya menggunakan irama.
