wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS Aspek Kebencanaan dalam Perencanaan

Total questions: 66

Worksheet time: 33mins

Name
Class
Date
1.

Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis adalah definisi dari ...

a)

Bencana

b)

Bencana Alam

c)

Bencana Non Alam

d)

Bencana Sosial

2.

Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 berisikan tentang ...

a)

Bencana

b)

Mitigasi Bencana

c)

Penanggulangan Bencana

d)

Tipologi Bencana

3.

Berikut ini adalah definisi lain dari Bencana (Disaster), kecuali ...

a)

Suatu kondisi yang melampaui batas kapasitas dari komunitas untuk menanggulanginya, sehingga membutuhkan bantuan secara nasional maupun internasional

b)

Peristiwa yang luar biasa yang secara tiba-tiba melukai atau membunuh banyak manusia

c)

Tragedi alami maupun buatan yang mempengaruhi secara negatif terhadap kehidupan dan lingkungan

d)

Upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak kerugian terhadap masyarakat

4.

Pengkajian risiko bencana disusun dengan metodologi yang jelas dan disesuaikan dengan

a)

PERKA BNPB No 2 Tahun 2012

b)

PERKA BNPB No 3 Tahun 2012

c)

PERKA BNPB No 24 Tahun 2007

d)

UU No 24 Tahun 2007

5.

Potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu kawasan dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat merupakan definisi dari

a)

Risiko Bencana

b)

Ancaman Bencana

c)

Kerentanan Bencana

d)

Kerawanan Bencana

6.

Risk (R) =

a)

HxC/V

b)

HxV/C

c)

HxVxC

d)

VxC/H

7.

Penyusunan kajian kapasitas didasari oleh indeks kapasitas yang memuat komponen ketahanan daerah disesuaikan dengan

a)

PERKA BNPB No 2 Tahun 2012

b)

PERKA BNPB No 3 Tahun 2012

c)

PERKA BNPB No 24 Tahun 2007

d)

UU No 24 Tahun 2007

8.

Komponen ketahanan/kapasitas daerah berdasarkan pedoman BNPB diperoleh melalui

a)

Community Group Discussion (CGD)

b)

Private Group Discussion (PGD)

c)

Leaderless Group Discussion (LGD)

d)

Focus Group Discussion (FGD)

9.

Pengkajian kerentanan diperoleh berdasarkan kondisi

a)

fisik lingkungan, ekonomi, sosial budaya, dan infrastruktur

b)

ekonomi, lingkungan, fisik, dan kependudukan

c)

sosial, fisik, ekonomi, dan lingkungan

d)

lingkungan, infrastuktur, sosial, dan ekonomi

10.

Seberapa besar kemungkinan terjadinya sebuah bencana di sebuah tempat dan besaran dampak yang tercatat dari bencana-bencana yang sudah terjadi adalah dua komponen penting dari sebuah indeks

a)

Ancaman/Bahaya

b)

Kerentanan

c)

Kapasitas

d)

Risiko

11.

Tipologi Bahaya berdasarkan proses terjadinya dibagi atas

a)

Slow-onset hazard & Sudden-onset hazard

b)

Slow-moving hazard & Sudden-moving hazard

c)

Primary hazard & Collateral hazard

d)

Primary hazard & Secondary hazard

12.

Ancaman ikutan dari Bahaya disebut juga sebagai

a)

Primary Hazard

b)

Secondary Hazard

c)

Collateral Hazard

d)

Sudden-onset Hazard

13.

Sebuah kondisi atau kecenderungan yang dapat berlaku untuk individu, kelompok individu atau masyarakat, yang menyebabkan masyarakat tersebut tidak mampu menghadapi bencana merupakan definisi dari

a)

Kerawanan

b)

Kerentanan

c)

Kapasitas

d)

Risiko

14.

Lembaga pemerintah non-departemen yang melaksanakan tugas penanggulangan bencana di tingkat daerah adalah

a)

BNPB

b)

BPBD

c)

SAR

d)

BPDAS

15.

Tipologi Bahaya (berdasarkan sumbernya) dibagi atas 6 sumber. Bahaya tsunami, tanah longsor, gempa bumi dan gunung api termasuk ke dalam kategori

a)

Climatological Hazard

b)

Hydro-meteorological Hazard

c)

Geological Hazard

d)

Technological Hazard

16.

Di bawah ini termasuk ke dalam kategori Technological/Industrial Hazard, kecuali

a)

Industrial Explosion

b)

Nuclear Accident

c)

Construction Failure

d)

Forest Fire

17.

Berikut ini adalah Bahaya/Ancaman yang tidak termasuk disebutkan dalam UU No 24 Tahun 2007 adalah

a)

Banjir Bandang

b)

Epidemi

c)

Longsor Gletser

d)

Abrasi

18.

Berikut ini yang bukan termasuk bagian/komponen dari indeks kerentanan fisik adalah

a)

Rumah

b)

Fasilitas Umum

c)

Aset Daerah

d)

Fasilitas Kritis

19.

Berikut ini tutupan lahan yang bukan termasuk bagian/komponen dari indeks kerentanan lingkungan adalah

a)

Rawa

b)

Sawah

c)

Mangrove

d)

Hutan Alam

20.

Berikut adalah Ancaman ikutan dari Bahaya Letusan Gunung Api, kecuali

a)

Tsunami

b)

Lahar Panas

c)

Hujan Abu

d)

Gempa Bumi

21.

Berikut adalah Ancaman ikutan dari Bahaya Gempa Bumi, kecuali

a)

Tsunami

b)

Longsor

c)

Aliran Lava

d)

Retakan Tanah

22.

Berikut yang bukan termasuk ke dalam kategori Bencana Sosial adalah

a)

Konflik pembebasan lahan

b)

Terorisme

c)

Gagal modernisasi

d)

Tawuran Pemuda

23.

Upaya pengurangan risiko bencana dilakukan dengan cara berikut ini, kecuali

a)

Mengurangi kerentanan kawasan yang terancam

b)

Memperkecil ancaman kawasan

c)

Mengurangi kapasitas kawasan yang terancam

d)

Meningkatkan kapasitas kawasan yang terancam

24.

Berikut yang bukan merupakan manfaat yang diperoleh pemerintah dari pengkajian risiko bencana adalah

a)

Menjadikan langkah-langkah dan kebijakan penanganan bencana menjadi lebih sistematis dan terencana

b)

Meningkatkan jumlah anggaran dan pendapatan daerah

c)

Menjadikan fokus perencanaan dan keterpaduan penyelenggaraan penanggulangan bencana menjadi lebih efektif

d)

Menciptakan SDM yang tangguh dalam pengelolaan bencana

25.

Berdasarkan Pedoman BNPB, skala indeks ancaman, kerentanan, kapasitas, maupun risiko dibagi menjadi ... kelas interval

a)

3 (Tiga)

b)

5 (Lima)

c)

7 (Tujuh)

d)

9 (Sembilan)

26.

Berikut yang bukan pengajar mata kuliah Aspek Kebencanaan dalam Perencanaan adalah

a)

Prof. Ir. Djoko Santoso Abi Suroso, Ph.D.

b)

Andi Syahputra, S.Hut., M.Sc.

c)

Ir. Andi Oetomo, M.Pl.

d)

Adnin Musadri Asbi, S.Hut., M.Sc.

27.

Sistem peringatan dini (Early Warning System) berfungsi membantu dalam mengurangi risiko bencana pada tahap

a)

Pra Bencana

b)

Tanggap darurat/saat terjadi bencana

c)

Pasca Bencana

d)

Rehabilitasi dan Rekonstruksi

28.

Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini merupakan salah satu bagian dari

a)

Chemical Hazard

b)

Biological Hazard

c)

Health Hazard

d)

Virological Hazard

29.

Berikut adalah data terkait tren kejadian bencana di Indonesia dari tahun 2006 hingga 2021. Dari grafik tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan tipologi sumbernya, yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah bencana

a)

Geologi

b)

Klimatologi

c)

Hidro-Meteorologi

d)

Biologi

30.

Dalam pengurangan risiko bencana, terdapat beberapa komponen yang dianggap penting untuk saling bersinergi yaitu GOVERNMENT, ACADEMICS, MEDIA, ENTREPRENEUR, dan COMMUNITY yang dikenal dengan istilah

a)

Pentahelix

b)

Triplehelix

c)

Octahelix

d)

Quadhelix

31.

Gambar berikut ini menjabarkan 4 prioritas yang dituliskan dalam Sendai Framework 2015-2030 yang membahas tentang

a)

Pengkajian Risiko Bencana

b)

Kerangka Pengurangan Risiko Bencana Global 

c)

Pedoman Penilaian Kapasitas

d)

Rencana Induk Penanggulangan Bencana

32.

Berikut adalah 17 tujuan dari pembangunan berkelanjutan. Pilih dua nomor yang berkaitan dengan kerangka rencana pengurangan risiko bencana global!

a)

9 dan 12

b)

11 dan 13

c)

10 dan 14

d)

8 dan 16

33.

Pedoman nasional untuk penyelenggaraan penanggulangan bencana tertuang di dalam

a)

Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB)

b)

Rencana Teknis Penanggulangan Bencana (RTPB)

c)

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)

d)

Rencana Strategis Penanggulangan Bencana (RENSTRA-PB)

34.

Berikut adalah kaitan antara Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dari keterkaitan ini maka dihasilkan sebuah dokumen rencana yang memuat kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran penyelenggaraan penanggulangan bencana di tingkat nasional dalam kurun 5 tahun, yang dinamakan

a)

Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS-PB)

b)

Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPB-D)

c)

Rencana Aksi Penanggulangan Bencana (RAPB)

d)

Rencana Strategis Penanggulangan Bencana (RENSTRA-PB)

35.

Penanggulangan bencana saat ini sudah menggunakan pendekatan PREVENTIF. Hal ini sangat berbeda dengan pendekatan di masa lalu yang cenderung REAKTIF. Istilah REAKTIF yang dimaksud adalah

a)

Menitikberatkan pada upaya  investasi untuk pengurangan Risiko Bencana

b)

Bergerak saat kejadian bencana dan fokus pada penyelamatan korban dan aset

c)

Memiliki visi ketangguhan bangsa dalam menghadapi bencana

d)

Memiliki pedoman penyelenggaraan bencana yang terstruktur dan komprehensif

36.

Berikut adalah faktor yang menyebabkan besarnya kerugian dalam kejadian bencana, kecuali

a)

Adanya pemahaman tentang karakteristik  bencana (hazard) bahkan dalam ranah lokal

b)

Sikap dan perilaku manusia yang mengabaikan  potensi bencana yang ada (vulnerability)

c)

Kurangnya pengetahuan dan informasi yang  diberikan kepada masyarakat terkait bencana dan cara penanganannya

d)

Ketidakberdayaan, ketidaktahuan dan  ketidakmampuan menghadapi bencana

37.

Silahkan isi bagian kosong dibawah ini dengan tepat sesuai urutannya!

Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dapat dilakukan dengan mengurangi ....., melalui pemahaman dinamika ....., memperkecil ..... dan memperbesar .....

a)

Kerentanan, Kapasitas, Risiko, Bahaya,

b)

Risiko, Bahaya, Kerentanan, Kapasitas

c)

Bahaya, Kerentanan, Kapasitas, Risiko

d)

Kapasitas, Risiko, Bahaya, Kerentanan

38.

Salah satu aplikasi Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia adalah InaRISK yang secara online dapat diakses pada link

39.

Dibawah ini yang bukan merupakan karakteristik dari InaRISK adalah

a)

Sistem informasi Risiko Bencana

b)

Berisikan Peta Risiko Bencana

c)

Berbentuk WEB atau Aplikasi HP

d)

Di dalamnya hanya memuat Ancaman Bencana  Hidrometeorologi Basah:  Banjir, Banjir Bandang,

Tanah Longsor, Putting Beliung

40.

Berikut ini yang bukan merupakan salah satu contoh program pengurangan risiko bencana berbasis ketahanan masyarakat adalah

a)

Desa Tangguh Bencana (Destana)

b)

Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana)

c)

Keluarga Tangguh Bencana (Katana)

d)

Pemuda Tangguh Bencana (Petana)

41.

Fakta yang terjadi saat ini bahwa rendahnya sumber literasi yang dapat mempengaruhi antusiasme masyarakat dan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan pengurangan risiko bencana menjadi sebuah

a)

Tantangan Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Program Pengurangan Risiko Bencana

b)

Keunggulan Masyarakat dalam Pengembangan Program Pengurangan Risiko Bencana

c)

Tanggung jawab pemerintah dalam Pengembangan Program Pengurangan Risiko Bencana

d)

Potensi peningkatan pendapatan daerah terdampak risiko bencana

42.

Dari cuplikan berita (yang sudah dijelaskan saat perkuliahan) berikut ini, dapat diambil kesimpulan bahwa

a)

Pentingnya peran dari seorang "community leader"

b)

Pentingnya sarana dan prasarana kebencanaan di sebuah desa

c)

Pentingnya peran dari lembaga kebencanaan seperti BPBD dan BNPB

d)

Pentingnya sistem ronda dan jaga lingkungan

43.

Berikut adalah Gunung Api yang memiliki sejarah bencana besar dan dikategorikan masih aktif hingga saat ini, kecuali

a)

Gunung Anak Krakatau

b)

Gunung Tambora

c)

Gunung Merbabu

d)

Gunung Merapi

44.

Indonesia termasuk ke dalam zona dimana terdapat banyak aktivitas vulkanik, sabuk alpide yang membentang dari Jawa ke Sumatra, Himalaya, Mediterania hingga ke Atlantika. Zona vulkanik yang dilewati tersebut sering disebut dengan istilah

a)

Fire Zone

b)

Ring of Fire

c)

Line of Volcanoes

d)

Volcano Hazard

45.

Periode "Year Without Summer" yang terjadi di daratan Eropa pada 1816 adalah dampak dari meletusnya Gunung

a)

Rinjani

b)

Tambora

c)

Merapi

d)

Krakatau

46.

Jenis letusan seperti ini dikenal dengan istilah letusan

a)

Strombolian

b)

Plinian

c)

Merapi

d)

Saint Vincent

47.

Jenis letusan seperti ini dikenal dengan istilah letusan

a)

Strombolian

b)

Plinian

c)

Merapi

d)

Saint Vincent

48.

Batuan yang meleleh dan masih tersimpan di kantong dalam kerak Bumi disebut sebagai

a)

Magma

b)

Lava

c)

Lahar

d)

Mud

49.

Magma yang telah mencapai permukaan Bumi dan mengalir keluar dari gunung berapi disebut sebagai

a)

Magma

b)

Lava

c)

Lahar

d)

Mud

50.

Lava yang mengalir di permukaan Bumi dan telah tercampur dengan air, lumpur, dan batuan disebut sebagai

a)

Magma

b)

Lava

c)

Lahar

d)

Mud

51.

Bahaya Gunung Api yang paling mematikan dan tercatat paling banyak memakan korban jiwa adalah

a)

Lontaran batu

b)

Hujan abu

c)

Awan panas / Aliran piroklastik

d)

Aliran lava

52.

Kompleks Gunung Anak Krakatau tidak dihuni oleh penduduk dan merupakan

a)

Taman Nasional Laut

b)

Cagar Alam Laut

c)

Suaka Margasatwa Laut

d)

Warisan Budaya Laut

53.

Aliran bebatuan (pijar) berbagai ukuran bersama dengan gas mengalir ke dalam lembah atau lereng secara turbulensi dengan kecepatan antara 30-70 km per jam (tergantung kemiringan lereng) adalah definisi dari

a)

Awan Panas (Pyroclastic Flow)

b)

Lahar Panas

c)

Aliran Lumpur (Mud Flow)

d)

Lava Panas

54.

Perangkat peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) bernama

a)

Tsunamimeter Mooring System

b)

Tsunameter Mooring System

c)

Tsumeter Mooring System

d)

Tsunami Meter Mooring System

55.

Berikut adalah tanda-tanda terjadinya Tsunami, kecuali

a)

Ketinggian permukaan air di pantai turun drastis

b)

Gempa bumi yang terjadi di sekitar lautan dengan ciri tertentu

c)

Tanda lain dari hewan. Hewan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi

d)

Terdengar suara ledakan

56.

Gempa besar yang menimbulkan Tsunami pada 26 Desember 2004 menelan korban lebih dari 250.000 jiwa yang tersebar pada wilayah berikut ini, kecuali

a)

Asia Selatan

b)

Asia Timur

c)

Asia Tenggara

d)

Afrika

57.

Dibawah ini yang bukan termasuk penyebab Tsunami adalah

a)

Tanah longsor di dasar laut

b)

Gempa dengan Episentrum di dasar laut

c)

Reklamasi lahan besar-besaran di daerah laut

d)

Gerakan vertikal pada kerak bumi di bawah laut

58.

Tsunami yang terjadi di pesisir Kalianda pada 22 Desember 2018 terjadi akibat

a)

Longsor Erupsi Gunung Vulkanik

b)

Gempa Bumi

c)

Longsor Bawah Laut

d)

Pergerakan Vertikal Kerak Bumi

59.

Pengertian Tsunami secara harfiah adalah

a)

Ombak

b)

Gelombang

c)

Pelabuhan

d)

Ombak Besar di Pelabuhan

60.

Tenaga yang ditimbulkan setiap Tsunami adalah tetap, baik ketinggiannya maupun kelajuannya. sehingga apabila gelombang menghantam pantai ...

a)

ketinggiannya meningkat sementara kelajuannya menurun

b)

kelajuannya meningkat sementara ketinggiannya menurun

c)

ketinggiannya meningkat sementara kelajuannya tetap

d)

kelajuannya meningkat sementara ketinggiannya tetap

61.

Usaha Mengurangi Kerusakan akibat Tsunami dapat dilakukan dengan cara berikut ini, kecuali

a)

Revegetasi Hutan Bakau (Mangrove)

b)

Membangun "Tembok Tsunami"(Tsunami Wall)

c)

Mendukung pembangunan permukiman dan gedung-gedung di dekat pantai

d)

Menggunakan alat pemantau dini Tsunami

62.

Berikut adalah hal yang tidak perlu dilakukan segera setelah terjadinya gejala Tsunami

a)

Menjauh dari garis pantai

b)

Segera naik ke atas perahu/kapal yang sedang bersandar

c)

Mengungsi ke tempat yang lebih tinggi

d)

Bila sedang berada dalam kendaraan, segera mengarahkan ke arah ketinggian

63.

Berdasarkan pengalaman kejadian bencana terdahulu, dapat dikatakan bahwa bencana Tsunami

a)

sangat mungkin dicegah

b)

tidak dapat dicegah

c)

ada kemungkinan dicegah

d)

pasti bisa dicegah

64.

Berdasarkan gambar sebaran risiko Tsunami berikut ini, pulau manakah yang relatif aman dari risiko bencana Tsunami?

a)

Sumatera

b)

Jawa

c)

Sulawesi

d)

Kalimantan

65.

Berikut ini penyebab Tsunami yang paling jarang terjadi adalah

a)

Ledakan Nuklir di Lautan

b)

Tornado

c)

Gunung Api Meletus

d)

Meteor Jatuh

66.

Berikut karakteristik gempa yang dapat menimbulkan peluang tsunami, kecuali

a)

Kekuatan gempa minimal 6,5 SR

b)

Gempa dengan Episentrum di dasar laut

c)

Wilayah gempa relatif sempit

d)

Gempa dangkal