wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PU (8)

Total questions: 16

Worksheet time: 22mins

Name
Class
Date
1.

Soal dari 1–6

IHSG Diprediksi Naik Jelang Natal, Saham Perkebunan Bisa Jadi Pilihan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Senin (23/12/2019) diprediksi naik melanjutkan tren positifnya sepanjang pekan sebelumnya yang naik hingga 1,4% ke level 6.284,37. Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan menilai kenaikan IHSG sepanjang pekan lalu, didukung oleh volume perdagangan saham yang tinggi. Hal itu mengindikasikan, investor mulai kembali optimis terhadap pasar saham dornestik sehingga mendongkrak IHSG. Dennies memperkirakan IHSG naik dengan area resistance di level 6.319 hingga 6.302, dan support pada level 6.249 hingga 6213. "Penguatan diperkirakan didorong oleh window dressing akhir tahun," katanya menambahkan. Menurut Dennies, beberapa saham yang bisa diperhatikan oleh investor pada perdagangan hari ini di antaranya hide Tambangraya Megah Tbk (ITMG), Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama memprediksi IHSG melanjutkan kenaikannya seperti pada penutupan perdagangan pekan lalu. "Ada potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," katanya. Berdasarkan analisa teknikalnya, area resistance IHSG berada pada rentang 6.304,05 hingga 6.348,31. Sementara itu, area support pada rentang antara level 6.210,78 hingga 6.167,41. Adapun sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Elnusa Tbk (ELSA), XL Axiata Tbk (EXCL), Lippo Cikarang Tbk (LPCK), Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Berkebalikan dengan dua analis sebelumnya, analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nab memperkirakan, IHSG sebelum libur Natal terkoreksi. Apalagi, sepanjang pekan ini, perdagangan hanya dibuka selama tiga hari saja sehingga dia memprediksi akfivita.s di pasar saham akan sepi. "Kami cenderung pesimis pada perdagangan awal pekan ini dengan tekanan aksi jual membuat IHSG berpotensi turun," kata Lanjar. Menurumya, IHSG hari ini akan bergerak pada area support dan resistance antara level 6.200 hingga 6.300. Menurut Lanjar beberapa saham yang Iayak diperhatikan oleh investor menjelang akhir tahun ini di antaranya Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Jabar Tbk (BJBR), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Perusahaan Gas Negara 'Tbk (PGAS), Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). dan Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).

(Diadaptasi dari: https://katadata.co.id/berita/2019/12/23/ihsg-diprediksi-naik-jelang-natal-saham-perkebunan-bisa-jadi-pilihan)


Pemyataan di bawah ini yang PALING SESUAI dengan bacaan adalah …

a)

ketiga analis memperkirakan IHSG naik

b)

area support diperkirakan akan berada di sekitar level 6.200 dan area resistance pada level 6.300-an

c)

IHSG turun seminggu sebelum Natal

d)

LSIP, UNVR, BJBR, TLKM, PGAS, BSDE, dan ESSA sahamnya layak diperhatikan di awal tahun 2020

e)

Elsa adalah nama dari analis Binaartha Sekuritas

2.

Soal dari 1–6

IHSG Diprediksi Naik Jelang Natal, Saham Perkebunan Bisa Jadi Pilihan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Senin (23/12/2019) diprediksi naik melanjutkan tren positifnya sepanjang pekan sebelumnya yang naik hingga 1,4% ke level 6.284,37. Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan menilai kenaikan IHSG sepanjang pekan lalu, didukung oleh volume perdagangan saham yang tinggi. Hal itu mengindikasikan, investor mulai kembali optimis terhadap pasar saham dornestik sehingga mendongkrak IHSG. Dennies memperkirakan IHSG naik dengan area resistance di level 6.319 hingga 6.302, dan support pada level 6.249 hingga 6213. "Penguatan diperkirakan didorong oleh window dressing akhir tahun," katanya menambahkan. Menurut Dennies, beberapa saham yang bisa diperhatikan oleh investor pada perdagangan hari ini di antaranya hide Tambangraya Megah Tbk (ITMG), Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama memprediksi IHSG melanjutkan kenaikannya seperti pada penutupan perdagangan pekan lalu. "Ada potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," katanya. Berdasarkan analisa teknikalnya, area resistance IHSG berada pada rentang 6.304,05 hingga 6.348,31. Sementara itu, area support pada rentang antara level 6.210,78 hingga 6.167,41. Adapun sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Elnusa Tbk (ELSA), XL Axiata Tbk (EXCL), Lippo Cikarang Tbk (LPCK), Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Berkebalikan dengan dua analis sebelumnya, analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nab memperkirakan, IHSG sebelum libur Natal terkoreksi. Apalagi, sepanjang pekan ini, perdagangan hanya dibuka selama tiga hari saja sehingga dia memprediksi akfivita.s di pasar saham akan sepi. "Kami cenderung pesimis pada perdagangan awal pekan ini dengan tekanan aksi jual membuat IHSG berpotensi turun," kata Lanjar. Menurumya, IHSG hari ini akan bergerak pada area support dan resistance antara level 6.200 hingga 6.300. Menurut Lanjar beberapa saham yang Iayak diperhatikan oleh investor menjelang akhir tahun ini di antaranya Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Jabar Tbk (BJBR), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Perusahaan Gas Negara 'Tbk (PGAS), Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). dan Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).

(Diadaptasi dari: https://katadata.co.id/berita/2019/12/23/ihsg-diprediksi-naik-jelang-natal-saham-perkebunan-bisa-jadi-pilihan)


Pernyataan di bawah ini yang PALING TIDAK SESUAI dengan bacaan adalah …

a)

window dressing membuat IHSG menguat

b)

Denies Christoper Jordan menganggap penguatan IHSG didukung oleh volume perdagangan saham yang sedang tinggi

c)

Lanjar Nafi memperkirakan perdagangan saham akan ramai karena diburu-buru menjelang liburnya perdagangan di pasar saham

d)

ada perusahaan provider Internet yang direkomendasikan sahamnya oleh analis

e)

IHSG diprediksi akan lanjut menguat mengikuti tren kenaikan pekan sebelumnya

3.

Soal dari 1–6

IHSG Diprediksi Naik Jelang Natal, Saham Perkebunan Bisa Jadi Pilihan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Senin (23/12/2019) diprediksi naik melanjutkan tren positifnya sepanjang pekan sebelumnya yang naik hingga 1,4% ke level 6.284,37. Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan menilai kenaikan IHSG sepanjang pekan lalu, didukung oleh volume perdagangan saham yang tinggi. Hal itu mengindikasikan, investor mulai kembali optimis terhadap pasar saham dornestik sehingga mendongkrak IHSG. Dennies memperkirakan IHSG naik dengan area resistance di level 6.319 hingga 6.302, dan support pada level 6.249 hingga 6213. "Penguatan diperkirakan didorong oleh window dressing akhir tahun," katanya menambahkan. Menurut Dennies, beberapa saham yang bisa diperhatikan oleh investor pada perdagangan hari ini di antaranya hide Tambangraya Megah Tbk (ITMG), Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama memprediksi IHSG melanjutkan kenaikannya seperti pada penutupan perdagangan pekan lalu. "Ada potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," katanya. Berdasarkan analisa teknikalnya, area resistance IHSG berada pada rentang 6.304,05 hingga 6.348,31. Sementara itu, area support pada rentang antara level 6.210,78 hingga 6.167,41. Adapun sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Elnusa Tbk (ELSA), XL Axiata Tbk (EXCL), Lippo Cikarang Tbk (LPCK), Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Berkebalikan dengan dua analis sebelumnya, analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nab memperkirakan, IHSG sebelum libur Natal terkoreksi. Apalagi, sepanjang pekan ini, perdagangan hanya dibuka selama tiga hari saja sehingga dia memprediksi akfivita.s di pasar saham akan sepi. "Kami cenderung pesimis pada perdagangan awal pekan ini dengan tekanan aksi jual membuat IHSG berpotensi turun," kata Lanjar. Menurumya, IHSG hari ini akan bergerak pada area support dan resistance antara level 6.200 hingga 6.300. Menurut Lanjar beberapa saham yang Iayak diperhatikan oleh investor menjelang akhir tahun ini di antaranya Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Jabar Tbk (BJBR), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Perusahaan Gas Negara 'Tbk (PGAS), Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). dan Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).

(Diadaptasi dari: https://katadata.co.id/berita/2019/12/23/ihsg-diprediksi-naik-jelang-natal-saham-perkebunan-bisa-jadi-pilihan)


Perusahaan yang paling banyak direkomendasikan untuk diperhatikan keadaan sahamnya oleh ketiga analis pada bacaan adalah …

a)

EXCL

b)

UNVR

c)

PWON

d)

LSIP

e)

ELSA

4.

Soal dari 1–6

IHSG Diprediksi Naik Jelang Natal, Saham Perkebunan Bisa Jadi Pilihan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Senin (23/12/2019) diprediksi naik melanjutkan tren positifnya sepanjang pekan sebelumnya yang naik hingga 1,4% ke level 6.284,37. Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan menilai kenaikan IHSG sepanjang pekan lalu, didukung oleh volume perdagangan saham yang tinggi. Hal itu mengindikasikan, investor mulai kembali optimis terhadap pasar saham dornestik sehingga mendongkrak IHSG. Dennies memperkirakan IHSG naik dengan area resistance di level 6.319 hingga 6.302, dan support pada level 6.249 hingga 6213. "Penguatan diperkirakan didorong oleh window dressing akhir tahun," katanya menambahkan. Menurut Dennies, beberapa saham yang bisa diperhatikan oleh investor pada perdagangan hari ini di antaranya hide Tambangraya Megah Tbk (ITMG), Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama memprediksi IHSG melanjutkan kenaikannya seperti pada penutupan perdagangan pekan lalu. "Ada potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," katanya. Berdasarkan analisa teknikalnya, area resistance IHSG berada pada rentang 6.304,05 hingga 6.348,31. Sementara itu, area support pada rentang antara level 6.210,78 hingga 6.167,41. Adapun sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Elnusa Tbk (ELSA), XL Axiata Tbk (EXCL), Lippo Cikarang Tbk (LPCK), Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Berkebalikan dengan dua analis sebelumnya, analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nab memperkirakan, IHSG sebelum libur Natal terkoreksi. Apalagi, sepanjang pekan ini, perdagangan hanya dibuka selama tiga hari saja sehingga dia memprediksi akfivita.s di pasar saham akan sepi. "Kami cenderung pesimis pada perdagangan awal pekan ini dengan tekanan aksi jual membuat IHSG berpotensi turun," kata Lanjar. Menurumya, IHSG hari ini akan bergerak pada area support dan resistance antara level 6.200 hingga 6.300. Menurut Lanjar beberapa saham yang Iayak diperhatikan oleh investor menjelang akhir tahun ini di antaranya Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Jabar Tbk (BJBR), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Perusahaan Gas Negara 'Tbk (PGAS), Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). dan Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).

(Diadaptasi dari: https://katadata.co.id/berita/2019/12/23/ihsg-diprediksi-naik-jelang-natal-saham-perkebunan-bisa-jadi-pilihan)


Ada berupa Badan Usaha Milik Negara yang berupa bank yang layak diperhatikan keadaan sahamnya?

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

5.

Soal dari 1–6

IHSG Diprediksi Naik Jelang Natal, Saham Perkebunan Bisa Jadi Pilihan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Senin (23/12/2019) diprediksi naik melanjutkan tren positifnya sepanjang pekan sebelumnya yang naik hingga 1,4% ke level 6.284,37. Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan menilai kenaikan IHSG sepanjang pekan lalu, didukung oleh volume perdagangan saham yang tinggi. Hal itu mengindikasikan, investor mulai kembali optimis terhadap pasar saham dornestik sehingga mendongkrak IHSG. Dennies memperkirakan IHSG naik dengan area resistance di level 6.319 hingga 6.302, dan support pada level 6.249 hingga 6213. "Penguatan diperkirakan didorong oleh window dressing akhir tahun," katanya menambahkan. Menurut Dennies, beberapa saham yang bisa diperhatikan oleh investor pada perdagangan hari ini di antaranya hide Tambangraya Megah Tbk (ITMG), Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama memprediksi IHSG melanjutkan kenaikannya seperti pada penutupan perdagangan pekan lalu. "Ada potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," katanya. Berdasarkan analisa teknikalnya, area resistance IHSG berada pada rentang 6.304,05 hingga 6.348,31. Sementara itu, area support pada rentang antara level 6.210,78 hingga 6.167,41. Adapun sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Elnusa Tbk (ELSA), XL Axiata Tbk (EXCL), Lippo Cikarang Tbk (LPCK), Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Berkebalikan dengan dua analis sebelumnya, analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nab memperkirakan, IHSG sebelum libur Natal terkoreksi. Apalagi, sepanjang pekan ini, perdagangan hanya dibuka selama tiga hari saja sehingga dia memprediksi akfivita.s di pasar saham akan sepi. "Kami cenderung pesimis pada perdagangan awal pekan ini dengan tekanan aksi jual membuat IHSG berpotensi turun," kata Lanjar. Menurumya, IHSG hari ini akan bergerak pada area support dan resistance antara level 6.200 hingga 6.300. Menurut Lanjar beberapa saham yang Iayak diperhatikan oleh investor menjelang akhir tahun ini di antaranya Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Jabar Tbk (BJBR), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Perusahaan Gas Negara 'Tbk (PGAS), Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). dan Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).

(Diadaptasi dari: https://katadata.co.id/berita/2019/12/23/ihsg-diprediksi-naik-jelang-natal-saham-perkebunan-bisa-jadi-pilihan)


Apa persamaan pada analisa Binaartha Sekuritas dengan Reliance Sekuritas Indonesia?

a)

Keduanya sama-sama memperkirakan IHSG naik.

b)

Keduanya sama-sama memperkirakan IHSG tumn.

c)

Keduanya sama-sama memperkirakan area support dan resistance pada angka yang tepat same.

d)

Keduanya sarna-sama memperkirakan adanya potensi bullish continuation.

e)

Keduanya sama-sama merekomendasikan suatu perusahaan yang saran

6.

Soal dari 1–6

IHSG Diprediksi Naik Jelang Natal, Saham Perkebunan Bisa Jadi Pilihan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Senin (23/12/2019) diprediksi naik melanjutkan tren positifnya sepanjang pekan sebelumnya yang naik hingga 1,4% ke level 6.284,37. Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan menilai kenaikan IHSG sepanjang pekan lalu, didukung oleh volume perdagangan saham yang tinggi. Hal itu mengindikasikan, investor mulai kembali optimis terhadap pasar saham dornestik sehingga mendongkrak IHSG. Dennies memperkirakan IHSG naik dengan area resistance di level 6.319 hingga 6.302, dan support pada level 6.249 hingga 6213. "Penguatan diperkirakan didorong oleh window dressing akhir tahun," katanya menambahkan. Menurut Dennies, beberapa saham yang bisa diperhatikan oleh investor pada perdagangan hari ini di antaranya hide Tambangraya Megah Tbk (ITMG), Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama memprediksi IHSG melanjutkan kenaikannya seperti pada penutupan perdagangan pekan lalu. "Ada potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," katanya. Berdasarkan analisa teknikalnya, area resistance IHSG berada pada rentang 6.304,05 hingga 6.348,31. Sementara itu, area support pada rentang antara level 6.210,78 hingga 6.167,41. Adapun sejumlah saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain Elnusa Tbk (ELSA), XL Axiata Tbk (EXCL), Lippo Cikarang Tbk (LPCK), Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Berkebalikan dengan dua analis sebelumnya, analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nab memperkirakan, IHSG sebelum libur Natal terkoreksi. Apalagi, sepanjang pekan ini, perdagangan hanya dibuka selama tiga hari saja sehingga dia memprediksi akfivita.s di pasar saham akan sepi. "Kami cenderung pesimis pada perdagangan awal pekan ini dengan tekanan aksi jual membuat IHSG berpotensi turun," kata Lanjar. Menurumya, IHSG hari ini akan bergerak pada area support dan resistance antara level 6.200 hingga 6.300. Menurut Lanjar beberapa saham yang Iayak diperhatikan oleh investor menjelang akhir tahun ini di antaranya Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Jabar Tbk (BJBR), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Perusahaan Gas Negara 'Tbk (PGAS), Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). dan Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA).

(Diadaptasi dari: https://katadata.co.id/berita/2019/12/23/ihsg-diprediksi-naik-jelang-natal-saham-perkebunan-bisa-jadi-pilihan)


Apa perbedaan pada analisa Binaartha Sekuritas dengan Artha Sekuritas Indonesia?

a)

Binaartha Sekutitas memperkirakan IHSG naik, sedangkan Artha Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG turun.

b)

Artha Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG naik. sedangkan Binaartha Sekuritas memperkirakan IHSG turun.

c)

Binaartha Sekuritas memperkirakan area support di rentang 6.249 hingga 6.213, sementara Artha Sekuritas Indonesia memperkirakan area support di rentang 6.210 hingga 6.167

d)

Artha Sekuritas Indonesia memperkirakan area support di rentang 6.249 hingga. 6.213, sementara Binaartha Sekuritas memperkirakan area support di rentang 6210 hingga 6.167

e)

Binaartha Sekuritas memperkirakan area resistance di rentang 6.249 hingga 6.213, sementara Artha Sekuritas Indonesia memperkirakan area resistance di rentang 6.210 hingga 6.167

7.

Soal dari 7-12

Pemberlakuan Tarif Ojol Baru, Begini Hitung-hitungannya

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerapkan tarif baru untuk ojek online (ojol) mulai hari ini, Rabu (1/5/2019). Untuk tahap awal, tarif ini berlaku di lima daerah, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Tarif ini terbagi menjadi tiga zona di mana Jabodetabek masuk ke zona dua dengan biaya jasa minimal Rp 8.000 hingga Rp 10.000 untuk 4 km pertama. Artinya, dekat-jauh selama tidak melewati 4 km tarifnya Rp8.000,00 - Rp10.000,00. Setelah itu, berlaku tarif per km yakni batas bawah Rp2.000,00 dan batas atasnya Rp2.500,00.

Patut diingat, biaya jasa minimal, batas bawah, dan batas atas merupakan biaya jasa yang sudah mendapat potongan "tidak langsung" berupa penggunaan aplikasi. Artinya, dengan jasa aplikasi, konsumen harus merogoh kocek lagi. Pemerintah sendiri telah menetapkan biaya aplikasi maksimal 20%.

Lantas, seberapa besar perbedaan tarif lama dan tarif ojol yang baru? Pada 25 April 2019 lalu, dengan menggunakan aplikasi Grab dari Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pasar Baru, Jakarta Pusat menuju Epicentrum di Rasuna Said Kuningan, tarifnya sebesar Rp21.000,00. Adapun jarak kedua titik ialah 8,5 km.

Detik Finance pun melakukan simulasi dengan formula baru dengan jarak yang sama yakni 8,5 km. Dengan jarak tersebut, maka untuk 4 km pertamanya konsumen harus membayar Rp8.000,00. Kemudian, dengan tarif per kilometer Rp2.000,00 maka biaya 4,5 km selanjutnya ialah Rp9.000,00. Dengan begitu, total untuk 8,5 km ialah Rp17.000,00. Patut diingat, konsumen juga harus membayar biaya aplikasi sebesar 20%. Artinya, konsumen harus menambah Rp3.400,00. Dengan begitu, total yang harus dibayar ialah Rp17.000,00 ditambah Rp3.400,00 yakni Rp20.400,00.

Selanjutnya, mari kita hitung dengan jarak yang sama yakni 8,5 km dengan menggunakan batas minimal tertinggi dan tarif batas atas. Untuk 4 km pertama, maka biaya dikeluarkan ialah Rp10.000,00. Kemudian, 4,5 km selanjutnya dikenakan tarif per km Rp2.500,00 yakni totalnya Rp11.250,00. Sehingga, untuk 8,5 km yang mesti dibayar ialah Rp21.250,00. Kemudian, tarif itu ditambah biaya aplikasi 20 sebesar Rp4.250400. Jadi, konsumen harus membayar Rp25.500,00.

(Diadaptasi dari: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4531862/tarif-baru-ojol-­mulai-berlaku-begini-hitung-hitungannya)


Berdasarkan paragraf pertama, yang PALING MUNGKIN BENAR adalah….

a)

Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar merupakan 5 zona tarif ojol

b)

Zona dua meliputi lima daerah

c)

Zona satu adalah Jakarta

d)

Zona satu dipatok minimal Rp8.000,00 hingga Rp10.000,00 untuk 4 km pertama

e)

4 km selanjutnya dipatok seharga batas bawah Rp2.000,00 dan batas atasnya Rp2.500,00

8.

Soal dari 7-12

Pemberlakuan Tarif Ojol Baru, Begini Hitung-hitungannya

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerapkan tarif baru untuk ojek online (ojol) mulai hari ini, Rabu (1/5/2019). Untuk tahap awal, tarif ini berlaku di lima daerah, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Tarif ini terbagi menjadi tiga zona di mana Jabodetabek masuk ke zona dua dengan biaya jasa minimal Rp 8.000 hingga Rp 10.000 untuk 4 km pertama. Artinya, dekat-jauh selama tidak melewati 4 km tarifnya Rp8.000,00 - Rp10.000,00. Setelah itu, berlaku tarif per km yakni batas bawah Rp2.000,00 dan batas atasnya Rp2.500,00.

Patut diingat, biaya jasa minimal, batas bawah, dan batas atas merupakan biaya jasa yang sudah mendapat potongan "tidak langsung" berupa penggunaan aplikasi. Artinya, dengan jasa aplikasi, konsumen harus merogoh kocek lagi. Pemerintah sendiri telah menetapkan biaya aplikasi maksimal 20%.

Lantas, seberapa besar perbedaan tarif lama dan tarif ojol yang baru? Pada 25 April 2019 lalu, dengan menggunakan aplikasi Grab dari Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pasar Baru, Jakarta Pusat menuju Epicentrum di Rasuna Said Kuningan, tarifnya sebesar Rp21.000,00. Adapun jarak kedua titik ialah 8,5 km.

Detik Finance pun melakukan simulasi dengan formula baru dengan jarak yang sama yakni 8,5 km. Dengan jarak tersebut, maka untuk 4 km pertamanya konsumen harus membayar Rp8.000,00. Kemudian, dengan tarif per kilometer Rp2.000,00 maka biaya 4,5 km selanjutnya ialah Rp9.000,00. Dengan begitu, total untuk 8,5 km ialah Rp17.000,00. Patut diingat, konsumen juga harus membayar biaya aplikasi sebesar 20%. Artinya, konsumen harus menambah Rp3.400,00. Dengan begitu, total yang harus dibayar ialah Rp17.000,00 ditambah Rp3.400,00 yakni Rp20.400,00.

Selanjutnya, mari kita hitung dengan jarak yang sama yakni 8,5 km dengan menggunakan batas minimal tertinggi dan tarif batas atas. Untuk 4 km pertama, maka biaya dikeluarkan ialah Rp10.000,00. Kemudian, 4,5 km selanjutnya dikenakan tarif per km Rp2.500,00 yakni totalnya Rp11.250,00. Sehingga, untuk 8,5 km yang mesti dibayar ialah Rp21.250,00. Kemudian, tarif itu ditambah biaya aplikasi 20 sebesar Rp4.250400. Jadi, konsumen harus membayar Rp25.500,00.

(Diadaptasi dari: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4531862/tarif-baru-ojol-­mulai-berlaku-begini-hitung-hitungannya)


Jika Jakarta masuk ke dalam zona dua, maka ...

a)

Bandung masuk ke dalam zona satu

b)

biayanya lebih murah daripada zona satu

c)

penumpang taksi Jakarta kembali meningkat

d)

tidak ada yang relevan

e)

-

9.

Soal dari 7-12

Pemberlakuan Tarif Ojol Baru, Begini Hitung-hitungannya

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerapkan tarif baru untuk ojek online (ojol) mulai hari ini, Rabu (1/5/2019). Untuk tahap awal, tarif ini berlaku di lima daerah, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Tarif ini terbagi menjadi tiga zona di mana Jabodetabek masuk ke zona dua dengan biaya jasa minimal Rp 8.000 hingga Rp 10.000 untuk 4 km pertama. Artinya, dekat-jauh selama tidak melewati 4 km tarifnya Rp8.000,00 - Rp10.000,00. Setelah itu, berlaku tarif per km yakni batas bawah Rp2.000,00 dan batas atasnya Rp2.500,00.

Patut diingat, biaya jasa minimal, batas bawah, dan batas atas merupakan biaya jasa yang sudah mendapat potongan "tidak langsung" berupa penggunaan aplikasi. Artinya, dengan jasa aplikasi, konsumen harus merogoh kocek lagi. Pemerintah sendiri telah menetapkan biaya aplikasi maksimal 20%.

Lantas, seberapa besar perbedaan tarif lama dan tarif ojol yang baru? Pada 25 April 2019 lalu, dengan menggunakan aplikasi Grab dari Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pasar Baru, Jakarta Pusat menuju Epicentrum di Rasuna Said Kuningan, tarifnya sebesar Rp21.000,00. Adapun jarak kedua titik ialah 8,5 km.

Detik Finance pun melakukan simulasi dengan formula baru dengan jarak yang sama yakni 8,5 km. Dengan jarak tersebut, maka untuk 4 km pertamanya konsumen harus membayar Rp8.000,00. Kemudian, dengan tarif per kilometer Rp2.000,00 maka biaya 4,5 km selanjutnya ialah Rp9.000,00. Dengan begitu, total untuk 8,5 km ialah Rp17.000,00. Patut diingat, konsumen juga harus membayar biaya aplikasi sebesar 20%. Artinya, konsumen harus menambah Rp3.400,00. Dengan begitu, total yang harus dibayar ialah Rp17.000,00 ditambah Rp3.400,00 yakni Rp20.400,00.

Selanjutnya, mari kita hitung dengan jarak yang sama yakni 8,5 km dengan menggunakan batas minimal tertinggi dan tarif batas atas. Untuk 4 km pertama, maka biaya dikeluarkan ialah Rp10.000,00. Kemudian, 4,5 km selanjutnya dikenakan tarif per km Rp2.500,00 yakni totalnya Rp11.250,00. Sehingga, untuk 8,5 km yang mesti dibayar ialah Rp21.250,00. Kemudian, tarif itu ditambah biaya aplikasi 20 sebesar Rp4.250400. Jadi, konsumen harus membayar Rp25.500,00.

(Diadaptasi dari: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4531862/tarif-baru-ojol-­mulai-berlaku-begini-hitung-hitungannya)


Jika ada biaya aplikasi maksimal 20%, maka

a)

driver mendapatkan maksimal Rp8.000,00 di 4 km pertama dari perusahaan ojol

b)

penumpang membayar maksimal Rp3.000,00 untuk kilometer ke-lima

c)

penumpang membuat twit #UninstallOjol

d)

Perusahaan mengambil 20% dari pendapatan ojol

e)

20% dari tarif maksimal akan diberikan kembali kepada penumpang

10.

Soal dari 7-12

Pemberlakuan Tarif Ojol Baru, Begini Hitung-hitungannya

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerapkan tarif baru untuk ojek online (ojol) mulai hari ini, Rabu (1/5/2019). Untuk tahap awal, tarif ini berlaku di lima daerah, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Tarif ini terbagi menjadi tiga zona di mana Jabodetabek masuk ke zona dua dengan biaya jasa minimal Rp 8.000 hingga Rp 10.000 untuk 4 km pertama. Artinya, dekat-jauh selama tidak melewati 4 km tarifnya Rp8.000,00 - Rp10.000,00. Setelah itu, berlaku tarif per km yakni batas bawah Rp2.000,00 dan batas atasnya Rp2.500,00.

Patut diingat, biaya jasa minimal, batas bawah, dan batas atas merupakan biaya jasa yang sudah mendapat potongan "tidak langsung" berupa penggunaan aplikasi. Artinya, dengan jasa aplikasi, konsumen harus merogoh kocek lagi. Pemerintah sendiri telah menetapkan biaya aplikasi maksimal 20%.

Lantas, seberapa besar perbedaan tarif lama dan tarif ojol yang baru? Pada 25 April 2019 lalu, dengan menggunakan aplikasi Grab dari Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pasar Baru, Jakarta Pusat menuju Epicentrum di Rasuna Said Kuningan, tarifnya sebesar Rp21.000,00. Adapun jarak kedua titik ialah 8,5 km.

Detik Finance pun melakukan simulasi dengan formula baru dengan jarak yang sama yakni 8,5 km. Dengan jarak tersebut, maka untuk 4 km pertamanya konsumen harus membayar Rp8.000,00. Kemudian, dengan tarif per kilometer Rp2.000,00 maka biaya 4,5 km selanjutnya ialah Rp9.000,00. Dengan begitu, total untuk 8,5 km ialah Rp17.000,00. Patut diingat, konsumen juga harus membayar biaya aplikasi sebesar 20%. Artinya, konsumen harus menambah Rp3.400,00. Dengan begitu, total yang harus dibayar ialah Rp17.000,00 ditambah Rp3.400,00 yakni Rp20.400,00.

Selanjutnya, mari kita hitung dengan jarak yang sama yakni 8,5 km dengan menggunakan batas minimal tertinggi dan tarif batas atas. Untuk 4 km pertama, maka biaya dikeluarkan ialah Rp10.000,00. Kemudian, 4,5 km selanjutnya dikenakan tarif per km Rp2.500,00 yakni totalnya Rp11.250,00. Sehingga, untuk 8,5 km yang mesti dibayar ialah Rp21.250,00. Kemudian, tarif itu ditambah biaya aplikasi 20 sebesar Rp4.250400. Jadi, konsumen harus membayar Rp25.500,00.

(Diadaptasi dari: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4531862/tarif-baru-ojol-­mulai-berlaku-begini-hitung-hitungannya)


Berdasarkan simulasi detikFinance, yang PALING MUNGKIN BENAR adalah ..

a)

Aplikasi Grab dari Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

b)

detikFinance membayar sebesar Rp8.000,00 untuk 4 km pertamanya

c)

biaya yang dikeluarkan seharusnya Rp20.400,00

d)

biaya Rp21.000,00 tidak sesuai dengan ketentuan tarif

e)

Jika aplikasi menerapkan batas atas, maka harus membayar Rp25.500,00

11.

Soal dari 7-12

Pemberlakuan Tarif Ojol Baru, Begini Hitung-hitungannya

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerapkan tarif baru untuk ojek online (ojol) mulai hari ini, Rabu (1/5/2019). Untuk tahap awal, tarif ini berlaku di lima daerah, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Tarif ini terbagi menjadi tiga zona di mana Jabodetabek masuk ke zona dua dengan biaya jasa minimal Rp 8.000 hingga Rp 10.000 untuk 4 km pertama. Artinya, dekat-jauh selama tidak melewati 4 km tarifnya Rp8.000,00 - Rp10.000,00. Setelah itu, berlaku tarif per km yakni batas bawah Rp2.000,00 dan batas atasnya Rp2.500,00.

Patut diingat, biaya jasa minimal, batas bawah, dan batas atas merupakan biaya jasa yang sudah mendapat potongan "tidak langsung" berupa penggunaan aplikasi. Artinya, dengan jasa aplikasi, konsumen harus merogoh kocek lagi. Pemerintah sendiri telah menetapkan biaya aplikasi maksimal 20%.

Lantas, seberapa besar perbedaan tarif lama dan tarif ojol yang baru? Pada 25 April 2019 lalu, dengan menggunakan aplikasi Grab dari Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pasar Baru, Jakarta Pusat menuju Epicentrum di Rasuna Said Kuningan, tarifnya sebesar Rp21.000,00. Adapun jarak kedua titik ialah 8,5 km.

Detik Finance pun melakukan simulasi dengan formula baru dengan jarak yang sama yakni 8,5 km. Dengan jarak tersebut, maka untuk 4 km pertamanya konsumen harus membayar Rp8.000,00. Kemudian, dengan tarif per kilometer Rp2.000,00 maka biaya 4,5 km selanjutnya ialah Rp9.000,00. Dengan begitu, total untuk 8,5 km ialah Rp17.000,00. Patut diingat, konsumen juga harus membayar biaya aplikasi sebesar 20%. Artinya, konsumen harus menambah Rp3.400,00. Dengan begitu, total yang harus dibayar ialah Rp17.000,00 ditambah Rp3.400,00 yakni Rp20.400,00.

Selanjutnya, mari kita hitung dengan jarak yang sama yakni 8,5 km dengan menggunakan batas minimal tertinggi dan tarif batas atas. Untuk 4 km pertama, maka biaya dikeluarkan ialah Rp10.000,00. Kemudian, 4,5 km selanjutnya dikenakan tarif per km Rp2.500,00 yakni totalnya Rp11.250,00. Sehingga, untuk 8,5 km yang mesti dibayar ialah Rp21.250,00. Kemudian, tarif itu ditambah biaya aplikasi 20 sebesar Rp4.250400. Jadi, konsumen harus membayar Rp25.500,00.

(Diadaptasi dari: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4531862/tarif-baru-ojol-­mulai-berlaku-begini-hitung-hitungannya)


Jika biaya aplikasi sebesar Rp 3.400 untuk 8.5 km,maka

a)

biaya aplikasi maksimal 20%

b)

tarif 4 kilometer setelah kilometer ke-empat adalah Rp8.000,00

c)

untuk 8,5 km yang harus dibayar ialah Rp17.000,00

d)

detikFinance membayar sebesar Rp21.000,00

e)

penumpang cukup membayar Rp3.400,00 untuk 8.5 km

12.

Soal dari 7-12

Pemberlakuan Tarif Ojol Baru, Begini Hitung-hitungannya

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerapkan tarif baru untuk ojek online (ojol) mulai hari ini, Rabu (1/5/2019). Untuk tahap awal, tarif ini berlaku di lima daerah, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Tarif ini terbagi menjadi tiga zona di mana Jabodetabek masuk ke zona dua dengan biaya jasa minimal Rp 8.000 hingga Rp 10.000 untuk 4 km pertama. Artinya, dekat-jauh selama tidak melewati 4 km tarifnya Rp8.000,00 - Rp10.000,00. Setelah itu, berlaku tarif per km yakni batas bawah Rp2.000,00 dan batas atasnya Rp2.500,00.

Patut diingat, biaya jasa minimal, batas bawah, dan batas atas merupakan biaya jasa yang sudah mendapat potongan "tidak langsung" berupa penggunaan aplikasi. Artinya, dengan jasa aplikasi, konsumen harus merogoh kocek lagi. Pemerintah sendiri telah menetapkan biaya aplikasi maksimal 20%.

Lantas, seberapa besar perbedaan tarif lama dan tarif ojol yang baru? Pada 25 April 2019 lalu, dengan menggunakan aplikasi Grab dari Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pasar Baru, Jakarta Pusat menuju Epicentrum di Rasuna Said Kuningan, tarifnya sebesar Rp21.000,00. Adapun jarak kedua titik ialah 8,5 km.

Detik Finance pun melakukan simulasi dengan formula baru dengan jarak yang sama yakni 8,5 km. Dengan jarak tersebut, maka untuk 4 km pertamanya konsumen harus membayar Rp8.000,00. Kemudian, dengan tarif per kilometer Rp2.000,00 maka biaya 4,5 km selanjutnya ialah Rp9.000,00. Dengan begitu, total untuk 8,5 km ialah Rp17.000,00. Patut diingat, konsumen juga harus membayar biaya aplikasi sebesar 20%. Artinya, konsumen harus menambah Rp3.400,00. Dengan begitu, total yang harus dibayar ialah Rp17.000,00 ditambah Rp3.400,00 yakni Rp20.400,00.

Selanjutnya, mari kita hitung dengan jarak yang sama yakni 8,5 km dengan menggunakan batas minimal tertinggi dan tarif batas atas. Untuk 4 km pertama, maka biaya dikeluarkan ialah Rp10.000,00. Kemudian, 4,5 km selanjutnya dikenakan tarif per km Rp2.500,00 yakni totalnya Rp11.250,00. Sehingga, untuk 8,5 km yang mesti dibayar ialah Rp21.250,00. Kemudian, tarif itu ditambah biaya aplikasi 20 sebesar Rp4.250400. Jadi, konsumen harus membayar Rp25.500,00.

(Diadaptasi dari: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4531862/tarif-baru-ojol-­mulai-berlaku-begini-hitung-hitungannya)


Jika si Bambang ingin ke Sekolah Negeri 1001 Bekasi naik ojol dari warnet yang berjarak 10 m, maka Bambang harus membayar dengan uang tunai sebesar ..

a)

Maksimal Rp12.000,00

b)

Rp2.000,00 per kilometer

c)

Maksimal Rp30.000

d)

Maksimal Rp25.500

e)

Rp 1 menggunakan GU-PAI

13.

2, 4, 6….., 14, 28,....

a)

8 dan 30

b)

12 dan 56

c)

12 dan 30

d)

8 dan 56

e)

10 dan 32

14.
a)

13

b)

15

c)

17

d)

19

e)

21

15.

a)

4

b)

18

c)

-

d)

57

e)

109

16.

Kuantitas A : Jumlah rusuk pada alas prisma (notes : alas tidak lingkaran)

Kuantitas B : Jumlah sisi pada kerucut….

a)

Kuantitas A lebih besar

b)

Kuantitas B lebih besar

c)

Kuantitas A = Kuantitas B

d)

Hubungan keduanya tidak dapat ditentukan

e)

-