Font size
WorksheetsMembangun Integritas dan Budaya Antigratifikasi
Total questions: 10
Worksheet time: 3mins
1. Strategi pemberantasan korupsi dilakukan dengan cara berikut ini, kecuali:
Melalui pencegahan
Melalui penindakan tindak pidana korupsi
Melalui peran serta aktif masyarakat
Mencabut kewarganegaraan pelaku korupsi
Berikut ini yang bukan merupakan alasan mengapa korupsi dikategorikan sebagai suatu kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime) adalah
Berpotensi dilakukan siapa saja dan korbannya pun bisa siapa saja
Dilakukan secara sistematis
Kerugiannya besar dan meluas
Dilakukan oleh pejabat negara
Memaksa orang lain melakukan sesuatu untuk keuntungan pribadi merupakan salah satu tindak pidana korupsi. Bentuk korupsi apakah yang dimaksud?
Penggelapan dalam jabatan
Pemerasan
Suap
Gratifikasi
Berikut adalah dampak dari korupsi, KECUALI:
Multiplier ekonomi relatif kecil
Meningkatkan kesenjangan pendapatan
Kesalahan alokasi sumber daya(Misallocation of resources)
Berpotensi menurunkan kesenjangan pendapatan
Dalam UU No 31 tahun 1999, jo UU No 21 tahun 2001, dijelaskan bentuk-bentuk /jenis korupsi. Seseorang yang menerima hadiah karena jabatannya dikategorikan sebagai
Kerugian keuangan negara
Penyuapan
Gratifikasi
Perbuatan curang
1. Dalam UU No 31 tahun 1999, jo UU No 21 tahun 2001, dijelaskan bentuk-bentuk /jenis korupsi. Menyelewengkan penggunaan keuangan negara karena jabatan yang disandangnya, dikategorikan :
Gratifikasi
Pemerasan
Suap menyuap
Penggelapan dalam jabatan
Pemberian hadiah kepada penyelenggara negara, dengan maksud tertentu, dikatakan
Penyuapan
Penggelapan
Pemerasan
Gratifikasi
Membangun integritas individu, kelompok, dan instansi, merupakan upaya pemberantasan korupsi melalui cara
Represif
Perbaikan sistem
Edukasi dan kampanye
sosialisasi
Mengingatkan, menegur, dan menyatakan kepada orang lain adanya ketidaksesuaian dengan nilai-nilai/norma walaupun hal tersebut sulit, termasuk dalam aktualisasi
nilai-nilai integritas
gratifikasi
perilaku koruptif
kecerdasan intelektual
Integritas dalam konteks perilaku adalah:
Kesatuan tekad dan usaha dalam melakukan pekerjaan
Kesatuan antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan yang lakukan dalam keseharian
Keselarasan antara hati dan otak dalam merespon kejadian di lingkungan sekitar
Keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan etika dalam berperilaku
