NEW
Font size
WorksheetsTHT-KL
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
An. Viona usia 5 tahun, dibawa ke Puskesmas dengan keluhan keluar cairan kuning kental dan kadang berbau pada lubang di area depan telinga kanan. Menurut ibunya area depan lubang tersebut pernah mengalami pembengkakan. Saat ini anak demam. Pada pemeriksaan Pada pemeriksaan fisik didapatkan HR 78 kali/mnt, RR 20 kali/mnt, suhu 38,8°C, ditemukan lubang depan tragus berdiameter 1 mm, bila ditekan keluar
cairan kekuningan, nyeri tekan (+) eritema (+) dan edema (+). Diagnosis
yang paling mungkin pada pasien adalah...
Perikondritis
Mastoiditis
Abses preaurikula
Fistula preaurikula
Microtia
Tn. John, usia 28 tahun, datang ke RS dengan keluhan kemerahan pada telinga kiri setelah bertanding. Diketahui pasien adalah seorang petinju professional. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 78 kali/mnt, RR 20 kali/mnt, suhu 36,8°C. Status lokalis didapatkan pinna aurikula hiperemis dengan nyeri tarik. Jika tidak ditangani, komplikasi akhir apa yang mungkin muncul pada pasien?
Cauliflower ear
Trauma aurikular
Hematomaaurikular
Perikondritis
Mastoiditis
Ny. Fany, usia 60 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri pada telinga kiri disertai mulut mencong sejak 5 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat DM. tanda vital TD 130/70, HR 78, RR 22, T 37,5C. Pada pemeriksaan otoskopi telinga kiri didapatkan kanalis akustikus eksternus edema. Nyeri tekan tragus (+), nyeri tarik auricula (+). Pada pasien juga didapatkan paresis Nervus fascialis sinistra. Diagnosis yang tepat adalah ...
Herpes zoster otikus
Otitis eksterna maligna
Otitis eksterna difus
Otitis eskterna sirkumskripta
Otitis media supuratif kronis
Tn. Bruno, usia 68 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri pada telinga sebelah kiri sejak 2 hari yang lalu. Keluhan diperberat saat mengunyah. Pada pemeriksan fisik tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 78 kali/mnt, RR 20 kali/mnt, suhu 36,8°C, nyeri tekan tragus, pada kanal auditori eksternal tampak menyempit serta terdapat eritema dan edema. Diagnosis yang tepat ?
Otitis Eksterna Furunkulosa
Otitis Eksterna Sirkumkripta
OtitisEksternaMaligna
Otitis Eksterna Difusa
Otomikosis
Ny. Vivian, usia 44 tahun, datang ke Klinik dokter umum dengan keluhan gatal dan penurunan pendengaran pada telinga kanan. Pada pemeriksaan otoskopi telinga kanan, didapatkan massa putih dengan titik-titik hitam seperti gambar di bawah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 78 kali/mnt, RR 20 kali/mnt, suhu 36,8°C Pada pemeriksaan laboratorium, ditemukan hifa dan spora. Apakah kemungkinan organisme penyebab dari keluhan pasien tersebut?
Aspergillus flavus
Candidasp
Rhizopus sp
Aspergillus fumigatus
Aspergillus niger
Tn. Gray, usia 27 tahun, datang ke klinik dokter umum dengan keluhan gangguan pendengaran pada telinga kanan setelah berenang. Telinga terasa seperti tersumbat dan pasien merasa mendengar suaranya lebih keras. Tidak ada cairan yang keluar dari telinga. Tidak ada batuk pilek. Pada pemeriksaan, TD 120/80 mmHg, HR 78 kali/mnt, RR 20 kali/mnt, suhu 36,8°C, ditemukan massa berwarna kecoklatan di telinga kanan, membran timpani sulit dilihat. Serumen keras dan sulit diekstraksi. Dokter ingin memberikan cairan untuk melunakkan massa tersebut. Tatalaksana yang tepat adalah?
NaCl 0,9%
Karbogliserin
Povidon iodine
H2O2 10%
Air hangat
Ny. Leyla, usia 22 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan pusing berputar kurang lebih 2 minggu yang lalu yang bersifat hilang timbul. Pasien juga mengeluhkan mual dan muntah dan sensasi seperti melayang bila berjalan. Pasien baru saja diterima bekerja sebagai pelayan di kapal pesiar. Keluhan dirasakan muncul dan memberat saat pasien bekerja. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 80x/mnt, RR 22x/mnt dan suhu 36,7C. Apakah penyebab keluhan pasien ?
Iskemik organ vestibuler
Otolit yang masuk ke dalam kanalis posterior
Penumpukan cairan endolimfe pada sel rambut koklea
Ketidaksesuaian stimulus organ vestibular, visual dan proprioseptif
Infeksi virus nervus vestibularis
Tn. Bara, berusia 29 tahun datang ke RS dengan keluhan pusing berputar sejak 1 hari yang lalu. Bila muncul, keluhan dirasakan sekitar 2 menit dengan intensitas berat. Keluhan disertai mual dan muntah sebanyak 3x. Keluhan memberat dengan pergerakan kepala. Keluhan telinga berdenging disangkal. Dari pemeriksaan fisik, didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 88x/menit, suhu 36,6 C, RR 20x/menit, Nistagmus horizontal. Tatalaksana yang tepat untuk pasien adalah...
Dix-Hallpikemanuver+Betahistin
Epleymanuver+Betahistin
Brandt-Daroffmanuver+Domperidone
ManuverSemont+Ranitidin
Canalith Repositioning Procedure (CRP) + hidroclorotiazid
Tn. Liam, usia 67 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan penurunan pendengaran sejak 1 bulan yang lalu. Selain itu, pasien juga mengalami pusing berputar dan tinitus yang muncul secara hilang timbul. Riwayat keluar cairan dari telinga maupun demam disangkal. Riwayat trauma ataupun minum obat-obatan disangkal oleh pasien. Pasien memiliki kebiasaan merokok. Tanda vital TD 140/90mmHg, HR 71/mnt, RR 20kali/mnt, suhu 37.1C, pemeriksaan garpu tala dijumpai tuli sensorineural. Apakah diagnosis pasien yang paling mungkin?
BPPV
Vertigo sentral
Meniere disease
Labirinitis
Neuritis vestibular
Nn. Bianca, usia 35 tahun, datang ke Poliklinik THT dengan keluhan pusing berputar yang memberat sejak kemarin. Pusing tidak dipengaruhi perubahan posisi, terasa seperti isi ruangan berputar. Keluhan disertai dengan sensasi telinga berdenging disertai penurunan pendengaran telinga kiri. Pasien sebelumnya mengalami batuk pilek namun sembuh dengan sendirinya. Riwayat keluar cairan dari telinga (+). Tanda vital TD 120/80mmHg, HR 78 kali/mnt, RR 20 kali/mnt, T 38C. Kemungkinan diagnosis yang sesuai untuk pasien adalah...
Neuritis vestibular
Otitis media benigna
Labirintitis
Meniere’s disease
Vertigo sentral
Ny. Lorraine, usia 40 tahun, datang ke RS dengan keluhan pusing berputar mendadak sejak 4 hari yang lalu. Keluhan tidak dipengaruhi perubahan posisi. Keluhan disertai kepala terasa melayang, dan mual muntah. Keluhan penurunan pendengaran atau riwayat penyakit lain disangkal. Hal ini pertama kali dialami pasien. Pada pemeriksaan fisik tanda vital TD 120/80mmHg, HR 78 kali/mnt, RR 20 kali/mnt, T 38C, Didapatkan nistagmus spontan, horizontal. Dari pemeriksaan otoskopi tidak didapatkan kelainan. Kemungkinan diagnosis yang sesuai untuk pasien adalah...
Neuritis vestibular
Otitis media benigna
Labirintitis
Meniere’s disease
Vertigo sentral
Ny. Zizi, 38 tahun datang ke poli THT mengeluh nyeri pada telinga kanan disertai bintil berisi cairan. Bintil menyebar sampai ke belakang telinga. Keluhan disertai telinga berdenging. Pasien memiliki riwayat cacar saat kecil. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 80 x/i, RR 20 x/i, suhu 36.9C. Status lokalis vesikel dengan dasar eritem di pipi kanan, preaurikular, meatus akustikus externum kanan, retroaurikular. Pemeriksaan neurologis didapatkan paralisis nervus fascialis. Diagnosis kasus diatas adalah...
Bellspalsy
Herpes zooster otikus
Ramsay hunt syndrome
Otitis eksterna maligna
Otitis esterna sirkumskripta
An. Rodrigo, usia 10 tahun, dibawa orang tuanya ke RS dengan keluhan keluar cairan berwarna kehijauan dari telinga kanan. Keluhan sudah dirasakan selama 1 hari SMRS. Sebelumnya pasien mengalami demam yang tidak diukur dengan termometer, batuk, dan pilek. Pasien tidak pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya. Tanda vital HR 80x/mnt, RR 22x/mnt dan suhu 36,7C. Pemeriksaan otoskopi telinga kanan didapatkan sekret purulen (+) dan perforasi membran timpani sentral. Apakah diagnosis pasien ini?
OMA supurasi
OMA perforasi
OMSK maligna
OMSK benigna
OMA resolusi
Nn. Emely, 21 tahun, datang ke Poliklinik THT dengan keluhan pendengaran telinga kanan menurun sejak 1 tahun yang lalu. Pasien mengeluhkan 1 tahun yang lalu keluar cairan dari telinga kanan yang berlangsung selama 4 bulan. Tanda vital TD 120/70 mmHg, HR 80x/mnt, RR 22x/mnt dan suhu 36,7C. Pada pemeriksaan otoskopi ditemukan perforasi sentral membran timpani. Tidak ditemukan adanya massa putih. Apakah diagnosis pasien ini?
OMA stadium supurasi
OMA stadium perforasi
Timpanosklerosis
OMSK tipe benigna
OMSK tipe maligna
Otitis Media
Tn. Charles, usia 30 tahun, datang ke Poliklinik THT dengan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. Keluhan disertai penurunan pendengaran. Sebelumnya, pasien berenang di sungai, kemudian mengalami pilek dan demam. Tanda vital TD 120/70 mmHg, HR 80x/mnt, RR 22x/mnt dan suhu 36,7C. Pada pemeriksaan, didapatkan gambaran sebagai berikut. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien?
Otitis eksterna maligna
Otitis eksterna benigna
Miringitis bulosa
Otitis media akut
Otomikosis
Ny. Violet, usia 30 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan pendengaran sejak 6 bulan yang lalu. Semakin lama, penurunan pendengaran semakin berat. Pasien merasa gangguan pada telinga kanan lebih berat daripada telinga kiri. Pasien cenderung bicara lebih pelan dan dapat mendengar lebih baik ketika suasana ramai. Pasien mengeluh telinga berdenging dan pusing. Ayah pasien mempunyai riwayat keluhan serupa. Tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 80x/mnt, RR 22x/mnt dan suhu 36,7C. Pemeriksaan yang dapat ditemukan pada pasien adalah...
Cocktail party sign
Flemingo’s pink sig
Milian’s ear sign
Halo sign
Paracusis Willisi sign
Tn. Mandy, usia 62 tahun, datang ke Poliklinik THT dengan keluhan penurunan pendengaran pada kedua telinga sejak 1 tahun ini. Pasien merasa keluhan semakin memberat pada tempat ramai. Keluhan mual- muntah dan pusing berputar disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/90 mmHg, Nadi 80x/i, RR 20x/i, Suhu 36,8C. Pada pemeriksaan audiometri ditemukan konduksi tulang dan konduksi udara di bawah 80 dB pada kedua telinga. Tidak terdapat air bone grap. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
Labirinitis
Penyakit Meniere
Trauma akustik
NIHL
Prebiakusis
Tn. Jaiden, usia 23 tahun, datang ke RS dengan keluhan nyeri pada telinga jika mendengar suara berfrekuensi tertentu. Ia bekerja sebagai DJ di klub malam sejak 5 tahun yang lalu. Tanda vital didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 90 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36,7C. Hasil tes penala: tes Rinne (+) telinga kiri dan kanan, tes Weber lateralisasi ke telinga kanan, tes Schwabach kiri memendek, kanan sama dengan pemeriksa. Hasil audiometri memberikan tgambaran notch pada frekuensi tinggi. Diagnosis nya adalah
Presbiaskusis
Tuli Sensorineural et Causa Drug Induce
Noice induced hearing loss
Trauma akustik
Akustik neuroma
Tn. Lasco, usia 48 tahun datang ke RS dengan keluhan sulit mendengar sejak 2 bulan terakhir. Keluhan makin lama makin berat. Pasien sulit diajak komunikasi karena sering tidak mendengar. Saat ini pasien sedang dalam pengobatan TB yang kedua kalinya. Tanda vital didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 90 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36,7C. Pasien dilakukan pemeriksaan dengan garputala didapatkan tes rinne +/+, tes weber menunjukkan lateralisasi ke kanan, schwabach mlemendek pada telinga kiri. Diagnosis yang mungkin pada pasien adalah...
Noice induced hearing loss
Trauma akustik
Akustik neuroma
Presbiaskusis
Tuli Sensorineural et Causa Drug Induce
An. Atkins, usia 10 tahun, dibawa oleh orang tuanya ke poliklinik THT dengan keluhan nyeri pada sekitar telinga kanan sejak 1 minggu yang lalu. Dari telinga tersebut, sering keluar cairan sejak 3 bulan yang lalu. Tanda vital didapatkan nadi 90 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36,7C Pada pemeriksaan, didapatkan massa merah dan bengkak seperti gambar. Pada liang telinga dalam terdapat sekret mukopurulen yang menutupi membran timpani. Tidak ditemukan ada masalah neurologis. Apakah pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu diagnosis?
Rontgen Stenver’s
Rontgen Submentoverteks
Rontgen Caldwell
Rontgen Lateral
Rontgen Schaedel
Tn. Tiger, usia 47 tahun, datang ke Polikinik THT dengan keluhan bengkak di leher kanan sejak 1 minggu yang lalu. Sekitar sebulan yang lalu, keluar cairan kuning kental dari telinga kanan. Sebelumnya, pasien juga beberapa kali mengalami hal tersebut sejak kecil. Tanda vital didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 90 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 37,7C Pada pemeriksaan otoskopi telinga kanan, terdapat perforasi membran timpani subtotal dengan jaringan granulasi. Terdapat sekret mukopurulen pada kanalis akustikus. Pada leher kanan bagian atas, terdapat massa hiperemis berfluktuasi dengan nyeri tekan. Apakah diagnosis pada pasien tersebut?
AbsesLuc
Abses Bezold
Abses Citelli
Abses zigomatikus
Abses retroaurikular
Ny. Tasya, usia 45 tahun, datang ke klinik dokter umum dengan keluhan demam sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri tenggorokan. Pasien mengatakan rahang bawah terasa bengkak dan nyeri. Air liur mengalir keluar terus menerus. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, Nadi 82x/i, RR 22x/i, T 37,2C. Pada pemeriksaan fisik, pasien tampak sulit membuka mulut, terdapat edema di jaringan dasar mulut bilateral, teraba seperti keras seperti papan. Diagnosis yang tepat kasus diatas adalah .....
Abses Quincy
Abses retrofaring
Abses parafaring
Angina Ludwig
Abses submandibula
An. Adelia, usia 4 tahun, datang ke IGD bersama orang tuanya dengan keluhan terbangun dan menangis sambil memegangi telinga kanannya sejak 1 jam yang lalu. Anak merasa ada sesuatu yang bergerak di telinga kanannya. Tanda vital HR 78 kali/mnt, RR 20 kali/mnt, suhu 36,8°C Pada pemeriksaan otoskopi telinga kanan, tampak benda kehitaman seperti serangga, bergerak di sekitar membran timpani. Membran timpani sulit terlihat seluruhnya. Apa tindakan selanjutnya yang sebaiknya dilakukan dokter?
Irigasi dengan air hangat
Ekstraksi dengan hook
Lidiokain/ rivanol
Ekstraksi dengan alligators
Irigasi telinga dengan NaCl 0,9%
Tn. Adit, usia 50 tahun, dibawa ke IGD dengan keluhan mimisan tiba-tiba sejak 1 jam yang lalu. Mimisan tidak bisa dihentikan meskipun pasien sudah memencet hidungnya. Pasien juga merasakan darah tertelan. Tekanan darah pasien 150/90 mmHg, frekuensi nadi 90 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit (melalui mulut), suhu afebris. Pemeriksaan umum lain dalam batas normal. Pada pemeriksaan rhinoskopi anterior, ditemukan darah yang mengalir dengan post nasal drip. Tatalaksana yang sebaiknya segera dilakukan dokter?
Pasang tampon anterior
Pasang tampon Bellocq
Pemberian obat anti-hipertensi injeksi
Inj. asam traneksamat dan vit K
Resusitasi cairan
Ny. July, usia 30 tahun datang ke Klinik dokter umum dengan keluhan hidung gatal dan sering bersin-bersin sejak 1 tahun yang lalu. Dari hidung keluar cairan encer yang dirasakan terus menerus setiap hari dalam seminggu terakhir sampai mengganggu konsentrasi saat bekerja. Tanda vital TD 120/80 mmHg, HR 78 kali/mnt, RR 20 kali/mnt, suhu 36,8°C. Pemeriksaan hidung didapatkan kavum nasi sempit, konka oedem, tidak terdapat cairan serosa. Diagnosis yang tepat adalah ?
Rhinitis alergi intemiten sedang
Rhinitis alergi intermiten berat
Rhinitis alergi persisten ringan
Rhinitis alergi persisten sedang-berat
Rhinitis alergi persisten sedang
Ny. Arsy, usia 29 tahun, datang ke klinik dokter umum dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan hidung tersumbat dirasakan bergantian kiri dan kanan. Pasien mengaku sering bersin-bersin pada pagi hari terutama saat mencium bau masakan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/90 mmHg, Nadi 80x/i, RR 20x/i, Suhu 36,8C, Rhinoskopi anterior konka hipertrofi. Pada pemeriksaan uji cukil kulit didapatkan hasil negatif. Diagnosis yang paling tepat ?
Rinitis alergika atipikal
Rinitis vasomotor
Rinitis atrofi
Rinitis medikamentosa
Rinitis akut
Tn. Smith, usia 26 tahun, datang ke RS dengan keluhan hidung tersumbat sejak 3 bulan yang lalu. Pasien merasa sulit tidur karena hidung tersumbat dan biasanya pasien menggunakan obat hidung. Namun, obat tersebut menurutnya kurang bekerja sejak 1 bulan terakhir. Tanda vital TD 120/80 mmHg, HR 78 kali/mnt, RR 20 kali/mnt, suhu 36,8°C. Pada pemeriksaan rhinoskopi anterior, didapatkan konka hiperemis dengan sekret yang kental dan cavum nasi yang sempit. Apakah tatalaksana yang tepat untuk pasien?
Nebulisasi salbutamol
Cetirizin oral
Ciprofloxacin oral
Fenilefrin semprot hidung
Mometason furoat semprot hidung
Ny. Gina, usia 30 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan napas bau disertai gangguan penghidu sejak 2 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluarkan ingus kental berwarna kehijauan yang cepat kering dan berkumpul di hidung. Tanda vital TD 120/80 mmHg, HR 78 kali/mnt, RR 20 kali/mnt, suhu 36,8°C Pada pemeriksaan, didapatkan rongga hidung sangat lapang. Konka inferior dan media atrofi. Terdapat sekret purulen dan krusta berwarna hijau. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus diatas?
RhinitisAlergi
Rhinitis Sicca
Rhinitis Vasomotor
Rhinitis Akut
Rhinitis Medikamentosa
Tn. Lico, usia 42 tahun, datang ke Poliklinik THT dengan keluhan keluar lendir hijau berbau dari hidung sejak 3 hari. Pasien juga merasa nyeri pada dahi, terutama saat sujud atau menunduk. Pada pemeriksaan, didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 70 kali/mnt, RR 20 kali/mnt, suhu 37,8C dengan nyeri ketok glabela positif. Apakah pemeriksaan baku emas pada pasien ini?
Foto rontgen sinus paranasal
Ro Schedel
CT-scan sinus paranasal
MRI sinus paranasal
Kultur sekret hidung
An. Jason, usia 7 tahun, dibawa ke RS dengan keluhan nyeri di antara kedua mata dan di atas hidung sejak 3 hari lalu. Pasien juga mengeluh pilek dengan sekret purulent dan hidung tersumbat. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan HR 80 kali/mnt, RR 20 kali/mnt, suhu 38,2 C, status lokalis tampak edema, eritema, nyeri di sekitar mata. Tampilan seperti gambar di bawah ini. Apakah diagnosis yang paling mungkin ?
Rhinitis akut
Etmoiditis Akut
Sinusitis akut
Sinusitis frontalis
Sinusitis maksilaris
Ny. Alina, 20 tahun, datang dengan keluhan pilek sejak 4 bulan yang lalu. Dari kedua hidung, keluar cairan kental berwarna kehijauan. Pasien juga mengeluh sering bersin dan hidung tersumbat. Pasien merasa seperti ada yang mengganjal di tenggorokannya. Pasien juga merasa nyeri pada bagian hidung diantara kedua mata. Pada pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, HR 80x/mnt, RR 22x/mnt dan suhu 37,3C. Pada pemeriksaan rhinoskopi anterior, terdapat sekret mukopurulen di meatus media hidung kanan dan kiri. Pada pemeriksaan faring, terdapat post nasal drip. Apakah diagnosis yang sesuai untuk pasien?
Polip nasi
Rhinitis alergi persisten
Rhinosinusitis akut
Rhinosinusitis kronik
Rhinitis kronik
Ny. Kornelia, usia 30 tahun, datang ke Klinik dokter umum dengan keluhan hidung tersumbat dan terasa ada benjolan pada hidung kanan sejak 3 bulan yang lalu. Tidak ada nyeri kepala. Riwayat sering mengalami bersin dipagi hari dan mengeluarkan cairan bening, hilang timbul, dan mengganggu aktivitas. Tanda vital didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 72 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36.7C. Pada pemeriksaan rhinoskopi anterior, terdapat massa pada rongga hidung yang menggantung dan mencapai konka inferior. Diagnosis yang paling mungkin adalah...
Rhinitisalergi
Angiofibromanasofaringjuvenile
Squamous cell carcinoma nasal
Corpus alienum nasal
Polip nasal
An. Jay, usia 2 tahun, dibawa oleh ibunya ke klinik dokter umum dengan keluhan pasien memasukkan manik-manik ke dalam hidungnya saat bermain dengan kakaknya. Setelahnya, hidung kiri anak mengeluarkan sekret kental yang berbau. . Tanda vital didapatkan tekanan darah nadi 72 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36.7C. Pada rhinoskopi anterior, tampak sekret kental dan benda berbentuk bulat berwarna hijau. Alat apa yang sebaiknya digunakan dokter untuk mengeluarkan benda tersebut?
Klem lurus panjang
Pinset anatomis
Pinset sirurgis
Hook
Suction
An. Oddy, usia 10 tahun datang ke klinik dokter umum dengan keluhan serak disertai dengan sakit menelan sejak lima hari yang lalu. Keluhan disertai demam. Pada pemeriksaan fisik nadi 90 x/menit, Respirasi 19 x/menit, suhu 38,8 C Pada pemeriksaan status lokalis tampak tonsil tertutup selaput putih keabuan yang diangkat menimbulkan perdarahan. Terdapat pula pembesaran kelenjar limfonodi di leher. Tatalaksana yang tepat ?
Eritromisin 500 mg setiap 12 jam selama 14 hari
Eritromisin 500 mg setiap 6 jam selama 14 hari
Eritromisin 500 mg setiap 8 jam selama 10 hari
Eritromisin 1000mg setiap 12 jam selama 7 hari
Eritromisin 1000 mg setiap 8 jam selama 10 hari
An. Richo, 10 tahun, dibawa orang tuannya ke puskesmas dengan keluhan sering sering mengorok, terbangun pada malam hari karena sesak napas. Keluhan disertai mengantuk saat di kelas sejak satu bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik nadi 90 x/menit, Respirasi 19 x/menit, suhu 36,8 C tampak pandangan kosong pada wajah, mulut terbuka, dan gigi atas prominen. Pasien tampak bernapas dari mulut. Diagnosis yang tepat adalah...
Obstructive sleep apnea
Tonsillitis kronis
Tonsilitisakut
Abses peritonsil
Hipertrofi adenoid
Tn woo bin, usia 38 tahun datang ke Poliklinik THT dengan keluhan hidung tersumbat sebelah kanan sejak ± 2 bulan. Keluhan disertai telinga terasa penuh, dan berdenging. Pasien juga menyatakan bahwa penglihatan ganda pada kedua pandang. Diketahui bahwa pasien merasakan nyeri pada bagian kepala sejak ± 1 tahun yang lalu dan keluhan bertambah memberat sejak ± 4 bulan terakhir. Sakit menjalar hingga ke bagian leher dan teraba benjolan sebesar kelereng. Pasien menyangkal adanya riwayat perdarahan dari hidung dan batuk. Pasien memiliki riwayat merokok selama 20 tahun. Pada pemeriksaan vital sign TD 120/80mmHg, nadi 80 kali/menit, RR 20kali/menit, Tax 37C. P. fisik di dapatkan pembesaran KGB leher kiri dan kanan level 3 dengan ukuran 2x1x1 cm, mobile, dengan konsistensi lunak. Diagnosa pada pasien ini adalah...
Tumor Colli
Karsinoma Laring
Limfadenitis TB
Karsinoma Nasofaring
Limfoma Hodgkin
By. Yovie, usia 1 bulan datang ke klinik dokter umum dengan keluhan sering tersedak. Selain itu, ibu pasien juga bercerita bahwa saat bernapas bersuara dan tampak sesak. Bila pasien berubah posisi, maka keluhan ini akan menghilang, Ibu pasien berkata keluhan ini sudah dialami sejak lahir. Pemeriksaan fisik didapatkan dalam batas normal, stridor saat inspirasi dan retraksi ringan di suprasternal. Pemeriksaan laringoskopi tampak laring berbentuk omega. Diagnosis pasien ini adalah....
Vocal nodul
Faringitis akut
Laringotrakeitis akut
Laringitis akut
Laringomalasia
Tn. Kim, usia 27 tahun, datang ke RS dengan keluhan suara serak dan hampir hilang. Keluhan ini dirasakan sejak 2 minggu lalu. Sebelumnya pasien juga mengalami batuk berdahak dan demam yang tidak kunjung sembuh sejak 2 bulan lalu, berat badan pasien turun 4 kg walaupun tidak diet, keringat malam (+). Pada pemeriksaan didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 88x/menit, RR 22x/menit, suhu 37,5°C. Pada laryngoscopy didapatkan mouse nibbled appearance of vocal cord (+). Diagnosis yang paling sesuai pada kasus ini adalah...
Laringitisa kut
Laringitis kronis
Laringitis luetika
Laringitis Tuberkulosa
Karsinoma in situ
By. Dion, usia 2 tahun, dibawa oleh orang tuanya ke poliklinik anak dengan keluhan belum bisa bicara maupun mengikuti kata-kata orang sekitar. Anak juga tidak menanggapi suara orang-orang sekitarnya. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan HR 90x/mnt, RR 23x/mnt dan suhu 37C. Pemeriksaan fungsi pendengaran yang disarankan untuk pasien adalah...
Timpanometri
Brainstem evoked response audiometry
Behavioral observation audiometry
Audiometri bermain
Audiometri nada murni
By. Dave, usia 1 bulan, dibawa oleh orang tuanya ke poliklinik THT dengan keluhan leher terpelintir ke sisi kanan dan mata melirik ke atas. Pasien lahir melalui vagina, ditolong oleh bidan di Puskesmas. Ibu pasien mengatakan posisi anak sungsang saat lahir. Tanda vital HR 90 kali/mnt, RR 23 kali/mnt, T 36,8C. Pemeriksaan fisik tampak posisi abnormal leher, pasien tampak kesulitan dalam menggerakkan kepala dengan posisi miring. Diagnosis yang tepat adalah...
Cystic hygroma
Cerebral palsy
Limfadenitis akut
Tortikolis kongenital
Tortikolis didapat
