NEW
Font size
WorksheetsFisioner 90 (Muskulo)
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Mr. VR, seorang pembalap profesional berusia 40 tahun, jatuh saat balapan. Dibawa ke RS dan dari hasil pemeriksaan terjadi traumatic pada vertebra cervical dan mengalami Spinal Shock pada segmen cervical. Setelah kecelakan tersebut pasien mengalami kelumpuhan pada keempat anggota gerak serta otototot pada batang tubuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang anda lakukan, fungsi sensorik masih ada namun motorik pada level cidera tidak berfungsi dan meluas hingga segmen terbawah. Alat brace apakah yang dapat digunaka pada kondisi pasien di atas?
Brace TLSO
Brace LSO
Splint
Collar rigid
Walker
Tn. M, pasien laki-laki berusia 41 tahun yang mengalami fraktur Femur sinistra dan diberikan tindakan ORIF. Sebagai fisioterapis anda diminta menyusun program dan memberikan tindakan sejak hari pertama pasca operasi. Kondisi pasien tingkat kesadaran composmentis dan vital sign TD: 130/80 mmHg, HR: 80x/menit, RR: 30x/menit, T: 35.5 ‘C. Pasien masih merasakan nyeri hebat pada area incise dan lokasi fraktur dengan nilai VDS 7. Terdapat oedem pada daerah paha kiri ke distal. Terpasang kateter dan drain serta infus pada tubuh pasien. Di hari pertama anda memberikan latihan kontraksi static pada otot di area incisi dan aktif isotonic pada otot regio distal agar dapat mengurangi oedem. Sedangkan pada area yang lain diinstruksikan untuk aktif bergerak. Bagaimana mekanisme pengurangan oedem yang ditargetkan dengan bentuk kontraksi pada sisi yang fraktur tersebut?
Muscle performance
Muscle strengthening
Pumping reaction dari muscle pump
Muscle pump dengan pain threshold
Peningkatan pain treshold
Tn. M, pasien laki-laki berusia 41 tahun yang mengalami fraktur Femur sinistra dan diberikan tindakan ORIF. Sebagai fisioterapis anda diminta menyusun program dan memberikan tindakan sejak hari pertama pasca operasi. Kondisi pasien sudah sadar dan vital sign TD: 130/80 mmHg, HR: 80x/menit, RR: 30x/menit, T: 35.5 ‘C. Pasien masih merasakan nyeri hebat pada area incise dan lokasi fraktur dengan nilai VDS 7. Terdapat oedem pada daerah paha kiri ke distal. Terpasang kateter dan drain serta infus pada tubuh pasien. Di hari pertama anda memberikan latihan kontraksi static pda otot di area incisi dan aktif isotonic pada otot region distal. Sedangkan pada area yang lain diinstruksikan untuk aktif bergerak. Apakah target dari kontraksi isometric pada area yang diincisi tersebut?
Mencegah terjadinya kontraktur
Mencegah decubitus
Merangsang pertumbuhan callus
Mengurangi udem dan menurunkan nyeri
Mencegah terjadinya hipertropi
Tn. X, pasien laki-laki berusia 48 tahun yang mengalami burst fraktur vertebra thoracal 9-10. Tidak terjadi gangguan syaraf. Kondisi pasien tingkat kesadaran composmentis dan vital sign TD: 130/80 mmHg, HR: 80x/menit, RR: 30x/menit, T: 35.5 ‘C. Terpasang kateter serta infus pada tubuh pasien serta menggunakan LSO brace. Pasien masih merasakan nyeri hebat pada lokasi fraktur dengan nilai VDS 7. Anda memberikan latihan kontraksi otot static pada otot di area punggung, pinggang, dan abdominal serta latihan gerak aktif pada otot ekstremitas bawah dan atas. Berikut yang merupakan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui terjadinya fracture pada vertebra adalah?
KOOS
SCT
ODI
OPT
Tes valsava
Ny. UI, seorang perempuan usia 33 tahun dirawat di bangsal ortopedi rumah sakit. Diagnosis medis closed fracture colles dextra. Dilakukan operasi pemasangan kirschner wire 2 hari yang lalu. Pasien masih mengeluh nyeri di daerah bekas incisi operasi. Pada pasien tersebut potensial akan terjadi kekakuan pada sendi apa?
Sendi bahu
Sendi siku
Sendi pergelangan tangan
Sendi lutut
Sendi pergelangan kaki
Ny. B umur 69 tahun datang ke Rumah Sakit. Dari hasil anamnesa diketahui bahwa sehari yang lalu jatuh terpleset di kamar mandi dan merasakan nyeri yang sangat hebat pada tungkai kirinya dan tidak mampu menahan berat badan. Dari pemeriksaaan antropometri didapatkan hasil bahwa tungkai kiri 2,7 cm lebih pendek dibanding tungkai kanan dan cenderung pada posisi eksternal rotasi. Hasil rongent menunjukan fraktur collum femur sinistra grade III. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi Total Hip Replacement (THR) cemented. Setelah dilakukan operasi, maka anda sebagai fisioterapis diminta memberikan program latihan dan penggunaan alat bantu jalan. Program awal latihan berjalan yang dapat disusun antara lain?
Latihan jalan menggunakan 2 kruk secara NWB
Maintain tungkai kontralateral dan latihan secara PWB bertahap
Pasien dilatih menggunakan wheelchair
Latihan berjalan dengan konsep water-based
Latihan jalan menggunakan walker dengan pola NWB
Ny. K, seorang wanita usia 39 tahun dua hari yang lalu pasca pembukaan eksternal fiksasi gips sirkuler di atas siku (dari pertengahan humeri sampai dengan metacarpal) tangan kiri. Dari pemeriksaan didapatkan keluhan tidak bisa meluruskan maupun menekuk siku kirinya secara penuh sehingga kesulitan beraktivitas seperti makan-minum, menyisir rambut, mengancingkan baju, dll. Pemeriksaan LGS siku didapatkan hasil S= 00-300 -900. Untuk menyelesaikan problematik tidak bisa menekuk dan meluruskan siku rencana tindakan fisioterapi apa yang anda pilih?
MWD, terapi manipulasi, terapi latihan
MWD, terapi latihan, terapi manipulasi
SWD, terapi manipulasi, terapi latihan
Terapi manipulasi, MWD, terapi latihan
Terapi latihan, SWD, terapi manipulasi
Ny. P, seorang wanita usia 55 tahun terpeleset di kamar mandi. Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, Dokter mendiagnosis dengan Fraktur collum femuris kanan. Saat ini beliau masih belum sadar. Faktor risiko apa yang dimiliki klien tersebut sehingga mengalami fraktur?
Usia, jenis kelamin, traumatik
Usia, kamar mandi licin, menopause
Usia, trauma derajat besar, menopause
Usia, kamar mandi licin, traumatik derajat besar
Usia, menopause, traumatic
Prevalensi kejadian fraktur terbanyak pada masa remaja dan lanjut usia. Pada lanjut usia risiko fraktur meningkat disebabkan penurunan kepadatan tulang yang merupakan perubahan fisiologis. Pada remaja, risiko terjadinya fraktur juga meningkat tetapi penyebabnya berbeda dengan lanjut usia. Personal factor apakah yang turut andil dalam peningkatan prevalensi fraktur pada remaja?
Perilaku untuk menunjukkan eksistensi
Merasa tertantang untuk mencoba
Rasa keingintahuan yang tinggi
Percepatan perkembangan
Percepatan pertumbuhan
Tn. M,pasien laki-laki berusia 41 tahun yang mengalami fraktur tibia diberikan tindakan ORIF. Untuk menunjang kemampuan ambulasi selama masa penyembuhan, beliau menggunakan pola berjalan Partial Weight Bearing (PWB) dengan menggunakan 2 kruk. Beban tapakan tungkai diberikan secara bertahan karena pada pasien post ORIF menyesuaikan dengan fase tumbuhnya tulang (Bone healing process). Disebut apakah fase dimana luka terisi jaringan tulang-tulang muda pada proses penyembuhan?
Fase Inflamasi
Fase Remodelling
Fase Kalsifikasi
Fase Proliferasi
Fase Hematoma
Ny. K, pasien perempuan berumur 65 tahun dengan riwayat terpeleset di kamar mandi dan jatuh pada posisi miring ke kanan. Dari hasil foto rontgen, didapatkan adanya gambaran patah tulang pada tulang femur sebelah kanan. Perempuan tersebut sudah menjalani operasi untuk pemasangan AMP. Fisioterapi bermaksud untuk memberikan intervensi berupa latihan dan penggunaan alat bantu jalan guna menunjang kemampuan ambulasi. Metode latihan jalan apakah yang diperbolehkan untuk pasien ini sejak awal latihan berjalan?
4 Point Gait
3 point Gait
Non Weight Bearing
Full Weight Bearing
Partial Weight Bearing
Tn. B, seorang pria berusia 53 tahun mengalami kecelakan mobil tunggal dan menabrak tiang listrik di pinggir jalan. Beliau dibawa ke Rumah Sakit dan dilakukan rontgen, hasil foto: fraktur ujung radius distal serta dislokasi radiocarpal joint. Selanjutnya dilakukan close reduction dan digips selama 1 bulan. Sejak lengan bawah dalam gips, setiap hari dilakukan fisioterapi. Apa nama fraktur pada kondisi di atas?
Smith fracture
Barton’s fracture
Colles’ fracture
Montegia Fracture
Galeazzi fracture
Mr. CR, laki-laki berumur 35 tahun mengalami kecelakaan motor dan menyebabkan tulang tibia kiri patah. Dilakukan tindakan amputasi below knee. Kondisi saat ini kekuatan otot pada Hip dan knee nilai 4-5. Terdapat nyeri pada stump. Untuk kemampuan mobilitas sudah menggunakan prosthesis kaki palsu. Edukasi yang diberikan berupa pemasangan bandage pada ujung stump sebelum menggunakan prosthesis serta pembebanan seimbang pada kedua tungkai baik yang sehat maupun yang amputasi. Resiko yang muncul akibat pembebanan dominan pada tungkai yang sehat adalah?
Terjadi scoliosis karena pelvic miring
Muncul nyeri pada tungkai ipsilateral
Weakness pada tungkai kontralateral
Nyeri pada stump
Aktifitas fungsional menurun
Mr. Y, seorang laki – laki berusia 18 tahun pasca operasi pemasangan ORIF plate & screw 1,5 bulan yang lalu pada tulang tibia tungkai kanannya. Pasien mampu menggerakan lutut kanannya dengan LGS penuh melawan gravitasi namun belum mampu jika diberi beban/tahanan. Berdasarkan gambaran di atas, berapakah nilai kekuatan otot tungkai kanan dalam skala MMT pada pasien tersebut?
2+
3
4-
4
5
Mr. VR, seorang pembalap profesional berusia 40 tahun, jatuh saat balapan. Dibawa ke RS dan dari hasil pemeriksaan terjadi traumatic pada vertebra cervical dan mengalami Spinal Shock pada segmen cervical. Setelah kecelakan tersebut pasien mengalami kelumpuhan pada keempat anggota gerak serta otototot pada batang tubuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang anda lakukan, fungsi sensorik masih ada namun motorik pada level cidera tidak berfungsi dan meluas hingga segmen terbawah. Pada kondisi pasien di atas, yang merupakan problematik dalam participation sesuai skema ICF adalah?
Adanya baal pada jari tangan dan kaki
Nyeri gerak
Rotasi pada trunk sementara dihindari
Kesulitan menulis, berjalan, memegang benda
Tidak dapat balapan untuk sementara waktu
Ny. GN, seorang wanita usia 32 tahun dua hari yang lalu pasca pembukaan eksternal fiksasi gips sirkuler long leg gips (dari pertengahan paha sampai dengan metatarsal) kaki kiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan keluhan tidak bisa jongkok saat buang air besar. Pemeriksaan nilai otot sekitar lutut didapatkan rata rata nilai 4 pada skala MMT. Menurut analisa anda, keluhan tidak bisa jongkok pada klien tersebut disebabkan oleh faktor apa?
Immobilisasi lama yang menyebabkan kapsul sendi mengkerut sehingga sendi menjadi kaku
Immobilisasi lama yang menyebabkan sendi menjadi beku sehingga mengalami keterbatasan gerak
Immobilisasi lama menyebabkan sendi tidak aktif sehingga menyebabkan kekakuan sendi
Keterbatasan sendi lutut karena lama tidak digerakkan sehingga kaku
Keterbatasan sendi lutut karena efek samping/secondary problem dari patah tulang yang dialami
Tn. Z, seorang pria berusia 53 tahun mengalami kecelakan mobil tunggal dan menabrak tiang listrik di pinggir jalan. Beliau dibawa ke Rumah Sakit dan dilakukan rontgen, hasil foto: fraktur ujung radius distal serta dislokasi radiocarpal joint. Selanjutnya dilakukan close reduction dan digips selama 1 bulan. Sejak lengan bawah dalam gips, setiap hari dilakukan fisioterapi. Sebagai fisioterapis, program apa yang dapat anda berikan pada area yang digips 1 guna mencegah terjadinya secondary problem akibat immobilisasi ?
Kontraksi static pada otot area wrist
Kontraksi isotonic pada otot area wrist
ROM active assited exc
ROM passive exc
Stretching M. flexor carpi radialis
Tn. TB, seorang pria berusia 52 tahun jatuh dari pohon dan mengalami fraktur vertebra compression pada T12-L1. Kondisi saat ini pasien sudah dilakukan operasi pemasangan ORIF. Pasien sudah sadar dan kondisi vital sign TD: 110/70 mmHg, HR: 69x/menit, RR: 24x/menit. Masih terpasang infus, selang pernapasan, serta brace TLSO. Pemeriksaan yang dilakukan didapat hasil kesadaran somnolen dan pasien tidak dapat menggerakkan tungkai namun msih merasakan sensasi ketika kulit pada tungkai diberi sentuhan/rangsangan. Berdasarkan klasifikasi SCI Frankel, pasien di atas termasuk kategori?
Frankel A
Frankel B
Frankel C
Frankel D
Frankel E
Tn. X, pasien laki-laki berusia 48 tahun yang mengalami burst fraktur vertebra lumbal 4. Sebagai fisioterapis anda diminta menyusun program dan memberikan tindakan sejak hari pertama pasca operasi. Kondisi pasien tingkat kesadaran composmentis dan vital sign TD: 130/80 mmHg, HR: 80x/menit, RR: 30x/menit, T: 35.5 ‘C. Terpasang kateter serta infus pada tubuh pasien serta menggunakan LSO brace. Pasien masih merasakan nyeri hebat pada lokasi fraktur dengan nilai VDS 7. Anda memberikan latihan kontraksi otot static pada otot di area punggung, pinggang, dan abdominal serta latihan gerak aktif pada otot ekstremitas bawah dan atas. Problematik sekunder yang muncul setelah masa penyembuhan rcature vertebra antara lain?
Kelemahan otot core dan batang tubuh
Kelemahan otot pada lengan atas
Gangguan keseimbangan
Gangguan sensibilitas
Terjadinya paralisis
Ny. J, pasien wanita berusia 51 tahun yang mengalami open fracture humeri 1/3 medial sinistra akibat jatuh dari sepeda motor dan diberikan tindakan ORIF. Sebagai fisioterapis anda diminta menyusun program dan memberikan tindakan sejak hari pertama pasca operasi dengan tujuan optimalisi serta mencegah terjadinya secondary problem. Pasien masih merasakan nyeri hebat pada area incise dan lokasi fraktur dengan nilai VDS 8. Terdapat oedem pada daerah lengan atas kiri. Saat ini lengan kiri dilakukan immobiliasi dan digantung menggunakan arm sling. Kemampuan mobilitas pasien dapat mandiri secara penuh. Problematik yang dapat muncul terkait kondisi & masa immobilisasi pasien tersebut adalah?
Compartement syndrome
Re-fracture
Hipertropi otot biceps dan triceps brachii
Dislokasi sendi elbow
Kontrakture otot biceps
