wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TKMRPI III - MRI - Auditor Muda 0304 A

Total questions: 70

Worksheet time: 36mins

Name
Class
Date
1.

Berikut adalah Proses Manajemen Risiko menurut AS/NZS 4360:2004, Kecuali

a)

Penetapan Konteks

b)

Risiko Aktual

c)

Analisis Risiko

d)

Penanganan Risiko

2.

Pertanyaan yang dapat membantu merancang checklist dalam membangun strategi manajemen risiko, kecuali

a)

Siapa yang akan bertanggungjawab melaksanakan asesmen risiko pertama kali

b)

Siapa yang dimintai konsultasi dan bagaimana caranya

c)

Kapan temuan dipresentasikan kepada manajemen

d)

Bagaimana risiko dievaluasi

3.

Diantara hal hal dibawah ini, yang manakah yang termasuk ke dalam Framework/kerangka pengelolaan risiko

a)

Mandate and Commitment

b)

Explicity addresses uncertainty

c)

Risk Identification

d)

Transparent and Inclusive

4.

Berikut adalah hal-hal penting dari manajemen risiko yang efektif, kecuali

a)

Penetapan Pemilik Risiko secara jelas

b)

Identifikasi Risiko lebih awal

c)

Mempertimbangkan baik risiko operasional maupun risiko strategis

d)

Manajemen risiko tidak melibatkan para stakeholder

5.

Empat Faktor Penentu Keberhasilan penyelarasan pengelolaan risiko dan governance adalah ….

a)

Arahan Organisasi, Struktur Pengambil keputusan, Kapasitas dan Kapabilitas Organisasi, dan Respon Organisasi

b)

Fokus Organisasi, Arahan Organisasi, Struktur Pengambil keputusan, Kapasitas dan Kapabilitas Organisasi

c)

Fokus Organisasi, Struktur Pengambil keputusan, Kapasitas dan Kapabilitas Organisasi, dan Respon Organisasi

d)

Arahan Organisasi, Struktur Pengambil keputusan, Kapasitas dan Kapabilitas Organisasi, dan TindakLanjut Organisasi

6.

Faktor -faktor yang menghalangi efektivitas manajemen risiko dapat berupa, kecuali

a)

Alokasi waktu dan sumber daya tidak memadai

b)

Dukungan pimpinan puncak tidak memadai

c)

Ada penilaian oleh pihak independen atas efektifitas manajemen risiko

d)

Tidak jelasnya pemilik risiko

7.

Apakah guna mengidentifikasi risiko lebih awal?

a)

Pendekatan terintegrasi atas manajemen risiko dalam sebuah organisasi

b)

organisasi memiliki kerangka kerja yang mampu mengimplementasikan proses manajemen risiko

c)

penerapan berkelanjutan atas praktik manajemen risiko dengan proses perencanaan risiko yang jelas

d)

Penanganan risiko mensyaratkan perlunya identifikasi risiko di awal dan langkah penanganan yang jelas agar pengambilan keputusan tepat

8.

Bagian dari organisasi yang bertugas untuk memberikan laporan kepada manajemen puncak organisasi; menjadi pejabat senior dengan pengetahuan manajemen risiko; memiliki visi, mengarahkan dan memimpin dengan menunjukkan contoh; dan memiliki otoritas, tanggung jawab dan memberi dukungan pada keberhasilan manajemen risiko integratif adalah:

a)

Risk Senior Manager

b)

Internal Auditor

c)

Risk Management Champion

d)

Risk Assessor

9.

Teknik yang menggunakan analisis Sosial, Ekonomi, Politik dan Risiko Teknologi sebagai metode pengelolaan risiko strategis adalah

a)

Analisis SWOT

b)

Risk and Control Self Assessment

c)

Analisis Biaya Manfaat

d)

Analisis PEST

10.

Teknik Pengelolaan Risiko Operasional untuk menguantitaskan keuntungan yang diperoleh dari keputusan melaksanakan suatu program atau proyek dibandingkan dengan biaya pelaksanaannya dengan mempertimbangkan nilai waktu dari uang disebut:

a)

Metode IRR

b)

Model NPV

c)

Cost Benefit Analysis

d)

Profitability Index

11.

Berikut ini adalah manfaat Risk and Control Self Assessment (RCSA) dalam menganalisis profil risiko operasional adalah, kecuali

a)

Meminimalkan biaya pengelolaan risiko

b)

Menetapkan pemilik rencana aksi secara jelas dan spesifik

c)

Memberikan bahasa yang sama kepada seluruh organisasi tentang masalah risiko

d)

Menunjukkan bagaimana risiko-risiko dikelola kepada Auditor dan Regulator

12.

RCSA dapat membantu organisasi dalam mengidentifikasikan risiko-risiko dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan, kecuali

a)

Melindungi reputasi

b)

Mencegah kerugian

c)

Meminimalkan temuan audit

d)

Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat

13.

Tidak ada cara yang paling benar bagaimana melakukan RCSA. Pendekatan

yang digunakan bervariasi sesuai budaya, struktur dan tujuan organisasi, tetapi terdapat beberapa hal yang teridentifikasi dapat menjadi praktik terbaik yang dapat dicontoh dan memperbaiki teknik-teknik RCSA. Salah satu karakteristik program-program Value-Added RSA (Accenture, 2012), kecuali

a)

Menggunakan data RCSA untuk mendukung strategic budgeting

b)

Thinking outside the box

c)

Metodologi yang jelas untuk analisis kecenderungan (trend analysis)

d)

Fokus pada salah satu sudut pandang atas risiko dan pengendalian

14.

Indikator keberhasilan dalam asesmen pada proses berjalan (ongoing) atas risiko dan peluang potensial di setiap tingkatan organisasi adalah, kecuali

a)

Meningkatnya kualitas layanan operasional

b)

Menginformasikan risiko tingkat organisasi

c)

Memfasilitasi penetapan prioritas

d)

Memperbaiki kualitas pengambilan keputusan organisasi

15.

Teknik identifikasi risiko dengan memberikan kesempatan kepada individu organisasi yang memiliki latar belakang berbeda untuk dapat mengidentifikasikan risiko secara komprehensif adalah teknik identifikasi risiko

a)

Wawancara yang terstruktur

b)

Curah pendapat yang terstruktur dan difasilitasi

c)

Decomposition

d)

Analisis jejaring

16.

Pemerintah Daerah Kabupaten Hilir tidak memiliki pengalaman dalam membangun jembatan, teknik identifikasi risiko apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Hilir?

a)

Evaluasi Teknis

b)

Probabilitas dan Pohon Keputusan

c)

Menyewa Konsultan atau Ahli

d)

Analisis Jejaring

17.

Pemerintah Daerah Kabupaten Hilir akan membangun jembatan penghubung desa, teknik analisis risiko apa yang dapat digunakan untuk menghitung estimasi penjadwalan pengerjaan proyek tersebut?

a)

Programme Evaluation and Review Technique (PERT)

b)

Analisis Monte Carlo

c)

Evaluasi Probabilistik Sederhana

d)

Analisis Sensitivitas

18.

Teknik analisis risiko dengan cara menangani masalah ketidakpastian melalui eksploitasi karakteristik dari jejaring untuk mengakumulasi ketidakpastian adalah teknik …

a)

Evaluasi Probabilistik Sederhana

b)

Controlled Internal Memory

c)

Analisis Sensitivitas

d)

Controlled Interval Memory

19.

Apakah tujuan untuk melakukan reviu secara rutin atas kerangka manajemen risiko?

a)

Mengidentifikasikan dampak potensial terhadap organisasi, pemerintah dan/atau masyarakat

b)

Mengalokasikan sumber daya yang tepat dan cukup untuk manajemen risiko, mempertimbangkan sifat dan tingkat risiko yang teridentifikasi dan ukuran organisasi

c)

Memberikan keyakinan kepada pimpinan organisasi bahwa profil risiko organisasi telah diidentifikasikan, didokumentasikan dan dinilai secara tepat

d)

Meyakinkan bahwa hal‐hal yang memberi pengaruh kepada organisasi yang berasal dari area konteks segera dapat diidentifikasikan secara tepat waktu

20.

Berikut merupakan daftar pertanyaan reviu yang dapat dipakai untuk menuntun melakukan reviu efektivitas strategi manajemen risiko organisasi, yaitu …

a)

Apakah organisasi meyakinkan bahwa semua tindakan dalam mengelola risiko sesuai arahan pimpinan dilaporkan kembali secara formal kepada pimpinan untuk menginformasikan tingkat kemajuan dan penyelesaiannya?

b)

Apakah organisasi secara rutin mereviu dan menguji pengendalian‐pengendalian risiko dan rencana‐rencana kontinjensi?

c)

Apakah organisasi mengomunikasikan strategi manajemen risikonya kepada para stakeholder secara formal untuk menilai pemahaman dan komitmennya?

d)

Apakah organisasi memiliki kebijakan manajemen risiko yang dinyatakan secara jelas?

21.

Bagaimana suatu organisasi dapat dikatakan telah mengimplementasikan manajemen risiko secara efektif?

a)

Organisasi secara eksplisit memadukan indikator‐indikator untuk risiko dan manajemen risiko di dalam struktur tata kelola dan manajemen

b)

Organisasi mengalokasikan sumber daya yang tepat dan cukup untuk manajemen risiko, mempertimbangkan sifat dan tingkat risiko yang teridentifikasi dan ukuran organisasi

c)

Organisasi mengaplikasikan seluruh strategi dan proses manajemen risiko yang diusulkan untuk fungsi dan aktivitas yang menjadi target dan mengaplikasikannya pada tingkatan yang tepat dalam organisasi

d)

Organisasi mengaplikasikan pengelolaan risiko sebagai bagian pertimbangan yang jelas dalam hal perencanaan strategis dan bisnis dan mengaplikasikan di semua tingkatan kritis dari organisasi

22.

Daftar pertanyaan reviu yang dapat dipakai untuk menuntun melakukan reviu manajemen risiko yang diintegrasikan ke dalam struktur tata kelola dan proses‐proses manajemen strategis yang diadaptasi dari Victorian Auditor‐General’s Office (2004) kecuali

a)

apakah organisasi meyakinkan bahwa pimpinan puncak secara langsung memimpin dan mengelola proses manajemen risiko organisasi secara strategis?

b)

apakah organisasi melibatkan pimpinan puncak dalam mengidentifikasikan dan menilai risiko organisasi?

c)

apakah organisasi memiliki auditor intern yang mengawasi pengelolaan risiko?

d)

apakah organisasi meyakinkan bahwa semua staf terinformasi tentang kerangka manajemen risiko?

23.

Daftar pertanyaan reviu yang dapat dipakai untuk menuntun melakukan reviu manajemen risiko yang diintegrasikan ke dalam struktur tata kelola dan proses‐proses manajemen strategis yang diadaptasi dari Queensland Treasury (Juli 2011) yaitu

a)

apakah organisasi melibatkan pimpinan puncak dalam mengidentifikasikan dan menilai risiko organisasi?

b)

apakah organisasi secara eksplisit memadukan indikator kinerja utama dan manajemen risiko ke dalam proses‐proses tata kelola dan manajemen?

c)

apakah manajemen risiko dikomunikasikan, dipahami dan diaplikasikan ke dalam semua proses organisasi?

d)

apakah organisasi memiliki auditor intern yang mengawasi pengelolaan risiko?

24.

Sebuah alat untuk pengelolaan risiko dan perencanaan strategis yang sangat baik yang meliputi pemantauan secara seksama atas lingkungan internal dan eksternal organisasi untuk se‐awal mungkin mendeteksi tanda‐tanda tantangan dan peluang yang mungkin mempengaruhi rencana‐rencana organisasi baik saat ini mupun di masa depan disebut

a)

pemindaian lingkungan

b)

penetapan konteks

c)

analisis sensitivitas

d)

Controlled Interval Memory

25.

Dalam menetapkan konteks, organisasi harus mempertimbangkan hal berikut ini kecuali

a)

lingkungan eksternal dan internal

b)

sumber daya manusia

c)

matrik dan tanggung jawab risiko

d)

rencana kelangsungan hidup bisnis

26.

Suatu aktivitas screening awal untuk mengidentifikasikan risiko‐risiko yang memerlukan analisis yang lebih rinci dapat menggunakan analisis

a)

analisis kuantitatif

b)

analisis kualitatif

c)

analisis semi‐kuantitatif

d)

analisis semi‐kualitatif

27.

Membangun satu daftar komprehensif mengenai ancaman‐ancaman dan peluang‐peluang berdasarkan kejadian‐kejadian yang mungkin dapat menimbulkan, meningkatkan, mencegah, mengurangi, mempercepat atau menunda pencapaian sasaran‐sasaran strategis organisasi dilakukan pada tahapan

a)

reviu atas penetapan konteks

b)

reviu atas identifikasi risiko

c)

reviu atas analisis risiko

d)

reviu atas evaluasi risiko

28.

Organisasi harus memastikan bahwa semua risiko yang ditemui organisasi dinilai dengan metode yang sama di dalam organisasi dilakukan pada tahapan

a)

reviu atas penetapan konteks

b)

reviu atas identifikasi risiko

c)

reviu atas analisis risiko

d)

reviu atas evaluasi risiko

29.

Dalam reviu atas evaluasi risiko, organisasi harus mempertimbangkan ….

a)

pertanyaan evaluasi, lingkungan eksternal, dan biaya penanganan risiko

b)

lingkungan eksternal dan internal, selera risiko, dan biaya/manfaat penanganan risiko

c)

lingkungan eksternal dan internal, selera risiko, dan waktu

d)

selera risiko, manfaat penanganan risiko, dan analisis risiko

30.

Saat melaksanakan tugas reviu atas proses manajemen risiko, Rudi mengajukan pertanyaan tentang apakah organisasi sepenuhnya mengintegrasikan risiko ke rencana strategis dan operasional atau rencana perlakuan terhadap risiko dalam rangka pengelolaan risiko, dimana diperlukan. Berdasarkan pertanyaan yang diajukan, Rudi sedang melakukan reviu atas ….

a)

penetapan konteks

b)

identifikasi risiko

c)

analisis risiko

d)

evaluasi risiko

31.

Berikut adalah pertanyaan yang dapat diajukan saat melakukan reviu atas proses identiifikasi risiko, kecuali …

a)

Apakah risiko yang direviu atau dievaluasi sebagai bagian dari strategi organisasi dan proses‐proses perencanaan operasional?

b)

Apakah risiko ditangani menurut kriteria risiko yang telah ditetapkan sebelumnya oleh organisasi?

c)

Apakah rencana perlakuan risiko yang diusulkan mempertimbangkan analisis

biaya/manfaat atas alternatif tindakan yang diajukan?

d)

Apakah pengelolaan risiko dan pengendalian terkait ditugaskan kepada pejabat tertentu di dalam organisasi?

32.

Kegiatan untuk mengetahui apakah risiko masih ada (exist) ataukah terdapat risiko yang baru, apakah terdapat perubahan dalam hal terjadinya kemungkinan atau dampak, dan untuk menilai kembali prioritas risiko merupakan aktivitas…

a)

reviu atas evaluasi risiko

b)

reviu atas identifikasi risiko baru

c)

reviu atas perlakuan risiko

d)

reviu atas pemantauan dan reviu

33.

Pertanyaan “apakah risk appetite dinilai terkait dengan perubahan lingkungan?” adalah salah satu pertanyaan saat reviu atas ….

a)

evaluasi risiko

b)

pemantauan dan reviu

c)

identifikasi risiko

d)

perlakuan risiko

34.

Proses pemantauan termasuk membandingkan kondisi yang ditemui dengan indicator keberhasilan kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Indikator ini mencakup ….

a)

Indeks tata kelola

b)

Indikator keuangan dan operasional

c)

Key Performance Indicator dan Key Risk Indicator

d)

Key Performance Risk dan Key Risk Performance

35.

Salah satu Key Peformance Indicators dari praktik-praktik terbaik manajemen risiko adalah Positive and Pro-active focus yang bermakna ….

a)

suatu pendekatan terintegrasi atas manajemen risiko dalam sebuah organisasi

b)

organisasi memiliki kerangka kerja yang mampu mengimplementasikan proses manajemen risiko

c)

penerapan berkelanjutan atas praktik manajemen risiko dengan proses perencanaan risiko yang jelas

d)

organisasi memiliki peran proaktif dalam identifikasi, analisis dan penanganan risiko potensial

36.

Manakah pertanyaan berikut yang diajukan saat reviu atas komunikasi dan konsultasi pada risiko-risiko tingkatan organisasi?

a)

apakah champion untuk manajemen risiko memiliki akses langsung kepada komite manajemen risiko untuk menyampaikan sesuatu yang perlu mendapat perhatian?

b)

apakah champion manajemen risiko berkomunikasi dengan counterpart mereka di organisasi lain?

c)

apakah strategi komunikasi yang efektif diimplementasikan untuk risiko-risiko lintas organisasi?

d)

apakah organisasi memiliki proses untuk meyakinkan bahwa para menteri memperoleh informasi terkait risiko-risiko pemerintah secara menyeluruh?

37.

Proses manajemen risiko memiliki tujuh elemen kritis bagi keberhasilan pengelolaan risiko yang efektif, yaitu ….

a)

proses penetapan risiko, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, monitoring dan reviu, serta tindak lanjut risiko

b)

proses penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, monitoring dan reviu, serta komunikasi dan konsultasi

c)

proses penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, monitoring dan reviu, serta tindak lanjut risiko

d)

proses penetapan konteks, penetapan risiko, identifikasi risiko, analisis risiko, penilaian risiko, evaluasi risiko, serta penanganan risiko

38.

Pelaporan risiko menjadi penting karena merupakan alat untuk mengomunikasikan risiko dan dampaknya terhadap organisasi, selain itu pelaporan bertujuan untuk

a)

meyakinkan bahwa manajemen risiko tidak melekat dalam kepemimpinan

b)

fokus kepada pengecualian dan mempertimbangkan sebab-sebab yang umum

c)

memberikan keyakinan yang memadai kepada regulator dan pimpinan organisasi

d)

mempertimbangkan kejadian-kejadian masa lalu sebagai bahan untuk belajar dan merediksikan risiko-risiko setelah terjadi

39.

Penyusunan laporan risiko harus memperhatikan prinsip komprehensif. Prinsip tersebut berarti …

a)

mencakup seluruh area penting dikaitkan dengan ukuran, kompleksitas organisasi dan kebutuhan pengguna layanan

b)

memberikan informasi yang meyakinkan, mudah dimengerti dan komprehensif

c)

laporan risiko disampaikan kepada pihak dalam rapat manajemen risiko

d)

laporan risiko dapat diakses oleh pihak tertentu

40.

Risiko operasional adalah ….

a)

tidak termasuk kerugian akibat ketidakcukupan proses eksternal

b)

kerugian akibat ketidakcukupan atau kegagalan pimpinan dalam menetapkan selera risiko

c)

kerugian akibat ketikcukupan atau kegagalan proses internal pegawai, system atau dari kejadian eksternal

d)

bukan kerugian yang diakibatkan oleh sistem yang tidak memadai

41.

Berikut ini merupakan penyebab banyak pimpinan organisasi gagal menangani rencana suksesi secara efektif, kecuali

a)

Mereka terlalu asyik memikirkan kondisi saat ini dan lupa memikirkan masa depan

b)

Mereka tidak memiliki big picture keberlangsungan operasi organisasi dan hanya berfokus kepada kegiatan sehari-hari

c)

Mereka terlalu merasa penting dan berpikir menjadi pusat segalanya (indispensable)

d)

Mereka membagi tanggung jawab secara rata kepada semua pegawai

42.

Pertanyaaan yang dapat dipakai menjadi acuan penilaian efektivitas pengelolaan risiko operasional di unit kerja keuangan dalam proses utama perencanaan yakni?

a)

Apakah pengajuan anggaran sesuai dengan aturan yang berlaku?

b)

Apakah tim negosiasi anggaran adalah orang-orang yang memahami nilai strategis outcome organisasi bagi masyarakat luas?

c)

Apakah terdapat fleksibilitas keuangan yang tepat?

d)

Apakah system perencanaan cash flow tepat dengan kondisi organisasi?

43.

Untuk meminimalkan terjadinya risiko-risiko dalam kegiatan pertanggungjawaban keuangan, pertanyaaan yang dapat diajukan antara lain

a)

Apakah penyusun laporan keuangan adalah para pegawai yang kompeten?

b)

Apakah bukti-bukti pengajuan pembayaran telah diverifikasi?

c)

Apakah prosedur pembayaran mensyaratkan transfer rekening?

d)

Apakah pertanggungjawaban uang muka sesua dengan ketentuan?

44.

Untuk menilai efektivitas implementasi pengelolaan risiko operasional dalam hal terbangunnya budaya risiko yang kuat, pertanyaaan yang dapat diajukan antara lain :

a)

Apakah pejabat senior meyakinkan bahwa terdapat cukup pelatihan risiko operasional yang disediakan di setiap tingkatan di dalam institusi?

b)

Apakah institusi memiliki suatu kebijakan pelaporan formal yang disetujui oleh pimpinan puncak seperti halnya suatu proses untuk memverifikasi kecukupan pelaporan dan ketepatan frekuensi laporan?

c)

Apakah pimpinan puncak telah membuat laporan setiap bulan?

d)

Apakah kerangka yang diterbitkan konsisten dengan cara yang dilakukan oleh pejabat senior dan pimpinan puncak dalam mengukur dan mengelola risiko-risiko?

45.

Risiko yang bisa terjadi misal risiko organisasi tidak mampu menarik dan menahan talenta utama yang diperlukan organisasi merupakan risiko pengelolaan sumber daya manusia dalam hal

a)

Perekrutan dan seleksi

b)

Training dan pengembangan

c)

Manajemen kinerja pegawai

d)

Manajemen karir

46.

Berikut merupakan contoh pertanyaan reviu untuk menilai efektivitas pengelolaan risiko di unit kerja keuangan dalam hal perolehan dana, yaitu

a)

Apakah pengajuan anggaran sesuai aturan yang berlaku?

b)

Apakah bukti pembayaran telah diverifikasi?

c)

Apakah dilakukan rotasi pegawai secara rutin di unit kerja keuangan?

d)

Apakah penyusun laporan keuangan adalah para pegawai yang kompeten?

47.

Berikut merupakan risiko-risiko pengelolaan sumber daya manusia yang sering dihadapi, kecuali

a)

Perekrutan dan seleksi

b)

Training dan pengembangan

c)

Manajemen karir

d)

Manajemen diri

48.

Risiko akibat ketidakpuasan pegawai yang diberhentikan secara tidak hormat adalah

a)

Hilangnya pegawai bertalenta

b)

Tuntutan hukum kepada organisasi

c)

Terdapat cukup pejabat yang disiapkan (beeing groomed) untuk memenuhi kebutuhan strategis organisasi

d)

Tuntuan hukum kepada pegawai yang dibehentikan

49.

Tingkat tanggung jawab manajemen risiko keamanan informasi adalah

a)

Tanggung jawab tingkat junior

b)

Tanggung jawab tingkat senior

c)

Tanggung jawab tingkat madya

d)

Tanggung jawab tingkat utama

50.

Tujuan‐tujuan organisasi secara luas tercakup dalam proses

a)

Asesmen risiko

b)

Pemetaan Risiko

c)

Identifikasi Risiko

d)

Manajemen Risiko

51.

Yang bukan merupakan pertanyaan relevan dalam melakukan reviu efektivitas pengelolaan risiko di unit kepegawaian adalah …

a)

Sistem Remunerasi

b)

Hubungan Industrial Risiko

c)

Manajemen Pemberhentian

d)

Reward & Punishment

52.

Ciri-ciri model hubungan industrial dalam sektor publik adalah …

a)

Pasti dan baku

b)

Pasti dan lentur

c)

Tidak pasti dan baku

d)

Tidak pasti dan lentur

53.

Berikut adalah tindakan organisasi yang dilakukan untuk memitigasi risiko hilangnya pegawai bertalenta, kecuali …

a)

Memberi inspirasi kepada pegawai bertalenta melalui visi organisasi

b)

Organisasi mendukung peningkatan dan pengembangan pegawai

c)

Organisasi fokus kepada pencapaian hasil

d)

Bidang hukum organisasi selalu siap menangani masalah hukum organisasi

54.

Inspektorat Kementerian ABC akan melakukan reviu manajemen risiko di bidang IT pada unit kerja Pusat Informasi Kementerian ABC. Yang berperan dalam menentukan tingkatan risiko yang dapat ditoleransi adalah …

a)

Auditor Inspektorat Kementerian ABC

b)

Pejabat Senior dan Manajemen Pusat Informasi Kementerian ABC

c)

Auditor Inspektorat bersama Pejabat Senior dan Manajemen Pusat Informasi Kementerian ABC

d)

Seluruh pegawai Pusat Informasi Kementerian ABC

55.

Berikut adalah contoh checklist pertanyaan untuk mereviu manajemen risiko di bidang IT, khususnya untuk Media Handling and Security, yaitu

a)

Apakah pengendalian akses ditetapkan dan didokumentasikan?

b)

Apakah ada prosedur untuk mengelola media komputer yang dapat dihancurkan seperti kaset, disket, dan kartu memori dan laporan‐laporan?

c)

Apakah kebijakan tersebut konsisten dengan kebijakan keamanan yang diterapkan organisasi?

d)

Adakah kebijakan, prosedur dan/atau standar untuk mengendalikan aktivitas telecommuting?

56.

Berikut adalah sasaran dari manajemen aset, kecuali:

a)

Mengoptimalkan penyediaan layanan jasa

b)

Meminimalkan risiko‐risiko dan biaya yang berhubungan dengan kegiatan tersebut

c)

Mengadakan dan mengelola aset dalam jumlah besar

d)

Memastikan terjadinya peningkatan modal alami dan sosial selama siklus hidup suatu aset

57.

Berikut adalah siklus pengelolaan aset berwujud, kecuali:

a)

Perencanaan (planning)

b)

Perolehan (acquisition)

c)

Pencatatan (recording)

d)

Penghapusbukuan (disposal)

58.

Organisasi harus mengelola aset melalui pemahaman yang memadai atas prinsip-prinsip manajemen aset dan siklus pengelolaan aset. Berikut adalah prinsip-prinsip utama yang diidentifikasi oleh Australian National Audit Office (ANAO, 2010), kecuali

a)

Keputusan‐keputusan tentang perencanaan aset didasarkan kepada suatu musyawarah dengan para pegawai dan mempertimbangkan risiko‐risikonya

b)

Suatu struktur pengendalian dibangun untuk mengelola aset

c)

Akuntabilitas ditetapkan untuk kondisi, penggunaan dan kinerja aset

d)

Keputusan‐keputusan penghapusan aset didasarkan kepada analisis metode‐metode yang paling menguntungkan bagi organisasi

59.

Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah, pada Pasal 4 ayat (1), Pengelolaan barang milik daerah dilaksanakan berdasarkan asas

a)

Penyimpanan, penyaluran, transparansi dan keterbukaan, efisiensi, dan akuntabilitas

b)

Fungsional, kepastian hukum, transparansi dan keterbukaan, efisiensi, akuntabilitas, dan kepastian nilai

c)

Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian, transparansi dan keterbukaan, efisiensi, akuntabilitas

d)

Penatausahaan, pemanfaatan, penilaian, fungsionalitas, efisiensi, akuntabilitas, pemindahtanganan, dan pembiayaan

60.

Berikut merupakan contoh risiko yang dapat diidentifikasi pada tahap pemanfaatan aset, yaitu

a)

Risiko kehilangan barang

b)

Risiko barang tidak sesuai kebutuhan

c)

Risiko penggunaan aset tidak sesuai tupoksi

d)

Risiko hasil pemanfaatan tidak masuk ke kas daerah

61.

“Kegiatan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan barang daerah dan jasa,” merupakan pengertian dari

a)

Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran

b)

Pengadaan

c)

Penerimaan, Penyimpanan dan Penyaluran

d)

Penatausahaan

62.

Berikut merupakan contoh pertanyaan reviu risiko operasional pengelolaan aset pada tahap penatausahaan, yaitu

a)

Apakah dilakukan inventarisasi secara periodik?

b)

Apakah penggunaan aset mendapat persetujuan pejabat berwenang?

c)

Apakah terdapat daftar aset yang dimanfaatkan yang selalu di‐update?

d)

Apakah dilakukan simulasi pengamanan secara periodik?

63.

Berikut pengertian dari pemindahtangan, yaitu

a)

Reviu atas kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari pemindahtanganan dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan atau disertakan sebagai modal pemerintah daerah

b)

Penghapusan atas kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari pengalihan dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan atau disertakan sebagai modal pemerintah daerah

c)

Pengalihan kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penghapusan dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan atau disertakan sebagai modal pemerintah daerah

d)

Penghapusan atas kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari pemindahtanganan dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan atau disertakan sebagai modal pemerintah daerah

64.

Pertanyaan yang relevan untuk menilai efektivitas system manajemen risiko operasional pembiayaan, kecuali

a)

Apakah pengadaan barang yang diajukan untuk dibiayai telah direncanakan?

b)

Apakah pengajuan pembiayaan wajar?

c)

Apakah usulan biaya telah memperoleh verifikasi dan reviu yang memadai dari pihak yang kompeten dan berwenang?

d)

Apakah sudah mendapatkan honor?

65.

Andersen dan Jessen (2003) menyatakan bahwa konsep …….…. pada organisasi bertujuan mengarahkan organisasi dalam kondisi yang sempurna untuk mencapai tujuannya.

a)

Imunitas

b)

Penyintas

c)

Maturitas

d)

Maturnuwun

66.

Menurut IIA (2013), model maturitas menggambarkan tahapan proses yang diyakini akan mengarahkan pada ………………….. yang lebih baik.

a)

Output

b)

Outcome

c)

Output dan outcome

d)

Sesuatu

67.

Tingkat kematangan implementasi manajemen risiko dalam suatu organisasi dapat ditunjukkan dari…….

a)

Maturity level

b)

Stress level

c)

Cholesterol level

d)

Laporan kinerja

68.

Manajemen risiko yang dibangun masih berfokus pada ketaatan, merupakan simpulan atribut manajemen risiko pada rentang…..

a)

Basic

b)

Bassist

c)

Mature

d)

Old

69.

Rentang Manajemen Risiko tahap advanced, dapat didefinisikan ……

a)

Manajamen risiko ala kadarnya

b)

Manajemen risiko menjadi hal mistis

c)

Manajemen risiko menjadi suatu alat music ritmis

d)

Manajemen risiko menjadi suatu alat strategis

70.

Semakin matang proses pengelolaan risiko menggambarkan bahwa bangunan manajemen risiko semakin efektif dan semakin memudahkan pimpinan dalam …………

a)

Pengambilan keputusan

b)

Pengambilan sampling

c)

Pengambilan sumpah

d)

Pengambilan jatah