NEW
Font size
WorksheetsTKMRPI III - MRI - Auditor Muda 0304 A
Total questions: 70
Worksheet time: 36mins
Berikut adalah Proses Manajemen Risiko menurut AS/NZS 4360:2004, Kecuali
Penetapan Konteks
Risiko Aktual
Analisis Risiko
Penanganan Risiko
Pertanyaan yang dapat membantu merancang checklist dalam membangun strategi manajemen risiko, kecuali
Siapa yang akan bertanggungjawab melaksanakan asesmen risiko pertama kali
Siapa yang dimintai konsultasi dan bagaimana caranya
Kapan temuan dipresentasikan kepada manajemen
Bagaimana risiko dievaluasi
Diantara hal hal dibawah ini, yang manakah yang termasuk ke dalam Framework/kerangka pengelolaan risiko
Mandate and Commitment
Explicity addresses uncertainty
Risk Identification
Transparent and Inclusive
Berikut adalah hal-hal penting dari manajemen risiko yang efektif, kecuali
Penetapan Pemilik Risiko secara jelas
Identifikasi Risiko lebih awal
Mempertimbangkan baik risiko operasional maupun risiko strategis
Manajemen risiko tidak melibatkan para stakeholder
Empat Faktor Penentu Keberhasilan penyelarasan pengelolaan risiko dan governance adalah ….
Arahan Organisasi, Struktur Pengambil keputusan, Kapasitas dan Kapabilitas Organisasi, dan Respon Organisasi
Fokus Organisasi, Arahan Organisasi, Struktur Pengambil keputusan, Kapasitas dan Kapabilitas Organisasi
Fokus Organisasi, Struktur Pengambil keputusan, Kapasitas dan Kapabilitas Organisasi, dan Respon Organisasi
Arahan Organisasi, Struktur Pengambil keputusan, Kapasitas dan Kapabilitas Organisasi, dan TindakLanjut Organisasi
Faktor -faktor yang menghalangi efektivitas manajemen risiko dapat berupa, kecuali
Alokasi waktu dan sumber daya tidak memadai
Dukungan pimpinan puncak tidak memadai
Ada penilaian oleh pihak independen atas efektifitas manajemen risiko
Tidak jelasnya pemilik risiko
Apakah guna mengidentifikasi risiko lebih awal?
Pendekatan terintegrasi atas manajemen risiko dalam sebuah organisasi
organisasi memiliki kerangka kerja yang mampu mengimplementasikan proses manajemen risiko
penerapan berkelanjutan atas praktik manajemen risiko dengan proses perencanaan risiko yang jelas
Penanganan risiko mensyaratkan perlunya identifikasi risiko di awal dan langkah penanganan yang jelas agar pengambilan keputusan tepat
Bagian dari organisasi yang bertugas untuk memberikan laporan kepada manajemen puncak organisasi; menjadi pejabat senior dengan pengetahuan manajemen risiko; memiliki visi, mengarahkan dan memimpin dengan menunjukkan contoh; dan memiliki otoritas, tanggung jawab dan memberi dukungan pada keberhasilan manajemen risiko integratif adalah:
Risk Senior Manager
Internal Auditor
Risk Management Champion
Risk Assessor
Teknik yang menggunakan analisis Sosial, Ekonomi, Politik dan Risiko Teknologi sebagai metode pengelolaan risiko strategis adalah
Analisis SWOT
Risk and Control Self Assessment
Analisis Biaya Manfaat
Analisis PEST
Teknik Pengelolaan Risiko Operasional untuk menguantitaskan keuntungan yang diperoleh dari keputusan melaksanakan suatu program atau proyek dibandingkan dengan biaya pelaksanaannya dengan mempertimbangkan nilai waktu dari uang disebut:
Metode IRR
Model NPV
Cost Benefit Analysis
Profitability Index
Berikut ini adalah manfaat Risk and Control Self Assessment (RCSA) dalam menganalisis profil risiko operasional adalah, kecuali
Meminimalkan biaya pengelolaan risiko
Menetapkan pemilik rencana aksi secara jelas dan spesifik
Memberikan bahasa yang sama kepada seluruh organisasi tentang masalah risiko
Menunjukkan bagaimana risiko-risiko dikelola kepada Auditor dan Regulator
RCSA dapat membantu organisasi dalam mengidentifikasikan risiko-risiko dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan, kecuali
Melindungi reputasi
Mencegah kerugian
Meminimalkan temuan audit
Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat
Tidak ada cara yang paling benar bagaimana melakukan RCSA. Pendekatan
yang digunakan bervariasi sesuai budaya, struktur dan tujuan organisasi, tetapi terdapat beberapa hal yang teridentifikasi dapat menjadi praktik terbaik yang dapat dicontoh dan memperbaiki teknik-teknik RCSA. Salah satu karakteristik program-program Value-Added RSA (Accenture, 2012), kecuali
Menggunakan data RCSA untuk mendukung strategic budgeting
Thinking outside the box
Metodologi yang jelas untuk analisis kecenderungan (trend analysis)
Fokus pada salah satu sudut pandang atas risiko dan pengendalian
Indikator keberhasilan dalam asesmen pada proses berjalan (ongoing) atas risiko dan peluang potensial di setiap tingkatan organisasi adalah, kecuali
Meningkatnya kualitas layanan operasional
Menginformasikan risiko tingkat organisasi
Memfasilitasi penetapan prioritas
Memperbaiki kualitas pengambilan keputusan organisasi
Teknik identifikasi risiko dengan memberikan kesempatan kepada individu organisasi yang memiliki latar belakang berbeda untuk dapat mengidentifikasikan risiko secara komprehensif adalah teknik identifikasi risiko
Wawancara yang terstruktur
Curah pendapat yang terstruktur dan difasilitasi
Decomposition
Analisis jejaring
Pemerintah Daerah Kabupaten Hilir tidak memiliki pengalaman dalam membangun jembatan, teknik identifikasi risiko apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Hilir?
Evaluasi Teknis
Probabilitas dan Pohon Keputusan
Menyewa Konsultan atau Ahli
Analisis Jejaring
Pemerintah Daerah Kabupaten Hilir akan membangun jembatan penghubung desa, teknik analisis risiko apa yang dapat digunakan untuk menghitung estimasi penjadwalan pengerjaan proyek tersebut?
Programme Evaluation and Review Technique (PERT)
Analisis Monte Carlo
Evaluasi Probabilistik Sederhana
Analisis Sensitivitas
Teknik analisis risiko dengan cara menangani masalah ketidakpastian melalui eksploitasi karakteristik dari jejaring untuk mengakumulasi ketidakpastian adalah teknik …
Evaluasi Probabilistik Sederhana
Controlled Internal Memory
Analisis Sensitivitas
Controlled Interval Memory
Apakah tujuan untuk melakukan reviu secara rutin atas kerangka manajemen risiko?
Mengidentifikasikan dampak potensial terhadap organisasi, pemerintah dan/atau masyarakat
Mengalokasikan sumber daya yang tepat dan cukup untuk manajemen risiko, mempertimbangkan sifat dan tingkat risiko yang teridentifikasi dan ukuran organisasi
Memberikan keyakinan kepada pimpinan organisasi bahwa profil risiko organisasi telah diidentifikasikan, didokumentasikan dan dinilai secara tepat
Meyakinkan bahwa hal‐hal yang memberi pengaruh kepada organisasi yang berasal dari area konteks segera dapat diidentifikasikan secara tepat waktu
Berikut merupakan daftar pertanyaan reviu yang dapat dipakai untuk menuntun melakukan reviu efektivitas strategi manajemen risiko organisasi, yaitu …
Apakah organisasi meyakinkan bahwa semua tindakan dalam mengelola risiko sesuai arahan pimpinan dilaporkan kembali secara formal kepada pimpinan untuk menginformasikan tingkat kemajuan dan penyelesaiannya?
Apakah organisasi secara rutin mereviu dan menguji pengendalian‐pengendalian risiko dan rencana‐rencana kontinjensi?
Apakah organisasi mengomunikasikan strategi manajemen risikonya kepada para stakeholder secara formal untuk menilai pemahaman dan komitmennya?
Apakah organisasi memiliki kebijakan manajemen risiko yang dinyatakan secara jelas?
Bagaimana suatu organisasi dapat dikatakan telah mengimplementasikan manajemen risiko secara efektif?
Organisasi secara eksplisit memadukan indikator‐indikator untuk risiko dan manajemen risiko di dalam struktur tata kelola dan manajemen
Organisasi mengalokasikan sumber daya yang tepat dan cukup untuk manajemen risiko, mempertimbangkan sifat dan tingkat risiko yang teridentifikasi dan ukuran organisasi
Organisasi mengaplikasikan seluruh strategi dan proses manajemen risiko yang diusulkan untuk fungsi dan aktivitas yang menjadi target dan mengaplikasikannya pada tingkatan yang tepat dalam organisasi
Organisasi mengaplikasikan pengelolaan risiko sebagai bagian pertimbangan yang jelas dalam hal perencanaan strategis dan bisnis dan mengaplikasikan di semua tingkatan kritis dari organisasi
Daftar pertanyaan reviu yang dapat dipakai untuk menuntun melakukan reviu manajemen risiko yang diintegrasikan ke dalam struktur tata kelola dan proses‐proses manajemen strategis yang diadaptasi dari Victorian Auditor‐General’s Office (2004) kecuali
apakah organisasi meyakinkan bahwa pimpinan puncak secara langsung memimpin dan mengelola proses manajemen risiko organisasi secara strategis?
apakah organisasi melibatkan pimpinan puncak dalam mengidentifikasikan dan menilai risiko organisasi?
apakah organisasi memiliki auditor intern yang mengawasi pengelolaan risiko?
apakah organisasi meyakinkan bahwa semua staf terinformasi tentang kerangka manajemen risiko?
Daftar pertanyaan reviu yang dapat dipakai untuk menuntun melakukan reviu manajemen risiko yang diintegrasikan ke dalam struktur tata kelola dan proses‐proses manajemen strategis yang diadaptasi dari Queensland Treasury (Juli 2011) yaitu
apakah organisasi melibatkan pimpinan puncak dalam mengidentifikasikan dan menilai risiko organisasi?
apakah organisasi secara eksplisit memadukan indikator kinerja utama dan manajemen risiko ke dalam proses‐proses tata kelola dan manajemen?
apakah manajemen risiko dikomunikasikan, dipahami dan diaplikasikan ke dalam semua proses organisasi?
apakah organisasi memiliki auditor intern yang mengawasi pengelolaan risiko?
Sebuah alat untuk pengelolaan risiko dan perencanaan strategis yang sangat baik yang meliputi pemantauan secara seksama atas lingkungan internal dan eksternal organisasi untuk se‐awal mungkin mendeteksi tanda‐tanda tantangan dan peluang yang mungkin mempengaruhi rencana‐rencana organisasi baik saat ini mupun di masa depan disebut
pemindaian lingkungan
penetapan konteks
analisis sensitivitas
Controlled Interval Memory
Dalam menetapkan konteks, organisasi harus mempertimbangkan hal berikut ini kecuali
lingkungan eksternal dan internal
sumber daya manusia
matrik dan tanggung jawab risiko
rencana kelangsungan hidup bisnis
Suatu aktivitas screening awal untuk mengidentifikasikan risiko‐risiko yang memerlukan analisis yang lebih rinci dapat menggunakan analisis
analisis kuantitatif
analisis kualitatif
analisis semi‐kuantitatif
analisis semi‐kualitatif
Membangun satu daftar komprehensif mengenai ancaman‐ancaman dan peluang‐peluang berdasarkan kejadian‐kejadian yang mungkin dapat menimbulkan, meningkatkan, mencegah, mengurangi, mempercepat atau menunda pencapaian sasaran‐sasaran strategis organisasi dilakukan pada tahapan
reviu atas penetapan konteks
reviu atas identifikasi risiko
reviu atas analisis risiko
reviu atas evaluasi risiko
Organisasi harus memastikan bahwa semua risiko yang ditemui organisasi dinilai dengan metode yang sama di dalam organisasi dilakukan pada tahapan
reviu atas penetapan konteks
reviu atas identifikasi risiko
reviu atas analisis risiko
reviu atas evaluasi risiko
Dalam reviu atas evaluasi risiko, organisasi harus mempertimbangkan ….
pertanyaan evaluasi, lingkungan eksternal, dan biaya penanganan risiko
lingkungan eksternal dan internal, selera risiko, dan biaya/manfaat penanganan risiko
lingkungan eksternal dan internal, selera risiko, dan waktu
selera risiko, manfaat penanganan risiko, dan analisis risiko
Saat melaksanakan tugas reviu atas proses manajemen risiko, Rudi mengajukan pertanyaan tentang apakah organisasi sepenuhnya mengintegrasikan risiko ke rencana strategis dan operasional atau rencana perlakuan terhadap risiko dalam rangka pengelolaan risiko, dimana diperlukan. Berdasarkan pertanyaan yang diajukan, Rudi sedang melakukan reviu atas ….
penetapan konteks
identifikasi risiko
analisis risiko
evaluasi risiko
Berikut adalah pertanyaan yang dapat diajukan saat melakukan reviu atas proses identiifikasi risiko, kecuali …
Apakah risiko yang direviu atau dievaluasi sebagai bagian dari strategi organisasi dan proses‐proses perencanaan operasional?
Apakah risiko ditangani menurut kriteria risiko yang telah ditetapkan sebelumnya oleh organisasi?
Apakah rencana perlakuan risiko yang diusulkan mempertimbangkan analisis
biaya/manfaat atas alternatif tindakan yang diajukan?
Apakah pengelolaan risiko dan pengendalian terkait ditugaskan kepada pejabat tertentu di dalam organisasi?
Kegiatan untuk mengetahui apakah risiko masih ada (exist) ataukah terdapat risiko yang baru, apakah terdapat perubahan dalam hal terjadinya kemungkinan atau dampak, dan untuk menilai kembali prioritas risiko merupakan aktivitas…
reviu atas evaluasi risiko
reviu atas identifikasi risiko baru
reviu atas perlakuan risiko
reviu atas pemantauan dan reviu
Pertanyaan “apakah risk appetite dinilai terkait dengan perubahan lingkungan?” adalah salah satu pertanyaan saat reviu atas ….
evaluasi risiko
pemantauan dan reviu
identifikasi risiko
perlakuan risiko
Proses pemantauan termasuk membandingkan kondisi yang ditemui dengan indicator keberhasilan kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Indikator ini mencakup ….
Indeks tata kelola
Indikator keuangan dan operasional
Key Performance Indicator dan Key Risk Indicator
Key Performance Risk dan Key Risk Performance
Salah satu Key Peformance Indicators dari praktik-praktik terbaik manajemen risiko adalah Positive and Pro-active focus yang bermakna ….
suatu pendekatan terintegrasi atas manajemen risiko dalam sebuah organisasi
organisasi memiliki kerangka kerja yang mampu mengimplementasikan proses manajemen risiko
penerapan berkelanjutan atas praktik manajemen risiko dengan proses perencanaan risiko yang jelas
organisasi memiliki peran proaktif dalam identifikasi, analisis dan penanganan risiko potensial
Manakah pertanyaan berikut yang diajukan saat reviu atas komunikasi dan konsultasi pada risiko-risiko tingkatan organisasi?
apakah champion untuk manajemen risiko memiliki akses langsung kepada komite manajemen risiko untuk menyampaikan sesuatu yang perlu mendapat perhatian?
apakah champion manajemen risiko berkomunikasi dengan counterpart mereka di organisasi lain?
apakah strategi komunikasi yang efektif diimplementasikan untuk risiko-risiko lintas organisasi?
apakah organisasi memiliki proses untuk meyakinkan bahwa para menteri memperoleh informasi terkait risiko-risiko pemerintah secara menyeluruh?
Proses manajemen risiko memiliki tujuh elemen kritis bagi keberhasilan pengelolaan risiko yang efektif, yaitu ….
proses penetapan risiko, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, monitoring dan reviu, serta tindak lanjut risiko
proses penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, monitoring dan reviu, serta komunikasi dan konsultasi
proses penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, monitoring dan reviu, serta tindak lanjut risiko
proses penetapan konteks, penetapan risiko, identifikasi risiko, analisis risiko, penilaian risiko, evaluasi risiko, serta penanganan risiko
Pelaporan risiko menjadi penting karena merupakan alat untuk mengomunikasikan risiko dan dampaknya terhadap organisasi, selain itu pelaporan bertujuan untuk
meyakinkan bahwa manajemen risiko tidak melekat dalam kepemimpinan
fokus kepada pengecualian dan mempertimbangkan sebab-sebab yang umum
memberikan keyakinan yang memadai kepada regulator dan pimpinan organisasi
mempertimbangkan kejadian-kejadian masa lalu sebagai bahan untuk belajar dan merediksikan risiko-risiko setelah terjadi
Penyusunan laporan risiko harus memperhatikan prinsip komprehensif. Prinsip tersebut berarti …
mencakup seluruh area penting dikaitkan dengan ukuran, kompleksitas organisasi dan kebutuhan pengguna layanan
memberikan informasi yang meyakinkan, mudah dimengerti dan komprehensif
laporan risiko disampaikan kepada pihak dalam rapat manajemen risiko
laporan risiko dapat diakses oleh pihak tertentu
Risiko operasional adalah ….
tidak termasuk kerugian akibat ketidakcukupan proses eksternal
kerugian akibat ketidakcukupan atau kegagalan pimpinan dalam menetapkan selera risiko
kerugian akibat ketikcukupan atau kegagalan proses internal pegawai, system atau dari kejadian eksternal
bukan kerugian yang diakibatkan oleh sistem yang tidak memadai
Berikut ini merupakan penyebab banyak pimpinan organisasi gagal menangani rencana suksesi secara efektif, kecuali
Mereka terlalu asyik memikirkan kondisi saat ini dan lupa memikirkan masa depan
Mereka tidak memiliki big picture keberlangsungan operasi organisasi dan hanya berfokus kepada kegiatan sehari-hari
Mereka terlalu merasa penting dan berpikir menjadi pusat segalanya (indispensable)
Mereka membagi tanggung jawab secara rata kepada semua pegawai
Pertanyaaan yang dapat dipakai menjadi acuan penilaian efektivitas pengelolaan risiko operasional di unit kerja keuangan dalam proses utama perencanaan yakni?
Apakah pengajuan anggaran sesuai dengan aturan yang berlaku?
Apakah tim negosiasi anggaran adalah orang-orang yang memahami nilai strategis outcome organisasi bagi masyarakat luas?
Apakah terdapat fleksibilitas keuangan yang tepat?
Apakah system perencanaan cash flow tepat dengan kondisi organisasi?
Untuk meminimalkan terjadinya risiko-risiko dalam kegiatan pertanggungjawaban keuangan, pertanyaaan yang dapat diajukan antara lain
Apakah penyusun laporan keuangan adalah para pegawai yang kompeten?
Apakah bukti-bukti pengajuan pembayaran telah diverifikasi?
Apakah prosedur pembayaran mensyaratkan transfer rekening?
Apakah pertanggungjawaban uang muka sesua dengan ketentuan?
Untuk menilai efektivitas implementasi pengelolaan risiko operasional dalam hal terbangunnya budaya risiko yang kuat, pertanyaaan yang dapat diajukan antara lain :
Apakah pejabat senior meyakinkan bahwa terdapat cukup pelatihan risiko operasional yang disediakan di setiap tingkatan di dalam institusi?
Apakah institusi memiliki suatu kebijakan pelaporan formal yang disetujui oleh pimpinan puncak seperti halnya suatu proses untuk memverifikasi kecukupan pelaporan dan ketepatan frekuensi laporan?
Apakah pimpinan puncak telah membuat laporan setiap bulan?
Apakah kerangka yang diterbitkan konsisten dengan cara yang dilakukan oleh pejabat senior dan pimpinan puncak dalam mengukur dan mengelola risiko-risiko?
Risiko yang bisa terjadi misal risiko organisasi tidak mampu menarik dan menahan talenta utama yang diperlukan organisasi merupakan risiko pengelolaan sumber daya manusia dalam hal
Perekrutan dan seleksi
Training dan pengembangan
Manajemen kinerja pegawai
Manajemen karir
Berikut merupakan contoh pertanyaan reviu untuk menilai efektivitas pengelolaan risiko di unit kerja keuangan dalam hal perolehan dana, yaitu
Apakah pengajuan anggaran sesuai aturan yang berlaku?
Apakah bukti pembayaran telah diverifikasi?
Apakah dilakukan rotasi pegawai secara rutin di unit kerja keuangan?
Apakah penyusun laporan keuangan adalah para pegawai yang kompeten?
Berikut merupakan risiko-risiko pengelolaan sumber daya manusia yang sering dihadapi, kecuali
Perekrutan dan seleksi
Training dan pengembangan
Manajemen karir
Manajemen diri
Risiko akibat ketidakpuasan pegawai yang diberhentikan secara tidak hormat adalah
Hilangnya pegawai bertalenta
Tuntutan hukum kepada organisasi
Terdapat cukup pejabat yang disiapkan (beeing groomed) untuk memenuhi kebutuhan strategis organisasi
Tuntuan hukum kepada pegawai yang dibehentikan
Tingkat tanggung jawab manajemen risiko keamanan informasi adalah
Tanggung jawab tingkat junior
Tanggung jawab tingkat senior
Tanggung jawab tingkat madya
Tanggung jawab tingkat utama
Tujuan‐tujuan organisasi secara luas tercakup dalam proses
Asesmen risiko
Pemetaan Risiko
Identifikasi Risiko
Manajemen Risiko
Yang bukan merupakan pertanyaan relevan dalam melakukan reviu efektivitas pengelolaan risiko di unit kepegawaian adalah …
Sistem Remunerasi
Hubungan Industrial Risiko
Manajemen Pemberhentian
Reward & Punishment
Ciri-ciri model hubungan industrial dalam sektor publik adalah …
Pasti dan baku
Pasti dan lentur
Tidak pasti dan baku
Tidak pasti dan lentur
Berikut adalah tindakan organisasi yang dilakukan untuk memitigasi risiko hilangnya pegawai bertalenta, kecuali …
Memberi inspirasi kepada pegawai bertalenta melalui visi organisasi
Organisasi mendukung peningkatan dan pengembangan pegawai
Organisasi fokus kepada pencapaian hasil
Bidang hukum organisasi selalu siap menangani masalah hukum organisasi
Inspektorat Kementerian ABC akan melakukan reviu manajemen risiko di bidang IT pada unit kerja Pusat Informasi Kementerian ABC. Yang berperan dalam menentukan tingkatan risiko yang dapat ditoleransi adalah …
Auditor Inspektorat Kementerian ABC
Pejabat Senior dan Manajemen Pusat Informasi Kementerian ABC
Auditor Inspektorat bersama Pejabat Senior dan Manajemen Pusat Informasi Kementerian ABC
Seluruh pegawai Pusat Informasi Kementerian ABC
Berikut adalah contoh checklist pertanyaan untuk mereviu manajemen risiko di bidang IT, khususnya untuk Media Handling and Security, yaitu
Apakah pengendalian akses ditetapkan dan didokumentasikan?
Apakah ada prosedur untuk mengelola media komputer yang dapat dihancurkan seperti kaset, disket, dan kartu memori dan laporan‐laporan?
Apakah kebijakan tersebut konsisten dengan kebijakan keamanan yang diterapkan organisasi?
Adakah kebijakan, prosedur dan/atau standar untuk mengendalikan aktivitas telecommuting?
Berikut adalah sasaran dari manajemen aset, kecuali:
Mengoptimalkan penyediaan layanan jasa
Meminimalkan risiko‐risiko dan biaya yang berhubungan dengan kegiatan tersebut
Mengadakan dan mengelola aset dalam jumlah besar
Memastikan terjadinya peningkatan modal alami dan sosial selama siklus hidup suatu aset
Berikut adalah siklus pengelolaan aset berwujud, kecuali:
Perencanaan (planning)
Perolehan (acquisition)
Pencatatan (recording)
Penghapusbukuan (disposal)
Organisasi harus mengelola aset melalui pemahaman yang memadai atas prinsip-prinsip manajemen aset dan siklus pengelolaan aset. Berikut adalah prinsip-prinsip utama yang diidentifikasi oleh Australian National Audit Office (ANAO, 2010), kecuali
Keputusan‐keputusan tentang perencanaan aset didasarkan kepada suatu musyawarah dengan para pegawai dan mempertimbangkan risiko‐risikonya
Suatu struktur pengendalian dibangun untuk mengelola aset
Akuntabilitas ditetapkan untuk kondisi, penggunaan dan kinerja aset
Keputusan‐keputusan penghapusan aset didasarkan kepada analisis metode‐metode yang paling menguntungkan bagi organisasi
Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah, pada Pasal 4 ayat (1), Pengelolaan barang milik daerah dilaksanakan berdasarkan asas
Penyimpanan, penyaluran, transparansi dan keterbukaan, efisiensi, dan akuntabilitas
Fungsional, kepastian hukum, transparansi dan keterbukaan, efisiensi, akuntabilitas, dan kepastian nilai
Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian, transparansi dan keterbukaan, efisiensi, akuntabilitas
Penatausahaan, pemanfaatan, penilaian, fungsionalitas, efisiensi, akuntabilitas, pemindahtanganan, dan pembiayaan
Berikut merupakan contoh risiko yang dapat diidentifikasi pada tahap pemanfaatan aset, yaitu
Risiko kehilangan barang
Risiko barang tidak sesuai kebutuhan
Risiko penggunaan aset tidak sesuai tupoksi
Risiko hasil pemanfaatan tidak masuk ke kas daerah
“Kegiatan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan barang daerah dan jasa,” merupakan pengertian dari
Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran
Pengadaan
Penerimaan, Penyimpanan dan Penyaluran
Penatausahaan
Berikut merupakan contoh pertanyaan reviu risiko operasional pengelolaan aset pada tahap penatausahaan, yaitu
Apakah dilakukan inventarisasi secara periodik?
Apakah penggunaan aset mendapat persetujuan pejabat berwenang?
Apakah terdapat daftar aset yang dimanfaatkan yang selalu di‐update?
Apakah dilakukan simulasi pengamanan secara periodik?
Berikut pengertian dari pemindahtangan, yaitu
Reviu atas kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari pemindahtanganan dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan atau disertakan sebagai modal pemerintah daerah
Penghapusan atas kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari pengalihan dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan atau disertakan sebagai modal pemerintah daerah
Pengalihan kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari penghapusan dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan atau disertakan sebagai modal pemerintah daerah
Penghapusan atas kepemilikan barang milik daerah sebagai tindak lanjut dari pemindahtanganan dengan cara dijual, dipertukarkan, dihibahkan atau disertakan sebagai modal pemerintah daerah
Pertanyaan yang relevan untuk menilai efektivitas system manajemen risiko operasional pembiayaan, kecuali
Apakah pengadaan barang yang diajukan untuk dibiayai telah direncanakan?
Apakah pengajuan pembiayaan wajar?
Apakah usulan biaya telah memperoleh verifikasi dan reviu yang memadai dari pihak yang kompeten dan berwenang?
Apakah sudah mendapatkan honor?
Andersen dan Jessen (2003) menyatakan bahwa konsep …….…. pada organisasi bertujuan mengarahkan organisasi dalam kondisi yang sempurna untuk mencapai tujuannya.
Imunitas
Penyintas
Maturitas
Maturnuwun
Menurut IIA (2013), model maturitas menggambarkan tahapan proses yang diyakini akan mengarahkan pada ………………….. yang lebih baik.
Output
Outcome
Output dan outcome
Sesuatu
Tingkat kematangan implementasi manajemen risiko dalam suatu organisasi dapat ditunjukkan dari…….
Maturity level
Stress level
Cholesterol level
Laporan kinerja
Manajemen risiko yang dibangun masih berfokus pada ketaatan, merupakan simpulan atribut manajemen risiko pada rentang…..
Basic
Bassist
Mature
Old
Rentang Manajemen Risiko tahap advanced, dapat didefinisikan ……
Manajamen risiko ala kadarnya
Manajemen risiko menjadi hal mistis
Manajemen risiko menjadi suatu alat music ritmis
Manajemen risiko menjadi suatu alat strategis
Semakin matang proses pengelolaan risiko menggambarkan bahwa bangunan manajemen risiko semakin efektif dan semakin memudahkan pimpinan dalam …………
Pengambilan keputusan
Pengambilan sampling
Pengambilan sumpah
Pengambilan jatah
