wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

B.INDO- LATIHAN REVIEW UKD 6

Total questions: 20

Worksheet time: 34mins

Name
Class
Date
1.

GARUDA PANCASILA

Garuda Pancasila

Akulah pendukungmu

Patriot proklamasi

Sedia berkorban untukmu

Pancasila dasar negara

Rakyat adil makmur sentosa

Pribadi bangsaku

Ayo maju maju

Ayo maju maju

Ayo maju maju

1. Arti kata “patriot” dalam lagu tersebut adalah ….

a)

penjahat

b)

pembela tanah air

c)

pemberani

d)

pembelajar

2.

GARUDA PANCASILA

Garuda Pancasila

Akulah pendukungmu

Patriot proklamasi

Sedia berkorban untukmu

Pancasila dasar negara

Rakyat adil makmur sentosa

Pribadi bangsaku

Ayo maju maju

Ayo maju maju

Ayo maju maju

2. Kata dalam penggalan lagu tersebut yang berarti “bebas dari kesukaran, aman, tenteram, dan sejahtera” adalah ….

a)

sentosa

b)

proklamasi

c)

berkorban

d)

maju

3.

GARUDA PANCASILA

Garuda Pancasila

Akulah pendukungmu

Patriot proklamasi

Sedia berkorban untukmu

Pancasila dasar negara

Rakyat adil makmur sentosa

Pribadi bangsaku

Ayo maju maju

Ayo maju maju

Ayo maju maju

3. Pesan yang dapat diambil dari lagu tersebut adalah ….

a)

A. Pancasila adalah dasar negara yang kita cintai sehingga kita harus memasang gambar Pancasila di setiap ruang kelas

b)

B. kita harus mendukung Pancasila sebagai dasar negara dan bahkan bersedia berkorban untuknya

c)

C.kita harus berbuat sesuka hati untuk Pancasila supaya negara kita menjadi negara yang maju

d)

D.kita mengajak setiap warga negara agar maju untuk menentang Pancasila karena tidak sesuai kepribadian bangsa kita

4.

Pulau Sumba

Tanah permai bertabur bebukitan

Berselimutkan sabana

Semesta sajikan tarian rumput

Dengan iringan angin di sana

Pesona satu dari ribuan zamrud khatulistiwa

….

4. Pemberian tanda jeda yang tepat pada baris pertama penggalan puisi tersebut adalah ….

a)

A. Tanah / permai /// bertabur bebukitan//

b)

B. Tanah permai / bertabur bebukitan//

c)

C. Tanah / permai// bertabur /bebukitan//

d)

D. Tanah / permai// bertabur bebukitan///

5.

Pulau Sumba

Tanah permai bertabur bebukitan

Berselimutkan sabana

Semesta sajikan tarian rumput

Dengan iringan angin di sana

Pesona satu dari ribuan zamrud khatulistiwa

….

5. Arti kata “sabana” dalam penggalan puisi tersebut adalah ….

a)

A. padang rumput luas yang banyak danaunya

b)

B. padang rumput yang ada pepohonannya

c)

C. padang rumput luas tanpa pepohonan

d)

D. padang rumput yang berbukit-bukit

6.

Pulau Sumba

Tanah permai bertabur bebukitan

Berselimutkan sabana

Semesta sajikan tarian rumput

Dengan iringan angin di sana

Pesona satu dari ribuan zamrud khatulistiwa

….

6. Maksud dari baris “pesona satu dari ribuan zamrud khatulistiwa” adalah ….

a)

A. Pulau Sumba adalah salah satu pulau yang indah di antara ribuan pulau lain di Indonesia yang keindahannya bagaikan permata berwarna hijau di garis khatulistiwa.

b)

B. Pulau Sumba adalah satu-satunya pulau yang indah di antara ribuan pulau lain di Indonesia yang keindahannya bagaikan permata berwarna hijau di garis khatulistiwa.

c)

C. Pulau Sumba kurang indah jika dibandingkan dengan ribuan pulau lain di Indonesia yang keindahannya bagaikan permata berwarna hijau di garis khatulistiwa.

d)

D. Pulau Sumba tidak terlalu indah karena di Indonesia ada ribuan pulau lain yang keindahannya bagaikan permata berwarna hijau di garis khatulistiwa.

7.

Ingin … kaki ini kembali ke sana

Mengobati rinduku padanya

Dari fajar hingga terbenamnya

Sang mentari di langit sore.

7. Pilihan kata yang tepat untuk melengkapi puisi yang rumpang tersebut adalah ….

a)

A. berlarian

b)

B. kujejakkan

c)

C. kujalani

d)

D. menjalankan

8.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus ada dalam naskah pidato.

1) Salam penutup

2) Isi pidato

3) Pembuka

4) Penutup

5) Salam pembuka

Urutan struktur pidato yang tepat adalah adalah….

a)

A. 3-5-2-1-4

b)

B. 5-3-2-4-1

c)

C. 3-5-2-4-1

d)

D. 5-3-2-1-4

9.

Teman-teman, waktu ujian akhir semester semakin dekat. Jangan berpuas diri dan malas jika tidak ingin kecewa. Nilai yang memuaskan untuk ujian harus diperoleh agar kita bisa naik kelas. Ayo belajar lebih keras untuk mendapatkan hasil UAS yang memuaskan!

Isi dari pidato tersebut adalah ….

a)

A. ajakan untuk belajar lebih keras agar mendapatkan nilai yang memuaskan.

b)

B. menginformasikan agar siswa tidak boleh puas dengan hasil yang baik

c)

C. pemberitahuan bahwa murid yang malas pasti tidak akan bisa naik kelas

d)

D. laporan pelaksanaan ujian akhir semester yang sudah dekat

10.

Bapak yakin jika satu per satu dari kalian dapat menerapkan Bhineka Tunggal Ika, kita semua dapat belajar, berteman, dan bekerja sama dengan baik, dan menyenangkan, di sekolah ini. Demikian pidato dari saya pagi ini. Terima kasih atas perhatian kalian.

Bagian pidato di atas merupakan bagian ... dari pidato

a)

A. pembukaan

b)

B. isi

c)

C. penutup

d)

D. salam penutup

11.

Dalam membaca pidato, hal yang tidak boleh dilakukan adalah….

a)

A. berdiri dengan santai

b)

B. berbicara dengan tenang

c)

C. menatap mata pendengar dengan wajar

d)

D. menggunakan gerakan tangan untuk menegaskan sesuatu.

12.

“… yang telah berjuang untuk negaranya disebut patriot bangsa.”Kata ganti yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ….

a)

A. kamu

b)

B. mereka

c)

C. kalian

d)

D. dia

13.

13. Perhatikan percakapan berikut!

Jervis : Mengapa …(a) dan Brandon tidak masuk sekolah?

Keith : … (b) tidak masuk sekolah karena harus mengikuti lomba di Jakarta!

Kata ganti yang tepat untuk melengkapi percakapan tersebut adalah ….

a)

A. (a) kamu (b) kita

b)

B. (a) kalian (b) kita

c)

C. (a) kamu (b) kami

d)

D. (a) kalian (b) kami

14.

14. Berikut adalah hal-hal yang harus ditulis saat membuat tinjauan cerita bersambung, kecuali ….

a)

A. latar belakang cerita

b)

B. permasalahan dalam cerita

c)

C. hal yang disukai dari cerita

d)

D. pesan moral cerita

15.

Asal-Usul Batu Kuwung

Pada zaman dahulu, ada seorang saudagar yang kaya raya. Saudagar ini selalu merendahkan orang lain dan tidak pernah mau berbagi. Penduduk desa sangat membencinya. Pada suatu hari, datanglah seorang pengemis berkaki pincang meminta makanan. Bukannya memberi, Si Pengemis malah didorong hingga jatuh. Mendapat perlakuan seperti itu, si pengemis pun marah.

Keesokan harinya, ketika Saudagar bangun dari tidur, kedua kakinya sulit digerakkan. Ia tak mampu bangkit dari kasurnya. Ia pun panik. la memerintahkan pengawainya mencari tabib, dukun, atau orang sakti untuk mengobati penyakitnya. Namun, tak satu pun orang pintar yang berhasil mengobatinya. Saudagar itu pun berjanji bahwa ia akan memberikan setengah dari harta kekayaannya kepada siapa saja yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Mendengar hal itu, si Pengemis berkaki pincang datang kembali dan menjelaskan apa yang menjadi penyebab lumpuhnya kaki sang Saudagar tersebut.

Ada beberapa syarat jika sang saudagar ingin sembuh. Pertama, harus rendah hati dan pemurah. Kedua, harus bertapa di atas batu cekung selama tujuh hari tujuh malam. Ketiga, ia harus memenuhi janji untuk membagi separuh kekayaan kepada orang miskin di sekitar rumahnya.

Dengan dibantu oleh pelayannya, berangkatlah sang Saudagar untuk bertapa di atas batu cekung selama tujuh hari tujuh malam. Pada hari terakhir pertapaan, keajaiban pun terjadi. Dari pusat batu cekung tersebut menyemburlah sumber mata air panas. Saudagar itu menghentikan tapanya, ia mandi dengan sumber mata air panas. Sungguh aneh, kedua kakinya yang semula lumpuh, kini dapat ia gerakkan kembali. la pun memenuhi janjinya untuk membagi-bagikan separo harta kepada orang-orang miskin di sekitar tempat tinggalnya.

Penduduk setempat menyebut istilah cekung dengan Kuwung, maka Batu Cekung yang telah menjadi sebab kesembuhan si Saudagar disebut Batu Kuwung. Konon, berbagai macam penyakit dapat sembuh apabila mandi dengan sumber mata air panas tersebut.

Sumber: www.ceritarakyatnusantara.com

15. Watak tokoh Saudagar dalam cerita tersebut adalah ….

a)

A. rendah hati dan pemurah

b)

B. serakah dan jujur

c)

C. sombong dan kikir

d)

D. tamak dan pemarah

16.

Asal-Usul Batu Kuwung

Pada zaman dahulu, ada seorang saudagar yang kaya raya. Saudagar ini selalu merendahkan orang lain dan tidak pernah mau berbagi. Penduduk desa sangat membencinya. Pada suatu hari, datanglah seorang pengemis berkaki pincang meminta makanan. Bukannya memberi, Si Pengemis malah didorong hingga jatuh. Mendapat perlakuan seperti itu, si pengemis pun marah.

Keesokan harinya, ketika Saudagar bangun dari tidur, kedua kakinya sulit digerakkan. Ia tak mampu bangkit dari kasurnya. Ia pun panik. la memerintahkan pengawainya mencari tabib, dukun, atau orang sakti untuk mengobati penyakitnya. Namun, tak satu pun orang pintar yang berhasil mengobatinya. Saudagar itu pun berjanji bahwa ia akan memberikan setengah dari harta kekayaannya kepada siapa saja yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Mendengar hal itu, si Pengemis berkaki pincang datang kembali dan menjelaskan apa yang menjadi penyebab lumpuhnya kaki sang Saudagar tersebut.

Ada beberapa syarat jika sang saudagar ingin sembuh. Pertama, harus rendah hati dan pemurah. Kedua, harus bertapa di atas batu cekung selama tujuh hari tujuh malam. Ketiga, ia harus memenuhi janji untuk membagi separuh kekayaan kepada orang miskin di sekitar rumahnya.

Dengan dibantu oleh pelayannya, berangkatlah sang Saudagar untuk bertapa di atas batu cekung selama tujuh hari tujuh malam. Pada hari terakhir pertapaan, keajaiban pun terjadi. Dari pusat batu cekung tersebut menyemburlah sumber mata air panas. Saudagar itu menghentikan tapanya, ia mandi dengan sumber mata air panas. Sungguh aneh, kedua kakinya yang semula lumpuh, kini dapat ia gerakkan kembali. la pun memenuhi janjinya untuk membagi-bagikan separo harta kepada orang-orang miskin di sekitar tempat tinggalnya.

Penduduk setempat menyebut istilah cekung dengan Kuwung, maka Batu Cekung yang telah menjadi sebab kesembuhan si Saudagar disebut Batu Kuwung. Konon, berbagai macam penyakit dapat sembuh apabila mandi dengan sumber mata air panas tersebut.

Sumber: www.ceritarakyatnusantara.com

16. Latar waktu yang terdapat dalam cerita tersebut adalah ….

a)

A. pada zaman kerajaan

b)

B. pada zaman dahulu

c)

C. pada zaman batu

d)

D. pada zaman penjajahan

17.

Asal-Usul Batu Kuwung

Pada zaman dahulu, ada seorang saudagar yang kaya raya. Saudagar ini selalu merendahkan orang lain dan tidak pernah mau berbagi. Penduduk desa sangat membencinya. Pada suatu hari, datanglah seorang pengemis berkaki pincang meminta makanan. Bukannya memberi, Si Pengemis malah didorong hingga jatuh. Mendapat perlakuan seperti itu, si pengemis pun marah.

Keesokan harinya, ketika Saudagar bangun dari tidur, kedua kakinya sulit digerakkan. Ia tak mampu bangkit dari kasurnya. Ia pun panik. la memerintahkan pengawainya mencari tabib, dukun, atau orang sakti untuk mengobati penyakitnya. Namun, tak satu pun orang pintar yang berhasil mengobatinya. Saudagar itu pun berjanji bahwa ia akan memberikan setengah dari harta kekayaannya kepada siapa saja yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Mendengar hal itu, si Pengemis berkaki pincang datang kembali dan menjelaskan apa yang menjadi penyebab lumpuhnya kaki sang Saudagar tersebut.

Ada beberapa syarat jika sang saudagar ingin sembuh. Pertama, harus rendah hati dan pemurah. Kedua, harus bertapa di atas batu cekung selama tujuh hari tujuh malam. Ketiga, ia harus memenuhi janji untuk membagi separuh kekayaan kepada orang miskin di sekitar rumahnya.

Dengan dibantu oleh pelayannya, berangkatlah sang Saudagar untuk bertapa di atas batu cekung selama tujuh hari tujuh malam. Pada hari terakhir pertapaan, keajaiban pun terjadi. Dari pusat batu cekung tersebut menyemburlah sumber mata air panas. Saudagar itu menghentikan tapanya, ia mandi dengan sumber mata air panas. Sungguh aneh, kedua kakinya yang semula lumpuh, kini dapat ia gerakkan kembali. la pun memenuhi janjinya untuk membagi-bagikan separo harta kepada orang-orang miskin di sekitar tempat tinggalnya.

Penduduk setempat menyebut istilah cekung dengan Kuwung, maka Batu Cekung yang telah menjadi sebab kesembuhan si Saudagar disebut Batu Kuwung. Konon, berbagai macam penyakit dapat sembuh apabila mandi dengan sumber mata air panas tersebut.

Sumber: www.ceritarakyatnusantara.com

17. Permasalahan yang terdapat dalam cerita tersebut adalah ….

a)

A. Saudagar sembuh dan membagikan sebagian hartanya kepada orang miskin di sekitar rumahnya.

b)

B. Saudagar menolong pengemis yang kesusahan sehingga penyakitnya dapat disembuhkan.

c)

C. Saudagar yang sombong dan pelit dibenci oleh banyak orang sehingga dia bertapa di atas batu cekung.

d)

D. Saudagar yang sombong dan pelit tidak mau berbagi kepada pengemis pincang lalu tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa disembuhkan.

18.

Asal-Usul Batu Kuwung

Pada zaman dahulu, ada seorang saudagar yang kaya raya. Saudagar ini selalu merendahkan orang lain dan tidak pernah mau berbagi. Penduduk desa sangat membencinya. Pada suatu hari, datanglah seorang pengemis berkaki pincang meminta makanan. Bukannya memberi, Si Pengemis malah didorong hingga jatuh. Mendapat perlakuan seperti itu, si pengemis pun marah.

Keesokan harinya, ketika Saudagar bangun dari tidur, kedua kakinya sulit digerakkan. Ia tak mampu bangkit dari kasurnya. Ia pun panik. la memerintahkan pengawainya mencari tabib, dukun, atau orang sakti untuk mengobati penyakitnya. Namun, tak satu pun orang pintar yang berhasil mengobatinya. Saudagar itu pun berjanji bahwa ia akan memberikan setengah dari harta kekayaannya kepada siapa saja yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Mendengar hal itu, si Pengemis berkaki pincang datang kembali dan menjelaskan apa yang menjadi penyebab lumpuhnya kaki sang Saudagar tersebut.

Ada beberapa syarat jika sang saudagar ingin sembuh. Pertama, harus rendah hati dan pemurah. Kedua, harus bertapa di atas batu cekung selama tujuh hari tujuh malam. Ketiga, ia harus memenuhi janji untuk membagi separuh kekayaan kepada orang miskin di sekitar rumahnya.

Dengan dibantu oleh pelayannya, berangkatlah sang Saudagar untuk bertapa di atas batu cekung selama tujuh hari tujuh malam. Pada hari terakhir pertapaan, keajaiban pun terjadi. Dari pusat batu cekung tersebut menyemburlah sumber mata air panas. Saudagar itu menghentikan tapanya, ia mandi dengan sumber mata air panas. Sungguh aneh, kedua kakinya yang semula lumpuh, kini dapat ia gerakkan kembali. la pun memenuhi janjinya untuk membagi-bagikan separo harta kepada orang-orang miskin di sekitar tempat tinggalnya.

Penduduk setempat menyebut istilah cekung dengan Kuwung, maka Batu Cekung yang telah menjadi sebab kesembuhan si Saudagar disebut Batu Kuwung. Konon, berbagai macam penyakit dapat sembuh apabila mandi dengan sumber mata air panas tersebut.

Sumber: www.ceritarakyatnusantara.com

18. Pesan moral yang terdapat dalam cerita tersebut adalah ….

a)

A. kita tidak boleh serakah dan jangan berbagi dengan orang yang membutuhkan

b)

B. kita tidak boleh jahat kepada orang lain dan harus menghormati orang tua

c)

C. kita tidak boleh sombong dan harus berbagi dengan orang yang membutuhkan

d)

D. kita tidak boleh sombong dan tidak boleh iri dengan keberhasilan orang lain

19.

19. Ibu mengizinkan Felicia dan Elaine pergi ke Kepulauan Seribu … ada yang mendampingi mereka. Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut agar menjadi kalimat majemuk bertingkat hubungan syarat adalah ….

a)

A. karena

b)

B. sehingga

c)

C. supaya

d)

D. asalkan

20.

20. Berikut ini yang bukan kalimat majemuk bertingkat hubungan syarat adalah ….

a)

A. Kalau kebersihan pantai tidak dijaga, wisatawan tidak tertarik lagi untuk berkunjung.

b)

B. Jika ingin mengunjungi Pulau Sumba, persiapan fisik sangat perlu dilakukan.

c)

C.Leonel mengunjungi Danau Kelimutu ketika berkunjung ke rumah neneknya.

d)

D. Kakak akan membeli perlengkapan untuk berkemah apabila uang tabungannya sudah cukup.