WorksheetsTEKS NEGOSIASI
Total questions: 25
Worksheet time: 10mins
Secara umum, struktur negosiasi dapat berupa….
Pernyataan umum, aspek yang digolongkan
Pembuka, isi, penutup
Orientasi, komplikasi, Reorientasi, koda
Babak, adegan, prolog, dialog, epilog
Tesis, argumentasi, penegasan ulang
Berikut ini yang merupakan contoh negosiasi adalah….
Dialog interaktif
Seminar
Debat capres
Lobi antarfraksi saat sidang istimewa di DPR
Tanya-jawab saat ceramah
“ 60 ribu kemahalan, Bang. 45 ribu saja ya? Saya beli dua baju, Bang.” Dalam jual-beli, kalimat di atas termasuk ke dalam struktur….
Permintaan
Penawaran
Pemenuhan
Pembelian
Persetujuan
1. Perhatikan teks negosiasi di bawah ini!
(Irwan selaku ketua OSIS menghadap kepala sekolah untuk menyerahkan proposal kegiatan latihan dasar kepemimpinan) (1) Irwan : Selamat siang, Pak. (2) Kepsek : Siang, masuk Wan! Ada apa, Wan? (3) Irwan : Ini Pak, ada proposal acara LDK untuk bulan depan. (4) Kepsek : Coba Bapak lihat! (sambil membolak-balik halaman proposal) Ini acara puncaknya di luar sekolah, Wan? (5) Irwan : Iya, Pak. Rencana mau kami adakan di Kandang Badak, Gunung Pangrango, Cibodas. (6) Kepsek : Kalau untuk ini, mohon maaf, Bapak tidak bisa izinkan. Risikonya terlalu besar untuk dilaksanakan di luar sekolah, apalagi di gunung. Bagaimana kalau acaranya di sekolah saja. Biaya sedikit dan tanggung jawabnya tidak terlalu berat. (7) Irwan : Kami sudah memikirkan soal risiko itu, Pak. Pak Cuntawan sebagai pembina sudah sepakat. Kandang Badak tidak terlalu tinggi. Kami pun akan mengikutsertakan para alumni. Soal biaya 50 % ditanggung alumni, tetapi dengan syarat acara outbond diadakan di luar. (8) Kepsek : Begitu ya? Baiklah, nanti akan Bapak pertimbangkan. (9) Irwan : Terima kasih, Pak.
Proses tawar-menawar antara Irwan dan kepala sekolah terjadi pada nomor….
1,2,3,4
5,6,7,8
7,8,9,10
3,4,5,6
2,3,4,5
Perhatikan kutipan dialog berikut!
Pramuniaga : Sebentar, Kak, saya cek dulu barangnya. Ada Kak. Telepon merek Sambung Galaksih warna transparan. Harga lima juta, gratis micro sd 8 GB, pelapis anticakar, dan garansi toko seumur hidup.
Calon pembeli : Wah, itu kemahalan, Mbak. Ini kan tipe lama. Harga pasarannya empat juta. Empat juta saja ya…
Pasangan tuturan yang tepat berdasarkan kutipan teks negosiasi di atas adalah….
Mengucapkan salam – membalas salam
Bertanya – menjawab /tidak menjawab
Meminta tolong – memenuhi/menolak permintaan
Menawarkan – menerima/menolak tawaran
Mengusulkan – menerima/menolak usulan.
Di dalam teks negosiasi, bahasa yang digunakan untuk mengajak pihak lain agar mau memenuhi permintaan kita adalah .…
Imperatif
Interogatif
Informatif
Persuasif
Deklaratif
Cara yang baik untuk mengemukakan argumentasi agar pihak lain merasa yakin adalah dengan cara ….
Menggunakan istilah-istilah ilmiah
Santun dalam mengemukakan pendapat
Bersikap arogan
Melakukan ancaman
Menyanjung secara berlebihan
Pada hari Senin ada seorang pemuda menemui bagian personalia di perusahaan percetakan.
Yos : "Selamat Pagi. Saya calon pegawai yang kemarin dipanggil untuk menjalani tes wawancara sebagai kepala gudang Pak. Begini Pak, kebetulan pada hari Rabu saya menghadiri upacara pernikahan adik saya. bolehkah tes wawancaranya saya lakukan besok?”
Pegawai: "Kalau tidak bisa besok berarti Bapak gugur sebagai calon pegawai di sini?”
Yos : "Jangan Pak, sebagai kompensasi Saya boleh ditempatkan di bagian mana saja asalkan saya tetap diterima di sini pak.”
Pegawai: " Baiklah akan saya catat di sini.”
Yos : "Baik. Terima kasih atas kebaikannya Pak. Saya Permisi dulu.” Mereka berdua berjabat tangan dan Yos berpamitan.
Hal yang dilakukan Yos sehingga dia dapat terus mengikuti seleksi calon pegawai padahal dia tidak bisa mengikuti seleksi tes wawancara pada hari Rabu adalah....
Yos mengikuti tes wawancara pada hari Selasa.
Yos meminta ijin tidak mengikuti tes wawancara pada pegawai di perusahaan percetaakan.
Yos membuat negosiasi bersedia ditempatkan di bagian mana saja dengan bagian personalian perusahaan.
Yos menjadi wakil keluarga pada pernikahan adiknya.
Yos memiliki jiwa kepribadian yang santun dan disiplin.
Simak percakapan berikut ini!
Cetta : “Zra kemarin aku kan pesan power bank di Manda kamu tahu kan?”
Azra : “Ya, memangnya kenapa Cett? Apa barangnya rusak?”
Cetta : “Ternyata ayahku memberi aku hadiah power bank juga karena ulangan bahasa Indonesiaku dapat 100. Aku bingung nih kan mubazir punya 2. Kamu mau beli satu tidak?”
Azra : “Waduhh aku lagi gak punya uang nih Cett.”
Cetta : “Gimana kalau kamu bayar dua kali Zhra, asalkan kamu mau beli hehehe.”
Azra : “Oke deh. Wah kalau sudah kena rayuanmu Aku pansti nyerah deh.” Cetta : “Terima kasih ya sahabatku tercinta.”
Menurut informasi pada teks di atas penyebab Cetta menjual power bank ke sahabatnya karena ....
Cetta dibelikan power bank ayahnya padahal dia juga memesan di Manda.
Azra menyetujui untuk melakukan dua kali pembayaran.
Cetta dan Azra bersahabat.
Harga power bank di Manda lebih murah.
Cetta takut dimarahi ayahnya.
Suasana pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X MIA 2
Bapak guru : “Pagi anak-anak! Silakan dikumpulkan tugas projek pembuatan naskah drama yang bapak berikan satu bulan yang lalu.” (Semua anak maju kecuali Ani)
Ani : “Pak, mohon maaf tugas saya tertinggal. Padahal tadi sudah saya siapkan karena terburu-buru berangkat saya lupa memasukkannya ke dalam tas, Pak.”
Bapak guru : “Kan saya sudah bilang to, siapa saja yang tidak mengumpulkan pada hari ini dengan alasan apapun nilainya 0.”
Ani : “Pada hari ini kan, Pak? Jadi, kalau saya kumpulkan nanti siang boleh, Pak? Saya izin telp Mamah saya untuk mengantarkan ke sekolah, setelah itu saya langsung memberikan ke Bapak. Bagaimana,
Pak?” Bapak guru : “Baiklah kalau begitu Ani. Bapak tunggu sebelum pukul 12.00 WIB,ya.”
Ani : “Baik, Pak terima kasih atas kemurahan hati Pak Ari.”
Kalimat simpulan dari teks negosiasi di atas ialah ....
Tugas projek naskah drama Ani tertinggal di rumah.
Bapak guru memberi nilai 0 bagi siswa yang tidak mengumpulkan tugas projek hari ini.
Ani meminta mamanya untuk mengantarkan tugas projek ke sekolah.
Ani akan memberikan tugas projek pak Ari sebelum pukul 12.00.
Ani meminta izin untuk menghubungi mamanya.
Latar tempat parkiran mall. Seorang gadis akan memarkirkan sepeda motornya.
Tukang parkir : “Permisi Mbak , boleh saya lihat STNK-nya?
Gadis : “Astaga, saya lupa membawa Pak, ada di tas saya satunya.”
Tukang parkir : “Mohon maaf Mbak, Anda tidak bisa parkir di sini karena tidak membawa STNK.”
Gadis : “Tolonglah Pak, adik saya sedang mengikuti lomba menyanyi di dalam!”
Tukang parkir : “Sebaiknya Anda parkir saja di luar Mbak.”
Gadis : “Begini deh Pak, ini KTP saya sebagai jaminan dan saya bersedia membayar denda dua kali lipat asalkan saya bisa parkir di sini.”
Tukang parkir : “Baiklah mari ikut saya ke kantor .”
Gadis : “Iya pak, terima kasih atas bantuannya.”
Menurut informasi di atas, syarat negosiasi yang harus dipenuhi gadis itu untuk dapat memarkirkan sepeda motornya adalah ....
Membayar denda dua kali lipat.
Memberikan KTP sebagai jaminan.
Memberikan KTP sebagai jaminan dan membayar denda dua kali lipat.
Menandatangani surat denda.
Memarkir sepeda motor di luar mall
Dialog terjadi di ruang kelas SMA Maju Sekali ketika pergantian jam pelajaran.
Paijo : “Liburan semesteran besok enaknya kita pergi ke mana ya, Nah?”
Painah : “Bagaimana kalau kita pergi ke Taman Pintar, Jo?”
Paijo : “Iya aku juga setuju karena aku juga belum pernah ke sana.”
Painah : “Baiklah kalau begitu mulai besok kita mulai menabung ya supaya pasokan uang saku kita berlimpah untuk liburan”
Paijo : “Siip lah. Stttt pak guru sudah datang.”
Paijo dan Painah segera menyiapkan buku pelajaran dan memulai belajar.
Kutipan teks di atas bukan termasuk teks negosiasi melainkan teks diskusi karena ....
Tidak terdapat topik permasalahan yang dibahas.
Tidak terdapat kalimat negosiasi.
Tidak terdapat kalimat simpulan.
Tidak terdapat kalimat argumentasi.
Tidak terdapat pernyataan sebab dan akibat
Sansan : Maaf. Bu. Bisa meminta waktu sebentar? (1)
Bu Lita : Ada apa, ya, San? (2)
Sansan : Saya ingin mengajukan cuti kerja. (3)
Bu Lita : O, ya. Pasti karena kahmilanmu itu, kan. (4)
Sansan : Betul, bu. (5)
Bu Lita : Sudah berapa bulan kandungannya? (6)
Sansan : sudah delapan bulan, Bu. (7)
Pernyataan maksud negosiasi dinyatakan dalam nomor . . .
(1)
(2)
(3)
(4)
(2) dan (3)
Sansan : Maaf. Bu. Bisa meminta waktu sebentar? (1)
Bu Lita : Ada apa, ya, San? (2)
Sansan : Saya ingin mengajukan cuti kerja. (3)
Bu Lita : O, ya. Pasti karena kahmilanmu itu, kan. (4)
Sansan : Betul, bu. (5)
Bu Lita : Sudah berapa bulan kandungannya? (6)
Sansan : sudah delapan bulan, Bu. (7)
Pernyataan maksud negosiasi dinyatakan dalam nomor . . .
(1) dan (2)
(3) dan (4)
(2) dan (3)
(4) dan (5)
(6) dan (7)
Sansan : Maaf. Bu. Bisa meminta waktu sebentar? (1)
Bu Lita : Ada apa, ya, San? (2)
Sansan : Saya ingin mengajukan cuti kerja. (3)
Bu Lita : O, ya. Pasti karena kahmilanmu itu, kan. (4)
Sansan : Betul, bu. (5)
Bu Lita : Sudah berapa bulan kandungannya? (6)
Sansan : sudah delapan bulan, Bu. (7)
Pernyataan maksud negosiasi dinyatakan dalam nomor . . .
Betul, Bu
Sudah delapan bulan, Bu
Bisa meminta waktu sebentar?
Saya ingin megajukan cuti kerja
Pasti karena kehamilan itu, kan
Mina : Pindahkan saja jadwal tugas ke Bandung itu. Memang tidak bisa, Del?
Dela : Terus terang saja tidak bisa menolak kalau ada tugas dari Pak Hasan. Takut tersinggung. Kalau dengan kamu pasti tidak, kan? Makanya saya meminta jadwal kunjungan ke Bima Sakti itu yang digeser.
Mina : Yah, kamu. Saya bukannya tidak memahami persoalan kamu itu. Kalau kunjungan kita digeser akan merembet pada jadwal-jadwal yang lain. Belum lagi kita harus konfrimasi lagi ke Bima Sakti. Itu kan, sebuah persoalan. Belum tentu mereka menyetujuinya.
Contoh kalimat penolakan dalam cuplikan di atas adalah . . .
Terus terang saya tidak bisa menolak kalau ada tugas dari Pak Hasan
Makanya saya meminta jadwal kunjungan ke Bima Sakti itu yang digeser
Saya bukannya tidak memahami persoalan kamu itu
Kalau kunjungan kita digesr akan merembet pada jadwal-jadwal yang lain
Belum lagi kita harus konfrimasi lagi ke Bima Sakti
Mina : Pindahkan saja jadwal tugas ke Bandung itu. Memang tidak bisa, Del?
Dela : Terus terang saja tidak bisa menolak kalau ada tugas dari Pak Hasan. Takut tersinggung. Kalau dengan kamu pasti tidak, kan? Makanya saya meminta jadwal kunjungan ke Bima Sakti itu yang digeser.
Mina : Yah, kamu. Saya bukannya tidak memahami persoalan kamu itu. Kalau kunjungan kita digeser akan merembet pada jadwal-jadwal yang lain. Belum lagi kita harus konfrimasi lagi ke Bima Sakti. Itu kan, sebuah persoalan. Belum tentu mereka menyetujuinya.
Contoh kalimat yang megandung argumentasi . . .
Takut tersinggung
Itu kan, sebuah persoalan
Pindahkan saja jadwal tugas ke Bandung itu
Makanya saya meminta jadwal kunjungan ke Bima Sakti itu yang digeser
Kalau kunjungan kita digeser akan merembet pada jadwal-jadwal yang lain
Mina : Pindahkan saja jadwal tugas ke Bandung itu. Memang tidak bisa, Del?
Dela : Terus terang saja tidak bisa menolak kalau ada tugas dari Pak Hasan. Takut tersinggung. Kalau dengan kamu pasti tidak, kan? Makanya saya meminta jadwal kunjungan ke Bima Sakti itu yang digeser.
Mina : Yah, kamu. Saya bukannya tidak memahami persoalan kamu itu. Kalau kunjungan kita digeser akan merembet pada jadwal-jadwal yang lain. Belum lagi kita harus konfrimasi lagi ke Bima Sakti. Itu kan, sebuah persoalan. Belum tentu mereka menyetujuinya.
Kalimat yang menyatakan kekecewaan adalah . . .
Yah, kamu
Takut tersinggung
Memang tidak bisa, Del
Kalau dengan kamu pasti tidak, kan?
Belum tentu mereka menyetujuinya
Nana : Maaf, Pak. Kalau boleh tahu, deadline pekerjaan itu memang beberapa hari? (1)
Pak Eko : Ya, 2-3 hari, Na. Makanya . . . (2)
Nana : Nah, berarti ada satu hari untuk menyesaikannya. Saya sanggup, Pak. (3)
Pak Eko : Kalau tergesa-gesa, nanti pekerjaannya tidak sempurna, Na! (4)
Nana : Saya maksimalkan, Pak. Nantinya hasilnya bisa Bapak lihat! (5)
Kalimat yang menyatakan keraguan ditandai dengan nomor . . .
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Nana : Maaf, Pak. Kalau boleh tahu, deadline pekerjaan itu memang beberapa hari? (1)
Pak Eko : Ya, 2-3 hari, Na. Makanya . . . (2)
Nana : Nah, berarti ada satu hari untuk menyesaikannya. Saya sanggup, Pak. (3)
Pak Eko : Kalau tergesa-gesa, nanti pekerjaannya tidak sempurna, Na! (4)
Nana : Saya maksimalkan, Pak. Nantinya hasilnya bisa Bapak lihat! (5)
Kalimat yang menyatakan keraguan ditandai dengan nomor . . .
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(3) dan (5)
(4) dan (5)
Pak Agus : Gini saja. Kamu tidak boleh pindah kerja. Biar saya yang membereskan orangorang yang suka memfitnah kamu itu.
Hana : Ya, nanti masalahnya menjadi pelik, Pak, karena susah untuk membuktikannya.
Pak Agus : Iyalah, saya punya cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah kamu ini. Pokoknya, kamu tetap bekerja di bagian keuangan dan jangan dengarkan ocehan orang. Di bidang pekerjaan apa pun, orang berpikir negatif pasti ada saja.
Hana : Baik, Pak, kalau begitu. Saya akan berusaha tetap bertahan
Kalimat yang menyatakan penawaran adalah . . .
Kamu tidak boleh pindah kerja
Biar saya yang membereskan orang-orang yang suka memfitnah kamu itu
Ya, nanti masalahnya menjadi pelik, Pak, karena susah untuk membuktikannya
Iyalah, saya punya cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah kamu ini
Pokoknya, kamu tetap bekerja di bagian keuangan dan jangan dengarkan ocehan orang
Pak Agus : Gini saja. Kamu tidak boleh pindah kerja. Biar saya yang membereskan orangorang yang suka memfitnah kamu itu.
Hana : Ya, nanti masalahnya menjadi pelik, Pak, karena susah untuk membuktikannya.
Pak Agus : Iyalah, saya punya cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah kamu ini. Pokoknya, kamu tetap bekerja di bagian keuangan dan jangan dengarkan ocehan orang. Di bidang pekerjaan apa pun, orang berpikir negatif pasti ada saja.
Hana : Baik, Pak, kalau begitu. Saya akan berusaha tetap bertahan
Evaluasi yang tepat berkaitan dengan teks di atas adalah . . .
Negosiasi di atas berakhir dengan kegagalan dari negosiator 1 dalam mencapai maksudnya
Dari aspek kebahasaan, teka tersebut sudah cukup bagus karena tidak terlalu banyak penggunaan bahasa tidak bakunya
Banyak sekali penggunaan kalimat tidak efektif dalam teks tersebut sehingga pemahaman pembaca manjadi terganggu
Ada kata-kata yang salah penulisannya dalam percakapan tersebut, terutama di dalam penggunaan huruf capital
Struktur dan kaidah negosiasi di dalam cuplikan tersebut sudah lengkap, sesuai dengan ketentuan yang berlaku
Perhatikan kutipan teks negosiasi berikut!
Pengusaha: Langsung saja, saya keberatan atas aksi mogok yang kalian lakukan! Perusahaan bisa merugi kalau karyawan terus-terusan mogok begini!
Karyawan: Aksi yang kami lakukan bukan tanpa alasan, pak!
Pengusaha: Alasan apa?
Karyawan: Kami meminta kanaikan upah, pak! Hari ini harga kebutuhan pokok semakin meningkat, sementara penghasilan kami tetap!
Topik yang tepat untuk teks negosiasi tersebut adalah....
teks negosiasi antara perwakilan karyawan dan pengusaha.
kemarahan karyawana terhadap pengusaha.
pengusaha tidak mau bertemu dengan karyawan.
kekeslan karyawan terhadap kenaikan upah.
keinginan karyawan untuk berdiskusi dengan pengusaha tentang kenaikan upah.
Kalimat berikut yang termasuk bagian isi dari teks negosiasi adalah . . .
karyawan: selamat siang, pak!
Pengusaha: Sian. Ada yang bisa saya bantu?
karyawan: saya mewakili karyawan lain ingin menyampaikan aspirasi kami kepada Bapak.
Pengusaha: ya, silakan.
pengusaha: Alasan apa?
Karyawan: kami meminta kenaikan upah, karna kebuhan pokok semakin meningkat, sementara penghasilan kami tetap!
karyawan: Saya meminta komitmennya, Pak!
Pengusaha: Iya saya janji, minimal 7 persen, akan diusahakan goal. Nanti perwakilan kalian akan kami libatkan dalam rapat direksi.
karyawan: Baik pak, terima kasih. Selamat siang. Pengusaha: Selamat siang.
Teks negosiasi berikut yang termasuk bagian persetujuan adalah....
Anak: Uang sya tidak cukup, bagaimana kalo Rp.48.000,00 Saja?
Penjaga: itu terlalu murah, bagimana kalau Rp.55.000,00 saja?
Anak: Tapi uang saya hanya Rp50.000,00.
Penjaga: Begini saja, saya akan berikan bku ini seharga Rp.50.000,00. Bagimana?
Anak: Baiklah, Pak! Saya beli bukunya.
Penjaga: ini bukunya.
Anak: Ini uangnya pas ya pak, terima kasih sudah mau membatu saya.
Penjaga: iya, sama-sama. Terima kasih juga sudah membeli buku di toko saya.
Anak: Selamat siang, Pak.
Penjaga: selamat siang.
