WorksheetsFabel dan Legenda
Total questions: 15
Worksheet time: 40mins
Bacalah dialog berikut!
Kancil : ”Tuan, raja kami siap untuk berperang. Sebagai buktinya, raja kami pun mengirimkan kumisnya. (Kancil pun menyerahkan kumis Landak kepada Panglima Harimau). Panglima Harimau : ”ini kumis rajamu? ”Kancil : Iya, itu adalah kumis raja kami yang paling kecil. Raja kami menerima tantangan dari raja kalian”. (Para harimau sangat terkejut melihat kumis raja Pulau Kecil yang besar dan tajam). Prajurit Harimau : ”Kumis Raja Kancil sangat besar, sangat besar dari kumis raja kita. Kita pasti akan sulit untuk melawannya”. (Sambil berbisik kepada Panglima Harimau). Prajurit Harimau 2 : ”Lalu bagaimana?” Panglima Harimau : ”Sebaiknya kita segera pergi dari pulau ini”.
Berdasarkan dialog di atas ekspresi Panglima Harimau dan Prajurit harimau yang tepat adalah . . . .
Merasa malu
Berani dan melawan
Merasa kecewa
Merasa takut
Dihutan belantara hiduplah seekor Landak, namanya Landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landa tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya. Setiap hari Landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa diajak berbicara dan bermain.
Perbaikan penulisan kata depan di pada kutipan cerita tersebut yaitu....
di hutan, di tubuhnya, disaat
dihutan, disaat, di ajak
di hutan, di tubuhnya, di saat
di hutan, ditubuhnya, di saat
Di bawah ini manakah yang bukan fabel?
Kancil dan Buaya
Merak yang Congkak
Asal Mula Banyuwangi
Tikus dan Kucing
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“Ba-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu di malam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chaky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Tamat
Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…
rendah hati
sombong
serakah
malas
Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks (puncak permasalahan) dalam sebuah fabel adalah ....
Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.
Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.
Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.
Akhirnya kedua binatang yangmusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
Contoh tokoh yang ditemukan dalam cerita fabel adalah .....
Latar pada cerita binatang biasanya terjadi di ... .
perkotaan
hutan/alam
luar angkasa
tempat wisata
Monyet sudah diberi pisang oleh Pak Kerbau. Rupanya, ia tetap ingin pisang yang ada di pohonnya. Sang monyet pun memetik pisang itu. “Dasar monyet, bisanya hanya mencuri!” teriak pak Kerbau ketika memergoki monyet.
Watak tokoh monyet pada cerita di atas adalah .....
pemalas
baik hati
keras kepala
rakus
"Ah, kalau begini terus akan habislah binatang di hutan dimakan oleh si raksasa jahat itu. Maka, punahlah kita semua," demikian kata si Macan Loreng, raja hutan itu.
berdasarkan kutipan tersebut, yang menjadi tokoh jahat dalam cerita adalah....
raksasa
macan loreng
raja hutan
binatang hutan
Ketika itu, Raden Banterang mengancam istrinya dengan sebilah senjata, tetapi Dewi Surati saat itu juga menceburkan dirinya ke sungai dan tenggelam. "Banyuwangi, istriku tidak bersalah!" seru Raden Banterang. Ketika itu, seketika memang tercium bau yang harum dari sungai itu.
Cuplikan di atas merupakan bagian dari jenis cerita....
fabel
legenda
biografi
kisah hidup
Tuliskan 5 judul fabel!
Rangkum minimal 10 kalimat dari cerita fabel yang pernah kamu baca!
Tuliskan 5 judul legenda yang berasal dari termpat-tempat di Indonesia!
Buat kalimat yang memuat kata ulang berikut:
A. jalan-jalan
B. menakut-nakuti
C. sayur-mayur
D. lelaki
E. ubur-ubur
Tuliskan 3 contoh idiom (ungkapan) dan 3 peribahasa, BESERTA artinya!
