WorksheetsBHD Disritmia Neurologis
Total questions: 15
Worksheet time: 7mins
Termasuk irama jantung unshockable pada henti jantung tanpa nadi
Ventrikel Fibrilasi
Ventrikel Takikardi Tanpa Nadi
Pulseless Electrical Activity
Supraventrikular Takikardi
Dosis awal defibrilasi pada irama shockable
1 Joule/kgbb
2 Joule/kgbb
4 Joule/kgbb
5 Joule/kgbb
Bukan penyebab reversible pada gangguan irama jantung
Hipovolemia
Tension Pneumotoraks
Toksin
Mati Batang Otak
Yang tidak termasuk tata laksana pasien dengan henti jantung irama Shockable
Defibrilasi jantung dengan melanjutkan CPR 2 menit
Menjaga ventilasi dan oksigenasi adekuat
Memelihara akses Vaskular IO/IV
Memberikan bolus cairan dengan Balance Solution
Pilihan obat antikejang di Rumah Sakit KECUALI
Diazepam IV bila akses sudah didapatkan
Pilihan obat anticonvulsant jangka panjang fenitoin/fenobarbital
Dosis fenitoin loading dose 20mg/kgbb selama 20 menit
Langsung diberikan midazolam loading dose dilanjutkan rumatan
Penyebab tersering henti jantung Pada Anak kecuali
respiratory distress
airway obstruction
shock
acute coronary syndrome
Brain damage terjadi saat durası henti jantung
3 menit
4 menit
6 menit
10 menit
Perbedaan algoritme BHD dimulai pada AHA 2010 kecuali
Perubahan CPR sequence dari ABC menjadi CAB
Tidak menggunakan AED
Pada breathing, look listen and feel menjadi hanya look saja
Modifikasi kedalaman dinding dada saat kompresi
Yang bukan manuver untuk mempertahankan airway
Head tilt chin lift
Posisi saat ventilasi dengen C E clamp
Look listen and feel usaha pernapasan
Jaw thrust manuver
Yang tidak termasuk High Quality CPR
Chest compression 100-120x/menit
chest compression of adequate depth
Minimal chest recoil in between compression
Minimal interruption
Avoid excessive ventilation
Perbedaan kejang dan bukan kejang yang salah berikut ini
onset kejang secara gradual, non kejang tiba-tiba
gerakan kejang sinkron, non kejang asinkron
Pada non kejang jarang terjadi gerakan bola mata
Pada kejang sericngkali disertai kebiruan dan penurunan kesadaran
Definisi status epileptikus diantaranya
Durasi > 10 menit
Ada pemulihan kesadaran diantara kejang
Berhubungan dengan komplikasi yang fatal
Bentuk kejang sell tonik klonik
Pilihan obat antikejang durasi panjang pada pasien status epileptikus
Fenobarbital loading dose 10mg/kgbb dalam Nacl 0,9%
Fenitoin loading dose 20mg/kgbb dalam Nacl 0,9%
Diazepam 0,2-0,5mg/kgbb bolus pelan
Midazolam IV drip 3-5 mcg/kgbb/menit
Tatalaksana awal tekanan tinggi intrakranial kecuali
Pemberian obat osmoterapi untuk menurunkan TTIK
Posisi kepala head up 30 derajat
Pemberian obat antikejang rumatan
Pemberian inotropik secara titrasi bertahap
Evaluasi status neurologis pada kasus kegawatan neurologis kecuali
Upaya dan pola napas
Ukuran dan reaksi pupil
Pantau tanda vital dan status neurologis
Kesadaran dengan APVU dan GCS
CT scan kepala
