wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Maternitas

Total questions: 20

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perempuan berusia 27 tahun hamil 28 minggu datang ke poliklinik KIA untuk memeriksakan kehamilan. Hasil pengkajian; riwayat persalinan 3 tahun lalu  melahirkan bayi laki-laki usia kehamilan 39 minggu. Pada 1 tahun lalu keguguran saat usia kehamilan 12 minggu. Bagaimanakah penulisan status obstetric pada kasus tersebut?

a)

a. G1P0A0

b)

b. G2P1A0

c)

c. G3P1A1

d)

d. G3P1A0

e)

e. G4P2A1

2.

Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilan. hasil pengkajian: usia kehamilan 30 minggu, riwayat persalinan tahun 2017 melahirkan seorang anak perempuan usia kehamilan 40 minggu. Pada tahun 2019 melahirkan anak laki-laki usia kehamilan 39 minggu, pada tahun 2016 mengalami keguguran saat usia kehamilan 10 minggu dan pada tahun 2015 mengalami keguguran diusia kehamilan 14 minggu. Bagaimanakah penulisan status obstetric pada kasus tersebut?

a)

a.    G3P2A0

b)

b.    G4P2A1

c)

c.    G4P3A0

d)

d.    G5P2A2

e)

e.    G5P3A1

3.

Seorang Perempuan, 23 tahun G1P0A0, datang ke poliklinik KIA untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil pengkajian HPHT 20 April 2018, siklus 28 hari, TD 120/70 mmHg, dan frekuensi nadi 80x/menit. Kapan taksiran persalinan pada pasien tersebut?

a)

a.   20 Januari 2019

            

b)

b.  27 Januari 2019

c)

c. 30 Januari 2019

d)

d. 20 februari 2019

e)

e. 27 Februari 2019

4.

Seorang Perempuan, 27 tahun G2P1A0, datang ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil pengkajian HPHT 17 Mei 2021, siklus 28 hari, TD 110/70 mmHg, dan frekuensi nadi 88x/menit. Kapan taksiran persalinan pada pasien tersebut?

a)

a. 17 Februari 2022

b)

b. 24 Februari 2022

c)

c. 5 Maret 2022

d)

d.  12 Maret 2022

e)

e.  19 Maret 2022

5.

Seorang perempuan 27 tahun G1P0A0 hamil 39 minggu dirawat do ruang bersalin pada pukul 16.00 WIB dengan inpartu. Hasil pengkajian pukul 17.00 WIB pasien tampak gelisah, kontraksi uterus 3x dalam 10 menit dengan durasi 40 detik, DJJ 150x/menit, pembukaan serviks 5cm dan ketubah utuh. Kapankah perawat dapat melakukan pemeriksaan dalam selanjutnya?

a)

a.    18.00 WIB

b)

b.    19.00 WIB

c)

c.    20.00 WIB

d)

d.    21.00 WIB

e)

e.    22.00 WIB

6.

Seorang perempuan, 30 tahun, G1P0A0, datang ke Poli KIA untuk kontrol kehamilan pengkajian : TFU 28 cm, teraba bokong, punggung kanan, presntasi kepala, belum masuk PAP dan DJJ 140x/menit. Berapakah usia kehamilan pada kasus tersebut?

a)

a.  20 Minggu

b)

b. 24 Minggu

c)

   c. 28 Minggu

d)

d.  32 Minggu

e)

e. 36 Minggu

7.

Seorang perempuan, 29 tahun, G3P2A0, datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilan, hasil pengkajian: TFU 30 cm, teraba bokong, punggung kanan, presentasi kepala, belum masuk PAP dan DJJ 150x/menit. Berapakah usia kehamilan pada kasus tersebut?

a)

a.    30 minggu

b)

b.    32 minggu

c)

c.    34 minggu

d)

d.    36 minggu

e)

e.    38 minggu

8.

Seorang perempuan, 23 tahun, G1P0A0, datang ke Poliklinik KIA untuk pertama kali memeriksakan kehamilannya. Hasil pengkajian TD: 110/80 mmHg, frekuensi napas 20x/menit, frekuensi nadi 80x/menit, Hb 12 gr/dl, Sifilis (-), HBsAg (-). Perawat menjelaskan jadwal berkunjung kembali untuk ANC.  Berapa kali minimal pasien diharapkan melakukan ANC selanjutnya?

a)

a.  2 kali trimester II, 1 kali trimester III

b)

b. 2 kali trimester II, 2 kali trimester III

c)

c.  1 kali trimester II, 1 kali trimester III

d)

d. 1 kali trimester II, 2 kali trimester III

e)

e. 1 kali trimester II, 3 kali trimester III

9.

Seorang perempuan, 20 tahun, G1P0A0, hamil 28 minggu, datang ke poli KIA dengan keluhan lemas dan cepat letih saat berkerja. Hasil Pengkajian: terlihat lemah, pucat, TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit, frekuensi napas 22x/menit, suhu 36.5°C, konjunctiva anemis, muka pucat, Hb 10gr%. Apakah intervensi yang tepat pada kasus tersebut?

a)

a. Batasi aktivitas pasien

b)

b. Cegah cidera pada pasien

c)

c. Kolaborasi pemberian tablet besi

d)

d. Kolaborasi pemberian transfusi darah

e)

e.  Anjurkan banyak makan sayuran yang mengandung zat besi

10.

Seorang perempuan berusia 38 tahun hamil 30 minggu, datang ke poliklinik KIA untuk konsultasi mengenai kontraspsi dan persiapan melahirkan. Hasil pengkajian: riwayat persalinan 3 kali dengan usia anak 7 tahun, 5 tahun dan 3 tahun. Tahun lalu mengalami keguguran saat usia kehamilan 12 minggu. Pasien menyampaikan ingin tidak ingin menambahkan anak lagi setelah melahirkan. Observasi tanda-tanda vital: TD 130/80, Nadi 80x/menit. Apakah metode kontrasepsi yang tepat untuk pasien tersebut?

a)

a.   IUD

b)

b.   Implan

c)

c.  MOW

d)

d.  Suntik

e)

e.    Pil

11.

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke poliklinik KB untuk konsultasi ingin mengatur jarak kelahiran anak. Hasil pengkajian pasien baru memiliki 1 anak yang berusia 9 bulan. Observasi TTV: TD 120/80mmHg, Nadi 80x/menit dan IMT 22. Namun pasien mengatakan khawatir akan gemuk bila menggunakan alat kontrasepsi, apakah metode kontrasepsi yang tepat untuk pasien tersebut?

a)

a.  Pil

b)

b.  Suntik

c)

c. Implant

d)

d. IUD

e)

e.  MOW

12.

Seorang perempuan 29 tahun G1P0A0 hamil 38 minggu berada di ruang bersalin dengan keluhan mules dan keluar lender bercampur darah sejak 5 jam yang lalu. Hasil pengkajian: TFU 38cm, punggung kiri, persentasi kepala, DJJ 145x/menit. Hasil periksa dalam: tidak ada hambatan jalan lahir, portio tidak teraba, pembukaan lengkap dan ketuban utuh. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasu tersebut?

a)

a. Lakukan episiotomi

b)

b. Lakukan amniotomi

c)

c. Pimpin persalinan

d)

d. Pantau kontraksi

e)

e. Atur posisi ibu

13.

Seorang ibu hamil, 24 tahun, datang ke poliklinik KIA dengan keluhan terlambat haid. Hasil pengkajian: HPHT 8 Mei 2021, pasien mengatakan siklus haid 28 hari, TD 120/70 mmHg, frekuensi nadi 84x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 36,8OC. Kapan taksiran persalinan pada kasus tersebut?

a)

a. 15 Februari 2022

b)

 b. 17 Februari 2022

c)

c. 22 Februari 2022

d)

d. 15 Agustus 2022

e)

e. 17 Agustus 2022

14.

Seorang perempuan, 29 tahun, G2P1A0 hamil 39 minggu datang ke PONED dengan keluhan mules disertai keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir. Hasil pengkajian, pasien mengatakan 1 jam yang lalu keluar air-air dari jalan lahir, TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, TFU 32 cm, punggung kiri, presentasi kepala, DJJ 148x/menit dan kontraksi 4x dalam 10 menit dengan durasi 30-40 detik. Apakah pengkajian selanjutnya pada pasien tersebut?

a)

a. Cek protein urine 

b)

b. Periksa kandung kemih

c)

c. Nilai cairan yang keluar

d)

d. Nilai perdarahan yang keluar

e)

e. Lakukan pemeriksaan dalam

15.

Seorang perempuan, 25 tahun, dirawat diruang bersalin, baru saja melahirkan spontan bayi perempuan dengan Apgar Score 9. Saat ini bayi sudah dikeringkan, penolong melakukan pengecekan pada uterus dan tidak ditemukan adanya bayi kedua. Apa tindakan selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?

a)

a. Melahirkan plasenta

b)

b. Memberikan suntik oksitosin

c)

c. Melakukan inisiasi menyusu dini

d)

d. Melakukan pemotongan tali pusat

e)

e. Melakukan peregangan tali pusat terkendali

16.

Seorang perempuan, 20 tahun, hamil 37 minggu dibawa ke Puskesmas dengan keluhan mules yang hilang timbul sejak 2 jam yang lalu. Hasil pengkajian, pasien tampak meringis, skala nyeri 8, kontraksi 4x dalam 10 menit dengan durasu 30-40 detik, DJJ 150x/menit, TD 110/80 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi napas 21x/menit, pembukaan 6 cm, sutura terpisah dan selaput ketuban utuh. Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?

a)

a. Keletihan

b)

b. Nyeri melahirkan

c)

c. Risiko cidera janin 

d)

d. Kesiapan persalinan

e)

e. Gangguan rasa nyaman

17.

Seorang perempuan, 24 tahun, dirawat di ruang bersalin dengan keluhan mules dan tidak tahan ingin meneran. Hasil pengkajian: kontraksi uterus 5 x dalam 10 menit dengan durasi >40 detik, tidak ada hambatan jalan lahir, pembukaaan lengkap dan selaput ketuban sudah pecah. Apakah tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

a. Observasi DJJ

b)

b. Pimpin meneran

c)

c. Pemeriksaan dalam

d)

d. Lakukan penahan perineum

e)

e. Ajarkan pasien tehnik meneran

18.

Seorang perempuan, 24 tahun, dirawat diruang bersalin 2 jam postpartum, dengan keluhan lemas dan banyak keluar darah di jalan lahir. Hasil pengkajian: TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 98x /menit, frekuensi napas 21x/menit, uterus teraba lunak, kandung kemih kosong dan pembalut penuh darah. Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

a. Massage uterus  

b)

b. Ganti pembalut

c)

c. Suntik oksitosin

d)

d. Siapkan transfusi

e)

e. Beri cairan dex 10%

19.

Seorang perempuan 32 tahun berada di ruang bersalin memasuki kala III. Hasil pengkajian pasien telah diberikan suntikan oksigen, plasenta belum lepas, kontraksi uterus kuat, dan bayi masih dilakukan IMD. Observasi tanda-tanda vital TD 90/70 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi napas 24x/menit, dan suhu 37°C. apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

a. Lanjutkan IMD

b)

b. Monitor Pendarahan

c)

c. Lakukan Masase Uterus

d)

d. Lakukan Peregangan Tali Pusat Terkendali

e)

e. Kolaborasi Pemberian Cairan Infus

20.

Seorang wanita, 28 tahun, 40 minggu datang ke rumah sakit bersalin dengan keluhan nyeri saat kontraksi secara terus menerus. Hasil pengkajian: presentasi kepala, pembukaan 10 cm. Apa tindakan selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

a. Tindakan Kala I

b)

 b. Tindakan Kala II

c)

c. Tindakan Kala III

d)

d. Tindakan Kala IV

e)

e. Tindakan pemeriksaan dalam