WorksheetsPrePost Workshop Pemantauan Pertumbuhan
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Masa bayi dan kanak-kanak merupakan fase yang sangat menentukan bagi manusia karena proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan masih bersifat ‘plastis’. Maksud dari kata ‘plastis’ tersebut adalah:
Tubuh bayi dan anak-anak seperti plastik.
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi dan kanak-kanak bersifat menetap sepanjang hayatnya.
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi dan kanak-kanak sebaiknya diperbaiki pada masa bayi dan kanak-kanak sehingga tidak terbawa sepanjang hayat.
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi dan kanak-kanak sebaiknya dibiarkan saja.
Masalah gizi utama pada balita di Indonesia adalah:
Stunting, anemia gizi besi dan xerophthalmia.
Stunting, berat badan lebih/obese dan GAKY.
Stunting, gizi buruk, dan anemia gizi besi.
Stunting, xerophthalmia, GAKY.
Salah satu tujuan pembangunan SDM Indonesia adalah “Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing”. Arah dan strategi pembangunan bidang gizi yang berhubungan erat dengan pemantauan pertumbuhan balita diantaranya adalah:
Percepatan penurunan stunting.
Respon cepat perbaikan gizi pada keadaan darurat.
Penguatan surveilans gizi.
Semuanya (a – c).
Salah satu landasan kebijakan program gizi dan pemantauan pertumbuhan balita adalah:
Hasil Riskesdas tahun 2018
Laporan tahunan Kementerian Kesehatan RI
Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal.
Narasi RPJMN 2014-2019
Intervensi gizi melalui terapi gizi bagi balita yang mengalami gizi buruk merupakan intervensi untuk mengatasi:
Penyebab langsung
Penyebab tidak langsung
Penyebab mendasar
Penyebab penyerta
Definisi pemantauan pertumbuhan balita adalah:
Penimbangan balita dan plotting grafik pertumbuhan pada KMS balita secara terus menerus.
Proses mengamati tingkat pertumbuhan anak melalui pengukuran antropometri berkala yang dibandingkan dengan standar untuk mengukur kecukupan pertumbuhan dan mengidentifikasi gangguan pertumbuhan secara dini
Penimbangan balita dan pengukuran panjang/tinggi balita secara rutin setiap bulan.
Penyuluhan gizi di posyandu dan di fasyankes.
Salah satu fungsi dari kegiatan pemantauan pertumbuhan balita adalah:
Sebagai upaya pengumpulan masyarakat di desa.
Sebagai sarana edukasi bagi ibu/pengasuh balita mengenai praktik pemberian makan bayi dan anak, pola asuh balita dan lain-lainnya.
Sebagai sarana promosi kegiatan ekonomi di desa.
Sebagai bagian dari sensus penduduk.
Beberapa langkah pelaksanaan kegiatan pemantauan pertumbuhan balita di fasyankes adalah sebagai berikut:
A. Tenaga kesehatan menyampaikan ke kader untuk melakukan kunjungan rumah pada balita yang berada dalam tahapan terapi gizi di rumah.
B. Tenaga kesehatan memeriksa catatan di KMS, menghitung ulang umur balita dan menimbang dan mengukur panjang/tinggi badan dan melakukan pemeriksaan klinis.
C. Tenaga kesehatan menentukan tindak lanjut sesuai hasil penilaian status pertumbuhan balita.
D. Tenaga kesehatan mencatat hasil pengukuran dan pemeriksaan lainnya di buku kohort balita dan melakukan entry data di Sigizi Terpadu.
E. Tenaga kesehatan melakukan penilaian status pertumbuhan balita dengan menggunakan indikator pertumbuhan balita.
Urutan alur pelaksanaan pemantauan pertumbuhan balita di posyandu adalah:
A – B – C – D – E.
B – D – C – E – A.
B – E – C – D – A.
D – E – C – A – B.
Jadwal penimbangan di posyandu yang ideal adalah:
Bersamaan dengan hari pasar
Menyesuaikan waktu kunjungan tenaga kesehatan
Menyesuaikan waktu luang kader kesehatan
Ssetiap tanggal tertentu yang sama setiap bulannya
Dita lahir tanggal 20 Maret 2020. Jika Dita melakukan kunjungan posyandu tanggal 5 Agustus 2020, berapakah umur bulan penuh Dita saat kunjungan dilakukan?
4 Bulan
5 Bulan
6 Bulan
7 Bulan
Berapakah IMT anak dengan Berat Badan 7,0 Kg dan Panjang Badan 64,0 Cm
15,7 Kg/M2
16,6 Kg/M2
17,1 Kg/M2
18,4 Kg/M2
Jenis timbangan ini bisa digunakan untuk menimbang anak berusia 2 tahun atau lebih yang tidak bisa berdiri dengan cara menimbang berat badan ibu dan anak tanpa harus meminta ibu turun dari timbangan terlebih dahulu. Setelah ibu berdiri di atas timbangan, layar angka berat badan ibu bisa diatur kembali menjadi angka 0,00, kemudian anak diberikan kepada ibu yang ada di atas timbangan dan ditimbang berat badannya. Jenis timbangan yang dimaksud adalah?
Timbangan Bayi (baby Scale)
Timbangan Injak Konvensional
Timbangan Injak tared
Triple beam balance
Sebelum menggunakan dacin, penting untuk memeriksa kelayakan dacin terlebih dahulu. Dacin layak untuk digunakan apabila:
Ujung kedua paku timbang tidak dalam posisi lurus saat bandul geser berada pada angka nol.
Ujung kedua paku timbang ada dalam posisi lurus saat bandul geser berada pada angka nol.
Ujung kedua paku timbang ada dalam posisi lurus saat bandul geser berada pada angka 1.
Ujung kedua paku timbang ada dalam posisi lurus saat bandul geser berada pada angka 2.
Seorang anak berusia 2 tahun 5 bulan belum dapat berdiri dengan baik sehingga tinggi badannya harus diukur dalam posisi telentang/tidur. Hasil pengukuran menunjukkan 91,8 cm. Berdasarkan aturan pengukuran panjang/tinggi badan, tinggi badan anak tersebut seharusnya adalah?
Tetap 91,8 cm
90,5 cm
91,2 cm
92,5 cm
Saat mengukur tinggi badan anak menggunakan microtoise, pengukur harus memastikan bahwa lima bagian tubuh anak menempel pada dinding. Bagian tubuh manakah yang tidak harus menempel pada dinding?
Belakang kepala
Punggung
Paha
Betis
Di posyandu, balita dengan status pertumbuhan berikut tidak perlu dirujuk ke fasyankes untuk dikonfirmasi lebih lanjut …
Balita dengan status pertumbuhan naik, tetapi garis pertumbuhannya di atas garis oranye
Balita dengan status pertumbuhan naik dan garis pertumbuhannya di antara garis oranye dan garis merah
Balita dengan status pertumbuhan naik, tetapi garis pertumbuhannya di bawah garis merah
Balita yang pertama kali ditimbang atau yang tidak ditimbang dalam waktu lama dan titik berat badannya ada di bawah garis merah atau di atas garis oranye
Seorang anak dikonfirmasi status pertumbuhannya di fasyankes menggunakan indikator BB/U. Apabila nilai z-score yang diperoleh adalah <-2 SD, maka anak tersebut …
Memiliki berat badan kurang (underweight)
Memiliki berat badan sangat kurang (severely underweight)
Pendek (stunted)
Sangat pendek (severely stunted)
Seorang anak dikonfirmasi status pertumbuhannya di fasyankes menggunakan indikator PB/U. Apabila nilai z-score yang diperoleh adalah <-3 SD, maka anak tersebut …
Memiliki berat badan kurang (underweight)
Memiliki berat badan sangat kurang (severely underweight)
Pendek (stunted)
Sangat pendek (severely stunted)
Indikator pertumbuhan anak yang dianjurkan untuk menapis anak dengan risiko gizi lebih, gizi lebih, dan obesitas adalah …
Indeks BB/U
Indeks PB/U atau TB/U
Indeks BB/PB atau BB/TB
Indeks IMT/U
Hal yang harus dilakukan pertama kali oleh tenaga kesehatan ketika ada seorang anak yang dirujuk dari posyandu adalah
Menilai status pertumbuhan menggunakan indikator pertumbuhan
Menimbang berat badan dan mengukur panjang/tinggi badan, menghitung umur, dan IMT anak
mengkaji catatan dan status pertumbuhan anak yang terdapat pada buku KIA/KMS anak
memeriksa tanda dan gejala klinis pada anak sesuai dengan alur MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit)
Tabel penambahan berat badan (weight increment) dan panjang badan (lenght increment) khusus digunakan untuk menilai status pertumbuhan .....
Anak usia 0 - 6 bulan
Anak usia 6-12 bbulan
Anak usia 0-12 bulan
Anak usia 0-24 bulan
Tindak lanjut yang harus diberikan bagi anak yang mengalami gizi buruk adalah .....
Disarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik
Ditangani sesuai dengan tatalaksana gizi buruk
Disarankan untuk diberi makan mengikuti pedoman PMBA
Dirujuk ke fasyankes yang lebih tinggi
Tindak lanjut yang harus diberikan bagi anak yang mengalami risiko gizi lebih dah gizi lebih adalah sebagai berikut, kecuali
Disarankan untuk diberi makan mengikuti pedoman PMBA untuk anak usia 0-24 bulan
Disarankan untuk diberi makan mengikuti Pedoman Gizi Seimbang untuk anak usia 24 - 60 bulan
Disarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik
Disarankan untuk dirujuk ke fasyankes yang lebih tinggi
1. Syifa, seorang anak perempuan berumur 8 bulan yang tidak naik berat badannya selama 2 bulan terakhir kunjungan ke posyandu. Berat badannya sekitar 6,3 kg selama 2 bulan tersebut. Titik berat badannya berada di garis merah. Cara terbaik untuk menjelaskan hasil penilaian pertumbuhan Syifa pada ibunya adalah …
Pertumbuhan Syifa tetap, seharusnya ibu memberi makan lebih banyak.
Dalam 2 bulan Syifa tidak bertambah beratnya. Ibu pasti tidak memberi makan dengan baik.
Berat badan Syifa masih 6,3 kg, sama seperti bulan lalu. Hal ini kurang sesuai karena seorang anak seumur Syifa harus tumbuh dan bertambah beratnya. Mari kita cari penyebabnya.
Berat badan Syifa ada di garis merah, pertumbuhan Syifa tidak baik.
Fina adalah seorang anak perempuan berumur 2 tahun yang garis pertumbuhannya menunjukkan kecenderungan mendatar sejak bulan terakhir kunjungannya ke posyandu. Berat badan Fina tidak mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya. Cara terbaik untuk menjelaskan hasil penilaian pertumbuhan Fina pada ibunya adalah …
Grafik pertumbuhan Fina menunjukkan bahwa garis pertumbuhannya mendatar, tidak ada peningkatan berat badan dari bulan sebelumnya. Sebaiknya ibu memberi makan Fina lebih banyak.
Berat badan Fina nampak lebih rendah dibandingkan rata-rata berat badan anak seumurnya. Jika pola ini berlanjut, dia bisa kekurangan gizi. Sebaiknya kita diskusi untuk mencari tahu penyebabnya
Fina terlalu kurus. Apa ibu terlalu sedikit memberi Fina makan? Apa saja yang diberikan?
Tidak ada peningkatan berat badan Fina, sebaiknya ibu lebih memperhatikan pola makan Fina.
Semua adalah fungsi pencatatan pemantauan pertumbuhan balita, kecuali:
Sebagai arsip atas peristiwa yang terjadi pada balita dan dapat dibaca oleh ibu/pengasuh, keluarga, kader, tenaga kesehatan dan pihak lain yang berkepentingan.
Sebagai dasar untuk menghukum kader posyandu
Sebagai bagian dari akuntabilitas kerja.
Sebagai dasar untuk penyusunan laporan.
Pengertian pelaporan pemantauan pertumbuhan balita adalah:
Tindakan menghasilkan laporan dengan tujuan untuk mengomunikasikan kegiatan kepada pihak lain.
Tindakan menghasilkan laporan dengan tujuan untuk mempersingkat waktu kegiatan.
Tindakan menghasilkan laporan dengan tujuan untuk mendapatkan penilaian lebih tinggi dari rekan lainnya.
Tindakan menghasilkan laporan dengan tujuan untuk menyembunyikan kegagalan
Semua adalah metode yang dapat digunakan dalam monitoring status pertumbuhan balita, kecuali:
Mengamati capaian kerja secara rutin dan terus menerus.
Membandingkan penggunaan sarana dan prasarana dengan daftar inventaris.
Memeriksa dengan teliti kelengkapan dan hasil pencatatan.
Mendiskusikan dana desa dengan kader posyandu dan ibu/pengasuh.
Berikut adalah langkah-langkah evaluasi pemantauan pertumbuhan balita:
A. Penelaahan hasil analisis data.
B. Diseminasi hasil penelaahan analisis data dan tindak lanjut.
C. Pengolahan atau analisis data.
D. Pengumpulan data.
Urutan pelaksanaan langkah-langkah pemantauan pertumbuhan balita yang tepat adalah:
A – B – C – D.
D – C – B – A.
D – C – A – B.
A – D – B - C.
Yang termasuk dalam tindak lanjut evaluasi pemantauan pertumbuhan balita adalah:
Penyampaikan hasil pemantauan pertumbuhan balita dalam forum musyawarah desa/kelurahan.
Pengumpulan data dari buku register, buku rekapitulasi hasil penimbangan dan buku kohort balita.
Penelaahan atas kesesuaian antara penetapan status pertumbuhan balita di posyandu dengan hasil konfirmasi di fasyankes sebelum dan sesudah pelatihan kepada kader posyandu.
Tenaga kesehatan melakukan pendampingan kepada kader posyandu untuk meningkatkan keterampilan dalam pemantauan pertumbuhan balita.
