NEW
Font size
WorksheetsBimbingan UKOM
Total questions: 25
Worksheet time: 31mins
Laki-laki 49 th dirawat dengan keluhan kaki dan tangan bagian kanan lemas untuk digerakkan. Pasien mengalami stroke dengan hemiparesis sebelah kanan. Hasil pengkajian kekuatan otot pada ekstremitas kiri didapatkan angka 5, sebelah kanan 3 (skala 1-5). Reflek nyeri, uji tajam tumpul pada ekstremitas kanan menurun. Aktivitas sehari-hari dibantu keluarga.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat?
Melatih ROM pasif pada ektremitas kanan
Melatih ROM pasif pada ekstremitas kiri
Melatih ROM aktif pada ektremitas kanan
Melatih ROM aktif pada ekstremitas kiri
Mengajarkan teknik ROM pada keluarga
Perempuan 25 th dengan patah tulang femur dan tangan, telah dirawat sepekan di ruang bedah. Seluruh aktivitas sehari-hari dibantu oleh keluarga. Saat ini pasien mengeluh badannya kaku, sakit saat digerakkan. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan bahwa terdapat kontraktur dan kekakuan sendi-sendi pada ekstremitas, kemampuan gerakan sendi menurunl, karena lama berbaring di tempat tidur.
Apakah diagnosis Keperawatan yang tepat untuk kasus diatas?
Nyeri Akut
Nyeri Kronis
Intoleransi aktivitas
Gangguan mobilitas fisik
Perlambatan pemulihan pasca bedah
Perempuan 32 tahun di rawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan tubuh lemah. Pasien mempunyai riwayat DM tipe II sejak 6 bulan terakhir dan mengaku tidak mengatur pola makan. Hasil pengkajian didapatkan pasien mampu melakukan rom aktif dan kekuatan otot di seluruh ekstremitas 5 (skala 1-5). Pemeriksaan gula darah acak 256 mg/dL, kadar HbA1c didapatkan 6,8%.
Apakah diagnosis Keperawatan yang tepat untuk kasus diatas?
Keletihan
Intoleransi aktivitas
Ketidakstabilan kadar glukosa darah
Manajemen kesehatan tidak efektif
Defisit Pengetahuan tentang pola makan DM
Perempuan (15 th) dirawat di ruang interna dengan keluhan gatal di pergelangan tangan, sela-sela jari tangan dan ketiak. Hasil anamnesis didapatkan gatal semakin terasa saat malam hari, terutama jam tidur. Pemeriksaan fisik didapatkan luka berbentuk papula berkelompok di permukaan kulit, dan terdapat kunikulus (terowongan) antar papul, mukosa kering, turgor kulit menurun. Suhu Tubuh 38,90 C, Tekanan Darah 120/90 mmHg, Frekuensi Nafas 23 x/menit, Frekuensi Nadi 110x/menit.
Apakah diagnosis keperawatan yang tepat?
Gangguan rasa nyaman
Gangguan tidur
Gangguan integritas jaringan
Hyperthermia
Risiko Alergi
Laki-laki (35 th) dirawat di ruang interna dengan keluhan luka pada bekas operasinya bernanah dan bengkak. Hasil anamnesis bahwa pasien telah menjalani operasi pembedahan akibat patah tulang sejak 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan Gerakan tangan tidak optimal, luka berbetuk bernanah, struktur dasar kulit kehitaman, area sekitar luka bengkak. Suhu Tubuh 38,30 C, Tekanan Darah 120/90 mmHg, Frekuensi Nafas 23 x/menit, Frekuensi Nadi 110x/menit.
Apakah diagnosis keperawatan pada pasien tersebut?
Risiko infeksi
Gangguan integritas kulit
Gangguan integritas jaringan
Perlambatan pemulihan pasca bedah
Hipertermia
Laki-laki (69 th) dirawat di ruang bedah, menolak amputasi dan meminta perawat untuk melakukan perawatan luka pada kaki nya. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan luka terdapat pus berwarna kuning kehijauan, terdapat nekrosis pada area ibu jari dan digitalis ke 3. Pasien merasakan baal pada area luka, tidak teraba denyutan pada arteri dorsalis pedis, Suhu 380 C. Hasil kultur jaringan luka di RS terdapat bakteri pseudomonas.
Apakah tindakan Keperawatan yang tepat
Melakukan pengkajian struktur luka
Mengendalikan infeksi dengan perawatan luka
Mengganti balutan yang sudah kotor
Memberikan edukasi tentang perawatan luka
Melakukan nekrotomi pada jaringan mati
Laki-laki 37 th, dirawat di ruang bedah dengan keluhan panas dan nyeri di sekujur tubuh akibat mengalami luka bakar 8 jam sebelumnya di bagian dada (18%), tungkai kaki kanan-kiri (36%), dengan kondisi luka derajad III. Hasil pengkajian didapatkan BB pasien 70 kg, dan produksi urin 210 cc dalam 3 jam terakhir. Resusitasi cairan sudah masuk sebanyak 7240 ml dari total 14.480 ml untuk 24 jam.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat?
Melakukan fasciotomi pada bula
Melakukan kolaborasi pemberian analgesic
Memasukkan cairan untuk 16 jam berikutnya
Memberikan teknik relaksasi nyeri
Memantau status keseimbangan cairan
Laki-laki 49 th menolak vonis amputasi kaki bawah kanan akibat infeksi luka diabetes dan meminta untuk pulang paksa. Klien mengeluh malu jika harus diamputasi karena akan mendampingi anaknya menikah. Perawat berupaya melakukan edukasi kepada klien beserta keluarga, dan membujuk pasien untuk tetap dalam perawatan serta melakukan konsultasi di poli perawatan luka diabetik.
Apakah prinsip etik dari tindakan yang dilakukan perawat?
Autonomy
Beneficence
Maleficence
Justice
Fidelity
Laki-laki 23 th dirawat di Ruang bedah dengan pembidaian pada lutut kaki kanan. Pasien saat ini sedang menunggu jadwal untuk pelaksanaan operasi, pasien tidak bisa beristirahat dan takut ditinggalkan keluarganya. Hasil pengkajian, didapatkan nyeri tekan pada area lutut, kaki kanan tidak dapat digerakkan, ujung kaki terasa baal dan terlihat pucat.
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat pada kasus tersebut?
Edukasi proses pembedahan
Mengajarkan teknik relaksasi nyeri
Memberikan latihan rentang gerak
Membantu pasien berganti posisi kaki
Membuka dan melonggarkan balutan bidai
Laki-laki 35 th diantar ke UGD dengan keluhan diare. Hasil pengkajian: pasien tampak lemah dan mengalami dehidrasi berat. TD 90/60 mmHg, frekuensi nadi 130 x/menit, frekuensi nafas 30 x/menit, suhu 37,5o, BB 55 kg. Saat ini pasien sudah diberikan terapi infuse cairan 2 jalur, terpasang oksigen dan kateter.
Apakah tindakan evaluasi untuk menilai keberhasilan tindakan pada kasus tersebut?
Melakukan pemeriksaan tekanan darah
Mengukur turgor kulit pasien
Memeriksa tingkat kesadaran pasin
Melakukan pengukuran urin output
Melakukan pemeriksaan pola napas
Laki-laki (25 th) dirawat karena mengalami gangguan penglihatan akibat cairan kimia masuk ke matanya saat bekerja. Hasil pemeriksaan didapatkan sklera mata bagian kanan berwarna merah, terdapat eksudat, penglihatan kabur dan lapang pandang menurun. Perawat menyiapkan alat untuk Tindakan irigasi mata.
Sesuai rencana intervensi tersebut, apakah prosedur selanjutnya yang dapat dilakukan perawat?
Pasang sarung tangan
Jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur
Posisikan berbaring ke arah kanan
Tempatkan pengalas di bawah wajah
Isi spuit irigasi/penetes mata
Wanita (65 th) dirawat di ruang interna Wanita dengan Riwayat stroke. Pasien mengatakan mengalami penurunan daya ingat semenjak stroke. Hasil pemeriksaan pasien tidak dapat mengingat jangka pendek, seperti mengulangi tanggal atau nomor telepon, namun masih ingat tahun lahir dan orang-orang dalam keluarga. Perawat Menyusun rencana tindakan untuk membantu memulihkan daya ingat pasien.
Apakah luaran utama yang dapat ditegakkan oleh perawat dalam rencana tindakan tersebut?
Orientasi kognitif meningkat
Memori meningkat
Proses informasi membaik
Status neurologis membaik
Status kognitif membaik
Laki-laki (74 th) dirawat di ruang bedah pasca pembedahan benjolan di belakang telinga 7 jam yang lalu. Pasien mengeluh merasa asam di mulut seperti akan muntah dan nyeri pada luka pasca operasi. Hasil pemeriksaan perawat didapatkan bising usus 13x/menit, balutan luka bersih, tidak ada bengkak, skala nyeri 3 (skala NRS). Tekanan darah 120/80 mmHg, Frekuensi Nadi 80x/menit, suhu tubuh 37,50C, frekuensi napas 20x/menit.
Apakah diagnosis keperawatan yang tepat untuk situasi kasus di atas?
Gangguan integritas jaringan
Gangguan integritas kulit
Defisit nutrisi
Nyeri akut
Nausea
Wanita (39 th) dirawat di ruang interna wanita dengan luka bakar, pada pukul 22.45 WIB infusnya habis sehingga suaminya ke ruang perawat untuk melapor. Setiba di ruang perawat, tidak menemui perawat jaga, karena perawat yang dinas sore sudah pulang karena esok harus masuk pagi, sementara perawat dinas malam datang terlambat. Lalu suami memutuskan ke ruang perawat di ruang internal pria, untuk melaporkan infus yang sudah habis.
Sebagai perawat yang menerima laporan pada kasus di atas, bagaimana sikap terbaik yang harus dilakukan?
Menghubungi perawat ruangan
Melaporkan kepada kepala perawatan
Menegur perawat dinas sore dan malam
Melakukan pergantian infus sesuai catatan
Mematikan aliran infus dan meminta pasien untuk menunggu
Laki-laki (35 th) dirawat di ruang interna pasca operasi sulam kulit/skin graft untuk menambal area kaki belakang sebelah kanan. Pasien dijadwalkan untuk melakukan latihan berjalan untuk pertama kalinya di ruangan. Pasien tidak berkenan untuk memasang sabuk pengaman, karena merasa mampu dan ingin berjalan bebas agar segera kuat. Sementara perawat mengetahui bahwa keputusan tersebut dapat membahayakan keselamatan pasien.
Sebagai perawat Tindakan apa yang sebaiknya dilakukan?
Menghargai pendapat pasien dan menjelaskan risikonya
Membantu pasien untuk mecoba sesuai kekuatannya
Menyerahkan keputusan sepenuhnya pada pasien
Meminta pasien untuk mematuhi saran perawat
Meminta keluarga selalu menemani pasien
Wanita (23 th) dirawat di ruang interna wanita akibat luka bakar pada 1 jam yang lalu. Saat ini pasien cenderung diam, murung dan menangis. Ketika perawat melakukan pengkajian, pasien enggan menjawab pertanyaan yang disampaikan perawat, karena masih merasa kecewa akibat tidak dapat menyelamatkan keluarganya saat peristiwa kebakaran di rumahnya. Perawat juga telah meminta bantuan kepada keluarga, namun respon pasien tidak banyak berubah.
Sebagai perawat Tindakan apa yang sebaiknya dilakukan?
Menyampaikan kepada pasien pentingnya data yang diperoleh untuk perawatan
Menyarankan pasien untuk bekerjasama dengan baik agar segera selesai
Tetap berada di samping pasien dengan sabar hingga mendapatkan data
Mengalihkan pembicaraan dengan topik yang lain terlebih dahulu
Menghentikan proses pengkajian, dan kontrak waktu lain lagi
Wanita (35 th) dirawat di ruang bedah pasca hari ke lima pemasangan gips pada femur dextra. Pasien mengeluhkan kakinya tidak dapat digerakkan. Hasil pemeriksaan didapatkan area dibawah pemasangan gips nyeri saat digerakkan, tidak ada bengkak, CRT pada kaki 3 detik dan dapat merasakan sentuhan. Perawat akan melakukan latihan rentang gerak pada kaki yang terpasang gips.
Sesuai rencana intervensi tersebut, apakah prosedur yang dapat dilakukan perawat?
Rotasi internal
Rotasi eksternal
Fleksi lateral
Dorso-fleksi
Elevasi-depresi
Laki-laki (27 th) dirawat di ruang bedah pasca pemasangan traksi pada chruris dextra. Kondisi berbaring terlalu ke bawah di tempat tidur dan tidak sejajar. Hasil pemeriksaan traksi, Nampak bersih, tidak ada iritasi kulit, CRT kurang dari 3 detik, sensasi rangsang nyeri normal. Perawat akan membantu pasien untuk Kembali ke posisi ideal untuk keamanan dan kenyamanan pasien.
Sesuai rencana intervensi tersebut, apakah hal yang harus dipastikan oleh perawat?
Tanda gangguan integritas kulit
Komplikasi imobilisasi
Tempat insersi pen
Beban traksi
Sirkulasi
Perempuan (40 th) dirawat di ruang interna dengan keluhan sesak napas dan batuk berdahak. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya wheezing dan suara napas yang menurun. Pasien memiliki riwayat asma yang tidak terkontrol. Apakah diagnosis keperawatan yang tepat untuk pasien ini?
Gangguan pertukaran gas
Gangguan pola napas
Nyeri akut
Intoleransi aktivitas
Risiko infeksi
Laki-laki (60 th) dirawat di ruang bedah pasca operasi jantung. Pasien mengeluh nyeri dada yang meningkat saat beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 130/80 mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, dan skala nyeri 6 (skala NRS). Apa tindakan keperawatan yang tepat untuk mengatasi nyeri pada pasien ini?
Memberikan kompres hangat pada dada
Membantu pasien untuk beristirahat
Mengajarkan teknik relaksasi
Melakukan pengkajian lebih lanjut
Memberikan analgesik sesuai resep
Wanita (50 th) dirawat di ruang interna dengan keluhan nyeri sendi dan pembengkakan pada lutut. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kaku sendi di pagi hari dan peningkatan kadar asam urat. Apakah diagnosis keperawatan yang tepat untuk kasus ini?
Defisit pengetahuan tentang penyakit
Risiko ketidakstabilan emosi
Nyeri kronis
Intoleransi aktivitas
Gangguan mobilitas fisik
Seorang laki-laki usia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan batuk berdahak sejak satu bulan yang lalu. Hasil pengkajian batuk sering dirasakan pada malam hari, terlihat sesak, nafsu makan menurun, terlihat lemas, kantung mata kehitaman, dan suara napas wheezing. TD 100/60 mmHg, frekuensi napas 28x/menit, frekuensi nadi 82x/menit.
Apakah masalah keperawatan yan tepat pada kasus tersebut?
Gangguan Nutrisi
Gangguan Pola Tidur
Gangguan Pola Napas
Intoleransi terhadap Aktivitas
Bersihan Jalan Napas tidak Efektif
Seorang wanita (45 th) dirawat di ruang bedah setelah menjalani operasi pengangkatan kista ovarium. Pasien mengeluh nyeri hebat di perut bagian bawah dan merasa cemas tentang pemulihannya. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg, frekuensi nadi 85x/menit, dan skala nyeri 7 (skala NRS). Apa tindakan keperawatan yang tepat untuk mengatasi nyeri pada pasien ini?
Melakukan pengkajian lebih lanjut
Mengajarkan teknik relaksasi
Membantu pasien untuk beristirahat
Memberikan analgesik sesuai resep
Memberikan kompres dingin pada perut
Laki-laki (30 th) dirawat di ruang gawat darurat dengan keluhan sesak napas dan batuk berdahak. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya wheezing dan saturasi oksigen 88%. Pasien memiliki riwayat asma yang tidak terkontrol. Apa diagnosis keperawatan yang tepat untuk pasien ini?
Intoleransi aktivitas
Nyeri akut
Gangguan pola napas
Gangguan pertukaran gas
Risiko infeksi
Perempuan (60 th) dirawat di ruang interna dengan keluhan nyeri sendi yang semakin parah. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pembengkakan dan kemerahan pada sendi-sendi. Pasien memiliki riwayat rheumatoid arthritis. Apakah diagnosis keperawatan yang tepat untuk kasus ini?
Risiko ketidakstabilan emosi
Nyeri kronis
Intoleransi aktivitas
Gangguan mobilitas fisik
Defisit pengetahuan tentang penyakit
