wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pelayanan Peralatan Persinyalan

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Perawatan peralatan persinyalan yang dilakukan oleh petugas operasi

disebut?

a)

Pemeliharaan biasa.

b)

Pemeliharaan teknis

c)

Perawatan teknis.

d)

Perawatan biasa.

2.

Peralatan persinyalan mekanik yang di plombir kawat adalah?

a)

Peralatan yang terkait dengan hubungan blok keluar.

b)

Tingkapan kunci listrik “Jalur Tunggal”.

c)

Tingkapan kunci listrik “Blok Ke”.

d)

Tingkapan kunci listrik “Blok Ke/Lewat Di”.

3.

Petugas pelayanan melakukan pemutusan plombir kawat dikenakan sanksi

sesuai dengan peraturan perusahaan. Apabila Ppka yang melakukan

pemutusan plombir kawat, sanksinya adalah?

a)

Selain sanksi administrasi juga pencabutan keterangan kecakapan

pengatur perjalanan kereta api (O.50).

b)

Pencabutan keterangan kecakapan pengatur perjalanan kereta api (O.50).

c)

Dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perusahaan.

d)

Tidak di dinaskan sepagai petugas operasional.

4.

Plombir benang pada peralatan persinyalan pada waktu terjadi gangguan

boleh diputus oleh?

a)

Petugas pelayanan peralatan persinyalan atas tanggung jawab sendiri.

b)

Ppka atas tanggung jawab sendiri.

c)

Petugas rumah sinyal atas tanggung jawab sendiri.

d)

Petugas rumah sinyal atas perintah Ppka

5.

Apabila wesel terganjal material dipaksa dilayani atau karena sesuatu hal

terjadi pelanggaran wesel oleh desakan gerakan KA maka lidah wesel

tersebut akan bergerak sesuai dengan arah desakan tersebut, dan hal ini

akan menyebabkan roda handel wesel berputar pada rumahnya (over)

sehingga plombir kawat putus, dalam kondisi seperti ini handel wesel tidak

akan bisa dilayan. Apa yang dilakukan petugas pelayanan untuk

menormalkan kembali wesel tersebut?

a)

Menormalkan (mengembalikan) dudukan roda handel wesel di dalam

rumahnya dengan menggunakan tuas pengungkit.

b)

Menghentikan KA/langsiran.

c)

Memeriksa dan memastikan wesel yang terlanggar.

d)

Melaporkan kepada Kupt Sintelis.

6.

Kapan petugas pelayanan peralatan persinyalan menormalkan kembali

hendel wesel yang “over”?

a)

Setelah wesel tersebut bebas dari kereta api/langsiran, meyakinkan

secara pisik apakah wesel tersebut mengalami kerusakan atau tidak.

b)

Setelah menghentikan kereta api/langsiran tersebut

c)

Setelah memastikan secara pisik apakah wesel tidak mengalami kerusakan

d)

Setelah wesel terbebas dari kereta api/langsiran

7.

Apa tindakan petugas pelayanan peralatan persinyalan pada waktu wesel

terlanggar?

a)

Menghentikan kereta api atau langsiran tersebut

b)

Memerintahkan kereta api atau langsiran berjalan terus.

c)

Memastikan bahwa wesel tersebut dapat dilalui dengan aman

d)

Melepas sebagian sarana yang berada di atas lidah ditarik agar bebas dari wesel.

8.

Pada waktu wesel terlanggar, kapan kereta api atau langsiran diperintahkan

berjalan terus?

a)

Setelah memastikan bahwa wesel tersebut dapat dilalui dengan aman.

b)

Setelah melepas sebagian sarana yang berada di atas lidah ditarik agar bebas dari

wesel.

c)

Setelah menghentikan kereta api atau langsiran tersebut.

d)

Setelah menormalkan hendel wesel tersebut.

9.

Petugas pelayanan peralatan persinyalan boleh memutus plombir benang

pada waktu?

a)

Terjadi gangguan.

b)

Tingkapan kunci listrik tidak berfungsi.

c)

Akan memberi warta masuk/warta berangkat terjadi gangguan.

d)

Memberi izin buka blok tidak sampai.

10.

Untuk memastikan wesel-wesel dalam keadaan baik peralatan persinyalan

mekanik, setiap petugas pelayanan harus melayani wesel-wesel. Kapan

dilakukan?

a)

Pada saat memulai dinas.

b)

Pada saat memasukkan/memberangkatkan KA

c)

Pada saat melayani langsir

d)

Pada saat melayani KA.

11.

Apa yang dilakukan petugas pelayanan persinyalan mekanik pada saat

memulai dinas?

a)

Mencoba melayani wesel-wesel dan melakukan pemeriksaan plombir-plombir pada peralatan pelayanan yang harus dipastikan dalam keadaan

baik dan lengkap.

b)

Melakukan serah terima dinasan dan menandatangani buku serah terima dinasan

dan buku wk.

c)

Memastikan kelengkapan semboyan dalam keadaan baik, memeriksa plombir,

menandatangani buku serah terima dinasan dan buku wk.

d)

Memastikan kelengkapan semboyan dalam keadaan baik, memeriksa plombir,

memeriksa pesawat blok, menandatangani buku serah terima dinasan dan buku wk

12.

Kekurangan-kekurangan atau kerusakan-kerusakan pada peralatan

persinyalan harus dilaporkan oleh Ks/Ppka kepada?

a)

Ppkp, pegawai perawatan peralatan persinyalan yang bersangkutan, dan

unit terkait.

b)

Kupt Sintelis.

c)

Pegawai perawatan persinyalan yang bersangkutan.

d)

Unit terkait.

13.

Pelaporan kekurangan-kekurangan atau kerusakan-kerusakan kepada

Ppkp, pegawai perawatan peralatan persinyalan yang bersangkutan, dan

unit terkait dengan?

a)

Warta/nota dinas atau jika disampaikan menggunakan telepon kemudian

disusul dengan nota dinas dan dicatat dalam buku gangguan

operasional.

b)

Warta/nota dinas atau jika disampaikan menggunakan telepon kemudian disusul

dengan nota dinas dan dicatat dalam buku pemutusan plombir.

c)

Menggunakan telepon yang terekam dan dicatat dalam buku gangguan

operasional.

d)

Warta/nota dinas atau jika disampaikan menggunakan telepon kemudian disusul

dengan nota dinas

14.

Plombir benang pada peralatan persinyalan pada waktu terjadi gangguan

boleh diputus oleh petugas pelayanan peralatan persinyalan. Apa yang

dilakukan setelah memutus plombir tersebut?

a)

Harus segera dilaporkan kepada KUPT Sintelis dan dicatat dalam buku

pemutusan plombir, serta dicatat dalam buku serah terima dinas.

b)

Harus segera dilaporkan kepada KUPT Sintelis dan dicatat dalam buku serah

terima dinas.

c)

Harus segera dilaporkan kepada KUPT, JPOD, dan JPSD dengan warta/nota dinas

d)

Harus segera dilaporkan kepada KUPT Sintelis dan pegawai perawatan peralatan

persinyalan.

15.

Apabila petugas pelayanan peralatan persinyalan yang melayani wesel

terlayan pusat melihat bahwa suatu wesel akan dilanggar, sedangkan yang

bersangkutan tidak dapat menentukan bahwa wesel dapat dibalik sebelum

kereta api atau langsiran melalui wesel tersebut. Apa tindakannya?

a)

Tidak boleh mencoba untuk membalik wesel tersebut.

b)

Melayani wesel tersebut agar kereta api atau langsiran tidak anjlok.

c)

Berusaha menghentikan kereta api atau langsiran tersebut agar tidak anjlok.

d)

Mencoba membalik wesel tersebut agar tidak terlanggar.

16.

Kapan apitan lidah wesel diperlukan?

a)

Pada waktu terjadi kondisi darurat.

b)

Pada waktu wesel terlanggar

c)

Pada waktu akan melayani kereta api atau langsiran.

d)

Pada waktu akan dilalui kereta api atau langsiran.

17.

Cara memasang apitan lidah wesel dapat dipasang adalah dipasang pada?

a)

Lidah rapat atau lidah buka.

b)

Waktu wesel diperbaiki.

c)

Waktu batang penghubung dilepas dari penggerak weselnya.

d)

Waktu akan dilalui kereta api atau langsiran.

18.

Bagaimana cara memasang apitan lidah wesel pada lidah buka?

a)

Apitan ditambatkan pada rel lantak dengan memutar baut apitan d

sehingga baut penyetel e berada di antara lidah dan rel lantak

b)

Apitan ditambatkan pada rel lantak dengan memutar baut apitan d.

c)

Apitan ditambatkan pada rel lantak dengan memutar menyetel baut e berada

diantara lidah dan rel lantak.

d)

Apitan ditambatkan pada rel lantak dengan menyetel baut apitan e

mengencangkan mur f.

19.

Apa tindakan Ppka/Prs setelah menyaksikan sendiri kedudukan lidah

wesel meragukan sedangkan sinyal sudah dilayani dan menunjukkan

indikasi “berjalan” atau “berjalan hati-hati”?

a)

Harus segera mengembalikan sinyal tersebut pada indikasi “berhenti”

b)

Harus segera memberhentikan kereta api tersebut dengan memperlihatkan

semboyan 3.

c)

Harus segera mamasang apitan lidah pada wesel yang meragukan dan

menguncinya dengan gembok

d)

Harus segera melaporkan dengan surat/nota dinas kepada JPOD, JPSD, dan JPJD.

20.

Apa tindakan Ppka/Prs dikarenakan sesuatu hal yang menyebabkan

pendeteksi kereta api / kontak rel tidak bekerja (gangguan) sebelum

metutus plombir tingkapan tersebut?

a)

Meyakinkan bahwa rangkaian kereta api yang masuk atau keluar dari

stasiun sudah lengkap dengan semboyan 21 melewati wesel terahir.

b)

Melapor kepada Ppka bahwa pendeteksi kereta api / kontak rel tidak bekerja

(gangguan).

c)

Mengutik tinkapan kontak rel agar dapat melayani peralatan persinyalan.

d)

Mencatat di buku pemutusan plombir dan segera melaporkan kejadian ini kepada

kares sintelis/kaur/ pegawai yang bertugas di stasiun tersebut.

21.

Apa tindakan Ppka pada saat terjadi gangguan hubungan blok dan yang

terganggu adalah tingkapan blok menggunakan plombir tali kawat?

a)

Tidak diperbolehkan untuk memutusnya.

b)

Memutus plombir tersebut setelah mendapatkan izin dari Kupt sintelis/pegawai

perawatan sintelis.

c)

Melaporkan kepada kares sintelis/kaur/ pegawai sintelis

d)

Memasukkan kereta api menggunakan MS atau semboyan 4A.

22.

Apa yang dilakukan Ppka A apabila akan memberangkatkan KA ke B?

a)

A minta izin buka blok ke B dengan menekan “kenop panggil B”.

b)

A minta izin buka blok ke B dengan menekan “kenop panggil A”.

c)

A minta izin buka blok ke B dengan membunyikan “kenop panggil A”.

d)

A minta izin buka blok ke B dengan membunyikan “kenop panggil A”.

23.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur tunggal. Apabila B tidak

keberatan memasukkan kereta api ke dalam blok, untuk memberi izin ke A

apa yang dilakukan B?

a)

Menekan tingkapan “Jalur Tunggal A” sehingga tingkapan ini menjadi

putih.

b)

Menekan tingkapan “Jalur Tunggal B” sehingga tingkapan ini menjadi putih.

c)

Menekan tingkapan “Blok Ke B” sehingga tingkapan ini menjadi putih.

d)

Menekan tingkapan “Blok Ke A” sehingga tingkapan ini menjadi putih.

24.

Apabila A menekan kenop panggil “B”, maka?

a)

Lonceng panggil “A” di B berbunyi dan pintu lonceng panggil terbuka.

b)

Lonceng panggil “B” di A berbunyi dan pintu lonceng panggil terbuka.

c)

Lonceng panggil “A” di B berbunyi.

d)

Lonceng panggil “B” di A berbunyi.

25.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur tunggal. Apabila A telah

memberi izin buka blok ke B, maka di B tingkapan yang berubah adalah?

a)

Tingkapan “Blok Ke A” menjadi putih.

b)

Tingkapan “Blok Ke B” menjadi putih.

c)

Tingkapan “Blok Ke A menjadi merah kembali dan tingkapan “Jalur tunggal A”

menjadi putih.

d)

Tingkapan “Blok Ke B menjadi merah kembali dan tingkapan “Jalur tunggal B”

menjadi putih.

26.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur tunggal. Setelah kereta api

melalui wesel terakhir di B, maka B memberikan warta berangkat ke A

dengan melayani pesawat blok?

a)

Menekan tingkapan “Blok Ke A” dan tingkapan “Jalur Tunggal A”

bersama-sama, maka tingkapan “Blok Ke A” menjadi merah kembali dan

tingkapan “Jalur Tunggal A” menjadi putih.

b)

Menekan tingkapan “Blok Ke B” dan tingkapan “Jalur Tunggal B” bersama-sama,

maka tingkapan “Blok Ke A” menjadi merah kembali dan tingkapan “Jalur Tunggal

A” menjadi putih.

c)

Menekan tingkapan “Jalur Tunggal A” dan tingkapan “Blok Ke A” bersama-sama,

maka tingkapan “Blok Ke A” menjadi merah kembali dan tingkapan “Jalur Tunggal

A” menjadi putih

d)

Menekan tingkapan “Jalur Tunggal B” dan tingkapan “Blok Ke B” bersama-sama,

maka tingkapan “Blok Ke A” menjadi merah kembali dan tingkapan “Jalur Tunggal

A” menjadi putih.

27.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur tunggal. Jika A telah memberi

warta berangkat ke B, maka di B tingkapan yang berubah adalah?

a)

Tingkapan “Lewat Di A” menjadi putih.

b)

Tingkapan “Lewat Di B” menjadi putih.

c)

Tingkapan kunci listrik diatas tingkapan “Lewat Di B” menjadi putih

d)

Tingkapan kunci listrik diatas tingkapan “Lewat Di A” menjadi putih.

28.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur tunggal. Setelah kereta apinya

masuk dan menginjak kontak rel di depan wesel pertama yang akan dilalui

di A, maka di B tingkapan yang berubah adalah?

a)

Tingkapan kunci listrik diatas tingkapan “Lewat Di A” menjadi putih.

b)

Tingkapan kunci listrik diatas tingkapan “Lewat Di B” menjadi putih.

c)

Tingkapan “Lewat Di B” menjadi putih.

d)

Tingkapan “Lewat Di A” menjadi putih.

29.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur tunggal. Setelah kereta api

masuk di B dan B melayani pesawat blok dengan?

a)

Menekan tingkapan “Lewat Di A” sehingga tingkapan ini, tingkapan

“Jalur Tunggal A”, dan tingkapan kunci listrik di atas tingkapan “Lewat Di

A” menjadi merah kembali.

b)

Menekan tingkapan “Lewat Di B” sehingga tingkapan ini, tingkapan “Jalur Tunggal

B”, dan tingkapan kunci listrik di atas tingkapan “Lewat Di B” menjadi merah

kembali

c)

Menekan tingkapan “Lewat Di B” sehingga tingkapan ini, tingkapan “Jalur Tunggal

A”, dan tingkapan kunci listrik di atas tingkapan “Lewat Di B” menjadi merah

kembali.

d)

Menekan tingkapan “Lewat Di A” sehingga tingkapan ini, tingkapan “Jalur Tunggal

A”, dan tingkapan kunci listrik di atas tingkapan “Lewat Di B” menjadi merah

kembali.

30.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur tunggal. Jika A telah

mewartakan masuk ke B, maka di B tingkapan yang berubah adalah?

a)

Tingkapan “Jalur Tunggal A” menjadi merah kembali.

b)

Tingkapan “Jalur Tunggal B” menjadi merah kembali.

c)

Tingkapan “Blok Ke A” menjadi merah kembali.

d)

Tingkapan “Blok Ke B” menjadi merah kembali.

31.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur ganda. Apabila B tidak

keberatan memasukkan kereta api ke dalam blok, apa yang dilakukan B

untuk memberi izin ke A?

a)

Menekan tingkapan “Blok Ke A dan Lewat Di A” sehingga tingkapan ini

menjadi putih dan tingkapan sekat kunci listrik diatas tingkapan “Blok Ke

A dan Lewat Di A” menjadi merah.

b)

Menekan tingkapan “Blok Ke B dan Lewat Di B” sehingga tingkapan ini menjadi

putih dan tingkapan kunci listrik diatas tingkapan “Blok Ke B dan Lewat Di B”

menjadi merah.

c)

Menekan tingkapan “Blok Ke A” menjadi putih.

d)

Menekan tingkapan “Blok Ke B” menjadi putih.

32.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur ganda. Setelah kereta api

berangkat dan telah melalui wesel terakhir di A, apa yang dlilakukan A?

a)

Menekan tingkapan “Blok Ke A” menjadi merah kembali.

b)

Menekan tingkapan “Blok Ke B” menjadi merah kembali.

c)

Menekan tingkapan “Blok Ke B dan Lewat Di B” sehingga tingkapan ini menjadi

putih dan tingkapan kunci listrik diatas tingkapan “Blok Ke B dan Lewat Di B”

menjadi merah.

d)

Menekan tingkapan “Blok Ke A dan Lewat Di A” sehingga tingkapan ini menjadi

putih dan tingkapan kunci listrik diatas tingkapan “Blok Ke A dan Lewat Di A”

menjadi merah.

33.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur ganda. Setelah B memberikan

warta berangkat menggunakan pesawat blok, maka di A tingkapan yang

berubah adalah?

a)

Tingkapan “Blok ke B dan Lewat Di B” menjadi merah kembali.

b)

Tingkapan “Blok ke A dan Lewat Di A” menjadi merah kembali.

c)

Menekan tingkapan “Blok Ke B” menjadi merah.

d)

Menekan tingkapan “Blok Ke A” menjadi merah

34.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur ganda. Setelah kereta api

masuk di B, maka tingkapan yang berubah adalah?

a)

Tingkapan sekat kunci listrik diatas tingkapan “Blok Ke B dan Lewat Di B”

menjadi putih kembali.

b)

Tingkapan kunci listrik diatas tingkapan “Blok Ke B dan Lewat Di B” menjadi merah

kembali.

c)

Tingkapan “Blok ke A dan Lewat Di B menjadi merah kembali.

d)

Tingkapan “Blok ke A dan Lewat Di B menjadi merah kembali.

35.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur ganda dengan rumah sinyal.

Jika RB minta buka blok ke SEL dan SEL tidak keberatan memasukkan kereta

api ke dalam blok, apa yang dilakukan Ppka SEL untuk memberi izin ke RB?

a)

Menekan tingkapan “Blok Ke dan Lewat Di RB” dan tingkapan “KA

Berangkat” bersama-sama sehingga tingkapan menjadi putih.

b)

Menekan tingkapan “Blok Ke dan Lewat Di SEL” dan tingkapan “KA Berangkat”

bersama-sama sehingga tingkapan menjadi putih.

c)

Menekan tingkapan “Blok Ke dan Lewat Di SEL” dan tingkapan “KA Berangkat”

bersama-sama sehingga tingkapan “Blok Ke dan Lewat Di SEL” menjadi putih dan

tingkapan “KA Berangkat” mejadi merah kembali.

d)

Menekan tingkapan “Blok Ke dan Lewat Di RB” dan tingkapan “KA Berangkat”

bersama-sama sehingga tingkapan “Blok Ke dan Lewat Di RB” menjadi putih dan

tingkapan “KA Berangkat” mejadi merah kembali.

36.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur ganda dengan rumah sinyal.

Apabila SEL telah diberi izin buka blok oleh Ppka RB, maka di SEL tingkapan

yang berubah adalah?

a)

Tingkapan “Blok Ke RB” dan tingkapan “Blok Ke RB” di Rumah Sinyal

menjadi putih.

b)

Tingkapan “Blok Ke SEL” dan tingkapan “Blok Ke SEL” di Rumah Sinyal menjadi putih.

c)

Tingkapan “Ke SEL” dan tingkapan “Ke SEL” di Rumah Sinyal menjadi putih.

d)

Tingkapan “Ke RB” dan tingkapan “Ke RB” di Rumah Sinyal menjadi putih.

37.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur ganda dengan rumah sinyal.

Untuk memberangkatkan kereta api dari RB ke SEL, maka Ppka RB melayani

pesawat blok dengan?

a)

Menekan tingkapan “Ke SEL” sehingga tingkapan ini dan tingkapan “Ke

SEL” di Rumah Sinyal menjadi Putih.

b)

Menekan tingkapan “KA BERANGKAT” sehingga tingkapan ini dan tingkapan “KA

BERANGKAT” di Rumah Sinyal menjadi Putih.

c)

Tingkapan “Blok Ke SEL” dan tingkapan “Blok Ke SEL” di Rumah Sinyal menjadi putih.

d)

Tingkapan “Blok Ke SEL” dan tingkapan “KA BERANGKAT” di Rumah Sinyal menjadi

putih.

38.

Pada peralatan persinyalan mekanik jalur ganda dengan rumah sinyal.

Untuk memasukkan kereta api di SEL, maka Ppka SEL melayani pesawat

blok?

a)

Menekan tingkapan “Dari RB” sehingga tingkapan ini dan tingkapan “Dari

RB” di Rumah Sinyal menjadi putih.

b)

Menekan tingkapan “Dari SEL” sehingga tingkapan ini dan tingkapan “Dari SEL” di

Rumah Sinyal menjadi putih.

c)

Menekan tingkapan “KA BERANGKAT” sehingga tingkapan ini dan tingkapan “KA

BERANGKAT” di Rumah Sinyal menjadi putih.

d)

Menekan tingkapan “KA MASUK” sehingga tingkapan ini dan tingkapan “KA MASUK”

di Rumah Sinyal menjadi putih.

39.

Permintaan izin buka blok antar stasiun pada persinyalan elektrik

berlangsung secara otomatis. Jelaskan?

a)

Izin buka blok diberikan secara otomatis pada saat pembentukan rute

berangkat.

b)

Izin buka blok diberikan secara otomatis pada saat pembentukan rute masuk.

c)

Izin buka blok diberikan secara otomatis pada saat pembentukan rute langsir.

d)

Izin buka blok diberikan secara otomatis pada saat pembentukan rute darurat.

40.

Pada prinsipnya prosedur pelayanan peralatan persinyalan elektrik pada

saat akan memasukkan/memberangkatkan kereta api/merlayani kereta api

berjalan langsung atau melayani langsiran adalah?

a)

Menekan/klik tombol berpasangan.

b)

Menekan/klik tiap-tiap tombol sesuai dengan keperuntukannya.

c)

Menekan/klik tiap-tiap wesel, kancing wesel, dan sinyal.

d)

Menekan/klik tombol yang terjauh dari arah kedatangan kereta api.

41.

Yang dimaksud melayani peralatan persinyalan elektrik dengan

menekan/klik tombol berpasangan adalah?

a)

Menekan/klik tombol asal rute dan tujuan rute.

b)

Menekan/klik tombol tujuan rute dan asal rute.

c)

Menekan/klik tombol wesel, kancing wesel, dan sinyal

d)

Menekan/klik tombol sinyal, wesel, dan kancing wesel.

42.

Bagaimana prosedur melayani kereta api pada saat peralatan persinyalan

elektrik terjadi gangguan?

a)

Pembentukan rute secara manual dengan membalik wesel secara

individual dan mengunci tiap-tiap wesel.

b)

Pembentukan rute secara manual dengan melayani wesel satu persatu

c)

Pembentukan rute secara manual dengan melayani tombol darurat.

d)

Pembentukan rute secara manual dengan mengunci tiap-tiap wesel.

43.

Apabila terjadi gangguan wesel pada persinyalan elektrik (indikator wesel

bercahaya putih kedip), sehingga wesel tersebut tidak dapat dilayani

sebagaimana mestinya. Apa yang dilakukan Ppka untuk melayani wesel

tersebut agar aman dilalui kereta api?

a)

Membalik wesel dilayani dengan engkol pemutar dan wesel harus

ditambat pada salah satu kedudukan dengan menggunakan apitan lidah

wesel.

b)

Melayani wesel dengan engkol pemutar

c)

Wesel harus ditambat pada salah satu kedudukan dengan menggunakan apitan

lidah wesel.

d)

Melayani kereta api dengan sinyal darurat/MS/semboyan 4A

44.

Menurut gambar ikhtisar emplasemen dibawah ini berapa panjang jalur

efektif jalur I?

a)

437 meter.

b)

443 meter.

c)

445 meter.

d)

432 meter.

45.

Menurut gambar ikhtisar emplasemen dibawah ini berapa panjang jalur

efektif jalur II?

a)

432 meter.

b)

437 meter.

c)

440 meter.

d)

438 meter.

46.

Menurut gambar ikhtisar emplasemen dibawah ini berapa panjang jalur

efektif jalur III?

a)

482 meter.

b)

488 meter.

c)

490 meter.

d)

432 meter.

47.

Pada peralatan persinyalan mekanik, kapan Ppka dapat melayani sinyal

blok menjadi indikasi “berjalan”?

a)

Setelah diberi izin buka blok.

b)

Setelah kereta apinya siap diberangkatkan

c)

Setelah wesel-wesel dan kruk dilayani sebagaimana mestinya

d)

Setelah minta izin buka blok.

48.

Untuk memasukkan kereta api ke emplasemennya, kapan Ppka melayani

peralatan persinyalan?

a)

Setelah menerima warta berangkat.

b)

Setelah kereta apinya diberangkatkan

c)

Setelah semua petugas berada ditempatnya masing-masing

d)

Setelah kereta apinya diberangkatkan dan semua petugas berada

ditempatnya masing-masing.

49.

Apa yang dilakukan Ppka pada saat ada isyarat bahaya?

a)

Semua sinyal utama harus dikembalikan ke semboyan 7 (indikasi

“berhenti”), dan berusaha menghentikan semua perjalanan kereta api

yang sedang dilakukan.

b)

Semua sinyal utama harus dikembalikan ke semboyan 7 (indikasi “berhenti”)

c)

Berusaha menghentikan semua perjalanan kereta api yang sedang dilakukan dan

melapor kepada Ppkp.

d)

Melapor kepada Ppkp dan memberitahukan kepada Ppka bersebelahan

50.

Sebutkan prosedur pelayanan peralatan persinyalan mekanik untuk

memasukkan kereta api setelah menerima warta berangkat?

a)

Membalik wesel-wesel, kruk-kruk, dan hendel-hendel sebagaimana

mestinya dilayani yang terjauh dari arah kedatangan kereta api.

b)

Menyiapkan jalur dan memastikan jalur yang akan dilalui bebas rintangan

c)

Menyiapkan jalur dan memastikan jalur yang akan dilalui bebas rintangan dan

memastikan semua petugas berada di tempat masing-masing.

d)

Menyiapkan jalur dan memastikan jalur yang akan dilalui bebas rintangan dan

memastikan semua petugas berada di tempat masing-masing, kemudian

melakukan semboyan 1.