NEW
Font size
WorksheetsBasic Electric
Total questions: 40
Worksheet time: 30mins
Sebagai hukum dasar kelistrikan
Hukum Paskal
Hukum Ohm
Hukum Kekekalan Energi
Hukum Gaya Gravitasi
Parameter pada hukum Ohm, kecuali:
Voltage
Current
Resistance
Power
Formula hukum Ohm
V = I x R
V = I / R
I = V x R
R = I / V
Satuan nilai hambatan:
Volt
Ampere
Ohm
Watt
Satuan nilai tegangan:
Volt
Ampere
Ohm
Watt
Berikut jenis rangkaian listrik, kecuali:
Paralel
Seri
Seri-Paralel
Tandem
Nilai voltage pada setiap resistor yang dirangkai paralel:
Sama dengan source
Tergantung nilai resistance
Tergantung nilai current
Berbeda-beda
Formula resistance yang disusun paralel:
Rp = R1 + R2 + Rn
Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/Rn
1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/Rn
Rp = R1 / R2 / Rn
Nilai current pada resistor yang disusun seri:
Sama disetiap resistor
Berbeda tergantung nilai resistance
Berbeda tergantung nilai voltage drop
Berbeda tergantung nilai Power
Nilai tegangan pada battery Alat Berat
6 V
12 V
24 V
36 V
Untuk mendapatkan tegangan output sebesar 24V, maka 2 buah battery harus dirangkai:
Seri
Paralel
Seri-Paralel
Tandem
Rumus kimia larutan electrolyte battery:
H2O
H2
H2SO4
SO3
Rumus kimia air tambah yang digunakan untuk menambah air battery saat kurang level:
H2
H2O
SO4
H2SO4
Jenis battery yang tidak dipasang vent plug
Dry battery
Wet Battery
Free Maintenance Battery
Solid Battery
Jumlah terminal pada battery relay:
1
2
3
4
Nama dioda yang dipasang pada battery relay:
Surge Diode
Flywheel Diode
Emiting Diode
Pollar Diode
Berikut sambungan terminal pada battery relay, kecuali
Ground
Positif Battery
Stsrting switch terminal Br
Starting switch terminal C
Nama komponen
Starting switch
Battery Relay
Safety Relay
Dioda
Jumlah terminal starting switch:
5
6
7
8
Saat posisi ON, maka yang terhubung dengan terminal B starting switch adalah:
Terminal R1
Terminal R2
Terminal C
Terminal ACC
Saat posisi start, maka terminal C starting switch akan memberikan signal ke:
Terminal Sw battery relay
Terminal C starting motor
Terminal S safety relay
Terminal R alternator
Switch LOTO bekerja dengan memutus dan menyambung starting switch pada terminal:
B
Br
C
Acc
nama komponen:
Starting Switch
Battery Relay
Safety Relay
Battery
Fungsi safety relay:
Sebagai pengaman battery
Sebagai pengaman starting switch
Sebagai pengaman starting motor
Sebagai pengaman alternator
Letak pemasangan safety relay:
Dekat dengan starting switch
Dekat dengan starting motor
Dekat dengan alternator
dekat dengan battery
Terminal R safety relah akan disambungkan ke:
Terminal C starting switch
Terminal Br starting switch
Terminal R alternator
Terminal B battery
Prinsip yang dipakai untuk cara kerja starting motor:
Kaidah tangan kiri Flemming
Kaidah tangan kanan Flemming
Teori Webber
Hukum Ohm
Berikut part yang ada pada starting motor, kecuali:
Brush
Magnetic switch
Regulator
Gear pinion
Jenis starting motor:
Motor AC
Motor DC
Motor stepper
Motor 3 fase
Nama terminal pada starting motor, kecuali:
B
C
M
S
Terminal B pada starting motor mendapatkan power dari:
Battery
Starting switch
Battery relay
Safety relay
Nama part pada alternator yang berfungsi untuk menyearahkan arus:
Regulator
Field Coil
Armature Coil
Rectifier
Lilitan pada alternator tempat dibangkitkannya tegangan:
Field Coil
Armature Coil
Shunt Coil
Hold in Coil
Nilai tegangan charging alternator:
12 V
24 V
28 V
32 V
Nama terminal alternator, kecuali:
B
E
R
C
Volt meter dipasang paralel dengan beban.
BENAR
SALAH
Ampermeter dipasang paralel dengan beban.
BENAR
SALAH
Nama alat yang digunakan untuk mengukur nilai hambatan pada resistor:
Volt Meter
Ohm Meter
Ammeter
Ampere Meter
Nama tool:
AVO meter
Multi meter
Volt Meter
Ohm Meter
Nama cairan yang digunakan untuk mengisi battery yang masih baru:
Air tambah
Air Murni
Air zur
Air suling
