Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

REMEDIAL Cerpen

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Perhatikan teks di bawah ini!

Naura kini lebih sopan. Celana-celana jeans telah ia pensiunkan. Hijabnya kini menutupi perhiasan dada. Pakaian ketatnya pun berganti dengan gamis. Bukan karena mengikuti teman-temannya, Naura hanya merasa dirinya lebih nyaman dengan keadaan yang baru. Batinnya merasakan ketenangan. Bukankah setiap manusia akan mengalami proses hijrah dalam hidupnya? Seperti Rasullullah yang berhijrah ke Madinah untuk mendapatkan keadaan yang lebih baik daripada harus bersikeras menetap di Makkah.

(Naura Ingin Hafidzah, Nia Sofyana)

Watak tokoh Naura di dalam teks disampaikan melalui ….

a)

  Penggambaran fisik dan perilaku tokoh

b)

Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh

c)

Dialog antar tokoh

d)

Pemikiran tokoh lain

e)

Penjelasan langsung penulis

2.

Perhatikan teks di bawah ini!

Dalam perjalanan ke rumah Aku terus memutar otak, mencoba menemukan solusi untuk meringankan beban Ayah. Bagaimana kalau kemungkinan buruk itu terjadi? Apa Ayah harus di penjara? Mereka tidak akan peduli dengan penyakit yang bersarang di tubuh Ayah, Bagaimana Ayah bisa melewati hari-harinya di penjara dengan diabetes? Memikirkan itu membuat bulu kudukku merinding.

Sesampainya di rumah kulihat sesosok lelaki separuh baya duduk termenung di ruang tamu. Terlihat di raut wajahnya kekhawatiran yang teramat dalam. Senyum canda yang menjadi khasnya tak nampak sedikitpun. Ayah, pengorbananmu untuk hidupku sangatlah luar biasa. Seisi bumi ini pun tak akan bisa melunasi semua yang telah engkau berikan dalam hidupku.

(Biarkan Aku Dipenjara Ayah, Nia Sofyana)

Tokoh “aku” dalam kutipan cerpen di atas  adalah ….

a)

Pendiam dan penyayang

b)

Pemarah dan penyayang

c)

 Pendendam dan mudah menyerah

d)

  Penyayang dan perhatian

e)

Periang dan penyayang

3.

Perhatikan teks di bawah ini!

Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya. ”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita. Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya, si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu tahukan si Mbok buta huruf. Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya, Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk membantu si Mbok. Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.

Cara pendeskripsian watak si Mbok seorang yang tidak berdaya adalah ….

a)

secara langsung

b)

dialog antartokoh

c)

pikiran-pikiran tokoh

d)

tanggapan tokoh lain

e)

lingkungan di sekitar tokoh

4.

Perhatikan teks di bawah ini!

Dalam perjalanan ke rumah Aku terus memutar otak, mencoba menemukan solusi untuk meringankan beban Ayah.

……………………..

Sesampainya di rumah kulihat sesosok lelaki separuh baya duduk termenung di ruang tamu. Terlihat di raut wajahnya kekhawatiran yang teramat dalam. Senyum canda yang menjadi khasnya tak nampak sedikitpun. Ayah, pengorbananmu untuk hidupku sangatlah luar biasa. Seisi bumi ini pun tak akan bisa melunasi semua yang telah engkau berikan dalam hidupku.

Setelah membaca teks di atas, lengkapilah bagian yang rumpang agar menjadi paragraph cerpen yang padu!

a)

Bukan karena mengikuti teman-temannya, Naura hanya merasa dirinya lebih nyaman dengan keadaan yang baru. Batinnya merasakan ketenangan. Bukankah setiap manusia akan mengalami proses hijrah dalam hidupnya? Seperti Rasullullah yang berhijrah ke Madinah untuk mendapatkan keadaan yang lebih baik daripada harus bersikeras menetap di Makkah.

b)

Bagaimana kalau kemungkinan buruk itu terjadi? Apa Ayah harus di penjara? Mereka tidak akan peduli dengan penyakit yang bersarang di tubuh Ayah, Bagaimana Ayah bisa melewati hari-harinya di penjara dengan diabetes? Memikirkan itu membuat bulu kudukku merinding.

c)

Ada banyak cara yang dilakukan agar kebutuhannya terpenuhi. Salah satunya dengan berjualan atau berdagang. Tentu hal ini jauh berbeda jauh dengan profesinya sebagai guru. Lantas apakah ini salah? Seorang guru yang sudah memiliki penghasilan, masih mencari nafkah dengan cara lain, hal ini tentu berkaitan dengan kebutuhan hidupnya.

d)

Sabar merupakan ajaran yang banyak sekali disinggung dalam Al-Qur’an maupun hadis, sehingga manusia senantiasa diarahkan untuk selalu bersabar dalam kehidupannya. Kesabaran yang sebenarnya adalah kemampuan dalam mengendalikan sikap, sehingga bisa dengan ikhlas dan rela hati menerima kondisi yang sedang dihadapinya demi mendapat balasan yang baik di akhirat.

e)

Ayah berangkat meninggalkan kami. Kali ini kepergiannya begitu mengharukan. Ayah meneteskan air mata, hal yang tak pernah kulihat sebelumnya.

5.

Sebuah cerita dibangun dari dua unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah ...

a)

Unsur yang membentuk cerpen dari latar belakang pengarang

b)

Unsur yang membentuk cerpen dari dalam dan luar

c)

Unsur yang membentuk cerpen dari dalam

d)

Unsur yang membentuk cerpen dari luar

6.

Jon dan Con anak kembar. Jon kepala regu dan aku wakilnya. Kami bersepuluh sedang memandang daerah patroli “Tiger Brigade” dengan saksama dari puncak bukit “panic”, pos kami terdepan. Con berjongkok di samping kakaknya yang sedang meneropong kampung-kampung di bawah kami dari semak-semak. Jon melambai dan aku mendekat. “Aku akan turun ke kampung di bawah itu.”


Latar tempat yang terdapat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….

a)

daerah patroli

b)

puncak bukit

c)

kampung

d)

semak-semak

7.

“Selanjutnya, masalah pengobatan dana perawatan, biar nanti seluruh guru di sini memikirkan,” tegas Bu Eli. Pak Bon bersikeras tidak mau dibawa ke rumah sakit. Pak Bon memang seorang berpendirian kuat. Meskipun bukan orang kaya, ia tidak mau dibantu begitu saja. Semua guru yang mengunjunginya, hanya menggelengkan kepala, kagum akan keteguhan Pak Bon.


Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Pak Bon adalah…

a)

Diceritakan pengarang

b)

Diceritakan tokoh lain

c)

Tindakan tokoh

d)

Dialog antartokoh

8.

Kejadian begitu cepat. Aku pulang pukul 12 siang. Segera kuparkir motor bututku di halaman sekolah. Lalu, aku segera berlari ke tempat fotokopi. Wow, betapa terkejutnya diriku tatkala kulihat ada seorang gadis di situ. Mungkin dia karyawan baaru di tempat fotokopi ini. Rambutnya yang terurai panjang serasa memesona semua orang yang melihatnya.


Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang pertama sebagai pengamat

c)

orang pertama dan orang ketiga

d)

orang ketiga terarah

e)

orang ketiga serba tahu

9.

Tanah di pekuburan umum itu masih basah ketika para pelayat sudah pulang. Sementara aku masih duduk sambil sesekali menyeka air mata. Ibu yang selama ini paling aku hormati dan sayangi tadi malam telah menghadap Sang Pencipta.


Latar suasana yang tergambar pada kutipan cerita tersebut adalah ….

a)

haru

b)

kecewa

c)

sedih

d)

khawatir

e)

marah

10.

Di sinilah ayah dulu mengajariku berenang, mengajariku bunyi geletar punggung buaya lapar dan kecipak anak-anak ikan kemuring. Di sini juga ayah mendidikku membedakan suara katak daun dan suara keciap ular manau, yang menyaru suara katak untuk melahapnya. Sering aku dan ayah menyusupi celah-celah nifah, menyelam di bawah gemerisik pelepahnya, saling menguji ketahanan dengan tidak bernapas. Lamunanku buyar ketika telapak kakiku yang mencelup air dikerumuni ikan nari dan batu tempat aku duduk tidak tersinari lantaran matahari hampir tenggelam.


Latar kutipan cerpen tersebut adalah…

a)

di hutan, pagi hari

b)

di desa, siang hari

c)

di sungai, sore hari

d)

di sungai, malam hari