Font size
WorksheetsMenyusun Cerita Pendek
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
"Akhir-akhir ini kamu kok kelihatan tidak begitu suka dengan hidangan makan siang Ibu. Kenapa nak?"tanya Ibu sambil membelai Sandi lembut.
Dari kutipan cerita tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa watak Ibu adalah ...
penyabar
penasaran
perhatian
pemarah
Pukul 11.20
“Enggak bisa tidur, ya? Mo tidur di kamar Papa?”
Besok Papa bisa antar Beningnya enggak?” tiba-tiba anaknya bertanya.
“Ngantar ke mana? Pizza Hut?”
Beningnya menggeleng.
“Ke mana?”
“Ke rumah Pak Pos.”
Latar tempat kutipan cerpen tersebut....
A. kamar tidur
B. dapur
C. ruang tamu
D. ruang makan
Aku sungguh tidak mengerti, bagaimana seseorang bisa yakin akan sesuatu tanpa dasar-dasar yang jelas. Aku merasa pemikiran tentang tamu benar-benar menggangguku. Jangan-jangan tamu yang akan datang benar-benar membawa bencana.
Watak tokoh Aku pada kutipan cerpen "Ada Kupu-kupu Ada Tamu" yaitu....
A. penakut
B. pemarah
C. ragu-ragu
D. tidak percaya pada tahayul
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. damai
B. ketakutan
C. sedih
D. sepi
“Siti, aku minta maaf. Selama ini aku selalu memusuhimu hanya karena kamu tidak mau memberi jawaban saat ulangan. Aku merasa bersalah. Ternyata kamu sahabat sejatiku. Meskipun aku sudah menyakitimu, kau tetap mau menolongku saat aku kecelakaan,”kata Dina sambil mengulurkan tangan ketika sampai di rumah.
Pesan pada cerpen tersebut yaitu....
A. Jangan hanya mengaku sahabat ketika mendapat jawaban saat ulangan.
B. Jangan percaya kepada teman.
C. Sayangilah temanmu seperti kamu menyayangi keluargamu.
D. Tolonglah orang lain meskipun ornag tersebut pernah menyakitimu.
Berikut yang bukan termasuk unsur intrinsik cerita pendek
tema
tokoh
amanat
latar budaya pengarang
“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”
Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….
sombong
rendah hati
penakut
jujur
(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.
Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….
(1)
(3)
(4)
(5)
Unsur pembangun cerpen secara intrinsik antara lain sebagai berikut, kecuali ...
tema
amanat
penokohan
nilai kehidupan
Nilai yang berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku manusia disebut nilai ...
sosial
budaya
agama
moral
Hal yang pertama yang dilakukan dalam dalam menulis teks cerpen adalah ...
melakukan riset
mengolah ide
mengembangkan ide
menentukan ide
Ajaran atau pesan yang hendak disampaikan pengarang dalam cerpen adalah pengertian dari ...
tema
amanat
alur
penokohan
Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ....
tokoh
latar
alur
sudut pandang
Unsur pembangun cerpen secara intrinsik antara lain sebagai berikut, kecuali ...
tema
amanat
penokohan
nilai kehidupan
Tokoh yang menjadi pemeran utama dan mempunyai sifat baik disebut...
Protagonis
Antagonis
Tritagonis
Figuran
Malamnya, Mandor Djuasin datang ke rumah untuk meminta maaf bahwa telah terjadi kekeliruan administrasi. Karena begitu banyak kuli yang harus diurus, belum termasuk begitu banyak Said sebagai nama belakang orang Melayu. Sekaligus Mandor mengabarkan peraturan Meskapai yang menyebut bahwa kuli yang tak berijazah memang tak kan pernah naik pangkat.
Ayah, dengan penuh takzim menerima penjelasan itu. Beliau bahkan menyampaikan simpatinya akan betapa berat tugas Mandor Djuasin mengelola ribuan kuli, dan betapa Ayah berterima kasih kepada Mandor karena telah mengiriminya surat yang bagus berlambang Meskapai nan terhormat pula, serta menandatangani sendiri surat itu, meski surat itu salah alamat. Aku tak dapat menahan perasaanku. Air mataku berlinang-linang saat mengintip Ayah mengucapkan semua itu, karena dari balik pintu itu aku tahu makna ketulusan wajah ayahku. Sungguh bening hati lelaki pendiam itu dan detik itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk menempatkan setiap kata ayahku di atas nampan pualam dan aku bersumpah akan sekolah setinggi-tingginya, ke negeri manapun, apapun rintangannya, apapun yang akan terjadi demi ayahku.
Latar tempat yang terdapat dalam kutipan teks tersebut adalah....
kantor
pabrik
rumah
kantor pos
ruang administrasi
Malamnya, Mandor Djuasin datang ke rumah untuk meminta maaf bahwa telah terjadi kekeliruan administrasi. Karena begitu banyak kuli yang harus diurus, belum termasuk begitu banyak Said sebagai nama belakang orang Melayu. Sekaligus Mandor mengabarkan peraturan Meskapai yang menyebut bahwa kuli yang tak berijazah memang tak kan pernah naik pangkat.
Ayah, dengan penuh takzim menerima penjelasan itu. Beliau bahkan menyampaikan simpatinya akan betapa berat tugas Mandor Djuasin mengelola ribuan kuli, dan betapa Ayah berterima kasih kepada Mandor karena telah mengiriminya surat yang bagus berlambang Meskapai nan terhormat pula, serta menandatangani sendiri surat itu, meski surat itu salah alamat. Aku tak dapat menahan perasaanku. Air mataku berlinang-linang saat mengintip Ayah mengucapkan semua itu, karena dari balik pintu itu aku tahu makna ketulusan wajah ayahku. Sungguh bening hati lelaki pendiam itu dan detik itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk menempatkan setiap kata ayahku di atas nampan pualam dan aku bersumpah akan sekolah setinggi-tingginya, ke negeri manapun, apapun rintangannya, apapun yang akan terjadi demi ayahku.
Watak tokoh Ayah dalam kutipan teks tersebut adalah....
penurut dan pendiam
pemaaf dan pendiam
perasa dan pendiam
pemurung dan pendiam
penolong dan pendiam
Kulihat ayah yang terus memandangiku. Aku melihat wajah ayah yang sebenarnya watak seorang guru mengaji. Ayah memang benar-benar seorang guru ngaji. Seorang guru agama! Dia tidak terpengaruh oleh perubahan zaman walaupun pekerjaannya telah dirampas kemajuan zaman. Di mana kapas digantikan karet busa untuk sebuah kasur.
Unsur intrinsik yang tampak dalam kutipan cerita tersebut adalah...
latar
tema
perwatakan
alur
amanat
Bagian yang menunjukkan konflik dalam cerpen adalah...
awal cerita
akhir cerita
puncak cerita
penyelesaian cerita
Aku sungguh tidak mengerti, bagaimana seseorang bisa yakin akan sesuatu tanpa dasar-dasar yang jelas. Aku merasa pemikiran tentang tamu benar-benar menggangguku. Jangan-jangan tamu yang akan datang benar-benar membawa bencana.
Watak tokoh Aku pada kutipan cerpen "Ada Kupu-kupu Ada Tamu" yaitu....
A. penakut
B. pemarah
C. ragu-ragu
D. tidak percaya pada tahayul
