wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Respon Zoonosis Prioritas dan PIB dengan Pendekatan One Health

Total questions: 60

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Yang termasuk kedalam penyakit zoonosis Strategis adalah

a)

Rabies, Antrak, Brucellosis, Avian Influenza

b)

Infectious Bovine Rhinotracheitis ( IBR ), Jembrana, SE ( Ngorok )

c)

Hog cholera, Gumboro ,Toxoplamosis

d)

BEF, CRD dan Leptospirosis

2.

Penyakit flu burung (Avian Influenza) di sebabkan oleh Virus :

a)

H5N1

b)

H1N1

c)

H2N3

d)

H4N7

3.

Anthrax adalah penyakit yang di sebabkan oleh :

a)

Virus RNA

b)

Parasit darah

c)

Bakteri

d)

Protozoa

4.

Gejala klinis hewan yang mengidap virus Rabies adalah

a)

Hydrophobia

b)

Hypersalivasi

c)

Dungu atau agresif

d)

Semua pernyataan a,b,c, benar

5.

Penyakit NIPAH di sebabkan oleh Virus dan umumnya menyerang

a)

Sapi , Kelelawar dan Kera

b)

Babi , Kelelawar dan Manusia

c)

Kambing , Kelelawar dan manusia

d)

Babi , Kuda dan manusia

6.

Tersebarnya suatu penyakit yang telah melampaui area yang sangat luas, melampaui

batas negara bahkan global yang telah mempengaruhi populasi yang sangat besar

adalah pengertian dari

a)

Pandemi.

b)

Endemi.

c)

Epidemi.

d)

Hazard.

7.

Tiga kunci keberhasilan pengurangan risiko pandemi adalah

a)

Kerjasama lintas sektor, komunikasi dan koordinasi

b)

koordinasi, advokasi, dan kolaborasi antar stakeholder (pemangku kepentingan)

terkait

c)

Investigasi, kolaborasi dan komunikasi

d)

Advokasi, investigasi, membangun komitmen

8.

Fase pada saat penyakit baru atau sub tipe baru teridentifikasi pada manusia yaitu

a)

Fase Interpandemi

b)

Fase Pandemi

c)

Fase Siaga

d)

Fase Transisi

9.

respon perlindungan terhadap hewan terancam wabah dan respon penanganan

terhadap lokasi wabah merupakan respon

a)

Respon perlindungan terhadap hewan terancam pandemi

b)

Respon penanganan terhadap lokasi wabah

c)

Respon cepat menghadapi pandemi

d)

Respon cepat menghadapi wabah

10.

Pengawasan lalulintas hewan, produk hewan non pangan yang berisiko menularkan

penyakit ke hewan dan media pembawa penyakit hewan lainnya antarkawasan di

dalam negara Republik Indonesia dilakukan oleh

a)

Otoritas Veteriner

b)

Peternak

c)

Penanggungjawab hewan sakit

d)

Dokter Hewan

11.

Potensi munculnya PIB dan zoonosis disebabkan oleh berbagai faktor di antaranya

adalah

a)

peningkatan populasi hewan

b)

perubahan lingkungan (iklim dan bencana alam)

c)

adanya mobilisasi hewan antar daerah

d)

penggunaan peralatan Kesehatan hewan

12.

Beberapa zoonosis yang menjadi perhatian Pemerintah Indonesia antara lain

a)

rabies, antraks, dan avian influenza

b)

rabies, antraks, dan hog cholera

c)

rabies, avian influenza dan IBD

d)

anthrax, avian influenza dan SE

13.

Salah satu pendekatan yang dilakukan dalam implementasi One Health yaitu

a)

Transdisciplinary

b)

Pure sectoral

c)

Interdisciplinary

d)

Interface

14.

One Health merupakan pendekatan multisektoral, yang berarti bahwa semua sektor terkait

dengan disiplin ilmu

a)

Manusia dan hewan

b)

Manusia dan lingkungan

c)

Manusia, hewan dan lingkungan

d)

Hewan dan lingkungan

15.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat jejaring lintas sector pada tataran operasional

ini, antara lain:

a)

Forum pertemuan antar pimpinan unit, pengelola program dan petugas lapangan hanya

dilakukan saat ada kejadian penyakit saja

b)

Petugas di bidang Kesehatan manusia, hewan dan lingkungan di dalam suatu wilayah kerja

tidak perlu saling mengenal dan berkomunikasi terkait One Health

c)

Pimpinan Unit (Puskesmas dan Puskeswan) membuat laporan masing-masing terkait hasil

investigasi penyakit dalam rangka One Health

d)

Petugas Puskesmas dan Puskeswan juga harus mengenal diluar lingkup Pemda terkait dengan

satwa yaitu para petugas di BKSDA atau Taman Nasional yang ada di wilayah tersebut

terutama Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan dan Penyuluh yang selanjutnya

dilanjutkan di tingkat pimpinan masing masing

16.

Manfaat dari penyusunan laporan yang paling tepat adalah :

a)

Memudahkan dalam hal koordinasi dan memantau kasus- kasus

yang terjadi pada suatu wilayah

b)

Mempersiapkan tulisan ilmiah

c)

Menyampaikan respon yang tepat

d)

Membuat struktur kebijakan

17.

Hal inti secara epidemiologi deskriptif yang perlu ada dalam laporan adalah :

a)

Waktu, tanggal, titik GPS

b)

Foto, jenis penyakit, obat yang digunakan

c)

Waktu, tempat, hewan

d)

Alat dan kelengkapan yang digunakan, jumlah hewan sakit

18.

Kurva epidemic dituliskan dalam :

a)

Pembahasan

b)

Hasil

c)

Tujuan

d)

kesimpulan

19.

Interpretasi hasil dituliskan dalam

a)

Pembahasan

b)

Hasil

c)

Tujuan

d)

kesimpulan

20.

Tujuan pembuatan laporan terpadu antara lain adalah :

a)

Mendokumentasikan foto kejadian penyakit hewan untuk

info bagi pembaca

b)

Identifikasi faktor- faktor resiko yang memungkinkan melalui pengumpulan data bagi

pembaca

c)

Menjelaskan secara ringkasan singkat interpretasi dari hasil bagi pembaca

d)

Menyampaikan hasil respon di lapangan dalam bentuk tertulis agar dapat dimengerti

pembaca laporan

21.

Andragogi yang juga berasal dari bahasa yunani yang berarti ilmu dan seni untuk

a)

Membantu orang dewasa belajar, dimana fungsi guru hanya sebagai

fasilitator dan bukan hanyamemberitahu

b)

Membantu dalam mengajar anak-anak, dimana sepenuhnya peserta didik

menjadi objek yang dalam hal ini guru memberitahu, guru memilih apa yang

akan dipelajari, guru mengevaluasi

c)

Menciptakan iklim belajar yang mendukung untuk belajar

d)

Kegiatan belajar dengan membuat kelompok-kelompok belajar baik kelompok

besar maupun kelompok kecil

22.

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai sudut pandang kita terhadap

proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang

a)

Terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat khusus , didalamnya

mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran

dengan cakupan teoretis tertentu

b)

Terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya

mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran

dengan cakupan teoretis tertentu

c)

Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa

(student centered approach)

d)

Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher

centered approach

23.

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara

harfiah berarti”perantara “atau”pengantar” yaitu

a)

Media merupakan berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang

dapat merangsang untuk belajar

b)

Media pembelajaran merupakan berbagai jenis perantara yang dapat

merangsang untuk belajar untuk menyalurkan pesan pembelajaran

c)

Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan

dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan,

minat, serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar

terjadi

d)

Jawaban a,b,c. Benar

24.

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah fasilitator / pelatih dalam

menggunakan pendekatan presentasi interaktif adalah

a)

Saling mempengaruhi secara timbal balik

b)

Waktu, Jangan keluar dari pokok bahasan, Tidak mendominasi, Menangkap dan

membulatkan masuka/tanggapan

c)

Saling mempengaruhi secara timbal balik , Jangan keluar dari pokok bahasan,

Tidak mendominasi, Menangkap dan membulatkan masuka/tanggapan

d)

Jangan keluar dari pokok bahasan, mendominasi, Menangkap dan membulatkan

masuka/tanggapan

25.

SAP merupakan pedoman / panduan yang memberi arah kepada fasilitator

dalam menyajikan materi pembelajaran kepada para peserta, dalam kurun waktu

tertentu dengan menggunakan

a)

metode dan media yang sesuai guna mencapai tujuan pembelajaran

yang telah ditentukan

b)

rumusan pokok dan sub-pokok bahasan yang disusun secara rinci untuk

kegiatan belajar mengajar pertemuan atau beberapa pertemuan

c)

SAP merupakan penjabaran teknis dari Garis-garis Besar Program

Pembelajaran (GBPP) atau uraian rinci tentang langkah-langkah proses

transfer suatu materi latih untuk bidang kemampuan tertentu, yang akan

dilakukan atau dilatihkan kepada peserta, dalam kegiatan pembelajaran

d)

Jawaban a,b,c. Benar

26.

Yang dimaksud dengan risiko adalah

a)

proses mengidentifikasi bahaya

b)

peluang atau kemgknan terjadinya bahaya

c)

terdapat pajanan terhadap suatu bahaya

d)

proses sistematis untuk menentukan tingkat risiko

27.

Penyakit zoonosis yang menjadi perhatian pemerintah indonesia diantaranya

a)

Leptospira, toksoplasmosis dan anthraks

b)

Rabies, antraks dan avian influenza

c)

Surra, avian influenza dan Rabies

d)

Rabies, antraks dan brucellosis

28.

diantaranya tindakan respon cepat berikut ini yang tidak tepat pada penanganan gigitan hewan penular rabies pada manusia yaitu

a)

penanganan luka gigitan

b)

pemberian VAR

c)

Pemberian SAR

d)

Humane euthanasia

29.

Tindakan pencegahan dan pengendalian dengan melakukan penutupan kawasan satwa liar dilakukan pada penanganan kasus penyakit yaitu:

a)

Antraks

b)

Avian Influenza

c)

Rabies

d)

Brucellosis

30.

Yang termasuk tata laksana kasus penanganan Rabies pada kasus manusia diantaranya:

a)

Komunikasi dan koordinasi: kepada sektor kesehatan hewan untuk melakukan tindakan diagnosis dan respon cepatnya. Kepada sektor kesehatan masyarakat dengan pesan adanya kasus manusia di sekitar Kawasan

b)

Pencegahan: KIE, surveilans populasi terancam, dan korban lain

c)

Respon cepat: penanganan luka gigitan, pemberian VAR, pemberian SAR dengan menentukan tingkat risiko tinggi atau rendah. Selanjutnya melakukan penyelidikan epidemiologi untuk menentukan besaran kasus, populasi terancam dan sebarannya

d)

Deteksi dan definisi kasus dengan adanya tanda klinis dan Rapid Test

31.

Pada indeks kasus kejadian rabies pada manusia, yang tidak termasuk tindakan respon cepat diantaranya adalah…

a)

Penanganan hewan pembawa rabies

b)

Pemberian VAR

c)

Pemberian SAR

d)

Penyelidikan epidemiologi

32.

Yang dimaksud dengan Penilaian Risiko Cepat adalah:

a)

Proses sistematis dalam melakukan tahapan penilaian risiko

b)

Serangkaian langkah logis yang harus ditempuh dengan cepat dalam menilai risiko

c)

Perbandingan penilaian dampak dan kemungkinan yang terjadi

d)

Proses sistematis dalam mengumpulkan, menilai dan membuat sebuah dokumentasi informasi untuk menentukan tingkat risiko

33.

Beberapa contoh yang tidak termasuk kondisi dilakukannya penilaian risiko cepat diantaranya adalah:

a)

Bersifat kedaruratan

b)

Terjadi kasus penyakit baru

c)

Kejadian penyakit tidak menimbulkan dampak yang besar

d)

Terjadi peningkatan insidensi kasus yang cukup tinggi

34.

Beberapa contoh langkah-langkah penilaian risiko diantaranya adalah:

a)

Persiapan, mengumpulkan informasi, Analisa kualitas data dan estimasi risiko

b)

Mengumpulkan informasi kejadian, agen penyebab dan informasi lain yang relevan, mengolah data dan melakukan penilaian risiko

c)

Persiapan, mengolah data dan estimasi penilaian risiko

d)

Semua pernyataan di atas benar

35.

Kondisi yang terjadi apabila hasil flow chart penilaian dampak dan kemungkinan kebanyakan menunjukkan hasil “TIDAK” adalah:

a)

Penilaian Risiko Cepat tidak dibutuhkan

b)

Terjadi kasus penyakit baru

c)

Penilaian risiko cepat harus segera dilakukan

d)

Terjadi peningkatan insidensi kasus yang cukup tinggi

36.

Indikator sederhana dalam keberhasilan KIE zoonosis di lapangan diantaranya

a)

Jumlah poster yang dicetak dan dipasang

b)

Jumlah posting di sosial media

c)

KAP survey

d)

Jumlah dinas yang dihubungi

37.

Analisis stakeholder berfungsi untuk

a)

Mengetahui jumlah perserta yang hadir

b)

Memahami tujuan komunikasi

c)

Menargetkan bahwa pesan tersampaikan pada kelompok masyarakat tertarget

d)

Mengenali peserta

38.

Kelompok masyarakat yang menjadi target utama dalam perubahan perilaku adalah

a)

Partisipan primer

b)

Partisipan sekunder

c)

Partisipan tersier

d)

Partisipan Kuartener

39.

Tujuan komunikasi risiko yaitu

a)

Memahami tingkat pengetahuan masyarakat

b)

Mengevaluasi keberhasilan KIE

c)

Meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai risiko penanggulangan Zoonosis

d)

Menyampaikan informasi

40.

Waktu yang tepat dan efisein dalam melakukan KIE adalah

a)

Hari libur

b)

Saat terjadi outbreak

c)

Saat tidak ada outbreak

d)

Setelah kegiatan vaksinasi

41.

Tujuan dilakukan tindakan biosekuriti, kecuali

a)

Meningkatkan imunitas

b)

Terhindar bahaya biologis

c)

mencegah penyakit masuk

d)

pencegahan penyebaran penyakit

42.

Tujuan tindakan isolasi, kecuali

a)

Memutus penularan penyakit

b)

Pemisahan hewan sakit

c)

isolasi hewan sehat

d)

menjaga jarak dari penyakit

43.

Kejadian kasus penyakit Avian Influenza di Indonesia, pada tahun

a)

2004

b)

2003

c)

2005

d)

2006

44.

Penerapan tindakan biosekuriti, kecuali

a)

Isolasi yang sakit

b)

Pengendalian lalu lintas hewan

c)

sanitasi

d)

vaksinasi

45.

Tindakan Biosafety pada hewan, kecuali

a)

Perlindungan diri dari bahaya penyakit

b)

Vaksinasi

c)

perlindungan dari agen patogen

d)

perlindungan dari agen biologi

46.

Tindakan disposal untuk pencegahan penyakit, kecuali

a)

Mengubur hewan mati/material infeksius

b)

Membakar/pemusnahan

c)

incinerasi

d)

Isolasi

47.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan bahwa pengawasan lalu lintas hewan, produk hewan dan media pembawa penyakit hewan lainnya dilakukan oleh

a)

Otoritas Veteriner

b)

Pemerintah

c)

Pemerintah daerah

d)

Masyarakat

48.

Di bawah ini adalah bukan mencakup pengertian investigasi penyakit di lapangan

a)

Penyelidikan

b)

Pengusutan

c)

Pengumpulan data

d)

Evaluasi pasca tindakan

49.

Singkat yang tepat tentang investigasi wabah dengan metode SOAP adalah

a)

Subyek, obyek, Assessment, Plan

b)

Subyektif, Obyektif, Assessment, Plan

c)

Subyek, Obyek, Analisis, Plan

d)

Subyek, Observasi, Analisis, Plan

50.

Investigasi wabah dengan menggunakan metode SOAP, tahapan manakah yang membutuhkan keahlian dalam penggunaan panca indra

a)

Subyektif

b)

Obyektif

c)

Assessment

d)

Plan

51.

Investigasi wabah dengan menggunakan metode SOAP, tahapan manakah yang merupakan titik kunci penentuan diagnose penyakit

a)

Subyektif

b)

Obyektif

c)

Assessment

d)

Plan

52.

Investigasi wabah dengan menggunakan metode SOAP, tahapan manakah yang membutuhkan hasil uji tamabahan laboratorium

a)

Subyektif

b)

Obyektif

c)

Assessment

d)

Plan

53.

Langkah utama yang dilakukan saat menerima informasi hewan sakit/mati adalah

a)

Investigasi

b)

Cek dan ricek kejadian penyakit

c)

Observasi lapangan

d)

Menyusun laporan

54.

Pelaksanaan pengamatan lapangan (observasi) dalam upaya menggali informasi dilakukan dengan cara

a)

Transectwalk (Mengunjungi Peternakan yang terinfeksi dan tidak terinfeksi)

b)

Wawancara terhadap peternak

c)

Membuat peta desa

d)

Wawancara, Transectwalk, membuat peta desa

55.

Hasil investigasi harus dapat menggambarkan

a)

Luas sebaran penyakit

b)

Jenis hewan yang terpapar

c)

Luas sebaran penyakit, Jenis hewan yang terpapar dan kronologis kejadian

d)

Kronologis kejadian

56.

Dibawah ini yang bukan menjadi tujuan investigasi adalah

a)

Melakukan observasi lapangan

b)

Untuk menggambarkan karakteristik epidemiologi wabah

c)

Untuk menentukan faktor risiko atau sumber wabah

d)

Memberikan rekomendasi untuk pengendalian dan pencegahan

57.

Segala macam benda apa saja yang dianggap tercemar oleh sesuatu penyakit hewan atau jasad renik penyebab penyakit hewan, termasuk bagian-bagian dari tubuh hewan atau pun berupa hewannya sendiri yang mati, sakit atau tersangka sakit yang dibubuhi atau tidak dibubuhi bahan pengawet kimia atau lainnya, guna diperiksa di laboratorium. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari

a)

Sampel / specimen / contoh

b)

Biohazard

c)

Hewan periksaan

d)

Bahan uji

58.

Kepala/otak/hypocampus dan swab saliva mukosa mulut/pallatum durum dan mole merupakan jenis sampel yang diambil dari hewan terdugaan penyakit

a)

Rabies

b)

Antraks

c)

Avian Influensa

d)

Nipah

59.

Ulas darah, serum, bangkai yang terlanjur disembelih, bangkai utuh diambil bagian telinga hewan, dan sampel tanah, merupakan jenis sampel yang diambil dari hewan terduga penyakit

a)

Rabies

b)

Antraks

c)

Avian Influensa

d)

Nipah

60.

Swab trachea/ oropharynx/ colaca/feses, serum, bangkai, dan bulu muda, merupakan jenis sampel yang diambil dari hewan terduga penyakit

a)

Rabies

b)

Antraks

c)

Avian Influensa

d)

Nipah