WorksheetsSimulasi Literasi
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Pishi di Tengah Badai
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.
Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Kemudian terjadi badai besar. Lautan menjadi gelap sehingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya terluka.
Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilogram dan panjangnya 10 meter.
Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar. Itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi. Mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian, luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih kepada ikan-ikan kecil yang merawatnya.
Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.
Siapakah Pishi dan di mana ia tinggal?
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Atlantik.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Atlantik.
Harus Bisa
Aldo masuk sekolah sepak bola Mitra Naga. Dia rajin berlatih karena ingin menjadi pemain penyerang. Aldo selalu bersemangat setiap latihan. Dia berlatih menggiring bola, berlari kencang, dan merebut bola. Aldo paling jago merebut bola dibandingkan teman-temannya.
Sayangnya, saat pertandingan, pelatih menunjuk Aldo menjadi pemain belakang. Aldo sangat kecewa.
Saat pertandingan berlangsung, Aldo terus menendang bola hingga ke depan gawang. Aldo melewati teman satu timnya yang berjaga di depan. Aldo tidak mengikuti arahan pelatih yang meminta Aldo mengoper bola. Akibatnya, saat pemain lawan menerobos, tidak ada yang menjaga bagian belakang. Tim lawan berhasil menciptakan gol. Teman-teman kesal pada Aldo. Pelatih menyuruh Aldo menjaga posnya.
Babak kedua berlangsung. Aldo menjaga posnya, di bagian belakang. Bola dioper dari satu pemain ke pemain lainnya, hingga mendarat di kaki Aldo. Teman satu tim Aldo yang berjaga di pos depan dihalangi tim lawan. Aldo ingin menggiring bola ke arah gawang lawan, tetapi dia pemain belakang.
Pelatih kebingungan. Dia lalu berteriak menyuruh Aldo untuk terus menggiring bola ke depan.
Aldo terus berlari menggiring bola. Dia melewati tim lawan yang berusaha merebut bola. Aldo melakukan tendangan kencang hingga bola meluncur ke gawang lawan. Aldo menciptakan satu gol, jadi pertandingan berakhir seri. Sekarang Aldo mengerti, permainan sepak bola adalah permainan tim. Semua posisi penting. Mereka harus bekerja sama untuk menciptakan gol.
(Sumber: https://reader.letsreadasia.org/book/56767820-f318-49d8-b88c-1422466469d5?uiLang=BAHASA&lId=6260074016145408&mId=597d8598-c29c-40d5-b9ea-9826fe924fc3)
Apa yang membuat Aldo kecewa?
Aldo tidak memiliki skill (keterampilan) sebagai penyerang.
Sekolah sepak bola Aldo tidak membutuhkan pemain penyerang.
Ia sudah rajin berlatih, namun seringkali tidak dipilih untuk bertanding oleh pelatih.
Aldo ingin menjadi pemain penyerang, namun pelatih menjadikannya pemain belakang.
Harus Bisa
Aldo masuk sekolah sepak bola Mitra Naga. Dia rajin berlatih karena ingin menjadi pemain penyerang. Aldo selalu bersemangat setiap latihan. Dia berlatih menggiring bola, berlari kencang, dan merebut bola. Aldo paling jago merebut bola dibandingkan teman-temannya.
Sayangnya, saat pertandingan, pelatih menunjuk Aldo menjadi pemain belakang. Aldo sangat kecewa.
Saat pertandingan berlangsung, Aldo terus menendang bola hingga ke depan gawang. Aldo melewati teman satu timnya yang berjaga di depan. Aldo tidak mengikuti arahan pelatih yang meminta Aldo mengoper bola. Akibatnya, saat pemain lawan menerobos, tidak ada yang menjaga bagian belakang. Tim lawan berhasil menciptakan gol. Teman-teman kesal pada Aldo. Pelatih menyuruh Aldo menjaga posnya.
Babak kedua berlangsung. Aldo menjaga posnya, di bagian belakang. Bola dioper dari satu pemain ke pemain lainnya, hingga mendarat di kaki Aldo. Teman satu tim Aldo yang berjaga di pos depan dihalangi tim lawan. Aldo ingin menggiring bola ke arah gawang lawan, tetapi dia pemain belakang.
Pelatih kebingungan. Dia lalu berteriak menyuruh Aldo untuk terus menggiring bola ke depan.
Aldo terus berlari menggiring bola. Dia melewati tim lawan yang berusaha merebut bola. Aldo melakukan tendangan kencang hingga bola meluncur ke gawang lawan. Aldo menciptakan satu gol, jadi pertandingan berakhir seri. Sekarang Aldo mengerti, permainan sepak bola adalah permainan tim. Semua posisi penting. Mereka harus bekerja sama untuk menciptakan gol.
(Sumber: https://reader.letsreadasia.org/book/56767820-f318-49d8-b88c-1422466469d5?uiLang=BAHASA&lId=6260074016145408&mId=597d8598-c29c-40d5-b9ea-9826fe924fc3)
Siapa saja tokoh dalam cerita "Harus Bisa" ?
(a)
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Dalam cerita, tokoh menggambarkan sekolah yang dimasukinya sebagai sekolah yang tidak layak. Pilihlah gambaran sekolah yang sesuai dengan teks!
Jendela-jendela sekolah yang mulai rapuh karena rayap.
Bangunan sekolah yang akan roboh.
Lapangan sekolah yang berdebu.
Bangku-bangku di sekolah yang sudah doyong
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Lintang berasal dari mana?
(a)
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Bagaimana cara menuju tempat tinggal Lintang?
(a)
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Bagaimana gambaran ayah tokoh "Aku"?
Pria berusia 47 tahun.
Pria itu ingin menjadi juragan pantai.
Pekerjaannya adalah buruh tambang.
Dia tinggal di Desa Tanjung Kelompang.
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Perhatikan pernyataan berikut ini!
Pilih jawaban yang sesuai dengan bacaan di atas!
Ayah tokoh "Aku" merasa senang karena anaknya masuk sekolah.
Lintang tinggal di wilayah pesisir pulau Belitong, Sulawesi.
"Aku" tinggal sekampung dengan Lintang
Jalan menuju tempat tinggal Lintang melewati rute yang sulit dan cukup berbahaya.
Simak cuplikan dari Buku Laskar Pelangi, yang ditulis oleh Andrea Hirata.
... Dapat dikatakan tak jarang Lintang mempertaruhkan nyawa demi menempuh pendidikan, namun tak sehari pun ia pernah bolos. Delapan puluh kilometer pulang pergi ditempuhnya dengan sepeda setiap hari. Tak pernah mengeluh. Jika kegiatan sekolah berlangsung sampai sore, ia akan tiba malam hari di rumahnya. Sering aku merasa ngeri membayangkan perjalanannya.
Kesulitan itu belum termasuk jalan yang tergenang air, ban sepeda yang bocor, dan musim hujan berkepanjangan dengan petir yang menyambar-nyambar. Suatu hari rantai sepedanya putus dan tak bisa disambung lagi karena sudah terlalu pendek sebab terlalu sering putus, tapi ia tak menyerah. Dituntunnya sepeda itu puluhan kilometer, dan sampai di sekolah kami sudah bersiap-siap akan pulang. Saat itu adalah pelajaran seni suara dan dia begitu bahagia karena masih sempat menyanyikan lagu Padamu Negeri di depan kelas. Kami termenung mendengarkan ia bernyanyi dengan sepenuh jiwa, tak tampak kelelahan di matanya yang berbinar jenaka. Setelah itu ia pulang dengan menuntun sepedanya lagi sejauh empat puluh kilometer.
Pada musim hujan lebat yang bisa mengubah jalan menjadi sungai, menggenangi daratan dengan air setinggi dada, membuat guruh dan halilintar membabat pohon kelapa hingga tumbang bergelimpangan terbelah dua, pada musim panas yang begitu terik hingga alam memuai ingin meledak, pada musim badai yang membuat hasil laut nihil hingga berbulan-bulan semua orang tak punya uang sepeser pun, pada musim buaya berkembang biak sehingga mereka menjadi semakin ganas, pada musim angin barat puting beliung, pada musim demam, pada musim sampar sehari pun Lintang tak pernah bolos.
HIrata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta: PT Bentang Pustaka.
Mana sajakah pernyataan yang tidak sesuai dengan bacaan?
Setiap hari, Lintang selalu hadir di sekolah.
Ketika rantai sepedanya putus, Lintang kembali ke rumah.
Lintang selalu hadir tepat waktu di sekolah.
Jarak dari rumah Lintang ke sekolah adalah 40 km.
Simak cuplikan dari Buku Laskar Pelangi, yang ditulis oleh Andrea Hirata.
... Dapat dikatakan tak jarang Lintang mempertaruhkan nyawa demi menempuh pendidikan, namun tak sehari pun ia pernah bolos. Delapan puluh kilometer pulang pergi ditempuhnya dengan sepeda setiap hari. Tak pernah mengeluh. Jika kegiatan sekolah berlangsung sampai sore, ia akan tiba malam hari di rumahnya. Sering aku merasa ngeri membayangkan perjalanannya.
Kesulitan itu belum termasuk jalan yang tergenang air, ban sepeda yang bocor, dan musim hujan berkepanjangan dengan petir yang menyambar-nyambar. Suatu hari rantai sepedanya putus dan tak bisa disambung lagi karena sudah terlalu pendek sebab terlalu sering putus, tapi ia tak menyerah. Dituntunnya sepeda itu puluhan kilometer, dan sampai di sekolah kami sudah bersiap-siap akan pulang. Saat itu adalah pelajaran seni suara dan dia begitu bahagia karena masih sempat menyanyikan lagu Padamu Negeri di depan kelas. Kami termenung mendengarkan ia bernyanyi dengan sepenuh jiwa, tak tampak kelelahan di matanya yang berbinar jenaka. Setelah itu ia pulang dengan menuntun sepedanya lagi sejauh empat puluh kilometer.
Pada musim hujan lebat yang bisa mengubah jalan menjadi sungai, menggenangi daratan dengan air setinggi dada, membuat guruh dan halilintar membabat pohon kelapa hingga tumbang bergelimpangan terbelah dua, pada musim panas yang begitu terik hingga alam memuai ingin meledak, pada musim badai yang membuat hasil laut nihil hingga berbulan-bulan semua orang tak punya uang sepeser pun, pada musim buaya berkembang biak sehingga mereka menjadi semakin ganas, pada musim angin barat puting beliung, pada musim demam, pada musim sampar sehari pun Lintang tak pernah bolos.
HIrata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta: PT Bentang Pustaka.
Kesulitan apa saja yang dialami Lintang saat pergi ke sekolah?
(a)
Siti dan Udin di Jalan
Siti dan Udin namanya. Muka mereka penuh debu.
Dengan baju rombengan, mereka menyanyi di tengah kebisingan.
Pagi sampai malam, mereka tersenyum dalam peluh,
menyapa om dan tante, mengharap receh seadanya.
Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan,
dengan suara serak dan napas yang sesak oleh polusi.
Kalau hari ini bisa makan, alhamdulillah.
Siti dan Udin tetap berdoa agar mereka bisa sekolah dan punya rumah berjendela.
(Februari 2003)
Apa permintaan Siti dan Udin dalam doanya?
Ingin bersekolah
Ingin bernyanyi
Ingin bekerja
Ingin bertamasya
Siti dan Udin di Jalan
Siti dan Udin namanya. Muka mereka penuh debu.
Dengan baju rombengan, mereka menyanyi di tengah kebisingan.
Pagi sampai malam, mereka tersenyum dalam peluh,
menyapa om dan tante, mengharap receh seadanya.
Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan,
dengan suara serak dan napas yang sesak oleh polusi.
Kalau hari ini bisa makan, alhamdulillah.
Siti dan Udin tetap berdoa agar mereka bisa sekolah dan punya rumah berjendela.
(Februari 2003)
Apa yang dilakukan Siti dan Udin di jalan?
(a)
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan. Kurang tidur bisa membuat kita menjadi mudah marah dan tidak fokus dalam belajar. Kurang tidur juga akan membuat kita mudah lupa.
Lingkaran hitam di bawah mata (biasa disebut mata panda) bisa timbul pada orang yang kurang tidur.
Jam tidur manusia berbeda-beda. Anak kecil tidur lebih lama daripada orang dewasa.
Salah satu cara agar tidur pulas adalah dengan mematikan lampu sebelum tidur.
Apa yang menyebabkan mata kita terlihat seperti mata panda?
(a)
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan. Kurang tidur bisa membuat kita menjadi mudah marah dan tidak fokus dalam belajar. Kurang tidur juga akan membuat kita mudah lupa.
Lingkaran hitam di bawah mata (biasa disebut mata panda) bisa timbul pada orang yang kurang tidur.
Jam tidur manusia berbeda-beda. Anak kecil tidur lebih lama daripada orang dewasa.
Salah satu cara agar tidur pulas adalah dengan mematikan lampu sebelum tidur.
Apa tujuan penulis pada teks tersebut?
Menunjukkan kepada pembaca data rata-rata orang tidur per hari.
Memengaruhi pembaca untuk memiliki waktu tidur yang cukup.
Menjelaskan kepada pembaca cara untuk terhindar dari kurang tidur.
Menginformasikan pembaca pentingnya waktu tidur yang cukup.
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan. Kurang tidur bisa membuat kita menjadi mudah marah dan tidak fokus dalam belajar. Kurang tidur juga akan membuat kita mudah lupa.
Lingkaran hitam di bawah mata (biasa disebut mata panda) bisa timbul pada orang yang kurang tidur.
Jam tidur manusia berbeda-beda. Anak kecil tidur lebih lama daripada orang dewasa.
Salah satu cara agar tidur pulas adalah dengan mematikan lampu sebelum tidur.
Manakah pernyataan yang benar tentang manfaat tidur cukup bagi kesehatan?
Kamu bisa memilih lebih dari satu jawaban.
Membantu kita untuk fokus dalam belajar.
Membuat kita lebih mudah mengingat sesuatu.
Menyebabkan timbulnya lingkaran hitam di bawah mata.
Membuat kita lebih sabar dan tidak mudah marah.
Pishi di Tengah Badai
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia. Pishi dan teman-temannya sangat bahagia hidup di Samudra Hindia, bersama 500 jenis makhluk laut lainnya.
Pishi dan teman-temannya sedang bermain ketika kapal nelayan datang. Semua ikan berpencar menyelamatkan diri. Pishi jadi sendirian. Kemudian terjadi badai besar. Lautan menjadi gelap sehingga Pishi kehilangan arah. Ombak besar membawa Pishi ke bawah kapal nelayan. Pishi membentur kapal, perutnya terluka.
Pishi harus segera mengobati lukanya. Pishi berenang mendekati pantai. Di sana ada rumah sakit alam. Pishi tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuhnya yang besar. Berat tubuh Pishi 900 kilogram dan panjangnya 10 meter.
Setelah jauh berenang, Pishi sangat senang melihat lampu mercusuar. Itu tandanya Pishi sudah sampai di rumah sakit alam. Ikan-ikan kecil langsung mendekati Pishi. Mereka membersihkan luka di perut Pishi. Beberapa hari kemudian, luka Pishi pun sembuh. Pishi sangat berterima kasih kepada ikan-ikan kecil yang merawatnya.
Ikan-ikan kecil itu memakan parasit dan jaringan kulit mati di tubuh ikan pari. Hubungan antara Pishi dan ikan-ikan kecil adalah hubungan yang saling menguntungkan. Tubuh ikan pari menjadi bersih, ikan-ikan kecil pun menjadi kenyang.
Siapakah Pishi dan di mana ia tinggal?
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan paus yang hidup di Samudra Atlantik.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Hindia.
Pishi adalah seekor ikan pari yang hidup di Samudra Atlantik.
'Perempuan – perempuan perkasa'
karya Hartoyo Andangjaya, 1963
Perempuan – perempuan perkasa
Perempuan – perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum
peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..
Perempuan – perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
kemanakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara,,
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota..
Perempuan – perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan – perempuan perkasa
akar – akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa..
( Hartoyo Andangjaya, 1963 )
Jika kamu membaca puisi tersebut, sikap apa saja yang dapat ditiru dari tokoh dalam puisi tersebut?
*Pilih lebih dari satu jawaban yang sesuai!
kerja keras
hemat
rajin
santai
Senam Poco-Poco
Tina sudah siap hari ini. Di sekolahnya akan ada lomba senam poco-poco. Bapak Guru sudah mengajarkan senam ini kepada Tina dan teman-temannya. Pada awalnya, senam poco-poco biasa dilakukan oleh tentara dan polisi setiap pagi.
Senam poco-poco tidak susah. Tina sudah berlatih bersama teman-temannya. Semua sudah menghafal gerakannya.
Tina harus melangkah ke kanan, lalu kembali lagi ke kiri. Setelah itu, Tina harus melangkah ke belakang dan kembali lagi ke depan.
Tina senang bisa ikut lomba senam poco-poco. Senam poco-poco dilakukan oleh beberapa orang secara bersama-sama.
Manakah yang termasuk manfaat senam yang dilakukan bersama-sama?
Pilih jawaban lebih dari satu!
Menjaga kekompakan antarteman.
Membuat hati riang gembira.
Menjadi lebih bersemangat.
Menambah pintar dan cerdas.
Kue Ulang Tahun Widi
Penerbit : Litara, Tahun terbit : 2015, Diedit oleh : Nurhayati Pujiastuti
Widi hari ini berulang tahun. Widi senang melihat nenek pulang dari pasar. Widi membayangkan nenek akan membuat kue ulang tahun yang lezat hari ini. Tapi tunggu dulu. Apa itu yang dikeluarkan nenek dari tas belanja? Beras, kelapa yang diparut dan diperas jadi santan, dan daun pandan. Nenek mengaduk semua bahan menjadi sebuah adonan. Nenek lalu menyalakan kompor. Nenek bilang, hari ini nenek akan membuat bubur. “Mengapa nenek malah membuat bubur, bukan kue seperti keinginanku?” pikir Widi.
Nenek meminta Widi membantu nenek. Widi membantu mengaduk bubur. Widi mencium bau wangi dari bubur. Kata nenek, daun pandan yang membuat bubur menjadi wangi.
Setelah matang, bubur dibagi menjadi dua bagian. Lalu ke dalam salah satu bubur dimasukkan gula jawa. Gula jawa ini membuat bubur menjadi kecokelatan. Namun orang menyebutnya bubur merah. Digabungkan dengan bagian yang putih, maka menjadi bubur merah putih.
Bubur merah putih buatan Nenek sudah jadi. Kata Nenek, bubur merah putih ini untuk memperingati hari lahir.Yummy, ternyata Widi suka rasanya.
Pernyataan mana yang sesuai dengan bacaan di atas? Pilih lebih dari satu!
Bubur yang berwarna kecokelatan disebut bubur merah.
Nenek membelikan kue ulang tahun Widi dari pasar.
Bubur merah putih biasa dibuat untuk memperingati ulang tahun.
Nenek Widi sedang berulangtahun
Robot Pemadam Kebakaran
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta sekarang memiliki robot canggih. Robot itu disebut Dok-Ing MVF-3. Bentuknya seperti mobil. Fungsinya memudahkan pekerjaan para petugas pemadam kebakaran. Robot ini telah diuji coba di Pusdiklatsar Ciracas, Jakarta pada hari Kamis tanggal 6 Februari 2020.
Robot ini dapat dikendalikan dari jarak 1,5 km dengan menggunakan pengendali jarak jauh. Cara tersebut memudahkan petugas jika ada titik api yang sulit dijangkau atau berbahaya. Kebakaran yang terjadi di area pabrik, SPBU, atau tempat-tempat berbahan kimia lainnya dapat diminimalisasi dengan robot Dok-Ing MVF-3. Dengan robot Dok-Ing MVF-3, api akan lebih mudah dipadamkan dan potensi ledakan yang dihasilkan dari bahan-bahan kimia dapat diminimalisasi.
Robot canggih ini dilengkapi dengan GPS dan kamera. Kamera yang digunakan adalah kamera anti air dan kuat dalam berbagai kondisi. Sang operator dapat memantau keberadaan robot tersebut dengan menggunakan GPS dan melihat kawasan yang sedang dipadamkan melalui kamera.
Robot ini sangat kuat. Dia dapat menampung 2500 liter air dan 500 liter busa. Robot ini juga bisa menyemprotkan air sejauh 55 meter dan dapat menyemprotkan busa sejauh 45 meter. Beban yang dapat ditariknya adalah 6 ton, beban yang dapat didorong mencapai 10 ton.
(https://bobo.grid.id/read/082022410/dki-jakarta-punya-robot-pemadam-kebakaran-yang-canggih-ini-dia-keunggulannya?page=3)
Robot pemadam kebakaran Dok-Ing MVF-3 dapat dikendalikan dari jarak 1,5 km menggunakan pengendali jarak jauh. Hal tersebut berfungsi untuk …
menunjukkan bahwa robot ini memiliki fitur yang sangat canggih.
membantu pemantauan robot menggunakan GPS.
memudahkan petugas jika ada titik api yang sulit dijangkau atau berbahaya.
meningkatkan keselamatan warga DKI Jakarta.
Anak - Anak Kampung Enggros
Aku memiliki tiga teman. Tommy, Theo, dan Simon. Kami tak pernah berpisah. Setiap bermain kami selalu bersama. Juga saat kami ke sanggar tari.Kami tetap tekun belajar meskipun tidak ada sekolah. Sanggar tari milik Pak Ibong adalah satu-satunya tempat belajar di sini. Pak Ibong yang selalu menyemangati kami. Dia mengajarkan kami untuk terus belajar dan memiliki cita-cita. Sampai suatu saat kampung kami memiliki sekolah.
Soal 1. Nama kampung yang berada di Teluk Youtefa adalah ....
A. Papua.
B. Enggros.
C. Australia.
D. Youtefa
Ada beberapa hal positif yang dapat dipetik dari teks tersebut. pada setiap pernyataan yang benar! *
A. Meskipun tinggal di kampung yang memiliki keterbatasan, mereka tidak pernah mengeluh.
B.Walaupun tidak bisa memiliki banyak teman, anak-anak kampung Enggros jarang
C. Anak-anak kampung Enggros tetap giat belajar sambil menunggu sekolah didirikan.
D Anak-anak kampung Enggros bekerja keras
Karena tidak ada sekolah, anak-anak Kampung Enggros belajar mandiri. Bila kamu juga melakukan kegiatan belajar mandiri, manakah kegiatan yang dapat kamu lakukan? Pilihlah beberapa jawaban yang tepat! *
A. Gemar membaca buku-buku pengetahuan untuk menambah informasi.
B. Rajin mengoleksi buku-buku cerita di ruma
C. Aktif mencari bahan pelajaran melalui internet.
D. Aktif mencari bahan makanan melalui internet.
Sejak kapan permainan egrang ini ada? *
A. Zaman penjajahan Belanda.
B. Bangsa Belanda masuk.
C. Bangsa Cina masuk.
D. Para penjajah masuk.
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tahapan memainkan egrang? pada setiap pernyataan yang benar.
A. Tegakan posisi egrang sedikit ke depan.
B. Letak kaki kiri dan kaki kanan tidak boleh sama.
C. Berhenti jika tidak yakin posisi seimbang
D. Berhenti jika yakin posisi seimbang
Halo teman-teman! Aku virus. Namaku Korona. Aku suka berpindah dari satu tangan ke tangan lain jika bersentuhan. Apakah kamu pernah mendengar cerita tentang aku? Cerita tentangku muncul di berita; koran dan TV. Nah, aku akan bercerita sehingga kamu bisa paham. Ketika aku berkunjung, aku membawa demam, sesak napas, dan batuk. Tapi, aku tidak akan lama berada di dalam tubuhmu jika tubuhmu kuat. Sebagian besar orang akan membaik. Jangan khawatir! Dokter dan perawat akan melindungimu. Kamu pun dapat mencegahku dengan cuci tangan menggunakan air dan sabun. Cuci sambil berhitung dari 1 sampai 20. Sesudah itu, kamu bisa main lagi! Jangan lupa, jika bermain pakailah masker! Jika kamu lakukan hal itu, aku tidak akan mengunjungi rumahmu.
Menurut informasi yang ada di dalam bacaan, di mana kamu bisa mengetahui berita tentang virus korona? *
A. Koran dan Radio.
B. Radio dan TV.
C. Koran dan TV
D. Radio dan Internet.
Pilihlah pernyataan yang sesuai dengan isi bacaan! Beri tanda pada setiap pernyataan yang benar.
A. Tidak perlu terlalu khawatir, sebab dokter dan perawat akan membantumu agar lekas sembuh.
B. Tenang saja, cara menyembuhkan korona sama dengan ketika lutut lecet.
C. Jika rajin mencuci tangan dengan air, maka korona akan sulit mendatangimu.
D. Jika rajin mencuci tangan dengan cuka, maka korona akan sulit mendatangimu.
Budi rajin mencuci tangan, sementara Wati malas mencuci tangan. Apa kemungkinan yang bisa terjadi berdasarkan informasi tersebut?
A. Budi mudah terhindar dari korona daripada Wati
B. Budi lebih mudah menularkan virus dibandingkan Wati.
C. Budi tidak mudah terkena korona, sementara Wati mudah terkena korona.
D. wati tidak mudah terkena korona, sementara budi mudah terkena korona.
Ada sepotong roti di meja belajar Kak Ira. Setiap hari Ridwan melihatnya. Roti itu besar, ada taburan keju dan coklat. Rotinya dibungkus plastik. Itu bukan roti mainan. Roti itu pasti enak rasanya. Ridwan jadi ingin memakannya. “Tidak boleh. Ini titipan orang,” kata Kak Ira. Roti itu titipan teman Kak Ira yang pergi ke luar kota. Kak Ira akan menyimpannya sampai temannya kembali. “Rotinya ada jamurnya,” kata Ridwan suatu hari. Kak Ira terlihat sedih, Ridwan jadi kasihan. Roti itu sudah seminggu dititipkan belum diambil juga. Untunglah Ibu bisa membuat roti. Ibu membuat banyak roti. Roti yang sudah berjamur Ibu ganti dengan roti baru. Kak Ira senang sekali karena bisa menjaga titipan.
Mengapa Kak Ira terlihat sedih?
A. Teman kak Ira segera mengambil rotinya.
B. Rotinya sudah berjamur.
C. Ibu mengganti dengan roti yang baru.
D. Ridwan memakan roti Kak Ira.
Kasunanan Surakarta memakai sistem penanggalan Jawa. Bulan pertama di penanggalan Jawa disebut Sura. Masyarakat Surakarta menyambut tahun baru dengan mengadakan pawai. Pawai itu disebut Kirab 1 Sura. Kirab dipimpin kerbaukerbau bule yang dijaga para pawang. Kerbau bule adalah kerbau istimewa milik istana. Tubuh mereka berwarna merah muda.Kibo adalah kerbau bule kecil. Abi adalah pawang penjaganya. Abi tak sabar ingin menemani Kibo di Kirab pertama mereka. Ayahnya bilang ini tugas penting.
Bagaimana perbedaan pelaksanaan kirab dengan saat latihan?
A. Kirab dilaksanakan malam hari, sedangkan latihan dilakukan di pagi atau siang hari
B. Latihan dilakukan di kandang, kirab dilakukan di jalan mengelilingi keraton
C. Suasana saat kirab lebih meriah daripada saat latihan
C. Suasana saat kirab lebih sedih daripada saat latihan
